cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Pengaruh Intensitas Mengakses Facebook Terhadap Penggunaan Bahasa Alay Pada Remaja Usia Sekolah Ayunda Sari Rahmahanti; Sri Widowati Herieningsih; Hedi Pudjo Santosa; Nurrist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.189 KB)

Abstract

Perkembangan media baru internet membantu masyarakat modern untuk mendekatkan jarak melalui teknologi komunikasinya. Melalui internet pula, kini banyak muncul situs sosial media, salah satunya Facebook. Facebook merupakan salah satu situs pertemanan yang beguna untuk mencari teman baru maupun berkomunikasi kembali dengan teman lama. Semakin berkembang situs ini, semakin banyak pula penggunanya terutama di kalangan remaja. Seiring meningkatnya mereka mengakses dan melakukan interaksi di Facebook , maka hal ini mengubah cara berbahasa mereka di dunia maya. Tren bahasa yang saat ini banyak digunakan oleh remaja adalah bahasa alay. Bahasa alay muncul dan meluas melalui dunia maya seperti Facebook. bahasa alay tergolong unik karena penulisan bahasa inimengkombinasi huruf kapital dengan huruf kecil, huruf dengan angka, ataupun huruf dengan simbol-simbol.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari intensitas mengakses Facebook terhadap penggunaan bahasa alay pada remaja usia sekolah. Intensitas adalah sebuah kegiatan yang dilakukan terus menerus hingga mencapai hasil. Sedangkan mengakses Facebook adalah kegiatan berselancar di situs Facebook dan melakukan interaksi di dalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah para pengguna Facebook aktif yang terdaftar di dalam friendslist peneliti yaitu sebanyak 86 orang. Pengambilan sample pada penelitian ini menggunakan teknik slovin yang mendapatkan jumla 71 orang. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis koefisien korelasi rank Spearmanmenggunakan perhitungan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara intensitas mengakses Facebook terhadap penggunaan bahasa alay. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil uji statistik di mana koefisien pengaruh sebesar 0,375 dengan probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0.01. Dikatakan adanya pengaruh karena hasil uji hipotesis lebih besar dibandingkan probabilitas kesalahan. Maka dapat dikatakan bahwa semakin tinggi intensitas mengakses Facebook, maka semakin tinggi pula penggunaan bahasa alay.Kata kunci : Intensitas mengakses, Facebook, Bahasa alay
THE EVALUATION OF STRATEGIC COMMUNICATION UTILIZATION OF MOBILE PHONE CAMPAIGN FOR TIDAL FLOOD DISASTER MANAGEMENT IN NORTH JAKARTA Ainurizaq Putri Aria Santi; Agus Naryoso, S.Sos, M.Si
Interaksi Online Vol 5, No 2: April 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.797 KB)

Abstract

Indonesia is an archipelago country which located in ring of fire zone. It means, the potency of natural disaster is huge in this region. Flood is one of the most common disaster that happen in Indonesia, especially in DKI Jakarta province. Based on data from WHO, flood that happen in February 2007 and hit 80 districts in Jakarta caused traffic chaos and disabling the city. More than 73.000 houses flooded with 10 cm untill 5 m water level. This research aim to doing evaluation towards strategic communication that conducted by the official of Ministry of Communication and Information Technology Republic of Indonesia in terms of utilization of mobile phone campaign for tidal flood disaster management in North Jakarta. This research using descriptive qualitative method with case study approach. This research using Information Processing Theory Mc Guire, Systematic-Heuristic Model, and Ellaboration Likelihood Model. This research was conducted with six informants, consist of two informants that comes from Ministry of Communication and Information Technology, two informants from local people in North Jakarta, one informant from BMKG (Meteorological, Climatological, and Geophysical Agency) and one informant from BPBD (Regional Board for Disaster Management). The result of this research is strategic communication since planning until evaluating of the campaign is very important to do, to achieve the goals. While conducting mobile phone campaign, Ministry of Communication and Information Technology was doing analysis, set the standards and targets, set the strategy and tactics, time allocation, resources, and also doing evaluation.
PROGRAM FEATURE PARIWISATA KOTA SEMARANG DENA ADI SANTOSA; Nurul Hasfi; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.423 KB)

Abstract

ABSTRAK Peran komunikasi dalam pariwisata, yaitu dalam proses memasarkan produk wisata agardapat menarik perhatian pelanggan untuk menggunakan produk wisata. Dalam melakukankegiatan pemasaran, tentunya seorang komunikator akan menggunakan teknologi atau mediauntuk melakukan kegiatan pemasaran. Misalnya saja melalui media televisi dengan menampilkanatau menayangkan program acara, iklan, dll, yang berhubungan dengan kepariwisataan. Adapunsalah satu bentuk program dari media televisi, yaitu Program Feature. Program Feature adalahsuatu program yang membahas suatu pokok bahasan, satu tema, diungkapkan lewat berbagaipandangan yang saling melengkapi, mengurai, menyoroti secara kritis, dan disajikan denganberbagai format.Komunikasi diperlukan dalam melakukan promosi pariwisata. Dimana komunikasi harusmemiliki minimal 3 unsur agar suatu komunikasi dapat berlangsung dengan baik. 3 unsur yangharus ada dalam sebuah kegiatan komunikasi yaitu : adanya komunikator sebagai pemberiinformasi, adanya pesan yang disampaikan dan adanya komunikan sebagai penerima informasi.Selain 3 unsur tersebut, harus terdapat alat sebagai media perantara pemberi pesan darikomunikator kepada komunikan.Pada karya ini menciptakan sebuah Program Feature dengan format audio-visual padatelevisi, dengan tema mengenai Pariwisata Kota Semarang. Disuguhkan dengan kemasan ataucara penayangan yang kreatif, unik, dan menarik, pariwisata dapat menjadi sebuahentertaintment, warna pilihan pada program acara pada perusahaan media massa Televisi. Tidakseluruhnya pariwisata yang ada, melainkan beberapa obyek wisata. Wisata itu antara lainMuseum Perkembangan Islam di Jawa Tengah, Taman Wisata Air Banjir Kanal Barat, sertawisata kuliner Mie Kopyok dan Jamu Jun. Keempat tema tersebut dikerjakan melalui 3 tahap,yaitu tahap pra produksi, tahap produksi, dan tahap paska produksi. Setelah melalui 3 tahaptersebut, terciptalah sebuah karya program fature yang siap untuk di publikasikan melalui mediatelevisi. Merupakan suatu kesempatan, karena saya mendapatkan ijin tayang pada media televisilokal Cakra Semarang TV. Karya ini dapat di tampilkan pada suatu spot program acara mengenaipariwisata bernama Jateng Exotic.Setelah melalui berbagai proses kerja, karya ini bertujuan untuk memperkenalkan,memberitakan, menginformasikan tempat pariwisata di Kota Semarang. Berupa tempat wisatabersejarah, tempat rekreasi, wista kuliner seperti makanan dan minuman di kota Semarang.Disuguhkan dengan kemasan atau cara penayangan yang kreatif, unik, dan menarik. KaryaBidang ini tayang pada hari Senin, 28 Januari 2013, dan Kamis 31 Januari 2013 di CakraSemarang TV.Kata Kunci : Program Televisi, Feature, PariwisataFEATURES PROGRAM OF SEMARANG CITY TOURISMABSTRACTThe role of communication in tourism, which is in the process of marketing the tourismproducts in order to attract the attention of customers to use the product tour. In conductingmarketing activities, of course, a communicator will use the technology or media to conductmarketing activities. For example, through the medium of television with the show or broadcastprograms, advertising, etc., relating to tourism. As one form of media television program, theProgram Feature. Feature Program is a program that addresses a topic, a theme, expressedthrough a variety of complementary view, parse, highlights critical, and served with a variety offormats.Communication is needed in promoting tourism. Where the communication must have atleast 3 elements that a communication can take place properly. 3 elements that must exist in acommunication activities are: the communicator as a conduit of information, the messagedelivered and the communicant as recipient. In addition to these three elements, there must be atool as its medium of its message to the communicant communicator.In this work creates a Program Feature with audio-visual format on television, with thetheme of Tourism of Semarang. Presented with the packaging or how your creative, unique, andinteresting, tourism can become an entertaintment, color choices on the event program ontelevision media company. Not entirely of tourism, but some of the attractions. Tourism, amongothers, the Museum of Islamic Development in Central Java, Water Park of West Flood Canal, aswell as culinary tours Mie Kopyok and Jamu Jun. The four themes are carried through 3 stages:pre-production phase, the production phase, and the post-production stage. After going throughthe third phase, creating a work program fature are ready to publish in the medium of television.It is an opportunity, as I get permission aired on local television media Chakra Semarang TV.This work can be displayed at a spot on the tourism program named Jateng Exotic.After going through various processes work, this paper aims to introduce, proclaim,inform tourism spot in Semarang. Form of historical attractions, recreation, culinary wista suchas food and beverages in the city of Semarang. Presented with the packaging or how yourcreative, unique, and interesting. The field work of the day aired on Monday, January 28, 2013,and Thursday, January 31, 2013 in Semarang Cakra TV.Keywords: Television Program, Featured, TourismBAB IPENDAHULUANLatar BelakangPeran komunikasi dalam pariwisata, sebagai proses memasarkan produk wisata agardapat menarik perhatian pelanggan untuk menggunakan produk wisata. Dalam melakukankegiatan pemasaran, tentunya seorang komunikator akan menggunakan teknologi atau mediauntuk melakukan kegiatan pemasaran. Misalnya saja melalui media televisi denganmenampilkan atau menayangkan program acara, iklan, dll, yang berhubungan dengankepariwisataan.Informasi dan promosi sangat berkaitan dengan pariwisata, karena pariwisata butuh suatupromosi guna lebih mempopulerkan kelanjutan pariwisata tersebut, disamping itu masyarakatjuga butuh suatu media untuk dapat mengetahui segala bentuk perkembangan pariwisata budayayang ada, oleh karena itu dibuatlah karya program feature pariwisata sebagai salah satu mediayang dapat menjadi suatu wadah yang begitu baik dalam menampilkan segala bentuk programpariwisata budaya. Program ini nanti dapat menunjukkan sebagai acara terstruktur mengenaipariwisata budaya yang memberikan informasi mengenai tempat tujuan wisata kegiatan-kegiatanwisata dan masih banyak yang lainnya dalam program pariwisata budaya. Dengan tampailanyang apik sehingga pemirsa dapat menikmati suguhan acara tersebut dengan nyaman, karenalewat tayangan ini pemirsa ataupun masyarakat dapat lebih paham dan menghargai pariwisatadan budaya di daerah mereka.Selain itu dengan adanya program pariwisata pada televisi ini, media televisi dapatmenjadikan program tersebut sebagai ragam warna program acara pada layar kaca televisimasyarakat. Adanya acara program pariwisata yang di kemas secara apik dan menarik penonton,dapat menjadikan sumber keungan bagi para awak media telvisi swasta khususnya. Karena acarayang menarik dengan rating yang tinggi dapat di jual kepada para pengiklan.Perumusan MasalahBerbagai kendala seperti biaya dan belum adanya minat media untuk mengangkat potensiyang ada pun menghambat berlangsungnya eksistensi potensi tersebut di mata masyarakat.Belum adanya atau kurangnya suatu pemberitaan yang menginformasikan suatu tempat wisata,sejarah, budaya, membuat kurang atau ketidaktahuan masyarakat akan ketertarikan terhadappotensi tersebut. Kurang nya pemberitaan melalui media massa yang ada. Sehingga kurangdikenal atau bahkan tidak dikenal banyak oleh masyarakat. Karena kurang nya publikasimengenai pariwisata di kota Semarang sendiri, mempengaruhi eksistensi produk wisata terhadappara wisatawan.Pada media televisi khusus nya televisi lokal. Program acara sangatlah menentukankualitas dan eksistensi media dalam suatu kariernya. Sehingga adanya media televisi yangmemiliki program acara yang sekiranya kurang baik bagi dampak ataupun manfaatnya, dapatmerefisi ulang program yang ada. Atau adanya perkembangan inovasi program dengan programfeature pariwisata sebagai salah satu pilihan ragam program acara yang dapat di tampilkan.Berdasarkan hal diatas muncul pertanyaan, apakah produksi program feature pariwisatadapat menjadi salah satu ragam acara pada televisi dan dapat menjadi sebuah media promosiyang berguna bagiperkembangan pariwisata di kota Semarang?.TujuanTujuan yang akan dicapai dari pembuatan program feature pariwisata ini adalah untukmemperkenalkan, memberitakan, menginformasikan tempat pariwisata di Kota Semarang.Berupa tempat wisata bersejarah, tempat rekreasi, makanan dan minuman khas kota Semarang.Obyek Peliputan1. Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah2. Normalisasi Banjirkanal Barat - Bendung Simongan, Cagar Budaya yang Terlupakan3. Mie Kopyok Pak Dhuwur4. Jamu Jun Khas SemarangKontribusi Karya1. Memberikan informasi dan gambaran tentang pariwisata, tempat bersejarah, hiburan,budaya, dan kuliner.2. Dalam program feature televisi ini nantinya akan mengungkapkan informasi ataupengetahuan mengenai tempat pariwisata bersejarah Museum Perkembangan IslamJawa Tengah, Cagar Budaya Bendung Simongan, Mie Kopyok Pak Dhuwur dan JamuJun yang merupakan makanan dan minuman khas dari kota Semarang. Sehingga haltersebut di harapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola tempat-tempat berpotensiseperti tempat wisata, sejarah, dan budaya untuk tetap terus dilestarikan.3. Menjadikan referensi bagi masyarakat untuk mengetahui dan menjadi salah satu tempattujuan untuk memperoleh hiburan ataupun pengetahuan.TeoriSebuah konsep dari perencanaan komunikasi pemasaran yang memperkenalkan nilaitambah dari rencana komprehensif yang mengevaluasi peran strategis dari berbagai disiplinkomunikasi misalnya periklanan umum, respon langsung, sales promotion, dan PR.Mengombinasikan disiplin-disiplin ini untuk memberikan kejelasan, konsistensi dan dampakkomunikasi yang maksimal. Merupakan IMC (Integrated Marketing Communication). Integratedmarketing communication adalah bagian dari kegiatan marketing yang timbul dikarenakankebutuhan dari produk (Program Feature Pariwisata Kota Semarang) untuk mengkomunikasikandiri kepada target audience atau konsumennya. Suatu produk diciptakan atau diproduksi dengansuatu tujuan marketing yaitu umumnya produk laku dipasaran. Menurut Jerome Mc Carthy(1964) bahwa ada 4 elemen penentu keberhasilan produk di pasar, yaitu dikenal dengan teori 4 P(Product, Price, Place & Promotion).Dalam usaha mencapai tujuan ini salah satu usaha yangdilakukan bahwa Program Feature Pariwisata Kota Semarang tersebut harus dikenal olehkonsumennya. Kegiatan berkomunikasi ini masuk dalam salah satu elemen 4P dalam teori McCarthy yaitu bagian promotion.Format KaryaProgram feature merupakan suatu sajian laporan berupa fakta dan kejadian yang memilikinilai berita (unusual, factual, esensial) dan disiarkan melalui media secara periodik. Suatuprogram acara yang akan di tampilkan pada layar kaca masyarakat, terlebih dahulu terdapatadanya penataan segmen per-segmen di mana merupakan beberapa susunan point yang akan ditampilkan menurut urutannya.Produksi berita feature pariwisata ini memiliki segmen audience sebagai berikut:1. Berada di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya, karena tempat pariwisata yang akan diangkat terdapat di wilayah tersebut.2. Wisatawan dan para pelaku dalam Pariwisata yang berhubungan dengan hal-halpariwisata di kota Semarang.3. Setiap pemirsa atau penonton yang memiliki pikiran terbuka, gemar dan memilikiperhatian terhadap hal-hal yang terkait dengan Pariwisata.BAB IICAKRA SEMARANG TV DAN PROGRAM JATENG EXOTICCakra Semarang TelevisiCakra Semarang TV didirikan 9 Mei 2005 dengan maksud sebagai media bagimasyarakat untuk mengekspresikan jati diri kearifan lokal masyarakat semarang khususnya danJawa Tengah pada umumnya, dengan ciri utama dari, oleh, dan untuk kekhasan budaya dan adatSemarang. Kehadiran Cakra Semarang TV diharapkan mampu untuk selalu menumbuhkansemangat masyarakat Semarang untuk mengenali secara lebih lengkap kekayaan kebudayaannya.Dengan semakin mengenal budaya warisan nenek moyang yang telah menjadi keutuhankehidupan sehari-hari, masyarakat Semarang diharapkan mampu menumbuhkan rasa semakincinta dan menghormati serta mengekspresikan dan melestarikan kebudayaannya. Rasa cinta danpenghargaan yang tinggi terhadap nilai budaya, diyakini mampu menjadi spirit bagi masyarakatdalam menjalani sosial masyarakat secara baik dan benar.CAKRA SEMARANG TV tampil dan hadir dengan visi mewujudkan masyarakat yangsejahtera dan harmonis, yakni sebuah cita-cita ideal yang dinamis terjaga identitas, ruang sertaproses budaya Jawa Tengah. Untuk menjaga kebudayaan Jawa Tengah, Cakra Semarang TVmewujudkan visi tersebut itu kedalam Misi dan langkah-langkah Strategis sebagi berikut :Cakra Semarang TV, merupakan Media Informasi, pendidikan dan hiburan yang dapat dijadikansebagai sumber inspirasi, pembangkit semangat serta pencerahan masyarakat Jawa Tengah.Menjadi media yang membangun semangat demokratisasi dan pemberdayaan politik rakyat JawaTengah. Media Informasi dalam bidang perekonomian dan perdagangan bagi para pelaku sectorekonomi Jawa Tengah. Media komunikasi dan tukar informasi antar pemerintah, tokohmasyarakat, politusi, dan rakyat Jawa Tengah. Memberi ruang bagi upaya penggalian nilai-nilaiwarisan leluhur yang masih relevan untuk menjawab tantangan globalisasi.Program Jateng ExoticSetelah beberapa tahun tidak ada acara mengenai wisata pada Cakra Semarang Tv, makapada tahun 2012 awal melalui adanya ide dan gagasan terbentuklah acara “Jateng Exotic”. Tepatnya pada bulan Juni 2012 Program Jateng Exotic itu terbentuk. Jateng Exotic, berupa programacara wisata Human Interest mengenai kuliner, budaya, entertaintment, dan pariwisata itusendiri. Diberi nama Jateng Exotic, karena obyek liputan-nya meliputi wilayah Semarang danJawa Tengah dan Exotic yang berarti eksotis. Sehingga acara ini bertujuan menampilkan Wisatadi Jawa Tengah dengan menarik dan menawan, memperlihatkan betapa eksotisnya Wisata diJawa Tengah. Jateng Exotic pada Cakra Semarang TV merupakan Program Feature televisilokal kota Semarang yang menampilkan Program liputan berbagai perjalanan atau informasimengenai Pariwisata, Budaya, Kuliner, Entertainment serta Sosial, yang ada di wilayah JawaTengah.Memiliki tema acara fokus terhadap liputan dokumenter mengenai wisata dalam lingkupSemarang-Jawa Tengah. Acara Jateng Exotic memiliki tujuan sebagai suatu program acaratelevisi lokal Semarang yang dapat menjadi hiburan, pengetahuan, dan panduan wisata bagi parapemirsanya. Yaitu dengan menginformasikan berita, menggali, mengangkat potensi budaya lokalyang ada, kearifan masyarakat (kegiatan adat, acara tahunan, dll) yang ada di Semarang-JawaTengah. Sajiannya pun berupa berita feature mencakup lokasi atau tempat bersejarah, tempatwisata, rekreasi, kuliner, edukasi, bisnis, entertainment, keunikan, dll.BAB IIIPELAKSANAANTahap Pra ProduksiPada pembuatan program feature pariwisata kota Semarang ini, produser sebagai SingleFighter (bekerja sendiri) tentunya menyiapkan diri dengan memaksimalkan kemampuanterhadap kegiatan lainnya dan produser itu sendiri. Namun dalam pelaksanaannya, tetapdibutuhkan bantuan kru tambahan yang berjumlah dua orang dari media partner (CakraSemarang Tv). Yaitu dalam tahap produksi seperti kameramen ke-2 dan kameramen saatproduser juga merangkap sebagai presenter. Selain itu produser juga yang mengupayakanperijinan tempat atau lokasi liputan, perijinan untuk wawancara, pengambilan gambar presenter,serta tempat proses paska produksi.Mendapatkan Media partner atau media relation adalah tugas dari MarketingCommunication. Setelahnya produser berkoordinasi dengan produser eksekutif. Produsereksekutif dalam karya ini adalah pihak produser program acara “Jateng Exotic” pada CakraSemarang TV, sebagai media relation atau mitra penyiaran karya bidang saya ini. Adapunnegosiasi yang dilakukan oleh Marcomm atau produser dengan produser eksekutif, dimanaproduser eksekutif memberikan saran-saran , seperti lokasi atau tema yang sesuai dengan pihakmedia, narasumber, bagaimana proses produksi sebaiknya, dan bagaimana hasil akhir karyanantinya. Mengenai proses produksi dan paska produksi, produser lah yang bertugas mengaturjalannya proses-proses tersebut. Yaitu mengaturnya dengan membuat Rundown atau Susunankegiatan yang akan dilaksanakan. Dapat berupa Rundown Acara keseluruhan, Rundown Sheetsaat proses produksi, dan Editing Script saat proses paska produksi atau editing.Beberapa langkah yang dilakukan reporter atau presenter saat pada tahap pra produksi ini,yaitu. Mengetahui ide atau tema acara yang akan di produksi, maka reporter pada pra produksimemiliki tugas mempersiapkan diri untuk proses peliputan nantinya. Persiapan yang dilakukanantara lain yaitu mencari petunjuk atau gambaran mengenai lokasi, narasumber, situasi, dan lainsebagainya yang akan menjadi obyek liputan. Proses ini bertujuan untuk mempersiapkan reporterpada waktu produksi.Mempersiapkan naskah, memberikan gambaran awal informasi apa saja yang akan dandapat diberitakan. Selain itu naskah awal sebelum nantinya melalui revisi setelah proses liputanatau produksi berlangsung, naskah ini merupakan acuan / panduan dalam menggali lebih lanjutinformasi nantinya. Karena setelah liputan atau proses eksekusi produksi berlangsung, naskahpasti ada perubahan, seperti data yang tidak sesuai atau salah, dan penambahan informasi datapenting lainnya yang belum tertulis.Tahap ProduksiPada karya ini reporter atau presenter memiliki tugas yang sama, dimana produser jugamerangkap sebagai reporter ataupun presenter. Reporter juga sebagai presenter, dalam tahapproduksi, reporter bekerjasama dengan kameramen untuk melakukan tugasnya. Yaitu sebagaipresenter, membuka - menutup acara, dan melakukan wawancara dengan narasumber. Adapunperimbangan yang dilakukan, antaralain penyampaian presenter, menyesuaikan kondisi dansituasi lapangan, dan bagaimana berinteraksi dengan narasumber.Selain menjalankan tugas-tugas produser sebagaimana mestinya, produser juga memilikitugas sebagai pengarah produksi. Pengarah produksi yaitu bertugas pada saat pengambilangambar-gambar sesuai naskah, wawancara, dan terutama pada saat pengambilan gambarpresenter.Proses pengambilan gambar (Take Gambar) pada produksi program ini merupakan tukasseorang Kameramen. Kameramen bertugas mengoperasikan kamera selama produksiberlangsung. Terdapat dua Kameramen pada proses produksi ini, yaitu saya sendiri yangmerangkap sebagai kameramen ke-2, dan dibantu oleh saudara Heru Prasetyo sebagaikameramen pertama dari media relation Cakra Semarang Tv.Pada proses produksi, karena terdapat dua Kameramen, maka ada dua kamera yangdigunakan. Kamera pertama yaitu menggunakan kamera Panasonic Full HD 1920x1080 HDCMDH1yang dipegang atau dioperasikan oleh Heru Prasetyo. Dan kamera kedua, adalah kameraprosumer Fuji Film Finepix S2980 yang dioperasikan oleh saya sendiri. Kedua kameramensaling berkoordinasi terkait gambar yang akan diambil. Adapun tugas-tugas tersendiri bagi keduakameramen, kamera pertama bertugas mengambil gambar umum obyek dan pengambilangambar presenter. Kameramen kedua, mencari gambar umum atau gambar penunjang sebagaistok gambar editing.Tahap Paska ProduksiMemasuki pada tahapan paska produksi, merupakan tahap penyelesaian akhir, dimanadilakukan penyempurnaan dari proses produksi yang telah dilakukan. Proses ending dariproduksi program feature ini, diantara nya adalah kegiatan pada tahap penyempurnaan naskah,voice over, converting video, editing video dan audio serta evaluasi. Hasil akhir produksi ininantinya harus layak dan pantas untuk di tayangkan atau disiarkan pada televisi.Pada tahap pra produksi, reporter telah menyusun naskah awal atau naskah bayangansebagai gambaran saat proses produksi. Maka setelah proses produksi, naskah tersebut dapat disempurnakan dan pada tahapan paska produksi inilah naskah di sempurnakan. Banyak data baruyang di peroleh setelah proses produksi, dan data-data yang kurang valid pun segera di gantidengan data yang benar. Sehingga naskah yang di buat berdasarkan sumber obyek peliputanyang ada, bukan dari sumber-sumber yang kurang kompeten.Merupakan produk media visual dan audio lah program feature pariwisata ini. Sehinggauntuk memperjelas visualisasi yang telah di liput, maka di perlukan audio untuk melengkapinya.Selain backsoud dan atmosfer audio asli video liputan, maka terdapat penjelasan bahasa suaraberupa kalimat penjelas. Proses inilah yang di namakan Voice Over (mengisi suara). Seseorangmembacakan naskah yang telah siap, dan hasilnya di sertakan dalam proses editing nantinyasebagai pelengkap dan penjelas gambar visual yang ada. Proses Voice Over saya meminjam dandi lakukan di kantor Cakra Semarang Tv, karena pada tempat tersebut terdapat sarana yangmemadahi untuk melaksanakan proses tersebut.Diawali dengan proses Capturing pemindahan gambar dari kamera ke hardis padakomputer. Gambar yang di ambil oleh kameramen pertama dengan kamera Panasonic Full HDmasih berformat mts, dan berupa frame per frame (sepenggal-sepenggal). Dan pada prosesediting, software yang di gunakan ada “Adobe Premiere Pro CS3”. Software tersebut tidaksuport dengan file video yang berformat MTS, sehingga perlu di lakukan Converting video.Proses editing pertama adalah menempatkan bumper program Jateng Exotic pada awalpenayangan. Setelah itu mempersiapkan voice over dengan jeda dan segmen-segmen yang ditentukan sesuai dengan naskah yang ada. Voice over siap, lalu menyiapkan gambar presenter danwawancara yang akan di pergunakan. Menempatkan opening presenter pada awal, wawancarasesuai susunan pada naskah, dan closing presenter pada akhir. Setelahnya merangkai ataumenyesuaikan gambar pendukung dengan voice over yang ada. Ditambahkan backsound musiksesuai tema, bertujuan untuk menarik kemasan program, memperindah audio, dan menguranginoise. Adapula pemberian Title Deco berupa judul segmen, nama presenter, dan namaketerangannarasumber pada wawancara. Setelah semuanya tertata dengan benar dan baik, padaakhir di beri dengan bumper penutup acara Jateng Exotic. Tidak lupa di berikan beberapa efek,seperti efek transisi video (perubahan gambar), dan efek audio (pada perubahan suara).Terdapat empat segmen atau tema pada produksi program ini. Yaitu Museumperkembangan Islam di Jawa Tengah, Taman wisata air Banjir Kanal Barat, Mie KopyokSemarang, dan Jamu Jun yang berkhasiat. Keempat tema tersebut melalui proses editing yangsama seperti proses editing yang di jelaskan di atas. Untuk lama proses pengerjaan, setiapsegmen nya antara kurang lebih 3 hingga 4 hari. Sehingga untuk 4 segmen kurang lebih 2minggu pengerjaan. Saat proses editing, ada pembicaraan dan masukan dengan produsereksekutif, tentang bagaimana sebaiknya proses editing agar sesuai dengan program Jateng Exoticdan mendapatkan hasil edit yang baik.Setelah proses editing selesai. Terdapat 4 Squence yang merupakan 4 segmen untuk dapatdi Rendering dan kemudian di Export ke hasil jadi berupa Video berformat AVI. Dan setelahnyadapat di evaluasi oleh pihak Cakra Semarang TV (produser eksekutif, Mas Rudy Setyawan) danpihak kampus (Dosen Pembimbing, Mbak Nurul Hasfi dan Mas Djoko Setyabudi). Dari hasilevaluasi tersebut di peroleh beberapa masukan untuk di revisi agar hasil jadi lebih baik.Memperoleh hasil yang maksimal dengan pendapat dari kalangan yang berkompeten, maka hasiljadi dari proses produksi program feature pariwisata ini dapat di kirim atau di berikan ke pihakCakra Semarang Tv, dan siap untuk di tayangkan.Segmen pertama mengenai Museum Perkembangan Islam di Jawa Tengah, segmen keduaTaman Wisata Air Banjir Kanal Barat, dan Segmen ketiga Mie Kopyok Semarang. ketigasegmen tersebut dapat tayang bersamaan dalam satu episode Jateng Exotic dengan dua kali jedaiklan pada Hari Kamis tanggal 31 Januari 2013 pukul 10.00 hingga 10.30 WIB. Sedangkansegmen keempat terlebih dahulu tayang bersamaan dengan di antara 2 episode dari segmenJateng Exotic yang sudah ada, di taruh pada segmen kedua dengan dua kali jeda iklan. Tayangpada hari Senin tanggal 28 Januari 2013 pukul 10.00 hingga 10.30 WIB.BAB IVPENUTUPKarya yang telah disusun ini merupakan suatu kegiatan produksi Program FeatureTelevisi, mengenai pariwisata, khususnya di Kota Semarang. Dengan konsep program feature,terdapat empat tema mengenai Wisata di Kota Semarang. Tema program feature ini antara lain,Pertama merupakan Wisata bersejarah yaitu Museum Perkembangan Islam di Jawa Tengah yangberada di Menara Al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah Semarang. Kedua merupakan tempatrekreasi, yaitu Taman Wisata Air yang Berada di kawasan sungai Banjir Kanal Barat. Ketiga dankeempat, merupakan wisata kuliner, Mie Kopyok Semarang (Mie Kopyok Pak Dhuwur) danminuman yang berkhasiat Jamu Jun.Dari karya yang telah selesai di produksi ini, muncul beberapa kesimpulan. Antara lainsebagai berikut:1. Pengetahuan terhadap Wisata Kota SemarangKarya ini bertujuan untuk memperkenalkan, memberitakan, menginformasikan tempatpariwisata di Kota Semarang. Berupa tempat wisata bersejarah, tempat rekreasi, wisatakuliner seperti makanan dan minuman di kota Semarang.2. Pengenalan pariwisata merupakan bagian dari media televisiDisuguhkan dengan kemasan atau cara penayangan yang kreatif, unik, dan menarik,pariwisata dapat menjadi sebuah entertaintment, warna pilihan pada program acara padaperusahaan media massa Televisi.3. Program feature pariwisata pada media televisiMedia televisi merupakan salah satu media terpopuler di masyarakat. Sehingga dengan disajikannya program feature ini, warga Semarang khususnya dapat mengetahui atau lebihmengetahui empat tema pariwisata pada karya ini, yaitu mengenai MuseumPerkembangan Islam, Sungai Banjir Kanal Barat, Mie Kopyok, dan Jamu Jun Semarang.DAFTAR PUSTAKABukuBurton, Grame. (2007). “Membincangkan Televisi: Sebuah Pengantar Kepada KajianTelevisi”. Edisi Indonesia, Yogyakarta, Jalasutra, hlm.Darwanto. (2007). Televisi sebagai Media Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Belajar.Fisher, B. Aubrey, (1986). Teori-teori Komunikasi. Penyunting: Jalaluddin Rakhmat,Ishwara, Luwi. (2007). Catatan-catatan Jurnalisme Dasar (3th ed.). Jakarta: Penerbit BukuKompas.Karyono, A. Hari. (1997) “Kepariwisataan”. Jakarta, Grasindo, hlm.Kovach, Bill., dan Rosenstiel, Tom. (2006). Sembilan Elemen Jurnalisme. Jakarta: YayasanPantau.Kusumaningrat, Hikmat., dan Kusumaningrat, Purnama. (2005). Jurnalistik: Teori danPraktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.Kuswandi, Wawan. (1996). Komunikasi Massa : Sebuah Analisis Media Televisi. Jakarta:Rineka Cipta.McQuail, Dennis. (1996). Teori Komunikasi Massa. Jakarta : Erlangga.Mulyana, Deddy. (2008). Komunikasi Massa, Kontroversi, Teori dan Aplikasi. Bandung :Widya Padjajaran.LP3ES.Mulyana, Deddy. (2008). Komunikasi Massa. Bandung : Widya Padjajaran.Ruslan, Rosady. (2008). Manajemen Public Relations & Media Komunikasi. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.Santana.K, Septiawan. (2005). Jurnalisme Kontemporer. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.Subroto, Darwanto. S. (1994). Produksi Acara Televisi. Yogyakarta: Duta WacanaUniversity Press.Sutisna. (2001). Perilaku Konsumen dan Komunikasi Perusahaanan. PT. RemajaRosdakarya. Bandung.Vivian, John. (2008). Teori Komunikasi Massa (8th ed.). Jakarta: Kencana.Wibowo, Fred. (1997). Dasar-dasar Produksi Program Televisi. Jakarta: Grasindo.Penerjemah: Soejono Trimo. Bandung: Remaja Rosdakarya.InternetDiakses pada 05-09-2012http://blog.tp.ac.id/format-acara-televisihttp://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/02/18/177579/VJT-2013-Prioritaskan-Promosi-PariwisataDiakses pada 27-09-2012http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/02/06/50564/Jamu-Jun-Nikmat-dan-Berkhasiathttp://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=185827http://id.shvoong.com/society-and-news/environment/2148966-bendung-simongan-cagarbudaya-yang/#ixzz2CJUIDPekhttp://www.indonesiakaya.com/see/read/2012/10/18/1133/20009/1/Merasakan-Jejak-Islamdi-Museum-Perkembangan-IslamDiakses pada 15-10-2012http://eprints.undip.ac.id/29120/1/SUMMARY_PENELITIAN_Kusuma_Ratna_Putri.pdfhttp://www.isi-dps.ac.id/berita/televisi-sebagai-konstruksi-realita-bagian-iihttp://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/kuliner/2011/01/10/140/Mie-Kopyok-Pak-Dhuwur-Jalan-Tanjung-SemarangDiakses pada 10-12-2012http://cchasagala.blogspot.com/2011/02/komunikasi-pariwisata-dikaitkan-dengan.htmlhttp://analisispublicrelations.wordpress.com/category/komunikasi-pariwisata/Diakses pada 05-02-2013http://wsmulyana.wordpress.com/2008/12/16/69/http://cakrasemarang.tv/
Strategic Communication Museum Kereta Api Ambarawa sebagai Project Manager Mohammad Akbar Rizal Hamidi; M Bayu Widagdo; Djoko Setyabudi; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.872 KB)

Abstract

Tugas akhir berupa karya bidang ini dilatarbelakangi oleh sangat potensialnyamuseum kereta api Ambarawa sebagai rancangan museum kereta apiInternasional, akan tetapi kurangnya promosi museum membuat museum jarangdikenal oleh masyarakat dan belum banyak dikunjungi. Terbukti dari riset yangtelah dilaksanakan, diperoleh angka brand knowledge informan terhadap museumKA sebesar 58% yang menunjukan bahwa orang belum tahu museum kereta apiAmbarawa, dimana letaknya dan apa saja barang yang dikoleksi disana.Sedangkan tingkat afeksi menunjukan angka 37%, hal ini menunjukan bahwaorang masih belum mau mencari tahu informasi tentang museum KA Ambarawaitu sendiri. Sedangkan hal behavior berupa tingkat kunjungan masihlah berada dirata-rata kunjungan sebesar 600 orang per hari.Tujuan dari diadakannya Strategic Communication Museum Kereta ApiAmbarawa ini adalah mempromosikan Museum Kereta Api Ambarawa gunameningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat untuk berkunjung ke museumKereta Ambarawa. Selain itu karya bidang ini juga bertujuan untuk meningkatkanafeksi, kognisi dan juga behavior pengunjung maupun calon pengunjung museumkereta api Ambarawa.Pada 1 bulan pelaksanaan di bulan Mei 2015, kegiatan berhasil mendapatkanpeningkatan pengunjung yang signifikan di bulan Mei dengan total kunjungan21.514 orang (dewasa) dan 9.272 orang (anak-anak). Rata-rata di bulan Meimenunjukan angka 993 orang per hari. Jika dikatergorikan berdasarkan kunjunganweekend dan weekdays, pada weekdays menunjukan angka rata-rata 623 orang danpada weekend menunjukan angka rata-rata 1.769 orang. Aspek kognisitentangpengetahuan pengunjung tentang museum Kereta Api Ambarawa tentang apa,dimana letak museum, koleksi, dan juga potensi museum kereta api Ambarawadalam pelaksanaannya meningkatkhingga presentase 73% dari angka 58%.Dalamaspek afeksi didasarkan pada minat masyarakat untuk mau berkunjung keMuseum Kereta Api Ambarawa dalam pelaksanaannya meningkat dia angka 66%dari 37%.Karya bidang ini menunjukkan bahwa “Strategic CommunicationMuseum Kereta Api ambarawa ‘Sepoorheroes’ berhasil dilakukan sesuai goalsyang ditentukan.
Hubungan Citra Merek Dan Kompetensi Komunikasi Customer Service Terhadap Loyalitas Konsumen Produk Indihome Amalia Ardi, Fasya; Widowati Herieningsih, Sri
Interaksi Online Vol 6, No 3: Juli 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.602 KB)

Abstract

The development in the telecommunication industry in Indonesia is so fast, whether viewed from internet users or telecommunications service providers. The intense competition for consumer loyalty in the telecommunication industry business, especially in Semarang, is also due to the increasing number of telecommunication industry businesses emerging and entering the market area such as MyRepublic service, Biznet, Indihome, Ooredoo GIG, MNC Play Media, Biznet, First Media and Indovision . This study aims to determine the relationship between brand image and customer service communication competence to consumer loyalty Indihome products PT. Telkom Indonesia Witel Semarang. Result of research from correlation test of Kendall Tau b explains that brand image with consumer loyalty product Indihome PT. Telkom Indonesia Witel Semarang produces a value of 0.000 significance and correlation coefficient value of 0.537. This can be interpreted that both variables have a positive relationship and the closeness of the relationship between the two variables are quite strong. Meanwhile, the results of customer service communication competence with consumer loyalty Indihome products PT. Telkom Indonesia Witel Semarang produce significance value 0,003 and correlation coefficient value 0,312. This can be interpreted that there is a significant relationship between the two variables and quite tightly. With these results suggested to the company Indihome PT. Telkom Indonesia Witel Semarang further enhances the communication competencies of customer service, especially on indicators of knowledge that are still perceived as less by consumers.
PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA KOMUNIKASI UNTUK MEMPERTAHANKAN KOMITMEN ASMARA PASANGAN LONG DISTANCE RELATIONSHIP Agnesya Putri Winanda; Sri Budi Lestari; Sri Widowati Herieningsih; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.952 KB)

Abstract

ABSTRAKMenjalani hubungan jarak jauh membutuhkan strategi pengelolaan komunikasi yang baik danupaya pertahanan komitmen untuk tetap berada dalam hubungan.Rasa kesepian, menahanrindu, kurangnya kepercayan dan absennya afeksi nonverbal dapat menjadi permasalahandalam long distance relationship.Internet sebagai salah satu media alternatif komunikasipasangan LDR dianggap sebagai jawaban bagi upaya maintaining relationship.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pasangan long distancerelationship melakukan aktivitas komunikasi, penyelesaian konflik, dan mempertahankankomitmen asmaranya melalui internet.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahdeskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Konsep hyperpersonal model dan social information processing theory digunakandalam konsep CMC sebagai media pengelolaan hubungan asmara khususnya jarak jauh, danjuga konsep self disclosure dan investment model yang menjadi teori dasar terbentuknyakomitmen pasangan.Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalamkepada tiga pasang informan yang telah menjalani hubungan jarak jauh minimal enam bulan.Hasil penelitian menunjukan aktivitas komunikasi melalui internet dapatmenimbulkan kepuasan komunikasi yang diakibatkan dari terjaganya keakraban dansemangat positif dalam hubungan.Pasangan jarak jauh memanfaatkan aplikasi dan fiturinternet untuk saling berkomunikasi, bertukar foto, voicenote, bahkan videocall.Dalammenciptakan suasana komunikasi yang menyenangkan pasangan LDR menggunakanemoticon sebagai perwujudan emosi untuk menunjukan pesan yang lebih tulus. PasanganLDR menciptakan aturan berkomunikasi dalam online media seperti saling berbagipasswordaccount social media, mengontrol interaksi dengan lawan jenis, dan berbagi fotomesra dalam social media. Aturan yang diciptakan oleh pasangan LDR dapat menciptakankeamanan dan kepercayaan dalam hubungan.Kepuasan komunikasi dan kebahagianhubungan yang diciptakan melalui internet dapat mempengaruhi keputusan pasangan untuktetap berada dalam hubungan dan mempertahankan komitmen asmaranya.Kata kunci: hubungan jarak jauh, CMC, pengelolaan hubungan
The Correlation between Anti-Smoking Campaign Exposure and Significant Others Communication Intensity with the Attitude to Quit Smoking Endah Febrianti; Dra. Sri Widowati Herieningsih, MS
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.251 KB)

Abstract

This research is based on the high number of smokers in Indonesia. Despite the efforts made by the government and all parties concerned with these issues, the number of smokers in Indonesia is still increasing every year. This research aims to determine the correlation between anti-smoking campaign exposure and significant others communication intensity with the attitude to quit smoking. The theories that are used to explain the correlation in this research are the protection motivation theory and the concept of significant others. This research used a non-probability sampling with purposive sampling type, with 50 respondents. The results of Pearson correlation analysis using SPSS show that between anti-smoking campaign exposure with the attitude to quit smoking has a positive correlation. It is seen from the significant value of 0.000 or less than 0.01 and a correlation value of 0.480 which indicates a significant correlation between the two variables. While the significant others communication intensity with the attitude to quit smoking also has a positive correlation. It is seen from the significant value of 0.000 or less than 0.01, and the correlation value of 0.785, indicating a strong correlation between these two variables. Related to these results, then the government and all parties concerned with smoking problem in Indonesia are suggested to further enhance the activities related to anti-smoking campaign, for example by extending public service announcements about the dangers of smoking in the media, particularly in television as it is the most frequently accessed media by the public.
Pengaruh Terpaan Iklan Bukalapak di Televisi dan Intensitas Komunikasi Word of Mouth Terhadap Minat Bertransaksi di Bukalapak Septiani Cahyaning Tyas; Sri Widowati Herieningsih
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.092 KB)

Abstract

This research aims to determine the effect of Bukalapak advertising exposure by analyzing the intensity of word of mouth communication on the interest in making transactions in Bukalapak. Theories used are Strong Theory of Communication and Buyer information environment theory.* The sampling technique used is nonprobability sampling, conducted by accidental sampling with a sample of 60 people with the criteria as follow; men and women aged 17-35 years who lived in Semarang, had watched Bukalapak advertisements on television, had discussed in person or online about Bukalapak and have never transacted in Bukalapak. Survey are carried out using the Simple Linear Regression Test. The results showed that the significance value for the Bukalapak advertising exposure variable on television and variable word of mouth communication intensity were 0,000, which means very significant. This shows that there is an influence of Bukalapak advertising on Television (X1) toward people interest in transacting in Bukalapak (Y) by 44.9%. Also, the influence between the intensity of word of mouth communication (X2) on the interest in transacting in Bukalapak by 58.5%.
FENOMENA PERILAKU CYBERBULLYING DI DALAM JEJARING SOSIAL TWITTER Salshabila Putri Persada; Djoko Setyabudi; Turnomo Rahardjo; Nurrist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.725 KB)

Abstract

Maraknya penggunaan jejaring sosial twitter dikalangan masyarakat modern saat ini tengah sangat popular. Twitter membawa trend baru dalam masyarakat sebagai ajang untuk melakukan tindakan penindasan secara online atau yang lebih dikenal dengan sebutan cyberbullying. Pengguna twitter dengan mudah dapat melakukan cyberbullying kepada pengguna twitter lainnya, pengguna dapat memposting tulisan kejam atau mengunggah foto yang berhubungan dengan individu lain dengan tujuan mengintimidasi dan merusak nama baik seseorang. Tujuan cyberbullying dalam media twitter adalah untuk memenuhi kebutuhan dimana pada hakikatnya semua orang selalu berjuang dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokoknya dalam hal kesehatan, keamanan, pengaruh, kekuasaan dan kepuasaan hidupnya secara biologis, lahiriah maupun batiniah. Dorongan, alasan dasar dan pikiran dasar bagi seseorang merupakan sebuah penggerak untuk mau bertindak memenuhi kebutuhannya, hal inilah yang disebut sebagai motivasi, motif jika dihubungkan dengan konsumsi media berarti segala alasan dan pendorong dalam diri manusia yang menyebabkan seseorang menggunakan media.Penelitian ini bertujuan untuk memahami motivasi pelaku dalam melakukan cyberbullying dijejaring sosial twitter. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan adalah motif sosiogenis, yaitu motif cinta, motif kompetensi, dan motif harga diri dan kebutuhan untuk mencari identitas. Selain itu motif afektif juga menjadi alasan pelaku melakukan cyberbullying yaitu reduksi, peneguhan dan penonjolan. Kedua motif yang ada didukung dengan Teori Uses And Gratification dan pendekatan emosi. Pengalaman individu ini diungkapkan dengan metode fenomenologi yang mengutamakan pada pengalaman individu secara sadar dalam memaknai suatu hal. Peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam terhadap lima orang informan yang masing-masing merupakan pelaku cyberbullying di dalam jejaring sosial Twitter dan telah menggunakan jejaring sosial ini selama setahun.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jejaring sosial twitter, perilaku cyberbullying terjadi karena motivasi yang ada pada dalam diri informan, seperti motif sosiogenis dan motif afektif. Dibalik semua motif yang ada, tersimpan perasaan emosi yang dirasakan informan dan membawanya kepada perilaku cyberbullying di twitter. Emosi yang dirasakan informan seperti emosi kesal, sakit hati dan senang menciptakan motif sosiogenis dan afektif yang mendorong informan untuk melakukan perilaku cyberbullying di twitter.Key words :Twitter, cyberbullying, motif, emosi
SIKAP MEDIA ONLINE KOMPAS.COM TERHADAP PEMBERITAAN BASUKI TJAHAJA PURNAMA Adi Anggoro, Indra; Nur Suryanto Gono, M.Si, Drs. Joyo
Interaksi Online Vol 5, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.959 KB)

Abstract

Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah menjadi sorotan media massa nasional. Banyak sekali polemik yang terjadi sepanjang peristiwa ini. Berbagai media massa nasional ikut memberitakan kasus ini dengan berbagai macam sudut pandang begitu juga dengan Kompas.com. Setiap media adalah agen konstruksi realitas, mereka mengemas dan menyajikan sebuah peristiwa sesuai dengan kepentingan masing-masing. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui realitas sosial seperti apa yang ingin disajikan Kompas.com terkait pemberitaan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Analisis yang digunakan adalah analisis framing oleh Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicki. Analisis ini mempunyai empat perangkat framing yaitu Sintaksis, Skrip, Tematis dan Retoris. Sementara teori yang digunakan adalah Teori Konstruksi Sosial oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Selain itu penelitian ini juga menggunakan teori agenda setting untuk menjelaskan fenomena pemberitaan Basuki Tjahaja Purnama oleh Kompas.com ini. Hasil dari penelitian ini ialah Kompas.com cenderung memberitakan bahwa kasus dugaan penistaan agama ini hanyalah salah satu upaya untuk menjegal Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Di sisi lain terdapat juga pemberitaan mengenai banyaknya masyarakat yang masih menaruh simpati dan dukungan kepada Basuki meski ia telah ditetapkan sebagai tersangka.

Page 44 of 157 | Total Record : 1563