cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
HUBUNGAN ANTARA UKURAN-UKURAN TUBUH TERHADAP BOBOT BADAN KAMBING JAWARANDU JANTAN UMUR MUDA DI KABUPATEN KENDAL JAWA TENGAH (The Correlation between body measurements and body weight of young male Jawarandu goats of Kendal Distric, Central Java) Basbeth, Abdullah Husein; Dilaga, I Wayan Sukarya; Purnomoadi, Agung
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.806 KB)

Abstract

ABSTRAKUkuran-ukuran tubuh ternak dapat dijadikan penduga bobot badan ternak tanpa harus menimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran tubuh yang memiliki hubungan paling kuat dengan bobot badan sebagai penduga bobot badan untuk kambing Jawarandu. Penentuan sampel kambing dengan metode purposive sampling dan diambil dari beberapa kecamatan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah umur ternak, ukuran lebar pinggul (LePi), lebar dada (LeDa), tinggi pinggul (TiPi), tinggi pundak (TiPu), dalam dada (DaDa), lingkar dada (LiDa), panjang tubuh (PaTu), dan bobot badan (BB). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa keeratan hubungan ukuran tubuh terhadap bobot badan pada setiap kelompok umur berbeda-beda yakni kelompok 1 (0-4 bulan): tinggi pinggul dan panjang tubuh (0,942; 0,926), kelompok 2 (>4-8 bulan): lingkar dada dan tinggi pinggul (0,933; 0,900), kelompok 3 (>8-12 bulan): tinggi pundak dan lingkar dada (0,902; 0,900). Persamaan regresi berganda yang muncul ialah kelompok 1: BB (kg) = -20,17 + 0,36 TiPi (cm) + 0,29 PaTu (cm) dengan nilai r = 0,96, kelompok 2: BB (kg) = -34,58 + 0,41 TiPi (cm) + 0,50 LiDa (cm) nilai r = 97, dan kelompok 3: BB (kg) = -45,84 + 0,54 TiPu (cm)+ 0,57 LiDa(cm) dan nilai r = 0,94. Simpulan dari penelitian ini ialah ukuran tubuh tinggi pinggul, panjang tubuh, lingkar dada, dan tinggi pundak dapat digunakan sebagai penduga bobot badan pada kambing Jawarandu jantan berumur 0-12 bulan.Kata kunci : ukuran tubuh; bobot badan; korelasi; kambing Jawarandu ABSTRACTSThe animal body measurements could be used as an estimators of body weight without weighing the animal. This study was aimed to determine the body measurements that highly correlated to body weight for Jawarandu goats. The samples of Jawarandu goats was determined by purposive sampling method and was taken from several sub-districts. Parameters observed in this study were the age of the goat, hip width (HW), chest width (CW), hip height (HH), shoulder height (SH), depth of chest (DC), chest circumference (CC), body length (BL), and body weight (BW). Statistical analysis showed that the correlation of body measurements to body weight at each different age group i.e. group 1 (0-4 months): hip height and body length (0.942; 0.926), group 2 (>4-8 months): chest circumference and hip height (0.933; 0,900), group 3 (>8-12 months): high shoulders and chest circumference (0.902; 0.900). Multiple regression equation that fit in group 1: BW (kg) = -20.17 + 0.36 HH (cm) + 0.29 BL (cm) with a value of r = 0.96, group 2: BW (kg) = -34.58 + 0.41 HH (cm) + 0.50 CC (cm) value of r = 97, and group 3: BW (kg) = -45.84 + 0.54 SH (cm) + 0.57 CC (cm) and the value r = 0.94. The conclusion of this study was the hip height, body length, chest circumference, and shoulder high could be used as estimators Jawarandu body weight in male goats aged 0-12 months.Keywords: body measurements; body size; correlation; Jawarandu goat
PERTUMBUHAN TANAMAN DAN KADAR KALSIUM HIJAUAN SORGUM MANIS (Sorghum bicolor (L).Moench) DENGAN PEMUPUKAN FOSFAT DAN ORGANIK (Plant Growth and Calsium Content of Sweet Sorghum Forage (Sorghum bicolor (L). Moench) with Phosphate and Organic Fertilization) Benowo, Fendias Eko; Karno, Karno; Lukiwati, Dwi Retno
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 4 (2014): Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.32 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh pemupukan fosfat dan organik terhadap pertumbuhan dan kadar kalsium (Ca) hijauan sorgum. Materi dalam penelitian adalah benih sorgum manis, pupuk kandang (pukan), pukan ‘plus’ (pukan + BP yang didekomposisikan bersama), arang, pupuk batuan phosphate (BP) 27% P2O5 dan triple super phosphate (TSP) 46% P2O5 serta amonium sulfat (AS) 21% N dan KCl 50%K2O sebagai pupuk dasar. Penelitian dilaksanakan dalam percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pemupukan pada penelitian adalah T0 = Kontrol,  T1 = Pukan,  T2 = Pukan + BP,  T3 = Pukan + TSP,  T4 = Pukan ‘plus’, T5 = Pukan+ BP + arang, T6  = Pukan + TSP + arang,  T7 =  Pukan ‘plus’ + arang.Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, kadar protein kasar (PK) dan kadar Ca hijauan pada pemotongan I (40 hari) dan pemotongan II (40 hari setelah potong pertama). Data dianalisis ragam kemudian dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pukan ‘plus’ menghasilkan kadar Ca pemotongan I nyata lebih tinggi dibanding pukan + BP, pukan dan kontrol. Pukan ‘plus’ menghasilkan tinggi tanaman dan kadar Ca pemotongan I serta kadar Ca pemotongan II setara dengan pukan + TSP. Pukan ‘plus’ + arang menghasilkan tinggi tanaman pemotongan II setara dengan pukan + TSP + arang.Simpulan penelitian ini adalah perlakuan pemupukan organik + pupuk P baik dengan maupun tanpa arang meningkatkan tinggi tanaman sorgum pada pemotongan II. Perlakuan pupuk kandang + TSP + arang menghasilkan kadar Ca hijauan sorgum tertinggi pada pemotongan I.Kata Kunci: sorgum manis; pertumbuhan;kadar kalsium; fosfat;organik. ABSTRACT The aim of this study was to examine the effect of phosphate and organic fertilization on the growth and calsium (Ca) content of sorghum forage. The materials in this study were sweet sorghum seeds, manure, manure 'plus' (manure + rock phosphate were decomposed together), charcoal, rock phosphate 27% P2O5 and triple super phosphate(TSP) 46% P2O5 as well as the sulphate ammonium (AS) 21% N and KCl 50%K2O as a basic fertilizer.The experiment was conducted in a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 8 treatments and 3 replications. Fertilizing treatments of this research was T0 = Control, T1 = Manure, T2 = Manure + rock phosphate, T3 = Manure + TSP, T4 = Manure ‘plus’, T5 = Manure + rock phosphate + charcoal, T6 = Manure + TSP + charcoal, T7 = Manure ‘plus’ + charcoal. The parameters were plant height, crude protein (CP) content and Ca content of sorghum forage at the first cutting (40 days)and second cutting (40 days after the first cutting). The data were analyzed using ANOVA, then followed by Duncan's multiple range test (DMRT).The results showed that manure 'plus' resulted Ca content of first cuttingthat was significantly higher than that of manure + rock phosphate, manure and control. Manure 'plus' resulted in plant height and Ca content on both cutting (first and second cutting) similar to manure + TSP. Manure 'plus' + charcoal resultedin plant height of second cuttingsimilarto manure + TSP + charcoal.The conclusionof thisresearchisorganic+P fertilizationtreatment either used or without used charcoal was able to increase height ofsorghumplant on second cutting. Treatmentof manure+TSP+charcoalresultthe highestCacontent of sorghumforage onfirst cutting.Keywords : sweet sorghum; growth;calsium content; phosphate; organic.
PENGARUH FERMENTASI KOMBINASI JERAMI PADI DAN JERAMI JAGUNG DENGAN ARAS ISI RUMEN KERBAU TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SECARA IN VITRO Dewi, Norma Kusuma; Mukodiningsih, Sri; Sutrisno, Cornelius Imam
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.189 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh fermentasi kombinasi jerami padi dan jerami jagung dengan aras isi rumen kerbau terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Bahan percobaan yang digunakan jerami padi, jerami jagung, isi rumen kerbau. Terdapat dua faktor perlakuan yakni kombinasi jerami padi dan jagung sebagai faktor I yang terdiri atas 3 aras perlakuan yaitu P, JP, J masing-masing 100:0, 50:50, 0:100. Adapun faktor kedua adalah aras isi rumen yakni 0, 5, 10, 15 %. Variable yang diukur meliputi kecernaan bahan kering dan bahan organic secara in vitro. Data yang terkumpul dilakukan analisis ragam pola perlakuan factorial dalam rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara fermentasi kombinasi jerami padi dan jagung dengan penambahan isi rumen meningkatkan kecernaan bahan kering pada perlakuan JR10 35,51% dan meningkatkan kecernaan bahan organik pada perlakuan JR0 56,99 %. Fermentasi kombinasi jerami padi dan jagung menggunakan isi rumen kerbau terbukti dapat meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro.Kata kunci: jerami padi, jerami jagung, isi rumen, kecernaanABSTRAK An experiment was conducted to determine influence combination rice straw and corn straw fermented by different level buffalo rumen to the in vitro digestibility of dry and organic materr. Rice straw, corn straw, buffalo rumen fill were used as experimental material. There were two treatment factors, namely rice straw and corn straw combination as factor I and level buffalo rumen as factor II. Factor I consisted of 3 levels, were 100:0 (P), 50:50 (JP), and 0:100 (J), whereas factor II consisted of 4 levels, were 0% (R0), 5% (R5), 10% (R10), 15% (R15). The measurement variables included in vitro kcbk and kcbo. Data collect were statistically analyzed by analysis of variance with factorial treatment pattern in completly randomized design. The result of this experiment show interaction combination of rice straw and corn straw ferment with addition of content of rumen improve dry materials digesting treatment of JR10 35,51% and improve organic materials digesting treatment of JR0 56,99 %. Combination rice straw and corn straw ferment use content of rumen proven buffalo can improve dry materials digesting and organic materials by in vitro.Keywords: rice straw; corn straw; Rumen; Digestibility
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) TERHADAP STATUS HEMATOLOGIS PUYUH JANTAN UMUR 6 – 10 MINGGU (The Effect of Seaweed (Gracilariaverrucosa) Ungraded on Hematological Status of 6 – 10 Weeks Old Male Quails) Azizah, Ilmianisa; Isroli, Isroli; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.652 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk  mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah rumput laut terhadap status hematologis (jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan kadar hematokrit) puyuh jantan. Materi yang digunakan adalah puyuh jantan umur  6  minggu sebanyak 160 ekor, rata-rata bobot badan 120,92 ± 0,48 gram. Bahan pakan yang digunakan jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, Poultry Meat Meal (PMM), premix, minyak kelapa, tepung rumput laut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan dan tiap unit terdiri dari 8 ekor puyuh jantan. Perlakuan yang diberikan: Ransum mengandung (0%, 5%, 7,5%, dan 10% tepung rumput laut). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar hematokrit. Kesimpulan penelitian adalah penggunaan tepung rumput laut hingga taraf 10% dalam ransum puyuh jantan, memperbaiki jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin, serta tetap menjaga stabilitas volume hematocrit. Kata kunci : puyuh jantan; limbah rumput laut; status hematologis. ABSTRACT           The aim of this study was to know the effect of seaweed (Gracilaria verrucosa) ungraded on the hematological (number of erythrocyte, haemoglobin, and haematocrit) status of male quails. Material used were 160 birdsmales of quail, 6 weeks old, with average body weight of120.92 ± 0,48 g. Feed ingredients is yellow corn, rice bran, soybean meal, fish meal, Poultry Meat Meal (PMM), premix, coconut oil, and seaweed flour. Experimental designed was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replication. Each replication consisted of 8 birds.  The treatmentsapplied were: Feed containing (0%,5%,7.5% and 10% seaweed flour). The results indicate that seaweed flour gave significant effect (P<0.05) on erythrocyte and haemoglobin, but not on haematocrit. The conclusion of this research show that seaweed flour filth supplementation on ration up to 10% can repaired number of erythrocyte and haemoglobin, and consistant stability of haematocrit. Keywords : male quail; seaweed by product; hematological status
KADAR NEUTRAL DETERGENT FIBER DAN ACID DETERGENT FIBER PADA JERAMI PADI DAN JERAMI JAGUNG YANG DIFERMENTASI ISI RUMEN KERBAU Anam, Nugroho Khoirul; Pujaningsih, Retno Iswarin; Prasetyo, Bambang Waluyo Hadi Eko
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.371 KB)

Abstract

The objective of research was to evaluate the quality of agricultural residues has been fermented with rumen contents buffalo reviewed of the decrease levels of NDF (Neutral Detergent Fiber) and ADF (Acid Detergent Fiber). The research has conducted in May and June 2012 in the Laboratory of Animal Feed Technology and Feed Science Laboratory, Department of Nutrition and Food Animals, Faculty of Animal Husbandry and Agriculture, Diponegoro University, Semarang. The material used in this study was the buffalo rumen contents, rice straw and corn straw. Research tools included: chopper, trays, plastic, scales, knives, pH meter, thermometer, label paper, tissue and apparatus for fiber analysis. Research used completely randomize design (CRD) 4x3 factorial with 3 replications. A factor is a combination of rice straw and corn are 100% 0% rice straw with corn straw (P), 50% rice straw with 50% corn straw (PJ), 0% to 100% rice straw corn straw (J). Factor B is the addition of buffalo rumen contents, there are 4 levels of 0% (R0), 5% (R5), 10% (R10), 15% (R15) and R0 as the control is 0% waste fermentation. Parameters measured were changes in the levels of fiber components NDF (Neutral Detergent Fiber) and ADF (Acid Detergent Fiber). The data was statistically processed by analysis of the range and if there is a significant effect of treatment was continued multiple regions Duncan test at 5% level. Results of the study showed a decrease in the levels of NDF and ADF in line with the increase in buffalo rumen contents. Lowest NDF levels obtained in 100% rice straw combined with 0% corn straw and given by buffalo rumen contents of 15%. The lowest ADF levels obtained in combination with rice straw 0% combined with 100% corn straw and given by buffalo rumen contents 15%.Keywords: NDF, ADF, rumen, fermentation, strawABSTRAKTujuan penelitian yaitu untuk mengeavaluasi kualitas hasil sisa pertanian yang difermentasi menggunakan isi rumen kerbau dengan dilihat dari penurunan kadar NDF (Neutral Detergent Fiber) dan ADF (Acid Detergent Fiber). Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2012 di Laboratorium Teknologi Makanan Ternak dan Laboratorium Ilmu Makanan Ternak, Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah isi rumen kerbau, jerami padi dan jerami jagung. Peralatan penelitian meliputi : chopper, nampan, plastik, timbangan, pisau, pH meter, termometer, kertas label, tissue dan peralatan untuk analisis serat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 4x3 dengan 3 kali ulangan. Faktor A adalah kombinasi jerami padi dan jagung yaitu 100% jerami padi dengan 0% jerami jagung (P), 50% jerami padi dengan 50% jerami jagung (PJ), 0% jerami padi dengan 100% jerami jagung (J). Faktor B adalah penambahan isi rumen kerbau terdapat 4 level yaitu 0% (R0), 5% (R5), 10% (R10), 15% (R15) dan R0 sebagai kontrol adalah limbah fermentasi 0%. Parameter yang diamati adalah perubahan komponen serat yaitu kadar NDF (Neutral Detergent Fiber) dan ADF (Acid Detergent Fiber). Data diolah secara statistik dengan analisis ragam dan jika terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilanjutkan uji wilayah ganda Duncan pada taraf 5%. Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukkan penurunan terhadap kadar NDF dan ADF seiring dengan bertambahnya aras isi rumen kerbau. Kadar NDF terendah diperoleh pada kombinasi jerami padi 100% dengan jerami jagung 0% dan pemberian isi rumen kerbau 15%. Kadar ADF terendah diperoleh pada kombinasi jerami padi 0% dengan jerami jagung 100% dan pemberian isi rumen kerbau 15%.Kata Kunci : NDF, ADF, rumen, fermentasi, jerami
Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Dengan Tingkat Permintaan Daging Sapi Di Pasar Boja Kecamatan Boja Kabupaten Kendal Perdana, Bambang Nurdika; Handayani, Migi; Budiraharjo, Kustopo
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 4 (2013): Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.237 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah permintaan daging sapi pada konsumen ibu rumah tangga serta mengetahui hubungan harga daging sapi, harga barang substitusi,jumlah anggota keluarga, pendapatan, selera dan pendidikan dengan jumlah permintaan daging sapi di pasar Boja Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. Metode penentuan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden, pedagang juga dijadikan responden. Faktor yang dijadikan variabel penelitian adalah permintaan (Y), harga daging sapi (X1), harga daging ayam (X2), jumlah anggota keluarga (X3), pendapatan (X4), selera (X5), dan pendidikan (X6). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan one sampel t-test dan metode korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan daging sapi oleh konsumen rumah tangga sebesar 0,14 kg/kapita/bulan. Hasil koefisien korelasi yang diperoleh Harga Daging Sapi (X1), Harga Daging Ayam (X2), Jumlah Anggota Keluarga (X3), Pendapatan (X4), Selera (X5), dan Pendidikan (X6) sebesar -0,030; 0,037; 0,469; 0,446; 0,208; dan -0,103. Hasil dari analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan sangat nyata yaitu pada faktor jumlah anggota keluarga, pendapatan dan selera dengan permintaan daging sapi. Harga daging sapi, harga daging ayam, pendidikan menunjukkan tidak ada korelasi dengan permintaan daging sapi.
DEGRADABILITAS BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN SERAT KASAR RANSUM DENGAN BERBAGAI LEVEL BAGASSE SECARA IN SACCO Noorsatiti, Mahaken Novis; Nuswantara, Limbang Kustiawan; Subrata, Agung
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.706 KB)

Abstract

This research was conducted to determine in sacco degradability of dry matter, organic matter and crude fiber in ration with different levels of bagasse and determine the best level of bagasse in ruminant ration from degradability. The research is expected to give information about the best level of bagasse as a source of crude fiber in the complete feed views of degradability of dry matter, organic matter and crude fiber. Research conducted at the Laboratory of Animal Feed Faculty of Animal Husbandry and Agriculture Diponegoro University Semarang from October 2011 to February 2012.The research was conducted by using a three Jawa Randu Goat which fistulated on rumen as replication. The treatment are T1 = ration level of 25% bagasse, T2 = bagasse rations with 30% level, T3 = ration with the level of 35% bagasse and T4 = bagasse rations with 40% level. Ration degradability measured by using in Sacco method. The variables measured were percent loss of DM, OM and CF to calculate the fraction of a, b, c and degradation theory (DT) dry matter, organic matter and crude fiber. To calculate the degradation of feed at a time "t" (DT) used the exponential equation P = a + b (1 – exp-ct). Fraction of the value of a, b, c and DT were then analyzed statistically based on completely randomized design (CRD) if there is a treatment effect, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) for difference between means.The analysis of variance showed that there was significant effect (P <0.05) between the fraction of easily degradable (a) DM, OM and CF, and degradation theory (DT) DM, OM and CF, therefore the potentially degradable fraction (b) DM, OM and CF, the degradation rate of potentially degradable fraction (c) DM, OM and CF showed no real difference.Keywords: degradability, dry matter, organic matter, crude fiber
PENGARUH PENGGUNAAN MINYAK GORENG BERULANG TERHADAP PERUBAHAN NILAI GIZI DAN MUTU HEDONIK PADA AYAM GORENG Zahra, Syarifah Leismana; Dwiloka, Bambang; Mulyani, Sri
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.09 KB)

Abstract

ABSTRAK Penggorengan merupakan salah satu upaya proses pengolahan daging ayam yang lazim digunakan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi keamanan pangan yang dilihat dari adanya pengaruh penggunaan minyak goreng berulang terhadap perubahan kandungan nilai gizi dan mutu hedonik pada ayam goreng. Rancangan percobaan untuk pengujian nilai gizi menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Uji mutu hedonik dengan 25 panelis agak terlatih. Perlakuan yang diterapkan adalah penggunaan minyak goreng baru (T1), bekas penggorengan ke-1 (T2), bekas penggorengan ke-2 (T3), bekas penggorengan ke-3 (T4), dan bekas penggorengan ke-4 (T5). Rata-rata hasil pengamatan pada T1; T2; T3; T4; T5 untuk protein yaitu 27,36; 25,95; 25,13; 23,06; dan 19%; lemak yaitu 17,67; 18,22; 19; 19,24; dan 19,12%; serta kadar air yaitu 20,22; 19,04; 16,17; 13,75; dan 13,27%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan minyak goreng berulang memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap protein, lemak, dan kadar air. Untuk mutu hedonik penunjukkan pengaruh nyata (P<0,05). Warna pada ayam goreng semakin coklat dan tekstur semakin renyah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan minyak goreng berulang tidak baik digunakan karena dapat mengganggu kesehatan.Kata kunci: ayam goreng, penggorengan berulang, nilai gizi, mutu hedonikABSTRACT Frying is one of the efforts to process chicken meat that are commonly used by the public. The purpose of this study was to determine the status of food safety which was noticed from the effects of repeated use of cooking oils to the changes in the nutrition and hedonic quality on fried chicken. The design of experiment for checking nutritional content was a completely randomized design (CRD) with five treatments and four replications, and if the treatments had effects then this experiment should be followed by a Duncan's multiple range test (MRT). The hedonic quality test was established with help from 25 slightly trained panelists. Applied treatments were the use of new cooking oil (T1), former frying oil-1 (T2), former frying oil-2 (T3), former frying oil-3 (T4), and former frying oil-4 (T5). The average values of observations on T1, T2, T3, T4, and T5 for protein were 27.36, 25.95, 25.13, 23.06, and 19%; fat were 17.67, 18.22, 19, 19.24 and 19.12%; and water content were 20.22, 19.04, 16.17, 13.75, and 13.27%. The result showed that the repeated use of cooking oils could give real effect (P<0.05) to protein, fat, and water content. Hedonic quality also had a noticeable effect (P<0.05). The color of fried chicken was getting browner and its texture was crispier. The conclusion of this study was the repeated use of cooking oils was not right because it could lead to serious health problem.Key words: fried chicken, repeated frying, nutritional content, hedonic quality
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI TELUR AYAM KAMPUNG UMUR 27-31 MINGGU Hudiansyah, Puguh; Suprijatna, Edjeng; Sarengat, Warsono
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.868 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung periode layer terhadap produksi telur. Pada penelitian ini menggunakan ayam kampung betina umur 27 minggu sebanyak 100 ekor. Pemeliharan ayam kampong dilakukan pada kandang baterai dari kawat. Susunan ransum yang digunakan terdiri dari T0: ransum basal; T1: ransum basal + 0,25% tepung jahe merah; T2: ransum basal + 0,5% tepung jahe merah; T3: ransum basal + 0,75% tepung jahe merah; T4: ransum basal + 1% tepung jahe merah. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi energi, konsumsi protein, produksi telur dan keuntungan atas biaya pakan yang dikeluarkan. Data terkumpul dilakukan analisis ragam dengan menggunakan program spss 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung tidak berpengaruh terhadap konsumsi energi, konsumsi protein, bobot telur, dan produksi telur(P>0,05), Rata-rata produksi telur T0, T1, T2, T3, T4 adalah 45,94%, 53,53%, 49,42%, 47,38%, 57,73% dengan keuntungan yang didapatkan adalah Rp. 86.035, Rp. 100.784, Rp. 85.946, Rp. 76.797 dan Rp. 106.325.
PENGARUH PEMERAMAN RANSUM DENGAN SARI DAUN PEPAYA TERHADAP KOLESTEROL DARAH DAN LEMAK TOTAL AYAM BROILER Citrawidi, Tatina Ayu; Murningsih, Wisnu; Ismadi, Vitus Dwi Yunianto Budi
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.711 KB)

Abstract

The research aims to examine the influence of ripening feed with 30% concentration papaya leaf juice at different volumes on blood cholesterol and total fat in Broilers. The research used 160 one-week-old unsexed Lohmann strain broiler chickens with average body weight of 134,67 ± 2,03 g. The diet consisted of yellow corn, soybean meal, coconut meal, fine rice bran, meat bone meal, poultry meat meal, feather meal, and mineral mix. The experiment used Completely Randomized Design with 4 treatments and 5 replications. The treatments were T0 (control diet), T1 (control diet ripened by papaya leaf juice 30% at amount of 300 ml/kg), T2 (control diet ripened by papaya leaf juice 30% at amount of 600 ml/kg) and T3 (control diet ripened by papaya leaf juice 30% at amount of 900 ml/kg). Parameters measured were blood cholesterol, total fat, feed consumption and body weight gain. The results showed that treatment significantly effected (P <0,05) to feed consumption and body weight gain but there was no significant effect (P> 0,05) of treatment on blood cholesterol and total fat. It was concluded that ripening of diet with papaya leaf essence did not influence blood cholesterol and total fat but decrease feed consumption and body weight gain.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemeraman ransum dengan sari daun pepaya konsentrasi 30% pada volume berbeda terhadap kadar kolesterol darah dan lemak total ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 160 ekor ayam broiler unsex strain Lohmann umur satu minggu dengan bobot badan rata-rata 134,67±2,03 g. Bahan penyusun ransum terdiri dari jagung kuning, bungkil kedelai, bungkil kelapa, dedak halus, meat bone meal, poultry meat meal, tepung bulu, dan mineral mix. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan penelitian yaitu T0 (ransum kontrol), T1 (ransum kontrol yang diperam dengan SDP 30% sebanyak 300 ml/kg), T2 (ransum kontrol yang diperam dengan SDP 30% sebanyak 600 ml/kg) dan T3 (ransum kontrol yang diperam dengan SDP 30% sebanyak 900 ml/kg). Parameter yang diukur adalah kadar kolesterol darah, lemak total, konsumsi ransum, dan pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh nyata (P>0,05) terhadap kolesterol darah dan lemak total, sedangkan pada konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan menunjukkan ada perbedaan nyata diantara perlakuan (P<0,05). Rata-rata konsumsi ransum pada perlakuan T0, T1, T2 dan T3 adalah 67,52; 60,69; 56,83 dan 47,66 g/ekor/hari; rata-rata pertambahan bobot badan adalah 29,53; 26,92; 24,36 dan 19,96 g/ekor/hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeraman ransum dengan sari daun pepaya pada ayam broiler tidak mempengaruhi kadar kolesterol darah dan kadar lemak total (trigliserida darah). Namun, menurunkan konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan.Kata kunci: ayam broiler, sari daun pepaya, kadar kolesterol, lemak total