cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
LGBT dalam Perspektif Tempo.com dan Republika.com: Kajian Wacana Kritis Reka Yuda Mahardika
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.7231

Abstract

This research is based on news reports with different perspectives on LGBT in various mass media. The purpose of this study is to describe LGBT from the perspective of online media coverage Tempo.com and Republika.com. This research is a qualitative study with a critical approach. Based on the results of the analysis of diction and sentences, it was found that Tempo chose a human rights perspective in viewing LGBT. Through this perspective, Tempo will be free to defend LGBT and their existence in Indonesia. The humanist perspective in human rights is the basis for Tempo to lead readers' opinions that LGBT have the right to obtain their human rights. On the other hand, Republika prefers a religious perspective with its dogmas to assess LGBT. Through this, Republika has a basis for leading readers' opinions to reject LGBT behavior in Indonesia.AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi pemberitaan dengan sudut pandang berbeda mengenai LGBT di berbagai media massa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memaparkan LGBT dalam perspektif pemberitaan media daring Tempo.com dan Republika.com. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kritis. Berdasarkan hasil analisis diksi dan kalimat didapat temuan bahwa Tempo memilih perspektif  HAM dalam memandang LGBT. Melalui perspektif ini, Tempo akan leluasa untuk membela LGBT dan eksistensi mereka di Indonesia. Sudut pandang humanisme dalam HAM menjadi dasar bagi Tempo untuk menggiring opini pembaca bahwa LGBT berhak untuk mendapatkan hak-hak kemanusiaannya. Di sisi lain, Republika lebih memilih perspektif agama dengan dogma-dogmanya untuk menilai LGBT. Melalui hal ini Republika memiliki dasar menggiring opini pembaca untuk menolak perilaku LGBT di Indonesia.
Kosakata Serapan Bahasa Jepang dalam KBBI: Analisis Struktur dan Makna Jerniati I.
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v8i1.938

Abstract

This papper aims to describing loan words of Japanese language in KBBI (Indonesian Dictionary). The research approach uses structural analysis which assumes that part of speech or vocabulary could be described through its structural characteristic. Besides that, the writer uses supporting theory like lexical and grammatical meaning. Moreover, the analysis method is using descriptive analysis in order to describe empirically based on situation or facts that existed and explained. The main data is Indonesian Dictionary . The result of analysis shows that: (1) Morphological structure of Japanese language vocabulary in Indonesian Dictionary consists of two, base form and derivation form. Base form is Japanese language words that have been absorbed in Indonesian language (found in Indonesian Dictionary) and could be the base of derived form, whilst derivation form is Japanese vocabulary that has undergone affixation process (prefix ber- and pe-) or compound process that combines loan words of Japanese language and Indonesian words. (2) There are three part of speech of Japanese language found in Indonesian Dictionary. Namely; noun, verb, and adjective. (3) The meaning of the words exposed in analysis is lexical and grammatical meaning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengungkapkan masalah kosakata serapan bahasa Jepang dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis struktural yang dapat mendeskripsikan kelas kata atau kosakata melalui ciri strukturalnya. Selain itu, penulis juga menggunakan paradigma yang mendukung teori makna leksikal dan makna gramatikal. Selanjutnya, penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis yang bertujuan mendeskripsikan secara empiris berdasarkan situasi atau fakta yang ada dan memaparkan dengan apa adanya. Sumber data utama berasal dari KBBI (2016). Hasil penelitian menunjukkan (1) struktur morfologi kosakata bahasa Jepang dalam KBBI ada dua, yaitu struktur kata dasar dan struktur kata turunan. Kata dasar tersebut adalah kosakata bahasa Jepang yang telah diserap dalam bahasa Indonesia  (menjadi penghuni KBBI) dan dapat menjadi dasar bentukan kata, sedangkan kata turunan adalah kosakata bahasa Jepang yang dapat atau telah melewati proses afiksasi (prefiks ber- dan  pe-) atau telah melewati proses pemajemukan yaitu penggabungan kosakata serapan bahasa Jepang dengan kosakata bahasa Indonesia. (2) Kelas kata bahasa Jepang dalam KBBI ada tiga, yaitu  nomina,  verba, dan   adjektiva.  (3) Makna kata yang terungkap dalam analisis adalah makna leksikal dan makna gramatikal. 
Loanwords in English from Local Languages in Indonesia Ana Purwitasari
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.6655

Abstract

This research engages with the aim to find out at least three things related closely to loanwords of English from Indonesian and local languages in Indonesia, including (1) which Indonesian words are borrowed by English, (2) what kind of loanword type are they and (3) which sound changes are found after the borrowing process. English texts as the corpora showed there are at least 38 loanwords from the local languages, e.g. Indonesian, Javanese with its variant, Sundanese, Ekagi or Ekari and Malay spoken in several regions in Indonesian archipelago. Speaking of loanword type, six of 38 loanwords are linguistically classified as loanshift for having shifted meaning in English as the recipient language, whereas the rest being direct loan. There are also sound changes in English, referring to (1) diphthongization, e.g. (a) e  eɪ as in [tempe]  [ˈtɛmpeɪ], (b) a  eɪ as in [kapʊʔ]  [ˈkeɪpɒk], (c) o  əʊ as in [gekɔɂ]  [ˈɡɛ.kəʊ] and (d) u  oʊ as in [pəŋɡulɪŋ]  [pæŋˈɡoʊlɪn], (2) elision, e.g. (a) [kakaʔtua]  [kɒkəˈtuː] and (b) [kǝris]  [krîːs], (3) infixation, as in (a) [mahɔni]  [məˈhɒɡəni] and (b) [maŋɡis]  [ˈmæŋɡəstiːn] and (4) lenition, e.g. (a) ʊ  ɒ as in [ˈamʊk̚]  [əˈmɒk], (b) t  d as in [ˈkati]  [ˈkædi] and (c) u  ǝ as in [kasuari]  [ˈkæs.ə.ˌwɛɹ.i]. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari tiga hal berkaitan dengan kata pinjaman dalam bahasa Inggris dari bahasa-bahasa daerah di Indonesia dan bahasa Indonesia, yaitu (1) leksikon apa saja yang diserap oleh bahasa Inggris, (2) tipe kata pinjaman apa, dan (3) perubahan bunyi apa yang ditemukan setelah proses peminjaman leksikon. Teks dalam bahasa Inggris yang digunakan sebagai sumber data menunjukkan bahwa setidaknya terdapat 38 kata pinjaman dari bahasa-bahasa di Indonesia, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Jawa dengan berbagai variannya, bahasa Sunda, bahasa Ekagi atau Ekari, dan bahasa Melayu. Adapun tipe kata pinjaman yang ditemukan mencakup loanshift yang disertai dengan perubahan makna dalam bahasa Inggris dan direct loan yang merujuk pada proses peminjaman kata tanpa disertai perubahan bunyi dan makna dalam bahasa Inggris. Perubahan bunyi yang dimaksud adalah (1) perubahan menjadi diftong, contoh (a) e  eɪ pada kata [tempe]  [ˈtɛmpeɪ], (b) a  eɪ pada kata [kapʊʔ]  [ˈkeɪpɒk], (c) o  əʊ pada kata [gekɔɂ]  [ˈɡɛ.kəʊ] dan (d) u  oʊ pada kata [pəŋɡulɪŋ]  [pæŋˈɡoʊlɪn], (2) elisi, contoh (a) [kakaʔtua]  [kɒkəˈtuː] dan (b) [kǝris]  [krîːs], (3) infiksasi, contoh (a) [mahɔni]  [məˈhɒɡəni] dan (b) [maŋɡis]  [ˈmæŋɡəstiːn], dan (4) lenisi, contoh (a) ʊ  ɒ pada kata [ˈamʊk̚]  [əˈmɒk], (b) t  d pada kata [ˈkati]  [ˈkædi] dan (c) u  ǝ pada kata [kasuari]  [ˈkæs.ə.ˌwɛɹ.i].
PEMAHAMAN TERHADAP METAFOR SEBAGAI SUMBER KEARIFAN MASYARAKAT Margaretha Liwoso
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v1i2.19

Abstract

Pengggunaan metafor di dalam teks bahasa asing dapat diasumsikan menimbulkan kesenjangan pemahaman makna bahasa sumber. Teks bahasa asing terdiri dari makna implisit yang terbentuk melalui latar belakang pengetahuan masyarakat. Dalam hal ini, makna bahasa dan budaya yang berbeda tidak selamanya mudah dianalogikan secara langsung dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, tanpa mempertimbangkan makna implisit yang terkandung di dalam bahasa sumber. Sejauh ini, para ahli sedang berupaya mencoba menemukan cara untuk menyelesaikan masalah kesalahpahaman karena implikasi metaforis.Dalam hal ini, kemungkinan kesenjangan pemahamanmempengaruhi penerjemahan dari bahasa sumber ke bahasa target. Bagaimanapun, dengan mengeksplorasi aspek-aspek metafor bahasa, akan dapat diekspresikan kearifan masyarakat sebagai bagian kehidupan mereka.
Poetic Function of Truck Container Signs in Indonesia I Dewa Putu Wijana
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2951

Abstract

In the pursuit of life comfort, human beings will never stop to do various ways with everything close to their surrounding, and language as the primary means of communication is one of tools used to realize this purpose. For the sake of fulfilling, their aesthetic need, human beings often exploit their linguistic ability to produce aesthetic discourses. This paper will try to analyse the poetic functions truck container signs passed over roads in Indonesia. In order to create aesthetic signs, the creators massively exploit various types of rhyming formulas, metaphors, similes, contradictions, hyperboles, literary style diction.    AbstrakDalam upaya menemukan kenyamanan hidupnya, manusia tidak akan pernah berhenti melakukan berbagai hal terhadap segala sesuatu yang dekat dengan lingkungan hidupnya, termasuk terhadap bahasa yang merupakan alat komunikasi verbal yang paling utama. Untuk memenuhi kebutuhan estetis ini, mereka sering memanfaatkan kemampuan berbahasanya untuk memproduksi wacana-wacana yang estetis. Makalah ini akan berusaha menganalisis fungsi poetik wacana tulisan di bak-bak truk yang melintas di jalan raya seluruh Indonesia. Dalam usaha menciptakan wacana yang estetis, para penciptanya secara masif memanfaatkan formula-formula berirama, metafora, simile, kontradiksi, hiperbola, kata-kata ragam sastra.  
Elipsis Posposisi Bahasa Jepang dalam Komik Akira Karya Hiromasa Okushima Mhd. Pujiono; Abdul Gapur; Taulia Taulia
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.2442

Abstract

In the context of everyday conversation, there is a phenomenon of ellipsis or disappearance in Japanese. One element of the word class that experiences ellipsis is postposition, which is a word class that plays an essential role in clarifying the function of a word in a sentence. This study examines the postpositional ellipsis in the Japanese conversation's comic Akira No. 2 by Hiromasa Okushima. The aim is to explain the form and process of the occurrence of Japanese postpositional ellipsis in conversation. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The data are conversational sentences with a postpositional ellipsis originating from the comic Akira No. 2 by Hiromasa Okushima Volume 1, chapter 1. Reading and note-taking techniques are used in data collection. The results indicate that there are postposition ellipsis wa (は), ga (が), no (の), e (へ), ni (に), o (を), and ka (か) occur in conversations between characters. The process of postposition ellipsis is influenced by the context of the conversation and occurs in character dialogue in comics in informal situations. Proposition ellipsis does not change the information or message in the sentence so that the interlocutor still understands the speaker's intent. AbstrakDalam konteks percakapan sehari-hari, terdapat fenomena elipsis atau pelesapan dalam bahasa Jepang. Salah satu unsur kelas kata yang mengalami elipsis adalah posposisi, yakni kelas kata yang berperan penting dalam memperjelas fungsi sebuah kata dalam kalimat. Dalam penelitian ini dikaji elipsis posposisi yang terjadi dalam percakapan bahasa Jepang dalam komik Akira No. 2 karya Hiromasa Okushima. Tujuannya adalah menjelaskan bentuk dan proses terjadinya elipsis posposisi bahasa Jepang pada percakapan.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data adalah kalimat percakapan yang mengalami elipsis posposisi yang bersumber dari komik Akira No. 2 karya Hiromasa Okushima Volume 1 chapter 1. Digunakan teknik simak dan catat dalam pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat elipsis posposisi wa (は), ga (が), no (の), e (へ), ni (に), o (を) dan ka (か) terjadi dalam percakapan antarkarakter. Proses elipsis posposisi dipengaruhi oleh konteks percakapan dan terjadi pada dialog karakter dalam komik dalam situasi tidak formal. Elipsis posposisi tidak mengubah informasi atau pesan di dalam kalimat sehingga lawan bicara tetap mengerti maksud pembicara.
BAHASA OIRATA, PULAU KISAR Nazarudin Nazarudin
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v2i1.51

Abstract

Bahasa Oirata adalah sebuah bahasa yang terancam punah yang dituturkan oleh suku Oirata di wilayah Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya. Sebagai sebuah bahasa dengan penutur sekitar 1500 orang, bahasa ini dianggap sebagai bahasa minoritas yang masuk dalam kategori terancam punah yang hidup berdampingan dengan bahasa Meher dengan penutur lebih dari 10.000 orang. Dengan demikian, cukup menarik untuk melihat bagaimana kedua bahasa tersebut saling berinteraksi. Berdasarkan temuan di lapangan, dapat diketahui bahwa kedua penutur bahasa ini berinteraksi dengan menggunakan bahasa Melayu Ambon. Selain itu, penelitian ini juga berfokus pada vitalitas bahasa Oirata dan deskripsi kebahasaan yang terdiri dari sistem fonologi dan proses morfologis yang terdapat dalam bahasa itu.
Rajah dalam Tradisi Ngaruwat Gunung Manglayang di Kampung Cikoneng Kabupaten Bandung: Kajian Semiotika Roland Barthes Arif Firmansyah; Miftahul Malik; Denisa Ayu Nita; Siska Marlina
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8385

Abstract

The purpose of this study is to determine the procession of the Mount Manglayang ngaruwat tradition as an effort to preserve tradition and to analyze the forms of denotation and connotation in the text of the ngaruwat text of Mount Manglayang. This study uses Roland Barthes' semiotic theory. The research method used is a qualitative descriptive method with data in the form of words, phrases and sentences in the rajah text and data sources obtained from the results of interviews with the figures involved. Data collection techniques use observation, interview and documentation techniques. The tradition of ngaruwat Mount Manglayang carried out by the people of Cikoneng Village, Cibiru Wetan Village and all the people around Mount Manglayang aims to ward off disaster or purify themselves from disaster and danger. Based on the results of the research conducted, it is concluded: (1) the procession of the Mount Manglayang ngaruwat tradition begins with sanduk-sanduk, rajah, ngarekes, nanjebkeun pamali and ends with community balakecrakan. (2) The rajah text that is chanted during the Mount Manglayang ngaruwat tradition procession consists of 12 stanzas and in total there are 134 lines from each stanza. After analysis, there were 50 lines included in connotation and 84 lines included in denotation. Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui prosesi tradisi ngaruwat Gunung Manglayang sebagai upaya pelestarian tradisi serta menganalisis bentuk denotasi dan konotasi dalam teks rajah ngaruwat Gunung Manglayang. penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskrptif kualitatif dengan data berupa kata, frasa dan kalimat dalam teks rajah dan sumber data didapatkan dari hasil wawancara terhadap tokoh yang terlibat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Tradisi ngaruwat Gunung Manglayang yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Cikoneng Desa Cibiru Wetan dan seluruh masyarakat sekitar Gunung Manglayang bertujuan untuk tolak bala atau pensucian diri dari malapetaka dan marabahaya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka disimpulkan: (1) prosesi tradisi ngaruwat Gunung Manglayang yaitu dimulai dengan sanduk-sanduk, rajah, ngarekes, nanjebkeun pamali dan diakhiri dengan balakecrakan masyarakat. (2) Teks rajah yang dilantunkan saat prosesi tradisi ngaruwat Gunung Manglayang ini terdiri dari 12 bait dan total keseluruhan terdapat 134 larik dari setiap baitnya. Setelah dianalisis terdapat 50 larik termasuk ke dalam konotasi dan 84 larik termasuk ke dalam denotasi.
Interpretasi Pragmatik melalui Implikatur Konvensional dan Nonkonvensional dalam Debat Capres Indonesia 2024 Ika Arifianti; Dewi Kusumaningsih
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.7814

Abstract

Presidential candidate debates play an important role in the campaign by becoming an arena for brainstorming and complex communication strategies. This research uses a pragmatic perspective to understand the dynamics of language in presidential debates, uncover the implicit meaning behind the candidates' speeches, and identify rhetorical strategies that influence the audience. With a theoretical approach that tests Grice's critical pragmatic analysis and conversational implication theory as well as descriptive-qualitative methods, this study analyzes the speeches of presidential candidates in the 2024 Indonesia presidential debate. Data was collected using the Free Listening and Conversation (SBLC) technique, which was recorded for further analysis in written form. The results of the analysis showed that there were conventional and non-conventional implications that candidates used to convey messages directly and subtly. This research also highlights the importance of language politeness according to Grice in political communication. The occurrence of implicature as a powerful tool in political debates emphasizes the importance of contextual understanding, and provides a new contribution to the study of political communication with a focus on presidential debates as a highly competitive and dynamic context. This research enriches the understanding of rhetorical strategies in political communication and the importance of pragmatic analysis in political debates. AbstrakDebat calon presiden (capres) memainkan peran penting dalam kampanye dengan menjadi arena adu gagasan dan strategi komunikasi kompleks. Penelitian ini menggunakan perspektif pragmatik untuk memahami dinamika bahasa dalam debat capres, mengungkap makna implisit di balik ujaran kandidat, serta mengidentifikasi strategi retorika yang mempengaruhi audiens. Dengan pendekatan teoretis yang menguji analisis pragmatik kritis dan teori metodologis percakapan menerapkan metode deskriptif-kualitatif, penelitian ini menganalisis tuturan calon capres dalam debat capres Indonesia 2024. Data dikumpulkan melalui teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), yang melalui rekaman untuk dianalisis lebih lanjut dalam bentuk tulisan. Hasil analisis menunjukkan adanya implikatur konvensional dan non-konvensional yang digunakan kandidat untuk menyampaikan pesan secara langsung maupun halus. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya maksim kesantunan berbahasa menurut Grice dalam komunikasi politik. Terjadinya implikatur sebagai  alat yang kuat dalam debat politik, menekankan pentingnya pemahaman kontekstual, serta memberikan kontribusi baru dalam studi komunikasi politik dengan fokus pada debat capres sebagai konteks yang sangat kompetitif dan dinamis. Penelitian ini memperkaya pemahaman tentang strategi retorika dalam komunikasi politik dan pentingnya analisis pragmatik dalam debat politik.
Pergeseran Bahasa Daerah Pada Anak-Anak di Kuala Tanjung Sumatra Utara NFN Sahril
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v7i2.571

Abstract

This research aims to describe the condition of regional language shift among children in Kuala Tanjung. Afterwards, it will be studied whether the attitude factor and the parents’ role affect the use of regional language. To answer this issue, the researcher involved the societies of Kuala Tanjung who live in the districts of Sei Suka, Medang Deras and Air Putih in Batu Bara Regency, North Sumatra Province. From these populations, samples are taken as many as 20 children from each district. The total sample is 60 people aged 6-12 years (primary education age), 60 parents (30—50 years, married), so the total sample is 120 people. This research used quantitative-qualitative descriptive method. Data collection techniques are observation, questionnaires and interviews through note taking and recording as the research instruments. The result of the research shows the condition of language shift among children in Kuala Tanjung based on percentage analysis of questionnaire data. The use of language in the realm of family and official and unofficial domains in schools shows the dominance of Indonesian language usage. Based on the percentage calculations, almost all respondents' answers indicate a lack of regional language usage by children, although in terms of attitudes, the respondents’ attitude towards regional language usage is quite encouraging, shown by the percentage of questionnaires. However, it does not affect the regional languages defense so that it is concluded that there has been a shift in language. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi pergeseran bahasa daerah di kalangan anak-anak di wilayah Kuala Tanjung. Lebih lanjut, akan dilihat apakah faktor sikap dan peran orang tua memengaruhi penggunaan bahasa daerah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan populasi masyarakat Kuala Tanjung yang berdomisili di Kecamatan Sei Suka, Kecamatan Medang Deras, dan Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatra Utara. Dari sejumlah populasi tersebut, diambil sampel sebanyak 20 anak-anak dan 20 orang tua dari tiap-tiap kecamatan. Jumlah sampel adalah 60 orang usia 6—12 tahun (usia pendidikan dasar) dan 60 orang tua (30—50 tahun, menikah), total sampel adalah 120 orang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, dan wawancara yang dilengkapi dengan instrumen penelitian, yaitu pencatatan dan perekaman. Hasil penelitian menunjukkan adanya kondisi pergeseran bahasa di kalangan anak-anak di Kuala Tanjung berdasarkan analisis persentase data kuesioner. Penggunaan bahasa pada ranah keluarga dan ranah resmi dan tidak resmi di sekolah menunjukkan dominannya penggunaan bahasa Indonesia. Berdasarkan perhitungan persentase, hampir semua jawaban responden menunjukkan kurangnya penggunaan bahasa daerah oleh anak-anak walaupun dari segi sikap responden terhadap penggunaan bahasa daerah cukup mengembirakan, yang ditunjukkan oleh hasil persentase kuesioner. Akan tetapi, tidak memberi pengaruh pada pemertahanan bahasa daerah sehingga disimpulkan telah terjadi pergeseran bahasa.