cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
TAMPILAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN DAN KADAR UREA DARAH PADA KAMBING PERAH DARA PERANAKAN ETTAWA AKIBAT PEMBERIAN RANSUM DENGAN SUPLEMENTASI UREA YANG BERBEDA Hartaja, Kharisma Anindya Putri; Suprayogi, Teguh Hari; Sudjadmogo, Sudjadmogo
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.467 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi urea yang berbeda terhadap pertambahan bobot badan harian dan kadar urea darah pada kambing perah dara Peranakan Ettawa. Dua belas ekor kambing perah dara Peranakan ettawa dengan bobot badan 15 – 17 kg dengan umur 3 – 4 bulan dibagi menjadi tiga kelompok sehingga setiap kelompok terdapat 4 ekor kambing. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan : T1: ransum dengan suplementasi urea 0,9% dengan asumsi mengandung PK 11%; T2 : ransum ransum dengan suplementasi urea 2,16% dengan asumsi mengandung PK 13% ; T3 : ransum ransum dengan suplementasi urea 3,42% dengan asumsi mengandung PK 15%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis ragam dengan uji F pada taraf 5 % dan apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh perlakuan yang nyata akan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan suplementasi urea sebesar 3,42% tidak berpengaruh pada pertambahan bobot badan harian namun suplementasi urea sebesar 0,9% dan 2,16% dapat mempengaruhi pertambahan bobot badan harian. Penggunaan suplementasi urea yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap kadar urea darah kambing penelitian.Kata kunci : kambing peranakan ettawa, urea, proteinABSTRACTThis study aimed to determine the effect of different urea supplementation on daily gain and blood urea in Ettawa grade ewe. Twelve Ettawa grade ewes weighting 15-17 kg by the age of 3-4 months were divided into three groups so that each group contained four goats. This experiment used completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 4 replications: T1: ration with urea supplementation contained 0,9% assuming a 11% crude protein; T2: ration ration with urea supplementation containing 2,16% assuming crude protein 13 %, T3: ration ration with urea supplementation containing 3,42% assuming 15% crude protein. The data obtained were analyzed using various analytical procedures F-test with level 5% and if the results of the analysis show that the real effect of treatment will be followed by the Least Significant Different test. The results showed that treatment with urea supplementation of 3,42% with 15% containing crude protein had no effect on daily gain but urea supplementation of 0,9% and 2,16% can affect daily gain. The use of different urea supplementation did not significantly affect the levels of blood urea.Key words: Ettawa grade ewe, urea, protein
KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN PERTUMBUHAN BROILER YANG DIBERI PAKAN SINGLE STEP DOWN DENGAN PENAMBAHAN ACIDIFIER ASAM SITRAT Sutrisno, Sutrisno; Yunianto, Vitus Dwi; Suthama, Nyoman
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.834 KB)

Abstract

Harga sumber protein hewani yang mahal sering menjadi kendala dalam industri pakan, khususnya unggas. Upaya untuk menekan biaya pakan broiler adalah dengan memanipulasi pakan yang disebut pakan step down, yaitu penurunan konsentrasi protein yang dikombinasikan dengan penambahan asam sitrat sebagai acidifier untuk mempertahankan penggunaan nutrien yang bermuara pada produktivitas broiler. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji tentang kecernaan protein kasar dan retensi nitrogen dalam hubungannya dengan produktivitas ayam broiler yang diberi pakan single step down dengan penambahan acidifier asam sitrat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan (@ 8 ekor ayam broiler). Perlakuan yang diberikan yaitu T­0 (pakan kontrol), T1 (pakan step down), T2 (pakan step down + Asam sitrat Sintetis (AS) 0,8 %), T3 (pakan step down + air perasan jeruk nipis setara 0,4% asam sitrat), T4 (pakan step down + air perasan jeruk nipis setara dengan 0,8% asam sitrat), T5 (pakan step down + air perasan jeruk nipis setara dengan 1,2% asam sitrat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecernaan protein kasar dan retensi nitrogen secara nyata dipengaruhi oleh perlakuan (P<0,05). Kecernaan protein kasar dan retensi nitrogen tertinggi dicapai oleh perlakuan T3 (masing-masing 79,60 dan 71,81%) dan yang terendah adalah T5 (masing-masing 72,93 dan 62,92%).
KOMPONEN PROKSIMAT PADA KOMBINASI JERAMI PADI DAN JERAMI JAGUNG YANG DIFERMENTASI DENGAN BERBAGAI ARAS ISI RUMEN KERBAU Irawan, Pandu; Sutrisno, Cornelius Imam; Utama, Cahya Setya
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.373 KB)

Abstract

The purpose of research that examines the influence of fermentation with cedar buffalo rumen contents differently to proximate component quality on rice straw, corn straw and rice straw-corn. The research was conducted in May and June 2012 in the Laboratory of Animal Feed Technology and Feed Science Laboratory, Department of Nutrition and Food Animals, Faculty of Animal Husbandry and Agriculture, Diponegoro University, Semarang. The material used in this study is the buffalo rumen contents, rice straw and corn straw. Research tools include: chopper, trays, plastic, scales, knives, pH meter, thermometer, label paper, tissue and apparatus for proximate analysis. Research using completely randomized design (CRD) 4x3 factorial with 3 replications. Factors that influence is the addition of cedar buffalo rumen contents and straw combination. Factors adding buffalo rumen contents, there are 4 levels of 0% (R0), 5% (R5), 10% (R10), 15% (R15) and R0 as the control is 0% waste fermentation. Another factor is a combination of rice straw and corn are 100% rice straw: 0% corn straw (P), 50% rice straw: 50% corn straw (PJ), 0% rice straw: 100% corn straw (J). Parameters measured were proximate component changes the dry matter, ash, crude protein, crude fiber, crude fat and extract materials without nitrogen. The data were statistically processed by analysis of the range and if there is a significant effect of treatment was continued multiple regions Duncan test at 5% level. Based on the results of the study showed an increase in dry matter, ash, crude protein and crude fat along with increasing cedar buffalo rumen contents. Levels best proximate components obtained at PJR10 straw.Keywords: Proximate, rumen, fermentation, straw.ABSTRACT Tujuan penelitian yaitu mengkaji pengaruh fermentasi dengan aras isi rumen kerbau yang berbeda terhadap kualitas komponen proksimat pada jerami padi, jerami jagung dan jerami padi-jagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2012 di Laboratorium Teknologi Makanan Ternak dan Laboratorium Ilmu Makanan Ternak, Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah isi rumen kerbau, jerami padi dan jerami jagung. Peralatan penelitian meliputi : chopper, nampan, plastik, timbangan, pisau, pH meter, termometer, kertas label, tissue dan peralatan untuk analisis proksimat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 4x3 dengan 3 kali ulangan. Faktor yang mempengaruhi adalah aras penambahan isi rumen kerbau dan kombinasi jerami. Faktor penambahan isi rumen kerbau terdapat 4 level yaitu 0% (R0), 5% (R5), 10% (R10), 15% (R15) dan R0 sebagai kontrol adalah limbah fermentasi 0%. Faktor lainnya adalah kombinasi jerami padi dan jagung yaitu 100% jerami padi : 0% jerami jagung (P), 50% jerami padi : 50% jerami jagung (PJ), 0% jerami padi : 100% jerami jagung (J). Parameter yang diamati adalah perubahan komponen proksimat yaitu bahan kering, abu, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Data diolah secara statistik dengan analisis ragam dan jika terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilanjutkan uji wilayah ganda Duncan pada taraf 5%. Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukkan peningkatan bahan kering (BK), abu, protein kasar (PK) dan lemak kasar (LK) seiring dengan bertambahnya aras isi rumen kerbau. Kadar komponen proksimat terbaik diperoleh pada jerami PJR10.Kata Kunci : proksimat, rumen, fermentasi, jerami.
PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS PUYUH PETELUR (Coturnix coturnix japonica) (Effect of seaweed by product powder (Gracilaria verrucosa) fermented feed on the performances in quail Yunita, Wasistiana K; Sarengat, Warsono; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.682 KB)

Abstract

 ABSTRAK           Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah rumput laut fermentasi yang optimal terhadap konsumsi ransum, produksi telur puyuh, massa telur, dan konversi ransum. Materi yang digunakan yaitu 160 ekorpuyuh betina umur 8 minggu dengan bobot rata-rata211,75 ± 4,43 gram.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri : T0 (Ransum tanpa tepung limbah rumput laut), T1(Ransum dengan tepung limbah rumput laut non fermentasi 10%), T2 (Ransum dengan tepung limbah rumput laut fermentasi 12,5%), T3 (Ransum dengan tepung limbah rumput laut fermentasi 15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap peningkatan konsumsi ransum, peningkatan konversi ransum, penurunan produksi telur, dan penurunan massa telur. Kesimpulan yaitu penggunaan tepung limbah rumput laut fermentasi level 12,5% sampai level 15% menurunkan performans puyuh petelur. Kata kunci : puyuh petelur;limbah rumput laut; fermentasi; performans. ABSTRACTThis study aims to determine the effect of used of seaweed by product powder optimal fermented on feed consumption, quail egg production, egg mass and feed conversion. The material used 160 female quail aged 8 weeks with an average weight of 211,75 ± 4,43 g. The study use a completely randomized design (CRD), with 4 treatments and 5 replicates comprising: T0 (ration without by product seaweed powder), T1 (ration with non-fermented seaweed by product powder 10%), T2 (Rations with fermented seaweed by product powder 12,5%), T3 (Rations with fermented seaweed by product powder 15%). The results showed that treatment significantly (P <0,05) increased feed intake, increased feed conversion, decreased the daily production, and decreased egg mass. The conclusion that seaweed by product fermented powder level of 12,5% to 15% lower the level of performance of laying quail. Keywords: quail laying; seaweed by product ; fermentation; performance.
PENDUGAAN KEUNGGULAN PEJANTAN KAMBING PERANAKAN ETTAWA BERDASARKAN BOBOT LAHIR DAN BOBOT SAPIH CEMPE DI SATKER SUMBEREJO KENDAL (Estimation of Ettawa Grade Buck Superiority Based on Birth and Weaning Weight of Kid at Satker Sumberejo Kendal) Herumawati, Widya Lyly; Kurnianto, Edy; Yase Mas, I Ketut Gorde
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.414 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian telah dilaksanakan di SATKER Sumberejo Kendal pada bulan September-Oktober 2014. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi keunggulan pejantan kambing Peranakan Ettawa (PE) yang ada di SATKER Sumberejo Kendal melalui data bobot lahir dan bobot sapih cempe. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah recording data induk, pejantan dan anak (bulan perkawinan, tanggal kelahiran, jenis kelamin, tipe kelahiran, bobot lahir dan bobot sapih). Bobot lahir dan bobot sapih dibakukan berdasarkan jenis kelamin, tipe kelahiran, dan umur induk pada saat beranak. Pendugaan keunggulan pejantan dilakukan dengan rumus Estimation Breeding Value(EBV).K eunggulan peringkat pejantan berdasarkan bobot lahir dan bobot sapih diuji dengan Korelasi Peringkat Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan nyata (P<0,05), bobot  lahir terkoreksi antara jantan dan betina, antara tipe kelahiran tunggal dan kembar dua pada saat lahir dan sapih. Hasil uji Korelasi Peringkat Spearman berdasarkan bobot lahir dan bobot sapih cempe menunjukkan hubungan nyata (p<0,05). Simpulan penelitian adalah pejantan dengan Tag 025, 0455 dan 0420 adalah pejantan yang unggul, karena memiliki nilai pemuliaan yang tinggi berdasarkan bobot lahir dan bobot sapih cempe.Kata kunci : Kambing Peranakan Ettawa; bobot lahir; bobot sapih; EBV ABSTRACT This research was conducted at SATKER Sumberejo Kendal from September to October 2014. The objective of this study was to evaluate the superiority of Ettawa grade buck on the basis of weight at the birth and weaning. Materials used were the records of parent and kids (mating time, date of birth, sex, type of birth, birth weigth and weaning weight).Birth and weaning weigthwere  standardized based on sex, types of birth and age of parent at kidding. Estimation of buck superiority was conducted by using the formula of Estimation Breeding Value (EBV). Rank of buck superiority on birth and weaning weight were tested by Spearman’s Rank Correlation. The results showed that there wereno significant differences (P<0.05) between male and female and type of birth at birth and weaning time. Result of Spearman’s rank correlation test on the buck superiority on the basis of birth and weaning weight showed the significant correlation (P<0.05).The conclusion of this research that  bucks with Tag 025, 0455 and 0420 were superiorbuck, because they had  a high breeding value based on birth weight and weaning weight kid.Keywords :Ettawa grade; birth weigh;, weaning birth; EBV
PENGARUH BERBAGAI KANDUNGAN UREA DALAM PAKAN TERHADAP FUNGSI HATI KAMBING PERANAKAN ETAWA LAKTASI (The Effects of Urea Levels in Feed on the Liver Function of Etawa Crossbred) Kristiyani, Erma; Harjanti, Dian Wahyu; Santoso, Sri Agus Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji berbagai kandungan urea dalam pakan terhadap fungsi hati kambing perah Peranakan Etawa (PE) fase laktasi. Materi penelitian terdiri dari 16 ekor kambing PE laktasi. Bahan pakan yang digunakan adalah wheat brand, tangkai gandum, bungkil kelapa, bungkil kedelai, tetes, mineral, urea, onggok, tongkol dan jagung giling. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok, perlakuan yang diujikan yaitu T0= urea 0% dalam 100% Bahan Kering (BK) pakan, T1= urea 0,4% dalam 100% BK pakan, T2= urea 0,8%dalam 100% BK pakan, T3= urea 1,2% dalam 100% BK pakan. Parameter yang diamati adalah kadar Serum Glutamat Piruvat Transaminase (SGPT) dan kadar Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase (SGOT) dalam darah. Sampel darah diambil pada hari ke-28 sejak pakan perlakuan diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kandungan urea dalam pakan sampai dengan taraf 1,2% BK pakan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kadar SGPT dan SGOT kambing PE laktasi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kadar urea sampai dengan taraf 1,2% BK pakan tidak menyebabkan peningkatan kinerja hati yang berlebihan dan fungsi hati tetap normal.Kata kunci: kambing PE; urea; SGPT; SGOTABSTRACTThis research was conducted to determine the effects of urea levels in feed on the liver function as indicated by the concentrations of serum glutamate pyruvate transaminase (SGPT) and serum glutamate oxaloacetate transaminase (SGOT) in lactating Etawa crossbred. Goats fed diets in mixed ration which partially replaced with urea in the amount of 0%, 0.4%, 0.8% and 1.2% on DM basis for 28 days. The experimental design used in randomized complete block design. The blood samples were taken from jugular vein on day 28 to measure the concentrations of SGPT and SGOT. The results showed that the concentrations of SGPT and SGOT did not differ among the experimental diets (P>0.05). Thus, urea could be used in the diets of lactating dairy crossbred goats up to 1.2% DM, without any detrimental effects on the liver function.Keywords : Etawa crossbred; urea; SGPT; SGOT
PERBANDINGAN PERSENTASE KULIT ANTARA KAMBING KEJOBONG, KAMBING PERANAKAN ETTAWAH DAN KAMBING KACANG JANTAN UMUR SATU TAHUN Kusuma, Arya; Purnomoadi, Agung; Al-Baari, Ahmad Ni'matullah
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.617 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji perbandingan persentase kulit pada kambing Kejobong, kambing Peranakan Ettawah (PE) dan kambing Kacang. Penelitian disusun berdasarkan rancangan Uji F menggunakan bantuan SAS sistem dengan menggunakan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kulit paling tinggi pada kambing PE sedangkan kambing Kacang mempunyai persentase kulit paling rendah. Tidak terdapat perbedaan persentase berat kulit pada kambing Kejobong dengan kambing PE dan Kacang.Kata kunci: kulit; kambing Kejobong; kambing Peranakan Ettawah; kambing Kacang.ABSTRACT This study aimed to identify and compare of hide percentage of Kejobong, Ettawah grade (PE) and Kacang goats. The research is based on the design of relief F test using the SAS system by using four replications. The results showed that percentage of the hide in PE goats was the highest while Kacang goats was the lowest. There was no difference in the percentage of hide between Kejobong goats PE and Kacang goats.Key Words: hide; Kejobong; Ettawah grade; Kacang goats.
BOBOT BADAN, TINGGI PINGGUL, LEBAR PINGGUL DAN PANJANG PINGGUL KAMBING KACANG BETINA DI KABUPATEN KARANGANYAR (Body Weight, Hip Height, Hip Width, and Hip Length of Kacang Goat in Karaganyar Regency) Mia Putri, Aneda Gian; Purnomoadi, Agung; Purbowati, Endang
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.537 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot badan (BB), tinggi pinggul (TgPg), lebar pinggul (LbPg), dan panjang pinggul (PjPg), kambing Kacang betina pada kelompok umur yang berbeda di kabupaten Karanganyar. Materi penelitian berupa 140 ekor kambing Kacang betina yang dikelompokkan dalam 7 kelompok umur yang berbeda, yaitu(1) 0-3 bulan, (2) >3-6 bulan, (3) >6-12 bulan, (4) poel 1, (5)poel 2, (6)poel 3, dan (7) poel 4, masing-masing sebanyak 20 ekor. Penelitian ini menggunakan metode survey, penentuan lokasi dan sampel ternak berdasarkan metode purposive sampling. Variabel yang diamati adalah BB, TgPg, LbPg dan PjPg. Data hasil penelitian dianalisis dengan Program SPSS analisis one way Anova, dilanjutkan uji wilayah berganda dari Duncan apabila ada perbedaan. Hasil penelitian menunjukan bahwaBB kambing Kacang betina pada semua kelompok umur berbeda nyata (P<0,05), kecuali pada kelompok 3 dan 4 tidak berbeda nyata (P>0,05). TgPg kambing Kacang betina pada kelompok 1-4 berbeda nyata (P<0,05), namun pada kelompok 5-7 tidak berbeda nyata (P>0,05). LbPg kambing Kacang betina pada kelompok 1 berbeda nyata (P<0,05), namun pada kelompok umur 2 sampai 7 tidak berbeda nyata (P>0,05). PjPg kambing Kacang betina pada kelompok 1 dan 2 berbeda nyata (P<0,05), pada kelompok umur 3 sampai7 tidak berbeda nyata (P>0,05). Simpulan hasil penelitian ini adalah BB, TgPg, LbPg dan PjPg kambing Kacang betina di Karanganyar mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya umur namun dengan pertambahan yang berbeda. Pertambahan BB paling besar pada umur <6 bulan, dan mulai melambat pada umur >18 bulan. TgPg pada umur >24 bulan sudah tidak mengalami pertumbuhan yang berarti, LbPg dan PjPg mengalami pertambahan ukuran paling tinggi pada umur <3 bulan. Kata kunci: kambing Kacang; bobot badan; tinggi pinggul; lebar pinggul; panjang Pinggul ABSTRACT            This study was aimed to determine body weight (BW), hip height (HH), hip width (HW), and hip length (HL) of female Kacang goats in different age groups in the Karanganyar regency. One hundred forty headsof not pregnant female Kacang goats were grouped in 7 age groups, namely (1) 0-3 months, (2) >3-6 months, (3) > 6-12 months, (4) eruption 1, (5)eruption2,(6) eruption3, and (7) eruption 4, respectively, each group contained 20 heads. This study was conducted by a survey method, in which location and animal samples were determined by purposive sampling method. The variables measured were BW, HH, HW, dan HL. Data were analyzed with SPSS version 16 with one way anova, followed by the Duncan multipletest if there was a difference. The results showed that the BW of female Kacang goats in all age groups were significantly different (P < 0.05), except in groups 3 and 4 (P > 0.05). HH of female Kacang goats in groups 1-4 were difference (P < 0.05), but the 5-7 group was not difference (P > 0.05). Female Kacang goats HW in group 1 was s difference(P < 0.05), but in the age group of 2 to 7 were not difference(P > 0.05). HL of female Kacang goats in group 1 and 2 were difference(P < 0.05), but in the age group 3 to 7 were not difference (P > 0.05). Conclusion of this study were BW, HH, HW, dan HL of females Kacang goats in Karanganyar was increased with age with a different growth rates. Greatest BW gain was found at age less than 6 months, and start to decrease at age higher than 18 months. HH at age 24 months had notgrown significantly, while the highest grow of the HW and HL was at age < 3 months.Key words : Kacang goat; body weight; hip height; hip width; hip length
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAHAN KERING ECENG GONDOK SEBAGAI SUMBER DAYA PAKAN DI PERAIRAN YANG MENDAPATKAN LIMBAH KOTORAN ITIK Zahmi, Hesti Reva Helva Ari; Sumarsono, Sumarsono; Anwar, Syaiful
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.466 KB)

Abstract

A study was conducted to assess the provision of duck manure on growth and dry matter production of water hyacinth as a feed resource. This research used Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications, providing sewage ducks in each treatment (T0; 0 g / l of water, T1, 5 g / l of water, T2, 10 g / l of water , T3; 15 g / l of water, and T4; 20 g / l of water). Parameters measured were growth and dry matter production. Data were analyzed using analysis of variance (significance level of 5%) followed by Duncan Multiple Range Test to see different test and trials Orthogonal Polynomials. The results showed that the addition of duck manure in water hyacinth plants can enhance the growth of Total Leaf weeks 6 and dry matter production. Growth in the number of leaf-6 weeks to the highest achieved in the addition of duck manure 12,91 g / l with real predictive value of 233 strands, but not on plant height and leaf area, while the highest dry matter production achieved in the addition of duck manure as much as 12 g / l with real predictive value of 18,56 g.Keywords: duck manure, water hyacinth, growth, dry matter production
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE MERAH (Zingiber officinale var Rubrum) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM KAMPUNG PERIODE LAYER Witantri, Hapsari; Suprijatna, Edjeng; Sarengat, Warsono
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.467 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jahe merah dalam ransum terhadap kualitas telur ayam kampung periode layer. Pada penelitian ini menggunakan ayam kampung betina umur 24 minggu sebanyak 100 ekor. Pemeliharan ayam kampung dilakukan pada kandang baterai dari kawat. Susunan ransum yang digunakan terdiri dari T0: ransum kontrol; T1: ransum kontrol + 0,25% tepung jahe merah; T2: ransum kontrol + 0,5% tepung jahe merah; T3: ransum kontrol + 0,75% tepung jahe merah; T4: ransum kontrol + 1% tepung jahe merah. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah berat telur, indeks telur, tebal cangkang, indeks haugh, indeks kuning telur, indeks putih telur, dan warna kuning telur. Data terkumpul diolah dengan menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung tidak berpengaruh terhadap berat telur, tebal cangkang, indek haugh, indeks kuning telur, dan indeks putih telur, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap warna kuning telur (P<0,01). Rata-rata warna kuning telur T0, T1, T2, T3 dan T4 berturut-turut yaitu 7,79; 7,23; 5,39; 6,44; dan 5,36. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung jahe merah mempengaruhi warna kuning telur yang semakin pucat, penambahan optimal tepung jahe merah pada taraf 0,25%.Kata kunci: ayam kampung, jahe merah, kualitas telurABSTRAKThis study aims to determine effect of the addition of red ginger flour in the ration on the quality of native chicken egg layer period. In this study using female chickens aged 24 weeks, as many as 100 native chickens. Maintenance performed on native chicken battery cages from wire. The composition of the ration used consisted of T0: control ration; T1: control ration + 0,25% ration of red ginger flour; T2: control ration + 0,5% ration of red ginger flour; T3: control ration + 0,75% ration of red ginger flour; T4: control ration + 1% red ginger flour. The experiment was conducted using a randomized block design with 5 treatments and 4 replications. Parameters observed in this study were egg weight, shape index, shell thickness, haugh index, yolk index, albumen index and yolk color. The data collected were processed using analysis of variance. The results showed that the addition of red ginger flour in native chicken rations had no effect on egg weight, shape index, shell thickness, haugh index, yolk index, and albumen index, but the effect was highly significant on yolk color (P <0,01). Average yolk color T0, T1, T2, T3 and T4 are respectively 7,79; 7,23; 5,39; 6,44, and 5,36. Based on these results it can be concluded that the addition of red ginger flour affect yolk color increasingly pale, optimal addition of red ginger flour at the level 0,25%.Keywords: native chicken, red ginger, egg quality