cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Ketransitifan dalam Status Facebook: Perspektif Linguistik Fungsional Sistemik Sugerman Sugerman; Anang Santoso; Sumadi Sumadi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.5497

Abstract

This study aims to describe the phenomenon of transitivity in Facebook statuses from a functional systemic linguistic perspective by Halliday. The research is of document study nature with a Functional Systemic Linguistics approach. Data was obtained through observation techniques, documentation techniques, and referential matching techniques derived from secondary data, namely Facebook statuses. The findings of this research indicate that clauses whose occurrences dominate over other clauses, such as material processes dominating over verbal, mental, behavioural, and relational processes. Furthermore, clauses that consistently appear in text production processes, such as phenomena, which have dominant occurrences compared to actors, goals, sensers, attributes, and scopes. Additionally, circumstances that dominate over other circumstances in the text include cause, which tends to dominate over matter, role, location, extent, and manner. The implications of this study impact the readers' understanding of the transitivity phenomenon in social media and enrich the literature for the development of discourse courses, critical discourse studies, and linguistics in general. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena ketransitifan dalam status Facebook: perspektif linguistik fungsional sistemik Halliday. Jenis penelitian studi dokumen dengan pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik. Data diperoleh melalui teknik observasi, teknik dokumentasi, dan teknik padan referensial yang bersumber dari data sekunder yaitu status Facebook. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa klausa yang kemunculannya mendominasi klausa lain seperti proses material yang mendominasi proses verbal, proses mental, proses perilaku, dan proses relasional. Klausa selanjutnya yang selalu muncul dalam proses pemroduksian teks seperti phenomenon yang kemunculannya dominan dibandingkan dengan actor, goal, senser, attribute, dan scope. Kemudian, sirkumtans yang mendominasi sirkumtans lain dalam teks, yaitu cause yang cenderung mendominasi matter, role, location, extent, dan manner. Implikasi penelitian ini berdampak kepada pemahaman pembaca terhadap fenomena ketransitifan dalam media sosial serta memperkaya literatur untuk pengembangan mata kuliah wacana, studi wacana kritis, dan linguistik secara umum. 
Transitivity Analysis on Framing in the Online News Articles Agustinus Dias Suparto
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 1 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v7i1.586

Abstract

News is the way to let public know about certain occurrences around the world. In Indonesia, the case of Ahok which has been sentenced for two years has been an international phenomenon. There are two factions which are opposite two each other about the case. Thus, report which can be found in the news may have different perspectives, depending on the writers’ views. There are bias and framing which leads people on the writer’s perspective. This paper will try to analyze two news articles on Basuki Tjahaja Purnama’scase which are taken from antaranews.com and hrw.org using Systemic Functional Linguistics (SFL). The data will be examined using transitivity analysis which can reveal the different perspectives of these two news articles by breaking down the sentences which shows the participants, process and circumstances involved. At the end of this paper, it shows how the difference in using of participants, process and circumstances creates different perspectives of the writer.  AbstrakBerita merupakan alat pemberitaan kepada masyarakat luas tentang peristiwa yang terjadi di dunia. Di Indonesia, pemberitaan tentang Ahok yang telah didakwa dua tahun penjara telah menjadi perbincangan dunia. Dalam menyikapi pemberitaan ini, terdapat dua kelompok besar yang saling berlawanan sehingga memungkinkan terdapat perbedaan laporan dalam berbagai pemberitaan. Maka, terjadi ketaksesuaian informasi dan framing yang berujung pada perbedaan pandangan tentang objek pemberitaan. Artikel ini membahas tentang pemberitaan Basuki Tjahaja Purnama di dua berita online, yaitu antaranews.com dan hrw.org menggunakan analisis ketransitifan dalam Systemic Functional Linguistics(SFL) yang dipopulerkan oleh Halliday. Data dibahas secara rinci dengan menganalisis aspek-aspek ketransitifan pada setiap kalimat dalam berita. Pada akhirnya, artikel ini mengungkap bagaimana penggunaan partisipan (participants), proses (process) dan situasi (circumstances) dalam kalimat dapat memengaruhi sudut pandang dari penulis berita 
Peran Orang Tua, Teman, dan Media Sosial dalam Sikap Pemertahanan Bahasa Daerah Kris Handini
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.4366

Abstract

Local languages play an important role as local wisdom, and all generations are expected to have the role in maintaining their local language. Therefore, this research aims to analyze the level of the role of parents, friends, and social media in local language, analyze their attitude toward their local language maintenance, and analyze the influencing role of parents, friends, and social media towards IPB University students’ attitude on the local language maintenance. The method used in this study was quantitative descriptive. The participants were 98 respondents from IPB University (PPKU IPB students). Data was collected using a questionnaire, observation, and interviews. Quantitative data was processed by multivariate statistics to analyze the influencing role of parents, friends, and social media towards IPB University students’ attitude on the local language maintenance. The results of this study revealed that respondents had higher cognitive knowledge towards local languages. This aspect was the same as other aspects like affective and conative component. This indicated that respondents had good awareness and behavior towards local languages. The role of parents had a positive and significant influence towards the students’ attitude of local language maintenance. The P-value under 5% indicates that students have a good attitude towards local language maintenance, and the role of parents is a factor to be considered.AbstrakBahasa daerah memiliki peran sebagai penjaga kearifan lokal dan diharapkan semua generasi berperan untuk mempertahankan bahasa daerah. Untuk itu, penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat peran orang tua, teman, dan media sosial dalam pemakaian bahasa daerah; menganalisis sikap pemertahanan bahasa daerah; menganalisis pengaruh peran orang tua, teman, dan media sosial terhadap sikap pemertahanan bahasa daerah mahasiswa PPKU IPB. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 98 mahasiswa PPKU IPB yang diperoleh dengan teknik random. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Data kuantitatif diolah dengan statistik multivariat untuk menganalisis pengaruh tingkat peran orang tua, teman, dan media sosial terhadap sikap pemertahanan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan (kognitif) yang sangat baik tentang bahasa daerah. Pengetahuan ini ternyata selaras dengan komponen afektif dan konatif yang menunjukkan bahwa responden memiliki kesadaran dan perilaku berbahasa yang baik. Peran orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap pemertahanan bahasa daerah dengan nilai koefisien positif, P. value di bawah 5%. Namun, tidak diikuti oleh peran teman dan media sosial. Dengan demikian, agar mahasiswa memiliki sikap pemertahanan bahasa daerah, faktor yang harus diperhatikan adalah peran orang tua.
Campur Kode dan Dekontruksi Pembelajaran Melalui Adaptasi Bahasa Buku Babad Tanah Sunda Babad Cirebon Tati Sri Uswati; Lilik Herawati; Sultan Tirta Mujtaba
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8161

Abstract

This study aims to describe the types and functions of code mixing found in the text Babad Tanah Sunda Babad Cirebon and deconstruct learning through the effectiveness of sentences resulting from language adaptation of students' work. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques use document analysis and literature study techniques. Data analysis in this study uses the technique of language analysis and distribution. The results of the study indicate that there are types of inner code mixing, outer code mixing, and hybrid code mixing, then based on their functions, there are intralingual functions (lexical function, grammatical function, phonological function) and extralingual functions (social, psychological, stylistic functions). In the study of errors in the effectiveness of sentences resulting from language adaptation, there are errors in the form of: (1) the use of two words with the same meaning in a sentence; (2) the use of excessive words that disrupt the sentence structure; (3) the use of chaotic affixes; (4) unfinished sentences; (5) the use of words with non-standard structures and spellings; (6) inappropriate use of the words where and which; (7) inappropriate choice of words; (8) ambiguous sentences that can lead to misunderstanding; (9) unnecessary repetition of words. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan fungsi campur kode yang terdapat pada teks Babad Tanah Sunda Babad Cirebon dan dekontruksi pembelajaran melalui keefektifan kalimat hasil adaptasi bahasa karya mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis dokumen dan studi kepustakaan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis bahasa padan dan agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis campur kode ke dalam (inner code mixing), campur kode ke luar (outer code mixing), dan campur kode campuran (hybrid code mixing), selanjutnya berdasarkan fungsinya, terdapat fungsi intralingual (fungsi leksikal, fungsi gramatikal, fungsi fonologis) dan fungsi ekstralingual (fungsi sosial, psikologis, stilistik). Pada kajian kesalahan keefektifan kalimat hasil adaptasi bahasa, terdapat kesalahan berupa: (1) penggunaan dua kata yang sama artinya dalam sebuah kalimat; (2) penggunaan kata berlebih yang mengganggu struktur kalimat; (3) penggunaan imbuhan yang kacau; (4) kalimat yang tidak selesai; (5) penggunaan kata dengan struktur dan ejaan yang tidak baku; (6) penggunaan tidak tepat kata di mana dan yang mana; (7) pilihan kata yang tidak tepat; (8) kalimat ambigu yang dapat menimbulkan salah arti; (9) pengulangan kata yang tidak perlu.
Pengembangan Media Flipbook Berbasis Digital Quotient Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Mahasiswa Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia Aninditya Sri Nugraheni; Ragil Dian Purnama Putri; Shopyan Jepri Kurniawan; Anjar Sulistiawati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.5120

Abstract

The purpose of this study is to develop a digital quotient-based flipbook media to improve Indonesian language learning outcomes in Islamic universities. This research is an innovation in the implementation of online learning in Indonesian language courses during the COVID-19 pandemic. The method used in this research is Research & Development (R&D) 4D model (Define, Design, Development, and Disseminate). The developed product was tested on students to determine the effect on learning outcomes. Based on the results of the media expert's validation, it was obtained in the Very Good category with an ideal percentage of 95%, and the material expert validation obtained an ideal percentage of 90% with the Very Good category. This indicates that the digital quotient-based flipbook learning media book is feasible to be used as a learning medium. Then the media was tested on students of UIN Sunan Kalijaga and UIN Sunan Ampel, the data obtained was 2,787 > 2,145 = significant. The data shows an increase from before being given the media to before being given the media. Based on the results of the study, it can be concluded that the development of flipbook media based on digital quotient is effective in improving student learning outcomes.  AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengembangkan media flipbook berbasis digital quotient untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia di perguruan tinggi Islam. Penelitian ini merupakan inovasi pelaksanaan pembelajaran online pada mata kuliah Bahasa Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Research & Development (R&D) model 4D (Define, Design, Development, dan Disseminate). Produk yang dikembangkan diuji cobakan kepada mahasiswa untuk mengetahui pengaruh terhadap hasil belajar. Berdasarkan hasil validasi ahli media didapatkan kategori Sangat Baik dengan persentase keidealan sebesar 95%, dan validasi ahli materi mendapatkan persentase keidealan sebesar 90% dengan kategori Sangat Baik.  Hal ini menandakan bahwa buku media pembelajaran flipbook berbasis digital quotient layak digunakan sebagai media pembelajaran. Kemudian media diuji cobakan terhadap mahasiswa UIN Sunan Kalijaga dan UIN Sunan Ampel diperoleh data 2,787 > 2,145 = signifikan. Data menunjukkan adanya peningkatan dari sebelum diberikan media menjadi sebelum diberikan media. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa  pengembangan media flipbook berbasis digital quotient efektif mampu meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Fonologi Bahasa Indonesia Pada Penutur Bahasa Korea di Media Youtube Agus Mulyanto; Moh Rakhmat; Sri Mulyani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.7835

Abstract

The aim of this research is to analyze language errors in phonetics in the use of Indonesian by foreign speakers and as a guide or reference in learning Indonesian for foreign speakers. The data obtained was taken from one of the video content on the Hello82 YouTube channel with guest star NCT DREAM. The research method uses descriptive qualitative by collecting data analyzing errors in language, recording and describing all the data, analyzing in more detail and describing errors in each data, classifying each data in phonetic studies. Phonetics is a field of study in language that focuses on the mechanisms and speech sounds produced by the speech apparatus. There are 24 Indonesian words that have errors in pronunciation. Language errors made by speakers include the vowel phonemes /a/, /i/, /u/, /e/, /ə/, and /o/ while the consonant phonemes /i/, /k/, /g/ , /n/, /r/, /p/, /t/, and /b/. Based on the form of sound change, it is divided into 18 forms of sound change, 10 forms of adding phoneme sounds, and 4 forms of removing phoneme sounds. From this research, the forms of phoneme sound changes include neutralization, vowel harmonization, assimilation, aspiration, epenthesis anaphtysis, paragog anaptysis, apocope contractions, and syncope contractions. Errors that occur can be influenced by the speaker's native grammar or the speaker's habits. In the rules of the Korean language, there are several phonemes that are pronounced and written the same, following the rules of the language. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesalahan berbahasa dalam fonetik pada penggunaan bahasa Indonesia oleh penutur asing dan sebagai pedoman atau acuan dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Data yang diperoleh diambil dari salah satu konten video yang ada pada kanal Youtube Hello82 dengan bintang tamu NCT DREAM. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data analisis kesalahan dalam berbahasa, mencatat dan menguraikan keseluruhan data, menganalisis lebih detail dan mendeskripsikan kesalahan setiap data, mengklasifikasikan setiap data dalam kajian fonetik. Fonetik merupakan suatu bidang kajian dalam bahasa yang berfokus pada mekanisme dan bunyi ujaran yang dihasilkan oleh alat ucap. Terdapat 24 kata bahasa Indonesia yang mengalami kesalahan dalam pengucapan. Kesalahan berbahasa yang diucapkan oleh penutur antara lain pada fonem vokal /a/, /i/, /u/, /e/, /ə/, dan /o/ sedangkan pada fonem konsonan /i/, /k/, /g/, /n/, /r/, /p/, /t/, dan /b/. Berdasarkan bentuk perubahan bunyi dibagi menjadi 18 bentuk perubahan bunyi, 10 bentuk penambahan bunyi fonem, dan 4 bentuk penghilangan bunyi fonem. Dari hasil analisis pada penelitian ini, terdapat bentuk perubahan bunyi fonem yang berbeda diantara lain adanya netralisasi, harmonisasi vokal, asimilasi, aspirasi, anaptiksis epentesis, anaptiksis paragog, kontraksi apokop, dan kontraksi sinkop. Kesalahan yang terjadi dapat dipengaruhi dari tata bahasa asli penutur ataupun kebiasaan penutur. Pada aturan bahasa Korea terdapat beberapa fonem yang pengucapan dan penulisannya sama, mengikuti aturan bahasanya.
ENTITAS METAFORA LEKSIKON FLORA MANDAILING TERHADAP KEBUDAYAANNYA Putri Nasution
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v4i2.33

Abstract

Masyarakat Mandailing memiliki satu ragam bahasa yang dinamakan hata bulung-bulung (artinya bahasa daun-daunan). Berbeda dari bahasa yang biasa, kata – kata dalam hata bulung-bulung ialah daun tumbuh-tumbuhan yang dalam bahasa Mandailing disebut bulung-bulung. Daun-daunan yang digunakan ialah daun-daunan yang namanya mempunyai persamaan bunyi dengan kata-kata lainnya dalam bahasa Mandailing. Misalnya daun tumbuh-tumbuhan yang bernama sitarak digunakan untuk menyampaikan kata marsarak (berpisah). Daun tumbuh-tumbuhan yang bernama pau (pakis) digunakan untuk menyampaikan kata diau (pada saya). Daun tumbuhan yang bernama sitanggis (setanggi) digunakan untuk menyampaikan perkataan tangis (menangis). Daun tumbuh-tumbuhan yang bernama podom-podom digunakan untuk menyampaikan perkataan modom (tidur). Daun tumbuh-tumbuhan yang bernama adungdung (madung) digunakan untuk menyampaikan perkataan dung (setelah). Daun tumbuhan yang bernama sitata (hita) digunakan untuk menyampaikan perkataan hita (kita). Dari ragam bahasa daunan atau flora itulah muncul bahasa Mandailing. Masyarakat Mandailing sendiri banyak yang tidak mengetahui tentang asal-usul bahasa Mandailing itu sendiri. Telah terjadi transformasi leksikon flora Mandailing yang membentuk satu makna dalam bahasa Mandailing itu sendiri yang mengandung nilai budaya yang sangat tinggi.
Identifikasi Aksen Tuturan Representatif Bahasa Jawa Dialek Banten: Pendekatan Fonetik Akustik Wawan Prihartono
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2926

Abstract

This study uses speech acoustic parameters representing the Javanese dialect of Banten using the acoustic phonetic theory developed by Nooteboom and friends. This research is a case study that uses a mixture of quantitative and qualitative methods. Data on spoken Javanese in Banten dialect is spoken by adult women living in the city of Serang, Banten Province. This study only analyzes data representing the Banten dialect Javanese that can be processed using praat applications. The duration is determined in milliseconds, the intensity is measured in units of dB, and the pitch motion is measured in units of Hz. How, speech representing in Javanese Banten dialect has an acoustic structure that is quite complex and has special characteristics. This is detected in the syllables /kən / and /ke/. In this syllable, the flow of notes is marked up, down, up, and down again with a longer duration than the other syllables.The results of this study can be made the basic material for reconstructing the Banten dialect Javanese specifically its acoustic structure in the future if the language has been approved extinct.After that it can be used as local content in learning at school.AbstrakPenelitian ini mengidentifikasi parameter akustik aksen tuturan representatif bahasa Jawa dialek Banten dengan menggunakan teori fonetik akustik yang dikembangkan oleh Nooteboom dan kawan-kawan. Penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif. Data tuturan bahasa Jawa dialek Banten dituturkan oleh perempuan dewasa yang tinggal di kota Serang, Provinsi Banten. Penelitian ini menganalisis aksen tuturan representatif bahasa Jawa dialek Banten yang diolah menggunakan aplikasi praat. Durasi diukur dalam satuan milidetik, intensitas diukur dalam satuan dB, dan pitch movement-nya diukur dalam satuan Hz. Hasilnya, tuturan representatif dalam dalam bahasa Jawa Dialek Banten memiliki struktur akustik yang kompleks dan menjadi ciri khas tuturan bahasa Jawa Dialek Banten. Hal ini terdeteksi pada silabel /kən/ dan /ke/. Pada silabel itu ditandai alir nada naik, turun, naik, dan turun kembali dengan durasi yang lebih panjang daripada silabel yang lain. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan dasar untuk merekonstruksi bahasa Jawa Dialek Banten khususnya struktur akustiknya jika di kemudian hari bahasa tersebut telah dianggap punah. Setelah itu dapat dijadikan muatan lokal dalam pembelajaran di sekolah.
Illocutionary Speech in Sampa' Tongkonan Discourse as an Oral Tradition of the Toraja People Anastasia Baan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.4263

Abstract

This study aimed to explore the meaning of illocutionary speech acts in the discourse of Sampa' Tongkonan, which is an oral tradition of the Toraja people. The researchers employed qualitative research methodology to collect data through interviews, observations, and documentation. The data analysis technique involved identifying, analyzing and describing the meaning of illocutionary speech. The study found that the illocutionary speech acts present in the Sampa' Tongkonan discourse were expressive, declarative, and directive. Expressive illocutionary utterances were used to express gratitude for the family clump, while declarative illocutionary speech was used to make statements to all family clumps. Directive illocutionary speech was used to make an appeal to the entire family. The study provides insights into the meaning of illocutionary speech in the Sampa' Tongkonan discourse as an oral tradition of the Toraja people. The findings have implications for the preservation and promotion of the Toraja culture. This study is significant because it sheds light on the unique cultural practices of the Toraja people and their oral tradition. It highlights the importance of understanding the meaning of illocutionary speech in the Sampa' Tongkonan discourse, which is an essential part of the Toraja culture. The study also provides a framework for future research on illocutionary speech in other oral traditions of the Toraja people. In conclusion, this study contributes to the understanding of the illocutionary speech acts present in the Sampa' Tongkonan discourse. The findings have implications for the preservation and promotion of the Toraja culture.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna dari tindak tutur ilokusi dalam wacana Sampa' Tongkonan, yang merupakan tradisi lisan dari masyarakat Toraja. Peneliti menggunakan metodologi penelitian kualitatif untuk mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data melibatkan identifikasi, analisis, dan deskripsi makna dari tindak tutur ilokusi. Studi ini menemukan bahwa tindak tutur ilokusi yang hadir dalam wacana Sampa' Tongkonan adalah ekspresif, deklaratif, dan direktif. Ucapan ilokusi ekspresif digunakan untuk mengungkapkan rasa terima kasih untuk kelompok keluarga, sedangkan ucapan ilokusi deklaratif digunakan untuk membuat pernyataan kepada semua kelompok keluarga. Ucapan ilokusi direktif digunakan untuk membuat sebuah permohonan kepada seluruh keluarga. penelitian ini memberikan wawasan tentang makna tindak tutur ilokusi dalam wacana Sampa' Tongkonan sebagai tradisi lisan dari masyarakat Toraja. Temuan ini memiliki implikasi untuk pelestarian dan promosi budaya Toraja. Studi ini penting karena memberikan gambaran tentang praktik budaya unik dari masyarakat Toraja dan tradisi lisan mereka. Studi ini juga memberikan kerangka kerja untuk penelitian masa depan tentang tindak tutur ilokusi dalam tradisi lisan lain dari masyarakat Toraja. Secara keseluruhan, studi ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang tindak tutur ilokusi yang hadir dalam wacana Sampa' Tongkonan. Temuan ini memiliki implikasi untuk pelestarian dan promosi budaya Toraja. Studi ini memberikan wawasan berharga tentang praktik budaya unik dari masyarakat Toraja dan tradisi lisan mereka. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dapat direplikasi dalam penelitian masa depan tentang tindak tutur ilokusi dalam tradisi lisan lain dari masyarakat Toraja.
Leksem Tebing dalam Tanjak Melayu: Kajian Semantik Inkuisitif M. Zafran Syaira; Hermandra Hermandra; Elmustian Elmustian
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8549

Abstract

This study aims to reveal the meaning and lexem domain of the cliffs in the naming of tanjak Melayu, especially on Tanjak Tebing Tinggi, Tebing Runtuh, and Tebing Laksamana, in the cultural context of the Malay community through an inquisitive semantic approach. This study uses qualitative descriptive method. Data in the form of phrases, sentences, and images related to the names of tanjak Melayu were collected through observation, interview, and documentation techniques, with data sources coming from the book headband Alam Melayu (origins, history and usage) by Johan Iskandar and interviews with speakers from The Serai Serumpun community. Data analysis is carried out through three stages, namely scripting semantics, cognitive semantics, and inquisitive semantics. The results showed that the lexemes of the cliff is interpreted as a symbol of defense that represents firmness, protection, and endurance in Malay culture. Specifically, Tanjak Tebing Tinggi is interpreted as a symbol of Defense and is in the domain of power, tanjak Tebing Runtuh is interpreted as a symbol of success in defending the territory, and tanjak Tebing Laksamana is interpreted as a symbol of successful leaders in defending the territory, both of which are in the service domain. The naming of tanjak berleksem tebing is eventful because it is based on the historical and symbolic experience of the Malay community in the context of defense and leadership. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dan domain leksem tebing dalam penamaan tanjak Melayu, khususnya pada Tanjak Tebing Tinggi, Tebing Runtuh, dan Tebing Laksamana, dalam konteks budaya masyarakat Melayu melalui pendekatan semantik inkuisitif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa frasa, kalimat, dan gambar yang berkaitan dengan nama-nama tanjak Melayu dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan sumber data berasal dari buku Destar Alam Melayu (Asal-Usul, Sejarah dan Penggunaan) karya Johan Iskandar serta wawancara dengan narasumber dari komunitas Serai Serumpun. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu semantik skrip, semantik kognitif, dan semantik inkuisitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksem tebing dimaknai sebagai simbol pertahanan yang merepresentasikan keteguhan, perlindungan, dan daya tahan dalam budaya Melayu. Secara spesifik, Tanjak Tebing Tinggi dimaknai sebagai simbol pertahanan dan berada pada domain kekuasaan, Tanjak Tebing Runtuh dimaknai sebagai simbol keberhasilan dalam mempertahankan wilayah, dan Tanjak Tebing Laksamana dimaknai sebagai simbol pemimpin yang berhasil dalam mempertahankan wilayah, yang keduanya berada pada domain jasa. Penamaan tanjak berleksem tebing bersifat peristiwa karena didasarkan pada pengalaman historis dan simbolik masyarakat Melayu dalam konteks pertahanan dan kepemimpinan.