cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,254 Documents
PENENTUAN LOKASI GUDANG BENCANA LOGISTIK DI KABUPATEN SLEMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP), CLUSTER ANALYSI, DAN FUZZY TOPSIS Siahaan, Yessyca Efirani; Sari, Diana Puspita; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.841 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan penentuan lokasi gudang logistik dengan menggunakan model multi criteria decision making (MCDM). Objek yang dipakai pada penelitian ini adalah bencana gunung berapi yang terjadi di Sleman. Pada saat bencana terjadi tahun 2010 penanggulangan bencana yang dilakukan masih bersifat responsif dan belum preventif serta penentuan lokasi gudang logistik yang masih berdasarkan jarak terdekat dengan akses jalan raya dan belum mempertimbangkan kriteria lainnya. Sehingga pengiriman logistik terhadap korban tidak optimal. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah dengan AHP dan fuzzy TOPSIS dimana  AHP digunakan untuk pemilihan kriteria dan subkriteria penentuan gudang logistik bencana dan fuzzy TOPSIS untuk mengevaluasi alternatif terbaik dari lokasi potensialnya berdasarkan kriteria dan subkriterianya. Pada penelitian ini juga digunakan metode cluster analysis untuk menentukan lokasi gudang darurat bencana potensial disetiap wilayah operasi berdasarkan jarak dan jumlah pengungsi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 kriteria dan 17 subkriteria yang menjadi pertimbangan dalam penentuan lokasi gudang. Kriteria yang memiliki bobot tertinggi adalah kriteria waktu delivery dan subkriteria yang memiliki bobot tertinggi adalah waktu delivery ke daerah pengungsian. Selanjutnya dengan berdasarkan pada bobot dari kriteria dan sub kriteria tersebut dan pendekatan cluster analysis, diperoleh 4 lokasi potensial dengan urutan prioritas lokasi gudang darurat bencana Sukoharjo, Sidokerto, Tamanmartani dan Wedomartani. Abstract [Determination Of Locistic Warehouse Location In District Sleman Using Analytical Hierarchy Process (Ahp), Cluster Analysis And Fuzzy Topsis] In this research, determination of logistic warehouse location using multi criteria decision making model (MCDM). The object used in this study is the volcanic disaster that occurred in Sleman. At the time of the disaster occurred in 2010 disaster management is still responsive and not preventive and determination of logistics warehouse location that is still based on the closest distance to the access road and has not considered other criteria. So that the logistics delivery to the victim is not optimal. In this research, the method used is AHP and TOPSIS fuzzy where AHP is used for selection of criteria and subcriteria for determining the logistics of disaster and fuzzy TOPSIS to evaluate the best alternative of potential location based on criteria and subcriteria. In this study also used cluster analysis method to determine the potential emergency warehouse location in each operation area based on distance and number of refugees. The results showed that there are 7 criteria and 17 subcriteria that are considered in determining the location of the warehouse. The criteria that have the highest weight is the delivery time criteria and the subcriteria that has the highest weight is the delivery time to the evacuation area. Furthermore, based on the weight of the criteria and sub criteria and the cluster analysis approach, there are 4 potential locations with the priority sequence of emergency warehouse location of Sukoharjo, Sidokerto, Tamanmartani and Wedomartani disasters.
ANALISA PLAYING SET BERDASAR ANTROPOMETRI ANAK USIA TK (STUDI KASUS TK PERTIWI TEMBALANG SEMARANG) RR. MAHAYU KARTIKA HANDAYANI; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia balita merupakan usia dimana seorang anak berada pada fase yang sangat aktif. Rasa ingin tahu dan keaktifan anak membuat lingkungan yang ada di sekitarnya harus didesain dengan baik. Dalam perancangan suatu produk, terdapat acuan-acuan dimensi yang harus diperhatikan. Namun, di Indonesia belum terdapat acuan dimensi tubuh atau antropometri balita, sehingga dimensi pada perancangan produk balita belum akurat dan memudahkan kelelahan pada balita yang memicu konsentrasi yang kurang baik. Dengan adanya permasalahan di atas, maka penulis akan melakukan studi mengenai dimensi tubuh balita, khususnya anak-anak TK Pertiwi Tembalang Semarang. Studi antropometri ini dilakukan sebagai dasar perancangan produk mainan anak-anak, yaitu karambol anak. Selain itu dilakukan evaluasi terhadap playing set yang telah ada di TK Pertiwi Tembalang Semarang pada bagian tinggi pijakan hingga atap, lebar tangga, dan lebar perosotan. Dengan adanya analisa dan rekomendasi produk ini diharapkan akan mengurangi tingkat cedera dan kelelahan pada otot dan tulang anak.
USULAN REDESIGN LAYOUT TATA LETAK GUDANG AKSESORI NAGAI LEBEN BERDASARKAN KRITERIA KOMODITI BARANG (Studi Kasus di PT. Bina Busana Internusa, Semarang) Adhitya Sulistyawan; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bina Busana Internusa Semarang (PT.BBI) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang garmen. Salah satu pelanggan tetapnya adalah Nagai Leben yang merupakan perusahaan yang memesan pakaian rumah sakit memiliki gudang khusus di PT. BBI Semarang yang dipakai sebagai sarana penyimpanan aksesoris kebutuhan pembuatan produk Nagai Leben. Luas gudang aksesoris Nagai Leben pada saat ini adalah 14,8 m x 9,25 m. Pada saat ini, gudang penyimpanan aksesoris Nagai Leben yang merupakan tempat penyimpanan aksesoris yang didapat langsung dari perusahaan buyer dinilai memiliki tata ruang yang kurang efisien. Untuk memperbaiki tata ruang pada gudang Nagai Leben, maka dilakukan pengaturan layout gudang berdasarkan faktor komoditi bahan yaitu faktor popularity dan similarity. Sebagai alat bantu pembuatan layout, digunakan Activity Relationship Chart dan Activity Relationship Diagram. Setelah layout dari kedua kriteria komoditi bahan dibuat, maka dilakukan pemilihan alternatif layout berdasarkan parameter jarak perpindahan rata-rata dan jarak total rata-rata perpindahan perbulan dari kedua kriteria dan layout yang ada pada saat ini. Dari parameter jarak perpindahan rata-rata kriteria similarity menunjukkan hasil yang paling kecil yaitu sebesar 106.738 m dan dari parameter jarak total rata-rata perpindahan perbulan kriteria popularity menunjukkan hasil yang paling kecil yaitu sebesar 534,817 m. AbstractPT. Bina Busana Internusa Semarang (PT.BBI) is a company engaged in the garment industry. One of their regular customers, Nagai Leben which is a company that ordered the hospital apparel have a special warehouse in PT. BBI Semarang that utilizes as a storage of accessories which is needed to manufacture Nagai Leben apparel. Nagai Leben existing accessory warehouse area is 14.8 m x 9.25 m. At this time, the  Nagai Leben accesory warehouse which is a warehouse that stores accessories are obtained directly from the company buyer is considered to have a inefficient layout. To improve spatial Nagai Leben accesory warehouse layout, then the warehouse layout settings are going to be improved based on material commodity factors with popularity factor and similarity factor. As a tool to create layout, Activity Relationship Chart and Activity Relationship Diagram is used. Once the layout of the two criteria is made, then the selection of alternative layouts is done based on parameters of the average moving distance and total distance of the average monthly moving distance of both the criteria and existing layout. From the distance moving average parameter showed that the similarity criteria has the smallest amount,  in the amount of 106.738 m and from the total distance parameter average monthly moving distance showed that popularity criteria has the smallest amount, in the amount of 534.817 m.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK ROTI TAWAR MR.BREAD DENGAN METODE FMEA (Di Bagian Produksi CV.Essen) Adhi Muhammad Aulia Rahman; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.801 KB)

Abstract

Dalam perkembangannya, CV.Essen yang bergerak pada industri manufaktur selalu berusaha untuk memperbaiki kualitas roti yang diproduksi. Perusahaan  menemukan adanya produk yang tidak sesuai dengan standar. Hal yang terjadi adalah peusahaan cenderung menghilangkan produk yang cacat baik dengan cara  memperbaiki atau mengganti produk tersebut. Namun konsep dari kualitas yang ada sekarang ini bukan hanya membuang atau memperbaiki produk, tetapi merupakan  suatu sistem yang berorientasi terhadap pencegahan cacat produk. Karena cacat pada setiap varian roti tawar adalah sama, maka penulis mengambil roti tawar kulit sebagai sampel. Metode yang digunakan penulis adalah Statistical Process Control (P-Chart), dan Pareto Diagram untuk mengetahui jenis dan jumlah produk cacat. Kemudian penulis menggunakan  metode Cause-Effect Diagram dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) untuk mengetahui penyebab cacat pada produk. Pada saat penelitian, penulis mengajukan suatu usulan yang dikaji berdasarkan metode diatas. Dari metode FMEA dapat didentifikasi moda kegagalan yang terjadi pada proses pembuatan roti tawar kulit adalah kegagalan bald dan kegagalan wrinkle. Nilai RPN tertinggi pada cacat bald adalah 640. Sedangkan nilai RPN tertinggi pada cacat wrinkle adalah 360. Usulan perbaikan yang diberikan untuk perusahaan secara keseluruhan adalah lebih meningkatkan pengawasan pada proses produksi dan memberikan training mengenai proses produksi serta memberikan training menjalankan mesin mesin moulding.   Abstract [Title: Please Type Title of Article in English in here and Bold formated] In its development, CV.Essen engaged in the manufacturing industry is always trying to improve the quality of the bread produced. The company found a product that does not comply with the standard. Thing that happens is the Vendor tends to eliminate product defects by repairing or replacing the product. However, the concept of quality that is now not only remove or repair the product, but it is a system that is oriented toward the prevention of product defects. Because defects in each variant is the same bread, the authors take a skin as white bread samples. The method used is the author of Statistical Process Control (P-Chart), and Pareto diagram to determine the type and number of defective products. Then the author uses the method of Cause-Effect Diagram Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) to determine the cause of defects in the product. At the time of the study, the authors propose a method based on the proposals that were examined above. Of the FMEA method can be identified failure modes that occur in the process of making bread is the failure of bald skin and wrinkle failure. The highest RPN value on defects of bald RPN value is 640 while the highest was 360 Proposed wrinkle defect fixes given to the company as a whole is much improved control on the production process and provide training regarding the production process as well as provide training run molding machines.
STRATEGI MITIGASI RISIKO PADA SUPPLY CHAIN UD. WAYANG SEMARANG DENGAN HOUSE OF RISK MODEL Wisnu Adi; Arfan Bakhtiar
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.892 KB)

Abstract

Wisnu Adi, Strategi Mitigasi Risiko Pada Supply Chain UD. Wayang Semarang Dengan House of Risk. UD. Wayang Semarang yang terletak di Jl. Kompol Maksum No. 217 Semarang merupakan salah satu perusahaan jasa pembuatan maket dan aksesoris maket yang selalu mengedepankan kualitas, pelayanan dan hasil maket. Dalam melakukan kegiatan operasionalnya, UD. Wayang Semarang selalu menghadapi ketidakpastian yang terkait dengan system supply chain yang rumit. Metode yang digunakan oleh perusahaan saat ini dalam mengantisipasi ketidakpastian supply chain menggunakan system tambal sulam dimana ketika terjadi kejadian yang tidak diinginkan langsung diantisipasi tanpa adanya langkah pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi-strategi mitigasi mengenai risiko-risiko apa saja yang mungkin terjadi dalam perusahaan. Metode yang digunakan adalah metode House of Risk yang merupakan perkembangan dari metode FMEA. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi kejadian risiko yang berpotensi timbul kemudian mengukur tingkat severity serta occurrence dari kejadian risiko serta agen risikonya. Kemudian dari nilai severity dan occurrence tersebut dibuat sebuah matriks HOR 1 sehingga dapat diketahui kejadian risiko mana yang harus dipilih serta dimitigasi. Strategi mitigasi tersebut kemudian dikaitkan dengan agen risikonya dalam sebuah matriks HOR 2 sehingga didapat strategi manakah yang harus diprioritaskan perusahaan. Pada UD. Wayang Semarang strategi mitigasi risiko yang diprioritaskan terlebih dahulu adalah strategy stock dengan nilai Effectiveness 1851, koordinasi dengan supplier dengan nilai 1768.5, koordinasi dengan konsumen dengan nilai 1152 serta yang terakhir pembuatan SOP tertulis dengan nilai 684.AbstractWisnu Adi, Risk mitigation strategy in Supply Chain UD Wayang Semarang with House of Risk. UD Wayang Semarang is located in Jl Kompol Maksum No 217 Semarang is involving in producing miniatur maket model and accessories which always prioritize quality, service and its products. During its operational activity, UD Wayang Semarang often faces uncertainty regarding complex supply chain management problems. The current method used by UD Wayang Semarang to overcome supply chain management problem is not preventive, instead, UD Wayang Semarang fix the arised problems right away. This research aims to assign mitigation strategies that might occur in UD Wayang Semarang. This research is using House of Risk method as an improvement of FMEA. This research includes risk identification along with severity and occurence level of risks and risk agents. Then HOR 1 matrix is created based on the severity and occurrence data. HOR 1 matrix is helpful to decide which risks should be prioritized and mitigated quickly. Mitigation strategy is associated with risk agents in a matrix HOR 2 afterward. This concludes which mitigation should be prioritized amoing other mitigations. UD Wayang Semarang prioritizes strategy stock with 1851 value of effectiveness, coordination with supplier with 1768,5 value of effectiveness, cordination with customer with 1152 value of effectiveness and at last written SOP with 684 value of effectiveness.
PERANCANGAN ULANG DESIGN INTERFACE DARI APLIKASI INVESTIGASI HUMAN ERROR PADA KECELAKAAN KERETA API DENGAN MENGGUNAKAN METODE USER CENTERED DESIGN Eliakim Rispol Sinaga; PURNAWAN ADI WICAKSONO
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Faktor Human error merupakan faktor penyebab terbesar dibalik berbagai kejadian kecelakaan kereta api di Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode untuk menganalisis kecelakaan yang terjadi secara efektif. PT KAI telah membentuk tim CO (Committee On Herzog) yang ditujukan untuk menganalisis setiap keelakaan kereta api. Namun, tim CO tidak memiliki metodologi dalam menganalisis yang standart, lengkap dan terstruktur. Salah satu metode analisa yang banyak digunakan dalam menganalisa human error tersebut adalah HFACS-IR yang merupakan pengembangan spesifik dari HFACS-RR untuk sistem perkeretaapian di Indonesia. Pada metode HFACS-IR ini, suatu tindakan (error) yang dilakukan oleh operator dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dari segi kondisi operator itu sendiri, aspek pengawasan, aspek organisasi, hingga faktor-faktor dari luar organisasi. Metode ini telah dikembangkan dalam bentuk sebuah aplikasi berbasis web (web-based application). Namun, munculnya aplikasi ini dinilai kurang menjawab kebutuhan dari pengguna dan unsur ergonomi. Pada penelitian ini, akan dikembang design interface dari aplikasi tersebut dengan menggunakan metode USD (User Centered Desgin). Metode ini akan mencoba untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan aspek usability yang menentukan kualitas dari interface tersebut. Design Interface yang dihasilkan oleh penelitian  ini nantinya diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi pengguna sehingga proses analisis kecelakaan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.  
ANALISIS PENERAPAN SUSTAINABILITAS BANK HIJAU PADA BANK MANDIRI SEMARANG Rido Eko Baskoro; Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.572 KB)

Abstract

Pemanasan global berdampak pada lingkungan menimbulkan tuntutan perusahaan memberikan solusi dalam aktivitas bisnisnya termasuk bank melalui bank hijau. Bank berperan penting dalam menciptakan lingkungan. Bank membiayai proyek dan menawarkan produk ramah lingkungan. Bank Sentral di Indonesia, mengatur perbankan sebagai lembaga keuangan yang mempertimbangkan sustainabilitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Bank Mandiri telah melaksanakan aktivitas bank hijau dan berkelanjutan serta dampak bagi lingkungan.Metode Penelitian yang digunakan adalah metode dengan kuesioner. Responden penelitian ini adalah karyawan dan nasabah Bank Mandiri di Semarang. Pengambilan sampel dipilih dengan cara purpossive sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Mandiri telah menjalankan sustainabilitas bank dengan baik, bank telah melaksanakan aktivitas bank hijau dan berkelanjutan serta dampak program bagi lingkungan yang cukup besar.Disimpulkan bahwa Bank Mandiri telah melaksanakan aktivitas bank hijau dan berkelanjutan. Bank Indoinesia dan pemerintah segera menerbitkan regulasi bank hijau sebagai acuan penilaian dan arah aktivitas bisnis perbankan..ABSTRACTThe impact of Global Warming towards the environment resulting in company demand to provide solution in its business activities, including bank, with green banking. Bank holds important role in creating environment. Central Bank in Indonesia regulates banking as a financial conversation with sustainability in mind. The purpose of this research is to determine if Mandiri Bank has been implementing green banking activities and environmentally sustainable.The metod used in this research is questionnaire. Respondent of this research varies from working staff to customer of Mandiri Bank Semarang. Sampling process are done with purposive sampling.The research shows that Mandiri Bank has yet to have rating reference in terms of sustainability, despite the fact that green banking activities are implemented and programs’ impact towards environment are noticeable.In conclusion, Mandiri Bank has done sustainable green banking without any reference. Regulation of green banking from Bank Indonesia can be a possible reference of green banking and banking activities. It is recommended for Mandiri Bank to initiate and increase the green banking commitment.
ANALISIS KESIAPAN GARAM CAP GAJAH MENUJU SERTIFIKASI GARAM KONSUMSI BERIODIUM (SNI 3556) TAHUN 2016 DENGAN METODE ANALISIS GAP (STUDI KASUS : UD. GARAM ALMABRUR JAYA) Sakhoi, Mohammad Iqdam; Bakhtiar, Arfan
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.255 KB)

Abstract

SNI merupakan dokumen standar teknis yang disusun oleh perwakilan produsen, konsumen, regulator, akademisi, praktisi, asosiasi, dan lain-lain yang diwadahi dalam suatu Komite Teknis, sehingga standar ini dapat digunakan untuk menilai dan menguji suatu produk yang dimiliki oleh pelaku usaha atau pemilik merek dagang. SNI sendiri ada dua jenis, yaitu jenis pertama adalah SNI yang bersifat wajib, dan yang kedua yang bersifat sukarela. Sedangkan garam konsumsi beriodium merupakan SNI yang bersifat wajib, Standar ini dirumuskan dengan tujuan mendorong produsen untuk meningkatkan kualitas produk sesuai dengan persyaratan standar mutu yang telah ditentukan dan melindungi pemakai (konsumen) dari resiko penggunaan garam konsumsi beriodium yang tidak memenuhi standar mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi UD. Garam Almabrur Jaya dan seberapa besar kesiapan perusahaan untuk persiapan sertifikasi SNI 3556:2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Gap Analysis yang digunakan untuk mengevaluasi keadaan perusahaan dan menilai kesiapannya untuk persiapan perusahaan melakukan sertifikasi SNI 3556:2016. Perhitungan pada Gap Analysis menggunakan checklist, dan hasil perhitungannya adan menunjukkan seberapa jauh kesiapan UD. Garam Almabrur Jaya untuk melakukan Sertifikasi SNI 3556:2016. AbstractAnalysis of readiness Garam Cap Gajah towards certification Iodized consumption Salt (SNI 3556) in 2016 using gap analysis method. SNI is a technical standard document prepared by representatives of producers, consumers, regulators, academics, practitioners, associations, and others that are accommodated in a Technical Committee, so this standard can be used to assess and test a product owned by a business actor or owner trademark. There are two types of SNI itself, namely the first type is compulsory SNI, and the second is voluntary. Whereas iodized consumption salt is a compulsory SNI, this Standard is formulated with the aim of encouraging producers to improve product quality in accordance with the requirements of predetermined quality standards and protect users (consumers) from the risk of using iodized consumption salt that does not meet quality standards. This study aims to evaluate the condition of UD. Garam Almabrur Jaya and how big is the company's readiness to prepare for SNI 3556: 2016 certification. The method used in this study is Gap Analysis, which is used to evaluate the state of the company and assess its readiness for the preparation of the company to certify SNI 3556: 2016. Calculation on Gap Analysis uses a checklist, and the results of the calculation show how far UD. Garam Almabrur jaya is ready to carry out SNI 3556: 2016 Certification.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA, STRES KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA (Studi Kasus PT DIC Astra Chemicals, Jakarta) Nurul Dzikrillah; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dalam dunia perdagangan di mana persaingan produk semakin ketat menyebabkan target-target yang begitu tinggi dari perusahaan kepada karyawan. Dengan demikian karyawan ini sangat diperlukan agar setiap  produk yang dihasilkan dapat dikenal dan tertanam dalam pikiran dan hati masyarakat. Ditambah lagi dengan era globalisasi yang menuntut perubahan yang serba cepat dan usaha yang besar untuk terus mempertahankan keeksistensian perusahaan menjadi beban tersendiri kepada karyawan perusahaan dalam mempertahankan keeksistensian perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh beban kerja terhadap stres kerja dan pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT DIC Astra Chemicals Jakarta. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat untuk melihat hubungan antar variabel. Pengukuran beban kerja menggunakan metode NASA-TLX, untuk stres kerja menggunakan kuesioner dengan mengangkat teori Cooper&Straw dan Sarafino, dan untuk kepuasan kerja menggunakan kuesioner dari Minnesota Satisfaction Questionarre (MSQ). Dari hasil perhitungan uji statistik diketahui bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara beban kerja mental dengan stres kerja serta antara stres kerja dan kepuasan kerja pada karyawan PT DIC Astra Chemicals, Jakarta. Faktor-faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan stres kerja adalah kondisi pekerjaan, pengembangan karir, hubungan interpersonal dan penghargaan. Untuk populasi administratif aspek yang berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja adalah penggunaan kemampuan, pencapaian prestasi, otoritas, tanggung jawab, variasi pekerjaan, perasaan aman, kompensasi, teman kerja, pelayanan sosial, dan status sosial. Sedangkan untuk populasi factory yang paling dominan adalah aspek kompensasi, penerapan kebijakan, dan kemampuan atasan. ABSTRACTCommercial development, which is causing product competence, make a great deals on  company’s  goal. Thus, employees was very needed in order to every product which was made could be known in people in common. Globalization brings quick changes and big effort to maintain the existence of the company. This is undoubtedly make a great responsibility to employees. The purposes of this research are analyzing the influence of mental workload to the work stress and the influence of the work stress to work satisfaction with the employees of PT DIC Astra Chemicals Jakarta as the object of this research. This research use NASA TLX for workload measure, questionnaire which use Cooper&Straw’s and Sarafino’s theory. And for work satisfaction use Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ). The result shows that there is no significant relation between mental workload and work stress and between work stress and work satisfaction in PT DIC Astra Chemicals’ employees. Factors that have a high relation in work stress are work condition, carrier development, interpersonal relation and appreciation. For administrative population, work satisfaction’s aspect that have great influence in Job Satisfaction are, ability, achievement, authority, responsibility, job variance, security, compensation, humanl relation, social service, and social status. And for factory population are compensation, company policies, and technical lsupervision.  
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR SEWING DENGAN MENGGUNAKAN NASA TLX (SK: PT. Arindo Garmentama Semarang) Dyah Ayu Puspitaningtyas; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.35 KB)

Abstract

PT.Arindo Garmentama merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang garmen khususnya dalam memproduksi pakaian anak-anak. Padatnya permintaan membuat PT Arindo Garmentama harus merencanakan jadwal dan target produksi setiap hari. Target produksi yang dibebankan pada operator di lantai produksi berbeda-beda tergantung demand dari customer. Dalam menjalankan proses bisnisnya setiap satu desain pakaian akan dibebankan untuk satu line. Perusahaan dalam proses produksinya menetapkan bahwa dalam 1 jam bekerja, setiap line harus memenuhi suatu target produksi. Masalah yang ditemukan dalam penelitian ini adalah semua line tidak dapat memenuhi target produksi yang diberikan oleh perusahaan. Target produksi yang besar dengan tingkat kesulitan pekerjaan yang tinggi ditambah dengan tuntutan kerja yang tinggi membuat beban mental operator semakin besar. NASA TLX merupakan suatu alat, yang dapat digunakan untuk mengetahui beban mental. Beban kerja mental yang diterima oleh operator sewing PT Arindo Garmentama saat menerima target produksi dari perusahaan adalah sebesar 73,04. Dari rata-rata pemberian nilai terhadap faktor yang mempengaruhi beban kerja mental, tingkat frustasi dan kebutuhan waktu menjadi faktor utama yang mempengaruhi beban mental pekerja, yaitu dengan nilai rata-rata untuk tingkat frustasi sebesar 82,23 atau mempengaruhi sebesar 18,6 % dari keenam faktor dan untuk kebutuhan waktu sebesar 77,46 atau sebesar 17,52% dari keenam faktor yang ada.  Abstract (The Analysis of Mental Workload of Sewing Operator, Using NASA TLX Method) PT.Arindo Garmentama is a manufacturing company engaged in the garment producing children's clothes. Demand’s density makes the company must plan production schedules and targets every day. Production targets that imposed on the production floor operators are differented by demand from customers. In running the business processes, every line of production will be charged with different clothing design. In PT Arindo Garmentama, the production process stipulates that every 1 hour work, each line must meet a production target of an article. In this research, the problem is the line cannot meet production targets that provided by the company. Large production targets with a high degree of difficulty and high job demands make the mental workload of operators larger. With NASA TLX, the mental workload of the operators can be discovered. Mental workload of sewing operator when receiving production target of the company is 73.04. From the average of scoring the factors that affect mental workload, frustration levels and time’s need become the main factors, affecting the mental workload of workers, with an average value for the level of frustration at 82.23 or affecting 18.6% of sixth factor and time’s need at 77.46 or affecting 17.52% of the six factors that exist.

Page 69 of 126 | Total Record : 1254


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 2 (2026): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2026 Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue