cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
ANALISIS KEGAGALAN PADA CONNECTING ROD SEPEDA MOTOR KAPASITAS 97 CC Yonathan Jalu Bagaskara; Sri Nugroho; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Connecting rod dalam sepeda motor merupakan komponen penting dalam kendaraan, dimana connecting rod digunakan sebagai penghubung antara psiton dengan poros engkol untuk meneruskan gaya dari piston ke poros engkol. Pada penelitian ini connecting rod mengalami kegagalan berupa bengkok sehingga akan dilakukan beberapa pengujian untuk menganalisis mekanisme dan penyebab dari kegagalan tersebut. Pengujian yang dilakukan yaitu pengamatan visual, pengujian komposisi kimia, pengujian metalografi, pengujian kekerasan dan simulasi FEM. Hasil pengamatan visual menunjukkan kegagalan yang dialami connecting rod berupa bengkok dan ada sedikit retakan pada bagian bawah small end. Dari pengujian komposisi kimia menunjukkan bahwa material yang digunakan adalah baja AISI 4130 dimana baja ini merupakan baja paduan rendah. Struktur mikro yang terbentuk adalah fasa ferit dan perlit pada bagian yang gagal dan martensit pada bagian yang jauh dari bagian gagal, dikarenakan oli pada mesin habis sehingga tidak ada pelumas dan pendingin sehingga suhu naik dan menyebabkan connecting rod mengalami penurunan nilai kekersan, hasil pengujian kekerasan menunjukkan jika material memiliki kekerasan rata-rata 500 HV pada bagian yang jauh dari gagal dan 350 HV pada bagian yang gagal hal ini membuktikan bahwa penyebab utama kegagalan pada connecting rod adalah menurunnya nilai kekerasan. Pada hasil simulasi FEM menunjukkan bahwa deformasi total akibat mekanisme gerak mesin berada pada bagian yang mengalami gagal hal ini juga mendukung kenapa connecting rod dapat mengalami kegagalan.
PERANCANGAN QUADCOPTER F450 DENGAN FLIGHT CONTROLLER PIXHAWK 2.4.8 SEBAGAI ALAT DETEKSI KERETAKAN Anggara Adhi Pasanca; Munadi Munadi; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi UAV (Unmanned Aerial Vehicle) sebagai kendaaraan udara tanpa awak dalam sejarahnya pertama kali diinisiasi dalam dunia teknologi militer. Namun saat ini sudah banyak berbagai inovasi terkait penggunaan UAV sebagai alat bantu di dalam bidang kontruksi, pertanian, logistik, dan lain-lain. Dalam penggunan UAV, tidak semua lancar, salah satunya penggunaan UAV berjenis quadcopter (Tipe: DJI Mavix Mini II) yang digunakan sebagai alat deteksi keretekan bangunan bermaterial beton. Penggunaan UAV tersebut masih terdapat permasalahan terkait pengendalian saat melakukan gerakan hover. Hasilnya terdapat error pengukuran lebar retakan. Hal ini disebabkan karena quadcopter yang digunakan memiliki gaya angkat (thrust) sebesar 249 gram dan berat total komponen yang dipakai adalah 244 gram. Akibatnya gerakan hover yang tidak stabil membuat quadcopter mudah terantuk dan rentan terhadap kondisi angin. Solusi pengembangan yang dilakukan, berupa perancangan quadcopter kembali dan membuat sistem control. Quadcopter yang digunakan adalah quadcopter berjenis F450 bermaterial polymide nylon dengan campuran glass fiber. Dengan tingkat kekakuan mirip seperti logam, berbobot ringat dan murah/terjangkau. Sistem kontrol yang digunakan adalah pengendali PID yang terdiri dari nilai proportional gain, integral gain dan derivative gain. Hasil dari perancangan quadcopter yang didapat memiliki dimensi 360 x 360 x 200 mm, wheelbase 570 mm, dan thrust 2,9094 kg lebih besar dari total berat quadcopter yaitu 1,709 kg.
PEMBUATAN INJECTION UNIT MESIN INJECTION MOLDING UNTUK MEMBUAT BANTALAN KETIAK TONGKAT KRUK DARI MATERIAL POLYPROPYLENE Febri Firmansyah; Yusuf Umardani; Agus Suprihanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Injection molding adalah salah satu teknik manufaktur yang paling umum digunakan dalam produksi massal produk plastik. Proses ini melibatkan melelehkan bahan baku plastik, seperti Polypropylene (PP), menjadi bentuk cair dan menginjeksikannya ke dalam cetakan dengan tekanan tinggi. Setelah bahan plastik mengisi seluruh rongga cetakan, ia akan didinginkan dan mengeras untuk membentuk produk akhir. Mesin injection molding memiliki tiga komponen dasar. Unit injeksi, cetakan dan sistem penjepit. Unit injeksi juga disebut plasticator, menyiapkan lelehan plastik yang tepat dan melalui unit injeksi mentransfer lelehan ke komponen berikutnya yaitu cetakan. Dalam pembuatan injection unit ini didapat kapasitas barel sebesar 137,444????????3. Parameter yang perlu diperhatikan adalah dimensi dari setiap bagian alat, suhu, tekanan, dan waktu. Pada penelitian ini didapatkan juga parameter pencetakan yang paling sesuai yaitu tekanan injeksi 150 bar dan temperatur leleh 200°C, kemudian dilakukan pengujian material yaitu pengujian densitas didapat hasil 0.89 gr/cm3 dan pengujian kekerasan sebesar 75.6 shore D.
STUDI NUMERIK MEDAN ALIRAN MELALUI BACKWARD FACING STEP DENGAN VARIASI KETINGGIAN DAN SUDUT KEMIRINGAN STEP Damar Fiqri Sembodo; Khoiri Rozi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengkaji lebih jauh performa aerodinamis yang terjadi pada BFS jika diterapkan variasi sudut kemiringan, tinggi langkah, dan variasi bilangan Reynolds yang berbeda. Penelitian ini menggunakan solusi numerik Computational Fluid Dynamics, dimana perangkat lunak yang digunakan adalah ANSYS 16. Model turbulensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah k-ε realizable dengan perlakuan fungsi dinding non-equilibrium. Pengaruh perubahan tinggi dan sudut kemiringan step terhadap karakteristik aliran dipelajari dengan menggunakan bilangan Reynolds Re 1,5 x 104 dan 9 x 104. Hasil simulasi dari penelitian ini menemukan bahwa pengaruh perubahan tinggi step mempengaruhi intensitas turbulensi dan pembentukan resirkulasi. Semakin tinggi step membuat zona resirkulasi lebih besar dan jarak reattachment lebih lama. Efek dari perubahan sudut kemiringan step menyebabkan pengurangan ukuran zona resirkulasi dan jarak reattachment yang lebih pendek di sisi hilir atau dekat dinding step. Peningkatan bilangan Reynolds tidak menyebabkan perubahan signifikan pada zona resirkulasi dan jarak reattachment. Namun, perubahan variasi ini menghasilkan energi kinetik turbulen yang meningkat dengan setiap peningkatan bilangan Reynolds dan koefisien gesekan menurun dengan setiap peningkatan bilangan Reynolds.
Analisis Reliability Komponen Kritis dengan Metode Perhitungan Lifetime Prediction dan Fault Tree Analysis pada Pompa Hydraulic Axial 250 LPS Ikhsan Aresy; Ismoyo Haryanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir menjadi suatu permasalahan umum yang dihadapi oleh kota-kota besar di Negara Indonesia dan salah satunya adalah Kota Semarang. Masalah di Kota Semarang terutama di pinggiran mulai dari Kaligawe sampai Genuk yaitu banjir rob, atau masuknya air laut yang menggenangi daratan secara berkala, bahkan permanen serta  dikarenakan genangan yang cukup lama. Rumah pompa merupakan suatu fasilitas yang dibutuhkan untuk mengatasi dan menanggulangi banjir. Salah satu pompa yang digunakan pada Rumah Pompa Banjardowo, Genuk, Kota Semarang yaitu pompa jenis Hydraulic Axial Pump berkapasitas 250 liter per detik. Oleh karena itu, pompa memiliki peranan yang besar dan penting untuk menanggulangi masalah banjir. Untuk menjaga umur dan performansi pompa, perlu diadakan maintenance yang berkala dan terperiodik. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui reliability dari setiap komponen kerusakkan pada pompa. Reliability didapatkan dengan menggunakan metode distribusi kerusakkan serta fault tree analysis digunakan untuk menentukan penyebab kerusakan pada komponen kritis. Hasil yang diperoleh pada analisis tersebut adalah tujuh komponen kritis yang memiliki nilai MTTF dan reliability, yaitu hose – AP.250.83 adalah 54,39% pada 786,191 jam, hose – AP.250.84 adalah 54,39% pada 786,191 jam, hose – AP.250.85 adalah 55,78% pada 943,167 jam, hose – AP.250.86 adalah 55,78% pada 943,167 jam, Oil Seal– AP.250.70 adalah 49,53% pada 1018 jam, Seal Ring– AP.250.6 adalah 49,53% pada 1018 jam, dan Seal Ring- AP.250.33 adalah 49,53% pada 1018 jam. Dari kedua nilai tersebut dibuatlah jadwal periodic maintenance pada setiap komponen pompa.
PENGARUH PENAMBAHAN PLASTICIZER GLISEROL DAN PATI JAGUNG PADA MATRIKS GONDORUKEM TERHADAP KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI Fakhrizal Akbar; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan komposit didasarkan pada konsep green composite. Green composite adalah jenis komposit yang ramah lingkungan, yang terbuat dari kombinasi resin alami (gondorukem) dan penguat yang berasal dari sumber alami (serat rami). Dalam rangka mengurangi penggunaan bahan-bahan sintetis yang memiliki dampak negatif pada lingkungan, pendekatan ini melibatkan pengembangan komposit dengan komponen serat dan matriks yang bersifat alami. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh fraksi massa serat rami dan pengaruh persentase plasticizer pada matriks gondorukem. Berbagai variasi fraksi massa serat digunakan, yaitu 20 wt%, 25 wt%, dan 30 wt%. Sementara itu, variasi konsentrasi plasticizer yang digunakan adalah gliserol yang dicampur dengan pati jagung dengan persentase 15%wt dan 20%wt. Pembuatan spesimen dilakukan melalui dua metode, yakni hand lay-up dan compression molding. Pengujian dilakukan sesuai dengan standar ASTM D5942-96. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan impak komposit mengalami fluktuasi sejalan dengan perubahan fraksi massa serat dan konsentrasi plasticizer. Dalam hal ini, hasil pengujian impak menunjukkan bahwa komposit dengan fraksi massa serat 20% dan penambahan plasticizer 20% memiliki nilai impak tertinggi, yakni 0,588 J/mm2.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI PRECIPITATED CALCIUM CARBONATE (PCC) DARI LIMBAH EKSTRAKSI ASBUTON MENGGUNAKAN PELARUT ASAM ASETAT (CH3COOH) DENGAN METODE pH-SWING Devit Ardiyansyah; Athanasius Priharyoto Bayuseno; Rifky Ismail
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sumber kalsium yang banyak diaplikasikan dalam dunia industri adalah precipitated calcium carbonate (PCC). PCC dapat disintesis dari material yang mengandung kalsium, seperti limbah ekstraksi aspal buton. Limbah ekstraksi aspal buton mengandung sekitar 25,5 % Ca, sehingga mempunyai potensi besar sebagai bahan dasar pembuatan PCC. Sintesis PCC menggunakan metode karbonasi, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah dan polusi CO2. Penelitian sintesis PCC ini menggunakan metode pH-swing dengan asam asetat (CH3COOH) sebagai pelarut dan amonium bikarbonat (NH4HCO3) sebagai sumber CO2 dengan temperatur karbonasi 30 Produk sintesis PCC kemudian dilakukan uji XRD, FTIR, dan SEM dengan tujuan memperoleh persentase kristalinitas, struktur, ukuran, wavenumber, dan morfologi kristal PCC. Metodologi peneliti secara kuantitatif dengan metode eksperimen. Proses pembuatan PCC dengan mencampurkan limbah asbuton terkalsinasi dengan durasi 5 jam pada temperatur 900°C  dengan asam asetat dan natrium hidroksida untuk menghasilkan kalsium hidroksida (Ca(OH)2). Selanjutnya, Ca(OH)2 dicampurkan dengan NH4HCO3 dengan temperatur 30 Hasil karakterisasi XRD menunjukka ukuran rata-rata sebesar 179, density sebesar 2.54 g/cm3, serta persentase kristalinitas vaterit 97.3%, kalsit 1.7%, dan aragonit 1%. Pada pengujian FTIR menunjukkan adanya gugus CaO dan CO serta puncak wavenumber menunjukkan Puncak pada wavenumber 1395.68 cm-1 (????3) menunjukkan kandungan fase kalsit, 872.23 cm-1 (????2) dan 744.38 cm-1 (????4) menunjukkan kandungan fase vaterit, dan tidak terlihat adanya kandungan aragonit. Hasil pengujian SEM menunjukkan morfologi vaterite dan kalsit lebih dominan.
Perbandingan Kinerja Serrated Jaw Gripper dan Double Ended Shoulder Jaw Gripper pada Mesin Uji Tarik Laboratorium Material Teknik Universitas Diponegoro Alan Haryudanto; Rusnaldy Rusnaldy; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja dua jenis jaw gripper, yaitu serrated jaw gripper (SJG) dan double ended shoulder jaw gripper (DESJG), dalam pengujian tarik pada material Kuningan C36000. Data pengujian serrated jaw gripper (SJG) diperoleh dari praktikum struktur dan sifat material, sementara data pengujian double ended shoulder jaw gripper (DESJG) diperoleh dari eksperimen pengujian tarik menggunakan tiga spesimen untuk setiap jenis material. Hasil pengujian SJG menunjukkan bahwa grafik stress-strain tidak sesuai dengan literatur yang ada, terutama pada daerah elastis yang bergelombang dan melandai tidak linear. Di sisi lain, DESJG menghasilkan grafik stress-strain yang sesuai dengan literatur. Selain itu, terdapat perbedaan dalam nilai kekuatan tarik, kekuatan luluh, dan elongasi antara kedua jenis gripper. Penelitian ini juga membandingkan hasil dengan data pada ASM Handbook. Secara keseluruhan, hasil pengujian sejalan dengan nilai yang tercatat dalam literatur, namun terdapat beberapa perbedaan yang perlu dipahami dan dijelaskan lebih lanjut, khususnya terkait dengan penggunaan SJG. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa DESJG lebih cocok untuk pengujian tarik karena memberikan hasil yang lebih konsisten dan sesuai dengan literatur. Penggunaan SJG pada beberapa material menyebabkan distorsi data dan perbedaan dengan literatur.
ANALISIS RISIKO KOMPONEN KRITIS HYDRAULIC AXIAL PUMP 2000LPS DENGAN MENGGUNAKAN METODE RISK BASED INSPECTION (RBI) Glenn Natanael Samudera; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pompa adalah mesin atau peralatan mekanis yang digunakan untuk menaikkan cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi atau untuk menaikkan tekanan cairan dari cairan bertekanan rendah ke cairan yang bertekanan tinggi dan juga sebagai penguat laju aliran pada suatu sistem jaringan perpindahan. Dalam menjamin performa suatu pompa bisa beroperasi dengan baik dan optimal diperlukan adanya suatu sistem perawatan yang baik karena kelancaran proses produksi dipengaruhi oleh perawatan yang diterapkan. Perawatan atau yang biasa disebut sebagai maintenance merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan untuk menjaga agar kondisi suatu fasilitas (mesin, peralatan, serta sebuah sistem) tetap berada pada kondisi dimana sistem tersebut dapat beroperasi/berfungsi dengan baik yang dilakukan dengan cara membatasi dan menghilangkan kerusakan pada sistem tersebut. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui reliability dari masing - masing komponen kritis pada pompa. Reliability didapatkan dengan menggunakan metode risk based inspection untuk menentukan penyebab kerusakan pada komponen kritis. Hasil yang diperoleh pada analisis tersebut adalah enam komponen kritis yang memiliki nilai MTTF dan reliability, yaitu pada interval 600 HM jam, o-ring – AP.850.76 adalah 56,84% pada 1826,57 jam, o-ring – AP.850.80 adalah 56,84% pada 1826,57 jam, out ring – AP.850.43 adalah 56,84% pada 1826,57 jam, wear ring – AP.850.44 adalah 56,84% pada 1826,57 jam, bellmouth – AP,850.42 adalah 55,02% pada 2204,11 jam, bearing – AP.850.20 adalah 54,88% pada 2626,83 jam.
MODIFIKASI FEEDER CHAIN CONVEYOR UNTUK MENGATASI CACAT PRODUK PADA PROSES PRODUKSI COLLAPSIBLE ALUMINIUM TUBE Zaenal Arifin; Susilo Adi Widyanto; Paryanto Paryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses manufaktur dari suatu produk, kualitas harus dipertahankan dengan menyesuaikan perkambangan teknologi yang tersedia untuk dapat terus memenuhi tantangan utama terkait kebutuhan kualitas. Salah satu penerapannya pada produksi kemasan farmasi dengan material aluminium collapsible tube untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan proses kerja yang produk. PT Extrupack Solo merupakan perusahaan yang memproduksi tabung aluminium collapsible untuk pengemasan produk di industri farmasi. Dalam proses produksinya, mesin-mesin dalam line produksi memiliki potensi untuk menghasilkan produk cacat. Topik tugas akhir ini dilatar belakangi oleh adanya kegagalan hasil produksi pada proses trimming. Oleh karena itu, perlu adanya improvement yang dilakukan dengan memodifikasi sistem feeder menjadi chain conveyor agar upaya dalam meminimalisir adanya kegagalan produk dan meningkatkan produktivitas dapat tercapai. Proses desain konveyor meliputi pengamatan studi lapangan di PT. Extrupack, perancangan desain, dan simulasi dengan menggunakan software Solidworks serta penentuan komponen - komponen penyusun. Perancangan desain yang dilakukan menghasilkan spesifikasi konveyor rantai dengan kapasitas sebesar 5,63 g/s, kecepatan sebesar 0,04m/s dengan panjang lintasan sejauh 560 mm, dan sudut inklinasi 22,75o . Komponen penyusun menggunakan rantai, sprocket, rangka Stainless Steel, poros, meja “V” serta adjustable foot. Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan nilai displacement senilai 547 mm dalam waktu 13 sekon dan dapat disimpulkan desain konveyor rantai telah sesuai untuk menggerakan tube dengan efektif sehingga persoalan kegagalan hasil produksi pada proses trimming dapat teratasi.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue