cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 387 Documents
Representasi Terhadap Tukang Parkir dalam Petisi “Malang Darurat Parkir” (Sebuah Analisis Wacana Kritis) Devi Kurniasari Riyadi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 2 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v8i2.984

Abstract

This research is aimed to find the language style used to represent how the figure of parking attendants in the Petition of “Malang Darurat Parkir” and show why those language styles are used by the writer of petition. Petition “Malang Darurat Parkir” is available in petisionline.net and becomes top three petitions on that webpage. This research is qualitative research by using model of critical discourse analysis by Van Dijk (2008) that has three aspects: text analysis, social cognition, and social context. The results reveal that the types of language style based on theory of Keraf (2006) used are diction, sentence structure, and direct and indirect meaning and all of those dominated by bad representation or negative connotation called marginalization. This language style used because Helmy can be inferred if he lives or ever stayed in Malang city and the confition of social or people around him also use that kind of words or connotation.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan gaya bahasa yang digunakan untuk merepresentasikan bagaimana tukang parkir dalam petisi “Malang Darurat Parkir” dan menunjukkan mengapa gaya bahasa tersebut digunakan oleh penulis petisi. Petisi “Malang Darurat Parkir” tersedia di laman petisionline.net dan masuk dalam deretan tiga teratas di laman tersebut. Penilitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan model analisis wacana kritis oleh Van Dijk (2008) yang memiliki tiga aspek yaitu analisa teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tipe gaya bahasa berdasarkan teori Keraf (2006) yang digunakan adalah diksi, struktur kalimat, dan langsung tidaknya makna dan didominasi dengan representasi buruk atau konotasi negatif, yang disebut juga marginalisasi. Gaya bahasa tersebut digunakan karena dapat diduga Helmy tinggal atau pernah tinggal di Malang, dan kondisi sosial atau orang-orang disekitarnya juga menggunakan jenis kata atau konotasi tersebut.
Strategi Penerjemahan Kata Zina dan Rafas: Sebuah Reinterpresentasi Fahmi Gunawan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.4904

Abstract

While a growing body of research on translation strategy produced by novice translators have been undertaken by many scholars, there is a paucity of research on 'zina' and 'rafas' translation strategy from Arabic to Indonesian. To fill this lacuna, the present study aims to analyze novice translators strategy for rendering the words zina and rafas and why they used it. The present study adopted translation process research design and translation strategy theory proposed by Gambier (2010). The findings demonstrate that the meaning of adultery is not restricted to "sexual intercourse between a man and a woman who is not bound by a marriage contract", but also "female genitalia". Similarly, the word rafas refers to "intercourse," and also "making out" or "kissing." The novice translators discovered the meaning by employing the following four translation strategies:(1) searching and reading articles regarding the meaning of zina dan rafas through Publish or Perish dan Elicit Application, (2) downloading and reading multilingual dictionary, (3) downloading and reading monolingual dictionary, and (4) listening to lectures via YouTube. Convenience, language problems, and user satisfaction are tree factors that influence novice translator decisions to adopt the translation strategy. This study suggests that the meaning of the two words should be reviewed by utilizing annotation or addition translation techniques.  AbstrakMeskipun penelitian tentang strategi penerjemahan oleh penerjemah pemula telah banyak didokumentasikan para sarjana, masih sedikit yang menganalisis strategi penerjemahan kata zina dan rafas dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Untuk mengisi kesenjangan penelitian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerjemahan kata zina dan rafas oleh penerjemah pemula dan mengapa mereka menggunakannya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian proses penerjemahan dan teori strategi penerjemahan Gambier (2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata zina tidak hanya bermakna 'perbuatan’ bersenggama antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat kontrak pernikahan' tetapi juga 'alat kelamin perempuan'. Demikian pula, kata rafas tidak hanya terbatas pada makna 'bersenggama', tetapi juga 'bercumbu rayu' dan 'berciuman'. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada empat strategi penerjemahan yang digunakan penerjemah pemula dalam mencari makna kedua kata tersebut, yaitu (1) melakukan navigasi dan membaca artikel tentang arti zina dan rafas melalui aplikasi Publish or Perish dan Elicit; (2) mengunduh dan membaca kamus multibahasa; (3) mengunduh dan membaca kamus satu bahasa; dan (4) mendengarkan ceramah melalui YouTube. Persoalan kemudahan, masalah bahasa, dan kepuasan pengguna merupakan tiga faktor penyebab mengapa strategi penerjemahan digunakan. Akhirnya, penelitian ini menyarankan untuk diadakan peninjauan ulang terhadap makna kedua kata tersebut dengan menggunakan teknik anotasi atau adisi.
Pengembangan Bahan Ajar Digital Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) Tujuan Komunkasi Bisnis Bermuatan Video Animasi Juwanda Juwanda; Ida Zulaeha; Hari Bakti Mardikantoro; Tommi Yuniawan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8372

Abstract

The purpose of this study is to develop BIPA teaching materials for business communication purposes with animated video content. This study is a development research using the Analysis, design, development, implementation, Evaluation (ADDIE) model. The results of this study indicate (1) The results of the analysis of the needs of BIPA teachers and learners for business communication purposes require teaching materials that contain themes and materials that contain business elements. In addition, teachers and learners need digital teaching materials that contain images, illustrations, and videos. (2) The design of BIPA teaching materials for business communication purposes containing animated videos includes the themes of Self-Introduction, Indonesian Work Culture, Let's Send Letters, Negotiation, Job Interviews, Business Reports, and Company Organizational Structure. In each unit there are materials for four language skills (3) Based on the validation results from material experts and media experts, it shows that BIPA digital teaching materials for business communication purposes containing animated videos are very valid. This can be seen from the average validation value of material experts and media experts, namely 87.58, this value indicates that the teaching materials are very valid and suitable for use. Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahan ajar BIPA tujuan komunikasi bisnis dengan muatan video animasi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Analysis, design, develovement, implementation, Evaluation (ADDIE). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan denggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan (1) Hasil analisis kebutuhan pengajar dan pemelajar BIPA tujuan komunikasi bisnis membutuhkan bahan ajar yang memuat tema dan materi yang mengandung unsur bisnis. Selain itu, pengajar dan pembelajar membutuhakan bahan ajar digital yang memuat gambar, ilustrasi, dan video. (2) Berdasarkan hasil validasi dari para ahli materi dan ahli media menunjukan bahwa bahan ajar digital BIPA tujuan komunikasi bisnis bermuatan video animasi sangat valid. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil rata-rata nilai validasi ahli materi yaitu 87,88, rata-rata nilai validasi ahli media 92,5. Berdasarkan hasil validasi tersebut rata-rata nilai validasi dari ahli materi dan media yaitu 90,19 nilai tersebut menunjukan bahwa bahan ajar tersebut sangat valid. (3) Berdasarkan hasil implementasi bahan ajar digital BIPA tujuan komunikasi bisnis bermuatan video animasi didapat nilai respons pengajar dan pemelajar BIPA tujuan komunikasi bisnis sebesar 87 nilai tersebut menunjukan bahwa bahan ajar tersebut sangat valid. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, media, dan pengguna didapat rata-rata nilai validasi sebesar 82. Nilai tersebut menunjukan bahwa bahan ajar tersebut sangat valid dan layak untuk dipergunakan.
RETORIKA DAKWAH YUSUF MANSUR DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR BERBICARA DALAM BENTUK CD INTERAKTIF UNTUK SISWA SMA Puri Pramita
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v4i2.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeksripsikan retorika dakwah Yusuf Mansur meliputi struktur materi dakwah, metode dakwah, strategi penyusunan pesan, dan gaya dakwah, serta pemanfaatan hasil penelitian sebagai bahan ajar berbicara dalam bentuk CD interaktif untuk siswa SMA. Pendeskripsikan retorika dakwah Yusuf Mansur menggunakan metode deskriptif analisis berdasarkan teori retorika dakwah. Komposisi struktur materi dakwah Yusuf Mansur bagian pembuka ceramah berupa salam pembuka, pujian kepada Allah Swt, shalawat kepada Rasulullah Saw,dan pernyataan pengantar menuju pokok dakwah. Bagian isi dakwah Yusuf Mansur terdiri atas contoh, kisah, dalil Al-Qur’an, dan wasiat. Bagian penutup berupa simpulan, harapan, doa, dorongan untuk berbuat, dan salam penutup. Metode dakwah Yusuf Mansur yakni metode dakwah Al- Mauizah Al- Hasanah berupa kisah, contoh, wasiat, dan pernyataan persuasi. Yusuf Mansur juga berdakwah dengan metode Al-Hikmah berupa pernyataan logis, faktual, dalil sahih dan kebenaran mutlak. Strategi penyusunan pesan dakwah Yusuf Mansur secara keseluruhan berupa imbauan rasional dan emosional. Gaya dakwah Yusuf Mansur dari segi komunikasi termasuk santai dan bersahabat dengan diksi berdialek Betawi dan percakapan sehari-hari. Gaya bahasa yang dominan digunakan gaya bahasa penegasan dan perbandingan. Pola retorika dakwah Yusuf Mansur dijadikan bahan ajar multimedia interaktif dengan mendesain peta konsep, RPP, flowchart, dan storyboard pembelajaran berbicara menggunakan metode tanya jawab, pemodelan, dan latihan.
Pilihan dan Sikap Bahasa Masyarakat di Perbatasan Indonesia dan Timor Leste NFN Mukhamdanah; Retno Handayani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2923

Abstract

The border community in Malacca Regency, East Nusa Tenggara consists of two groups of people, namely indigenous groups who have lived for a long time and groups of people who choose to join the Unitary State of the Republic of Indonesia. The existence of social contact by people who live in border areas certainly leads to language contact which allows them to choose a language to communicate. The purpose of this study was to determine the tendency of language choices and attitudes of the RI-RDTL border communities, namely what languages are actively used by border communities and how the attitudes of the community's language towards regional languages, Indonesian, foreign languages, and languages of neighboring countries. This research uses quantitative and qualitative research methods. Data analysis on language use was associated with language choice by the community. A language that is actively used indicates that the language is chosen by the speaker. The results show that Indonesian is the language chosen and most actively used in border areas and the language attitude of the border community towards Indonesian is still very positive compared to regional languages, foreign languages, and languages of neighboring countries. AbstrakMasyarakat perbatasan yang berada di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur terdiri atas dua kelompok masyarakat, yaitu kelompok masyarakat asli yang telah lama menetap dan kelompok masyarakat yang memilih bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adanya kontak sosial oleh masyarakat yang menetap di wilayah perbatasan tentunya menyebabkan terjadinya kontak bahasa yang memungkinkan mereka untuk memilih suatu bahasa dalam berkomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kecenderungan pilihan dan sikap bahasa masyarakat perbatasan RI-RDTL, yaitu bahasa apa yang aktif digunakan oleh masyarakat perbatasan dan bagaimana sikap bahasa masyarakat terhadap bahasa daerah, bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa negara tetangga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Analisis data pada penggunaan bahasa dikaitkan dengan pilihan bahasa oleh masyarakat. Suatu bahasa yang aktif digunakan menandakan bahwa bahasa itu dipilih oleh penutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia menjadi bahasa yang dipilih dan paling aktif digunakan di wilayah perbatasan dan sikap bahasa masyarakat perbatasan terhadap bahasa Indonesia masih sangat positif dibandingkan dengan bahasa daerah, bahasa asing, dan bahasa negara tetangga.
Representasi Tindak Tutur Negosiasi Penjual-Pembeli di Pasar Maricayya di Kota Makassar Siti Suwadah Rimang; Maria Ulviani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.5942

Abstract

This study aims to explain variations in the use of seller refusal strategies and politeness of refusal speech acts in the context of negotiation. To realize the above objectives, this study was designed using a language functional approach with a qualitative descriptive research type. The research location was carried out in traditional markets in Makassar City. The research data is in the form of utterances. The techniques used in data collection were (1) recording and (2) interviews. Data analysis in this study used an interactive model which included the following stages: (1) data collection, (2) data reduction, (3) data presentation, and (4) verification and concluding. This method is expected to produce new theories related to the language of rejection at TKT 1-3 levels. The results of the study show that (1) the speech patterns of sellers and buyers in traditional markets in Makassar City found four patterns. Namely, call-answer patterns, request-information patterns, offer-rejection patterns, and offer-accept patterns, and (2) the forms of speech used by sellers and buyers, namely assertive speech which functions to state. Directive speech is divided into four purposes or objectives. Namely, command, beg, invite, and ask. Meanwhile, expressive speech is divided into three purposes or objectives. Namely, thanking, praising, and satirizing. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan variasi penggunaan strategi penolakan penjual dan kesantunan tindak tutur penolakan dalam konteks negosiasi. Untuk merealisasikan tujuan tersebut di atas maka, penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan fungsional bahasa dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Pasar Maricayya Kota Makassar. Data penelitian ini berupa tuturan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah (1) perekaman dan (2) wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif yang meliputi tahap: (1) pengumpulan data (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) verifikasi serta penarikan kesimpulan. Dengan metode tersebut, maka dapat menghasilkan teori baru yang berkenaan dengan bahasa penolakan pada level TKT 1-3. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) pola tuturan penjual dan pembeli di pasar Maricayya Kota Makassr ditemukan empat pola, yaitu: pola panggilan-jawaban, pola permintaan informasi-pemberian, pola tawaran-penolakan, dan pola tawaran-penerimaan dan (2) bentuk tuturan yang digunakan oleh penjual dan pembeli, yaitu tuturan asertif yang berfungsi menyatakan. Tuturan direktif terbagi atas empat maksud atau tujuan. Yakni, memerintah, memohon, mengajak, dan meminta. Adapun, tuturan ekspresif terbagi atas tiga maksud atau tujuan, yaitu: berterima kasih, memuji, dan menyindir.
Ambivalensi Kategori Sintaksis dalam Bahasa Indonesia: Analisis Distribusional pada Korpus Cerpen Mojok.Co Ahsan Tudoni; Wagiati Wagiati; Nani Darmayanti; Tatang Suparman
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.6209

Abstract

This study aims to identify and describe syntactic category ambivalence in Indonesian through a distributional analysis. The data comprise sentences containing lexical forms that exhibit the potential for more than one syntactic categorization, drawn from thirteen horror short stories published on Mojok.co. Employing a qualitative approach, the study examines the syntactic behavior of selected words based on their positional distribution and accompanying constituents within sentence structures. The findings reveal eleven words that exhibit syntactic ambivalence, namely karena, sejak, sebelum, setelah, untuk, dengan, hingga, buat, sama, akan, and sampai. Depending on their distributional patterns and syntactic configuration within the structural context of sentences, these words function as prepositions, subordinating conjunctions, coordinating conjunctions, adverbs, or verbs. The results demonstrate that syntactic categorization cannot be determined from lexical form alone but must consider distributional patterns within structural context. Theoretically, this study enriches the body of knowledge on syntactic category ambivalence in Indonesian, while practically, the description of these distributional patterns may serve as a reference for the development of Indonesian part-of-speech annotation guidelines, particularly for addressing category ambiguity in grammatically ambivalent words. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan ambivalensi kategori sintaksis dalam bahasa Indonesia melalui analisis distribusional. Data penelitian berupa kalimat yang mengandung kata yang berpotensi memiliki lebih dari satu kategori sintaksis yang diperoleh dari tiga belas cerita pendek bergenre horor yang dipublikasikan di Mojok.co. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan distribusional untuk menganalisis perilaku sintaktis kata berdasarkan posisi dan konstituen pendampingnya dalam struktur kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebelas kata yang memiliki ambivalensi kategori sintaksis, yaitu karena, sejak, sebelum, setelah, untuk, dengan, hingga, buat, sama, akan, dan sampai. Kata-kata tersebut dapat berfungsi sebagai preposisi, konjungsi subordinatif, konjungsi koordinatif, adverbia, maupun verba, bergantung pada pola distribusi dan konfigurasi sintaktis dalam konteks kalimat. Temuan ini menegaskan bahwa penentuan kategori sintaksis tidak dapat didasarkan semata-mata pada bentuk leksikalnya, melainkan harus mempertimbangkan pola distribusional dalam konteks struktural kalimat. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian tentang ambivalensi kategori dalam bahasa Indonesia, sedangkan secara praktis, deskripsi pola distribusional ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan panduan anotasi kelas kata bahasa Indonesia, khususnya untuk menangani ambiguitas kategori pada kata-kata berperilaku gramatikal ganda.
Strategi Pemertahanan Bahasa Sunda Lea Indramayu Dede Endang Mascita; Sariah Sariah; Siwi Susilowati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.2395

Abstract

This study aims to describe the efforts to maintenance Lea (Lelea) Sundanese language in Lelea Village, Indramayu. Lea Sundanese language is a different Sundanese language when compared to the main Sundanese in the Priangan area. The focus of this research is how to maintenance Lea Sundanese between the use of the Dermayon Javanese language that developed in the Indramayu region and Indonesian as the national language. This study seeks to describe the data and facts that the efforts to maintain the Sundanese Lelea language both in the form of language use in the language activities of the community, as well as policies issued by the local village government relating to the use of language as a means of communication between residents. Based on the results of the analysis of the data obtained it was concluded that Lea Sundanese is one of the regional languages formed from Sundanese and Javanese Dermayon (Indramayu). In their efforts to keep them prisoner, the community and village government carry out language socialization such as: 1) in religious activities: recitation and Friday sermons; 2) education: KBM in schools and madrasah; 3) village government services: meeting activities, counseling to residents; 4) culture: celebrations of traditional events, for example: Ngarot and marriage; 5) PKK: mothers' social gathering; and 6) youth: youth program.AbstrakBahasa Sunda Lelea merupakan bahasa Sunda yang berbeda apabila dibandingkan dengan bahasa Sunda utama yang berada di daerah priangan. Fokus penelitian ini adalah bagaimana pemertahanan bahasa Sunda Lea di antara penggunaan bahasa Jawa Dermayon yang berkembang di wilayah Indramayu, dan bahasa Indonesia. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan data dan fakta upaya pemertahanan bahasa Sunda Lelea baik berupa penggunaan bahasa dalam kegiatan berbahasa masyarakatnya, maupun kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah desa setempat berkaitan dengan penggunaan bahasa sebagai alat berkomunikasi antarwarga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis terhadap data yang diperoleh, disimpulkan bahasa Sunda Lea adalah salah satu bahasa daerah yang terbentuk dari bahasa Sunda dan bahasa Jawa Dermayon (Indramayu). Dalam upaya pemertahanannya, masyarakat dan pemerintah desa melakukan sosialisasi bahasa seperti: 1) dalam kegiatan keagamaan: pengajian dan khutbah Jumat; 2) pendidikan: KBM di sekolah umum dan madrasah; 3) pelayanan pemerintahan desa: kegiatan rapat, penyuluhan ke warga; 4) kebudayaan: perayaan acara adat, misalnya upacara Ngarot dan pernikahan; 5) PKK: arisan ibu-ibu; dan 6) kepemudaan: acara karang taruna.
Aspek Flora untuk Penyebutan Standar Kecantikan dalam Bahasa Sunda Sandi Setiawan; Nunuy Nurjanah; Retty Isnendes; Denny Adrian Nurhuda
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.4671

Abstract

The purpose of this research is to reveal the direct meaning or conceptual meaning and figurative meaning or associative meaning. The method used in this research is analytical descriptive method with data collection techniques by literature review, namely looking for the data needed and then recording it so that there are six data used which are sourced from several libraries namely “Kamus Bahasa Sunda R.A. Danadibrata”, “Kamus Idiom Sunda-Indonesia”, and “Peperenian Urang Sunda”. The data used were Ngadaun seureuh, Bitis Jaksi Sajantung, Mucuk Eurih, Lambey Jeruk Sapasi, Pipi Kadu Sapasi and Héjo Carulang. The analysis technique starts from collecting data, reducing the initial data and analyzing the data used in this study. The result of this study is to reveal that the conceptual meaning does not show the standard of beauty in Sundanese language but refers to the plant used as a simile, but the standard of beauty can be found when looking by means of associative meaning or figurative meaning that is continuous with the referred flora. The beauty is borrowed from the form or nature of the flora used in the idiom.  AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap makna langsung atau makna konseptual dan makna kiasan atau makna asosiatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif analitis dengan teknik pengumpulan data dengan tinjauan pustaka yakni mencari data yang dibutuhkan lalu mencatatnya sehingga terdapat enam data yang digunakan yang bersumber dari beberapa pustaka yakni “Kamus Bahasa Sunda R.A. Danadibrata”, “Kamus Idiom Sunda-Indonesia”, dan “Peperenian Urang Sunda”. Data yang digunakan adalah Ngadaun seureuh, Bitis Jaksi Sajantung, Mucuk Eurih, Lambey Jeruk Sapasi, Pipi Kadu Sapasi dan Héjo Carulang. Teknik analisis dimulai dari pengumpulan data, mereduksi data awal dan menganalisis data yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah mengungkap bahwa makna konseptual tidak menunjukan standar kecantikan dalam bahasa Sunda melainkan merujuk pada tanaman yang digunakan sebagai perumpamaan, namun standar kecantikan tersebut dapat ditemukan apabila melihat dengan cara makna asosiatif atau makna kiasan yang berkesinambungan dengan flora yang dirujuk. Kecantikan tersebut dipinjam dari bentuk atau sifat flora yang digunakan dalam idiom tersebut.
Prosesi Perkawinan Adat Istiadat Lampung Pepadun: sebagai Bentuk Pelestarian Bahasa Lampung NFN Roveneldo
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v6i2.265

Abstract

The existence of Lampung culture is very important to regard because the culture is a good culture strategy to maintain and develop Lampung language, that is by seeing and examining how the government apply the rules designed by the local government to retain one characteristic in the area, such as language and culture. This study is also conducted to find out how the development of Lampung language and the culture in Lampung province. The results in this study shows that language and culture is slowly eroded by the progression of time. Unfortunately, the education of Lampung language shows a lot of inequality in the learning process. This study uses a qualitative method to look at the use of language Lampung in customs procession that have lasted all this time. Afterwards, the researcher also look at and examine how the role of the government related to Lampung language and its culture,s including the teaching of Lampung language. AbstrakKeberadaan kebudayaan Lampung sangat penting untuk diperhatikan sebab kebudayaan tersebut adalah stategi kebudayaan yang sangat baik untuk memelihara, membina bahasa Lampung.  Melihat dan meneliti bagaimana pemerintah mengaplikasikan  Peraturan-peraturan yang di rancang oleh pemerintah daerah untuk mempertahankan salah satu ciri khas yang ada di daerah seperti bahasa dan kebudayaan. Penelitian ini juga  untuk mengetahui bagaimana perkembangan bahasa lampung dan kebudayaan yang ada di Provinsi Lampung. Hasil dalam penelitian ini bahwa bahasa dan kebudayaan perlahan-lahan terkikis oleh perkembangan waktu. Sungguh disayangkan kependidikan bahasa Lampung banyak ketimpangan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini mengunakan metode  kualitatif   dengan  melihat  pengunaan bahasa Lampung dalam acara prosesi  adat istiadat yang  telah  berlangsung  selama  ini. Kemudian melihat dan meneliti bagaimana peran pemerintah terkait bahasa daerah Lampung dan budaya di lihat juga dalam pengajaran bahasa Lampung.