cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SAPI PERAH DI KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG Putro, Dicky Aprilianto Nugroho; Setiadi, Agus; Handayani, Migie
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.207 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan agribisnis sapi perah di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode pengambilan sampel ditentukan dengan metode quota random sampling. Sebanyak 81 peternak sebagai sampel diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan berpedoman pada kuisioner. Data sekunder diperoleh dari catatan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Semarang, Badan Pusat Statistik dan Kantor Kecamatan Ungaran Barat. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis dengan melihat Strenghts, Weaknesses, Opportunity and Threats (SWOT) untuk mengetahui potensi pengembangan agribisnis sapi perah. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan analisis SWOT untuk total skor faktor internal diperoleh 3,421 dan skor total eksternal 3,520 dan terletak pada matriks I yang menunjukkan pertumbuhan. Matriks pertumbuhan menunjukkan daya dukung faktor internal dan eksternal di Kecamatan Ungaran Barat sangat menunjang untuk pengembangan agribisnis sapi perah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa agribisnis sapi perah di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang berpotensi untuk dikembangkan.Kata kunci : agribisnis; sapi perah; analisis SWOT.ABSTRACT This study aim to determine the potential of dairy cattle agribusiness development in the District of Ungaran Barat, Semarang regency. This study uses survey. The sampling method is determined by the method of quota random sampling. A total of 81 farmers in the sample is obtained by using the formula of Slovin. The data is taken from the primary data and secondary data. Primary data were obtained from observations and interviews based on the questionnaire. Secondary data were obtained from the records of the Department of Livestock and Fisheries, Semarang regency, Central Bureau of Statistics and the Office of the District of Ungaran Barat. Analysis of the data used in the study is the analysis by looking at the Strenghts, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT) to determine the potential for development of dairy agribusiness. The results showed a SWOT analysis for the calculation of the total score obtained 3,421 internal factors and external total score of 3,520 and is located in the matrix I which showed growth. Growth matrix indicates the carrying capacity of internal and external factors in the District of Ungaran Barat very supportive to the development of dairy cattle agribusiness. Based on the results of this study concluded that dairy cattle agribusiness in the District of Ungaran Barat Semarang Regency potential to be developed.Keywords: agribusiness; dairy cattle; SWOT analysis.
KALSIUM, PROTEIN, DAN RASIO HETEROFIL LIMFOSIT PADA DARAH AYAM BROILER YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG ENZIM FITASE DAN LEVEL PROTEIN BERBEDA (Calcium, Protein, And Heterophile Lymphocyt Ratio In Broiler Chickens Blood Containing Phytase Enzyme And Differen Kristianto, Vino; Mahfudz, Luthfi D.; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 4 (2014): Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.304 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian bertujuan mempelajari seberapa besarpengaruhpenambahan enzim fitase dalam ransum untuk memperbaiki status protein dan kalsium darah serta rasio heterofil limfosit pada ayam broiler. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati meliputi kalsium darah, protein darah dan rasio heterofil limfosit. Materi yang digunakan adalah ayam broiler day old chick (DOC) strain MP 202 sebanyak 128 ekordengan bobot 104,16+13,17g, ransum tunggal, air minum, obat dan vitamin. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh nyata (P>0,05) perlakuan pada pemberian enzim fitase terhadap kalsium darah, tetapi pada protein darah dan rasio heterofil limfosit terdapat pengaruh nyata (P<0,05) pada pemberian enzim fitase dalam ransum dengan level protein berbeda. Kesimpulan bahwa pemberian enzim fitase dapat memperbaiki kadar protein darah dan rasio heterofil limfosit dan tidak mempengaruhi kalsium darah.Kata Kunci : broiler; Fitase; asam fitat; kalsium; protein darah; rasio heterofil limfosit.ABSTRACT            This research was aimed to study the effect of adding the enzyme phytasein the chicken diet to improve the status of protein and calcium as well as the ratio of heterophile lymphocytes in the chickens. This study was used a Complete Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. The parameters that are observed includes calcium in the blood, protein in blood and heterophile/lymphocyte ratio. The materials used are 128 broiler Day Old Chicks (DOC) strain MP202 with avarage weights 104,16+13,17g, of single food, water, medicines and vitamins. The results showed that there is no significant effect (P>0.05) of giving phytase enzyme in feed with different protein levels on the calcium in blood, but it shows significant effect on proteins and heterophile/lymphocyte ratio (P<0.05). The conclusions that the addition of phytase enzyme can improve the level of protein in the blood, and the ratio of heterophyl lymphocytes but does not affect the calcium in blood.Keywords: broiler; phytase Enzyme; phytic acid; calcium; proteins; heterophile lymphocyte ratio.
DEGRADASI BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK DENGAN BERBAGAI LEVEL JERAMI PADI SECARA IN SACCO PADA KAMBING JAWARANDU Lestari, Tutik; Nuswantara, Limbang Kustiawan; surono, Surono
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.564 KB)

Abstract

Usaha peningkatan produksi ruminansia perlu diimbangi dengan penyediaan pakan hijauan secara kontinyu baik dalam segi kuantitas maupun kualitas. Namun sering kali peningkatan usaha produksi dihadapkan oleh ketersediaan jumlah pakan terutama pada saat musim kemarau. Oleh karena itu, perlu dicari pakan alternatif yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ternak tersebut salah satunya dengan pemanfaatan limbah pertanian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui degradasi nutrien ransum dengan berbagai level jerami padi dan menentukan imbangan terbaiknya sebagai pakan ternak. Data a, b, c dan DT yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara statistik berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) adanya pengaruh antar perlakuan pakan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Ransum perlakuan disusun iso protein kasar (PK) dan total digestyble nutrients (TDN) dengan kandungan 12% PK dan 64% TDN. Perlakuan level jerami padi yang digunakan yaitu P1=25%, P2=30%, P3=35% dan P4=40%. Ransum standar (P0) untuk pakan sehari-hari (PK 12% dan TDN 60%) digunakan sebagai pembanding nilai a, b, c dan DT dari keempat perlakuan tanpa diujikan secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata (P< 0,05) fraksi a, b dan DT degradasi bahan kering ransum perlakuan sedangkan pada nilai c tidak terdapat pengaruh nyata. Pada degradasi bahan organik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata (P<0,05) pada fraksi a, fraksi b, nilai c dan DT.Kata Kunci : jerami padi, ransum, degradasi, in sacco
TAMPILAN TOTAL BAKTERI DAN pH PADA SUSU SAPI FRIESIEN HOLSTEIN (FH) AKIBAT PERBEDAAN KONSENTRASI IODOSFOR (Total Bacteria and Potential Hydrogen (pH) On FH Cow’s Milk Affected by Different Concentration Iodosphor) Nilamsari, Graditha Ayu; Sayuthi, Suranto Moch; Sudjatmogo, Sudjatmogo
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.366 KB)

Abstract

ABSTRAK          Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh dari berbagai konsentrasi larutan dipping iodosfor terhadap total bakteri dan pH pada susu sapi FH. Penelitian dilaksanakan di UPTD PTU Mulyorejo Kabupaen Semarang tanggal 15 September - 12 Oktober 2014. Materi yang digunakan adalah susu 18 sapi perah FH dengan kisaran bulan laktasi II - III, bobot badan 408,55 + 30,86 kg (CV : 10,68%) dan produksi susu 9,6 + 0,84 L (CV : 12,36%), iodosfor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan 6 ulangan. Data diolah menggunakan Anova dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Tengah (BNT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Perlakuan yang diterapkan adalah T1 ( dipping 0,25%); T2 (dipping 0,5%); dan T3 ( dipping 0,75%). Parameter yang diamati adalah total bakteri dan pH susu. Rataan total bakteri pada T1, T2, dan T3 adalah 9,2 x 105cfu/ml; 7,5 x 105cfu/ml; dan 4,90 x 105cfu/ml (p<0,01). Rataan nilai pH pada T1, T2, dan T3 adalah 5,18; 6,28; dan 6,53 (p<0,01). Kesimpulan dari penelitian adalah dipping puting menggunakan konsentrasi 0,5% sudah mampu mengurangi total bakteri dan menaikkan nilai pH susu.Kata kunci : dipping; total bakteri; derajat keasaman (pH); susu sapi FH; iodosfor ABSTRACT          The goal of this research was to determine the best dosage of iodosphor for teat dipping to decrease total plate count and increase potential hydrogen (pH) on Friesien Holstein cow’s milk. The study was conducted at UPTD PTU Mulyorejo, Semarang from September 15th 2014 to October 12th 2014. The material used in this research was 18 Fresian Holstein cows at averaged body weight of 408.55+ 30.86 kgs (CV: 10.68%) and milk production of 9.6 + 0.84 L (CV: 12.36%), and their milk samples also iodosphor. The study conducted under Completely Randomized Design, while data was analyzed using Anova and LSD test. The treatments were T1 (teat dipping at 0,25%), T2 (teat dipping at 0,5%) and T3 ( teat dipping at 0,75%). Parameters observed were total bacteria and pH of milk. The result showed that various dipping dossages were able to reduce (p<0.01) total plate count amount and increased (p<0.01) milk pH. The TPC in T1, T2 and T3 were 9.2 x 105cfu/ml; 7.5 x 105cfu/ml; and 4.90 x 105cfu/ml, while the milk pH were 5.18; 6.28; and 6.53, respectively. This research could be concluded that dipping at0,5% iodosphor concentration could decreased the amount of total plate count and increased milk’s pH, simultaniously.Keywords : dipping;  total bacteria; potential hydrogen (pH); FH cow’s milk; iodosphor
ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH MENGENAI BUDIDAYA SAPI POTONG DI KABUPATEN SEMARANG Mulyo, Irwan Tri; Marzuki, Sudiyono; Santoso, Siswanto Imam
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.625 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi peternakan sapi potong di Kabupaten Semarang dengan menganalisis keseluruhan variable yang telah diidentifikasi. Manfaatnya dari penelitian ini sebagai bahan rekomendasi sekaligus acuan bagi pemerintah dalam pengambilan keputusan atau kebijakan pengembangan peternakan sapi potong di Kabupaten Semarang. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan dilapangan. Data sekunder diperoleh dari buku-buku dari dinas Peternakan dan dari berbagai sumber pustaka. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan pemerintah belum berjalan sesuai dengan harapan pemerintah dalam meningkatkan jumlah populasi ternak sapi potong. Dari hasil survey dilapangan peternak sebagian besar masih mengunakan teknologi yang tradisional. Dari hasil perhitungan di Kabupaten Semarang Carrying Capacity Ratio nilainya 1,022 yang berarti masih memiliki kemampuan untuk mendukung aktifitas peternakan sapi potong. Hasil dari perhitungan ketersediaan hijauan di Kabupaten Semarang masih mencukupi untuk 565.005 ekor sapi potong. Analisis SWOT menghasilkan total skor pembobotan faktor internal 3,327 dan total skor faktor eksternal sebesar 3,442 yang masuk pada kolom 1 (satu), yang artinya strategi pertumbuhan melalui konsentrasi yang dicapai secara integrasi vertikal dengan mengambil alih fungsi supplier/distributor, agar mampu meningkatkan kekuatan dengan upaya meminimalkan biaya produksi dan operasi yang tidak efisien untuk mengontrol kualitas serta distribusi produk.Kata Kunci : sapi potong; daya dukung lahan; SWOTABSTRACTThis study aims to determine the condition of breeding beef cattle in Semarang district by analyzing the entire variable that has been identified. The benefit of this research as well as reference material recommendations for the government in decision-making or policy development of beef cattle in the district of Semarang. Primary data were obtained from field observations. Secondary data were obtained from the books of the department of Animal Husbandry and from various literature sources. Analysis of the data used is the analysis of quantitative and qualitative analysis. The results showed the government's policy has not been run in accordance with the government in hopes of increasing the number of cattle population. From the results of the field survey farmers still largely use traditional technologies. From the calculation in Semarang district Carrying Capacity Ratio value is 1.022 which means it still has the ability to support the activities of breeding beef cattle. The results of the calculation of the availability of forage in Semarang district is sufficient for 565,005 head of beef cattle. SWOT analysis resulted in a total score weighting factor of 3.327 and a total score internal external factors of 3.442 were entered in column 1 (one), which means that the concentration of a growth strategy through vertical integration achieved by taking over the function of a supplier / distributor, in order to continue its efforts minimize production costs and inefficient operations to control the quality and distribution of the product.Keywords: beef cattle; carrying capacity; SWOT
PERFORMANS AYAM BROILER YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa TERFERMENTASI (A Performance Broilers Were Given Rations of Fermented Containing Seaweed Gracilaria verrucosa) Yulma, Yori Ermando; Muryani, Rina; Mahfudz, Luthfi D.
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.851 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan tepung rumput laut G. verrucosa terfermentasi dalam ransum terhadap performans ayam broiler. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-Desember 2013 di Kandang Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan adalah 150 ekor ayam broiler jantan dan betina umur 7 hari dengan bobot badan rata-rata 163,38 ± 24,67 g (CV 3,04). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan yang tiap unit percobaan diisi 5 ekor ayam broiler. Perlakuan pakan yang diterapkan adalah T0 (penggunaan 0% tepung rumput laut), T1 (penggunaan 5% tepung rumput laut), T2 (penggunaan 5% tepung rumput laut terfermentasi), T3 (penggunaan 7,5% tepung rumput laut terfenmentasi), T4 (penggunaan 10% tepung rumput laut terfermentasi). Pemberian pakan diberikan secara adlibitum dan terkontrol. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi : pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum. Data dianalisis ragam menggunakan uji F dan dilanjutkan uji Duncan jika ada pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Kesimpulan bahwa penggunaan tepung rumput laut G. verrucosa terfermentasi dapat digunakan dalam ransum ayam broiler sampai dengan 10%. Kata kunci : Ayam Broiler; Rumput Laut; Performans ABSTRACT The experiment was to determine the effect of fermented seaweed (Gracilaria verrucosa) meal in the diet on broiler performance art. The experiment was conducted in November-December 2013 at the Faculty of Animal Husbandry and Agriculture Diponegoro University, Semarang. The material used is 150 broiler chickens males and females aged 7 days with an average body weight of 163.38 ± 24.67 g (CV 3.04). Research using completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 6 replicates of each experimental unit filled 5 broiler chickens. Feed treatment applied is T0 (use 0% seaweed meal), T1 (use 5% seaweed meal), T2 (use 5% meal fermented seaweed), T3 (7.5% use meal fermented seaweed), T4 (use 10% meal fermented seaweed). Feeding adlibitum administered and controlled. Parameters observed in this study include: weight gain, feed intake and feed conversion. Data were analyzed using a variety of testing and continued F Duncan test if the effect of treatment. The results showed that the treatment had no significant effect (P> 0.05) on feed consumtion, body weight gain and feed conversion. Conclusion that the use of meal seaweed (Gracilaria verrucosa) fermented can be used in broiler rations up to 10%. Keyword : Broiler Chicken; Seaweed; Performans
PERBANDINGAN PENGGUNAAN PENGENCER SEMEN SITRAT KUNING TELUR DAN TRIS KUNING TELUR TERHADAP PERSENTASE DAYA HIDUP SPERMATOZOA SAPI JAWA BREBES Hartanti, Dwi; Setiatin, Eny Tantini; Sutopo, Sutopo
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.921 KB)

Abstract

Masalah utama pada perkembangbiakan sapi Jawa Brebes adalah keterbatasan jumlah pejantan unggul dan terjadinya perkawinan silang dengan bangsa lain karena dipelihara secara umbaran. Guna mempertahankan kemurnian turunan dari sapi Jabres perlu dilakukan upaya manipulasi bioteknologi reproduksi, yaitu dengan Inseminasi Buatan (IB). Upaya optimalisasi pengolahan semen agar diperoleh kualitas semen yang optimal dapat dilakukan melalui pemilihan jenis pengencer semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pengencer semen sitrat kuning telur dan tris kuning telur terhadap daya hidup spermatozoa sapi Jawa Brebes. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus-September 2011 di Kelompok Tani Ternak (KTT) Cikoneng Sejahtera di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu semen yang ditampung dari 5 ekor pejantan sapi Jawa Brebes. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 ekor sapi Jabres dengan 3 macam perlakuan (T1 = tanpa pengecer; T2 = pengencer sitrat kuning telur dan T3 = pengencer tris kuning telur). Parameter yang diamati yaitu persentase daya hidup spermatozoa dari lama spermatozoa mampu bertahan hidup sampai dengan tingkat daya hidup 0% pada pengamatan 0-9 jam dengan interval pengamatan 1 jam dan setiap sampel diamati oleh 3 orang panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval jam ke-0 didapatkan T1 mempunyai perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap T2 dan T3. Pada interval jam ke-1 setelah diencerkan, persentase daya hidup spermatozoa T2 maupun T3 menunjukkan adanya relatif angka yang lebih tinggi dibandingkan T1. Pada interval jam ke-2, persentase daya hidup spermatozoa T1 berbeda nyata (P<0,05) dengan T2 maupun T3. Pada interval jam ke-3 setelah diencerkan, persentase daya hidup spermatozoa T2 maupun T3 menunjukkan adanya relatif angka yang lebih tinggi dibandingkan T1. Pada interval jam ke-4, T1 berbeda nyata (P<0,05) dengan T2 dan T3, sedangkan T2 dan T3 tidak berbeda. Berdasarkan pengamatan interval jam ke-1, ke-3, ke-5, ke-6, ke-7, ke-8 dan ke-9, perlakuan T1, T2 dan T3 tidak terdapat perbedaan (P>0,05) terhadap persentase daya hidup spermatozoa. Kesimpulan dari penelitian adalah pengencer sitrat kuning telur dan tris kuning telur mempunyai pengaruh yang sama terhadap kemampuan daya hidup spermatozoa pada berbagai interval pengamatan setelah pengenceran. Persentase daya hidup spermatozoa semakin menurun pada pengamatan interval pertama sampai sembilan jam setelah diencerkan.Kata kunci : interval pengamatan, daya hidup, pengencer semen, sapi Jawa Brebes
PENGARUH PENAMBAHAN BANGLE (Zingiber cas-sumunar) DALAM RANSUM TERHADAP TOTAL LIPID DAN KOLESTEROL HATI PADA AYAM BROILER Widyamanda, Leona Paramita; Ismadi, Vitus Dwi Yunianto Budi; Estiningdriati, Ismari
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.704 KB)

Abstract

ABSTRACT The research aims to provide an information about the effect of addition Bangle (Zingiber cas-sumunar) in diet of the total lipids and cholesterol in liver broiler chickens. The study was conducted on 9th March to 19th April 2012 in Cage Digestion Faculty of Animal Agriculture, Diponegoro University, Semarang. The material used are broiler chickens, diet control diet treatment with addition bangle. Basal diet consist of yellow corn, rice bran, soybean meal, PMM (Poultry Meat Meal), coconut oil, and topmix. This research used completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications, each replication used 10 units of broiler chickens. Treatments consist of T0 (basal diet + bangle 0%), T1 (basal diet + Bangle 1.5%), T2 (basal diet + bangle 3%), and T3 (basal diet + Bangle 4.5%). The results was showed that the addition of bangle in diet of broiler did not significantly affect on total lipids, liver cholesterol, ration consumption and body weight gain of broiler chickens. The conclusion of this research was the addition of bangle to 4.5% in diet showed similar results to the total liver lipids, liver cholesterol, ration consumption and body weight gain in broiler chickens.Keywords : Zingiber cas-sumunar, broiler chicken, total lipid, liver cholesterolABSTRAK Tujuan penelitian adalah memberikan informasi mengenai pengaruh penambahan bangle (Zingiber cas-sumunar ) dalam ransum terhadap total lipid dan kolesterol hati pada ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 Maret – 19 April 2012 di Kandang Digesti Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah ayam broiler, ransum kontrol dan ransum perlakuan yang ditambah bangle. Ransum basal berupa jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, PMM (Poultry Meat Meal), minyak kelapa, dan topmix. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, tiap ulangan terdapat 10 ekor ayam broiler. Perlakuan berupa T0 (ransum basal + bangle 0%), T1 (ransum basal + bangle 1,5%), T2 (ransum basal + bangle 3%), dan T3 (ransum basal + bangle 4,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bangle dalam ransum ayam broiler tidak ada pengaruh yang nyata pada total lipid hati, kolesterol hati, konsumsi ransum, dan pertambahan bobot badan pada ayam broiler. Kesimpulan penelitian adalah penambahan bangle sampai 4,5% dalam ransum menunjukkan hasil yang sama terhadap total lipid hati, kolesterol hati, konsumsi ransum, dan pertambahan bobot badan pada ayam broiler.Kata kunci : Zingiber cas-sumunar, ayam broiler, total lipid hati, kolesterol hati
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN KAYAMBANG (Salvinia molesta) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS FISIKOKIMIA DAGING AYAM BROILER LOHMAN JANTAN (The Use Effect of Kayambang Leaves Powder (Salvinia molesta) in Feeding Toward Physic and Chemistry Quality of Broil Prantika, Lingga; Sarengat, Warsono; Dwiloka, Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.621 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian tepung daun Salvinia molesta terhadap kualitas fisikokimia pada daging ayam broiler. Materi yang digunakan adalah daging ayam broiler strain lohman umur 5 minggu. Parameter fisikokimia yang diteliti adalah pH, WHC, dan kadar air. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan penggunaan yaitu T0, T1, T2, dan T3 dengan pemberian tepung daun Salvinia molesta yaitu T1= 6%; T2= 12%; T3= 18% dan kontrol T0= 0%, masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali ulangan. Data analisis dengan menggunakan analisis varian. Hasil analisis statistik membuktikan bahwa tepung Salvinia molesta yang digunakan untuk campuran ransum pakan tidak berpengaruh terhadap penurunan fisikokimia yaitu pH, WHC, kadar air dalam daging ayam broiler. Nilai pH cenderung menurun yaitu T0= 6,07; T1= 6,15; T2= 6,11; dan T3= 6,04. Nilai WHC cenderung meningkat yaitu  berkisar antara 37,03 – 41,58% lebih tinggi dari standar normalnya (25-38%). Sementara kadar air untuk setiap perlakuan dari T0, T1, T2, dan T3 secara berturut-turut adalah 74,55%; 74,77%; 74,19%; dan 74,06%. Secara keseluruhan bahwa penggunaan tepung daun Salvinia molesta tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kualitas fisikokimia daging ayam broiler.Kata kunci: daging ayam; kualitas fisikokimia; Salvinia molesta ABSTRACT This study aims to determine the Salvinia molesta leaf powder administration on the physicochemical quality of broiler meat. The material used is a strain of broiler chicken meat Lohman age of 5 weeks. Physicochemical parameters studied were pH, WHC and water content. Research using completely randomized design with four treatments that use T0, T1, T2, and T3 with Salvinia molesta leaf powder administration ie T1= 6%; T2= 12%; T3= 18% and T0= 0% control, each treatment was repeated five times repetition. Data analysis using analysis of variance. Statistical analysis proves that Salvinia molesta flour that is used to mix feed rations did not affect the physicochemical ie a decrease of pH, WHC, water levels in broiler meat. Which tends to decrease the pH value of T0= 6.07; T1= 6.15; T2= 6.11; and T3= 6.04%. WHC values tend to increase ranged between 37.03 to 41.58% higher than the normal standard (25-38%). While the water content for each treatment from T0, T1, T2, and T3 are respectively 74.55%; 74.77%; 74.19%; and 74.06%. Overall that the use of leaf powder Salvinia molesta no significant effect (P>0,05) on the physicochemical quality of broiler meat.Keywords: chicken meat; physicochemical quality; Salvinia molesta
PENGARUH PENAMBAHAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) dalam RANSUM TERHADAP TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN BAKTERI COLIFORM PADA SALURAN PENCERNAAN ITIK MAGELANG JANTAN Kurniagung, Fajar; Ismadi, Vitus Dwi Yunianto Budi; Estiningdriati, Ismari
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.204 KB)

Abstract

ABSTRAK Itik merupakan salah satu unggas lokal yang mempunyai potensi sebagai penghasil sumber protein hewani Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap total bakteri asam laktat dan bakteri coliform pada saluran pencernaan (doudenum, jejenum dan ileum) itik Magelang jantan. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah itik Magelang jantan sebanyak 100 ekor. Bahan penyusun ransum adalah dedak halus, jagung, nasi kering, bungkil kedelai, tepung ikan, premix dan sari jeruk nipis. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah perbedaan penambahan level sari jeruk nipis 0 ml (T1), 1,5 ml (T2), 3 ml (T3), 4,5 ml (T4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari jeruk nipis nyata meningkatkan (P<0,05) terhadap total bakteri asam laktat dan menurunkan bakteri coliform pada saluran pencernaan itik Magelang jantan. Nilai rata-rata dari T0, T1, T2 dan T3 untuk total bakteri asam laktat yaitu 816 CFU/ML, 956 CFU/ML, 1090 CFU/ML dan 1646 CFU/ML; total bakteri coliform yaitu 932 x 105 MPN/gram, 332 x 105 MPN/gram, 210 x 105 MPN/gram dan 129 x 105 MPN/gram.Kata kunci : Itik Magelang Jantan, Sari Jeruk Nipis, Bakteri Asam Laktat, Bakteri ColiformABSTRACT Duck is one of the local poultry producers have potential as a source of animal protein. This study aimed to determine the effect of the addition of lemon juice (Citrus aurantifolia) to total lactic acid bacteria and coliform bacteria in the gastrointestinal tract (doudenum, jejenum and ileum) Magelang male duck. The material used in this study were as many as 100 male Magelang duck tail. Rations are the building blocks of fine bran, corn, dry rice, soybean meal, fish meal, premix and lime juice. Experimental design used in this study was completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Treatment applied is the difference in the level of the addition of lime juice 0 ml (T1), 1.5 ml (T2), 3 ml (T3), 4.5 ml (T4). The results showed that the addition of lime juice significantly increased (P <0.05) to total lactic acid bacteria and coliform bacteria in the lower digestive tract Magelang male ducks. The average value of T0, T1, T2 and T3 to total lactic acid bacteria is 816 CFU /ml, 956 CFU /ml, 1090 CFU /ml and 1646 CFU /ml; Total coliform bacteria are 932 x 105 MPN/g, 332 x 105 MPN/g, 210 x 105 MPN/g and 129 x 105 MPN/g.keywords: duck Magelang male, orange juice, lactic acid bacteria, coliform bacteria