cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
STRATEGI KOMUNIKASI KOMUNITAS KRDE DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN PT KERETA API INDONESIA UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI PELAYANAN PUBLIK Suzka Adiratna Novitha; Sri Budi Lestari
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.651 KB)

Abstract

Bagi setiap perusahaan community relations merupakan aset jangka panjang yang dapat meningkatkan reputasinya. KRDE merupakan komunitas yang berhasil membangun kepercayaan PT Kereta Api Indonesia dalam menjalin community relations. Penelitian ini menggunakan pendekatan dimensi kepercayaan oleh Robbins dan teori Relationship Management yang dikemukakan Hon dan Grunigh. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan komunitas KRDE untuk membangun kepercayaan PT Kereta Api Indonesia menggunakan metode studi kasus dan dianalisis dengan teknik logic model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kerja unggulan komunitas KRDE merupakan strategi komunikasi mereka untuk mendekatkan diri pada PT Kereta Api Indonesia. Strategi pertama adalah melalui komunikasi persuasif dengan karyawan PT Kereta Api Indonesia secara formal dan informal diluar kantor yang menciptakan hubungan intim. Kedua melakukan strategi kanalisasi program kerja dan informasi tentang kereta api yang dilakukan komunitas KRDE sebagai mediator perusahaan dengan masyarakat. Ketiga, melakukan strategi promosi produk PT Kereta Api Indonesia secara offline dan online melalui akun media sosial milik anggota komunitas KRDE. Terakhir melalukan strategi terpaan media lokal Semarang terhadap komunitas KRDE untuk menunjukkan eksistensi kepada karyawan PT Kereta Api Indonesia dan masyarakat. Dari program kerja tersebut, dibutuhkan waktu tiga tahun untuk melakukan pendekatan hingga akhirnya komunitas KRDE dipercaya sebagai mitra PT Kereta Api Indonesia. Penelitian ini menawarkan implikasi bagi keberhasilan komunitas dalam melakukan pendekatan kepada perusahaan untuk mampu menjadi mitra perusahaan yang dipercaya karena sebuah komunitas dapat mempunyai peranan penting bagi perusahaan terutama untuk mendukung kinerja Humas.
SOSOK WAGs (WIVES AND GIRLFRIENDS) DALAM TABLOID SOCCER (Analisis Semiotika Kolom Soccer Babes dan Kolom Love Story di Tabloid Soccer ) Dwinda Harditya; Hedi Pudjo Santosa; Triyono Lukmantoro
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.912 KB)

Abstract

Nama : Dwinda HardityaNIM : D2C009014Judul : SOSOK WAGs (WIVES AND GIRLFRIENDS) DALAM TABLOID SOCCER (Analisis Semiotika Kolom Soccer Babes dan Kolom Love Story di Tabloid Soccer )ABSTRAKSIWAGs merupakan akronim dari wives and girfriends. WAGs pertama kali diperkenalkan oleh para jurnalis Inggris pada perhelatan Piala Dunia 2006 sebagai bentuk kekesalan terhadap para pacar dan istri personel Timnas Inggris yang dianggap mengganggu konsentrasi dan membawa dampak yang negatif. Pada perkembangannya istilah ini digunakan untuk menyebut para pacar dan istri pesepak bola profesional. Tabloid Soccer merupakan salah satu tabloid bertema sepak bola di Indonesia yang secara khusus membahas tentang sosok WAGs dalam kolom Soccer Babes dan Love Story.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sosok WAGs yang direpresentasikan melalui kolom Soccer Babes dan kolom Love Story. Selain itu, penelitian ini juga ingin membedah konstruksi sosok WAGs untuk mencari nilai tersembunyi tentang sosok WAGs Teori yang digunakan adalah teori representasi dari Stuart Hall dan Teori tentang konstruksi perempuan dalam tabloid. Tipe penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan sintagmatik dan paradigmatik dengan pendekatan analisis narasi dan pemikiran Roland Barthes tentang teknik konotasi pesan fotografis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tabloid Soccer menampilkan para pacar dan istri pesepak bola profesional tersebut dengan nilai-nilai yang positif, baik melalui narasi maupun tampilan gambar. Dengan menampilkan sosok WAGs dengan peran dan nilai-nilai positif tersebut, nilai-nilai negatif yang dihasilkan oleh pemaknaan WAGs terdahulu akan tertutupi. Soccer, membantu memperkenalkan dan membentuk pemahaman baru kepada pembacanya tentang sosok WAGs, lewat WAGs yang ditampilkan melalui kolom Soccer Babes dan kolom Love Story.Kata kunci : perempuan, tabloid, representasi, stereotip, fenomena sepak bola.Name : Dwinda HardityaNIM : D2C009014Title : WAGs (WIVES AND GIRLFRIENDS) FIGURES IN TABLOID SOCCER (Semiotical Analysis of Soccer Babes Column and Love Story Column in Tabloid Soccer)ABSTRACTWAGs is an acronym for wives and girfriends. WAGs, first introduced by British journalists at the World Cup 2006 in Germany as a form of resentment against the wives and girlfriends who are interfere concentration of England national team personnel and have a negative effect. In the development, this term is used to describe all the wives and girlfriends professional footballer . Soccer is one of the football tabloid in Indonesia that specifically discusses the WAGs figures in Soccer Babes column and Love Story column.The purpose of this research is to identify the WAGs figures, which is represented by Soccer Babes column and Love Story column. In addition, this research also wanted to dissect WAGs construction to find the hidden value. This research used representation theory of Stuart Hall and theories about the construction of women in the tabloids. The type of research is a qualitative descriptive with semiotical approach and documentation technique for collecting data. Data analysis was performed with the syntagmatic and paradigmatic analysis with narrative analysis approach and message connotations photographic technique by Roland Barthes .The results showed, WAGs of professional footballers have positive values, both through with narrative and image display. WAGs with the main role and the positive values will covered negative values, which is generated by the previous WAGs. Soccer helps to introduce and establish a new understanding to the readers about WAGs figures through display and narrative in Soccer Babes column and Love Story column.Keywords : women, tabloid, representation, stereotypes , phenomenon of footballSOSOK WAGs (WIVES AND GIRLFRIENDS) DALAMTABLOID SOCCER(Analisis Semiotika Kolom Soccer Babes dan Kolom Love Storydi Tabloid Soccer)I. PENDAHULUANWAGs (dibaca wog) merupakan akronim dari wives and girfriends, sebuah istilah yang dilekatkan pada pacar dan istri para pesepak bola profesional. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh para jurnalis Inggris pada perhelatan Piala Dunia 2006 di Jerman. Para WAGs personel Inggris tersebuat antara lain sosok Victoria Adams, mantan vokalis Spice girls yang merupakan istri David Beckham, Cheryl Tweedy istri dari bek Inggris Ashley Cole sekaligus anggota grup musik Girls Aloud, Alex Curran, super model Eropa yang sekaligus istri dari Steven Gerrard, dan masih banyak lagi yang kesemuanya merupakan artis, model, public figure papan atas di Inggris maupun Eropa. Para jurnalis Inggris yang dikenal tajam dalam mengkritik, menganggap para WAGs tersebut menjadi kambing hitam atas kegagalan Inggris di Piala Dunia 2006. Para WAGs tersebut dianggap mengganggu konsentrasi para pemain karena harus menemani dan melayani kehidupan sosialita mereka seperti berbelanja di butik dan pergi ke salon.Sejak saat itu, istilah, WAGs sudah menjadi sebuah stereotip negatif bagi para pacar dan istri pesepak bola profesional. Stereotip negatif yang dimaksud adalah para pacar dan istri mereka dianggap sebagai pendompleng status kepopuleran para pesepak bola profesional tersebut, selain itu penghasilan pesepak bola profesional yang tinggi dianggap menjadi daya tarik. Bagi para WAGs, selain gaji para pesepak bola yang tinggi, ketenaran akibat prestasi yang ditorehkan oleh para pesepak bola tersebut secara tidak langsung turutmenaikkan nama WAGs tersebut di mata masyarakat. Mereka yang awalnya berasal dari sosok yang tidak dikenal, belum terlalu terkenal di mata masyarakat, secara tiba-tiba dapat menjadi populer seiring dengan prestasi pacar atau suami mereka di dunia sepak bola, atau sosok yang terkenal dapat meningkatkan popularitas dengan berpacaran dengan pesepak bola profesional yang berprestasi. Media memiliki peran besar dalam memperkenalkan sosok WAGs tersebut lewat berbagai cara. Pertama, cara yang dilakukan adalah dengan mengkategorisasikan para WAGs tersebut. Kedua, melalui kontroversi yang dilakukan oleh pesepak bola terhadap WAGsnya maupun sebaliknya.Tabloid Soccer merupakan salah satu tabloid olahraga yang khusus mengambil tema sepak bola. Tabloid olahraga yang terbit di Indonesia yang membahas secara spesifik mengenai sosok WAGs melalui kolom Soccer babes dan love story. Kedua kolom tersebut termasuk dalam kategori rubrik Soccer Style dalam tabloid ini. Soccer Style merupakan salah satu rubrik dalam Tabloid Soccer yang membahas mengenai sisi lain dunia sepak bola. Soccer mencoba memberikan ruang bagi para perempuan untuk dapat muncul dalam tabloid olahraga yang seringkali didominasi oleh laki-laki. Hal tersebut salah satunya coba diwujudkan dengan cara menampilkan sosok WAGs yang selama ini jarang dibahas secara mendalam oleh media lain. Melalui kedua kolom tersebut, sosok WAGs coba diprofilkan sekaligus diperkenalkan kepada para pembaca tabloid ini. Sebagai sebuah media cetak, Soccer memiliki ideologi sendiri dalam menampilkan sosok WAGs. Soccer memiliki tampilan atau cara tersendiri untukmenghadirkan sosok ini bagi para pembacanya. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Soccer merepresentasikan sosok WAGs dalam kolom Soccer Babes dan Love Story. Penelitian ini menggunakan pendekaan teori representasi dari Stuart Hall, Tabloid dan konstruksi perempuan dari Martin Hamer dan Martin Conboy. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan semiotika dengan analisis data secara sintagmatik melalui analisis narasi dan teknik konotasi pesan fotografis dari Roland Barthes. Selain analisis sintagmatik, peneliti menggunakan analisis paradigmatik untuk mencari nilai tersembunyi yang terdapat dalam Soccer yang menampilkan sosok WAGs melalui kolom Soccer Babes dan Love Story.II. ISIDari dua belas sosok WAGs yang diwakili oleh sosok Eleanor Abbagnato, Michella Quattrocioche, Carolina Marcialis (Liga Italia), Heather Weir, Ursula Santirso, Georgina Dorsett (Liga Inggris), Pilar Rubio, Jorgelina Cardoso, Carolina Martin (Liga Spanyol), Maria Imizcoz Garcia, Lilli Hollunder, dan Anna Stachurska (Liga Jerman), yang termuat dalam kolom Soccer Babes dan kolom Love Story. Menurut Vladimir Propp, analisis sintagmatik menggunakan unit narasi dasar yang disebutkan oleh Propp sebagai sebuah “fungsi”, fungsi tersebut dapat diperoleh dari berbagai adegan atau bagian yang terdapat dalam film, komik, televisi, dan segala jenis produk media yang mengandung narasi (Berger, 1991: 14). Analisis paradigmatik digunakan untuk mencari nilai-nilai atau ideologi yang tersembunyi dalamteks yang mampu membangkitkan makna tertentu bagi pembaca (Berger, 1991: 18), secara analisis sintagmatik dan analisis paradigmatik maka diperoleh nilai-nilai antara lain :1. Secara sintagmatik, melalui analisis narasi dan analisis fotografis Roland Barthes, Tabloid Soccer menampilkan sosok WAGs sebagai sosok perempuan yang aktif, memiliki pengaruh, ceria, setia independen, memiliki bakat, dan berprestasi. Melalui gambar, sosok WAGs ditampilkan Soccer sebagai sosok perempuan modis, berparas cantik, dan menampilkan nilai sensualitas perempuan dalam batas kewajaran.2. Secara paradigmatik, ada lima nilai yang bisa dipetik dari dua belas sosok WAGs yang diteliti, yaitu WAGs sebagai sosok penentu karir, WAGs sebagai pasangan ideal, WAGs sebagai perempuan mandiri, WAGs sebagai sosok perempuan pecinta fashion, dan WAGs sebagai sebuah stereotip yang dibenci.Pertama, Sosok WAGs sebagai penentu karir. Definisi WAGs sebagai sosok penentu karir adalah Sosok WAGs yang memiliki pengaruh besar terhadap karir pasangannya sebagai pesepak bola profesional, seperti pengaruh WAGs dalam menentukan klub yang dipilih oleh pasangannya dan WAGs membantu meningkatkan perubahan moral pasangannya dalam karir sepak bola.Kedua, WAGs sebagai sosok pasangan ideal didefinisikan bahwa sosok WAGs membantu memberi dukungan terhadap pasangannya sebagai pesepak bola profesional, dan menjadi sosok yang bisa diandalkan untuk membangun komitmen dalam membina sebuah hubungan.Ketiga, WAGs sebagai perempuan mandiri memiliki definisi sosok WAGs yang secara ekonomi mampu memiliki profesi yang bisa diandalkan untuk hidup, dan tidak bergantung dari penghasilan pasangannya. Hal ini sebagai perwujudan liberalisme secara ekonomi dan eksistensi yang dilakukan oleh WAGs.Keempat, WAGs sebagai sosok pecinta fashion didefinisikan sebagai sosok WAGs yang memiliki selera fashion yang baik, karena latar belakang sosok WAGs yang mayoritas merupakan selebriti sehingga memiliki selera fashion yang cukup baik, selain itu fashion merupakan salah identitas yang membangun karakter sosok WAGs.Kelima, sosok WAGs sebagai sebuah stereotip yang dibenci oleh perempuan didefinisikan sebagai WAGs merupakan sebuah stereotip yang diciptakan media-media di Inggris dan berkonotasi negatif, dari hasil penelitian ditemukan beberapa WAGs yang secara nyata menolak sebutan itu karena mampu mempengaruhi nilai dan peran mereka di mata masyarakat.Dari kelima nilai tersebut, dapat ditarik sebuah kesimpulan, bahwa Tabloid Soccer, membantu memperkenalkan dan membentuk pemahaman baru kepada pembacanya tentang sosok WAGs, lewat WAGs yang ditampilkan melalui kolom Soccer Babes dan kolom Love Story.III. PENUTUPSoccer menampilkan para pacar dan istri pesepak bola profesional tersebut dengan nilai-nilai yang positif, baik melalui narasi maupun tampilan gambar. Dengan menampilkan sosok WAGs dengan peran dan nilai-nilai positif tersebut, nilai-nilai negatif yang dihasilkan oleh pemaknaan WAGs terdahulu akan tertutupi. Dalam hal ini, media berperan membentuk makna baru dengan merepresentasikan nilai-nilai dan bentuk yang berbeda.Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa Soccer tidak sekadar menganggap para WAGs sebagai news candy semata, melainkan ada nilai yang coba disampaikan kepada pembacanya, misalnya nilai kemandirian. Dalam penelitian ini, sosok WAGs telah mengalami pergeseran nilai yang ke arah positif dibanding ketika istilah ini muncul pertama kali pada 2006. Hal ini menunjukan bahwa sosok WAGs saat ini tidak bisa digeneralisir dengan makna terdahulu, perlu adanya pembanding atau informasi mendalam yang menunjukkan sosok WAGs memiliki nilai positif atau negatif.DAFTAR PUSTAKASUMBER BUKU :Barker, Chris. 2004. Dictionary Of Cultural Studies. London : Sage Publications.Barthes, Roland. 1990. Imaji, Musik, dan Teks. Yogyakarta : Jalasutra.Berger, Arthur Asa. 1991. Media Analysis Techniques. London : Sage Publications.Burton, Graeme. 2008. Yang Tersembunyi di Balik Media. Yogyakarta: Jalasutra.Cashmore, Elish. 2002. Key Concepts Sports and Exercise Psychology. London: Routledge.Coakley, Jay. 2001. Sports in Society : Issues & Controversies. New York: Mc Graw Hill.Conboy, Martin. 2006. Tabloid Britain. London : Routledge.Danesi, Marcel. 2010. Memahami Semiotika Media. Yogyakarta : Jalasutra.Denzin, Norman & Yvonna Lincoln. 1994. The SAGE Handbook of Qualitative Research. London: Sage Publications.Eriyanto. 2001. Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta : LKIS. Fiske, John. 2004. Cultural and Communication Studies : Sebuah pengantar paling Komprehensif. Yogyakarta : Jalasutra. Hall, Stuart. 1997. Representation : Cultural Representation and Signifying Practises. London : Sage Publications.Hamer, Martin. 2004. Key Concepts In Journalism Studies. London : Sage Publications.Kamus Bahasa Indonesia. (2008). Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Kawamura, Yuniya. 2005. Fashionology: an introduction to fashion studies. Oxford: Berg Publisher. Kuper, Simon & Stefan Szymanski. 2009. Soccernomics. New York : Nation Books. Leslie, Larry Z. 2011. Celebrity in 21 Century. California : ABC CLIO LLC. Potter, Deborah. 2006. Handbook of Independent Journalism. United States: Bureau of International Information Programs U.S. Department Of State. Putnam, Hilary. 2001. Representation and Reality. Cambridge : The Mit Press. Rojek, Chris. 2001. Celebrity. London: Reaktion Books. Sugiarto, Atok. 2005. Paparazzi: Memahami Fotografi Kewartawanan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.Scapp, Ron & Brian Seitz. 2010. Fashion Statements. New York: Palgrave Macmilan. Schwarzmantel, John. 2008. Ideology and Politics. London: Sage Publications. Sterling, Cristopher H. 2009. Encyclopedia of Journalism. London : Sage Publications. Tannsjo, Torbjorn & Claudio Tamborini. 2000. Values in Sport. London: E & FN Spon. Tong, Roesmarie Putnam. 2008. Feminist Thought. Yogyakarta : JalaSutra. Turner, Rachel S. 2008. Neo Liberal Ideology: History, Concepts, and Policies. United Kingdom: Edinburgh University Press Ltd. Thornham, Sue. 2010. Teori Feminis Dan Cultural Studies. Yogyakarta: Jalasutra Thornham, Sue. 2007. Women, Feminism, and Media. United Kingdom: Edinburgh University Press Ltd. Urrichio, William. 2008. Media, Representations, and Identities. United Kingdom: Intellect Books.Van loon, Borin, dkk. 2008. Introducing Media Studies. Yogyakarta : Resist Book. Watkins, Susan Alice dkk. 2007. Feminisme untuk Pemula. Yogyakarta : Resist Book. Webb, Jenn. 2009. Understanding Representation. London : Sage Publications. Wood, Julie T. 1994. Gendered Lives: Communication, Gender, and Culture. Stamford: Wadswoerth Publishing.SUMBER MEDIA CETAK : London Evening Standard, 5 July 2006.London Lite, 14 May 2007.Times Magazine, New Yorker, & Sunday Times, July 2006. New Yorker, 3 July 2006. The Football Agents, Buklet Tabloid Bola Edisi 03, Terbit 28 Januari 2013. 20 Highest Paid Footballers, Buklet Tabloid Bola Edisi 17, Terbit 6 Mei 2013. Tabloid Soccer edisi 1 September 2012. Tabloid Soccer edisi 15 Oktober 2012. Tabloid Soccer edisi 15 Desember 2012 Tabloid Soccer edisi 26 Januari 2013 Tabloid Soccer edisi 2 Februari 2013 Tabloid Soccer edisi 16 Februari 2013 Tabloid Soccer edisi 11 Mei 2013 Tabloid Soccer edisi 1 Juni 2013 Tabloid Soccer edisi 22 Juni 2013.SKRIPSI : Ayun, Primada Qurrota. 2011. Representasi Perempuan dalam Rubrik Sosialita Koran Kompas. Skripsi : Universitas Diponegoro. Savitri, Isma. 2009. Representasi Perempuan dalam Tabloid Bola. Skripsi: Universitas Diponegoro. Tambunan, Chrismanto. 2010. Konstruksi Perempuan Pada Iklan Obat Kuat di Media Cetak. Skripsi: Universitas Diponegoro.SUMBER INTERNEThttp://www.biography.com/people/mia-hamm-16472547, diakses 2 juli 2013. www.bola.net/bolatainment/shakira-dinobatkan-sebagai-WAGs-tercantik-di-euro-2012-b33ff4.html, diakses 9 Maret 2013. www. bolamaster.com, diakses 27 Juni 2013. bleachreport.com, diakses 27 Juni 2013.http://www.cbc.ca/sports/soccer/fifawomensworldcup2011/story/2011/05/27/spf-homare-sawa.html, diakses 2 juli 2013. dnaberita.com, diakses 27 Juni 2013. www. detiksport.com, diakses 19 Mei 2013. www.duniasoccer.com, diakses 27 Juni 2013.http://www.fifa.com, diakses 2 Juli 2013. Footbalerswives.com, diakses 27 Juni 2013. google images.com/WAGsEngland2006, 19 Mei 2013. Hufftington.post, diakses 27 Juni 2013. Lavaguardian.com, diakses 27 Juni 2013 www. kapanlagi.com, diakses 27 Juni 2013 Madrid-Barcelona.com , diakses 27 Juni 2013www. namafb.com, diakses 9 Maret 2013. Mirror.co.uk, diakses 27 Juni 2013. Reveal.co.uk, diakses 27 Juni 2013.http://rsssf.com/tableso/ol-women.html, diakses 2 Juli 2013. http://www.thesun.co.uk/themostbeautifulWAGs, diakses 27 Juni 2013 uk.omg.yahoo.co.uk, diakses 27 Juni 2013. www.wowkeren.com, diakses 27 Juni 2013zimbio.com, diakses 27 Juni 2013.www. zonabola.com, diakses 19 Mei 2013.
Memahami Adaptasi Budaya pada Pelajar Indonesia yang Sedang Belajar di Luar Negeri Mumpuni, Restu Ayu; Rahardjo, Turnomo; Suprihatini, Taufik; Ayun, Primada Qurrota
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.526 KB)

Abstract

Banyaknya masalah yang disebabkan oleh kegagalan adaptasi budaya serta kurangnyapersiapan terkait bahasa dan budaya setempat sebelum seseorang berangkat ke luar negerimenjadi latar belakang penelitian ini. Pelajar Indonesia adalah salah satu contoh yang akanmenjadi fokus bagaimana pengalaman adaptasi mereka untuk berinteraksi dengan orangorangdi lingkungan yang baru. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan prosesadaptasi budaya yang dilakukan pelajar Indonesia di hostcountry.Penelitian ini menggunakan metoda deskriptif kualitatif, genre interpretif, sertapendekatan fenomenologi. Anxiety/Uncertainty Management Theory dan CommunicationAccommodation Theory digunakan dalam penelitian ini untuk membantu menjelaskansebagai basis awal. Subjek penelitian adalah tiga orang pelajar Indonesia yang sedang belajardi luar negeri. Pengumpulan data diperoleh melalui hasil wawancara dan studi pustaka.Hasil penelitian menunjukan bahwa saat Pelajar Indonesia datang ke luar negerimereka mengalami culture shock karena perubahan kultural dan kehilangan petunjukpetunjukyang telah mereka ketahui sebelumnya. Besarnya cultural shock tergantung padatingkat perbedaan kultural negara, bahasa, serta kesiapan pelajar. Persiapan sebelumkeberangkatan baik itu bahasa dan pengetahuan tentang budaya negara tujuan akanmembantu memahami surface culture serta menjadi bekal untuk mengatasi culture shock.Selain itu dukungan sosial adalah hal yang penting dalam proses adaptasi. Teman-teman dinegara tujuan akan berperan untuk membantu mengenalkan kebiasaan di lingkungan baru,teman-teman universitas untuk membantu menjalani proses belajar di universitas, serta temanuntuk mengikuti aktivitas sosial dan hiburan. Pelajar Indonesia melakukan beberapa strategiadaptasi seperti mencari sesuatu yang baik atas apa yang terjadi (positive reinterpretation),mengerjakan aktivitas lain untuk melepas beban pikiran (mental disangagement), merelakansesuatu yang diinginkan (behavioral disangagement), serta mencari teman atau dukungansosial (social support). Pelajar Indonesia juga melakukan strategi konvergensi denganmenyesuaikan perilaku komunikasi dengan host country.
PERSEPSI KHALAYAK TENTANG KASUS PENYERBUAN FPI KE KANTOR TEMPO TERKAIT KARIKATUR PRIA BERSORBAN DI KOLOM KOMENTAR YOUTUBE Hanny Nurmalita Anggadewi; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.048 KB)

Abstract

This research was motivated by the extreme protest of a community organization called Front Pembela Islam (FPI) to the Tempo office due to publication of turbaned man caricatures in Tempo Magazine. This study aims to identify how public perceptions of turbaned man caricature cases in the YouTube comments column to be examined from the point of view of public sphere. This research was conducted using descriptive qualitative methods and verbal data analysis. To answer the research question, researcher used the New Media Theory of McMillan, Sally J., the concept of Public Sphere Jurgen Habermas and The Freedom of Expression concept. This study found that there are four main perceptions, namely Positive Perception of Tempo, Negative towards Tempo, Positive towards FPI and Negative towards FPI. These four perceptions have a relevance level of comments varying from high to moderate and also category of irrelevant comment. From the data above, this study concludes that the comment column on YouTube is not public space as explained in the concept of Habermas Public Sphere.
Analisis Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi dan Efektifitas Media Internal Majalah Signal terhadap Kepuasan kerja karyawan Telkomsel (Studi pada Karyawan Telkomsel Regional Jateng & DIY) Rr Ratri Feminingrum; Sri Widowati Herieningsih; Agus Naryoso; Much. Yulianto
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.622 KB)

Abstract

Iklim komunikasi organisasi memberi pedoman bagi keputusan perilaku individu dalam organisasi. Oleh karenanya, apabila iklim komunikasi organisasi berjalan dengan kondusif dan kebutuhan informasi karyawan dapat terpenuhi melalui sebuah media internal yang baik, hal tersebut akan menciptakan kepuasan kerja karyawan pula. Namun, prasurvey yang dilakukan peneliti untuk mengetahui keefektifan majalah Signal, didapatkan hasil bahwa intensitas membaca majalah Signal tersebut rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan Telkomsel Regional Jateng & DIYdan pengaruh efektifitas media internal Majalah Signal terhadap kepuasan kerja karyawan Telkomsel Regional Jateng & DIY. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah positivistik, karena penelitian hendak menguji kebenaran hipotesis yang diajukan secara statistik, dengan menggunakan two factor theorydan elaboration likelihood model. Adapun alat ukur statistik yang dipakai ialah regresi berganda. Sampel yang dipakai dalam penelitian sebesar 70 responden dari sejumlah 227 jumlah populasi yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hasil (uji-t) menghasilkan nilai t sebesar 3,614, dengan signifikansi (sig) sebesar 0,001. Kesimpulannya, terdapat pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan Telkomsel Regional Jateng & DIY dan hasil (uji-t) menghasilkan nilai t sebesar 3,592, dengan signifikansi (sig) sebesar 0,001. Kesimpulannya, terdapat pengaruh efektifitas media internal Majalah Signal terhadap kepuasan kerja karyawan Telkomsel Regional Jateng & DIY. Keywords: Iklim Komunikasi Organisasi, Media Internal dan Kepuasan Kerja
PENGARUH BRAND FAMILIARITY PEMAIN ADVERGAMES TERHADAP LEVELS OF COMPREHENSION (TINGKAT PEMAHAMAN) DARI BRAND MESSAGE (PESAN MEREK) Wisnu Prayuda Nusantara, Rizky; Setyabudi, S.Sos, MM, Djoko
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.787 KB)

Abstract

Advergame sebagai salah satu media penyampaian pesan kini mulai banyak digunakan oleh kalangan pemasar di Indonesia. Hal tersebut tidak terlepas dari potensi yang dimiliki sebuah game yang mampu menembus berbagai kalangan demografi dan usia. Selain itu, game juga mampu menciptakan platform yang interaktif untuk berkomunikasi dengan khalayak dalam yang tidak bisa dilakukan oleh media tradisional lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand familiarity pemain advergame terhadap levels of comprehension (tingkat pemahaman) dari brand message (pesan merek). Pendekatan yang menggunakan pendekatan positivistic ini mengujikan relasi 2 variabel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan teknik one shot case study dengan total sampel 30 orang yang terbagi dalam dua kelompok eksperimen yaitu familiar dan non-familiar. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner diberikan pada partisipan setelah bermain advergame. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis komparatif dua kelmpok beda Independent Sample T-test dengan memenuhi uji normalitas Kolomogrov Smirnov dan uji homogenitas variansi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh brand familiarity pemain advergame terhadap levels of comprehension (tingkat pemahaman) dari brand message (pesan merek). Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil pengujian dimana nilai probabilitas signifikansi pada uji Independent Sample T-test menunjukkan nilai >0,05. Selain itu nilai rata-rata kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa brand familiarity bukanlah aspek yang perlu diperhatikan pada pemahaman pesan dalam advergame.
Fenomena Penggunaan Blackberry Messenger Sebagai Media Personal Branding Imam Dwi Nugroho; Agus Naryoso; Wiwid Noor Rakhmad; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.158 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi informasi sekarang ini telah memasuki babak baru yakni dunia digital. Blackberry messenger merupakan bagian dari perkembangan teknologi saat inimemudahkan penggunanya untuk memperluas pertemanan. Fenomena Blackberry messengersudah menjadi kebutuhan bagi para penggunanya untuk menjadi media komunikasi palingefektif antar teman, keluarga, bahkan rekan bisnis. Dalam personal branding pada mediaBlackberry Mesenger, pengguna harus dengan cermat mengetahui bagaimana cara memasarkan dan membangun image diri sendiri kepada target. Maka dari itulah pokokpermasalahan bagaimana pengalaman berkomunikasi pengguna Blackberry messengersebagai media personal branding melalui pesan instan.Studi ini merupakan penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan fenomenologi yangberupaya memberi penjelasan tentang pengalaman individu dalam memanfaatkan Blackberrymessenger sebagai media personal branding. Penulis teori dramaturgi karya Erving Goffmandalam konteks Computer Mediated Communication (CMC) untuk mendeskripsikanpenggunaan Blackberry messenger sebagai media personal branding.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman penggunaan Blackberrymessenger sebagai media untuk mengelola kesan (impression management) demi membentukpersonal brand yang kuat. Struktur kognitif yang terbangun dari pemrosesan informasi kemudianmengantar pengguna sampai pada kesadaran bahwa pembentukan personal branding yang kuatterjadi karena strategi pembentukan yang baik dan dapat mengelola kesan. Sehingga, brandimage dapat melekat pada target.Implikasi studi ini dalam lingkup teoritis adalah memahami pengalaman komunikasi pengguna pesan instan Blackberry messenger dalam membentuk personal branding padakonsep dramaturgi oleh Erving Goffman yang erat kaitannya dengan pengelolaan kesan(impression management). Secara praktis, penelitian ini dapat memberikan penjelasan mengenai pembentukan personal brand dalam sebuah komunikasi interpersonal. Kesan perluuntuk dibentuk agar komunikasi interpersonal yang terjalin dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Sementara, sebagai implikasi sosial hasil studi ini memberi informasikepada masyarakat bagaimana membentuk personal branding dalam komunikasi di mediasosial khususnya pesan instan.Kata kunci : Media, BBM, personal branding
Pengaruh Terpaan Iklan Situs Jual Beli Online dan Faktor Demografi terhadap Minat Bertransaksi Online Yuliantika Hapsari; Hedi Pudjo Santosa; M Bayu Widagdo; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.337 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terpaan iklansitus jual beli online terhadap minat bertransaksi online. Selain itu, penelitianini juga bertujuan untuk menguji faktor demografi yang memediasi terpaaniklan situs jual beli online dan minat bertransaksi online.Penulis menggunakan Teori Respon Kognitif dan Teori KategoriSosial untuk menjelaskan pengaruh terpaan iklan situs jual beli online danfaktor demografi terhadap minat bertransaksi online. Populasi penelitian iniadalah khalayak yang pernah melihat iklan situs jual beli online dan sampelyang diambil sebanyak 100 orang, dengan teknik purposive sampling.Dalam uji hipotesis, penulis menggunakan Analisis Regresi HirarkiBerganda. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi variabel terpaan iklanterhadap variabel minat bertransaksi online adalah 0.000, sehingga terdapatpengaruh langsung terpaan iklan terhadap minat bertransaksi. Sedangkannilai signifikansi variabel terpaan iklan terhadap minat bertransaksi onlinemelalui variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan adalah0.296;0.234;0.131 nilai signifikansi > 0.05 sedangkan variabel terpaan iklanterhadap variabel minat bertransaksi melalui tingkat pendapatan sebesar0.001, nilai signifikansi < 0.05, sehingga terpaan iklan berpengaruh terhadapminat bertransaksi hanya melalui tingkat pendapatan.
Hubungan Intensitas Bermain Game Stardew Valley dan Terpaan Kelompok Referensi dengan Kecenderungan Berperilaku Prososial Andy Julianto; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 6, No 2: April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.652 KB)

Abstract

Video game sering kali dianggap sebagai pemicu terbentuknya perilaku antisosial. Muncul beberapa kasus yang terjadi akibat bermain video game, seperti tindakan kekerasan mengeroyok teman sendiri, hingga tindakan kriminal seperti mencuri untuk bermain video game. Hal ini disebabkan karena game yang populer dimainkan di Indonesia sendiri sebagian besar mengandung unsur kekerasan dan cenderung negatif. Maka dari itu peneliti ingin mencari tahu apakah game positif bisa mempengaruhi seseorang untuk berperilaku positif juga. Tujuan penelitian ini adalah mencari hubungan antara bermain game Stardew Valley (sebagai game positif) dan terpaan persuasi kelompok referensi terhadap kecenderungan berperilaku prososial. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Belajar Sosial dan Teori Kelompok Referensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe eksplanatori. Penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling. Dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang dengan usia 15 – 24 tahun dari grup Facebook PC Game Indonesia yang pernah memainkan game Stardew Valley. Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan menggunakan analisis korelasi Kendall’s Tau-b, menunjukkan bahwa; Pertama, terdapat hubungan positif antara intensitas bremain game Stardew Valley dengan kecenderungan berperilaku prososial dengan nilai signifikansi sebesar 0,009 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,355. Semakin tinggi intensitas bermain game Stardew Valley, maka semakin tinggi kecenderungan berperilaku prososial, begitu juga sebaliknya. Kedua, terdapat hubungan positif antara variabel terpaan persuasi kelompok referensi dengan kecenderungan berperilaku prososial dengan nilai signifikansi sebesar 0,021 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,315. Semakin tinggi terpaan persuasi kelompok referensi, maka semakin tinggi kecenderungan berperilaku prososial, begitu juga sebaliknya
Interpretasi Khalayak Terhadap Adegan Kekerasan Dalam Tayangan Sinetron Tendangan Si Madun Serial 3 Tommy Ardianto; Taufik Suprihatini; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.847 KB)

Abstract

Interpretasi Khalayak Terhadap Adegan KekerasanDalam Tayangan Sinetron Tendangan Si Madun Serial 3AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan latar belakang bahwa tayangan sinetron Tendangan SiMadun Serial 3 yang hanya menghibur tapi juga memberikan pendidikan ternyata menonjolkanunsur kekerasan di dalamnya baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan verbal. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana interpretasi khalayak terhadap adegankekerasan fisik maupun verbal yang terdapat dalam sinetron Tendangan Si Madun Serial 3. Teoriyang digunakan yaitu Teori Stimulasi Agresif (John Vivian,1995), Teori Pembelajaran Sosial(Albert Bandura,1996), dan Teori Kekerasan (Johan Galtung,1992). Penelitian ini menggunakanmetode penelitian kualitatif,yang memerlukan keterlibatan yang lebih mendalam denganpenonton itu sendiri, termasuk teknik wawancara untk mengetahui perilaku penonton dalamkaitannya dengan konsumsi media,dengan pendekatan analisis resepsi yang bertujuan untukmenemukan bagaimana khalayak dengan konteks sosial dan latar belakang yang berbedamembuat bermacam-macam pengertian mengenai teks media.Penelitian ini merupakan kajianparadigma interpretative atau content media berupa teks. Teknik pengumpulan data dilakukandengan menggunakan indepth interview kepada enam informan yang telah dipilih oleh penelitiyakni khalayak anak SMA yang aktif menonton sinetron Tendangan Si Madun Serial 3. (Rayner,Wall dan Kruger,2004:96)Hasil penelitian ini ditunjukkan dengan pembagian posisi khalayak menurut Stuart Hallada tiga yakni posisi dominan hegemonik, posisi dinegosiasikan, dan posisi oposisional. Sepertiinforman 1 yang masuk dalam oposisional meihat sinetron ini dari segi alur ceritanya yangdiceritakan oleh Si Madun yang selalu pantang menyerah dan ingin menjadi pemain sepak bolayang hebat. Sedangkan informan 2 yang masuk posisi dinegosiasikan menganggap bahwaadegan kekerasan dalam sinetron ini hanya sebagian dari akting, meskipun informan ini jugatidak terlalu suka dengan adegan kekerasan tersebut, kemudian informan 3 yang masuk dalamdominan hegemonik menganggap bahwa adegan kekerasan ini tidak baik untuk perkembaganremaja yang menontonnya dan hanya membuang waktu saja. Informan 4 masuk dalam dominanhegemonic karena sinetron tersebut dianggap tidak layak ditonton setiap hari karena terdapatadegan kekerasannya.Sedangkan informan 5 masuk dalam dinegosiasikan karena informan initidak suka dengan adegan kekerasannya namun adegan verbalnya tidak perlu dihilangkan karenaadegan tersebut menghibur.Informan 6 masuk oposisional karena informan ini lebih melihat darisegi alur ceritanya yang menarik tentang perjalanan Si Madun yang semangat dalam menjalanikehidupannya. Berdasarkan hasil FGD menunjukkan bahwa keenam informan setuju terdapatadanya adegan kekerasan di dalam sinetron Tendangan Si Madun Serial 3, baik itu kekerasanfisik maupun kekerasan verbal. Kekerasan fisik yaitu kekerasan nyata yang dapat dilihat,dirasasakan oleh tubuh, contoh: penganiayaan, pemukulan, menendang. Sedangkan kekerasanverbal yaitu kekerasan yang memiliki sasaran pada rohani atau jiwa sehingga dapat mengurangibahkan menghilangkan kemampuan normal jiwa, contoh : mengejek, memfitnah, menyinggungorang lain.Kata Kunci : sinetron, media televisi, khalayak, resepsi.Audience Interpretation Against Violence ScenesImpressions Soap Opera Tendangan Si Madun Serial 3abstractThis study was conducted with a background that sinetrons kick Si 3 Serial Madun onlyentertain but also educate turns accentuating the violence in it either physical violence or verbalabuse . The purpose of this study was to determine how the public interpretation of the physicaland verbal violence contained in the soap opera The Madun Serial kick 3 . The theory used isAggressive Stimulation Theory ( John Vivian , 1995) , Social Learning Theory ( Albert Bandura, 1996) , and Theory of Violence ( Johan Galtung , 1992) . This study used a qualitative researchmethod , which requires a deeper engagement with the audience itself, including interviewtechniques to know the behavior of the audience remedy in relation to media consumption , witha reception analysis approach that aims to discover how the social context and the audience withdifferent backgrounds make diverse understanding of the text media.Penelitian interpretativeparadigm , we study the form of text or media content . Data was collected using in-depthinterview to six informants who had been chosen by the researchers active high school audiencewatching soap operas Madun Serial kick Si 3 . (Rayner,WallandKruger2004:96)The results of this study indicated the position of the division according to Stuart Hallaudience that there are three dominant hegemonic position , the position negotiated , andoppositional position . Like the first informant who fall into this soap opera meihat oppositionalterms of the plot is told by Si Madun who never give up and always wanted to be a great footballplayer . While the two informants who entered a negotiated position assumes that violence in theshow is only part of the act , although the informant is also not too happy with the scenes ofviolence , then the informant 3 are included in the dominant hegemonic assume that violence isnot good for teenagers perkembagan watch and just a waste of time . Informant 4 into thedominant hegemonic because soap is considered not worth watching every day because there isscene 5 kekerasannya.Sedangkan informants included in the negotiated because the informantdid not like the verbal scenes of violence but the scene does not need to be removed because thescene because menghibur.Informan 6 incoming oppositional this informant is more seen in termsof the plot is interesting about the Madun the journey through life in the spirit . Based on theresults of focus group discussions showed that the six informants agreed there has been noviolent scenes in the soap opera The Madun Serial Kick 3 , both physical violence and verbalabuse . Physical violence is real violence that can be seen , dirasasakan by the body , eg torture,beating , kicking . While verbal violence is violence that has targeted the spiritual or soul thatcan reduce or even eliminate the ability of normal life , eg, ridicule, slander , offend others .Keywords : soap operas , television media , audiences , receptions .BAB IPENDAHULUAN1.1.Latar BelakangSinetron Tendangan Si Madun Serial 3 ini menceritakan perjuangan Madun untukmenjadi pesepak bola yang terkenal dan hebat, namun dilarang oleh kedua orang tuanya,disebabkan ayah dan ibunya menginginkan Madun untuk menjadi Kyai atau Ustad saja,agar meniru seperti ayahnya. Namun Madun tetap memperjuangkan cita-citanya untukmenjadi pesepak bola walaupun banyak rintangan yang harus dihadapinya dari orangtuanya maupun dari lingkungan sekitarnya. Termasuk Martin yang selalu menjadipenghalang bagi Madun saat berada di lapangan,begitu juga ayahnya Martin,yangbernama Safe’i ini selalu menggunakan berbagai cara untuk menghalangi keinginanMadun untuk menjadi pesepakbola terkenal.1.2. Perumusan MasalahTendangan Si Madun Serial 3 merupakan sinetron yang cukup banyak disukaikarena program acara ini mempunyai unsur hiburan yang cukup banyak khususnyadalam permainan sepak bola, terutama bagi anak –anak. Apalagi isi ceritanyamenampilkan teknik-teknik menendang dengan cara yang menarik sehingga penontonpun semakin ingin menonton terus, selain itu juga memberikan hiburan atau canda tawadari para pemain.Namun tayangan ini kerap diabaikan oleh penonton mengenai adegan kekerasanyang selalu ada dalam setiap episodenya. Apalagi sebelumnya terdapat larangan dariKomisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar tidak menayangkan sinetron ini, karena KPI jugamelarang film naruto, Sponge Bob serta sinetron Tendangan Si Madun Serial 3. Untukitulah dalam penelitian ini dirumuskan bagaimana Interpretasi khalayak terhadaptayangan Sinetron Tendangan Si Madun Serial 3 yang di peruntukkan bagi anak-anak?1.3. Tujuan Penelitian:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interpretasi khalayak dalam menontontayangan Sinetron Tendangan Si Madun Serial 3 di MNC TV.1.4. Signifikansi Penelitian :1.4.1 Signifikansi Teoritis : penelitian ini secara teoritis diharapkan mampumemberikan kontribusi dalam mengkaji teori Stimulasi Agresif (AlbertBandura,1974) dan teori Pembelajaran Sosial (McCleland,1954) yangberhubungan dengan adegan-adegan kekerasan yang terdapat didalam televisidigunakan untuk mengkaji khalayak terutama anak atau remaja untukmeninterpretasikan pendapatnya terhadap tayangan sinetron.1.4.2 Signifikansi Praktis : dalam tataran praktis, peneliti menganjurkan kepadainforman yaitu para remaja yang menonton sinetron Tendangan Si Madun agarmemilih tayangan yang baik dan pantas untuk ditonton yaitu acara yang jauhdari adegan kekerasan karena dapat membahayakan perkembangandirinya,karena masa remaja merupakan masa yang cepat merekam sesuatuyang dilihat dan didengarnya secara cepat masuk ke otak sehingga butuhdidampingi serta bimbingan dari orang tua.1.4.3 Signifikansi Sosial : dalam tataran sosial, pemahaman dari penonton SinetronTendangan Si Madun Serial 3 ini memberikan masukan berharga agar dapatmemberikan tayangan yang lebih bermanfaat dan mempunyai unsurpendidikan di dalamnya, sehingga khalayak dapat selektif untuk memilihsinetron yang layak untuk ditonton anak-anak maupun remaja.1.5 Kerangka Pemikiran Teoritis1.5.1 Teori Stimulasi AgresifTeori ini menjelaskan bahwa seseorang cenderung mempraktikkan kekerasan yangdiganbarkan di media, bahwa khalayak dengan mudah terpengaruh atau menirukanterhadap hal-hal yang dilihat nya secara terus menerus melalui media televisi khususnyatelevisi.Dalam National Television Violence Study 1995-1997 menyatakan bahwa:“Menonton kekerasan di Televisi cenderung lebih meningkatkan perilaku kekerasanpemirsa dalam satu situasi di banding situasi lainnya.(Vivian,2008:487)1.5.2 Teori Pembelajaran Sosial (Social Learning Theory)Selain teori stimulasi agresif , teori pendukung lainnya yaitu teori PembelajaranSosial , teori ini menjelaskan bahwa kita cenderung melakukan tindakan kekerasansetelah menonton tayangan kekerasan yang ada di dalam televisi. Selain itu jugamenjelaskan bahwa menonton televisi yang penuh dengan kekerasan akan membuatpenonton merasa takut atau terjadi kekhawatiran karena televisi menanamkan didalamgamabaran dunia yang kejam dan berbahaya. Teori ini dapat menganalisis kemungkinandampak kekerasan yang ditayangkan ditelevisi. (Winarso,2005:184)1.5.3 Teori KekerasanKekerasan mengingatkan kita pada sebuah situasi yang menyakitkan danmenimbulkan dampak negatif. Kekerasan mengilustrasikan sifat, aturan sosial, yangmerupakan suatu pelanggaran aturan dan reaksi sosial terhadap pelanggaran aturan yangkompleks dan seringkali bertentangan.Namun kebanyakan orang hanya memahamikekerasan sebagai suatu bentuk perilaku fisik yang kasar, keras, dan penuh dengankekejaman. Istilah kekerasan digunakan untuk menggambarkan perilaku, baik yangterbuka (overt) atau yang tertutup (covert), dan baik yang bersifat menyerang (offensive)atau bertahan (defensive), yang disertai dengan penggunaan kekeuatan pada orang lain.(Sunarto,2009:11)1.5. Metode Penelitian1.7.1 Pendekatan dan Tipe PenelitianTipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif ini menghasilkandata deskriptif berupa kata-kata tertentu atau lisan dari orang-orang dan perilaku yangdapat diamati. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan untukmenjelaskan fenomena sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya.Riset kualitatif tidak menggunakan besarnya populasi atau sampel. Persoalan kedalaman(kualitas) data lebih ditekankan daripada banyaknya (kuantitas) data. Peneliti adalahbagian integral dari data, artinya peneliti ikut dalam menentukan jenis data yangdiinginkan. Peneliti menjadi instrumen penelitian yang harus terjun langsung di lapangan.Oleh karena itu, penelitian ini bersifat subjektif dan hasilnya lebih kasuistik, bukan untukdigeneralisasikan. (Kriyantono,2006:58-59)BAB IIPEMBAHASANGambaran pengalaman didapat melalui indepth interview atau wawancaramendalam yang dilaksanakan peneliti terhadap beberapa informan terhadap kegiatankomunikasi yang dilakukan oleh para informan.Informan dalam penelitian ini yaitu para pelajar yang menonton sinetron ini.Peneliti mengambil informan dari kalangan pelajar dengan alasan mereka aktif atauselalu menonton sinetron tersebut. Wawancara merupakan suatu cara untuk mengetahuipendapat para informan mengenai adegan kekerasan dalam tayangan sinetron TendanganSi Madun Serial 3. Hasil dari wawancara tersebut kemudian dimasukkan dalam opencoding. Open coding dilakukan untuk mendapatkan pengelompokkan hasil wawancarainforman yang berbeda-beda ke dalam kategori, konsep, dan tema-tema pokok.Selanjutnya para informan dilibatkan kembali dalam focus group discussion (FGD). FGDini digunakan untuk mengetahui pendapat dari enam informan. Pendapat dari keenaminforman ini akan dianalisis menggunakan analisis resepsi dari Stuart Hall (dalam Barandan Dennis K. Davis,2000:262) berdasarkan penggolongan interpretasi informanberdasarkan tiga posisi pemaknaan khalayak yaitu posisi dominan hegemonik, posisidinegosiasikan, dan posisi oposisional.Enam informan dalam penelitian ini, yakni:2.1. Identitas informanTabel 3.1. Identitas InformanNo Nama Usia JenisKelaminPendidikan Keterangan1. Muhammad Fikar Prasetya 16 Laki-laki SMA Informan 12. Sekar Sae Khoirunnisa 17 Perempuan SMA Informan 23. Putri Kemala Sari 16 Perempuan SMA Informan 34. Cahyaningtyas Wahyuningrum 15 Perempuan SMA Informan 45. Damar Pratama Putra 16 Laki-laki SMA Informan 56. Bisma Narendra 16 Laki-laki SMA Informan 6Untuk mengetahui lebih dalam mengenai interpretasi khalayak terhadap adegankekerasan dalam tayangan sinetron Tendangan Si Madun Serial 3, hasil wawancaradikelompokkan menjadi dua sub pokok bahasan. Yang pertama, terkait penggunaan unsurkekerasan dalam tayangan sinetron ini yang menjadi teks dominan dalam tayangantersebut. Dalam bahasan ini juga disertakan hasil FGD yang membahas masalahkekerasan dalam tayangan ini. Kedua, terkait dengan kapasitas tayangan Tendangan SiMadun Serial 3 sebagai sebuah program hiburan. Masing-masing tema pembahasan inimasih dibagi lagi ke dalam beberapa sub bahasanPembahasan akan dikelompokkan ke dalam dua sub judul yang mengambil temasesuai dengan interpretasi khalayak dari hasil wawancara mendalam dan satu sub judulyang berisi penggolongan interpretasi khalayak berdasarkan tiga posisi pemaknaankhalayak (posisi dominan hegemonik, posisi dinegoisasikan, dan posisi oppositional).Tiga sub judul tersebut adalah : Interpretasi khalayak terhadap tayangan sinetronTendangan Si Madun serial 3, Komodifikasi remaja terhadap tayangan sinetronTendangan Si Madun Serial 3 terkait dengan norma di Indonesia dan Pedoman PerilakuPenyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) , serta tipe dan posisi pemaknaaninforman terhadap adegan kekerasan dalam tayangan sinetron Tendangan Si MadunSerial 3.Menurut Stuart Hall (dalam Baran dan Dennis K. Davis, 2000:262) ada 3 (tiga) tipeposisi pemaknaan khalayak yakni Posisi Dominan Hegemonik, Posisi Dinegosiasikan,dan Posisi Oppositional :1. Posisi Dominan HegemonikPosisi Dominan Hegemonik : ketika preferred reading atau pendapat daripeneliti mengenai adegan kekerasan yang ada di sinetron Tendangan Si Madun Serial3 sama dengan pendapat dari informan.2. Posisi DinegosiasikanPosisi Dinegosiasikan : ketika preferred reading atau pendapat dari penelititidak sepenuhnya sependapat dengan informan mengenai adegan kekerasan yangterdapat di sinetron Tendangan Si Madun Serial 3. Informan ada yang berpendapatbahwa dalam sinetron tersebut mempunyai tujuan untuk menghibur.3. Posisi OppositionalPosisi Oppositional : ketika informan sama sekali tidak sependapat denganpreferred reading atau pendapat dari peneliti mengenai adegan kekerasan tersebut,mereka berpendapat bahwa sinetron Tendangan Si Madun Serial 3 tidak adakekerasannya sama sekali,sinetron tersebut hanya bertujuan untuk menghibur.BAB IIIPENUTUPPenelitian mengenai interpretasi khalayak terhadap adegan kekerasan dalam tayangansinetron Tendangan Si Madun Serial 3 ini merupakan penelitian dengan menggunakanmetode analisis resepsi. Dalam pelaksanaannya, proses penelitian ini dilakukan denganmenggunakan teknik wawancara mendalam secara tatap muka dengan enam informan.Khalayak yang menjadi informan dalam penelitian ini merupakan khalayak yang masihaktif menonton tayangan Tendangan Si Madun, dan pernah aktif menonton tayangantersebut. Dalam wawancara tersebut masing –masing informan menyampaikaninterpretasi mereka terkait dengan tayangan tersebut. Khalayak yang dalam hal inimerupakan penghasil makna, memaknai tayangan tersebut secara beragam, karena teksyang berbeda dapat menghasilkan pemaknaan yang beragam.5.1. KesimpulanBerdasarkan hasil penelitian dan wawancara dapat disimpulkan sebagai berikut:1. Kesimpulan dari peneliti terhadap keenam informan yang mempunyai beranekaragam pendapatnya mengenai adegan kekerasannya maupun isi dari cerita sinetronTendangan Si Madun Serial 3 bahwa mereka mempunyai pendapat masing –masingseperti informan 1 , informan 2 dan informan 3 yang berpendapat bahwa sinetronTendangan Si Madun Serial 3 ini lucu dan menghibur, namun mereka mempunyaiketidaksamaan pendapat sewaktu ditanya mengenai pendapatnya tentang adegankekerasan yang terdapat dalam sinetron tersebut seperti informan 1 yang berpendapatbahwa adegan itu hanya akting yang tujuan hanya menghibur, informan 2berpendapat bahwa tidak setuju dengan adegan keekrasan tersebut dikarenakan jikayang melihat anak-anak maka akan terjadi hal peniruan adegan kekerasan. Sedngkaninforman 3 berpendapat bahwa tidak setuju terhadap adegan kekerasan itudikarenakan sering dibuatnya kaget sewaktu adegan kekerasan itu muncul.2. Lain lagi dengan pendapat dari informan 4, 5 dan 6 yang mempunyai pendapat yanghampir sama tentang sinetron Tendangan Si Madun Serial 3 yaitu suka karenasinetron ini bertema olahraga sepak bola. Informan 4 yang menyukai sinetron tersebutdikarenakan berbeda dengan sinetron lainya dan sinetron ini bertema sepak bola yangmenurut informan 4 pemainnya juga keren. Mengenai adegan kekerasan tidakmenjadikan masalah buat informan 4 menurutnya selagi masih ada adegan yangmembuat informan 4 ini tertawa itu tidak menjadikannya masalah.Informan juga sukadengan sinetron ini dikarenakan sinetron ini bertema olah raga sepak bola yangmenurutnya berbeda dengan sinetron yang lainnya. Mengenai adegan kekerasandalam sinetron tersebut informan 5 berpendapat bahwa jam taynagnya supaya di ubahmenjadi lebih malam lagi pendapat ini sama dengan pendapat dari informan6.Informan 6 juga hampir sama dengan informan 5 suka dengan sinetron ini karenabertema sepak bola .dan mengenai adegan kekerasan informan 6 berpendapat hampirsama dengan informan 5 supaya jam tayangnya diubah menjadi lebih malam lagi.5.2. Saran5.2.1 Implikasi TeoritisPenelitian ini berusaha mengembangkan pemikiran akademis atau teoritik dalam kajianmedia dan budaya khususnya media televisi dan media anak-anak yang mengandungkekerasan. Dengan menggunakan teori Pembelajaran Sosial dari Albert Bandura yangberkaitan dengan penelitian ini yang menjelaskan bahwa tidak semua sinetrondidalamnya terdapat unsur kekerasan namun juga terdapat unsur pendidikannya sepertidijelaskan dalam teori ini, acara di dalam televisi hampir sebagian mengandung unsurpendidikan dan pengetahuan yang berguna untuk menambah informasi. Dikaitkan denganhasil penelitian yang diungkapkan semua informan bahwa menonton tayangan di televisidilihat dari alur ceritanya dan tidak melihat dari adegan kekerasannya. Namun padapenelitian selanjutnya dapat menggunakan metode yang berbeda yaitu metode penelitiankualitatif dan menggunakan unit analisis resepsi semisal acara film kartun lain yang jugamengandung unsur kekerasan didalamnya.5.2.2. Implikasi PraktisTelevisi, sebagai media yang paling digemari oleh anak-anak maupun remaja,hendaknya mendapatkan lebih banyak perhatian dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia).Sebagai pengatur Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS),KPI dapat memilah siaran mana yang aman untuk dikonsumsi anak-anak. Selain itu, KPIjuga dapat mengajak masyarakat Indonesia supaya lebih melek media siaran (medialiteracy) yang mereka saksikan setiap harinya.5.2.3. Implikasi SosialOrang tua diharapkan mendampingi putra-putri mereka saat sedang menonton televisi.Walaupun acara-acara tersebut ditujukan untuk anak-anak maupun remaja, seringkalilebih banyak mengandung muatan negatif daripada positifnya. Orang tua juga diharapkanmampu menjadi gatekeeper (penyaring) acara mana yang boleh dikonsumsi serta acaraacarayang ternyata tidak baik untuk dikonsumsi oleh anak-anak mereka. Karena anakanaktanpa pengawasan orang tua dapat mengalami kesulitan untuk membedakan hal-halyang benar-benar terrjadi pada kehidupan sehari-hari serta hal hal-ahal lain yang hanyaterdapat di televisi. Selain itu, sebagai penonton pasif, mereka dpat dengan mudahnyamenelan apa saja yang mereka tonton tanapa adanya filter dari orang tua, sehingga orangtua perlu waspada terhadap tayangan-tayangan yang ditujukan untuk anak-anak tetapimemiliki muatan atau konten yang tidak baik untuk masa pertumbuhan mereka, seperticontohnya adalah sinetron Tendangan Si Madun Serial 3 ini.DAFTAR PUSTAKABUKU:Ardianto, Elvinaro, dan Lukiati Komala Erdinaya.2005.Komunikasi Massa suatuPengantar.Bandung: Simbiosa Rekatama Media.Arswendo.2008. Pengertian sinetron atau soap opera.Jakarta:Gramedia.Burhan, Bungin.1990.Teori Komunikasi Massa,Jakarta:Gramedia.Burton.2007.Komunikasi Massa.Jakarta:GramediaByerly, Ross.2006. Kekerasan di media televisi.Bandung:SalembaDarwanto.2001.Sejarah dan perkembangan sinetron di Indonesia.Jakarta:GramediaDominick.1983.Teori kekerasan dalam media televisi.Jakarta:Salemba Humanika.Effendy.1996.Industri Pertelevisian Indonesia.Jakarta: Salemba Pustaka.Hadi,Baran.2008.Interview informan dan Interview guide.Jakarta:Gramedia.Hall,Storey.2007.Persepsi dalam analisis data.Jakarta:Salemba Pustaka.Jersey,Jensen.1993.Analisis Data Kualitatif.Jakarta:Salemba Pustaka.Kriyantono,Ahmad.2006.Metodologi penelitian: Pendekatan dan Tipe PenelitianKualitatif. Jakarta : Gramedia.Littlejohn, Stephen W dan Karen A.Foss.2005.Teori Komunikasi.(Terj)Jakarta:Salemba Humanika.Littlejohn, Stephen W.1996.”Communication Theory”. In Encyclopedia of Rhetoricand Composition :Communication from Ancient Times to the InformationAge, edited by Theresa Enos , 117-121.New York : Garland.Lynn.H.Turner,RichardWest.2008.Teori Komunikasi, Analisis dan Aplikasi.Jakarta:Salemba Humanika.McQuail, Denis. 1987.Mass Communication Theory. An Introduction.London:Sage.Mohammadi,Sreberny.1990.Pengertian Analisis Resepsi,Bandung:SimbiosaRekatama Media.Rakhmat,2003.Teori Komunikasi Massa,Jakarta:GramediaSunarto,2009.Televisi, Kekerasan, dan Perempuan.Jakarta:GramediaSuyanto,Sujarwa.2005.Tayangan sinetron Indonesia yang mengandung unsurkekerasan.Bandung:Simbiosa Rekatama Media.Vivian,John.2008.Teori Komunikasi Massa,Edisi Kedelapan.Jakarta:Kencana.Wawan, Kuswandi.2008.Komunikasi Massa. Jakarta: GramediaWinarso,Wiryawan.2005.Komunikasi Massa,.akarta:GramediaWindhu.1992.Teori Kekerasan Teori John Galtung.Jakarta: Salemba Humanika.SKRIPSI:Astuti, Indri.2010. Skripsi Penelitian “Menginterpretasikan Kekerasan DalamTayangan Komedi (Analisis resepsi terhadap tayangan Opera Van Java diTrans 7)” Universitas Diponegoro.Tripuspita,Hana.2010. Skripsi Penelitian “Naturalisasi Kekerasan dalam komediOpera Van Java (Analisis Semiotika)” Universitas Diponegoro.WEBSITE:Azis,I.2012.RatingSinetrondiTelevisi(http://hiburan.kompasiana.com/televisi/2013/07/01/ac-nielsen-rating-dan-pesanan/,diakses tanggal 11 November 2012, jam 13.00)Hermanto,Budi.2013.Acara tayangan Sinetron Tendangan Si Madun Season3(http://televisi_sinetrontendangansimadunseason3.com/,diakses tanggal 1 Juli 2013,jam 16.00)Budiono,Ardi.2013.kekerasanpadasinetronanakanak(http://wikipedia.kekerasan.sinetronanak-anak.com/,diakses tanggal 6 Maret 2013,jam 21.00)

Page 10 of 157 | Total Record : 1563