cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
EFEK PENGGUNAAN BIOMASSA TEMPURUNG KELAPA TERHADAP PROSES CO-FIRING BATU BARA DILIHAT DARI TEMPERATUR YANG TERJADI Jalal Wisnu Widiantoro; MSK Tony Suryo Utomo; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan listrik di Indonesia mulai meningkat seiring berjalannya waktu. Hal ini didasari karena kemudahan masyarakatnya dalam mendirikan sebuah usaha, sehingga konsumsi listrik pada bidang industri meningkat. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sendiri masih menjadi prioritas pemerintah saat ini karena keefisiennya. Suplai bahan bakar yang memadai dari tambang-tambang yang ada dalam negeri pun juga melimpah sehingga PLTU masih menjadi pilihan utama. Pro kontra dalam pemanfaatan hasil tambang seperti batu bara untuk bahan bakar pembangkit listrik pun pasti ada. Kementerian ESDM melakukan gerakan pemanfaatan biomassa dalam upaya mengurangi penggunaan batu bara. Dalam praktiknya saat ini, biomassa masih belum maksimal dimanfaatkan karena kelemahan tersendiri dibandingkan batu bara. Co-firing antara biomassa dan batu bara menjadi solusi terbaik dalam memanfaatkan penggunaan biomassa. Co-firing merupakan suatu proses pencampuran 2 bahan bakar yang memiliki material berbeda yang kemudian pada proses pembakarannya dilakukan secara bersamaan. Penelitian kali ini bertujuan untuk mencari pengaruh penggunaan biomassa tempurung kelapa terhadap proses co-firing yang ada pada tungku stoker boiler. Stoker boiler dipilih karena memiliki kesederhanaan sistem pembakaran yang menyebabkannya fleksibel dalam pemilihan proses co-firing. Tempurung kelapa juga merupakan salah satu biomassa dengan nilai kalor yang hampir sama dengan batu bara. Selain itu, limbahnya pun berlimpah dan mudah untuk ditemukan. Pada penelitian kali ini, ada 2 variasi penelitian yaitu batu bara 100% dan proses co-firing yang dilakukan adalah 30% dengan total perbandingan massa batu bara dan biomassa adalah 21 : 9 kg. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan waktu pembakaran 90 menit dan pengamatan temperatur dilakukan dengan selang waktu 5 menit selama waktu penelitian. Hasil yang didapatkan pada variasi batu bara 100% mencapai temperatur tertingginya pada menit ke-60 dengan temperatur tercatat 469,5℃. Sedangkan pada variasi co-firing 30%, tercatat temperatur tertingginya adalah 703,4℃ pada menit ke-30. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan biomassa tempurung kelapa dapat memengaruhi temperatur.
PENGARUH KEKASARAN PERMUKAAN BAJA ST60 TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL PELAPISAN HOT DIP GALVANIZING Malik Sanjaya; Yusuf Umardani; Agus Suprihanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekasaran permukaan baja ST60 terhadap ketebalan lapisan, struktur mikro, dan sifat mekanik hasil pelapisan hot dip galvanizing. Tahapan awal penelitian yang dilakukan antara lain pembuatan desain dan perancangan tungku hot dip galvanizing, pembuatan spesimen, dan pengujian kekasaran permukaan. Selanjutnya proses galvanizing dimulai dari tahap pre-treatment yang terdiri dari degreasing, washing, pickling,  fluxing dan diakhiri dengan proses hot dip galvanizing dengan variasi kekasaran permukaan spesimen berdasarkan grid amplas 100, 400, 800, dan 2000. Lama pencelupan dibuat serupa 3 menit dan suhu diatur dalam rentang 450-455ºC untuk semua spesimen. Berdasarkan hasil pengujian kekasaran permukaan, didapat nilai kekasaran permukaan terbesar 2,073 untuk variasi amplas 100 dan nilai terkecil 0,442 untuk variasi amplas 2000. Hasil pengujian ketebalan lapisan menunjukan nilai ketebalan lapisan tertinggi terdapat pada spesimen variasi amplas 100 dengan nilai 246 µm, dilanjut dengan variasi amplas 400 dengan nilai 156 µm, variasi amplas 800 dengan nilai 113 µm, dan variasi amplas 2000 dengan nilai ketebalan lapisan terkecil yaitu 73 µm. Hasil pengujian mikrografi menujukan terdapat lapisan difusi yang terdiri dari gamma layer, delta layer, zeta layer, dan eta layer. Pada pengujian bending, didapatkan bahwa sifat lapisan galvanizing yang terbentuk bersifat getas, dibuktikan dengan patahnya seluruh spesimen jika ditekuk hingga sudut 45º. Pengujian kekerasan micro Vikers menunjukan bahwa nilai kekerasan tertinggi terdapat pada spesimen variasi amplas 100 dengan nilai 67,466 HV, dilanjut dengan variasi amplas 400 dengan nilai 65,544 HV, variasi amplas 800 dengan nilai 51,022 HV dan nilai terkecil didapat oleh variasi amplas 200 dengan nilai 42,966 HV. Dapat disimpulkan, semakin tinggi nilai kekasaran permukaan baja ST60 maka semakin tinggi nilai ketebalan lapisan dan nilai kekerasan hasil proses pelapisan hot dip galvanizing.
PENGARUH DEEP PRESSURE VEST TERHADAP PENURUNAN STRES KOGNITIF MENGGUNAKAN ELECTROENCEPHALOGRAM (EEG) PADA ANAK SKOLAH DASAR Ariq Imam Mursyd; J Jamari; Tri Indah Winarni
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model terapi tekanan mendalam (deep pressure) menjadi alternatif yang mudah dan murah dalam menurunkan tingkat stres dan kecemasan sehingga memberikan efek menenangkan bagi pengguna. Pada penelitian kali ini digunakan dua jenis alat deep pressure therapy yaitu inflatable vest dan weighted vest. Pengujian alat ini berguna untuk mengetahui pengaruh dari inflatable vest dan weighted vest dengan menggunakan masing-masing 2 perlakuan yaitu variasi tekanan 5 kPa untuk inflatable vest dan variasi pola getaran horizontal pada weighted vest. Metode pengambilan data pengujian dilakukan menggunakan metode uji objektif yang dilakukan dengan menggunakan Electroencephalogram (EEG) yang berfungsi untuk melihat efek fisiologis dengan memantau aktivitas gelombang otak. Dalam pengolahan data ini, data di uji menggunakan metode uji normalitas, uji beda t berpasangan, dan uji wilcoxon. Lalu didapatkan nilai signifikansi yang dapat membantu melihat penurunan angka dalam masing – masing perlakuan bermakna atau tidak. Jika nilai signifikansi dari masing – masing perlakuan bermakna, maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan tersebut mampu menurunkan tingkat stress atau kecemasan dibanding perlakuan lain.
ANALISIS KARAKTERISTIK BIOPELET BERBAHAN DASAR LIMBAH PERTANIAN DAN PERKEBUNAN DENGAN CAMPURAN ZAT PEREKAT ALAMI Tegar Arief Pradana; Bambang Yunianto; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan manusia akan sumber energi, mendororng manusia untuk mencari sumber energi terbarukan pengganti fosil, salah satunya menggunakan biomassa sebagai alternatif sumber energi terbarukan. Secara umum potensi biomassa dihasilkan dari sektor kehutanan, pertanian dan perkebunan. Sebagai sumber energi, biomassa mempunyai beberapa keunggulan di antaranya dapat diperbarui sehingga dapat digolongkan sebagai energi yang berkesinambungan. Biomassa juga memiliki kelemahan yaitu memiliki nilai kalor yang rendah dan kadar air yang tinggi, Untuk mengatasi kelemahan dari biomassa tersebut, maka energi biomassa dapat dibuat dalam bentuk pelet. Peletisasi merupakan salah satu teknologi yang dilakukan secara mekanis untuk meningkatkan kepadatan biomassa menjadi biopelet. Pada penelitian ini, dilakukan pembuatan pelet biomassa dari limbah ampas tebu, pelepah pisang dan jerami dengan komposisi 300 gr dengan campuran variasi bahan perekat organik tetes tebu, tepung tapioka dan kulit pisang masing-masing 30 ml dan tambahan air 30 ml, mesin menggunakan kecepatan putaran 1660 rpm dan gap pada roller dan die sebesar 1,5 mm. Didapatkan pelet dengan hasil karakterisasi pelet terbaik pada bahan ampas tebu dengan unsur perekat tepung tapioka. Nilai kalor yang dihasilkan masing-masing 4066,05 kal/g. Hasil karakteristik yang didapatkan dari setiap sampel menunjukkan kadar abu masih banyak yang tidak memenuhi standar, sehingga banyak sampel yang nilai kalorinya mendekati batas standar mutu, kadar zat terbang dan kadar karbon terikat sudah sesuai standar yag dibutuhkan.
PENGARUH PERSENTASE KANDUNGAN PLASTICIZER PADA MATRIKS GONDORUKEM DAN TREATMENT METANOL TERHADAP KEMAMPUAN REKAT KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI Pramudya, Naufal Fajar; Sulardjaka, Sulardjaka; Iskandar, Norman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit memiliki jangkauan penggunaan industri yang luas karena sifatnya yang kuat namun tetap ringan. Untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan sintesis yang merusak lingkungan, maka dikembangkanlah komposit dengan serat dan matriks dari bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh plasticizer pada kekuatan rekat matriks gondorukem pada serat rami yang diberi treatment. Plasticizer yang digunakan adalah gliserol yang dicampur dengan pati jagung dengan variasi 10%wt, 15%wt, 20%wt, dan 25%wt. Sedangkan treatment yang digunakan adalah maserasi menggunakan metanol dengan dilakukan perendaman selama satu jam. Untuk mengetahui sifat mekanik, maka dilakukan pengujian pull-out pada komposit. Dari hasil pengujian, didapat bahwa semakin tinggi presentase dari plasticizer, maka semakin kecil kekuatan rekat dari komposit. Untuk kekuatan rekat tertinggi dimiliki oleh 10%wt plasticizer dengan nilai 1,605 MPa dan menurun hingga 0,801 MPa di variasi 25%wt plasticizer.
STUDI NUMERIK PENGARUH VARIASI KEMIRINGAN DAN KETINGGIAN STEP TERHADAP MEDAN ALIRAN MELALUBACKWARD-FACING STEP Fahmi, Heydar Nur; Rozi, Khoiri; Tamtomo Kiono, Berkah Fajar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji performa aliran saat melewati saluran tertutup berbentuk backward-facing step (BFS). Metode penelitian yang digunakan adalah Computational Fluid Dynamics (CFD) berbasis ANSYS FLUENT 2022 dengan model turbulensi k-ε realizable. Pengaruh kemiringan dan perubahan tinggi step terhadap karakteristik distribusi aliran disimulasikan dengan dua variasi bilangan Reynolds yaitu Re = 1,5 x 104 dan 9 x 104. Hasil simulasi dari penelitian ini mengungkapkan bahwa perubahan kemiringan dan ketinggian step menyebabkan perubahan pada zona resirkulasi. Dimana efek perubahan kemiringan step memperlihatkan bahwa semakin besar sudut kemiringan step menyebabkan semakin berkurangnya zona resirkulasi dan panjang reattachment yang terbentuk. Sebaliknya, semakin bertambah tinggi step menyebabkan semakin besar zona resirkulasi dan panjang jarak reattachment yang terbentuk. Pengaruh perubahan energi kinetik turbulen dan distribusi tekanan akibat perubahan kemiringan dan ketinggian step juga ditemukan dalam penelitian ini. Setiap pertambahan sudut kemiringan step menyebabkan energi kinetik turbulen dan distribusi tekanan semakin kecil. Sedangkan setiap kenaikan ketinggian step menyebabkan energi kinetik turbulen dan distribusi tekanan semakin besar. Efek perbedaan antara dua bilangan Reynolds yang diuji pada semua variasi kemiringan dan ketinggian step juga menghasilkan perubahan terhadap pola pembentukan resirkulasi dan panjang reattachment dari backward-facing step yang diuji. This study aims to examine the flow performance when passing through a backward-facing step (BFS) channel. The method used in this research is Computational Fluid Dynamics (CFD) based on ANSYS FLUENT 16 with a realizable k-ε turbulence model. The effect of changing the height and slope of the steps on the flow characteristics is simulated with two different Reynolds numbers, namely Re = 1.5 x 104 and 9 x 104. The simulation results from this study reveal that changes in step height cause changes in the recirculation zone and reattachment distance, where The higher the step, the larger the recirculation zone and the longer the reattachment distance is formed. The effect of changing the slope angle of the steps in this study shows that the greater the slope of the steps, the less the recirculation zone and the reattachment length are formed. In this study it was also found that at each step height increase the turbulent kinetic energy increases. Meanwhile, the increase in the angle of inclination of the step causes the turbulent kinetic energy to decrease. The effect of changing the difference between the two Reynolds numbers tested did not produce significant changes to the pattern of recirculation formation and reattachment length with respect to all variations of step height and step slope from the backward-facing step that was tested.
STUDI PENGARUH VARIASI KEMIRINGAN DAN KETINGGIAN STEP TERHADAP MEDAN ALIRAN MELALUI BACKWARD FACING STEP Irawan, Irwan; Rozi, Khoiri; Haryanto, Ismoyo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengkaji performa aerodinamis yang terjadi pada BFS dengan menggunakan fluida gas butena jika diterapkan variasi sudut kemiringan, tinggi langkah, dan variasi kecepatan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan solusi numerik Computational Fluid Dynamics, dimana perangkat lunak yang digunakan adalah ANSYS 16. Model turbulensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah k-ε realizable dengan perlakuan fungsi dinding non-equilibrium. Pengaruh perubahan tinggi dan sudut kemiringan step terhadap karakteristik aliran dipelajari dengan menggunakan kecepatan U∞ = 5; 10; dan 15 m/s. Hasil simulasi dari penelitian ini menemukan bahwa pengaruh perubahan tinggi step mempengaruhi intensitas turbulensi dan pembentukan resirkulasi. Semakin tinggi step membuat zona resirkulasi lebih besar dan jarak reattachment. Efek dari perubahan sudut kemiringan step menyebabkan pengurangan ukuran zona resirkulasi dan jarak reattachment yang lebih pendek di sisi hilir atau dekat dinding step. Peningkatan kecepatan tidak menyebabkan perubahan signifikan pada zona resirkulasi dan jarak reattachment. Namun, perubahan variasi ini menghasilkan energi kinetik turbulen yang meningkat dengan setiap peningkatan kecepatan dan koefisien gesekan dengan setiap peningkatan kecepatan.
DESAIN SEPATU HAK TINGGI TIPE STILLETO YANG KETINGGIANNYA DAPAT DIATUR Adibawa, Adham Adhwa; Wibowo, Dwi Basuki; Haryadi, Gunawan Dwi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menggunakan sepatu hak tinggi telah menjadi komponen yang konsisten dalam tren fashion bagi wanita dalam berbagai upaya mulai dari bisnis hingga lingkungan sosial. Penelitian tentang desain sepatu hak tinggi tipe stilleto yang dapat diatur ketinggiannya merupakan respons terhadap pergeseran permintaan dalam industri fashion. Permintaan konsumen tidak hanya terfokus pada aspek estetika, tetapi juga pada kenyamanan. Sepatu hak tinggi konvensional, terutama tipe stilleto, sering kali memiliki keterbatasan dalam hal kenyamanan penggunaan jangka panjang karena ketinggiannya yang tetap. Hal ini telah menimbulkan kebutuhan akan desain inovatif yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan tinggi hak sesuai dengan preferensi dan kenyamanan mereka. Penelitian ini akan menjelaskan langkah-langkah yang digunakan dalam membuat sepatu hak tinggi yang dapat disesuaikan, serta menganalisis bagaimana tekanan didistribusikan di telapak kaki. Metode pengukuran distribusi tekanan telapak kaki pada sepatu hak tinggi yang dapat disesuaikan dilakukan dengan menggunakan perangkat FSR 400 yang tersedia di laboratorium shoes orthotic Departemen Teknik Mesin Universitas Diponegoro. Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan ide desain dan teknik analisis guna menciptakan sepatu hak tinggi yang tidak hanya terlihat modis, tetapi juga nyaman digunakan. Pembuatan model sepatu high heel adjustable dalam penelitian ini sukses dilakukan dengan menerapkan sistem bongkar pasang di mana shoe heel memiliki dua variasi ketinggian, yaitu 3 cm dan 5 cm, dan menggunakan mekanisme penguncian dengan ulir. Subjek penelitian ini adalah seorang mahasiswi jurusan Teknik Mesin di Universitas Diponegoro, dengan ukuran sepatu 39, usia 20 tahun, tinggi badan 159 cm, dan berat badan 45 kg. Dari hasil pengujian, terungkap bahwa temuan penelitian sesuai dan mendukung teori Lee Yung-Hui yang menyatakan bahwa tekanan mengalami penurunan seiring dengan peningkatan tinggi hak sepatu.
METODE RISK-BASED INSPECTION (RBI) PADA ANALISIS RISIKO KOMPONEN KRITIK HYDRAULIC AXIAL PUMP 2000 LPS Diwonsyah, Fadel Muhammad; Haryadi, Gunawan Dwi; Haryanto, Ismoyo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Inspeksi Berbasis Risiko (RBI) pada analisis komponen kritik pomp 2000 LPS, metode RBI digunakan untuk menentukan jadwal inspeksi berdasarkan tingkat risiko komponen dalam sistem, metode ini mengidentifikasi komponen yang memiliki potensi korosi lebih tinggi dan menentukan jadwal perawatan sesuai. Dalam analisis pomp 2000 LPS, metode RBI menunjukkan bahwa 3 komponen memiliki nilai risiko tinggi, 11 komponen memiliki nilai risiko sedang, dan 8 komponen memiliki nilai risiko rendah. Metode RBI digunakan untuk menentukan jadwal perawatan tangki TK-5203 dengan interval 10 tahun dari data terakhir inspeksi. Metode RBI menggunakan dokumen sumber daya API 581 sebagai dasar untuk menentukan tingkat risiko, metode, dan penjadwalan inspeksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pipa dengan diameter 0,75”, 2”, dan 3” memiliki tingkat risiko rendah dan tidak perlu dilakukan inspeksi selanjutnya, tetapi dilakukan reparasi. Pipa dengan diameter 4” memiliki tingkat risiko sedang dan harus segera dilakukan reparasi karena ketebalan dinding yang kurang.Ringkasan: Metode RBI digunakan untuk mengidentifikasi komponen yang memiliki potensi korosi lebih tinggi dan menentukan jadwal perawatan berdasarkan tingkat risiko komponen dalam sistem.
PENGARUH ZEOLIT ALAM DAN BINDER KAOLIN TERHADAP SIFAT MEKANIS PELET KATALIS Darmawan, Krisna; Iskandar, Norman; Sulardjaka, Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diperkirakan bahwa konsumsi energi global akan meningkat sebanyak 28% dari tahun 2015 hingga 2040 karena pertumbuhan industri yang pesat. Kenaikan kebutuhan energi ini mengakibatkan penurunan sumber daya energi, oleh karena itu, untuk mengatasi masalah ini, salah satu solusinya adalah memperkenalkan biodiesel sebagai sumber energi terbarukan. Katalis diperlukan dalam pembuatan biodiesel dan reaksi yang terjadi dalam proses pembuatan biodiesel relatif lama. Katalis merupakan senyawa yang bila ditambahkan ke dalam suatu reaksi akan mengurangi energi aktivasi dan meningkatkan laju reaksinya. Salah satu bahan baku yang dapat digunakan sebagai katalis yaitu zeolit. Katalis heterogen dalam bentuk pelet dipilih karena memiliki keunggulan dalam aspek stabilitas mekanis, penggunaan yang berulang, dapat dibuat dalam berbagai bentuk yang bervariatif, dan penanganan yang lebih mudah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sifat mekanis serta mengetahui pengaruh zeolit alam dan kaolin sebagai pengikat terhadap nilai sifat mekanis pelet katalis menggunakan metode eksperimental. Proses pembuatan katalis pelet zeolit dilakukan menggunakan pengayakan no. 250 mesh dengan tekanan kompaksi 1,5 metric ton. Hasil pengujian katalis pelet dengan komposisi zeolit 70% + kaolin 30% didapatkan nilai sebesar 1,5062 MPa. Sehingga, dengan adanya penambahan komposisi kaolin sebagai pengikat dalam pembuatan katalis pelet maka semakin tinggi nilai kompresi.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue