cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Pengembangan dan Pengelolaan Situs Berita Pandu Hidayat; Turnomo Rahardjo; Adi Nugroho; Triyono Lukmantoro
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.211 KB)

Abstract

Menyadari tidak adanya media resmi yang fokus membahas isu terkait dengan alam, sejarah, dan budaya di Dieng, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa berinisiatif untuk membuat situs berita yang bernama www.diengsavanaindonesia.com. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada khalayak luas berkaitan dengan tema-tema tersebut.Konten yang ditampilkan di situs ini, ditulis dalam ragam tulisan jurnalistik. Karena itu, pembagian tugas dalam pengelolaan situs ini pun terdiri dari; reporter, fotografer, editor dan desainer grafis. Reporter bertugas mencari dan menulis berita. Fotografer mencari gambar terkait dengan berita yang ingin dimuat. Editor menyunting tulisan yang akan dimuat. Sementara itu, desainer grafis merancang tampilan pada laman yang tersedia di situs tersebut, serta mengunggah berita yang sudah siap muat.Selama satu bulan pengelolaan, situs ini berhasil memuat 31 berita di rubrik atau kanal-kanal yang tersedia. Kanal-kanal itu terdiri dari kanal alam yang berisi tentang potensi dan keadaan alam di Dieng. Kanal sejarah yang menyajikan informasi berkaitan dengan peristiwa sejarah yang pernah terjadi di sana. Kanal budaya, berisi tentang keragaman budaya, adat istiadat dan kesenian yang ada di Dieng dan sekitarnya, dan terakhir, kanal galeri, yang berisi foto essai dan foto-foto yang diambil di Kawasan Dieng.Dalam pelaksanaannya, karya bidang ini tidak lepas dari kendala yang terjadi selama proses pengelolaan. Kendala berupa pelaksanaan yang tertunda akibat terjadinya kesalahan komunikasi, tema berita yang tidak bisa diliput sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat serta sulitnya mencari sumber untuk berita yang akan ditulis. Meskipun begitu, kendala-kendala tersebut dapat diatasi melalui diskusi dari anggota tim yang ada di „Dieng Savana Indonesia‟. Selain pengelolaan dalam bidang jurnalistik, karya bidang ini juga melaksanaan pengeloaan dalam penyebaran informasi. Media yang digunakan adalah jejaring sosial seperti instagram, twitter, dan facebook.Selanjutnya, untuk mengetahui jumlah pengunjung situs selama satu bulan pengelolaan, digunakan aplikasi webalizer. Hasil penghitungan sebanyak 31 berita yang telah diunggah, meraih total 5538 pengunjung. Hasil tersebut didapat dari empat kanal yang ada pada situs “Dieng Savana Indonesia”, yaitu kanal alam, sejarah, budaya dan galeri. Meskipun begitu masih terdapat beberapa kekurangan dalam situs berita ini, seperti kualitas tulisan berita yang tidak terjaga, tampilan situs yang kerap mengalami gangguan teknis serta kurangnya publikasi untuk berita yang dimuat. Hal tersebut perlu diperbaiki agar situs “Dieng Savana Indonesia‟ menjadi lebih baik.
PEMAKNAAN KECANTIKAN PEREMPUAN PADA GROUP CHAT LINE ALUMNI SEKOLAH BERBASIS PESANTREN INSAN CENDEKIA GORONTALO Utami Putri, Rizky; Dwiningtyas Sulistyani, Hapsari
Interaksi Online Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.738 KB)

Abstract

Islamic boarding schools are schools that base their education on the teachings of Islam. The beauty of Muslim women related to face, body, and appearance in a boarding school-based school community is interpreted based on religious texts adhered to. This study aims to see how the pesantren-based school community constructs the meaning of female beauty and how it is constructed through a group conversation on media such as LINE. This research is ethnomethodology research which is studied using qualitative methods with Conversational Analysis. The theory used in this study refers to the Beauty Myth by Naomi Wolf. The results of the study found that women's beauty was interpreted based on Islamic texts, namely beautiful without excessive makeup and beautifully dressed in Shari'a. The arrangement of conversations that refer to turn-taking is done in sequence (sequence) shows that the meaning of beauty is controlled by male participants, while female participants tend to be a back channel. The Repair Organization and The Organization of Turn-design show the use of language signs and symbolization that affirms the meaning of beauty which leads to beautiful meaning without excessive makeup and beautifully dressed in Shari'a. The meaning of beauty in the conversation of the alumni group of Islamic boarding school Insan Cendekia Gorontalo is a form of Beauty Myth. LINE as an online media is considered capable of perpetuating the beauty myth that appears in conversations.
Hubungan antara Gaya Kepemimpinan dan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Motivasi Kerja pada Perusahaan PT. CNTIC (China National Technical Import & Export Corporation) Triana Lestari; Taufik Suprihatini; Much Yulianto; Nuriyatul Lailiyah
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.08 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu karyawan PT. CNTIC pebangunan PLTU Cilacapmelakukan demo secara berulang-ulang pada tahun 2013 dengan perumusan masalahpimpinan sangat menerapkan aturan safety first namun terjadi incident jatuhnya karyawandari ketinggian saat bekerja sampai meninggal dunia dan tuntutan karyawan mengenaitambahan gaji, makanan tambahan, tunjangan ketinggian tidak cepat direspon dengan baiksehingga waktu yang seharusnya digunakan karyawan untuk bekerja tersita untuk demo.Tujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan dan iklim komunikasiorganisasi dengan motivasi kerja karyawan pada perusahaan PT. CNTIC pembangunanPLTU Cilacap.Upaya menjawab permasalahan dan tujuan penelitian dilakukan dengan menggunakanteori X yang dilkembangkan McGregor (1967) dan teori ERG yang dikembangkan olehAlderfe (1972) dengan menggunakan metode kuantitatif. Obyek penelitian karyawanPT.CNTIC pembangunan PLTU Cilacap. Sampel sebanyak 152 responden, menggunakankuesioner sebagai teknik pengumpulan data dan selanjutnya data kuantitatif dianalisa melaluiStatistical Package For Socil Science (SPSS) dengan diwujudkan dalam mono tabel dantabulasi silang dan uji korelasi menggunakan Kendall TauHasil dari penelitian ini adalah gaya kepemimpinan memiliki hubungan yang lemahdengan motivasi kerja karyawan dengan korelasi sebesar 0,091, iklim komunikasi memilikihubungan yang emah dengan motivasi keja dengan hubungan sebesar 0,028, secara bersama-sama gaya kepemimpinan dan iklim komunikasi memiliki hubungan yang lemah denganmotivasi kerja yaitu sebesar 0,164 dengan koefisien determinasi 0,027 artinya variabel gayakepemimpinan dan iklim komunikasi dapat menjelaskan perubahan motivasi kerja sebesar2,7% sehingga 97,3% dipengaruhi oleh faktor lain.Disarankan untuk mendukung penerapan Safety First maka kebutuhan akan AlatPelindung diri dipenuhi, bila perusahaan menghadapi masalah dan belum dapat memenuhituntutan karyawan maka hendaknya dikomunikasikan dengan lebih terbuka karena karyawanterutama laki-laki bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.Key Words : Gaya Kepemimpinan, Iklim Komunikasi, Motivasi kerja
THE STUDY OF RELATIONSHIP BETWEEN MOTIVATION TO JOINING IN REFERENCE GROUPS AND COMMUNICATION INTENSITY WITH A LEVEL CONFIDENCE OF DEVELOPING TALENT Afny Khotiatina; Agus Naryoso, S.Sos, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.635 KB)

Abstract

This research is based of the phenomenon changes the motivation when the teens will join with reference groups. They join the reference groups no longer to develop the potential that exists within them but because of a strong desire to get a popularity. The purpose of this research was to know relationship motivation joined in reference groups and the intensity of the communication with a level of confidence on the development of talent. The methods used in this research is quantitative eksplanatori by the respondent as much as 158 people out of a population of Hidayatullah Islamic HIGH SCHOOL. Data retrieval in this study using questionnaires and instruments for assisted processing program SPSS 16.0 with test reliability, validity, and the normality hypothesis. The result of this research showed positive results where there is a relationship of the motivation of joining in reference groups with a level of confidence on the development of talent and the intensity of the relationship there is also communication with the level of confidence on the development of talent. It is proved that the theory of Maslow's hierarchy and the theory of Group trusted Bales proved his righteousness.
Memahami Pengalaman Individu yang Resisten dengan Industri Rokok dalam Mengikuti Program Djarum Bakti Pendidikan dan Program Beasiswa Bulutangkis Andrinanta Putra Pratama; Djoko Setyabudi; Nurrist Surayya Ulfa; Nuriyatul Lailiyah
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.611 KB)

Abstract

Program Djarum Bakti Pendidikan dan Program Beasiswa Bulutangkis merupakan contoh dari program CSR dari PT Djarum dengan antusias masyarakat yang cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang ingin bergabung dengan kedua program tersebut. Kedua program tersebut bertujuan meningkatan citra PT Djarum di masyarakat, dengan melibatkan para individu yang berasal dari latar belakang yang cenderung bertentangan dengan industri rokok, dalam hal ini mahasiswa dan atlet.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman individu yang resisten dengan industri rokok dalam mengikuti Program Djarum Bakti Pendidikan dan Program Beasiswa Bulutangkis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dengan mengaitkan antara pengalaman informan dalam kedua program tersebut dengan perubahan persepsi dari informan yang cenderung menjadi positif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para individu yang cenderung resisten dengan industri rokok mendapatkan berbagai informasi yang berkaitan dengan program tersebut sebelum mengikuti program, yang mempengaruhi persepsi awal dari informan. Beberapa informan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa mereka mengalami konflik intrapersonal dengan memilih untuk mengikuti program tersebut. Dalam mengikuti Program Djarum Bakti Pendidikan dan Program Beasiswa Bulutangkis, para informan mendapatkan manfaat positif berupa pelatihan, serta mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan soft skills yang didapat. Para informan juga mengikuti berbagai kegiatan di dalam Program Djarum Bakti Pendidikan dan Program Beasiswa Bulutangkis yang bertujuan untuk mendekatkan informan kepada PT Djarum, industrinya, serta dilibatkan dalam berbagai program. Setelah mengikuti berbagai kegiatan dalam kedua program tersebut, informan memiliki persepsi yang cenderung positif,  baik terhadap Program Djarum Bakti Pendidikan dan Program Beasiswa Bulutangkis maupun terhadap PT Djarum sebagai penyelenggara program tersebut. Walaupun terungkap adanya persepsi positif,  peserta juga mengungkapkan harapannya agar PT Djarum dapat mengurangi porsi industri rokok dan lebih mengembangkan industri di bidang lain. Key words: kegiatan CSR, pengalaman individu, persepsi
Pesan Propaganda Ideologi Imperialisme dalam Film Transformers Dody Pradana Eryanto; Joyo NS Gono; Wiwid Noor Rakhmad; Much. Yulianto
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.128 KB)

Abstract

Film Transformers merupakan salah satu film sukses di tahun 2007, bahkan sempat menduduki 20 besar film terlaris sepanjang masa di Amerika Serikat dan dunia. Bukan hanya itu, film tersebut disukai berbagai orang baik orang dewasa atau anak - anak, terutama karakternya yang keren dan menarik yaitu alien robot yang bisa berubah dari kendaraan manusia menjadi robot canggih dengan perlengkapan perang. Namun film ini diproduksi oleh negara superpower saat ini yaitu Amerika Serikat dimana banyak film - film sebelumnya yang penuh dengan pesan propaganda tersendiri seperti Rambo, Indiana Jones, Independence Day, The Great Dictator, Red Dawn dan lain sebagainya dan ideologi tertentu dibelakangnya seperti kapitalis, komunis dan lain sebagainya. Selain Amerika Serikat, Jerman pada era kepemimpinan Nazi juga pernah membuat film propaganda seperti The Eternal Jews. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pesan propaganda di dalam film Transformers dan ideologi imperialisme di belakangnya.Penelitian ini menggunakan teori propaganda, modern propaganda theory sebagai pendukung dari permasalahan penelitian ini dalam paradigma kontruktivis melalui metode analisis semiotika model Roland Barthes. Subjek penelitian ini adalah film Transformers.Berdasarakan temuan penelitian, pesan propaganda yang hadir di film ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai pesan propaganda yaitu Cina, Rusia, Iran dan Korut yang diidentikan dengan ancaman, Amerika Serikat sebagai negara baik, hebat dan kuat, Laut Kuning dan Teluk Arab merupakan wilayah yang harus diselamatkan Amerika Serikat, produk Amerika Serikat merupakan produk yang bagus dan terkenal, Jepang diidentikkan dengan negara dengan teknologi canggih, dan pakaian kurang sopan itu menarik. Ideologi imperialisme yang melatarbelakangi film ini dikarenakan adanya kepentingan Amerika Serikat dalam melakukan kegiatan dominasinya di wilayah timur tengah, baik dalam bentuk militer atau ekonomi seperti bisnis minyak, memperkenalkan produk Amerika Serikat dan sekutunya agar dapat menguasai ekonomi negara yang dijadikan wilayah kegiatan imperialisme, dan mempopulerkan budaya amerikanisme.
Hubungan Citra Merek dan Intensitas Word of Mouth dengan Keputusan Pembelian Pasco di Citra Land Semarang Try Yuliyanto, Satrio; Widowati Herieningsih, Sri
Interaksi Online Vol 6, No 2: April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target yang tidak tercapai dari produk Pasco membuat perusahaan harus memiliki cara untuk memasarkan produknya. Melalui komunikasi word of mouth, produk akan sering dibicarakan dan akan menciptakan citra merek yang berbeda untuk produk itu sendiri yang mampu mempengaruhi konsumen dalam memutuskan pembelian sebuah produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan citra merek dan intensitas word of mouth dengan keputusan pembelian Pasco di Citra Land Semarang, dengan menggunakan teknik non probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang responden warga kota Semarang dengan ketentuan mengetahui produk minuman Pasco di Citra Land Semarang dan belum pernah membeli sebelumnya. Hasil penelitian ini terdapat hubungan antara citra merek dengan keputusan pembelian dengan menggunakan teori Reasoned Action dibuktikan dengan analisis Kendall’s Tau-b menghasilkan angka signifikansi sebesar 0,000 atau dinyatakan sangat signifikan dan nilai korelasi sebesar 0,454. Penelitian ini juga menemukan bahwa ada hubungan antara intensitas word of mouth dengan keputusan pembelian. Hubungan dua variabel ini menggunakan konsep Mowen dan Minor, dengan analisis korelasi Kendall’s Tau-b menghasilkan angka signifikansi sebesar 0,404 atau signifikan dan koefisien korelasi sebesar 0,001 yang artinya terdapat hubungan antar variabel terserbut.
Memahami Komunikasi Antarpribadi Guru, Orang Tua Karier, dan Anak Remaja dalam Berinteraksi untuk Pencapaian Prestasi Sekolah Eryke Pramestaningtyas; Sri Budi Lestari; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.523 KB)

Abstract

MEMAHAMI KOMUNIKASI ANTARPRIBADI GURU, ORANG TUA KARIER, DAN ANAK REMAJA DALAM BERINTERAKSI UNTUK PENCAPAIAN PRESTASI SEKOLAHABSTRAKAnak remaja merupakan usia yang memerlukan perhatian ekstra dari orang tua. Perhatian orang tua menjadi satu kendala pada anak-anak yang memiliki orang tua yang bekerja. Prestasi anak remaja di sekolah menjadikan prestige tersendiri. Fenomena komunikasi antara guru dan orang tua pada umumnya hanya terjadi dalam pertemuan-pertemuan yang diadakan pihak sekolah. Sedangkan komunikasi antara guru dan siswa pada umumnya berlangsung secara formal. Keadaan ini kurang mendukung terciptanya proses komunikasi antarpribadi yang berlangsung antara guru,orang tua karier, dan anak remaja.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman komunikasi antarpribadi guru, orang tua karier, dan anak remaja dalam berinteraksi untuk pencapaian prestasi sekolah. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang menjelaskan pengalaman unik guru, orang tua karier, dan anak remaja mengenai interaksi di antara ketiganya menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal untuk pencapaian prestasi sekolah. Penelitian ini menggunakan Teori Interaksi Simbolik yang menjelaskan bahwa makna atas komunikasi verbal dan nonverbal yang dipahami guru, orang tua karier dan anak remaja akan menentukan tindakan yang dilakukan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi komunikasi antara guru dan orang tua bergantung pada kemauan untuk menjalin kerjasama. Keterbukaan antara guru dan orang tua bermanfaat untuk dapat saling memberikan informasi terkait pendidikan anak remaja khususnya mengenai pengetahuan bakat dan minat anak remaja yang dapat dikembangkan menjadi prestasi. Sikap guru terhadap siswa baik melalui komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal juga merupakan satu hal penting untuk membuat siswa memiliki kedekatan dan keterbukaan terhadap guru. Informasi terkait pendidikan anak remaja di sekolah dan kehidupan pribadi siswa dapat diperoleh dengan adanya kedekatan dan keterbukaan antara guru dan siswa. Selain itu, keberhasilan anak remaja dalam mencapai prestasi sekolah turut dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan kemauan orang tua karier membagi waktu antara pekerjaan dan perhatian kepada anak di rumah membutuhkan kesadaran akan adanya tanggung jawab mengurus anak baik di rumah maupun terkait pendidikan anak remaja.Kata kunci: sinergi komunikasi, komunikasi verbal dan nonverbal, prestasi sekolah3UNDERSTANDING INTERPERSONAL COMMUNICATION BETWEEN TEACHER, CAREER PARENTS, AND ADOLESCENT IN INTERACT FOR ACADEMIC ACHIEVEMENTABSTRACTAn adolescent is the age of requiring extra attention from their parents. Attention from parents would be one obstacle in children have career parents. The achievement of an adolescent in school make more prestigious. Generally, the phenomenon of communication between teachers and parents occurs only in the meetings held the school. While communication between teachers and their students in general place in a formal situation. This situation is less supporting the creation of the process of interpersonal communication between teachers, career parents, and an adolescent.This study aims to describe the experiences of interpersonal communications between teachers, career parents, and adolescent in interact to achievement in school. This research using a research descriptive qualitative by phenomenology approach which explains experience unique between teacher, career parents and adolescent about interactions which use verbal communication and nonverbal communication for scholastic achievement school. This research uses the Symbolic Interaction Theory which explains that the meaning of the verbal and nonverbal communication to understand teachers, career parents and adolescent will determine the actions taken.Based on the results of the study showed that the synergy communication between teachers and parents is dependent on a willingness to establish cooperation. Openness between teachers and parents is beneficial to be able to give information regarding the education of adolescents in particular regarding knowledge of talent and interest adolescent that can be developed into achievements. Attitudes of teachers towards students either through verbal communication and nonverbal communication is also the one thing it is important to make the students have a closeness and openness against the teacher. Related information education an adolescent in schools and personal life students can be obtained by the proximity and transparency between teachers and students. In addition, the success of an adolescent in achieve at school also affected by family environment and volition career parents apportion time among the job and attention to a child at home require a conscious awareness of the responsibility propose at home or related to education an adolescent.Key words: the synergy communication, verbal and nonverbal communication, academic achievement4Memahami Komunikasi Antarpribadi Guru, Orang Tua Karier, dan Anak Remaja dalam Berinteraksi untuk Pencapaian Prestasi SekolahLatar BelakangMasa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa yang mengalami perkembangan mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik. Secara psikologis, anak usia remaja merupakan usia munculnya nalar yang berupa akal (ratio) dan kesadaran diri (self consciousness) Dalam masa ini tumbuh rasa keingintahuan dan keinginan untuk mencoba-coba. Periode ini merupakan puncak perkembangan emosi. Anak usia remaja dikategorikan sebagai usia labil atau rentan. Oleh karena itu, anak remaja memerlukan perhatian ekstra dari orang tuanya. (Hidayat, 2012:149)Tak hanya keluarga, lingkungan sekolah juga ikut mempengaruhi perkembangan karakter anak remaja. Sebagai pelajar, anak remaja menghabiskan waktu di sekolah 7 jam sehari atau 42 jam selama seminggu. Selama waktu tersebut, tentunya banyak kegiatan yang dilakukan anak remaja seperti belajar maupun bermain dengan teman-teman sebayanya. Apabila anak remaja mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, waktu yang dihabiskan di sekolah bertambah menjadi kurang lebih 10 jam sehari.Prestasi anak remaja dapat tercapai apabila ada kemauan belajar, dukungan dari orang tua maupun guru di sekolah. Selain dukungan sosial dari orang tua dan guru, konsep diri memiliki peran penting dalam pencapaian prestasi siswa.5Konsep diri dibentuk dari keluarga. Dalam hubungannya dengan perkembangan anak, keluarga sering dikenal dengan sebutan primary group. Bagaimana anak akan melihat dirinya sendiri, dan bagaimana pandangan orang lain terhadap dirinya akan menentukan kepribadian anak (Hidayat 2012:154). Proses pembentukan konsep diri akan menjadi satu kendala pada anak-anak yang memiliki orang tua yang berkarier di luar rumah. Adapun beberapa kendala yang umumnya dihadapi anak-anak yang memiliki orang tua yang berkarier di luar rumah meliputi minimnya waktu bertemu secara fisik dengan orang tua yang digantikan melalui media telepon, hingga tidak jarang muncul rasa sepi pada anak-anak tersebut.Kewajiban orang tua adalah untuk mendidik dan mengasuh anak-anak dengan baik. Namun karena kesibukan, kadangkala orang tua lebih mempercayakan pendidikan dan pengasuhan kepada guru di sekolah. Orang tua juga menganggap dengan menyerahkan anak ke sekolah favorit dan ternama, tugas untuk mendidik dan mengasuh mereka sudah selesai. Namun sebenarnya guru di sekolah hanya sekadar membantu karena pelaku utama dalam pendidikan dan pengasuhan anak adalah orang tuanya.Fenomena komunikasi antarpribadi antara guru dan orang tua saat ini pada umumnya hanya terjadi dalam pertemuan-pertemuan yang diadakan pihak sekolah saat penentuan uang komite sekolah dan penerimaan hasil belajar (raport). Keadaan ini kurang mendukung terciptanya proses komunikasi antarpribadi yang berlangsung antara guru dan orang tua. Guru dan orang tua jarang membicarakan6bakat yang dimiliki anak untuk dikembangkan. Hal ini dapat menghambat anak remaja untuk mencapai prestasi.Adanya komunikasi antara guru, orang tua karier, dan anak remaja sangat diperlukan, mengingat untuk mencapai prestasi di sekolah, anak remaja membutuhkan dukungan dari guru dan orang tua. Dukungan guru dan orang tua dapat tercipta apabila ada relasi yang baik di antara keduanya.Kerangka Teori dan MetodologiKomunikasi adalah bentuk dasar adaptasi terhadap lingkungan. Kebutuhan individu akan hubungan sosial yang baik hanya dapat terpenuhi apabila membina hubungan yang baik dengan orang lain. Diperlukan rasa saling berbagi dalam menjaga hubungan yang baik antara orang tua karier dengan anak remaja. Begitu juga hubungan dengan guru di sekolah. Cara semuanya berinteraksi dijelaskan dalam Teori Interaksi Simbolik.Interaksi orang tua karier – anak remaja menggunakan komunikasi interpesonal sebagai saluran komunikasi. Komunikasi antar pribadi dapat digunakan bagi dua orang atau lebih. Tindakan yang dipilih sebagai orang tua karier merupakan suatu kenyataan yang disebut realitas yang bermakna secara sosial (socially meaningful reality) Sebagai realitas sosial, menjadi orang tua karier tentu saja didasari dan memiliki alasan –alasan yang berorientasi ke masa lalu maupun berorientasi ke masa depan. Schutz menyebutnya sebagai pengalaman dan perilaku manusia (human being). (Hidayat, 2012:167).7Asumsi dari teori ini, ketika orang tua karier dan anak remaja sudah membentuk keharmonisan keluarga, maka dengan mudah informasi dari orang tua akan mudah diterapkan pada anak remaja terutama dalam pencapaian prestasi sekolah. Begitu pula dengan keberadaan guru yang dapat berinteraksi secara personal dengan baik terhadap orang tua karier dan anak remaja, akan berdampak pada kemauan anak untuk mengembangkan bakat yang dimiliki sehingga dapat mencapai prestasi yang didambakan.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif bertujuan untuk membuat gambaran atau deskripsi mengenai suatu hal, situasi, fakta, ataupun kejadian secara sistematis. Peneliti menggunakan tipe penelitian ini karena ingin mengungkap gambaran pengalaman komunikasi antarpribadi antara guru, orang tua karier, dan anak remaja dalam berinteraksi untuk pencapaian prestasi sekolah.Pendekatan penelitian dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi. Fenomenologi mendeskripsikan pengalaman yang diperoleh secara langsung dan memahami perilaku sebagai sesuatu yang dipengaruhi fenomena pengalaman daripada realitas obyektif yang berasal dari luar diri individu. (Tim Fisip Undip 2006:16). Dalam penelitian ini, maka peneliti akan mengungkap pengalaman proses komunikasi antarpribadi dari guru, orang tua karier, dan anak remaja dalam berinteraksi untuk pencapaian prestasi sekolah.8Hasil1) Sinergi Komunikasi Guru dan Orang Tua dalam Pendidikan Anak RemajaKomunikasi yang dilakukan oleh guru dan orang tua siswa pada SMP Islam Al Azhar 14 Semarang seringkali terjadi. Frekuensi pertemuan di antara kedua pihak tak bergantung pada saat terjadi masalah saja pada siswa, melainkan sewaktu-waktu saat diperlukan. Frekuensi pertemuan yang sering antara guru dan orang tua karier di sekolah ini membuat hubungan di antara keduanya menjadi akrab dan tidak segan menceritakan kehidupan pribadi masing-masing. Pada SMP Negeri 40 Semarang, guru melibatkan orang tua siswa hanya saat siswa mengalami kesulitan belajar dan saat siswa melakukan pelanggaran tata tertib saja.2) Komitmen Guru Sebagai Tanggung Jawab ProfesiDalam temuan penelitian ini, baik guru SMP Islam Al Azhar 14 Semarang dan guru BK SMP Negeri 40 Semarang sama-sama menunjukkan sikap empatinya pada siswa dengan komunikasi nonverbal seperti ekspresi wajah dan kontak mata saat berkomunikasi.3) Pentingnya Komunikasi Keluarga sebagai Pijakan Awal dalam Pembentukan Karakter Anak RemajaMasing-masing informan dalam penelitian ini memiliki cara tersendiri dalam mengasuh anak mereka. Dua informan membiasakan anak untuk bangun pagi agar tidak terlambat ke sekolah. Keduanya juga menyempatkan waktu untuk mengantar jemput anak sekolah. Komunikasi nonverbal berupa cium tangan,9memeluk anak dan mencium kening anak sebelum berangkat sekolah merupakan kebiasaan sehari-hari pada kedua informan ini. Sedangkan pada kedua informan yang lain membiasakan hanya cium tangan saja sebelum anak berangkat sekolah.4) Kepedulian Orang Tua Karier terhadap Pendidikan Anak RemajaDalam penelitian ini, dua informansedari dulu menyuruh anak untuk mengikuti bimbingan belajar dan mendukung apapun kegiatan anak yang bersifat positif. Sedangkan pada dua informan lainnya membebaskan anak untuk memilih akan mengikuti bimbingan belajar atau tidak. Keduanya tidak memaksakan anak untuk mengikuti suatu kegiatan.Kesimpulan1. Guru dan orang tua karier pada SMP Islam Al Azhar 14 Semarang melakukan pertemuan yang relatif sering yang membuat hubungan di antaranya keduanya menjadi terbuka satu sama lain dan baik guru maupun orang tua sama-sama mengetahui bakat dan minat anak remaja yang dapat dikembangkan menjadi prestasi. Suasana informal saat pertemuan guru dan orang tua dibutuhkan dalam menciptakan keterbukaan di antara keduanya. Perbincangan tak hanya mengenai masalah sekolah saja, akan tetapi membicarakan mengenai masalah keluarga. Sedangkan pada guru dan orang tua karier pada SMP Negeri 40 Semarang melakukan pertemuan hanya saat anak mengalami masalah saja. Informan orang tua karier juga enggan bertanya kepada guru bagaimana anak remajanya saat di sekolah.102. Informan guru dari masing-masing sekolah (SMP Islam Al Azhar 14 Semarang dan SMP Negeri 40 Semarang) meluangkan waktu saat jam istirahat untuk berbincang dengan siswa. Guru menghampiri siswa dan bersikap aktif agar siswa tak merasa canggung lagi untuk berbincang dengan guru. Guru menunjukkan kasih sayang kepada siswa melalui komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.3. Keberhasilan anak remaja dalam pencapaian prestasi sekolah turut dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Sikap orang tua dalam menyikapi nilai anak seperti saat anak mendapat nilai bagus, orang tua memuji dengan ucapan “kamu hebat” dan saat anak mendapat nilai jelek, orang tua menyemangati dengan ucapan “tidak apa-apa, lain kali belajar lebih giat” akan memotivasi siswa untuk mendapat nilai baik dibandingkan dengan sikap orang tua dengan cara memarahi anak. Selain itu, bagi orang tua karier membagi waktu antara pekerjaan dan perhatian kepada anak di rumah membutuhkan kesadaran akan adanya tanggung jawab mengurus anak baik di rumah maupun terkait pendidikan anak remaja.DAFTAR PUSTAKACangara, Hafid. (2002). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo PersadaDeVito, Joseph A. (2006). Komunikasi Antarmanusia. Jakarta: Professional BooksHidayat, Dasrun. (2012). Komunikasi Antarpribadi dan Medianya. Yogyakarta: Graha Ilmu11LePoire, Beth.A. (2006). Family Communication (Nurturing and Control in a Changing World). California: Sage Publication, Inc.Liliweri, Alo. (1991). Komunikasi Antar Pribadi. Bandung: PT. Citra Aditya BaktiLiliweri, Alo. (2011). Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta : PT. Kencana Prenada Media GroupMoleong, Lexy. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT. Remaja RosdakaryaMoustakas, Clark. (1994). Phenomenologycal Research Methods. California: Sage Publisher.Mulyana, Deddy. (2007). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja RosdakaryaTim Fisip Undip. (2006). Modul Pelatihan Metode Penelitian Kualitatif. SemarangWest, Richard dan Lynn H. Turner. (2007). Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba HumanikaEbook:Hartley, Peter. (1946). Interpersonal Communication 2nd Edition. London: RoutledgeSkripsi:Dessy Christiyanti. (2010). Memahami Komunikasi Antar Pribadi Orang tua-Anak Yang Terlibat Dalam Kenakalan Remaja. Skripsi. Universitas DiponegoroDiah Ayu Berliana. (2010). Memahami Komunikasi Interpersonal Antara Orang Tua Dan Remaja Dalam Proses Pendidikan Kepribadian di Keluarga Single Parent. Skripsi. Universitas DiponegoroRetno Primastuti. (2009). Memahami Komunikasi Interpersonal antara Orang Tua Bekerja dengan Anak Remaja berkaitan dengan Kenakalan Remaja. Skripsi. Universitas DiponegoroInternet:http://psg.uii.ac.id/index.php/RADIO/4-Februari.html waktu akses: 21 April 2013 13:2012http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/psiko/article/download/231/174 waktu akses 25 April 2013 6:45http://www.bppk.depkeu.go.id/webpegawai/attachments/617_Sinergi.pdf waktu akses : 10 September 2013 20:14http://pjjpgsd.dikti.go.id/file.../Kode_Etik_Keguruan.docx waktu akses : 10 September 2013 20:21
Pengaruh Terpaan Iklan Televisi Dan Promosi Penjualan Ice Cream Paddle Pop Terhadap Impulse Buying Pada Anak Arnita Devi Wellynda Yanti; Nurist Surayya Ulfa S,Sos, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.968 KB)

Abstract

Tingginya intensitas iklan pada jam tayang anak menjadi hal yang sangatmenghawatirkan mengingat anak-anak merupakan khalayak yang rentan terhadap pengaruh iklan televisi. Hal ini terjadi karena kemampuan kognitif mereka yang masih terbatas sehingga menjadikan mereka target yang mudah dipersuasi.Namun faktor pendorong tingginya impulse buying pada anak bukan hanya dariiklan di televise. Gencarnya promosi penjualan yang dilakukan oleh produsenmakanan anak tidak kalah penting dalam mendorong tingginya impulse buyingpada anak. Akan tetapi mengingat impulse buying merupakan salah satu perilaku pengambilan keputusan pembelian yang bersifat kebiasaan (habitual decision making), jika dilakukan berulang-ulang dan terus dilanjutkan hingga usia yang lebih tua, kebiasaan ini dapat menimbulkan berbagai dampak yang merugikan baik secara ekonomi maupun psikologis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh terpaan iklanIce Cream Paddle Pop (????????) dan Promosi Penjualan Ice Cream Paddle Pop (????????)terhadap perilaku impulse buying pada anak (????). Penelitian ini menggunakan teori Advertising Exposure untuk menjelaskan pengaruh terpaan iklan Ice CreamPaddle Pop terhadap perilaku impulse buying pada anak. Sedangkan pendekatansales promotion digunakan untuk menjelaskan pengaruh Promosi Penjualan IceCream Paddle Pop terhadap perilaku impulse buying pada anak. Populasi dalampenelitian ini adalah anak-anak dengan usia 9-12 tahun yang sudah terterpa iklan Ice Cream Paddle Pop di televisi dan sample yang digunakan sebanyak 50 orang dengan teknik purposive sampling.Dalam uji hipotesis, penulis menggunakan Analisis Regresi Linier. Ujihipotesis model pertama menunjukkan nilai signifikansi antara terpaan iklanterhadap perilaku impulse buying dengan 0,204 (>0,05) sehingga dapat diartikan terpaan iklan Ice Cream Paddle Pop tidak berpengaruh terhadap perilaku impulse buying pada anak. Uji hipotesis model kedua mengukur pengaruh promosi penjualan terhadap perilaku impulse buying yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,019 (<0,05). Dengan demikian semakin tinggi pengaruh promosi penjualan Ice Cream Paddle Pop maka semakin tinggi pula perilaku impulse buying pada anak.
Pengaruh Intensitas Bermain Video Game Online PUBG Dan Motivasi Untuk Mengikuti Kuliah Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Di Kampus Purnama Sari, Devi; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 7, No 3: Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.066 KB)

Abstract

Based on data obtained from the UNDIP technical dean related to the list of IP and IPK of 2016 Undip Engineering’s students, of which from 743 students in several departments, there were still 181 students or 24.35% who still got a GPA below 2.75 (standard try trying 2). High intensity in online games can give negative results to student academic achievement. However, motivation is one of the factors needed to support academic achievement. This study aims to determine whether there is an intensity of influence on playing PUBG online video games and the motivation to attend classes on student academic achievement on campus by using the concept of Internet Addiction and Two Factor Motivation Theory. The sampling technique uses nonprobability sampling which is done by purposive sampling with a total sample of 50 people with the criteria of undip engineering students of 2016 who play PUBG online video games. This test is carried out using a Simple Linear Regression Test. The results of this study indicate that there is a significant negative effect on the intensity of playing PUBG online video games on student academic achievement that is equal to 11.2%. The remaining 88.8% is influenced by other factors not examined in this study. Whic is the Correlation between variables is 0.017. This shows that the intensity of playing PUBG online video games affects student academic achievement on campus. That the higher the intensity in playing PUBG online video games, the lower the academic achievement of students on campus. The results of this study also showed that there was a very significant effect of motivation to attend college on student academic achievement on campus by 21.6%. The remaining 78.4% is influenced by other factors that not examined in this study. Correlation between variables shows significance is 0.001. This shows that there is a very significant effect on the intensity of playing PUBG online video games to student academic achievement campus. So, the higher the motivation in attend lectures, the higher the academic achievement. For further research, it is expected to be able to multiply more about other factors beyond the factors studied which can affect student academic achievement.

Page 43 of 157 | Total Record : 1563