cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
PENGENDALIAN PERSEDIAAN PAPER TUBE DAN CARTON BOX SEBAGAI KOMPONEN PACKAGING POLYESTER YARN DENGAN PENDEKATAN METODE TIME SERIES DAN MIN-MAX STOCK (STUDI KASUS: GUDANG MP04 PT APF KALIWUNGU) Firdaus, Fikri; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Asia Pasific Fibers Tbk merupakan salah satu perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang Tekstil.Untuk memenuhi permintaan pasar yang beragam, PT Asia Pasific Fibers Tbk memiliki berbagai macambentuk persediaan, salah satunya yaitu material packaging. Namun pada kondisi di lapangan, terdapatbeberapa gudang yang memiliki jumlah persediaan yang terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Untukmeminimalisir terjadinya persediaan yang terlalu banyak maupun sedikit, dilakukan pengendalianpersediaan dengan pendekatan metode Time Series dan Min-Max Stock. Data yang digunakan padapenelitian ini yaitu berupa data historis penggunaan material packaging pada tahun 2022, dan beberapadata yang dikumpulkan melalui wawancara dengan operator dan staff Departemen Store. Selain itudilakukan juga observasi langsung pada Gudang MP04 PT Asia Pasific Fibers Tbk. Berdasarkan hasilpengolahan data, metode yang terpilih untuk melakukan peramalan yaitu Winter’s Method. Selanjutnya,untuk perhitungan Safety Stock dan Min-Max Stock menggunakan service level 90-99% agar perusahaandapat leluasa dalam menentukan service levelnya sendiri. Setelah itu, dapat diberikan usulan kebijakanpemesanan yaitu sebanyak 18 kali selama periode 2023, dengan kuantitas pemesanan sebanyak 11048buah untuk material PT000229, 2587 buah untuk material PT000257, 368 buah untuk material CB000392,dan 282 buah untuk material CB000399 dalam satu kali pesan.Kata kunci: Pengendalian persediaan; forecasting; time series; min-max stock Abstract[INVENTORY MANAGEMENT OF PAPER TUBE AND CARTON BOX AS COMPONENTS OFPOLYESTER YARN PACKAGING WITH TIME SERIES AND MIN-MAX STOCK METHOD (CASESTUDY: WAREHOUSE MP04 PT APF KALIWUNGU)] PT Asia Pacific Fibers Tbk is one of the leadingcompanies in the textile sector. To fulfill diverse market demands, PT Asia Pacific Fibers Tbk has varioussupply, one of them is packaging material. However, there are several warehouses that have too much orlack of inventory. To minimize the occurrence of too much or lack of inventory, inventory need to bemanaged using the Time Series and Min-Max Stock methods. The data used in this study is historical dataof packaging materials usage in 2022, and some data collected through interviews with Store Departmentoperators and staff. Beside that, the writers also observe MP04 Warehouse of PT Asia Pacific Fibers Tbk.Based on the data processing, the method chosen for forecasting is the Winter's Method. Furthermore, forthe calculation of Safety Stock and Min-Max Stock, service level of 90-99% was used so that companies canfreely determine their own service level. After that, order policy suggestions can be given, the result is thatorders are made 18 times during the 2023 period, with an order quantity of 11,048 pieces for PT000229material, 2587 pieces for PT000257 material, 368 pieces for CB000392 material, and 282 pieces forCB000399 material in one time order.Keywords: Inventory management; forecasting; time series; min-max stock
ANALISIS DAN USULAN PERBAIKAN RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE FMEA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS) DAN FTA (FAULT TREE ANALYSIS) (Studi Kasus di PT. X) Sabaraya, Ignatius Jeffry; Prastawa, Heru
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Meningkatnya angka kecelakaan kerja menurut data dari BPJS Ketenagakerjaan seharusnya membuat perusahaanperusahaan menaruh perhatian khusus pada bidang keselamatan dan kesehatan kerja. Mengidentfikasi risikokecelakaan kerja merupakan suatu upaya dalam tindakan pencegahan kecelakaan kerja. Dalam penelitian ini,peneliti ingin mengidentifikasi dan menganalisis penyebab terjadinya suatu kecelakaan kerja pada suatu proseskerja perusahaan mebel (PT. X). Penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan metode FTA(Fault Tree Analysis). Kegunaan dari metode FMEA adalah untuk mengidentifikasi risiko yang paling dominandalam suatu pekerjaan sedangkan metode FTA berguna untuk mengidentifikasi potensi penyebab kecelakaankerja. Hasil dari analisis menggunakan metode FMEA didapati bahwa ada 4 risiko kecelakaan kerja yang paling tinggiialah gangguan penglihatan karena residu potongan kayu masuk kedalam mata (pada pekerjaan pemotongan kayuke ukuran yang lebih kecil); cidera pada tangan karena tertusuk oleh serat serat kayu yang tajam (pada pekerjaankiln dry); cidera pada kaki karena tertusuk sisa sisa potongan kayu (pada pekerjaan unload log kayu); dangangguan pernapasan karena residu dan material masuk ke dalam sistem pernapasan (pada pekerjaan mouldingprocess). Keempat risiko kecelakaan kerja ini kemudian dianalisis lagi menggunakan metode FTA sehinggamenghasilkan basic event potensi penyebab kecelakaan kerja. Penelitian ini juga sebagai masukan kepada PT. Xuntuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Kata kunci : Risiko, kecelakaan kerja, FMEA, FTA, Perusahaan mebel
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL MENGGUNAKAN METODE NATIONAL AERONAUTICS AND SPACE ADMINISTRATION – TASK LOAD INDEX (NASA-TLX) PADA KARYAWAN PT ASTRA SEDAYA FINANCE Studi Kasus: Departemen Recruitment Management Human Capital PT Astra Sedaya Finance (Astra Credit Companies) Alexandra, Alyssa; Bakhtiar, Arfan
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Astra Sedaya Finance dikenal dengan brand Astra Credit Companies (ACC) yang merupakanperusahaan pembiayaan finansial terkemuka di Indonesia. Pada Divisi Human Capital terdiri dari 6departemen, salah satunya adalah Recruitment Management Departement. Faktor eksternal dan internalyang menyebabkan beban kerja mental berlebih berpotensi berpengaruh terhadap kondisi fisik dan psikiskaryawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi besar beban kerja mental yang dialamikaryawan, melakukan analisis aspek dominan serta faktor penyebab yang berpengaruh. Bertujuan agardapat diberikan rekomendasi perbaikan yang sesuai. Subjek responden sejumlah 11 orang karyawandepartemen Recruitment Management Human Capital yang terdiri dari Kepala Departemen dan 5 bidangyang berbeda. Pada metode NASA-TLX terbagi menjadi dua tahap, yaitu pemberian bobot dan pemberianrating indikator yang bersifat subjektif. Pengolahan data menggunakan metode NASA-Task Load Index(TLX) berdasarkan 6 skala indikator yang berpengaruh pada beban kerja mental karyawan. Padapenelitian ini diperoleh hasil bahwa sejumlah 4 karyawan memiliki skor beban kerja mental pada kategoriBerat yaitu lebih dari 80, dengan nilai tertinggi yaitu sebesar 83,33, dan sejumlah 7 karyawan memilikiskor beban kerja mental pada kategori Sedang. Rekomendasi perbaikan diberikan pada aspek lingkunganfisik kerja dan sistem manajerial perusahaan, yang bertujuan meningkatkan optimalisasi kualitas kinerjakaryawan.Kata Kunci: Beban Kerja Mental; NASA-TLX AbstractPT Astra Sedaya Finance, known as Astra Credit Companies (ACC) as its brand, it is a leading financialfinance company in Indonesia. The Human Capital Division consists of 6 departments, which one of it isthe Recruitment Management Department. The external and internal factors that cause excessive mentalworkload have the potential to affect the physical, and psychological conditions of employees. This researchwas conducted to identify the amount of mental workload experienced by employees, and to analyze thedominant aspects as well as the causal factors that affect the mental workload. The recommendations forimprovement can be given according to the existing conditions. The subjects were 11 employees ofRecruitment Management Department, consisting of the Head Department and 5 different fields. NASATLXmethodisdividedintotwostages,whicharegivingweightsandgivingindicatorvaluessubjectively.ThedataprocessingusestheNASA–TaskLoadIndex(TLX)methodwith6indicatorscalesthataffectthementalworkloadofemployees.Basedontheresults,therewere4employeeswhohadamentalworkloadscoreintheHeavycategory,whichwasabove80,withthehighestscoreat83,33and7employeesintheMediumcategory.Therecommendationsforimprovementcanbegiveninthephysicalworkenvironmentaspectsandthecompanymanagerialsystem,withtheaimofincreasingtheoptimizationoftheemployeeperformancequality. Keywords:Mentalworkload;NASA-TLX
PENGGUNAAN METODE WORK LOAD ANALYSIS (WLA) DALAM PENGUKURAN BEBAN KERJA PRODUKSI JOK BUS SERI SR 2 HDDG SUITE CLASS (SLEEPER) UNTUK OPTIMALISASI JUMLAH TENAGA KERJA (Studi Kasus: CV. Laksana Karoseri Semarang) Ristika, Naeni; Prastawa, Heru
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam industri manufaktur sumber daya manusia memiliki peranan penting dalam kerberjalanan suatu perusahaan. Harus ada perencanaan sumber daya manusia yang baik untuk tercapainya proses yang baik juga. CV. Laksana Karoseri merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri otomotif. Perusahaan ini memproduksi produk utama yaitu karoseri bus. Pada masa pandemi ini evaluasi perencanaan sumber daya manusia diperlukan untuk mengetahui jumlah tenaga kerja agar efektif dan efisien dalam menjalankan proses manufaktur. CV. Laksana Karoseri terus berupaya membenahi faktor internal perusahaan demi tetap bertahan di situasi ini. Salah satu upaya yang dilakukan ialah penyesuaian jumlah tenaga kerja akibat adanya penurunan jumlah permintaan bus. Penyesuaian antara beban kerja dengan jumlah tenaga kerja perlu dilakukan untuk meminimalisisir ketidaksesuain sehingga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan. Oleh karena itu, pengukuran beban kerja diperlukan untuk menghitung jumlah tenaga kerja yang optimal yang dihitung menggunakan metode Workload Analysis (WLA) untuk mengetahui bagaimana pembagian tenaga kerja yang tepat dalam menyelesaikan beban kerjanya. Metode untuk mengumpulkan data yang dipakai yaitu observasi langsung, wawancara serta data perusahaan untuk memperoleh data yang dibutuhkan seperti waktu baku, beban kerja, output produksi, allowance dan performance rating. Hasil yang didapatkan berupa Workload Analysis dari masing-masing workcenter yang kemudian diberikan rekomendasi banyaknya tenaga kerja yang tepat berdasarkan hasil WLA agar banyaknya tenaga kerja di CV Laksana Karoseri optimal, sesuai dengan beban kerjanya sehingga tidak mengalami kekurangan ataupun kelebihan.Kata kunci :Workload Analysis; Analisis Beban Kerja; Pengukuran KerjaAbstractIn the manufacturing industry, human resources have an important role in the running of a company. There must be good human resource planning to achieve a good process too. CV. Laksana Karoseri is a manufacturing company operating in the automotive industry. This company produces the main product, namely bus bodies. During this pandemic, evaluation of human resource planning is needed to determine the number of workers to be effective and efficient in carrying out the manufacturing process. CV. Laksana Karoseri continues to strive to improve the company's internal factors in order to survive in this situation. One of the efforts made is to adjust the number of workers due to a decrease in the number of bus requests. Adjustments between workload and number of workers need to be made to minimize discrepancies so as to reduce costs incurred. Therefore, measuring the workload is needed to calculate the optimal number of workers which is calculated using the Workload Analysis (WLA) method to find out how to properly distribute the workforce to complete the workload. The methods for collecting data used are direct observation, interviews and company data to obtain the required data such as standard time, workload, production output, allowances and performance ratings. The results obtained are in the form of a Workload Analysis from each work center which is then given recommendations for the right 2 number of workers based on the WLA results so that the number of workers at CV Laksana Karoseri is optimal, according to their workload so that they do not experience shortages or excesses.Keywords: Workload Analysis; Work Measurement
PTIMALISASI PEMILIHAN MAINTENANCE TASK MESIN BLOWER LANE PRODUKSI SPS 3 DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DI PT TIRTA INVESTAMA KLATEN Rahmat, Tri Okta; Handayani, Naniek Utami
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dalam upaya untuk mengoptimalkan kegiatan penentuan kebijakan perawatanuntuk perwatana mesin Blower pada Lane Produksi SPS 3 terutama pada lini untuk produksi 600 ml diPlant PT Tirta Investama Klaten. Permasalahan yang dihadapi perusahaan yaitu sering terjadinyadowntime sebagai akibat dari terjadinya kerusakan mesin Blower selama produksi bulan Desember2022. Manfaat penelitian ini adalah dapat menjadi sumber informasi bagi industri yang akanmelakukan perawatan dengan metode RCM. Dalam metodologi penelitian ini menggunakan metodeobservasi, wawancara, dokumentasi, dan RCM dengan tujuan mementukan interval waktupemeliharaan dengan membuat analisis fungsi sitem serta kegagalan untuk kemudian dianalisis denganFMECA dan LTA. Hasil analisis ini berupa nilai RPN komponen preform loader, wheel, dan moldsebagai komponen kritis pada sistem. Dilakukam perhitungan untuk menghitung analisis keandalandengan mengitung Mean Time to Repair (MTTR) dan Mean Time to Failure (MTTF) setiap komponenuntuk kemudian ditentukan kebijakan maintenance dengan hasil 2 komponen dilakukan scheduledrestoration task, dan 1 komponen dilakukan scheduled discard task. Kata kunci: Maintenance Task, RCM, MTTR dan MTTF, FMECA, LTA ABSTRACT This research was conducted in an effort to optimize the activities for maintenance of the Blowermachine in Production Lane SPS 3, particularly in the line for producing 600 ml at PT Tirta InvestamaKlaten Plant. The problem faced by the company is the frequent downtime resulting from Blowermachine damage during production in December 2022. The benefit of this research is to serve as aninformation source for industries that will perform maintenance using the RCM method. The researchmethodology employed observation, interviews, documentation, and RCM to determine themaintenance interval by conducting a functional system analysis and failure analysis using FMECAand LTA. The analysis results indicate the Risk Priority Number (RPN) values for the preform loader,wheel, and mold components as critical components in the system. Reliability analysis was performedby calculating the Mean Time to Repair (MTTR) and Mean Time to Failure (MTTF) for eachcomponent, which then determined the maintenance policy. The results show that scheduled restorationtasks are to be carried out for 2 components, while a scheduled discard task is to be performed for 1component. Keywords: Maintenance Task, RCM, MTTR and MTTF, FMECA, LTA
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA HASIL PRODUKSI KAIN GREY PT. DJOHARTEX Khusnayana, Wildan; Susanty, Aries
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. Djohartex yang merupakan anak perusahaan dari PT. Sri Rejeki Isman Tbk (PT. Sritex) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur dimana perusahaan ini memproduksi kain tenun/kain grey dari bahan dasar benang. Kain yang diproduksi oleh PT. Djohartex dikirim ke PT. Sritex untuk selanjutnya dibuat menjadi kain siap pakai. Produk kain hasil dari PT. Sritex ini telah mencapai skala internasional dan menjadi pemasok produk garmen kepada lebih dari 100 merk pakaian di seluruh dunia. Dengan permintaan konsumen yang sangat banyak, PT. Djohartex terus memproduksi kain grey serta meningkatkan produksi dan melakukan pengendalian kualitas terhadap hasil produksinya agar target dapat tercapai dan konsumen puas dengan kain yang dihasilkan, sehingga tidak perlu dilakukan produksi kain ulang lagi. Oleh karena itu dibutuhkan pengendalian kualitas agar kain yang diproduksi PT. Djohartex dapat selalu menjadi yang terbaik.Kata kunci: PT Djohartex, kain grey, kualitas, six sigmaAbstract[Title: QUALITY CONTROL ANALYSIS USING SIX SIGMA METHOD IN GRAY FABRIC PRODUCTION RESULTS PT. DJOHARTEX] PT. Djohartex which is a subsidiary of PT. Sri Rejeki Isman Tbk (PT. Sritex) is a company engaged in the manufacturing industry where this company produces woven fabrics/grey fabrics from yarn. Fabrics produced by PT. Djohartex was sent to PT. Sritex is then made into ready-to-use fabrics. Fabric products from PT. Sritex has reached an international scale and is a supplier of garment products to more than 100 clothing brands worldwide. With a lot of consumer demand, PT. Djohartex continues to produce gray fabrics and increase production and control the quality of its products so that targets can be achieved and consumers are satisfied with the fabrics produced, so there is no need to re-produce fabrics again. Therefore, quality control is needed so that the fabrics produced by PT. Djohartex can always be the best.Keywords: PT Djohartex, gray fabric, quality, six sigma
REKOMENDASI REDUKSI WASTE DAN VARIASI PROSES PEMBUATAN PART PADA PT TRIMITRA MARGANDA UNGGUL DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA Edwin, Daffa; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAdanya persaingan di antara manufaktur yang satu dengan yang lain membuat persaingan bisnis kiankompetitif guna memenangkan pasar. Hal tersebut tidak terlepas dari sektor industri manufaktur logam.Industri logam dituntut untuk mampu memproduksi barang yang memiliki kualitas yang mumpuni agarmampu meningkatkan kredibilitas terhadap pelanggan. Salah satu perusahaan yang bergerak padaindustri logam yakni PT Trimitra Marganda Unggul. Persoalan yang terdapat pada perusahaantersebut yakni terdapat waste maupun variasi proses pada pembuatan part produksinya. Temuan dalampenelitian ini salah satunya yakni tingkat sigma dari PT Trimitra Marganda Unggul dalammemproduksi nomor part 43121-12K00 hanya sebesar 2,575 sigma yang berarti perusahaan tersebuttermasuk ke dalam klasifikasi perusahaan yang nonkompetitif di pasar dalam memproduksi parttersebut. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan lean six sigma untuk mereduksi waste danvariasi proses pembuatan part pada PT Trimitra Marganda Unggul. Penelitian ini memberikanrekomendasi perbaikan terhadap part dengan kuantitas cacat terbesar berdasarkan data cacat tahun2022 pada PT Trimitra Marganda Unggul dengan harapan agar mampu meningkatkan tingkat sigmadan memenangkan pasar.Kata kunci: industri logam; kualitas; lean six sigma; rekomendasi perbaikan; tingkat sigma Abstract[Title: WASTE REDUCTION RECOMMENDATIONS AND PART MANUFACTURINGPROCESS VARIATIONS AT PT TRIMITRA MARGANDA UNGGUL USING THE LEAN SIXSIGMA APPROACH] The existence of competition among manufacturers with one another makesbusiness competition increasingly competitive in order to win the market. This is inseparable from themetal manufacturing industry sector. The metal industry is required to be able to produce goods thathave qualified quality in order to increase credibility with customers. One of the companies engaged inthe metal industry is PT Trimitra Marganda Unggul. The problem that exists in the company is thatthere are waste and process variations in the manufacture of its production parts. One of the findingsin this study is that the sigma level of PT Trimitra Marganda Unggul in producing part number 4312112K00is only 2.575 sigma, which means that the company is included in the classification of non-competitive companies in the market in producing these parts. This study uses a lean six sigma approach to reduce waste and variations in the part manufacturing process at PT Trimitra Marganda Unggul.This study provides recommendations for improvements to parts with the largest quantity of defectsbased on defect data in 2022 at PT Trimitra Marganda Unggul in the hope of being able to increasethe sigma level and win the market.Keywords: lean six sigma; metal industry; recommendations of improvements; sigma level; quality
Evaluasi Efektivitas dalam Produksi Kokas dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Studi Kasus : Coke Oven Plant PT Krakatau Steel (Persero) Tbk) Samosir, Andi; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang produksi baja. Coke OvenPlant pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan fasilitas yang memproduksi kokas untuk digunakan sebagaibahan bakar pada proses pembakaran di Blast Furnace yang membuat Hot Rolled Wire. Masalah umum yang seringdijumpai di lantai produksi adalah mesin produksi tidak beroperasi dengan baik sehingga mempengaruhi proseslainnya, Salah satu metode pengukuran kinerja dan efektivitas mesin yang digunakan adalah Overall EquipmentEffectiveness (OEE) yang kemudian dilanjutkan dengan pengukuran OEE six big losses dan dari faktor six big lossestersebut dicari faktor terbesar yang mengakibatkan rendahnya efisiensi. Metode OEE merupakan metode pengukuransuatu tingkat efektivitas pemakaian suatu mesin atau peralatan pada perusahaan. Metode ini tediri dari tiga faktorutama yang saling berhubungan yaitu Avaibility (ketersediaan), Performance (kemampuan) dan Quality (kualitas).Hasil perhitungan OEE akan mengidentifikasi kondisi penggunaan mesin yang tidak efektif dan efisien mengakibatkanrendahnya produktivitas mesin dan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Selain itu, dapat mendeteksikejanggalan-kejanggalan yang mungkin terjadi pada periode selanjutnya sehingga bisa dilakukan perbaikan secepatmungkin untuk kedepannya dan dilakukan penjadwalan pemeliharan mesin untuk pencegahan breakdown yang terjadidalam proses produksi. Kata kunci: Produksi, Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN SPARE PART KIND-13 GENERAL METALC PADA PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA TBK PLANT CIREBON Michelle, Elfriede; Azzahra, Faradhina
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSetiap perusahaan, baik itu perusahaan manufaktur maupun jasa, selalu membutuhkan persediaan. Pengelompokandengan klasifikasi ABC dalam pengendalian persediaan berguna untuk mengetahui tipe barang, dimulai dari barangyang nilainya paling tinggi hingga terendah. Jenis penelitian yang digunakan adalah Exploratory Study denganbantuan analisis kualitatif yaitu nilai rata- rata persediaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukanklasifikasi komponen KIND-13 General Metalc pada komponen auto purchase menggunakan metode analisis ABC,kemudian menganalisis perbandingan pengendalian persediaan yang telah dilakukan perusahaan pada sistem ERPdengan hasil pengolahan data yang dilakukan peneliti dengan menentukan metode manakah yang paling optimumbila diterapkan. Hasil Penelitian ini menunjukkan komponen yang termasuk kelas A sebanyak 7 item, pada kelas Bsebanyak 7 item dan pada kelas C sebanyak 20 item. Hasil perhitungan meperlihatkan bahwa metode EOQ, metodeMin-Max Stock dan metode POQ menunjukkan hasil yang berbeda. Hanya Metode EOQ saja yang menunjukkanterjadinya inventory level pada semua item dengan rata-rata persentase penurunan sebesar 73%, dan sebagian besarkomponen mencapai penurunan 86% sehingga metode EOQ merupakan metode terbaik daripada metode Min-MaxStock dan Metode POQ. Dari hasil tersebut perusahaan perlu menerapkan metode EOQ untuk mengendalikanpersediaan spare part KIND-13 General Metalc supaya dapat menghemat biaya pengeluaran.Kata kunci: Analisis ABC, Persediaan, Metode Min-Max Stock, Metode EOQ, Metode POQ AbstractEvery company, manufacturing or service company, always needs supplies. Grouping with ABC classification ininventory control is useful for knowing the type of goods, starting from the highest value items to the lowest. The typeof research used is Exploratory Study with qualitative analysis, namely the average value of inventory. The purposeof this research is to determine the classification of General Metalc's KIND-13 components in auto purchasecomponents using the ABC analysis method, then analyze the comparison of inventory control that has been carriedout by the company in the ERP system with the results of data processing carried out by researchers by determiningwhich method is the most optimal when applied. The results of this study show components including class A as manyas 7 items, class B as many as 7 items and class C as many as 20 items. The calculation results show that the EOQmethod, Min-Max Stock method and POQ method show different results. Only the EOQ Method shows the occurrenceof inventory levels on all items with an average percentage decrease of 73%, and most components achieve a decreaseof 86% so that the EOQ method is the best method than the Min-Max Stock method and POQ method. From theseresults, companies need to apply the EOQ method to control the inventory of General Metalc's KIND-13 spare parts,an effort to save costs.Keywords: ABC Analysis, Inventory, Min-Max Stock Method, EOQ Method, POQ Method
REKAYASA ULANG PROSES INISIASI PROYEK PENGADAAN IPAL DENGAN PENDEKATAN BUSINESS PROCESS REENGINEERING PADA PT WIRAGA Erfandany, Havel Anaufal; Sriyanto, Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini berfokus pada upaya rekayasa ulang proses inisiasi proyek pengadaan InstalasiPengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis teknologi plasma di PT Wiraga. PT Wiraga adalahperusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan teknologi lingkungan, yang menghadapitantangan pada tahap inisiasi proyek yang ternyata memerlukan waktu lebih lama dari yangdirencanakan. Tahap inisiasi yang lambat ini berpotensi menurunkan efisiensi proyek secarakeseluruhan, mengingat perbedaan signifikan antara bobot rencana dan realisasi dalam kurva Sproyek, dengan perbedaan rata-rata sebesar 7,41%. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian inimenggunakan pendekatan Business Process Reengineering (BPR), sebuah metode yang bertujuanuntuk melakukan perbaikan proses bisnis secara mendasar dan radikal. Melalui pendekatan BPR,penelitian ini mengidentifikasi berbagai faktor penyebab inefisiensi dalam proses inisiasi proyek yangada, seperti ketergantungan pada prosedur manual, kurangnya digitalisasi, dan adanya aktivitas yangtidak memberikan nilai tambah. Model proses bisnis yang ada (As-Is) dianalisis, kemudian dilakukanperancangan model baru (To-Be) menggunakan software Igrafx. Model To-Be yang dihasilkanmencakup penerapan sistem informasi manajemen, penggabungan aktivitas dan mengeliminasiaktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Dengan perbaikan yang diusulkan, perusahaan dapatmemotong waktu proses inisiasi sebesar 38,42%..Kata Kunci: Business Process Reengineering, Model As-Is, Model To-Be, Sistem InformasiManajemen Abstract [Reengineering the Project Initiation Process for IPAL Procurement Using a Business ProcessReengineering Approach at PT Wiraga] This research focuses on the reengineering efforts of theproject initiation process for the procurement of Plasma Technology-based Wastewater TreatmentPlants (IPAL) at PT Wiraga. PT Wiraga is a company engaged in manufacturing and environmentaltechnology, facing challenges during the project initiation phase, which took longer than initiallyplanned. This delayed initiation phase has the potential to reduce the overall efficiency of the project,as evidenced by the significant discrepancy between the planned and actual progress on the project'sS-curve, with an average deviation of 7.41%. To address this issue, this research employs the BusinessProcess Reengineering (BPR) approach, a method aimed at fundamentally and radically improvingbusiness processes. Through the BPR approach, this study identifies various factors contributing toinefficiencies in the existing project initiation process, such as reliance on manual procedures, lack ofdigitalization, and activities that do not add value. The existing business process model (As-Is) isanalyzed, followed by the design of a new model (To-Be) using Igrafx software. The resulting To-Bemodel includes the implementation of a management information system, the consolidation of activities,and the elimination of non-value-addedactivities. With the proposed improvements,the company can reduce the initiation processtime by 38.42%.Keywords : Business Process Reengineering, As-Is Model, To-Be Model, Management InformationSystem

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue