cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Strategi Komunikasi Pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Asal Filipina Yeyen Purwiyanti; Sarwiji Suwandi; NFN Andayani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v6i2.448

Abstract

This research aims to describe and explain the communication strategy used by BIPA students from Philippines during BIPA learning. This research is a study case using natural background. The researcher will describe and explain both verbal and non-verbal communication strategy used by BIPA students of UPT Bahasa UNS who come from Philippines. Data of this research are result of observation and interview note from BIPA students from Phillipines as well as BIPA teachers. The result of this research is communication strategy used by BIPA students from Philippines, which are equivallance, borrowing, dictionary, self-correction, prefix, role play, phrase, preposition, similar pronounciation and diction. Communication strategy that is dominantly used by BIPA students is borrowing English in the communication of targeted language. Targeted language in this research is Indonesian. Verbal and non-verbal communication strategy has benefit toward BIPA students to understand the on-going event. Moreover, it could bridge the gap between the students and the teachers, as well as among the students.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi yang digunakan oleh pemelajar BIPA asal Filipina dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan menggunakan latar natural. Peneliti akan mendeskripsikan dan menjelaskan strategi komunikasi verbal dan nonverbal yang digunakan oleh pemelajar BIPA UPT Bahasa UNS yang berasal dari negara Filipina. Data penelitian ini berupa catatatan lapangan hasil observasi dan catatan lapangan hasil wawancara pemelajar BIPA yang berasal dari Filipina dan pengajar BIPA. Hasil dari penelitian ini adalah strategi komunikasi yang digunakan oleh pemelajar BIPA asal Filipina, yaitu ekuivalensi, peminjaman, kamus, koreksi diri, imbuhan, peragaan, frasa, preposisi, kemiripan lafal, dan diksi. Strategi komunikasi yang dominan digunakan adalah peminjaman bahasa Inggris dalam menggunakan komunikasi bahasa target dalam penelitian ini adalah bahasa Indonesia.
Kekuasaan dan Kekuatan Bhuta dalam Teks Lontar Roga Sanghara Bhumi dan Covid-19 di Bali: Analisis Etnolinguistik Ni Wayan Sumitri; I Wayan Arka
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.4504

Abstract

This paper discusses the power of bhuta in the lontar (palm leaf) manuscript of Roga Sanghara Bhumi (RSB), in the context of Covid-19 in Bali, from an ethnolinguistic perspective. The RSB manuscript is a treasure documenting local knowledge reflecting Balinese Hindu culture about the existence of bhuta as a negative force causing disease outbreaks. The linguistic aspects examined and discussed include the integration of various lexico-grammatical elements, textually and contextually related to power and pandemics. The study is qualitative descriptive; important findings include the use of ethnolinguistic capital and local Balinese-Hindu symbols related to the conception/role of bhuta's power and rituals practiced by the Balinese, and how the Balinese maintain the dynamic balance of the universe's harmony and well-being. Evidence of ethnolinguistic resources includes multi-lingual diglossic features of Old Javanese-Sanskrit-Balinese and local Balinese-Hindu symbols, including the Balinese script and evil force repellent rituals such as caru offerings. RSB's striking textual feature is the persuasive narrative in the imperative mood. This is closely related to the function of RSB as a reference of advice to deal with pandemics. Cultural contextual features in RSB describe the cosmology, description and explanation of the occurrences of various outbreaks (sasab, gering, mrana, grubug) and the role of butha and its handling. Analysis in the context of Covid-19 is also provided. This paper underscores the importance of using local-traditional wisdom approaches in pandemic management to complement modern ones. AbstrakMakalah ini mengkaji power (kekuasaan/kekuatan) bhuta dalam teks lontar Roga Sanghara Bhumi (RSB), terkait Covid-19 di Bali, dari perspektif etnolinguistik. Teks RSB merefleksikan khazanah budaya Hindu-Bali terkait dengan keberadaan bhuta sebagai kekuatan negatif penyebab wabah penyakit. Aspek kebahasaan yang diperiksa dan dibahas mencakup integrasi berbagai elemen lexico-grammar kekuasaan/kekuatan, secara tekstual dan kontekstual terkait dengan pandemi. Kajiannya bersifat deskriptif kualitatif, menunjukkan temuan penting diantaranya penggunaan sumber daya etnolinguistik (ethno-linguistic capital) dan simbol-simbol lokal Bali-Hindu terkait konsepsi/peran power bhuta dan praktik-praktik ritual, serta dinamikanya untuk menjaga keseimbangan kerahayuan alam semesta. Bukti-bukti sumber daya etnolinguitik mencakup fitur diglosik multi/dwibahasa Jawakuna-Sanskerta-Bali dan simbol-simbol lokal Bali-Hindu termasuk aksara Bali dan ritual penolak kekuatan jahat seperti sesaji caru. Fitur tekstual RSB yang mencolok adalah naratif persuasif bermodus imperatif; ini terkait erat dengan fungsi RSB sebagai sumber petujuk/acuan untuk menghadapi pandemi. Fitur kontekstual kultural menggambarkan kosmologi, deskripsi dan penjelasan terjadinya berbagai wabah (sasab, gering, mrana, grubug) dan peran butha serta penanganannya. Analisisnya dalam konteks Covid-19 juga diberikan. Makalah ini menggarisbawahi pentingnya penggunaan pendekatan kearifan lokal-tradisional dalam penanganan pandemi untuk melengkapi pendekatan modern.
Speech Acts Production in EFL Classroom Interactions (A Conversation Analysis) Hieronimus Canggung Darong
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.4771

Abstract

The purpose of this study was to analyze the speech act types and functions that were used by an EFL teacher and their students during classroom interactions. Observational data was collected and analyzed according to Conversation Analysis standards (CA). The findings of the study revealed that the types of speech acts produced by the teacher and students were influenced by their respective roles and statuses. Although the students produced fewer speech acts, they served the same functions as the teacher's speech acts in terms of controlling and managing classroom interactions. As a result, the speech acts of both the students and teacher distributed authority in different ways during turn-taking and commodity exchanges. The practical knowledge and pedagogical aspect of the teacher-student relationship as a unique social event in the classroom context has the potential to effectively manage classroom interactions.  AbstrakTujuan  penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis dan fungsi tindak tutur yang diucapkan oleh seorang guru Bahasa Inggris dan siswa dalam interaksi di kelas. Data hasil observasi dikumpulkan dan dianalisis sesuai dengan prinsip-prinsip analisis percakapan (CA). Temuan penelitian menunjukan bahwa jenis tindak tutur yang dihasilkan oleh guru dan siswa dipengaruhi oleh peran dan status masing-masing. Meskipun siswa menghasilkan lebih sedikit tindak tutur, mereka memiliki fungsi yang sama dengan tindak tutur guru dalam hal mengontrol dan mengelola interaksi di kelas.  Dengan demikian, tindak tutur siswa dan guru mendistribusikan otoritas dengan cara yang berbeda selama pertukaran ide dan proposisi percakapan. Pengetahuan praktis dan asoek pedagogis hubungan guru-siswa sebagai peristiwa sosial yang unik memiliki potensi untuk mengelola interaksi kelas secara efektif.
Analisis Hubungan Penguasaan Kosakata dan Kemampuan Memahami Unsur Intrinsik Cerpen Siswa SMP di Kota Kendari Firman A.D.; Heksa Biopsi Puji Hastuti; NFN Sukmawati; NFN Rahmawati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v8i1.636

Abstract

This research problem is how is the relation between vocabulary mastery and short story intrinsical components comprehension ability of VIII grade students in Kendari City. The research is aimed to describe how vocabulary mastery and comprehending short story intrinsical components ability and how the relationship between both of them by the students. This research used statistic method. Data was analyzed descriptive-quantitatively and parametric-quantitatively by using Product Moment Correlation and Linear Regression. After doing descriptive-quantitative analysis, in order to understand the relationship intervariabel, then was conducted correlation test. Result of this research shows that vocabulary mastery have average values 8,84 (48%) which included in medium category. Vocabulary mastery indicator which have most prominent contribution is words comprehending that has pejorative-amelirative meaning, extension-constriction meaning by average value 2,75 (32,7%). Meanwhile, comprehending short story intrinsical components ability has average value 10,42 (45,25), which included generally in medium category. Indicator of comprehending short story intrinsical components ability which have most prominent contribution is figure and characterization by average value 3,23 (44,25%). Vocabulary mastery has positive and significant correlation with comprehending short story intrinsical components ability of SMP students at value rxy= 0,359 >rtable = 0,250 and value of Sig (ρ)<a = 0,05, and txy = 14,246 >ttable = 1,645 dan value of Sig (ρ)<a = 0,05. Contribution value vocabulary mastery (X) toward comprehending short story intrinsical components ability (Y) is 12,9%, and the rest, is influenced by other factors that are not related with this research. ABSTRAKPermasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan penguasaan kosakata dengan kemampuan memahami unsur intrinsik  VIII SM di Kota Kendari. Dengan demikian, tujuannya adalah mendeskripsikan penguasaan kosakata dan kemampuan memahami unsur intrinsik cerpen dan memperlihatkan ada atau tidak adanya hubungan antara penguasaan kosakata dengan kemampuan memahami unsur intrinsik cerpen siswa. Penelitian menggunakan metode statistik. Data dianalisis secara kuantitatif deskriptif dan kuantitatif parametris dengan menggunakan uji Korelasi Product Moment dan Regresi Linear. Setelah analisis deskriptif kuantitatif, dilakukan tahap uji korelasi untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguasaan kosakata siswa SMP memiliki nilai rata-rata 8,84 (48%) yang masuk dalam kategori sedang. Indikator penguasaan kosakata yang paling menonjol memberikan kontribusi ialah memahami kata yang mengalami ameliorasi-peyorasi, perluasan-penyempitan dengan nilai rata-rata 2,75 (32,7%). Sementara, kemampuan memahami unsur intrinsik cerpen siswa SMP memiliki nilai rata-rata 10,42 (45,25), pada umumnya termasuk kategori sedang. Indikator kemampuan memahami unsur intrinsik cerpen yang paling menonjol memberikan kontribusi ialah indikator memahami tokoh dan penokohan dalam cerpen dengan nilai rata-rata 3,23 (44,25%). Penguasaan kosakata memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan kemampuan memahami unsur intrinsik cerpen pada siswa SMP kelas VIII di Kota Kendari, dengan nilai rhitung = 0,359 >rtabel = 0,250 dan nilai Sig (ρ)<a = 0,05, dan thitung = 14,246 >ttabel = 1,645 dan nilai Sig (ρ)<a = 0,05. Besarnya kontribusi penguasaan kosakata (X) terhadap kemampuan memahami unsur intrinsik cerpen (Y) siswa SMP adalah 12,9%, dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terkait dengan penelitian ini.
Mata Tak Melihat, Namun Papan Nama Berbicara: Lanskap Linguistik pada Terapis Pijat Tunanetra di Kota Malang Dany Ardhian; Sony Sukmawan; Muhammad Hambali
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8277

Abstract

This study aims to investigate the forms and patterns of language use, and informational-symbolic functions of signage employed by visually impaired massage therapists. The data source comprises 91 photographic records of signs and banners belonging to visually impaired massage practitioners across five districts (Lowokwaru, Blimbing, Sukun, Kedung Kandang, and Klojen) in Malang City, collected through field observation. Textual data were extracted from the words, phrases, and clauses appearing on these signs and banners. Data‑collection techniques included photography and transcription of all text into a corpus. For data analysis, Landry and Bourhis’s (1997) linguistic landscape framework was combined with corpus‑linguistic methods using Voyant Tools (Cirrus, StreamGraph, Trends panels) to identify lexical frequencies, collocations, and usage trends. The informational function was examined by counting seventeen types of informational signs; the symbolic function was then analysed through interpretive interviews and semantic‑corpus analysis. Findings reveal a dominance of monolingual Bahasa Indonesia (63.7 %), followed by bilingual (29.7 %) and multilingual (6.6 %) displays, reflecting both ethnic‑identity strategies and market capitalization. Core information, business name, service type, certification, contact details, prevailed in frequency. Corpus visualizations confirm a strong semantic association between “pijat” (massage) and “tunanetra” (visually impaired), as well as the emergence of symbols denoting economic self‑reliance, professionalism, and legal legitimacy. This research captures both the presence and the symbolic resistance of visually impaired therapists within Malang City’s public sphere. Abstrak Penelitian ini bertujuan menginvestigasi bentuk dan pola penggunaan bahasa serta fungsi informasi-simbolik pada papan nama terapis pijat tunanetra. Sumber data berupa 91 dokumentasi foto papan nama dan banner terapis pijat tunanetra di lima kecamatan (Lowokwaru, Blimbing, Sukun, Kedung Kandang, Klojen) di Kota Malang melalui observasi lapangan. Data teks diambil dari kata, frasa, dan klausa yang terdapat dalam papan nama dan banner. Teknik pengumpulan data meliputi fotografi dan transkripsi teks ke dalam korpus. Teknik analisis data menerapkan kerangka Lanskap Linguistik Landry & Bourhis (1997) dikombinasikan dengan linguistik korpus menggunakan Voyant Tools (panel Cirrus, StreamGraph, dan Trends) untuk mengidentifikasi frekuensi leksikal, kolokasi, dan tren penggunaan kata. Analisis fungsi informasi dilakukan dengan penghitungan 17 tipe tanda informasi; analisis simbolik dilanjutkan melalui interpretasi wawancara dan semantik korpus. Temuan menampilkan dominasi monolingual bahasa Indonesia (63,7 %), diikuti variasi bilingual (29,7 %) dan multilingual (6,6 %) yang mencerminkan strategi identitas etnis dan kapitalisasi pasar. Informasi utama berupa nama usaha, jenis layanan, sertifikasi, dan kontak mendominasi frekuensi. Visualisasi korpus menegaskan relasi semantik kuat antara “pijat” dan “tunanetra” serta emergensi simbol kemandirian ekonomi, profesionalitas, dan legitimasi hukum. Penelitian ini memotret eksistensi dan perlawanan simbolik terapis tunanetra dalam ruang publik Kota Malang.
KETIDAKEFEKTIFAN SEBUAH PESAN MELALUI FITUR “PESAN” PADA SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK Doni Jaya
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v1i1.14

Abstract

Komunikasi elektronik membuat hubungan antarmanusia semakin cepat, murah, dan efisien. Bagaimanapun, tidak semua orang memahami sepenuhnya kelebihan/kekurangan media komunikasi yang mereka gunakan sehingga membawa akibat yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Artikel ini membahas mengenai salah satu fitur dalam situs jejaring sosial Facebook, yakni “pesan”. Korpus penelitian berupa sebuah pesan dan 118 buah balasan. Makalah ini bertujuan untuk mengukur dan membuktikan ketidakefektifan penyampaian suatu pesan dengan parameter khusus yang dilandaskan pada model Organon Bühler (1990) yang terdiri atas empat unsur, yakni tanda (sign), simtom, simbol, dan sinyal. Tingkat ketidakefektifan penyampaian pesan diukur dengan membandingkan parameter-parameter interpretasi ideal dengan balasan-balasan aktual dari korpus. Analisis menunjukkan bahwa semua balasan tidak efektif dan mengalami derajat penyimpangan yang berbeda-beda terhadap topik pesan yang dipicu oleh masalah pelanggaran privasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi ilustrasi tentang dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh penggunaan media elektronik secara kurang bijaksana.
Penggunaan Bahasa Daerah Generasi Muda Provinsi Maluku Utara dan Papua Barat Buha Aritonang
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2936

Abstract

The use of vernacular among the younger generation when writing letters and short massage service (SMS)/ whatsapp (WA) in the family domain is interesting to study. In this paper the study is limited to the problem of using vernacular among the younger generation, especially the younger generation of North Maluku and West Papua is in the family domain when they write letters and SMS/WA messages to speech partners. The objective of this research is to describe the category of language use of the young generation of North Maluku and West Papua when writing letters and SMS/WA with their speech partners. This research method is descriptive qualitative in which the data. The results of the analysis showed that the young generation of North Maluku wrote letters to speech partners (parents, uncle/aunt/aunt, grandparents, siblings (brother/sister), and distant relatives) in vernacular through classified letters. very bad and through SMS/WA classified as not good the young generation of North West Papua wrote a letter to speech partners (parents, uncle/aunt/aunt, grandfather/grandmother, siblings (brother/sister), and distant family) using vernacular, either through letters or SMS/WA are classified as not good.AbstrakPenggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda ketika menulis surat dan short massage service (SMS)/ whatsapp (WA) dalam ranah keluarga menarik untuk dikaji. Dalam tulisan ini kajian dibatasi pada masalah penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda, khususnya generasi muda Maluku Utara dan Papua Barat dalam ranah keluarga ketika mereka menulis surat dan SMS/WA kepada mitra tutur. Tujuan penelitian mendeskripsikan kategori penggunaan bahasa daerah generasi muda Maluku Utara dan Papua Barat ketika menulis surat dan SMS/WA dengan mitra tuturnya. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang datanya dikumpulkan dengan metode penyebaran kuesioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa generasi muda Maluku Utara menulis surat kepada mitra tutur (orang tua, paman/tante/bibi, kakek/nenek, saudara (kakak/adik), dan famili jauh) dengan bahasa daerah melalui surat tergolong sangat tidak baik dan melalui SMS/WA tergolong tidak baik. Generasi muda Papua Barat Utara menulis surat kepada mitra tutur (orang tua, paman/tante/bibi, kakek/nenek, saudara (kakak/adik), dan famili jauh) dengan bahasa daerah, baik melalui surat maupun SMS/WA tergolong tidak baik.
Optimalisasi Media Digital Interaktif Wordwall dalam PJJ BIPA di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss Hilda Septriani; Yuyus Rustandi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.6208

Abstract

The development of Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) as a soft diplomacy effort continues to increase rapidly. Various universities abroad and BIPA organizing institutions strive to open BIPA classes every semester. Every mode of learning certainly needs to be circumvented so as not to cause boredom to learners, one of which is by utilizing the available interactive digital learning media, namely Wordwall. This paper aims to identify the process of developing and optimizing the use of Wordwall in the BIPA class as an effective supporting media. In addition, it also seeks to measure the effectiveness of using Wordwall in the learning process in the classroom. The research methods used in this study were the distribution of questionnaires to learners, interview techniques, and documentation studies. The respondents in the study were students in BIPA 2 and BIPA 3 classes at the Indonesian Embassy in Bern, Switzerland in the spring semester period, which is between March–July 2022. The results showed that the development process and effectiveness of using Wordwall in learning in BIPA 2 and BIPA 3 classes could be achieved optimally which was identified through obtaining the scores of the majority of learners and the conformity of their answers during interviews. The implication of this research is that the use of digital-based teaching media, namely Wordwall in BIPA classes, also supports the success of learning objectives and becomes a new breakthrough in BIPA teaching. AbstrakPerkembangan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai upaya diplomasi lunak terus meningkat pesat. Berbagai universitas di luar negeri dan lembaga penyelenggara BIPA berupaya untuk membuka kelas-kelas BIPA setiap semester. Setiap moda pembelajaran tentunya perlu disiasati agar tidak menimbulkan kebosanan pada pemelajar, salah satunya dengan memanfaatkan media pembelajaran digital interaktif yang tersedia yaitu Wordwall. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pengembangan dan optimalisasi penggunaan Wordwall di kelas BIPA sebagai media penunjang yang efektif. Selain itu juga berupaya untuk mengukur efektivitas pemanfaatan Wordwall dalam proses pembelajaran di kelas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyebaran kuesioner kepada pemelajar, teknik wawancara, dan studi dokumentasi. Responden dalam penelitian adalah pemelajar di kelas BIPA 2 dan BIPA 3 di KBRI Bern, Swiss pada periode spring semester yaitu antara bulan Maret – Juni 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan dan efektivitas penggunaan Wordwall dalam pembelajaran di kelas BIPA 2 dan BIPA 3 dapat tercapai secara optimal yang diidentifikasi melalui perolehan skor mayoritas pemelajar dan konformitas jawaban mereka saat wawancara. Adapun implikasi dari penelitian ini adalah penggunaan media ajar berbasis digital yaitu Wordwall di kelas BIPA turut menunjang keberhasilan tujuan pembelajaran dan menjadi terobosan baru dalam pengajaran BIPA.
Konstruksi Makna Desa Wisata dalam Wacana Komunikasi Masyarakat Lokal: Studi Fenomenologi di Desa Belangian, Kalimantan Selatan Assyifa Maulida; Uud Wahyudin; Gumgum Gumilar; Yanti Setianti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8369

Abstract

This study aims to explain how the people of Belangian Village construct the meaning of a tourism village within their everyday communication. Grounded in a social constructivist paradigm, it employs a qualitative phenomenological approach with villagers directly and indirectly involved in tourism, selected through purposive sampling. Data were collected via semi structured in depth interviews, participant observation during extended residence in the village, and documentation of local archives, community records, and online materials. Data analysis followed phenomenological procedures, including epoche, horizonalization, thematic clustering, and the synthesis of textural and structural descriptions. The findings show that the meaning of a tourism village is produced through language, symbols, interactions, and negotiations with visitors, and through processes of externalization, objectivation, and internalization, so that the tourism village is understood as a lived space of spiritual, social, and cultural value rather than a purely economic destination. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana masyarakat Desa Belangian mengonstruksi makna desa wisata dalam wacana komunikasi sehari hari. Berlandaskan paradigma konstruktivisme sosial, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan informan warga yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pariwisata, dipilih melalui teknik purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur, observasi partisipatif selama peneliti tinggal di desa, serta studi dokumentasi atas arsip desa, catatan komunitas, dan media daring. Analisis data mengikuti langkah fenomenologis meliputi epoche, horizontalisasi, pengelompokan pernyataan menjadi tema esensial, penyusunan deskripsi tekstural dan struktural, lalu sintesis esensi pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna desa wisata dibentuk melalui praktik bahasa dan simbol, interaksi dan negosiasi warga dengan wisatawan, serta proses eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi, sehingga desa wisata dimaknai sebagai ruang hidup bernilai spiritual, sosial, dan kultural, bukan semata destinasi ekonomi.
KETAKSANTUNAN KOMENTAR PADA LAMAN BERITA YAHOO: SEBUAH PENDEKATAN PRAGMATIK Edi Setiyanto
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v1i2.48

Abstract

Kajian ini membahas tuturan tak santun. Tuturan tak santun adalah tuturan yang melanggar muka positif atau muka negatif lawan tutur. Data diambil dari kolom Komentar laman Yahoo Berita Indonesia yang diunggah pada Mei—Agustus 2012. Kajian bertujuan mendeskripsi ketaksantunan berdasarkan bidal penyebab. Kajian ini bersifat pragmatik dengan memanfaatkan teori parameter pragmatik dan terori muka yang dikemukakan Brown dan Levinson (1987). Penerapan teori dimaksudkan untuk memastikan santun tak santunnya sebuah tuturan. Pada analisis diterapkan metode agih (lih. Sudaryanto, 1993). Penerapan metode agih dimaksudkan untuk melihat ketaksantunan dalam hubungan dengan fenomena lingualnya. Berdasarkan kajian diketahui bahwa ketaksantunan pada kolom Komentar terjadi karena penggunaan bidal-bidal pelanggar muka. Pada muka positif berkenaan dengan penggunaan kedelapan bidal, yaitu penghinaan, penolakan, keemosionalan, ketabuan, kesombongan, sara, pengabaian, atau salah penyapaan. Pada muka negatif berkenaan dengan penggunaan dua bidal, yaitu perintah atau kebencian. Ketaksantunan pada muka negatif karena penggunaan bidal penagihan tidak ditemukan.