cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
ANALISA EKSERGI PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP XYZ KAPASITAS 1070 MW MENGGUNAKAN PEMODELAN CYCLE TEMPO Putro Adi Nugroho; Berkah Fajar TK; Eflita Yohana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan performa PLTU merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi dampak kerusakan lingkungan, mengurangi konsumsi bahan bakar sehingga PLTU bekerja dengan kondisi lebih baik dan mendapatkan keuntungan lebih baik. PLTU yang beroperasi pada performa yang buruk hanya akan menyebabkan kerugian dan berpotensi merusak lingkungan karena emisinya lebih buruk, dan konsumsi bahan bakarnya lebih banyak.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai efisiensi eksergi dan energi pada PLTU XYZ  yang memiliki kapasitas produksi sebesar 1070 MW. Dengan mengetahui data efisiensi pembangkit ini, maka performa pembangkit dapat diidentifikasi dan dapat dilakukan peningkatan performa berdasarkan data efisiensi yang diperoleh. Software yang digunakan dalam penelitian ini adalah software Cycle-Tempo. Analisa dilakukan pada tiga kondisi variasi beban yaitu beban 50%, 75% dan 100%. Dari hasil penelitian ini, didapatkan nilai efisiensi pembangkit pada kondisi 50% sebesar 38.76%, kondisi 75% sebesar 40,75% dan kondisi 100% sebesar 41,82%. Destruksi eksergi terbesar terjadi  pada boiler dan reheater untuk kondisi 50% sebesar 661.18 MW dengan persentase destruksi eksergi 51.33%, kondisi 75% sebesar 938.28 MW dengan persentase destruksi eksergi 50.07% dan kondisi 100% sebesar 1214.59 MW dengan persentase destruksi eksergi 49.35%. Nilai destruksi eksergi terkecil pada CEP pada kondisi 50% sebesar 1.44 MW dengan persentase destruksi eksergi 0.11%, kondisi 75% sebesar 1.46 MW dengan persentase destruksi eksergi 0.08% dan kondisi 100% sebesar 1.48 MW dengan persentase destruksi eksergi 0.06%. Nilai energi losses terbesar pada komponen boiler kondisi 50% sebesar 935.68 MW, kondisi 75% sebesar 1340.6 MW dan kondisi 100% sebesar 1738.9 MW.
Prediksi Transport Kuantum yang Dipengaruhi Oleh Keberadaan Double Finger Gates yang Dialiri Arus AC Moh. Erlangga Aditya Rifandi; Joga Dharma Setiawan; Rifky Ismail
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian analisis numerik dilakukan pada transportasi kuantum dalam struktur gerbang split tipe-N dengan adanya perangkat AC Double Finger Gates. Konduktansi kuantum dihitung untuk tiga parameter yang berbeda untuk melihat efek dari masing-masing parameter terhadap konduktansi kuantum. Efek amplitudo energi potensial , jarak antara dua Finger Gate (d), dan parameter pengikat  dihitung. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap parameter mempengaruhi hasil konduktansi kuantum, dan berbagai Quasi-Bond  States (QBS) terbentuk. Amplitudo energi potensial , dan jarak antara dua gerbang jari (d) secara relatif mempengaruhi jumlah transmisi resonansi elektron dan reflektansi resonansi elektron. Selain itu, parameter pengikat  mempengaruhi berapa banyak QBS yang terbentuk, semakin rendah nilai parameter pengikat , semakin banyak QBS yang terbentuk. Analisis teoritis yang dilakukan dalam penulisan ini akan memberikan instruksi awal untuk desain perangkat yang dikendalikan oleh gerbang tipe-N dengan adanya perangkat AC Double Finger Gates, yang dapat digunakan dalam industri semikonduktor.
ANALISIS PENGARUH CENTER OF GRAVITY SUSPENSI DAN KEKAKUAN PEGAS TERHADAP BODY ROLL PADA MOBIL Alfin Angga; Ojo Kurdi; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem suspendi kendaraan merupakan bagian yang krusial dalam mempengaruhi performa berkendara karena mampu menyerap efek berupa gaya dan momen dari berbagai situasi berbeda ketika berkendara. Ketika kendaraan berbelok, di bawah pengaruh gaya sentrifugal, itu akan menyebabkan perubahan posisi pusat gravitasi, sehingga muncul momen guluangan. Momen inimenyebabkan bodi kendaraan condong ke luar pusat tikungan atau disebut body roll. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis pengaruh spring rate pegas suspensi terhadap body roll mobil akan dilakukan dengan menggunakan software Altair MotionView untuk menghasilkan output berupa roll angle dan roll rate. Jenis analisis yang digunakan adalah pengujian Static Roll Analysis dan pengujian Constant Radius Analysis. Referensi kendaraan yang digunakan adalah mobil Toyota Alphard tahun 2022 dengan variasi kekuan pegas suspensi 49, 78, 98 N/mm dan center of gravity 474,98 mm, 500,38 mm, 525,78 mm. dari pengujian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa semakin kaku pegas suspensi, maka semakin dikit perilaku body roll yang terjadi sehingga kendaraan semakin stabil saat menikung. Selain itu, semakin tinggi nilai center of gravity, body roll yang terjadi semakin besar.
PENGARUH DEEP PRESSURE TERHADAP KONDUKTANSI KULIT ANAK SEKOLAH DASAR DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR FISOLOGIS GALVANIC SKIN RESPONSE Reza Pramuditya; J Jamari; Tri Indah Winarni
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk menurunkan tingkat stres yaitu dengan menggunakan metode deep pressure yang memberikan efek menenangkan bagi pengguna. Pada penelitian kali ini digunakan dua jenis alat deep pressure therapy yaitu vibrotactile weighted vest dan inflatable vest. Pada weighted vest penulis mengembangkan sistem kontrol sehingga dapat mengatur durasi pemberian getaran pada weighted vest. Pengujian alat deep pressure ini berguna untuk mengetahui pengaruh dari vibrotactile weighted vest dan inflatable best dengan pola getaran vertikal pada vibrotactile weighted vest dan variasi tekanan 5 kPa untuk inflatable vest. Metode pengambilan data dilakukan menggunakan metode uji objektif menggunakan sensor fisiologis Galvanic Skin Response (GSR) yang berfungsi untuk mengukur nilai konduktansi kulit. Pengolahan data menggunakan metode uji normalitas, dan uji t berpasangan. Setelah didapatkan nilai signifikansi, dapat dilihat penurunan angka yang terjadi dalam masing-masing perlakuan bermakna atau tidak. Jika nilai signifikansi bermakna, maka dapat disimpulkan perlakuan tersebut mampu menurunkan tingkat stres, dan kecemasan dibandingkan perlakuan lain.
PERANCANGAN DAN ANALISIS BRACKET BATERAI PACK BIS LISTRIK MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Tsaqif Al Farrel Ghazali; Ismoyo Haryanto; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bracket baterai pack merupakan komponen yang perlu diperhatikan karena berfungsi untuk menopang baterai pack. Baterai pack sebagai komponen utama yang memiliki massa besar memerlukan bracket dengan struktur yang cukup kuat untuk menahan beban dari baterai pack saat bus listrik digunakan. Untuk mendapatkan desain struktur bracket yang kuat, diperlukan perancangan dan analisis pembebanan dengan metode elemen hingga menggunakan software ANSYS 2020R1. Perancangan dilakukan dengan menentukan desain requirement dan mengumpulkan referensi model bracket. Beberapa model bracket yang telah dirancang diseleksi untuk menentukan model bracket yang akan dikembangkan dan dianalisis. Analisis metode elemen hingga dilakukan untuk mendapatkan tegangan von-mises, deformasi, dan factor of safety dari struktur bracket baterai pack dengan variasi profil C, I, dan hollow dan ketebalan 3mm dan 5mm. Material yang digunakan adalah Stainless Steel jenis SUS201. Bracket digunakan untuk menahan beban dari dua buah baterai pack dengan massa masing-masing sebesar 215 Kg. Massa bracket yang didapat untuk masing-masing ketebalan 3mm dan 5mm sebesar 23,00 Kg dan 55,30 Kg pada profil C, 32,70 Kg dan 50,20 Kg pada profil I, serta 46,70 Kg dan 72,30 Kg pada profil hollow. Von-mises stress, factor of safety, dan massa bracket digunakan untuk menentukan jenis bracket yang cocok digunakan.
STUDI NUMERIK PENGARUH ASPEK RASIO DARI PERFORATED CONCAVE DELTA WINGLET TERHADAP PERFORMA TERMAL-HIDROLIK ALIRAN UDARA MELEWATI TUBE DI DALAM SALURAN Mochamad Fahri Fadlu Robbi; Bambang Yunianto; Syaiful Syaiful
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspek rasio merupakan faktor penting dalam meningkatkan perpindahan panas dengan menggunakan vortex generator. Oleh karena itu, penelitian ini berkonsentrasi pada meningkatkan laju perpindahan panas dari permukaan pipa ke aliran dengan menggunakan vortex generator delta winglet concave yang perforated untuk berbagai aspek rasio. Dipasang di dalam saluran persegi empat, generator vortex delta winglet concave dengan dan tanpa lubang memiliki sudut serang 15o dan berbagai aspek rasio dari 1 hingga 3 dengan interval 0,5. Studi numerik ini dilakukan dengan jumlah pasang vortex generator satu, dua, dan tiga. Kecepatan aliran udara di dalam saluran adalah 0,4 hingga 2 m/det, dengan 0,2 m/det di luar pipa panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perforated concave delta winglet (PCDW) tiga pasang dengan aspek rasio 3 menunjukkan peningkatan laju perpindahan panas  54,8% lebih tinggi daripada yang dari baseline dan memperlihatkan penurunan pressure drop sebesar 48% lebih rendah dari concave delta winglet (CDW) tiga pasang dengan aspek rasio yang sama.
ANALISIS KEGAGALAN CONNECTING ROD PADA SEPEDA MOTOR 4 LANGKAH DENGAN KAPASITAS 110 CC Insannul Fikri; Sri Nugroho; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme terjadinya kegagalan connecting rod pada sepeda motor 4 langkah dengan kapasitas 110 cc yang mengalami deformasi plastis pada bagian leher connecting rod. Metode analisis yang dilakukan yaitu pengamatan visual, pengujian komposisi kimia, pengujian metalografi, pengujian kekerasan, dan simulasi numerik. Hasil pengujian komposisi kimia menunjukkan bahwa material connecting rod termasuk dalam kategori baja SAE-AISI 4140. Struktur mikronya memiliki fasa martensit yang didapatkan dari hasil pengujian metalografi. Hasil pengujian kekerasan dengan metode Vickers menunjukkan bahwa rata-rata nilai kekerasan material connecting rod sebesar 500 HV. Dari analisis tegangan (von Mises) dan analisis mode tekuk (eigenvalue buckling) menunjukkan kemiripan mode kagagalan tekuk yang terjadi dimana beban yang diterima connecting rod melebihi pembebanan normal dan terjadi di daerah titik tegangan maksimumnya. Hasil ini juga diperkuat dengan riwayat pemakaian sepeda motor yang telah dimodifikasi dengan menaikkan kompresi untuk mendapatkan kecepatan yang diinginkan tanpa mempertimbangkan kekuatan dari komponen connecting rod.
PENGEMBANGAN PERANCANGAN ALAT TERAPI SENDI LUTUT CONTINUOUS PASSIVE MOTION UNTUK PASIEN PASCA OPERASI, PENYAKIT TULANG DAN FAKTOR USIA Muhammad Yanuar Rifa; Munadi Munadi; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubuh manusia terdiri dari berbagai macam organ termasuk kerangka tubuh, sistem kerangka tubuh terdapat berbagai jenis sendi yang menyebabkan tubuh manusia dapat bergerak bebas. Namun terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan sendi mengalami kekakuan diantaranya disebabkan oleh kecelakaan, operasi, penyakit dan faktor usia. Sendi lutut merupakan sendi dianggap rawan mengalami kekakuan yang menyebabkan pengurangan range of motion (ROM), yang kemudian membutuhkan sebuah proses terapi untuk pemulihan fungsi. Pada penelitian ini dikembangkan perancangan alat terapi sendi lulut dengan continuous passive motion. Perancangan mesin continuous passive motion pada penelitian ini dikembangkan dengan tiga mode gerakan yaitu manual, otomatis dan progresif. Pada perancangan ini sensor sudut yang digunakan sensor rotary encoder. Pengujian sensor rotary encoder dilakukan menggunakan dua persamaan perhitungan, nilai erorr rata- rata yang dihasilkan pada mode manual 9,8%, mode otomatis 6,8 dan mode progresif 9,9% menggunakan persamaan orde 1, sedangkan hasil pengujian menggunakan persamaan orde 2 dihasilkan nilai erorr rata- rata mode manual 0,4%, mode otomatis 0,6% dan mode progresif 0,8%. Berdasarkan hasil pengujian tersebut disimpulkan penggunaan persamaan orde 2 mendapatkan hasil pengukuran yang lebih akurat dibandingkan menggunakan persamaan orde 1. Sehingga persamaan lebih akurat diaplikasikan pada sensor rotary encoder yang digunakan pada penelitian ini.
PROSES UNDERWATER FRICTION WELDING UNTUK DISSIMILAR METAL ANTARA AISI 1045 DENGAN STAINLESS STEEL 304 Aulia Mei Kurniawan; Rusnaldy Rusnaldy; Paryanto Paryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Friction welding merupakan pengelasan solid-state dimana penggabungan diperoleh dari panas akibat gesekan dan tekanan. Underwater friction welding merupakan variasi friction welding yang dilakukan dibawah air dengan bantuan chamber sebagai media air dengan tujuan hasil penyambungan logam akan lebih optimal karena proses pendinginan yang cepat, yang berlangsung bersamaan dengan proses pengelasan. Pengelasan dilakukan menggunakan mesin friction welding dengan parameter waktu tempa 4 detik dan 6 detik serta kecepatan putar 1400rpm. Material pengelasan adalah menyambungkan AISI 1045 dan stainless steel 304 berdiameter 12mm. Spesimen hasil friction welding diuji kelayakan Non-Destructive Test berupa inspeksi visual dengan melihat bentuk flash yang dihasilkan. Friction welding dilakukan pada 4 spesimen yang terdiri dari 2 spesimen udara dan 2 spesimen underwater. Spesimen berhasil disambungkan yang kemudian dilakukan uji kelayakan hasil pengelasan. Waktu tempa memiliki pengaruh terhadap hasil flash yang terbentuk pada spesimen, dimana semakin besar waktu tempa yang digunakan menghasilkan flash yang berukuran semakin besar. Flash yang terbentuk pada material AISI 1045 berukuran lebih besar dibandingkan dengan flash yang terbentuk pada stainless steel 304 yang diakibatkan oleh perbedaan sifat mekanik dari material yang disambungkan. Pada underwater friction welding, ukuran flash yang terbentuk lebih kecil daripada friction welding udara, dikarenakan pendinginan cepat saat proses pengelasan berlangsung. Terjadi cacat flash berupa misalignment yang diakibatkan oleh pencekaman yang kurang kuat, ketidaktepatan geometris, dan pemberian tekanan yang terlalu lama. Terjadinya misalignment mengakibatkan menurunnya kualitas sambungan pengelasan.
PENENTUAN TINGGI HAK SEPATU TERBAIK UNTUK MENDAPATKAN KENYAMANAN DALAM PEMAKAIAN Khairul Ayat; Dwi Basuki Wibowo; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dari banyaknya permasalahan dalam pemakaian sepatu hak tinggi yang dialamai oleh hampir 83% wanita berumur 50 – 70 tahun diseluruh dunia,jadi pengujian dilakukan dengan menguji sebuah metode yang bernama metode Perfect High Heel yang digunakan untuk menentukan tinggi hak sepatu yang ternyaman,pengujian dilakukan dengan menguji distribusi tekanan menggunakan alat SFR 420, hasil penelitian menunjukan bahwa metode ini cukup ampuh dalam digunakan untuk menentukan tinggi hak sepatu yang ternyaman.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue