cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
PELECEHAN SEKSUAL: MASKULINISASI IDENTITAS PADA MAHASISWI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNDIP Lia Faiqoh; Sunarto Sunarto; Sri Widowati Herieningsih
Interaksi Online Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.477 KB)

Abstract

PELECEHAN SEKSUAL: MASKULINISASI IDENTITAS PADAMAHASISWI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNDIPAbstrakKekerasan seksual sering kali muncul di sekitar kita, terutama seringmerugikan pihak perempuan. Namun, kebanyakan korban dari kekerasan tersebutjustru tidak banyak yang melaporkannya, salah satu bentuk yang paling seringdijumpai adalah pelecehan seksual. Pelecehan seksual diartikan sebagai suatukeadaan yang tidak dapat diterima, baik secara lisan, fisik atau isyarat seksual danpernyataan-pernyataan yang bersifat menghina atau keterangan seksual yang bersifatmembedakan. Tindakan yang tidak diinginkan tersebut ternyata bukan saja terjadi diranah privat saja, melainkan sudah mengarah pada ruang publik dan dapat berasaldari orang-orang yang dikenal seperti teman-teman di lingkungan pendidikan.Fokus penelitian adalah untuk menggambarkan bagaimana maskulinisasidapat diterima oleh mahasiswi di lingkungan Teknik Elektro Undip. Selain itu, untukmenjelaskan bentuk dan dampak pelecehan seksual yang terdapat dalam sebuahmaskulinisasi tersebut, dan ideologi yang digunakan di balik dominasinya.Penelitian kualitatif ini menggunakan paradigma kritis, dengan tipe penelitiandeskriptif. Manakala metode penelitiannya menggnakan Studi Kasus yang mengacupada Yin (2006). Data diperoleh dari observasi langsung di lapangan dan wawancarainforman secara mendalam terhadap tiga informan yaitu mahasiswi Teknik ElektroUndip, dengan menggunakan Teknik Snowball Sampling. Teori utama penelitian iniadalah Muted Group Theory dari Cheris Kramarae.Hasil penelitian menggambarkan bagaimana pelecehan seksual dapat diterimadikalangan perempuan dalam sebuah dominasi kelompok, berkat hegemoni kelompokyang membuatnya semakin tersamar. Bentuk pelecehan yang dialami merekacenderung mengarah pada hostile environment, di mana berdampak terhadap keadaanpsikologis, berupa lontaran komentar-komentar maupun julukan seksis yangmendeskripsikan keadaan fisik mereka. Ideologi di balik dominasi mereka adalahPatriarki yang telah melebur dengan nilai-nilai di lingkungannya, sehinggamenjadikan suatu “kebiasaan laki-laki”, salah satunya pelecehan seksual yang telahdijadikan keadaan normal di kalangan perempuan.Kata kunci : Pelecehan Seksual, Dominasi, MaskulinisasiSEXUAL HARASSMENT: MASCULINIZATION OF FEMALE STUDENTIDENTITY ON ELECTRICAL ENGINEERING MAJOR OF DIPONEGOROUNIVERSITYAbstractSexual violence often appear around us, especially the often detrimental towomen. However, most of the violence victims didn’t make reports on it, one of themost common sexual violence is sexual harassment. Sexual harassment is defined asa situation that is unacceptable, whether verbal, physical or sexual cues andstatements that are sexually derogatory or discriminatory statements. The unwantedactions are apparently not only occur in the private sphere, but has led to the publicand can be derived from known people like friends in the educational environment.The focus of the research is to describe how the masculinization may beaccepted by the student in the Electrical Engineering Diponegoro University.Moreover, to explain the shape and impact of sexual harassment contained in a themasculinization, and ideology are used behind its dominance.This qualitative study using a critical paradigm, the descriptive type. Whereasthe research method is using the case study which refers to Yin (2006). Data obtainedfrom direct field observations and in-depth informant interviews to three informantsof the Electrical Engineering Diponegoro University students, by using the SnowballSampling technique. The main theory of this study is Muted Group Theory of CherisKramarae.The result of the research illustrates how sexual harassment is acceptableamong women in a group of domination, through to the hegemony group that make itmore subtle. The form of harassment experienced by women tends to lead to a hostileenvironment, where the impact on the psychological state, a burst of comments andsexist epithets describing their physical state. The ideology behind their dominance isPatriarchy which has merged with the values in the environment, making a "habit ofmen", one of which sexual abuse has become a normal state among women.Keywords: Sexual harassment, Domination, MasculinizationPendahuluanAkhir-akhir ini, pemberitaan mengenai kekerasan semakin marak diberitakan dimedia-media, baik cetak maupun elektronik. Bahkan tidak jarang media itu sendirijuga turut menjadi pelaku dari kekerasan. Di sini, kekerasan yang dimaksud tidakmelulu berkaitan dengan tindakan tembakan, pukulan atau dengan tetesan darah.Kekerasan adalah suatu penyerangan yang berakibat menyakiti seseorang, baikberupa verbal maupun non-verbal, dan dilakukan secara langsung maupun tidaklangsung. Jenis-jenis kekerasan juga dapat dilihat dari berbagai aspek, salah satu yangsering menjadi sorotan adalah Kekerasan Berbasis Gender (KBG).Dalam sebuah seminar berjudul “Gender-Based Violence In A RomanticRelationship” (Anonim, 2012), Murnizam Halik PH.D, seorang Dekan Psikologi diUniversitas Malaysia Sabah (UMS) sekaligus narasumber seminar, mengungkapkanGender Based Violence atau Kekerasan Berbasis Gender merupakan serangkaianpenganiayaan yang dilakukan terhadap perempuan, yang berakar dari ketidaksetaraangender dan rendahnya status perempuan dibandingkan laki-laki. KBG dapat terjadi dimanapun, dari ruang privat hingga ruang publik, yang nyata diketahui banyak orang.Selain itu, KBG dapat dilakukan dalam berbagai bentuk: kekerasan fisik, kekerasanpsikis dan kekerasan seksual. Akan tetapi, pembahasan dalam penelitian ini akanmengarahkan pembaca pada kekerasan dalam bentuk seksual, yang mana salahsatunya menyangkut pelecehan seksual. Sexual harassment atau pelecehan seksualsering kali terjadi disekitar kita, dengan atau tanpa disadari.Pelecehan seksual diartikan sebagai suatu keadaan yang tidak dapat diterima,baik secara lisan, fisik atau isyarat seksual dan pernyataan-pernyataan yang bersifatmenghina atau keterangan seksual yang bersifat membedakan, di mana membuatseseorang merasa terancam, dipermalukan, dibodohi, dilecehkan dan dilemahkankondisi keamanannya. Pada dasarnya, pelaku pelecehan dapat dilakukan oleh lakilakidan perempuan; baik laki-laki terhadap perempuan, perempuan terhadapperempuan, bahkan antar sejenis yaitu laki-laki terhadap laki-laki dan perempuanterhadap perempuan. Bentuknya dapat berupa verbal dan non-verbal, dan dapatdijumpai di manapun, kapanpun, kepada siapapun dan oleh siapapun, tanpa mengenalstatus atau pangkat. Richmond dan Abbott (1992:329) menyatakan, bahwa hanyasekitar satu per sepuluh kasus-kasus pelecehan seksual sesama jenis yang diberitakan.Pelecehan seksual sesama jenis biasanya dilakukan oleh pasangan homoseksual, atauseseorang yang mengidap kelainan seksual. Meski demikian, tidak dapat dipungkiribahwa pada kenyataannya perempuan sering menjadi korban kekerasan maupunpelecehan seksual oleh laki-laki, sehingga setiap harinya bahkan setiap saatperempuan harus merasa berwaspada terhadap serangan-serangan yang akanmenimpanya.Menurut data WHO 2006 (dalam artikel Kinasih, 2007:11), ditemukan adanyaseorang perempuan dilecehkan, diperkosa dan dipukuli setiap hari di seluruh dunia.Paling tidak setengah dari penduduk dunia berjenis kelamin perempuan telahmengalami kekerasan secara fisik. Bahkan, pelecehan ini telah terjadi di tempattempatumum dan tanpa disadari (oleh korban pelecehan). Misalnya, kasus pelecehanmenjadi mimpi buruk (terror) bagi kaum hawa, terutama di Ibu Kota, Jakarta.Berdasarkan sumber okezone.com, (wirakusuma, 2011) perempuan yang menaikijasa mobil angkutan kota di malam hari akan merasakan takut yang berlebih sehinggamereka harus menyamarkan penampilan mereka seperti seorang laki-laki. Seorangkaryawati asal Ciputat, bernama Tungga Pawestri (30) mengaku harus pulang kantorpada malam hari (di atas pukul 22.00 WIB). Sebelum menaiki angkot tersebut,Tungga harus memakai jaket tebal dan topi agar tampak seperti laki-laki, agar dapatterlepas dari tindak pelecehan seksual di angkot.Sebuah survei “YouGov” yang dilakukan oleh End Violence Against WomenCoalition (Evaw) juga memperkuat kenyataan tersebut, yaitu sebanyak 43 persen dari1.047 wanita berusia 18 – 34 tahun (yang disurvei) mengalami pelecehan seksual ditempat-tempat umum pada tahun 2011 (Anonim, 2012). Di Indonesia sendiri,menurut pantauan yang dilakukan oleh Komisi Nasional (Komnas) Perempuan dalamkurun waktu 13 tahun terakhir (1998 – 2011) telah tercatat sebanyak 22.284 kasuskekerasan seksual terhadap perempuan di ruang umum dan menjadi urutan kedua dariseluruh kasus kekerasan seksual yang berjumlah 93.960 kasus (Hidayatullah, 2012).Pelecehan seksual ini merupakan latar belakang dari kekerasan, sehinggahukum di Indonesia pun menciptakan suatu undang-undang perlindungan perempuan,yang terdapat pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Indonesia, yangmana merupakan pengaturan pasal-pasal pelecehan seksual: (a) KUHP Pasal 289 –296 merupakan pasal-pasal tentang pencabulan, (b) KUHP Pasal 295 – 298 dan pasal506 merupakan pasal-pasal tentang Penghubungan Pencabulan, dan (c) KUHP Pasal281 – 299, 532 – 533 dan lain-lain merupakan pasal-pasal tentang Tindak Pidanaterhadap Kesopanan (Laluyan, 2009).Meski terdapat aturan hukum mengenai pelaku pelecehan, kaum lelaki tetapmerasa lebih berkuasa dibanding perempuan dan konotasi perempuan menjadimakhluk yang lemah. Terbukti dari kasus-kasus pelecehan yang nyata ada di manamana.Bukan hanya di tempat-tempat umum, kasus-kasus pelecehan seksual jugadapat terjadi pada lingkup yang tertutup, seperti lingkungan akademis. Pelecehanseksual, baik guru/dosen terhadap murid/mahasiswa atau sebaliknya, serta antarguru/dosen dan antar murid/mahasiswa tidak dapat dipungkiri dalam duniapendidikan. Dalam hal ini, peneliti menyingkap kasus pelecehan seksual yang terjadidiantara mahasiswa-mahasiswi yang berada pada lingkungan dominasi laki-laki,tepatnya pada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Undip.Teknik Elektro Undip memiliki perbandingan mahasiswa (antara laki-laki danperempuan) yang signifikan yaitu sebanyak 87 persen laki-laki dan 13 persenperempuan dari jumlah 920 orang. Dengan dominasi maskulin (sifat laki-laki), makaakan dengan mudah mengambil alih sifat-sifat feminin dari seorang perempuan,inilah yang disebut dengan “Maskulinisasi” atau laki-laki dapat mengkonstruksikandiri perempuan. Proses maskulinisasi tersebut, salah satunya dapat berimbas dalamidentitas diri seseorang. Karakteristik macho sangat terkenal pada salah satu kampusteknik yang paling diminati tersebut. Dengan konstruksi penampilan laki-laki,mencerminkan sifat-sifat macho pada diri perempuan; make up yang jarangdigunakan dan tas ransel yang lebih menjadi pilihan para mahasiswi, akan seringditemui di Teknik Elektro.Suatu diskriminasi identitas, jika identitas seseorang tersebut harus diikutisecara “paksaan”. Oleh karenanya, peneliti akan menggali lebih dalam mengenaidominasi maskulin terhadap perempuan. Karenanya, peneliti mengambil judul“Pelecehan Seksual: Maskulinisasi Identitas Pada Mahasiswi Jurusan TeknikElektro Undip”, yang mana peneliti berusaha untuk mencari tahu bagaimanaperempuan (sebagai minoritas) dapat beradaptasi dengan lingkungan dominasimaskulin, dan dampak maskulinisasi identitas perempuan yang ditimbulkan daribentuk-bentuk pelecehan seksual. Selain itu, peneliti juga berusaha mencaritahuideologi di balik dominasi maskulin di lingkungan Teknik tersebut.MetodaTipe penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode penelitian deskriptif.Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 2010:4) mendefinisikan metodologi kualitatifsebagai prosedur penelitian yang menghasilkan kata-kata tertulis atau lisan dariorang-orang dan perilaku yang diamati. Untuk menjawab tujuan penelitian dilakukandengan paradigma kritis, karena peneliti menekankan pada konsep maskulinisasi, yangdominan di kalangan mahasiswa-mahasiswi Teknik Elektro Undip.Data diperoleh dari observasi langsung di lapangan dan wawancarainforman secara mendalam terhadap tiga informan yaitu mahasiswi Teknik ElektroUndip, dengan menggunakan Teknik Snowball Sampling. Bungin (2007:108)menetapkan beberapa prosedur pada penggunaan teknik Snowball, yaitu dengan siapapeserta atau informan pernah dikontak atau pertama kali bertemu dengan penelitiadalah penting untuk menggunakan jaringan sosial mereka untuk merujuk penelitikepada orang lain yang berpotensi berpartisipasi atau berkontribusi dan mempelajariatau memberi informasi kepada peneliti.Analisis data terdiri atas pengujian, pengkategorian, pentabulasian, ataupunpengombinasian kembali bukti-bukti untuk menunjuk proposi awal suatu penelitian(Yin, 2006:133). Strategi penjodohan pola dalam studi kasus deskriptif bersifatrelevan dan fleksibel, sehingga pola-pola spesifik dapat diprediksikan sebelumpengumpulan data (Yin, 2006:140).PembahasanRefleksi: Pelecehan Seksual Dalam Maskulinisasi Identitas Mahasiswi TeknikElektro UndipStrategi analisis data yang digunakan pada penelitian ini, dalam pendekatan studikasus adalah strategi penjodohan pola. Peneliti telah menetapkan asumsi di awalpenelitian, sehingga dapat menghasilkan sebuah perbandingan antara pra penelitiandan pasca penelitian. Asumsi peneliti pra penelitian menyatakan bahwa praktekpelecehan seksual yang dialami perempuan dalam dominasi maskulin merupakanakibat maskulinisasi di lingkungan Teknik Elektro Undip. Laki-laki menggunakankelebihannya untuk menguasai perempuan. Posisi laki-laki menempatkan dirinyapada tatanan superior. Dengan demikian, laki-laki juga bebas menggunakankekuatannya dalam mengkonstruksi perempuan.Sedangkan pasca penelitian, peneliti menemukan beberapa temuan. Pertama,laki-laki menyisipkan praktek pelecehan seksual dalam maskulinisasi identitasperempuan di lingkungan dominasi, Teknik Elektro Undip. Dampak dari dominasimaskulin begitu terasa di lingkungan tersebut, sehingga memberi keleluasaan bagilaki-laki untuk menguasai perempuan. Mereka seakan harus mengikuti aturan(terutama dalam hal identitas gender) yang dibuat oleh laki-laki agar dapat diterimasebagai bagian di lingkungan kampus Teknik Elektro Undip. Paludi (1990:23)menegaskan, bahwa pelecehan seksual adalah perilaku seksual yang tidak diinginkan,permintaan atas kenikmatan seksual, dan segala tindakan verbal atau fisik yangmengarah pada seksual secara alamiah dalam berbagai situasi, salah satunya ketikasalah satu pihak mengarah pada ketundukkan yang dibuat secara emplisit (langsung)atau implisit (tidak langsung) oleh pihak lain.Kedua, peneliti menemukan pelecehan seksual yang dialami mahasiswi dilingkungan Teknik Elektro, lebih berupa kata-kata (verbal), antara lain: memberikomentar negatif, memberi julukan yang tidak menyenangkan, dan pembicaraan yangmengarah pada hal-hal seksis. Bahkan Michigan Task Force (Richmond dan Abbott,328:1992) yang fokus menyoroti kasus pelecehan seksual, menyatakan bahwapelecehan seksual mencakup verbal abuse atau kekerasan verbal yang dilakukanberulang-ulang dari hasrat atau naluri seksual. Kekerasan verbal yang berulang-ulangitu sama seperti yang dialami oleh para informan penelitian, sehingga dapatmengakibatkan suatu ketidaknyamanan kondisi psikologis ketika berada dilingkungan kampusnya. Kondisi yang dialami oleh perempuan di lingkungantersebut, dalam pelecehan seksual lengkapnya termasuk jenis hostile environment,yaitu suatu keadaan seorang individu dijadikan subyek atas segala pengulanganseputar seksual yang tidak diinginkan, sehingga dapat menciptakan suasana yangtidak nyaman dilingkungan pekerjaan maupun pendidikan (Carroll, 2010:486).Ketiga, keadaan di mana laki-laki sangat ingin mengontrol perempuan samaseperti penjelasan dalam Budaya Patriarki. Patriarki lahir dari hasrat laki-laki untukmenguasai perempuan dan alam, yang merupakan suatu sistem hirarki yangmenghargai sebuah power-over (hasrat menghancurkan) (Tong, 81:2010). Praktekpraktekuntuk menaklukkan perempuan, sering kali dinormalisasi oleh laki-laki agardapat mencapai kekuasaan (power) yang diinginkannya. Oleh karenanya, konseppatriarki telah melebur menjadi landasan ideologis dibalik dominasi yang terdapat dilingkungan Teknik Elektro tersebut.“Muted Group theorists criticize dominant groups and argue that hegemonicideas often silence other ideas” (West dan Turner, 2007:516). Kalimat tersebutmenekankan bahwa MGT sangat kritis terhadap kelompok dominan yang seringmengontrol makna pada anggota-anggota kelompok lainnya. Perempuan hanya bisamengikuti aturan-aturan tersebut karena merasa tidak dapat memberikan sikapresponsif untuk menjelaskan pikirannya. Bahkan ketika subjek penelitian mengalamipelecehan, mereka cenderung pasif karena hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yangwajar serta konsekuensi yang harus diterima berada dalam lingkungan dominasimaskulin.Penggunaan teori MGT mampu menjelaskan sepenuhnya, mengapaperempuan mengalami ketidakberdayaan menghadapi pelecehan seksual dalampraktek maskulinisasi identitas perempuan. Dominasi laki-laki yang begitu kuatmampu menguasai kebiasaan interaksi lawan jenis, bahkan secara bawah sadar yangdikuasai dapat dengan mudah merasa patuh dan menerima begitu saja. Bagikelompok bungkam (muted group), apa yang dikatakan pertama kali harus bergeserdari pandangan mereka sendiri terhadap dunia dan kemudian diperbandingkandengan pengalaman-pengalaman dari kelompok yang dominan (West dan Turner,2007:517).Asumsi Muted Group Theory dalam sudut pandang perempuan, turutmenyatakan bahwa dalam berpartisipasi pada kelompok sosialnya, perempuan harusmentransformasi cara mereka menjadi cara-cara yang dapat diterima oleh laki-laki.Perempuan mengalami pelecehan seksual sebagai usaha pembungkaman diri karenamereka memahami bahwa dirinya akan selalu berada di bawah laki dan menjadimanusia sekunder. Kenyataan yang terdapat di lapangan, mahasiswi Teknik Elektromerasa harus menyesuaikan peran yang cocok dengan identitas kelompoknya, macho.Adapun, peneliti menemukan beberapa hal menarik dalam penelitian ini.Pertama, konstruksi identitas yang diciptakan oleh mayoritas anggota kelompoksendiri biasanya dapat saling mempengaruhi, apalagi jika hubungan tersebut berhasilmenciptakan rasa solidaritas yang tinggi. Ketidaksadaran kaum perempuan dalammematuhi aturan-aturan yang diciptakan kelompok dominan sama seperti penjelasandalam Teori Hegemoni. Secara umum, teori tersebut menjelaskan dominasi sebuahkelompok terhadap kelompok lainnya, biasanya kelompok yang lebih lemah, dalamhal ini perempuan (West dan Turner, 2008:67).Arahan-arahan para penguasa kelompok sebenarnya telah menciptakan suatukesadaran palsu bagi kelompok tertindas. Kesadaran palsu atau false consciousness(dalam West dan Turner, 2008:68) adalah suatu keadaan di mana individu-individumenjadi tidak sadar mengenai dominasi yang terjadi di dalam kehidupan mereka.Identitas atau ciri khas macho yang melekat pada kelompok Teknik Elektro, terbuktitelah dibentuk oleh kelompok dominan yang ada di lingkungannya. Konsep machomenjadi sesuatu yang identik dengan Teknik Elektro secara terus-menerus dapatberpengaruh pada diri perempuan yang ada di lingkungan tersebut. Perempuan tidakakan pernah benar-benar yakin bahwa ia feminin, jika lingkungannya sendiri tidakmenerimanya sebagai seorang yang feminin.Kedua, yaitu berdasarkan pengakuan ketiga informan yang menjelaskanbahwa teman-teman lelaki yang terdapat di dalam dan di luar lingkungan KampusTeknik Elektro ternyata memiliki perbedaan cara pandang mengenai sosokpenampilan perempuan. Jika kelompok laki-laki yang dalam lingkungan kampustersebut cenderung memandang identitas feminin kurang pantas dikenakan olehmahasiswinya, teman-teman lelaki di luar lingkungan itu justru menganggappenampilan feminin bukanlah merupakan sesuatu yang terlalu berlebihan bagiperempuan.Perbedaan cara pandang tersebut sebenarnya terbentuk dari penerimaan suatukelompok di setiap lingkungannya. Mahasiswi yang berada pada lingkungandominasi maskulin tentu akan merasakan kadar kedekatan dan pengaruh yang lebihkuat, daripada kelompok lain atau out-groups. Dari sesama anggota kelompoksendiri, tentunya akan menimbulkan suatu harapan atas pengakuan, kesetiaan, danpertolongan (Horton dan Hunt, 1996:220). Ini pula yang dijadikan suatu kesempatanbagi kelompok dominan untuk menaklukan minoritas.Hal unik yang terakhir (ketiga), mengenai kurangnya pemahaman mendalamseputar pelecehan seksual, yang mengakibatkan para informan tidak dapatmenyatakan bahwa dirinya telah mengalami pelecehan seksual. Hal ini serupa denganpernyataan Bourdieu dalam konsepnya “misrecognition” yaitu yaitu sebuah “bentukmelupakan” dari seseorang akan suatu hal. Korban tidak akan merasa bahwa dirinyaadalah seorang “korban pelecehan seksual” yang telah diperlakukan sebagai makhlukinferior yang kerap mengalami penolakan atas keinginannya, dan memilikiketerbatasan dalam berekspresi. (Webb, Schiratto, dan Danaher, 2002:24-25).SimpulanPara mahasiswi yang menjadi subyek penelitian menyadari kedudukannya sebagaikelompok minoritas di lingkungan Teknik Elektro Undip. Mereka seakan berhasil“dikostumkan” dengan segala persepsi maskulin dari kelompok dominan. Dengandemikian, melalui hegemoni, perempuan dapat dengan mudah dipengaruhi dandibentuk oleh keinginan laki-laki.Jenis pelecehan seksual yang dialami kelompok minoritas, termasuk ke dalamkondisi hostile environment, yaitu perempuan sebagai korban sebenarnya telahmencapai titik pertentangan terhadap lingkungan kampusnya, sehingga sering kalimenimbulkan dampak ketidaknyamanan (psikologis) bagi perempuan, yaitu rasatakut, terpaksa, kehilangan rasa percaya diri, kecewa dan risih. Nilai-nilai maskulinyang dominan seakan “mengurung” keinginan para mahasiswi untuk tampil lebihfeminin dengan berbagai berbagai tindakan yang cenderung mengarah pada verbalabuse, baik melalui ejekan-ejekan yang mengarah pada fisik perempuan dan beberapajulukan diskriminatif yang secara langsung ditujukan oleh mahasiswa laki-lakikepada mahasiswinya.Budaya patriarki telah melebur dibalik keadaan dominasi yang dialamiperempuan, sehingga sering tercipta suatu “kebiasaan lelaki”. Laki-laki melakukannormalisasi pada tindakan-tindakan pelecehan seksual, sehingga perempuan secaratidak sadar menganggapnya sebagai perilaku normal sehari-hari, yang dilakukan paralelaki.DAFTAR PUSTAKAAndaryuni, Lilik. (2012). To Promote: Membaca Perkembangan Hak Asasi Manusiadi Indonesia (Editor: Eko Riyadi). Yogyakarta: PUSHAM UIIBasuki, Sulistyo. (2006). Metode Penelitian. Fakultas Ilmu Pengetahuan BudayaUniversitas Indonesia: Wedatama Widya SastraBourdieu, Pierre. (2010). Dominasi Maskulin. Yogyakarta: JalasutraBulaeng, Andi. (2004). Metode Komunikasi Kontemporer. Yogyakarta: AndiBungin, Burhan. (2003). Analisis Data Penelitian Kualitatif: Pemahaman Filosofisdan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi. Jakarta: PTRajaGrafindo PersadaBungin, Burhan. (2007). Penelitian Kualitatif (Edisi Kedua): Komunikasi, Ekonomi,Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada MediaGroupCarroll, Janell L. (2010). Sexuality Now: Embracing Diversity (Third Edition).Amerika: Wadsworth PublishingDenzin, Norman K. dan Lincoln, Yvonna S (Eds). (2009). Handbook of QualitativeResearch. Yogyakarta: Pustaka PelajarDjajanegara, Soenarjati. (2000). Kritik Sastra Feminis: Sebuah Pengantar. Jakarta:PT. Gramedia Pustaka UtamaEvans, Patricia. (2010). The Verbally Abusive Relationship: How To Recognize It andHow To Respond. USA: Adams MediaFakih, Mansour. (2008). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta:Pustaka Pelajar OffsetFetterman, D.M. (ed). (1988). Qualitative Approaches to Evaluation in Education.The Silent Scientific Revolution. New York : PraegerGriffin, Em. (2011). A First Look At Communication Theory: Eighth Edition. NewYork: McGraw-HillGriffin, Ricky W. and O’Leary-Kelly, Anne M. (2004). The Dark Side ofOrganizational Behavior. USA: Jossey-BassHall, Calvin S. and Lindzey, Gardner. (1993). Psikologi Kepribadian 3: Teori-Teoridan Sifat Behavioristik. Yogyakarta: KanisiusHamad, Ibnu. (2004). Konstruksi Realitas Politik Dalam Media Massa: Sebuah StudiCritical Discourse Analysis Terhadap Berita-Berita Politik. Jakarta: GranitHamidi. (2005). Metode Penelitian Kualitatif. Malang: UMM PressHasan, Abdul Fatah. (2007). Mengenal Falsafah Pendidikan. Selangor, Malaysia:Yeohprinco Sdn. BhdHill, Catherine and Silva, Elena. (2005). Drawing The Line: Sexual Harassment OnCampus. United States: AAUW Educational FoundationHollows, Joanne. (2010). Feminisme, Feminitas dan Budaya Populer (terj.Ismayasari, Bethari Anissa). Yogyakarta: JalasutraHorton, Paul B. and Hunt Chester L. (1996). Sosiologi: Jilid 1, Edisi Ke-enam (terj.Ram, Aminuddin & Sobari, Tita). Jakarta: Penerbit ErlanggaIrianto, Sulistyowati (Ed). 2006. Perempuan dan Hukum: Menuju Hukum YangBerperspektif Kesetaraan dan Keadilan. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia,anggota IKAPI DKI JayaLarkin, June. (1997). Sexual Harassment: High School Girls Speak Out. Canada:Second Story PressMoleong, Lexy J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif: Edisi Revisi. Bandung:PT Remaja RosdakaryaNazir, Mohammad. (1988). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia IndonesiaNeuman, Lawrence W. (1997). Social Research Methodes : Qualitative andQuantitative Approaches. MA : Allyn & BaconNoor, Ida Ruwaida dan Hidayana, Irwan M. (2012). Pencegahan dan PenangananPelecehan Seksual di Tempat Kerja: Panduan Bagi Para Pemberi Kerja.Jakarta: APINDOPaludi, Michele A. (Ed). (1990). Ivory Power: Sexual Harassment On Campus.Albany : State University of New York PressRachmat, Jalaludin. (2007). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. RosdakaryaRaco, J.R. (2010). Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik danKeunggulannya. Jakarta: GrasindoRatna, Nyoman Kutha. (2004). Teori, Metode dan Teknik Penelitian Sastra.Yogyakarta: Pustaka PelajarRichmond, Marie dan Abott. (1992). Masculine & Feminine: Gender Roles Over TheLife Cycle: Second Edition. Great Britain: Methuen & Co. LtdSendjaja, Sasa Djuarsa, dan kawan-kawan. (1994). Teori Komunikasi. Jakarta:Universitas TerbukaSoekanto, Soerjono. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindoSukmadinata, Nana Syaodih. (2006). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:Remaja Rosda Karya.Sunarto. (2009). Televisi, Kekerasan & Perempuan. Jakarta: Penerbit Buku KompasSunaryo. (2004). Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: Penerbit Kedokteran EGCTong, Putnam. (2010). Feminist Thought:Pengantar Paling Komprehensif kepadaArus Utama Pemikiran Feminis (terj. Prabasmoro, Aquarini Prayitni).Yogyakarta: JalasutraUripni, Christina Lia, Untung Sujianto, Tatik Indrawati. (2002). KomunikasiKebidanan. Jakarta: Buku Kedokteran EGCWebb, Jen, Tony Schirato dan Geoff Danaher. (2002). Understanding Bourdieu.London: SAGE Publications LtdWest, Richard & Turner, Lynn H. (2007). Introducing Communication Theory:Analysis and Application. New York: McGraw-HillYin, Robert K. (2002). Studi Kasus: Desain & Metode. Jakarta: PT RajaGrafindoJurnal dan ArtikelIrianto, Jusuf. (2007). Perempuan Dalam Praktek Manajemen Sumber Daya Manusia.Artikel Media Masyarakat, Kebudayaan dan Politik. (online) Vol. 20 – No. 4(Dalam http://journal.unair.ac.id/detail_jurnal.php?id=2156&med=15&bid=8, diakses pada tanggal 03 Juli 2012 pukul 19.00 WIB)Kinasih, Sri Endah. (2007). Perlindungan dan Penegakan HAM terhadap PelecehanSeksual. Artikel Media Masyarakat, Kebudayaan dan Politik. (online) Vol. 20– No. 4 (Dalam http://journal.unair.ac.id/detail_jurnal.php?id=2162&med=15&bid=8, diakses pada tanggal 03 Juli 2012 pukul 19.00 WIB)Laporan Independent NGO. (2007). Implementasi Konvensi Penghapusan SegalaBentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW) di Indonesia (Dalamhttps://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CDAQFjAA&url=http%3A%2F%2Fcedaw-seasia.org%2Fdocs%2Findonesia%2FIndpt_Report_Bahasa_Laporan_CEDAW.pdf&ei=R_fxUZjZH4jXrQfH9IDoCw&usg=AFQjCNEe363XZ4_SgVAWk6VU8W8RWaV7Ng&sig2=5ZAYf48Zvzrfc6iqt9sXaQ, diakses pada tanggal 27 Mei 2013 pukul 20.00)Sulistyani, Hapsari Dwiningtyas. (2011). “Korban dan Kuasa” Di Dalam KajianKekerasan terhadap Perempuan. (online) Vol. 32 – No. 2 (Dalamhttp://ejournal.undip.ac.id/ index.php/forum/article/view/3153, diakses padatanggal 03 Juli 2012 pukul 20.00 WIB)Suryandaru, Yayan Sakti. (2007). Pelecehan Seksual Melalui Media Massa. ArtikelMedia Masyarakat, Kebudayaan dan Politik. (online) Vol. 20 – No. 4 (Dalamhttp://journal.unair.ac.id/detail_jurnal.php?id=2157&med=15&bid=8,diakses pada tanggal 03 Juli 2012 pukul 19.00 WIB)SkripsiFarika, Ummi. (2009). Memahami Gaya Komunikasi Laki-Laki Dan PerempuanDalam KulturOrganisasi Berkeadilan Gender: Studi Kasus PergerakanMahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII). Skripsi. Universitas DiponegoroIsriyati. (2010). Studi Kasus: Kekerasan KomunikasiTerhadap Perempuan DalamRomantic Relationship. Skripsi. Universitas DiponegoroSoekmadewi, Rr. Mariza D. (2012). Perempuan Maskulin Dalam Sinetron (AnalisisResepsi Karakter Maskulin Tokoh Utama Perempuan Protagonis DalamSinetron “Dewa”. Skripsi. Universitas DiponegoroUtama, Yossi Indria. (2005). Konstruksi Identitas Perempuan Marjinal. Skripsi.Universitas DiponegoroWulandari, Wiwit Asri. (2007). Konstruksi Majalah Hai. Skripsi. UniversitasDiponegoroInternetAdidharta, Syaifud. (2011). Wanita Indonesia Antara Kegelapan dan MasaDepannya. Dalam http://sejarah.kompasiana.com/2011/04/17/wanita-indonesia-antara-kegelapan-dan-masa-depannya-356224.html. Diunduh padatanggal 25 Mei 2013 pukul 20.00 WIBAnonim. (2009). Dia Suka Pegang-Pegang Aku. Dalam http://remajadalamkliping.word press.com/2009/05/06/dia-suka-pegang-pegang-aku/. Diunduhpada tanggal 10 Juli 2012 pukul 20.00 WIBAnonim. (2009). Profil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Dalamhttp://www.ft.undip. ac.id/index.php/profil.html. Diunduh pada tanggal 06 Julipukul 20.30 WIBAnonim. (2010). Latar Belakang. Dalam http://www.komnasperempuan.or.id/keadilanperempuan/index.php?option=com_content&view=article&id=20&Itemid=108. Diunduh pada tanggal 30 Juni 2013 pukul 20.00 WIB. Hal. 01Anonim. (2010). Profil. Dalam http://www.komnasperempuan.or.id/2010/10/mekanisme-ham-nasional-bagi-perempuan-nasional-indonesia/. Diunduhpada tanggal 25 Mei 2013 pukul 20.30 pukul 21.00 WIBAnonim. (2010). Tabir Asap Kerusuhan Mei 1998 (1). Dalam http://sociopolitica.com/2010/05/13/tabir-asap-kerusuhan-mei-1998-1/. Diunduh padatanggal 25 Mei 2013 pukul 19.30 WIBAnonim. (2011). Perkembangan Feminisme Di Dunia. Dalam http://komahi.umy.ac.id/2011/05/perkembangan-feminisme-di-dunia.html. Diunduh pada tanggal 02Januari 2013 pukul 19.00 WIBAnonim. (2012). Biografi R.A Kartini Biodata, Profil Raden Ajeng Kartini Lengkap.Dalam http://www.erabaca.com/2012/03/biografi-ra-kartini-biodata-profil.html. Diunduh pada tanggal 26 Mei 2013 pukul 19.00 WIBAnonim. (2012). Gender-Based Violence In A Romantic Relationship. Dalamhttp://pasca.mercubuana.ac.id/newsumb.php?mode=baca&pct_ no=738&l=.Diunduh pada tanggal 05 Juli 2012 pukul 19.00 WIBAnonim. (2012). Guru Yang Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Murid. Dalamhttp://www.suatufakta.com/2012/06/guru-yang-melakukan-pelecehan-seksual.html. Diunduh pada tanggal 11 Juli 2012 pukul 20.30 WIBAnonim. (2012). Setiap Hari, 4 Perempuan Alami Kekerasan Seksual. Dalamhttp://www.gatra.com/hukum/31-hukum/9651-setiap-hari-4-perempuanalami-kekerasan-seksual#comments. Diunduh pada tanggal 05 Juli pukul19.30 WIBAnonim. (2013). Kekerasan Seksual Pada Mei 1998 Tak Boleh Disangkal. Dalamwww.pikiran-rakyat.com/node/235085. Diunduh pada tanggal 30 Juni 2013pukul 19.00 WIBAnonim. (2013). Segerakan Perbaikan Sistemik untuk Tangani Kekerasan Seksual.Dalam http://www.komnasperempuan.or.id/2013/01/pernyataan-sikap-menanggapi-maraknya-kasus-kekerasan-seksual-dan-pernyataan-calon-hakimagung-yang-menyudutkan-perempuan-korban-perkosaan/. Diunduh padatanggal 03 Februari 2013 pukul 19.00 WIBAnonim. (2013). Visi, Misi dan Peran. Dalam http://www.komnasperempuan.or.id/about/visi/. Diunduh pada tanggal 25 Mei 2013 pukul 20.00Anonim. (Tanpa tahun). Pelecehan Seksual Di Tempat Kerja. Dalam http://www.gajimu.com/main/pekerjaan-yanglayak/pelecehan-seksual. Diunduh padatanggal 04 Juli 2012 pukul 21.00 WIBAyub. (2009). Wanita-pun Bisa Di Elektro. Dalam http://www.elektro.undip.ac.id/?p=285. Diunduh pada tanggal 06 Juli pukul 19.00 WIBBohman, James. (2005). “Critical Theory”. In Edward N. Zalta (Ed.), The StanfordEncyclopedia of Philosophy. Spring 2005 Edition. Dalam http://plato.stanford.edu/archives/spr2005/entries/critical-theory. Diunduh pada tanggal03 September 2012 pukul 19.00 WIBHidayatullah. (2012). Banyak Wanita London Dilecehkan Di Jalan. Dalamhttp://www.al-khilafah.org/2012/05/banyak-wanita-london-dilecehkandi.html. Diunduh pada tanggal 05 Juli 2012 pukul 19.00 WIBIS. (Tanpa tahun). Setiap Hari, 4 Perempuan Alami Pelecehan Seksual. Dalamhttp://www.gatra.com/hukum/31-hukum/9651-setiap-hari-4-perempuanalami-kekerasan-seksual. Diunduh pada tanggal 04 Juli 2012 pukul 20.00WIBLaluyan, Joe. (2009). Pelaku Pelecehan Seksual Dapat Dihukum?. Dalamhttp://www.kadnet.info/web/index.php?option=com_content&id=733:pelakupelecehan-seksual-dapat-dihukum&Itemid=94. Diunduh pada tanggal 04 Juli2012 pukul 19.00 WIBMariana, Anna. (2011). Tak Ada Rotan, Akar Pun Jadi (Kisah Gedung InspektoratSukabumi. Dalam http://etnohistori.org/tak-ada-rotan-akar-pun-jadi-kisahgedung-inspektorat-sukabumi.html. Diunduh pada tanggal 30 Juni 2013 pukul19.00 WIBPriliawito, E. dan Mahaputra, Sandy A. (2010). Pembunuh 14 Anak Jalanan HadapiTuntutan. Dalam http://metro.news.viva.co.id/%20news/read/179756-pembunuh-14-anak-jalanan-hadapi-tuntutan. Diunduh pada tanggal 11 juli 2012pukul 19.30 WIBPriliawito, Eko. (2009). Menolak Dilecehkan, Mata Kuliah Diulang 5 Kali. Dalamhttp://metro.news.viva.co.id/news/read/51030-menolak_dilecehkan_mata_kuliah_diulang_5_kali. Diunduh pada tanggal 12 Juli pukul 19.00 WIBPutra, Rama Narada. (2012). Ditegur KPI, Raffi Ahmad Menyesal. Dalamhttp://jogja.okezone.com/read/2012/06/27/33/654407/ditegur-kpi-raffiahmad-menyesal. Diunduh pada tanggal 04 Juli 2012 pukul 19.00 WIBPutro, Suwarno. (2013). Riwayat Singkat Pahlawan Nasional. Dalam http://smpn3kebumen.sch.id/berita-224-riwayat-singkat-pahlawan-nasional-radenadjeng-kartini.html. Diunduh pada tanggal 26 Mei 2013 pukul 19.30 WIBRadius, Dwi B. (2012). Pelecehan Seks 10 Murid, Kepala Sekolah Ditahan. Dalamhttp://regional.kompas.com/read/2012/04/27/16175534/Pelecehan.Seks.10.Murid..Kepala.Sekolah.Ditahan. Diunduh pada tanggal 10 Juli 2012 pukul21.00 WIBRahadi, Fernan. (2013). Anak-anak Jadi Korban Pemerkosaan di AS. Dalamhttp://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/01/10/mge55y-anakanak-jadi-korban-pemerkosaan-di-as. Diunduh pada tanggal 26 Mei 2013pukul 20.00 WIBWahid, Muhammad N. (Tanpa tahun). Pelajar Ditelanjangi Di Dalam Kelas. Dalamhttp://www.indosiar.com/patroli/pelajar-ditelanjangi-didalam-kelas_78555.html. Diunduh pada tanggal 10 Juli pukul 20.00 WIBWidyarini, M.M. Nilam. (2011). Kekerasan Seksual, Mereka Mungkin SalingMengenal. Dalam http://www.henlia.com/2011/03/kekerasan-seksual-merekamungkin-saling-mengenal/. Diunduh pada tanggal 04 Juli 2012 pukul 19.00WIBWirakusuma, K. Yudha. (2011). Naik D 02 Malam Hari, Cewek Harus NyamarJadi Cowok. Dalam http://news.okezone.com/read/2011/09/18/338/504005/naik-d-02-malam-hari-cewek-harus-nyamar-jadi-cowok. Diunduh padatanggal 10 Juli 2012 pukul 20.00 WIBYuwono, Markus dan Trijaya. (2011). Dilecehkan Sesama Jenis Wanita Ini LaporPolisi. Dalam http://autos.okezone.com/read/2011/07/05/340/476201/dilecehkan-sesama-jenis-wanita-ini-lapor-polisi. Diunduh pada tanggal 11 Juli 2012pukul 19.30 WIB
Pengalaman Akomodasi Komunikasi (Kasus: Interaksi Etnis Jawa dengan Etnis Batak) Osa Patra Rikastana; Turnomo Rahardjo; Lintang Ratri Rahmiaji; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.245 KB)

Abstract

Geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, berada diantara dua benua dan dua samudra, dan pernah menjadi jalur utama perdagangan kuno menjadikan kultur yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia menjadi beragam. Keberagaman budaya, selain menjadi anugerah negeri juga menjadi potensi masalah. Potensi masalah yang bisa muncul yaitu kesalahpahaman ketika proses komunikasi antarbudaya, bahkan dalam taraf yang drastis dapat memicu konflik. Kasus yang diangkat merupakan interaksi antara etnis Jawa dengan Batak. Nilai dan norma yang dipegang oleh anggota dari etnis ini dinilai saling bertolak belakang.Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk akomodasi komunikasi serta kendala yang muncul ketika individu dari etnis Jawa dengan Batak berinteraksi pada tahap perkenalan. Penelitian ini menggunakan paradigma Interpretif dan pendekatan fenomenologi yang digunakan untuk memahami suatu fenomena menurut perspektif informan, dalam hal ini yaitu individu dari etnis Jawa dengan Batak ketika melakukan proses akomodasi komunikasi pada tahap perkenalan. Teori Akomodasi Komunikasi digunakan sebagai alat untuk membaca bentuk akomodasi yang digunakan oleh masing-masing informan. Peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam kepada empat informan yang masing-masing berasal dari etnis Jawa dan Batak.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk akomodasi komunikasi yang digunakan oleh individu dari etnis Jawa dan Batak adalah Konvergensi, dimana individu berusaha untuk menyamakan perilaku komunikasi dengan lawan bicaranya. Selama proses komunikasi mereka mengesampingkan atribut-atribut kultural yang mereka miliki dengan tujuan mengakomodasi, hal ini menunjukkan adanya kesadaran untuk melakukan akomodasi pada komunikasi antarbudaya. Kedua etnis ini memiliki perbedaan faktor yang mendorong mereka untuk melakukan akomodasi, individu dari etnis Jawa mengakomodasi karena dorongan kultural, sedangkan individu dari etnis Batak mengakomodasi agar diterima kedalam kelompok. Kendala yang muncul selama proses komunikasi adalah stereotip, penggunaan bahasa, dan kurangnya informasi kultural.
HUBUNGAN ANTARA TERPAAN IKLAN KOSMETIK MAYBELLINE DI TELEVISI DAN PERSUASI OLEH KELOMPOK TEMAN SEBAYA TERHADAP MINAT BELI PRODUK MAYBELLINE DI KALANGAN MAHASISWI Deadra, Rachel; Budi Lestari, Sri
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.845 KB)

Abstract

Iklan digunakan untuk memperkenalkan dan memasarkan sebuah produk atau brand. Kosmetik Maybelline merupakan salah satu brand make up yang digemari oleh wanita di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara terpaan iklan kosmetik Maybelline di televisi, persuasi kelompok teman sebaya, dan minat beli produk Maybelline di kalangan mahasiswi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe eksplanatoris, teori yang digunakan adalah Advertising Exposure Theory (1996) serta Teori Kelompok Rujukan (1942), penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang, yang berusia 18-25 tahun, dan berdomisili di kota Semarang. Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan menggunakan analisis korelasi Kendall’s Tau, menunjukan bahwa terdapat hubungan positif pada tiap variabelnya. Terpaan iklan kosmetik Maybelline terhadap minat beli produk memiliki hubungan yang sangat signifikan, nilai signifikansinya sebesar 0,002 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,338. Sedangkan persuasi kelompok teman sebaya terhadap minat beli produk memiliki hubungan sangat signifikan, nilai signifikansinya sebesar 0,000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,464. Semakin tinggi seseorang terkena terpaan iklan Maybelline, dan semakin sering seseorang menerima persuasi oleh teman sebayanya, maka semakin tinggi minat beli akan produk Maybelline, begitu pula sebaliknya. Sehingga hipotesis penelitian dinyatakan positif. Dengan hasil tersebut disarankan kepada pihak Maybelline Indonesia untuk dapat membuat slogan yang lebih mudah dingat oleh konsumen, serta mengadakan beauty event atau promo menarik agar lebih meningkatkan minat beli konsumen.
PENERIMAAN KHALAYAK TERHADAP EKSPLOITASI WILAYAH DOMESTIK PESOHOR DALAM TALKSHOW HITAM PUTIH Destika Fajarsylva Anggraini; Turnomo Rahardjo; Wiwid Noor Rakhmad; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.025 KB)

Abstract

Televisi merupakan teknologi audio visual yang dapat menyajikan informasi dan hiburan secara cepat, terjangkau, dan umum dimiliki oleh masyarakat. Setiap stasiun televisi berusaha memberikan program-program terbaru sesuai dengan tren program yang berlangsung. Begitu beraneka ragam produk yang disajikan televisi, salah satu produk unggulan yang disajikan televisi adalah talkshow.Hitam Putih adalah salah satu program dari talkshow. Tayangan tersebut sangat menarik untuk di teliti, karena Hitam Putih mengandung format mind reading. Mind reading merupakan format membaca pikiran sehingga bintang tamu akan dibuat tidak berdaya ketika “dicecar” pertanyaan oleh pembawa acara Deddy Corbuzier yang memaksa mereka memaparkan kehidupan pribadinya tanpa disadari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan audiens tentang tayangan Hitam Putih. Penelitian ini menggunakan model encoding-decoding Stuart Hall untuk menjelaskan jalannya proses encoding-decoding tayangan Hitam Putih.Penelitian ini adalah penelitian dengan tipe deskriptif yang bersifat kualitatif dan menggunakan pendekatan analisis resepsi. Dalam analisis resepsi khalayak dipandang sebagai produser makna yang tidak hanya menjadi konsumen isi media. Hasil penelitian akan membagi khalayak ke dalam tiga posisi pemaknaan. Yaitu kelompok dominat reading, khalayak yang memaknai tayangan Hitam Putih sesuai dengan preffered reading (makna dominan). Kelompok negotiated reading, memaknai tayangan ini dari dua sisi, yaitu menganggap bahwa tayangan ini tidak etis dan menganggap tayangan ini adalah tayangan yang memotivasi serta memberikan
Understanding The Process of Intercultural Communication in Working Group: Research on Indonesian AIESEC Members Who Have Duty on Abroad. Yuliana Harianja; Dr. Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.738 KB)

Abstract

The numbers of Indonesian people who work and living abroad are increasing. There are a lot of opportunities for young people to be able to have challenging working experience in international organization with people from different cultural background. Unfortunately, to be able to adapt to the group consist of people from diverse cultural background, it is required to have a good competence in intercultural communication. Conflict becomes a common things for people that work in a group with high levels of cultural diversity. This research aims to know and to describe the intercultural communication process in working group of Indonesian AIESEC members who have duty on abroad. This research is qualitative research and use phenomenology approach. The theories used in this research are Effective Intercultural Workgroup Theory, Intercultural Adaptation Theory, and Anxiety/ Uncertainty Management Theory. The results of this study indicate that the creation of an effective intercultural communication is influenced by internal and external factors. Internal factors include the knowledge and experience of intercultural communication, expectations and self-disclosure. While external factors include the level of cultural differences and values within the organization. Effective communication will result in job satisfaction were seen from the positive relationships and the development of the individual personally and professionally. Recommendations can be given for future research is to conduct research on intercultural communication in work groups with more attention to the background of the organization and age range of research subjects. Background of different organizations and a wider age range allows for the communication process is more complex in the working group.
Divisi Marketing Dalam Event Gerrymagination Safrina Dini Azkia
Interaksi Online Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.076 KB)

Abstract

GarudaFood Grup adalah perusahaan makanan dan minuman subordinasi PT Tudung Group yang berdiri di Pati, Jawa Tengah. Pada awal 1987, perusahaan ini mulai menjual produk kacang produksinya menggunakan merek Kacang Garing Garuda, yang dikenal sebagai Kacang Garuda. Dalam kurun waktu sepuluh tahun, produk GarudaFood telah merambah pada beragam jenis produk lain seperti aneka biskuit, makanan ringan, wafer, permen, minuman berjeli, dan basic food. Perusahaan yang telah berdiri selama seperempat abad ini pun telah menorehkan berbagai prestasi dari aneka produk yang dimilikinya. Meski begitu, GarudaFood terus berupaya melakukan inovasi serta promosi produk pada masyarakat karena persaingan dalam industri makanan dan minuman ini sangat ketat. Gery merupakan salah satu inovasi produk GarudaFood yang terkonsentrasi pada biskuit dan aneka olahan coklat yang telah memiliki dua puluh tujuh jenis produk, diantaranya adalah Gery Pasta dan Gery Meses. Menyadari bahwa dua jenis produk ini telah eksis di pasaran dengan merek lain, GarudaFood kini sedang berupaya meningkatkan awaraness kedua produk ini pada masyarakat, khususnya anak-anak.Event Gerymagination merupakan kegiatan komunikasi pemasaran terpadu yang dilakukan GarudaFood yang bertujuan meningkatkan awareness pada target audience yang disertai dengan aktivitas direct marketing. Event Gerymagination terdiri dari serangkaian kegiatan yang mewakili slogan Aktif, Kreatif, dan Imajinatif seperti lomba menggambar dan mewarnai terpanjang, lomba foto, games, dan performance ekstrakurikuler yang ditujukan bagi siswa sepuluh sekolah dasar kelas 1 s.d. 5 SD di wilayah Tembalang dan Banyumanik yang dilakukan secara serentak. Seluruh jenis kegiatan yang ada dalam event ini merupakan sarana mencapai tujuan yang hendak dicapai.Manager Produksi dan Keuangan dalam event Gerymagination bertanggung jawab terhadap berbagai kebutuhan event, seperti kesekretariatan, publikasi, kertas gambar dan mewarnai, stage dan sound, backdrop foto dan stage, kupon, hadiah, trophy, kebutuhan game, kebutuhan talent, serta konsumsi. Semua kebutuhan tersebut terangkum dalam anggaran event yang disusun oleh manajer Produksi dan Keuangan.
Produksi Program Acara Pro 2 Activity di Pro 2 RRI Semarang (Editor) Kristiawan Agma Bima Setyanto; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.852 KB)

Abstract

Radio media that can be said by friends of the public from various walks of life as media can accompany, entertain, and convey a variety of new information needed by the community. Radio is said to be a friend of the people from various walks of life because radio can be used from a variety of people with different educational backgrounds and customs to consume radio that provides information through voice networks. LPP RRI was established on September 11, 1945 and on that date was made the day of the RRI (Radio Republik Indonesia) which is commemorated every year. RRI Semarang is one part of the national radio in Indonesia that always carries out various creativities. RRI has four programs, one of which is specifically for young people, namely Pro 2 RRI. The author is in charge as an editor whose job is to prepare all creative content from earcather, radio show (paparazy), viral interlude (selvi), and voxpop. In addition, the editor also made pamphlets that would later be used to conduct buzzing activities through the official social media Pro 2 RRI Semarang such as Instagram, WhatsApp, Facebook and Twitter which were carried out while the broadcast was in progress. Pro 2 RRI Semarang has a program called Pro 2 Activity which broadcasts every day for three hours from 06.00 - 09.00 WIB. The reason for choosing this program to be developed is because of the lack of enthusiasm of listeners towards the Pro 2 Activity program. Seen from the lack of response on social media listeners. After the program was run for 8 weeks using a new concept the editor and the team succeeded in producing 24 episodes and the Pro 2 Activity program experienced an increase in listeners from initially 3 to 4 listeners every day to 8 to 10 listeners. And if in the future there are still field works in Pro 2 RRI Semarang is expected to provide better breakthroughs to increase listeners
Hubungan Citra Merek, Harga, Kualitas dan Biaya Pengalihan Telkomsel Loop dengan Loyalitas Pelanggan Indosat IM3 Febri Ariyadi; Djoko Setyabudi; Hedi Pudjo Santosa; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.621 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pelanggan operator selular yang berpindah-pindah dari operator selular yang satu ke operator selular yang laing membuat loyalitas pelanggan sulit untuk ditemukan dalam pelanggan pasar operator selular saat ini. Banyak faktor yang memperngaruhi tingkat loyalitas dari seorang pelanggan operator selular diantaranya citra merek, harga kualitas dan biaya pengalihan. Ditambah lagi dengan usaha yang dilakukan oleh kompetitor untuk merebut pelanggan seperti apa yang dilakukan oleh Telkomsel Loop yang merupakan operator selular baru pada segmentasi anak muda kepada Inodsat IM3. Hal tersebut membuat faktor yang mempengaruhi tingkat loyalitas bertambah datang dari kompetitor yang menyentuh tingkatan loyalitas tertentu diantarnya kognitif dan afektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara citra merek, harga, kualitas dan biaya pengalihan Telkomsel Loop dengan loyalitas pelanggan Indosat IM3. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatory. Teori yang digunakan adalah teori mengenai loyalitas pelanggan yang didukung oleh beberapa teori yang berhubungan seperti teori yang menghubungkan citra merek, harga, kualitas, dan biaya pengalihan dengan loyalitas. Subjek penelitian ini adalah pelanggan Indosat IM3 di Semarang dengan umur 15-21 tahun dan telah menggunakan produk Indosat IM3 selama minimal 6 bulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara citra merek dan kualitas dengan tingkat ketidakloyalan pelanggan Indosat IM3 sementara tidak terdapat hubungan antara harga dan biaya pengalihan dengan tingkat ketidakloyalan pelanggan Indosat IM3. Hubungan citra merek dengan loyalitas menunjukan sebagian konsumen terutama anak muda, memilih suatu merek untuk memahami diri mereka sendiri dan untuk mengkomunikasikan aspek diri mereka sendiri kepada orang lain. Hubungan kualitas dengan loyalitas menunjukan kualitas yang telah dimiliki oleh Telkomsel sejak dulu membuat hal tersebut melekat dengan Telkomsel Loop yang membuat konsumen tertarik dengan kualitas yang mereka miliki. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas yang berasal dari faktor eksternal dan dapat meneliti lebih lanjut menyentuh tingkatan loyalitas tindakan pada pelanggan.
PEMAKNAAN KHALAYAK TERHADAAN AGAMA OLEH BASUKI TJAHAJA PURNAMA DI MEDIA SOSIAL YOUTUBE Zahro, Fatimah; Pudjo Santoso, Hedi
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.415 KB)

Abstract

Media sosial merupakan teknologi berbasis internet yang menyajikan hiburan dan informasi secara cepat, tepat, praktis, dan dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat. Media sosial YouTube sangat menarik untuk diteliti, karena media sosial tersebut dapat menampilkan berbagai informasi dari berbagai karakteristik masyarakat dalam bentuk tayangan audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan khalayak mengenai informasi kasus penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama di media sosial YouTube. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis resepsi. Analisis resepsi memandang khalayak sebagai produser makna, tidak hanya menjadi konsumen media. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori decoding-encoding Stuart Hall untuk membantu menjelaskan proses berjalannya decoding-encoding dari informasi yang disajikan oleh media sosial YouTube. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode semiotika Roland Barthes untuk menganalisis makna dominan yang dihasilkan dari banyaknya pesan-pesan yang disampaikan oleh media terkait kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khalayak aktif dalam memaknai informasi kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama yang diterimanya. Interpretasi khalayak terbagi dalam tiga posisi pemaknaan: dominant-hegemonic position, negotiated position, dan oppositinal position. Tiga dari enam informan sependapat dengan makna dominant-hegemonic position, yakni pernyataan Basuki Tjahaja Purnama mengandung unsur penodaan. Khalayak tersebut memaknai pernyataan Basuki Tjahaja Purnama sesuai dengan makna dominan yang dihadirkan oleh media sosial YouTube. Kedua informan yang lain berada pada posisi negotiated karena menganggap bahwa isi media yang diberikan media sosial YouTube tidak semuanya dapat diterima oleh mereka. Mereka menerima makna dominan yang ada, namun mempunyai alternatif pemaknaan yang lain Sedangkan satu informan lain berada pada posisi oppositional karena menolak isi teks yang di berikan oleh media sosial YouTube. Informan memaknai bahwa Basuki Tjahaja Purnama tidak dengan sengaja melontarkan pernyataan tersebut sehingga tidak ada unsur penodaan di dalamnya.
TERPAAN KOMUNIKASI PRESIDEN SBY DI MEDIA MENGENAI PERMASALAHAN KENAIKAN HARGA BBM DAN KELANGKAAN GAS 3KG TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT ATAS KINERJA PRESIDEN SBY rizky Adhitya; Sri Widowati Herieningsih; Muchamad Yulianto
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.732 KB)

Abstract

1 |Terpaan Komunikasi politik mengenai kenaikan harga BBM & kelangkaan gas 3kg terhadap persepsi masyarakat ataskinerja Presiden SBYARTIKELTERPAAN KOMUNIKASI PRESIDEN SBY DI MEDIA MENGENAI PERMASALAHAN KENAIKAN HARGA BBM DAN KELANGKAAN GAS 3KG TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT ATAS KINERJA PRESIDEN SBYPENYUSUN:Rizky Adhitya PutraDODEN PEMBIMBING:Sri Widowati Heriningsih, M.si & Much. Yulianto, S.SosJURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG20132 |Terpaan Komunikasi politik mengenai kenaikan harga BBM & kelangkaan gas 3kg terhadap persepsi masyarakat ataskinerja Presiden SBYABSTRAKSITitle : Exposure of President SBY communication in the media about the problems raise prices bbm & 3kg gas scarcity of public perception on the performance of President SBYName : Rizky Adhitya PutraNIM : D2C606049Major : Ilmu KomunikasiPresident Yudhoyono became the object of study because currently a hot issue and how perceptions of him are formed in the padasaat this difficult time and that a subject is public or audience kergiatan or directly affected by the decision of President SBYvariables taken in this study is media exposure and perceptions. The population in this study is as much 734 people taken by accidental sampling, the sample used is saturated sample with a sample of 60 people.Based on the results of statistical tests with Kendall Rank Correlation analysis found a positive and significant relationship between media exposure (X) and perception (Y), the Kendall rank correlation coefficient formula resulted in a rate that is in the range 0.660 criterion 0.000 0.600 to 0.799 with a significance value smaller than 0.05. And it is known that exposure to media that meerpa kalaknya included in the high category with a percentage of 75% and perception of the performance of President SBY high or less received positive feedback with a percentage of 75% is also in the high categoryIt can be shown that the relationship between Depiction adanaya media communications made regarding President SBY about rising fuel prices and gas shortages 3kg shown in the media, especially the television media perception is then formed in the community about the performance of President Susilo Bambang YudhoyonoABSTRAKSIPresiden SBY menjadi obyek penelitian karena saat ini sedang ramai dibicarakan dan bagaimana persepsi atas dirinya terbentuk di masa masa sulit padasaat ini dan yang menjadi subjeknya adalah masyarakat atau khalayak yang terimbas langsung oleh kergiatan atau keputusan dari presiden SBYVariabel yangt diambil dalam penelitian ini adalah terpaan media dan persepsi. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 734 orang yang diambil secara accidental sampling, sampel yang digunakan adalah sampel jenuh dengan sampel penelitian sebanyak 60 orang.Berdasarkan hasil uji statistik dengan analisis Korelasi Rank Kendall terdapat hubungan positif dan signifikan antara terpaan media (X) dan persepsi (Y), dengan rumus koefisien korelasi Rank Kendall menghasilan angka 0,660 yang berada dalam rentang kriteria 0,600-0,799 dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dan diketahui bahwa terpaan media yang meerpa kalaknya termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 75% dan persepsi terhadap kinerja presiden SBY tinggi atau kurang mendapat tanggapan positif dengan persentase juga sebesar 75% di kategori tinggiHal ini dapat menunjukan bahwa adanaya hubungan antara Pengambaran media mengenai komunikasi yang dilakukan presiden SBY mengenai kenaikan harga bbm dan kelangkaan gas 3Kg yang ditampilkan dalam media terutama3 |Terpaan Komunikasi politik mengenai kenaikan harga BBM & kelangkaan gas 3kg terhadap persepsi masyarakat ataskinerja Presiden SBYmedia televisi dengan persepsi yang kemudian terbentuk dalam masyarakat tentang penialaian mengenai kinerja presiden SBY1.1 Latar BelakangSaat Pemerintah dibawah presiden SBY melakukan konversi dari penggunaan minyak tanah ke penggunaan tabung gas 3Kg Presiden SBY melakukan pidato kenegaraan yang dalam intinya akan dilakukan konversi dari minyak tanah ke gas 3Kg dan infrastruktur dan ketersediaan gas 3Kg sudah siap dan ternyata terjadi kelangkaan dimana mana dan adanya banyak ledakan gas 3Kg di berbagai daerah. Selain itu Rencana pemerintah untuk membatasi subsidi BBM, walaupun terkesan terlambat, layak untuk diapresiasi.Karena permasalahan ini menguasaih hajat hidup orang banyak maka mendapat perhatian lebih dari Masyarakat secara lebih, yang paling popular adalah pidato kenegaraan Presiden SBY secara terbuka di Istana Negara 13 juni 2013 yang disiarkan hampir semua televisi nasional baik negri maupun swasta dan kebanyakan masyarakat tau dan paham bahwa intinya bbm dinaikan untuk mengurangi kerugian Negara dan harga bbm naik dibarengi dengan kebijakan BLSM yang saat ini sedang dijalankan1.2 Perumusan Masalahapakah ada hubungan antara terpaan pemberitaan komunikasi politik mengenai kenaikan harga BBM, kelangkaan gas 3kg yang dilakukan oleh Presiden SBY dengan persepsi masyarakat pada sikap yang dilakukan SBY.4 |Terpaan Komunikasi politik mengenai kenaikan harga BBM & kelangkaan gas 3kg terhadap persepsi masyarakat ataskinerja Presiden SBY1.3 Tujuan PenelitianUntuk mengetahui bagaimana hubungan antara dua variabel1.4 Kerangka TeoriSetiap penelitian memerlukan kejelasan titik tolak atau landasan berfikir dalam memecahkan masalah atau menyoroti masalahnya. Untuk itu perlu disusun kerangka teori yang memuat pokok-pokok pikiran yang menggambarkan dari sudut mana penelitian tersebut disoroti (Nawawi,1995:40).Menurut Steven M Caffe, efek media dapat dilihat dari perubahann yang terjadi pada diri khalayak, sebagai publik yang terpengaruhi. Adanya efek tersebut terbagi menjadi tiga :1. Efek Kognitifo Efek ini timbul bila ada perubahan pada apa yang diketahui, dipahami, atau dipersepsi khalayak. Efek ini berkaiatran dengan transmisi pengetahuan, ketrampilan, kepercayaan atau informasi2. Efek Afektifo Timbul bila ada perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi, dibenci khalayak. Efek ini ada hubunganya dengan emosi, sikap atau nilai3. Efek Behavioralo Merujuk pada prilaku nyata yang dapat diamati, meliputi pola tindakan, kegiatan atau kebiasaan berprilaku (rakhmat, Jallaludin 2004:210)5 |Terpaan Komunikasi politik mengenai kenaikan harga BBM & kelangkaan gas 3kg terhadap persepsi masyarakat ataskinerja Presiden SBY Motivasi/penerimaan kesan Kepribadian/penafsiranYang dibawa media massa merupakan suatu terpaan, Terpaan media menurut Shore (1985, p.26) tidak hanya menyangkut apakah seseorang secara fisik cukup dekat dengan kehadiran media massa, tetapi apakah seseorang benar benar terbuka terhadap pesan-pesan media tersebut. Terpaan media merupakan kegiatan mendengarkan, melihat, dan membaca pesan media masa ataupun mempunyai pengalaman dan perhatian terhadap pesan tersebut, yang dapat terjadi pada tingkat individu ataupun kelompok.Deskripsi Geometri Hubungan Antar Variabel1.5 Hipotesisadanya hubungan antara dua variable1.6 Definisi konseptual1. Terpaan media mengenai kenaikan harga BBM, kelangkaan gas 3kg terhadap masyarakat merupakan kegiatan mendengarkan, melihat, dan membaca pesan media masa ataupun mempunyai(X)Terpaan media massa mengenai mengenai kenaikan harga BBM, kelangkaan gas 3kg(Y)Persepsi khalayak mengenai sikap politik Presiden SBY6 |Terpaan Komunikasi politik mengenai kenaikan harga BBM & kelangkaan gas 3kg terhadap persepsi masyarakat ataskinerja Presiden SBYpengalaman dan perhatian terhadap kenaikan harga BBM dan kelangkaan gas 3kg,.2. Persepsi khalayak terhaddap Presiden SBY adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh kalayak dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan yang berkaitan dengan Presiden SBY.1.7 Definisi operasionalTerpaan komunikasi kenaikan harga BBM & Gas 3Kg : Durasi menonton (pidato) Frekuesi menonton (pidato) Perhatian terhadap Tayangan (pidato)persepsi masyarakat atas kinerja Presiden SBY : penerimaan kesan penafsiran1.8 Metodologi Penelitian1.8.1 Tipe penelitianTipe yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian penjelasan (explanatory research)1.8.2 Populasi dan Teknik Sampling1.8.2.1 Populasidalam hal ini adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNDIP angkatan 2007/2008 sampai dengan angkatan 2008/2009, Adapun jumlah populasi7 |Terpaan Komunikasi politik mengenai kenaikan harga BBM & kelangkaan gas 3kg terhadap persepsi masyarakat ataskinerja Presiden SBYmahasiswa dan mahasiswi angkatan 2008 dan 2009 adalah sebanyak 734 mahasiswa.mahasiswa dan mahasiawi angkatan 2008-2009 sejumlah 734 mahasiswa.. Teknik yang digunakan penarikan sample adalah accidentaljumlah populasi sebanyak 734 orang dalam penelitian ini penulis menarik sample sebesar lebih kurang 10 % sehingga samplenya 60 orang.1.8.3 Jenis dan Sumber Data1.8.3.1 Data primerSumber data primer berasal dari para responden,1.8.3.2 Data sekunderSumber data sekunder didapat dari1.8.4 Alat dan teknik pengumpulan data1.8.4.1 Alat pengumpulan dataAlat pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner.1.8.4.2 Teknik pengumpulan dataTeknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara.1.8.5 Analisis DataPada pengujian hipotesis, penelitian ini menggunakan Koefisien Korelasi Rank Kendall dengan menggunakan bantuan software SPSS.UJI HIPOTESIS DAN ANALISIS HUBUNGAN TERPAAN MEDIA MASSA DENGAN PERSEPSI KOMUNIKASI POLITIK SBY8 |Terpaan Komunikasi politik mengenai kenaikan harga BBM & kelangkaan gas 3kg terhadap persepsi masyarakat ataskinerja Presiden SBYUntuk mengetahui koefisien korelasi antara variabel-variabel menggunakananalisa koefisien korelasi Kendall.1.1 Uji Hipotesis1. Jika nilai signifikan < 0,01 maka hubungan dinyatakan signifikan padataraf kepercayaan 99%, Hipotesis nol (Ho) ditolak dan Hipotesisalternatif (Ha) diterima.2. Jika nilai signifikan < 0,05 maka hubungan dinyatakan signifikan padataraf kepercayaan 95%, Hipotesis nol (Ho) ditolak dan Hipotesisalternatif (Ha) diterima.1.1.1 Pengujian Hubungan Terpaan Media Massa dengan PersepsiKomunikasi Politik SBYhasil uji statistik dengan menggunakan uji Konkordasi Kendall yangdijalankan dengan Program SPSSTabel 3.8Pengujian Hubungan Terpaan Media Massa terhadap Persepsi KhalayakCorrelations1,000 ,660**. ,00060 60,660** 1,000,000 .60 60Correlation CoefficientSig. (2-tailed)NCorrelation CoefficientSig. (2-tailed)NTerpaan MediaPersepsi KhalayakKendall's tau_bTerpaanMediaPersepsiKhalayak**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).Sumber: Data Primer yang Diolah, 20139 |Terpaan Komunikasi politik mengenai kenaikan harga BBM & kelangkaan gas 3kg terhadap persepsi masyarakat ataskinerja Presiden SBYUji Korelasi Kendall menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Oleh karena nilai signifikansi tersebut < 0,05 maka terpaan media massa terbukti memiliki hubungan yang positif1.1.2 Pengujian Kekuatan Hubungana. Jika koefisien korelasi sebesar 0,000 – 0,199 maka kekuatan hubungan antar kedua variabel sangat rendahb. Jika koefisien korelasi sebesar 0,200 – 0,399 maka kekuatan hubungan antar kedua variabel rendahc. Jika koefisien korelasi sebesar 0,400 – 0,599 maka kekuatan hubungan antar kedua variabel sedangd. Jika koefisien korelasi sebesar 0,600 – 0,799 maka kekuatan hubungan antar kedua variabel kuate. Jika koefisien korelasi sebesar 0,800 – 1,000 maka kekuatan hubungan antar kedua variabel sangat kuatdalam tabel 4.9 menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,660. Nilai koefisien korelasi tersebut (0,660) berada pada rentang 0,600 – 0,799 sehingga dapat disimpulkan bahwa kekuatan hubungan antara terpaan media massa terhadap persepsi khalayak adalah kuat.1.2 AnalisisPersepsi dapat di definisikan sebagai proses yang dilakukan individu untuk memilih, mengatur dan menafsirkan stimuli ke dalam gambar yang berarti dan masuk akal mengenai dunia. Proses ini dapat dijelaskan sebagai “bagaimanakah10 |Terpaan Komunikasi politik mengenai kenaikan harga BBM & kelangkaan gas 3kg terhadap persepsi masyarakat ataskinerja Presiden SBYkita melihat dunia di sekeliling kita.” Dua individu mungkin menerima stimuli yang sama dalam kondisi nyata yang sama, tetapi bagaimana setiap orang mengenal, memilih, mengatur, dan menafsirkannya merupakan proses yang sangatGerbner dan koleganya berpendapat bahwa televisi menanamkan sikap dan nilai tertentu. Media pun kemudian memelihara dan menyebarkan sikap dan nilai itu antar anggota masyarakat yang kemudian mengikatnya bersama‐sama pula. Media mempengaruhi penonton dan masing‐masing penonton itu meyakininya. Sehingga para pecandu berat televisi itu akan mempunyai kecenderungan sikap yang sama satu sama lain (Nurudin, 2003 :159).A. Kesimpulan Terpaan media mengenai pidato Presiden SBY mengenai Kenaikan Harga BBM dan kelangkaan gas LPG 3Kg menerpa kahalayak sangat tinggi Presepsi khalayak yang terbentuk atas kinerja Presiden SBY adalah bahawqa Presiden SBY belum melaksanakan Kinerjana secara maksimal dan tingkat kepercayaan terhadap kinerja Presiden SBY yang rendah

Page 45 of 157 | Total Record : 1563