cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia
ISSN : 02161699     EISSN : 25812300     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 364 Documents
Analisis pembelajaran aspek kognitif materi pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sma/smk di daerah istimewa yogyakarta Ahmad Rithaudin; Indah Prasetyowati Tri Purnama Sari
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 15, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.92 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v15i1.25490

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan ditemuinya kesulitan guru dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan isi materi yang mencakup tiga tujuan utama pembelajaran yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran pada aspek kognitif yang terdapat dalam RPP mata pelajaran penjasorkes di SMA/SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan metode analisis dokumen. Subyek dalam sekolah mitra UNY pada tahun 2015 yang berjumlah 21 sekolah. Adapun data yang didapatkan adalah 19 RPP dari 19 sekolah. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar analisis dokumen. Hasil yang didapatkan dalam penelitiann ini dapat disimpulkan bahwa secara umum terdapat materi pembelajaran pada aspek kognitif dalam RPP pembelajaran penjasorkes SMA Mitra UNY di DIY. Kemudian jika analisis dilakukan terhadap indikator yang dikembangkan, indikator yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi kognitif siswa hanya muncul di dalam RPP yang kembangkan dengan kurikulum tahun 2013. Untuk uraian materi yang dikembangkan, hampir semua RPP yang kembangkan secara minimal telah mencantumkan materi yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi kognitif siswa. Kecenderungan materi lebih lengkap apabila RPP tersebut disusun berdasar kurikulum tahun 2013. Learning analysis of cognitive aspects of sports and health education materials in high school and vocational school of yogyakarta special region AbstractThis research is motivated by problems encountered by the teacher's difficulties in the preparation of the lesson plan (RPP) with the contents of the material which includes three main objectives of learning, namely cognitive, affective and psychomotor. This study aims to analyze learning on cognitive aspects contained in the RPP of physical education courses in high schools / vocational schools in the Special Region of Yogyakarta (DIY). The design in this study is descriptive quantitative, with document analysis methods. The subjects in the Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) partner schools in 2015 were 21 schools. The data obtained are 19 lesson plans from 19 schools. The instrument in this study is a document analysis sheet. The results obtained in this research can be concluded that in general there are learning material on cognitive aspects in the lesson plan for physical education in high school UNY partners in Special Region of Yogyakarta (DIY). Then if the analysis is carried out on the indicators developed, indicators relating to the development of student cognitive competencies only appear in the RPP developed with the 2013 curriculum. For the description of the material developed, almost all RPPs that have developed have included material related to competency development. Cognitive students. Material trends are more complete if the RPP is prepared based on the 2013 curriculum.
KONTRIBUSI EKSTRAKURIKULER BOLABASKET TERHADAP PEMBIBITAN ATLET DAN PENINGKATAN KESEGARAN JASMANI Tri Ani Hastuti
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 7, No 1 (2010): April
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v7i1.482

Abstract

Abstract The idea that physical education is to improve physical fitness is impossible because the limited time provided in secondary high school curriculum. Therefore, the policy to have sports as extracurricular is important which are driven to provide programs based on students interest, talents, situation, and needs. Basketball as an extracurricular contributes to improve students physical fitness and also talent scouting. Regular and systematic exercise will improve physical fitness components such as : (1) cardiorespiratory endurance, (2) muscle strength and endurance, (3) flexibility, (4) body composition. Basketball as an extra curricular program functions as development of basketball elite athletes. Kata kunci : ekstrakurikuler bolabasket, pembibitan, kesegaran jasmani.
PERAN GURU PENDIDIKAN JASMANI DALAM SISTEM PEMBANGUNAN DAN PEMBINAN OLAHRAGA DI INDONESIA Komarudin Komarudin
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 11, No 1: April 2015
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.97 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v11i1.8169

Abstract

AbstractSport is a culture and universal language for mankind. Sport could support the mental and character development.Through sport, a small state could become a great one. The application of the motto “promote the society to do sportand promote the sport to the society” is far from expectations. The deterioration of Indonesia’s sport performanceis worrying that is caused by the development and the coaching system which did not run well. These phenomenabecome a collective thinking for Indonesia’s sport man, including physical education teacher. Physical educationteacher has a big responsibility to take an active role in the development and coaching system in Indonesia, especiallyin the stage of sport promotion through physical education in the school and community.Key words: Physical Education Teacher, Sport Development and Building SystemAbstrakOlahraga merupakan sebuah budaya sekaligus bahasa universal bagi umat manusia. Olahraga pun dapat turutmenunjang pembangunan mental dan karakter bangsa, melalui olahraga, banyak negara kecil menjadi besar.Penerapan motto mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga sampai saat ini terasa semakinjauh dari harapan. Keterpurukan prestasi olahraga Indonesia juga semakin lama semakin menghawatirkan.Halini salah satunya disebabkan karena sistem pembangunan dan pembinaan olahraga di Indonesia belum berjalandengan baik.Fenomena-fenomena tersebut menjadi pemikiran bersama insan olahraga yang ada di Indonesia, takterkecuali guru pendidikan jasmani.Guru pendidikan jasmani memiliki tanggungjawab besar untuk dapat berperanaktif dalam sistem pembangunan dan pembinaan olahraga di Indonesia, khususnya dalam tahap pemassalan danpembibitan olahraga lewat pendidikan jasmani di sekolah dan masyarakat.Kata Kunci : Guru Pendidikan Jasmani, SistemPembangunan dan Pembinaan Olahraga
PERBEDAAN PENGARUH METODE MENGAJAR RECIPROCAL DAN SELF CHECK TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN TEKNIK DASAR BOLAVOLI Tri Saptono
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 9, No 2 (2013): November
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.795 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v9i2.3013

Abstract

This research aims to find out the difference effect of reciprocal method and self check method on the basic skilltechnic of volleyball. The population of the research consists of 60 male students at UPN “Veteran” Yogyakarta, with40 students as random samples which then divide into two groups. First group is reciprocal method and second groupis self check method. Based on data analysis technique it gets t observation: 13.198 Mean while for t. table = 4.11 (tobservation: 13.198 t count 4.11). Based on the result of the analysis, conclusions are drawn as follows that thereis a significant difference between reciprocal method and self check method on the basic skill technic of volleyball.Keywords: Reciprocal, Self Check, Volleyball
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SENAM LANTAI GULING BELAKANG MELALUI PENGGUNAAN MEDIA VIDEO Ibnu Dwi Prasetyo, Sunarti
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 12, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.589 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v12i1.10210

Abstract

The problem in this research is the lack of students’ skill class XI-MIA 2 of SMA Negeri 1 Sentolo in the PhysicalEducation learning process. This research aims to improve of students’ backward roll skill of class XI-MIA 2 throughvideo media. This research is a classroom action research that divided into two cycles, each cycle consists of onemeeting. The Subjects of the research is students class XI MIA 2 of SMA Negeri 1 Sentolo, which amount 32 students.The technique of collecting data is used interview to the teacher and observation of learning result. The results showthat students’ backward roll skill of class XI-MIA 2 has significantly increased after a given action. For the first cyclelevel of skill only reaches 65.5 %. Unfortunately after the first cycle finished the skill has not completed the minimumcompleteness criteria (KKM). This research is successful if the level of skill has already reached 75%, so need tocontinue with the second cycle. Backward roll skill reaches 87.5% in the second cyrcle. It can be cocluded that theability of students backward roll skill can be enhanced throught video media.Key words: gymnastic, backward roll, media, video,AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya keterampilan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sentolo dalamproses pembelajaran Pendidikan Jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan senam lantaiguling belakang siswa kelas XI MIA 2 melalui media video. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yangberlangsung dua siklus, setiap siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI MIA2 SMA Negeri 1 Sentolo yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancarakepada guru dan observasi hasil belajar. penelitian menunjukan bahwa siswa kelas XI MIA 2 mengalami peningkatanketerampilan senam lantai guling belakang secara signifikan setelah diberi tindakan. Pada sikus I tingkat keterampilanhanya 65,5%. Setelah siklus I berakhir tingkat keterampilan belum memenuhi KKM. Penelitian dikatakan berhasiljika tingkat keterampilan sudah berada pada 75%, sehingga perlu dilanjutkan dengan siklus II. Tingkat keterampilansenam lantai guling belakang mencapai 87.5% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampunketerampilan siswa dalam materi senam lantai guling belakang dapat ditingkatkan melalui media video.Kata kunci : senam, guling belakang, media, video
OPTIMALISASI PEMBENTUKAN KARAKTER DAN KEDISIPLINANSISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PENDIDIKAN JASMANIOLAHRAGA DAN KESEHATAN Cerika Rismayanthi
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 8, No 1 (2011): April
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.212 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v8i1.3478

Abstract

Physical education, sport, and health is an integral part of overall education, which aims to develop individualorganically, neuromuscular, intellectually and emotionally. In the process of learning, growth and intellectualdevelopment, social and child emotional occurs largely through movement or motor activity that kids do. Physicaleducation, sport, and health emphasize the holistic aspects of education such as health, physical fitness, criticalthinking skills, emotional stability, social skills, reasoning and moral action, which is the goal of education ingeneral or specifically through the learning of physical education, students do activities in the form of the gamesportand exercise tailored to the growth and development of children. Education in primary schools is a formaleducation is first and foremost, so it became the foundation of all subsequent education. Therefore, through schooleducation was expected of all parties involved to provide the best in terms of optimizing the formation of characterand discipline for primary school students. Character formation and cultivation of the values of discipline isappropriate to get considerable attention. Physical education, sport, and health is an educational tool that aims todevelop students’ personalities in order to fully human formation and implementation of physical education isclosely linked to educational efforts that are orderly, planned and sustained level starting from elementary school.Keywords: characters forming, discipline, physical education, sport and healthAbstrakPendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (penjasorkes) merupakan bagian integral dari pendidikankeseluruhan, yang bertujuan untuk mengembangkan individu secara organik, neuromuskuler, intelektual danemosional. Dalam proses pembelajaran penjasorkes, pertumbuhan dan perkembangan intelektual, sosialdan emoslonal anak sebagian besar terjadi melalui aktivitas gerak atau motorik yang dilakukan anak.Penjasorkes menekankan aspek pendidikan yang bersifat menyeluruh antara lain kesehatan, kebugaranjasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral,yang merupakan tujuan pendidikan pada umumnya. Atau secara spesifik melalui pembelajaran pendidikanjasmani, siswa melakukan kegiatan berupa permainan (game), dan berolahraga yang disesuaikan denganpertumbuhan dan perkembangan anak. Pendidikan di sekolah dasar merupakan pendidikan formal yangpertama dan utama, sehingga menjadi landasan dari semua pendidikan selanjutnya. Oleh karena itu, melaluipendidikan Sekolah diharapkan semua pihak yang terkait memberikan yang terbaik dalam rangka optimalisasipembentukan karakter dan kedisiplinan bagi siswa Sekolah dasar. Pembentukan Karakter dan penanamannilai-nilai kedisiplinan sudah selayaknya mendapatkan perhatian yang cukup besar. Penjasorkes merupakansuatu sarana pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian siswa dalam rangka pembentukanmanusia seutuhnya dan pelaksanaan pendidikan jasmani tersebut berhubungan erat dengan usaha-usahapendidikan yang teratur, terencana dan berkelanjutan dimulai dari jenjang Sekolah Dasar.Kata Kunci: Pembentukan Karakter, Kedisiplinan, Penjasorkes
Analisis senam angguk di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta Farida Mulyaningsih
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 13, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.609 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v13i1.21023

Abstract

Penelitian bertujuan mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan Senam Angguk di Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode atau jenis penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu dengan mengobservasi langsung ke lapangan kemudian melakukan wawancara ringan tentang Senam Angguk dan mengambil film sebagai dokumentasi. Kemudian menganalisis Senam Angguk yang ada di Kabupaten Kulonprogo dengan melibatkan pakar senam sebagai Expert Jusment. Setelah dianalisis apakah Senam Angguk termasuk dalam karakteristik senam, maka diperoleh hasil sebagai berikut: Senam Angguk cenderung masuk dalam senam aerobik ringan, dengan intensitas waktu yang relatif pendek (15 menit), dengan tujuan untuk rekreatif, dan dapat untuk menjaga kebugaran lansia muda kurang lebih usia 50 tahun. Namun secara sistematika, gerakan masih banyak yang tidak berurutan. Analyzing the Angguk Exercise in the Regency of Kulonprogo  AbstractThe study aims at describing, analysing and interpreting Angguk Exercise in the Regency of Kulonprogo, the Province of Yogyakarta Special Region. The study is a qualitative research using direct observation, small interview and film documentation with regards to the exercise. While the study was conducted, the analysis toward the exercise involved the experts of Gymnastics as part of Expert Judgment. After Angguk exercise has been analysed, the following characteristics are found: (1) Angguk exercise is inclined to be part of light aerobic exercise with relative short time intensity (15 minutes); (2) the objective of performing Angguk exercise is recreational; and (3) the exercise is suitable for the people who has just entered the beginning of their elderhood. Despite these characteristics most of the movements in Angguk exercise are not in a good sequence.
META ANALISIS PENGARUH PEMBELAJARAN PENDEKATAN TAKTIK (TGfU) TERHADAP PENGEMBANGAN ASPEK KOGNITIF SISWA DALAM PENDIDIKAN JASMANI Saryono dan Ahmad Rithaudin
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 8, No 2 (2011): November
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.909 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v8i2.3494

Abstract

AbstractThis study aims to determine the effect of tactics learning approach (TGfU) on the cognitive aspects of students in physical education. The effect will be investigated from the results of previous studies. This study uses meta-analysis. Meta analysis is a studyof a number of research results in similar problems. The unit of analysis in the study are written documents about the research tactic Learning Approach (TGfU) in the form of journal articles and research reports are taken in conformity with the purposive based on research themes. The main instrument of this research have helped to guide the researcher’s own documentation. Analysis of the data used is the analysis of quantitative data with a percentage and qualitative data analysis for data assessment narrative results of the studies found. The results showed that the learning of Physical Education are packaged in TGfU learning activities (teaching games for understanding) or cognitive learning tactics play a role in improving students’ thinking skills, decision making abilities, as well as the transfer in a game.Keywords: Meta Analysis, Tactics Approach, Cognitive Aspects.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran pendekatan taktik (TGfU) terhadap aspek kognitif siswa dalam pendidikan jasmani. Pengaruh tersebut akan diteliti dari hasil-hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis. Meta analisis merupakan kajian atas sejumlah hasil penelitian dalam masalah yang sejenis. Unit analisis dalam penelitian adalah dokumen-dokumen tertulis tentang penelitian Pembelajaran Pendekatan Taktik (TGfU) yang berupa artikel jurnal dan laporan penelitian yang diambil secara Purposive berdasarkan kesesuaiannya dengan tema penelitian. Instrumen utama penelitian ini ada peneliti sendiri dibantu dengan panduan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan prosentase dan analisis data kualitatif untuk data-data hasil kajian naratif terhadap penelitian-penelitian yang ditemui. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Jasmani yang dikemas dalam aktivitas pembelajaran TGfU (teaching games for understanding) atau pembelajaran taktik secara kognitif berperan dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa, kemampuan pengambilan keputusan, serta transfer dalam sebuah permainan.Kata Kunci: Meta Analisis, Pendekatan Taktik, Aspek Kognitif.
KEMAMPUAN GERAK MANIPULATIF MAHASISWA PESERTA PERKULIAHAN PERMAINAN NET TAHUN ANGKATAN 2010 Amat Komari
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 10, No 1: April 2014
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.975 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v10i1.5683

Abstract

AbstractThe main objective of this study was to determine the ability of the students participating in the course of motionmanipulative Net Games teaching class of 2010. The research design of this study is descriptive. The variables ofthis study is the ability of the students participating in the course of motion manipulative Net Game teaching in class2010. The population in this study is PJKR students who are taking courses Games Net Teaching is numbered240 students. The sample in this research were 160 students diambel by cluster random sampling technique. Theinstrument used in this study is the shuttlecock juggling test. This test is compiled by the researcher. The validity andreliability of the test results obtained.Validity and reliability of the test results obtained. The validity of the obtainedtest-re-test techniques, and the validity of the test results obtained by correlating the raw instrument. Data analysistechniques used in this research is descriptive Stats further explained by the percentage. Based on the researchresults and conclusions can be seen that the majority of students who take the courses PJKR teaching net gameshave the basic motion manipulative ability is shown by the percentage that reached 63.13%. While students with lowability more numerous when compared with students with basic motion capabilities manipulative Cleaner is equal to20.63% at 16.25% and a low ability to high ability.Keywords: Motion manipulatives, Net GamesAbstrakTujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan gerak manipulatif mahasiswa peserta perkuliahanPengajaran Net tahun angkatak 2010. Desain penelitian dari penelitian ini adalah Deskriptif. Variabel dari penelitianini adalah kemampuan gerak manipulatif mahasiswa peserta perkuliahan Pengajaran Net tahun angkatan 2010.Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa PJKR yang sedang menempuh mata kuliah Pengajaran PermainanNet yaitu berjumlah 240 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 160 mahasiswa diambil dengan teknikcluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes juggling shuttlecock. Tes inidisusun sendiri oleh peneliti. Validitas dan reliabilitas didapatkan dari hasil tes. Validitas didapatkan dengan tekniktest- re test, dan validitas didapatkan dengan mengkorelasikan hasil tes dengan instrumen baku. Teknik analisisdata yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistk deskriptif dengan dijelaskan lebih lanjut dengan persentase.Berdasar hasil penelitian dan kesimpulan dapat diketahui bahwa sebagian besar mahasiswa PJKR yang menempuhmata kuliah pengajaran permainan net memiliki kemampuan gerak dasar manipulatif sedang hal ini ditunjukkandengan besaran persentase yang mencapai 63,13%. Sedangkan mahasiswa dengan kemampuan rendah lebihbanyak jumlahnya apabila dibandingkan dengan mahasiswa dengan kemampuan gerak dasar manipulatif yang tingiyaitu sebesar 20,63% pada kemampuan rendah dan 16,25% pada kemampuan tinggi.Kata Kunci: Gerak Manipulatif, Permainan Net
SCHOOL PHYSICAL EDUCATION AND THE REPRODUCTION OF MASCULINITY Caly Setiawan
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 6, No 1 (2009): April
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.031 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v6i1.424

Abstract

Artikel ini menggali teori Bordieu tentang dominasi maskulin yang diterapkan pada kajian pendidikan jasmani dengan mempelajari, menggabungkan, dan mensintesa publikasi yang relevan. Sebagai intelektual yang berpengaruh, Bordieu memiliki teori yang luas mencakup teori sosial dan kultural. Gagasan utama Bordieu yang digunakan dalam artikel ini adalah habitus dan reproduksi kultural. Lebih lanjut lagi, untuk memahami dominasi maskulin, makalah ini dimulai dari pembahasan yang mencakup konstruksi sosial tentang tubuh. Sebagaimana Bordieu mengakui sekolah sebagai tempat yang produktif dari habitus tertentu, pendidikan jasmani muncul untuk memproduksi dan direproduksi oleh suatu ideologi dominan. Pendidikan jasmani merupakan tempat di mana nilai dari kultur dominan ditanamkan dan direproduksi. Namun, dominasi ini berlangsung sangat lembut sehingga Bordieu mengistilahkannya sebagai kekerasan simbolik. Dominasi laki-laki dalam pendidikan jasmani dicapai dengan memainkan wacana, mengeluarkan kualitas non-dominan, mengembangkan tindakan pedagogi tertentu, dan memberi lebel pada penyimpangan. Artikel ini menyarankan bahwa ada agenda untuk mereformasi kebijakan, program, dan praktik pendidikan jasmani yang lebih ramah perempuan. Kata Kunci: school physical education, reproduction of masculinity, Bordieu

Page 8 of 37 | Total Record : 364