cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
STUDI NUMERIK TRANSFER OKSIGEN TERLARUT (DISSOLVED OXYGEN) PADA KOLAM BUDIDAYA UDANG VANAME MARINE SCIENCE TECHNO PARK – UNDIP Zery Triputra; Muchammad Muchammad; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dissolved oxygen (DO) atau oksigen terlarut merupakan nilai konsentrasi oksigen terlarut di dalam air yang berasal dari proses transfer oksigen dari keadaan fasa gas ke fasa liquid. Konsentrasi DO di  dalam air dapat menjadi salah satu parameter penting  yang mencerminkan kualitas dari air khususnya dalam proses budidaya Udang Vaname. Dalam praktinya, dissolved oxygen (DO) pada kolam budidaya dihasilkan oleh sistem aerasi buatan menggunakan aerator, contohnya  paddle wheel aerator. Paddle wheel aerator memiliki fungsi untuk menghasilkan aliran turbulen pada sekitar area kolam untuk memudahkan terjadinya proses perpindahan massa berupa transfer oksigen dari fasa gas ke fasa liquid. Akan tetapi, dalam penggunaannya masih diperlukan adanya penelitian lebih lanjut terhadap penggunaan Paddle Wheel Aerator untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam proses aerasinya terutama dalam memaksimalkan proses distribusi oksigen terlarut di dalam kolam. Pada penelitian ini dilakukan simulasi untuk menganalisis pengaruh variabel penelitian berupa penempatan (konfigrasi) dan jumlah aerator dengan total 4 variasi terhadap  distribusi oksigen pada dalam kolam budidaya udang menggunakan metode simulasi yang merujuk pada penelitian Wu dkk (2014) sebagai acuan. Hasil simulasi menunjukan adanya pengaruh yang cukup signifikan pada variasi yang diberikan terhadap distribusi dan konsentrasi dissolved oxygen  (DO). Hasil simulasi menunjukan distribusi DO pada waktu aerasi 500 s, 1000 s, 2000 s, dan 4000 s. Saat 500 s dapat dilihat bahwa distribusi DO sebagian besar  berada di area pinggir kolam dengan rata-rata konsentrasi DO  sebesar 4,02mg/L. Kemudian, pada 1000 – 2000 s distribusi DO mulai menyebar merata dengan rata-rata konsentrasi DO  sebesar 7,49 mg/L. Sedangkan pada saat 4000 s, distribusi konsentrasi DO  sudah merata di semua bagian kolam kecuali pada area pusat kolam dengan rata-rata DO sebesar 8,45 mg/L.
ANALISIS KEGAGALAN VALVE (KATUP MASUK) MOBIL KAPASITAS 1300 CC Fachri Maulana Putera; Sri Nugroho; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katup juga dikenal sebagai engine valve, adalah komponen yang sangat penting pada mesin pembakaran dalam (mesin pembakaran dalam) karena berfungsi untuk membuka atau menutup aliran fluida untuk mengatur, mengontrol, dan mengarahkan laju aliran fluida. Kegagalan katup dapat disebabkan oleh pembebanan termal, peningkatan panas berlebih (overheat), dan kelelahan material, yang dapat menyebabkan retakan, patah, dan pengendapan deposit akibat panas yang tinggi, terutama di area di sekitar lapisan piringan katup. Komponen Katup Masuk yang mengalami bent valve dan timbulnya endapan karbon adalah subjek penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme kegagalan katup masuk melalui pengamatan visual, pengujian komposisi kimia, pengujian metalografi, pengujian kekerasan, dan simulasi numerik. Hasil pengamatan visual menunjukkan kegagalan yang dialami katup adalah terjadi bent valve dan timbulnya endapan karbon. Dari pengujian komposisi kimia, material katup masuk termasuk kedalam high alloy steel dengan komposisi paduan >8% dan memenuhi standar martensitic stainless steel X45CrSi9-3. Hasil dari pengujian metalografi, fasa katup masuk di daerah gagal dan jauh sama-sama menunjukkan fasa martensit. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan nilai kekerasan 329 HV pada daerah gagal dan 346 HV pada daerah jauh. Hasil simulasi numerik dengan menggunakan Teori Tegangan Normal Maksimum menunjukkan tegangan normal melebihi kekuatan luluh material sehingga menyebabkan terjadinya kegagalan.
PENINGKATAN PERPINDAHAN PANAS TUMBUKAN JET DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN CONCAVE VORTEX GENERATORS DALAM SALURAN MELINTANG Hanung Aulia Rahman Budi; Syaiful Syaiful; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aliran melintang yang melewati impinging  jet dapat mengurangi performa perpindahan panas tumbukan jet. Oleh karena itu, studi ini difokuskan pada pemanfaatan concave vortex generator untuk mempertinggi laju perpindahan panas dari permukaan ke aliran. Studi numerik dilakukan dengan aliran jet yang menumbuk permukaan panas di dalam saluran aliran melintang dari jet dengan memasang empat macam VG, yaitu concave rectangular winglet pair (CRWP); concave delta winglet pair (CDWP); rectangular winglet pair (RWP); serta delta winglet pair (DWP). Rasio kecepatan antara aliran melintang dan jet divariasikan dari 0.25 sampai 0.38, tinggi VG divariasikan dari 1/8H sampai 1/2H (H adalah jarak jet ke dinding), serta jarak antara jet dan VG dari 0d sampai 2d (d adalah diameter lubang jet). Hasilnya menunjukkan bahwa VG mampu meningkatkan performa perpindahan panas tumbukan dalam semua kasus dibandingkan yang dari baseline. Performa perpindahan panas tergantung pada bentuk VG, tinggi VG, serta rasio kecepatan antara jet dan aliran melintang. Peningkatan perpindahan panas berbanding lurus dengan peningkatan tinggi VG dan berbanding terbalik dengan peningkatan jarak antara jet dan VG. Peningkatan area averaged Nusselt number pada kasus concave rectangular winglet pair (CRWP) mencapai 85.3% dibanding dengan yang dari baseline pada rasio kecepatan 0.32. Pada semua rasio kecepatan, penggunaan concave rectangular winglet pair (CRWP) menunjukkan performa perpindahan panas dan overall thermal efficiency tertinggi.
PEMBUATAN CETAKAN INJECTION MOLDING UNTUK MEMBUAT BANTALAN KETIAK TONGKAT KRUK DARI MATERIAL POLYPROPYLENE Ian Aditama Putra; Yusuf Umardani; Agus Suprihanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tongkat kruk adalah salah satu perangkat medis yang penting dalam membantu mobilitas individu yang mengalami cedera, cacat fisik, atau kondisi medis tertentu. Bantalan ketiak pada tongkat kruk memainkan peran penting dalam menopang beban tubuh dan mengurangi tekanan pada ketiak. Pada penelitian kali ini dilakukan pembuatan cetakan injection molding untuk pembuatan bantalan ketiak tongkat kruk yang berbahan polypropylene. Untuk mendapatkan hasil produk yang terbaik dilakukan perancangan, pembuatan, dan percobaan cetakan dengan variasi parameter yaitu tekanan injeksi sebesar 100, dan 150 bar. Kemudian dilakukan variasi temperatur leleh sebesar 160°C, 180°C, dan 200°C. Pada penelitian ini juga dilakukan pengujian kekerasan dan pengujian densitas pada material hasil cetakan. Simulasi statik dilakukan menggunakan Solidworks 2018 untuk mengetahui kelayakan dari desain produk yang dibuat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa parameter pencetakan yang paling sesuai adalah tekanan injeksi 150 bar dan temperatur leleh 200°C, kemudian pengujian material dan simulasi statik menunjukkan bahwa produk bantalan ketiak tongkat kruk sudah sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh ISO 1134:2007.
ANALISIS EKPERIMENTAL CO-FIRING BIOMASSA BONGGOL JAGUNG DENGAN BATUBARA Purwadi Purwadi; MSK Tony Suryo Utomo; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan sumber energi primer berbahan fosil untuk dimanfaatkan sebagai energi final, seringkali mempunyai dampak buruk bagi lingkungan seperti meningkatnya emisi gas buang karbondioksida, menyebabkan hujan asam, mengurangi jumlah ozon dan meningkatkan efek gas rumah kaca. Pada tahun 2000 tercatat pencemaran emisi karbondioksida sebesar 60,1 juta ton dan terus meningkat pada tahun 2016 sebesar 97,9 juta ton emisi karbondioksida. Dalam usaha meningkatkan penyediaan energi primer dengan memanfaatkan penggunaan sumber energi baru dan terbarukan, pemerintah menetapkan Kebijakan Energi Nasional (KEN) melalui peraturan presiden yaitu Perpres No 79/2014 yang menetapkan penggunaan energi baru dan terbarukan untuk mencapai bauran Energi primer sebesar 23% di tahun 2025. Co-firing sendiri merupakan merupakan metode pembakaran dengan melakukan pencampuran dua jenis bahan bakar ke satu tempat pembakaran untuk meminimalisir kandungan gas buang yang terjadi selama pembakaran batubara pada boiler. Jenis boiler yang akan digunakan pada penelitian ini berjenis stoker boiler dengan mengambil bagian tungku pembakarannya untuk melakukan proses co-firing.  Stoker boiler sendiri merupakan jenis boiler tertua yang digunakan untuk melakukan pembakaran langsung dari bahan bakar padat seperti batubara. Dengan keuntungan menggunakan boiler jenis ini berupa dapat membakar berbabagai macam bahan bakar dengan sedikit instalasi awal, dan perawatannya yang sederhana. Penelitian ini dilakukan menggunakan biomassa bonggol jagung dicampurkan dengan batubara. Peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan bonggol jagung sebanyak 20% atau 6 kg dicampurkan dengan batubara sebanyak 80% atau 24 kg dan akan dibandingkan hasilnya dengan pembakaran batubara 100%. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan mengambil data suhu pembakaran yang terjadi selama 90 menit setiap 5 menit dimulai dari menit ke-0. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu pada suhu pembakaran tertinggi batubara 100% mencapai suhu 546,9℃. Sedangkan suhu pembakaran tertinggi co-firing biomassa bonggol jagung sebanyak 6 kg atau 20% mencapai suhu 637,1℃. Hal ini menunjukkan penggunaan biomassa bonggol jagung mempengaruhi suhu pembakaran.
PENGUJIAN KONVERSI SEPEDA MOTOR BERBAHAN BAKAR BENSIN DENGAN TRANSMISI CVT MENJADI BERTENAGA LISTRIK Ferdian Gamalea Delasta; Rifky Ismail; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Salah satu penyumbang penggunaan sumber bahan bakar fosil terbanyak di Indonesia adalah sepeda motor. Dalam hal ini, sepeda motor listrik menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan sepeda motor bakar. Sepeda motor listrik tidak menghasilkan emisi karbon dioksida dan tidak mengeluarkan polutan udara lainnya sehingga dapat membantu mengurangi polusi udara dan meningkatkan kualitas udara di sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji sepeda motor berbahan bakar bensin dengan transmisi CVT (Continuously Variable Transmission) menjadi sepeda motor listrik. Konversi dilakukan pada motor Honda Vario 110 cc tahun 2019 menggunakan motor BLDC 2000 Watt dengan jenis Hub dan ditenagai oleh baterai 48 Volt 10 Ah. Pengujian sepeda motor listrik hasil konversi ini dilakukan dengan uji jalan pada 2 variasi beban yaitu 1 orang (60 kg) dan 2 orang (120 kg). Hasil pengujian ini mendapatkan bahwa jarak tempuh maksimal kendaraan yaitu 16 km dengan menopang beban 1 orang, sedangkan pada beban 2 orang didapatkan jarak tempuh maksimal 12 km. Pengujian konversi sepeda motor bakar menjadi sepeda motor listrik ini dapat diimplementasikan untuk meningkatkan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dan memiliki biaya yang lebih murah untuk penggunaan sehari-hari.
ANALISA RELIABILITY DAN KEANDALAN KOMPONEN KRITIS MENGGUNAKAN METODE WEIBULL DAN FAULT TREE ANALYSIS PADA HYDRAULIC AXIAL PUMP BERKAPASITAS 250 LPS Arya Erlangga; Gunawan Dwi Haryadi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin dikatakan ideal pada prinsipnya apabila seluruh energi yang dihasilkan dapat diubah menjadi kerja. Walaupun demikian tidak ada yang ideal dari hasil rancangan manusia karena sebagian energi akan terbuang menjadi bentuk energi yang lain, salah satunya dalam bentuk getaran mekanik. Saat ini mesin-mesin modern dirancang untuk berjalan secara otomatis, dan pada umumnya mesin-mesin tersebut beroperasi pada putaran ataupun kecepatan tinggi, dimana getaran yang timbul merupakan getaran dengan frekuensi tinggi dan tidak lagi dapat dirasakan oleh indra manusia. Salah satu mesin mekanis yang beroperasi pada putaran tinggi adalah pompa. Untuk menjaga umur dan performansi pompa, perlu diadakan maintenance yang berkala dan terperiodik. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui keandalan dari setiap komponen kerusakan pada pompa. Fault Tree Analysis adalah metode yang tepat untuk menentukan penyebab kerusakan, kemudian menggunakan metode distribusi kerusakan untuk menentukan tingkat kegagalan atau kerusakan dari pola data yang terbentuk. Hasil yang diperoleh dari pengujian pompa dengan kapasitas 250 liter per detik terdapat tujuh komponen kritis dengan nilai keandalan (reliability) dan MTTF, beberapa daintaranya yaitu hose – AP.250.83 dan AP.250.84 adalah 53,49% pada 764,508 jam, hose – AP.250.85 dan AP.250.86 adalah 54,00% pada 980,08 jam. Sehingga dapat ditentukan jadwal periodic maintenance komponen-komponen pompa tersebut.
PENGARUH FRAKSI MASSA, KOMPOSISI, DAN TREATMENT SERAT TERHADAP KEKUATAN UJI TARIK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM Haikal Sultan Nauval; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdorong dari permintaan bahan yang ramah lingkungan, untuk mendukung keberlanjutan dan penggunaan material yang murah dan ramah lingkungan, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menginvestigasi kekuatan tarik dari komposit polimer dengan serat rami dalam rangka menciptakan material yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Fabrikasi komposit dilakukan menggunakan metode hand lay-up dan compression molding dengan variasi fraksi massa serat 20%wt serta variasi fraksi massa dari kandungan plastisizer 20%wt, 15%wt, dan 10%wt pada matriksnya. Selanjutnya, dilakukan perlakuan treatment maserasi metil alkohol pada serat yang digunakan sebagai penguat komposit untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap hasil uji kekuatan tariknya. Metode pengujian mengikuti panduan sesuai dengan ASTM D3039 untuk mendapatkan data kekuatan tarik komposit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit dengan kandungan serat dengan fraksi massa serat 20%wt dengan kekuatan tarik rata-rata 19,70 MPa. Penemuan ini berkontribusi dalam pengembangan komposit berperforma tinggi yang berkelanjutan dan berpotensi untuk aplikasi yang beragam dalam industri.
PENGARUH KOMPOSISI TERHADAP KARAKTERISASI POROUS HIDROKSIAPATIT YANG DISINTESIS MENGGUNAKAN METODE POLYURETHANE SPONGE REPLICATION Rama Sinatria Wisesa; Rifky Ismail; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar material yang digunakan sebagai implan tulang tidak dapat terdegradasi dan diserap oleh tubuh setelah ditanamkan, sehingga memerlukan operasi kedua untuk pengangkatan kembali yang menyebabkan rasa sakit pada pasien baik secara psikologis, nyeri fisik, dan juga beban keuangan pasien. Untuk mengatasi masalah ini, scaffolds biomaterial memiliki peran penting dalam kultur sel dan regenerasi jaringan tulang. Salah satu material biokompatibel yang banyak digunakan dalam sintesis bone scaffolds adalah hidroksiapatit. Pada penelitian ini, pembuatan porous scaffolds hidroksiapatit dilakukan dengan menggunakan metode polyurethane sponge replication yang kemudian disintering pada temperatur 900oC dan diakhiri dengan proses coating spesimen menggunakan larutan gelatin untuk meningkatkan mechanical properties. Penelitian ini juga membandingkan porous hidroksiapatit hasil sintesis dengan porous hidroksiapatit komersial. Pada penelitian ini porous hidroksiapatit disintesis dengan metode polyurethane sponge replication dengan variasi komposisi perbandingan HA/PVA sebesar 75/25 kemudian disintering selama 5 jam. Hasil sintesis porous hidroksiapatit dilakukan karakterisasi dengan pengujian SEM, XRD, porositas, densitas, dan kuat tekan. Dari hasil karakterisasi, variasi komposisi 75/25 memiliki nilai kuat tekan sebesar 0,6 MPa, densitas sebesar 4,963 gr/cm3 sehingga memenuhi syarat sebagai implan scaffolds tulang. Selain itu, pada variasi komposisi 75/25 memiliki ukuran pori mikro sebesar 1,568 μm, sehingga berdasarkan ukuran pori mikronya, variasi 75/25 merupakan variasi komposisi yang sesuai untuk pembuatan scaffolds hidroksiapatit.
PERANCANGAN SISTEM GRIPPER MESIN UJI TARIK UNTUK MENCEGAH SLIP PADA UNIVERSAL TESTING MACHINE DEPARTEMEN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO Sasongko Admaja Adhi; Rusnaldy Rusnaldy; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini fokus pada perancangan sistem gripper untuk Universal testing machine (UTM) dengan tujuan mencegah slip pada spesimen uji selama pengujian tarik. Metode Finite Element Method (FEM) digunakan untuk menganalisis kinerja sistem gripper dalam menghadapi beban tarik. Penelitian ini melibatkan tahap desain, konstruksi, dan pengujian sistem gripper. Desain dan simulasi mempertimbangkan berbagai parameter seperti bahan dan bentuk gripper untuk memastikan efektivitas dan kekuatan grip. Setelah desain dan simulasi selesai, sistem gripper diimplementasikan pada Universal testing machine di laboratorium Departemen Teknik Mesin. Penelitian ini juga melibatkan serangkaian pengujian sistem gripper untuk menganalisis performanya dalam mengatasi masalah slip. Hasil penelitian ini diharapkan berkontribusi dalam pengembangan Universal testing machine di Departemen Teknik Mesin Universitas Diponegoro dengan sistem gripper yang mampu mencegah slip pada spesimen uji, sehingga menghasilkan data yang lebih akurat dan valid. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut dalam perancangan sistem gripper pada perangkat uji tarik dan aplikasi lainnya di bidang teknik mesin serta disiplin ilmu terkait.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue