cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Enhancing Short Story Reading Skills Using Multiple Strategies: Google Form-Based Teaching Materials Supported by Online Scientific Articles Welsi Damayanti; Elmustian Elmustian; Zamri Mahamod; Rozaiman Makmun; Gamal Abdul Naser Zakaria; Abdul Razak
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8542

Abstract

This study aims to describe: 1) the results of the pre-test of prophetic short story reading skills; 2) the learning process of prophetic short story reading skills using innovative strategies based on Google Forms integrated with online journal scientific articles; 3) the results of the post-test of prophetic short story reading skills; 4) the role of innovative strategies in improving prophetic short story reading skills. This study uses a quantitative method through a single short case study through a quasi-experiment on new students of the Language and Arts Education Study Program, Universitas Pendidikan Indonesia in the 2024/2025 academic year. The study population was 33 students who took the pre-test, learning activities, and post-test. 31 students were designated as samples. Pre-test and post-test data on prophetic short story reading skills were collected using test instruments. Learning procedure data were collected using observation guidelines. Pre-test and post-test data were each analyzed using a one-sample t-test. Pre-test data analysis used a relatively low mean expectation while post-test data analysis used a relatively high mean expectation. The comparison of pre-test and post-test data was analyzed using a paired sample t-test procedure to determine the role of innovative strategies in improving prophetic short story reading skills. The results of the study: 1) the pre-test mean was only 39.87 (49.84%); 2) the learning procedure was carried out according to plan; 3) the post-test mean was 64.97 (81.21%: A); 4) innovative strategies were able to improve prophetic short story reading skills. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) hasil pre-test kemampuan membaca cerita pendek profetik; 2) proses pembelajaran keterampilan membaca cerita pendek profetik dengan strategi inovatif berbasis Google Forms yang terintegrasi dengan artikel ilmiah jurnal online; 3) hasil post-test kemampuan membaca cerita pendek profetik; 4) peran strategi inovatif dalam meningkatkan keterampilan membaca cerita pendek profetik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui studi kasus tunggal singkat melalui eksperimen kuasi terhadap mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia pada tahun akademik 2024/2025. Populasi penelitian adalah 33 mahasiswa yang mengikuti pre-test, kegiatan belajar, dan post-test. 31 mahasiswa ditetapkan sebagai sampel. Data pre-test dan post-test tentang keterampilan membaca cerita pendek profetik dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes. Data prosedur pembelajaran dikumpulkan dengan menggunakan pedoman observasi. Data pre-test dan post-test masing-masing dianalisis menggunakan uji-t satu sampel. Analisis data pre-test menggunakan ekspektasi rata-rata yang relatif rendah sedangkan analisis data post-test menggunakan ekspektasi rata-rata yang relatif tinggi. Perbandingan data pre-test dan post-test dianalisis menggunakan prosedur t-test sampel berpasangan untuk menentukan peran strategi inovatif dalam meningkatkan keterampilan membaca cerita pendek profetik. Hasil penelitian menunjukkan: 1) rata-rata pre-test hanya 39.87 (49.84%); 2) prosedur pembelajaran dilakukan sesuai rencana; 3) rata-rata post-test adalah 64.97 (81.21%:A); 4)strategi inovatif mampu meningkatkan kemampuan membaca cerita pendek profetik.
FRASA BAHASA ACEH Mohammad Rizqi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 6, No 1 (2017): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v6i1.261

Abstract

The study aims to describe the structure and the constituents of phrases, to describe the types of phrases, to explain the sense relation of the phrase constituents, and to illustrate the possibility of the Acehnese phrases to be placed in each syntactic function. This research is a qualitative descriptive research that focuses on phrase study on Acehnese. The written data is taken from primary school books, the spoken data is taken from local news of RRI Banda Aceh and folklore. The results show that there are uniqueness of the constituents which form the coordinative phrase constructions in which they are always related by conjunctions. Numeral phrases which are formed by numeral and noun always use classifier. The structure of noun phrases which is formed of noun and noun is permanent. It means that the position of the modifier is always behind main constituents. The structure of verbal phrases, adjectival phrases, numeral phrases, and pronominal phrases are not permanent. It means that the constituent that become a modifier can be placed before or after the main constituent. The prepositional phrase has a permanent structure. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memerikan struktur dan unsur pembentuk frasa, mendeskripsikan jenis frasa, menjelaskan hubungan makna antarunsur pembentuk frasa, dan menggambarkan kemungkinan frasa dalam bahasa Aceh untuk dapat menduduki setiap fungsi sintaksis. Penelitian ini termasuk dalam penelitian linguistik deskriptif kualitatif dengan memusatkan perhatiannya pada telaah frasa dalam bahasa Aceh. Sumber data tulis dalam penelitian ini berupa buku pelajaran tingkat sekolah dasar, sedangkan data lisan diambil dari berita daerah RRI stasiun Banda Aceh dan data dari cerita rakyat. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada keunikan dari unsur-unsur yang membentuk konstruksi frasa koordinatif, yaitu selalu dihubungkan oleh konjungsi. Frasa numeralia yang terbentuk atas konstituen numeralia dan nomina selalu menggunakan penggolong. Struktur frasa nomina yang terbentuk dari konstituen nomina dan nomina bersifat permanen. Artinya, posisi modifikator selalu di belakang konstituen inti. Frasa verba, frasa adjektiva, numeralia, dan frasa pronomina mempunyai struktur yang tidak permanen. Artinya, konstituen yang menjadi modifikator dapat berada di depan atau di belakang konstituen inti. Frasa preposisional mempunyai struktur yang permanen.
MULTIMODALITAS DALAM KOMIK STRIP “LIBURAN TETAP DI RUMAH” PADA INSTAGRAM @KEMENKES_RI Hidayatul Mahmudah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4179

Abstract

AbstractThis study aims to discuss multimodality in the comic strip “Liburan Tetap di Rumah” on instagram @kemenkes_ri. Multimodality analysis focuses on the ideational meaning contained in the verbal and visual modas, as well as the relationship between visual and verbal modas in constructing meaning or messages. Multimodality analysis uses transitivity theory for verbal moda, and visual grammar for visual moda. This study uses a qualitative approach. The results showed that the verbal moda found three processes, namely material, existential, and relational. Process the highest amount of material. Visual moda analysis shows the ideational process that appears, namely the narrative representation consisting of verbal, action, and mental processes. Multimodality analysis in the comic strip “Liburan Tetap di Rumah” on instagram @kemenkes_ri shows that verbal text expands the meaning conveyed by the image. The main message conveyed through the comic strip “Liburan Tetap di Rumah” on the instagram upload @kemenkes_ri relates to the role of the family as the first socialization place in instilling a habit to comply with health protocols during the Covid-19 pandemic through their respective roles as family members.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membahas multimodalitas dalam komik strip “Liburan Tetap di Rumah” pada instagram @kemenkes_ri. Analisis multimodalitas berfokus pada makna ideasional yang terdapat pada moda verbal dan moda visual, serta keterkaitan moda visual dan verbal dalam mengkonstruksi makna atau pesan. Analisis multimodalitas menggunakan teori transitivitas untuk moda verbal, dan visual grammar untuk moda visual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada moda verbal ditemukan tiga proses yaitu material, eksistensial, dan relasional. Proses material dengan jumlah tertinggi. Analisis moda visual menunjukkan proses ideasional yang muncul yaitu representasi naratif yang terdiri dari proses verbal, aksi, dan mental. Analisis multimodalitas dalam komik strip “Liburan Tetap di Rumah” pada instagram @kemenkes_ri menunjukkan bahwa teks verbal memperluas makna yang disampaikan gambar. Pesan utama yang disampaikan melalui komik strip “Liburan Tetap di Rumah” pada unggahan instagram @kemenkes_ri berkaitan dengan peran keluarga sebagai tempat sosialisasi pertama dalam menanamkan sebuah kebiasaan untuk mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 melalui peran masing-masing sebagai anggota keluarga.
Konseptualisasi ‘Penyakit’ dalam Masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat Nofel Nofiadri; Isral Naska; Renggi Vrika
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.6886

Abstract

This research tries to explain the concept of 'illness' in Minangkabau society, which until now is known to have strong local and traditional elements. This research reveals the cultural metaphors used by contemporary Minangkabau society in expressing the concept of 'illness.’ This research uses interview transcripts from 30 people from various backgrounds and ages who live in the West Sumatra region, which was carried out from the beginning of August to the end of October 2023. The interviews were conducted using the Minangkabau language. Participants' answers and expressions were analyzed using a Cultural Linguistics approach which includes cultural metaphor analysis. There are three conceptions that are found; they are ILLNESS AS MOVING OBJECT, ILLNESS AS OWNERSHIP, and ILLNESS AS PUNISHMENT. From the various conceptions found, it is found that the Minangkabau people's cognition about 'illness' is based on the existence of paganism and Islamism. This research is certainly useful for certain stakeholders in making policies and implementing programs to achieve effectiveness and efficiency. AbstrakPenelitian ini melihat dan menjelaskan konsep ‘penyakit’ pada masyarakat Minangkabau yang hingga saat ini terkenal memiliki unsur lokal dan tradisional yang masih kental. Penelitian ini mengungkap metafora-metafora budaya yang digunakan oleh masyarakat Minangkabau kontemporer dalam mengungkapkan konsep ‘penyakit.’ Penelitian ini menggunakan data transkrip wawancara 30 orang dari berbagai kalangan dan umur yang bertempat tinggal di wilayah Sumatra Barat, yang dilaksanakan dalam kurun awal Agustus hingga akhir Oktober 2023. Wawancara dilakukan menggunakan bahasa Minangkabau. Jawaban-jawaban dan ekspresi partisipan dianalisis dengan menggunakan pendekatan linguistik budaya yang meliputi analisis metafora budaya. ada tiga konsepsi penyakit yang ditemukan yaitu penyakiit sebagai benda bergerak, penyakit sebagai kepemilikan, dan penyakit sebagai hukuman. dari ragam konsepsi yang ditemukan tergambar bahwa kognisi masyarakat Minangkabau tentang ‘penyakit’ dilatari dari eksistensi paganisme dan Islamisme. Temuan ini berguna bagi pemangku kepentingan tertentu untuk membuat kebijakan dan menjalankan suatu program guna tercapainya efektivitas dan efisiensi.
Sistem Appraisal pada Slogan dalam Kain Rentang Kampanye Politik Bakal Calon Kepala Daerah Kabupaten dan Kota Bogor Bayu Permana Sukma
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v7i2.603

Abstract

One of language functions in political discourse is to persuade others, and one of the media to implement the function is slogan used on political campaign banner. This research aims to explore the use of appraisal system, especially attitude, and its source of appraisal in the slogans on political campaign banners of regent and mayor prospective candidates in Bogor Residence and Bogor City. Researches on slogans on political campaign banner have been widely counducted, while the researches which apply the appraisal theory are still not easy to find. In fact it can help text consumers clearly see the attitude and the evaluation of the text producers on subjects they communicate. The data were analyzed by using appraisal system theory proposed by Martin and White (2005). The data were obtained by observing and were analyzed by using referential matching (padan referensial) method. The results show that judgment is the most-frequently-used subcategory in the slogans. It reflects that the political campaign banner creators give more emphasis on appraisal of human behaviour, whether of themselves or of others (society). Regarding the subjects and the objects, the appraisals were most predominantly made by and givento the regent and the mayor prospective candidates themselves as the slogan makers. The finding shows that the regent and the mayor prospective candidates often subjectively claim their quality without considering others’ opinion in their political advertisement.AbstrakSalah satu fungsi bahasa dalam wacana politik adalah untuk memengaruhi orang lain. Fungsi tersebut diwujudkan salah satunya dalam bentuk slogan kampanye politik pada kain rentang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan sistem appraisal, khususnya subsistem attitude, dan sumber penilaian dalam slogan pada kain rentang kampanye politik bakal calon kepala daerah di Kabupaten dan Kota Bogor. Data-data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori sistem appraisal yang dikemukakan oleh Martin & White (2005). Data-data tersebut diperoleh melalui metode simak dan dianalisis dengan metode padan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa judgment merupakan subkategori attitude yang paling banyak digunakan dalam slogan. Hal ini menunjukkan bahwa para pembuat iklan lebih menekankan penilaian terhadap perilaku manusia, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain (masyarakat). Sementara itu subjek dan objek penilaian yang paling dominan adalah bakal calon kepala daerah sendiri selaku pembuat slogan. Temuan ini menunjukkan bahwa para bakal calon kepala daerah kerap membuat klaim-klaim sepihak mengenai kualitas dirinya, tanpa mengutip atau menampilkan pendapat dari pihak lain. 
PENGANTAR REDAKSI DAN DAFTAR ISI Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Volume 11, No 1, Juni 2022
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjelajahi Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia: Studi Korpus Bahasa Lisan dan Tulis Siswa Sekolah Dasar Suhud Aryana; Woro Wuryani; Samsiarni Samsiarni; Havid Hardi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8202

Abstract

This research aims to analyze the acquisition of Indonesian vocabulary by elementary school students, both orally and in writing. This research falls under the category of a case study, with the research population consisting of students from SDN II Nyomplong, West Bandung Regency. The sample includes one student each from grades 1, 2, 3, 4, 5, and 6. The research data were collected through video recordings using the observation and note-taking method and processed with the Nusantara Corpus application. The results of the study indicate that students from grades one to six demonstrate varying developments in their basic language abilities, with increasing complexity and accuracy across grade levels. In the lower grades, students tend to use limited vocabulary, exhibit high repetition of words, and make errors in pronunciation or word choice. As age and grade levels increase, students show improvements in vocabulary variation, more accurate pronunciation, and the ability to construct more complex and formal sentences. Written vocabulary mastery also improves gradually, although guidance is still needed in sentence structure and spelling at the early stages. These findings suggest a relationship between age, grade level, and language development influenced by experience and language exposure. This study highlights the importance of developing instructional materials tailored to students' language proficiency levels to better support their comprehension development in the future. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemerolehan kosakata bahasa Indonesia siswa sekolah dasar secara lisan dan tertulis. Jenis penelitian ini termasuk dalam studi kasus yang mana populasi penelitian siswa SDN II Nyomplong Kabupaten Bandung Barat dan sampel yang diambil masing-masing satu siswa di kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Metode penelitian ini data diperoleh melalui rekaman video dengan metode simak-catat, serta diolah menggunakan aplikasi Korpus Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas satu hingga enam menunjukkan perkembangan kosakata yang bervariasi dengan peningkatan kompleksitas dan ketepatan dari setiap tingkatan kelas. Pada kelas- kelas awal, siswa masih cenderung menggunakan kosakata terbatas dengan pengulangan kata yang tinggi dan kesalahan dalam pengucapan atau pilihan kata. Seiring meningkatkannya usia dan tingkat kelas, siswa memperlihatkan perbaikan dalam variasi kosakata, pengucapan yang lebih tepat, serta kemampuan menyusun kalimat yang lebih kompleks dan formal. Penguasaan kosakata tertulis pada siswa juga meningkat secara bertahap, meskipun masih membutuh-kan bimbingan dalam struktur kalimat dan ejaan pada tingkat awal. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan antara usia, tingkat kelas, dan perkembangan kosakata yang dipengaruhi oleh pengalaman serta paparan bahasa. Studi ini menyoroti pentingnya pengembangan materi pembela-jaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan bahasa siswa untuk mendukung perkembangan kosakata yang lebih baik di masa depan.
Sebuah Reviu terhadap Kajian Partikel Pragmatik dalam Beberapa Bahasa Daerah di Indonesia Agwin Degaf; NFN Irham; Zainur Rofiq
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i1.1411

Abstract

This paper aims to demonstrate studies of pragmatic particles in Indonesian vernacular languages. Given the fact that Indonesia ranked second most populated language in the world after New Guinea, we would expect a huge number of studies discussing Indonesian local languages. Review to studies of pragmatic particles in Indonesian language is therefore considered salient to carry out to shed light on how different authors examine different particles, what kind of method they employ to describe meaning and functions, and what potential implication this study could contribute in this field. Besides, it also enriches the cross-linguistic study of pragmatic particles in general. Following Macaro et al’s. (2017) guideline of systematic review, this study employed linear process of procedure by deciding keywords, screening title, reviewing abstract, examining full text, and drawing conclusion. The corpus of pragmatic particles employed in reviewed studies ranges from colloquial, spoken, dialogue, and monologue data. Some approaches were used to reveal the pragmatic meanings, such as conversation analysis approach, pragmatics, morpho-syntactic, and even phonological approach. This discussion in the present paper may be fruitful for researchers who are working on pragmatic particles or vernacular languages and suggests that more studies in local languages should be outstripped to sustain national linguistic identity in the global arena.   AbstrakThis paper aims to demonstrate studies of pragmatic particles in Indonesian vernacular languages. Given the fact that Indonesia ranked second most populated language in the world after New Guinea, we would expect a huge number of studies discussing Indonesian local languages. Review to studies of pragmatic particles in Indonesian language is therefore considered salient to carry out to shed light on how different authors examine different particles, what kind of method they employ to describe meaning and functions, and what potential implication this study could contribute in this field. Besides, it also enriches the cross-linguistic study of pragmatic particles in general. Following Macaro et al’s. (2017) guideline of systematic review, this study employed linear process of procedure by deciding keywords, screening title, reviewing abstract, examining full text, and drawing conclusion. The corpus of pragmatic particles employed in reviewed studies ranges from colloquial, spoken, dialogue, and monologue data. Some approaches were used to reveal the pragmatic meanings, such as conversation analysis approach, pragmatics, morpho-syntactic, and even phonological approach. This discussion in the present paper may be fruitful for researchers who are working on pragmatic particles or vernacular languages and suggests that more studies in local languages should be outstripped to sustain national linguistic identity in the global arena.  
Kajian Linguistik Kognitif Pada Imbuhan Ber- dalam Bahasa Indonesia Riki Nasrullah; Arip Budiman
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.3937

Abstract

Academic discourse on beR- affixes in Indonesian has been widely studied and analyzed. Generally, the studies only focus on three main valences: form, structure, and meaning. In its development, cognitive linguistics can be another alternative to examine beR- affixes in Indonesian by looking at the symptoms of expanding their meaning. By basing on the theory of categorization of prototype meanings and expansion meanings, cognitive linguistics is felt to be able to answer problems that often arise in the realm of beR- meaning meanings that tend to overlap. The results of this study suggest that cognitive linguistics can be an alternative study to fill the gaps in the study of beR- affixes in Indonesian. From the perspective of cognitive linguistics, the meanings present in the beR affix can be said to have expansion symptoms. The categorization analysis can see this of the meaning of the prototype and the meaning of its expansion. The prototype meaning of ¬beR- is mainly "doing something" with five types: holding something, acquiring something, and untransitive, reflexive, and reciprocal deeds. The meaning of the expansion is only identified four types: owning, wearing, state, and number. AbstrakWacana akademik tentang imbuhan beR- dalam bahasa Indonesia sejatinya telah banyak dikaji dan dianalisis. Umumnya, kajian yang dilakukan hanya berkutat pada tiga valensi utama, yakni bentuk, struktur, dan makna. Pada perkembangannya, linguistik kognitif bisa menjadi alternatif lain untuk mengkaji imbuhan beR- dalam bahasa Indonesia dengan melihat gejala perluasan maknanya. Linguistik kognitif dengan mendasarkan pada teori kategorisasi makna prototipe dan makna perluasan dirasa mampu menjawab persoalan yang kerap muncul pada ranah makna imbuhan beR- yang cenderung tumpang-tindih. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa linguistik kognitif bisa menjadi alternatif kajian untuk mengisi rumpang kekosongan pada kajian imbuhan beR- dalam bahasa Indonesia. Ditilik dari perspektif linguistik kognitif, makna-makna yang ada pada imbuhan beR- bisa dikatakan mengalami gejala perluasan. Hal ini bisa telihat dengan adanya analisis kategoriasi pada makna prototipe dan makna perluasannya. Makna prototipe imbuhan ­beR- berdomain utama “melakukan sesuatu” dengan lima jenis, yakni mengadakan sesuatu, memperoleh sesuatu, perbuatan taktransitif, refleksif, dan resiprok. Adapun makna perluasannya hanya teridentifikasi empat jenis, yakni memiliki, memakai, keadaan, dan jumlah.
Simbolisasi dalam Naskah Kitab Pengajaran: Sebuah Kajian Semiotika Pierce. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Muhammad Ardiansah; Asep Yudha Wirajaya
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.6569

Abstract

The dissemination of information and knowledge can take various forms, one of which is through manuscripts. Manuscripts may originate from different parts of the world, using various scripts, requiring further adjustments for broader accessibility. This study aims to analyze the meaning and significance of the writings in the Kitab Pengajaran in order to extract information regarding its content through a semiotic approach. The data for this study consists of manuscripts written in Arabic script and Malay language, with the data sourced from the Kitab Pengajaran in the digital collection of the British Library. The research employs a qualitative method with a literature study approach. The results indicate that the Kitab Pengajaran outlines various behaviors and actions related to goodness that humans should implement in their lives. Abstrak Penyebaran informasi dan pengetahuan dapat dilakukan melalui beberapa bentuk, salah satunya adalah dalam bentuk naskah. Naskah dapat berasal dari berbagai penjuru dunia dengan menggunakan huruf yang berbeda-beda sehingga diperlukan lagi penyesuaian agar naskah tersebut dapat diakses secara luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis makna dan arti dari tulisan yang terdapat dalam Kitab Pengajaran untuk mendapatkan informasi mengenai isi kitab tersebut melalui kajian semiotika. Wujud data dalam penelitian ini berupa naskah beraksara Arab dan berbahasa Melayu, serta sumber datanya berasal dari naskah kitab pengajaran yang terdapat pada koleksi digital British Library. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diketahui bahwa Kitab Pengajaran menjelaskan berbagai perilaku dan tindakan dalam hal kebaikan yang harus diterapkan manusia dalam hidupnya.