cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
OUTBOUND SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PSIKOLOGIS PADA ATLET Eka Novita Indra, RR.Wijayanti
MEDIKORA Vol. IX No. 1 Oktober 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.133 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4647

Abstract

Outbound memiliki kecenderungan dan hampir pasti melibatkan aktivitas fisik,akan tetetapi banyak dari kita yang belum menyadari bahwa bukan karena terlihat hanyabersifat aktivitas fisik, berarti kemanfaatannya hanya terbatas pada aspek fisik semata.Ada banyak nilai dan manfaat yang mungkin tidak secara langsung dapat dirasakan olehseseorang yang melakukan outbound, khususnya pada atlet. Apabila seorang atlet inginmemiliki kapasitas diri yang maksimal baik itu fisik maupun psikis untuk menunjangterlaksananya program latihan yang kemudian dapat memberikan prestasi optimal,dibutuhkan suatu bentuk latihan yang tidak hanya efektif tetapi juga menyenangkan,sebagaimana adanya komponen variasi latihan sebagai salah satu prinsip latihan agaratlet tidak merasa jenuh. Selain itu pada tahap tertentu, atlet tidak hanya disiapkan secarafisik tetapi juga psikologis.Keterampilan psikologis, sebagaimana kapasitas fisik dapat dilatih sehinggamencapai suatu level tertentu. Meskipun berbagai mitos seputar latihan keterampilanfisiologis berkembang, tetapi kita tidak dapat mengelakkan pentingnya keterampilanpsikologis atau kesiapan mental atlet dalam menunjang prestasi. Latihan fisik maupunlatihan keterampilan psikologis sekiranya dapat berjalan beriringan oleh karenanyadiperlukan adanya aktivitas yang memungkin untuk melatihkan keduanya, salah satualternatifnya adalah melalui aktivitas outbound. Kata Kunci: outbound, keterampilan psikologis atlet
MINAT KARYAWAN RS BETHESDA UNTUK MENGGUNAKAN FASILITAS OLAHRAGA DI GYM AND AEROBIC RS BETHESDA Maharani Pangestu Eka Saputri; Eka Novita Indra
MEDIKORA Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.457 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i2.23204

Abstract

Kesehatan merupakan syarat mutlak tercapainya produktivitas kerja, dan olahraga merupakan salah satu sarana untuk memperoleh kebugaran dan kapasitas fisik optimal. Mengikuti tren dan perkembangan zaman yang didasarkan pada peningkatan kesadaran masyarakat akan kesehatan, banyak instansi yang kemudian memfasilitasi karyawannya dengan menyediakan fitness centre. Terlebih institusi kesehatan, seperti Rumah sakit, khususnya Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Ironisnya, fasilitas gym dan aerobic di Rumah Sakit Bethesda belum dapat dimanfaatkan dengan baik oleh karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat karyawan Rumah Sakit Bethesda untuk menggunakan fasilitas olahraga di Gym and Aerobic Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan data menggunakan angket. Responden penelitian adalah karyawan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta yang berjumlah 270 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam bentuk persentase.Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa minat karyawan Rumah Sakit Bethesda untuk menggunakan fasilitas olahraga di gym and aerobic Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta berada pada kategori “sangat rendah” sebesar 1,89 % (4 orang), “rendah” sebesar 34,91 % (74 orang), “sedang” sebesar 33,96 % (72 orang), “tinggi” sebesar 22,17 % (47 orang), dan “sangat tinggi” sebesar 7,08 % (15 orang). Berdasarkan hasil penelitian tersebut terlihat bahwa, profesi tenaga kesehatan tidaklah serta merta menjadikan seseorang memiliki kesadaran untuk melakukan olahraga dengan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.
PENGARUH CORE STABILITY EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN TOGOK DAN KESEIMBANGAN DINAMIS ATLET Agung Muladi; B.M. Wara Kushartanti
MEDIKORA Vol 17, No 1 (2018): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.415 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v17i1.23490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh core stability exercise terhadap peningkatan kekuatan togok dan keseimbangan dinamis atlet UKM Pencak Silat UNY.Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Lokasi penelitian di GOR dan Hall Beladiri Universitas Negeri Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet UKM Pencak Silat Universitas Negeri Yogyakarta yang berjumlah 40 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan perhitungan rumus Slovin. Berdasarkan perhitungan ditentukan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling yang diambil secara acak dari 22 orang yang masuk kriteria inklusi dan eksklusi. Latihan diberikan 3 kali per minggu selama 16 kali pertemuan. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kekuatan togok menggunakan back dynamometer dengan validitas 0,82 dan reliabilitas 0,93. Instrumen keseimbangan dinamis menggunakan modified bass test dengan validitas 0,46 dan reliabilitas 0,75. Teknik analisis data menggunakan uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kekuatan togok dan keseimbangan dinamis setelah atlet mengikuti program latihan core stability exercise. Hal ini ditunjukkan dengan hasil paired sample t-test kekuatan togok dan keseimbangan dinamis nilai probabilitasnya adalah p = 0.025 dan p = 0.018, yang berarti dari 0.05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perlakuan core stability exercise terhadap peningkatan kekuatan togok dan keseimbangan dinamis yang bermakna pada atlet UKM Pencak Silat UNY.
PEMBERDAYAAN LANSIA DENGAN AKTIVITASOLAHRAGA REKREASI THERAPUETIK Bernadeta Suhartini
MEDIKORA Vol. V, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2505.065 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4676

Abstract

Perekonomian Indonesia yang semakin maju, berakibat positif bagiperbaikan lingkungan hidup dan kemajuan ilmu pengetahuan, sehinggameningkad^an usia harapan hidup sampai 65 tahun. Jumlah lansia padatahun 2005-2010 diperkirakan mencapai + 19 juta. Jumlah tersebut akanberpengaruh pada ekonomi negara, yang akan menanggung beban pendudukusia muda yang mempunyai sifat konsumtif dari pada produktif.Sebagairnana usia muda, lansia pada umumnya juga mempunyai sifat kon-^sumtif karena dianggap sudah tidak produktif dengan alasan gangguankesehatan.Model olahraga therapuetik merupakan salah sam olahraga lansiayang dapat dilakukan dengan rasa senang dan tidak membebani, karenalansia sudah mengalami penurunan secara anatomis, fisiologis, fisik, psikis.Dalam upaya meningkatkan rasa percaya diri, etos kerja dan semangathidup serta kemandirian, maka perlu melakukan aktivitas olahraga secarateratur, terukur dan terus menerus dilakukan untuk memacu produktivitaslansia.Selama ini olahraga lansia hanya terbatas pada olahraga yang bersifatformal dan tanpa ada permainan yang memotifasi lansia melakukan denganrasa senang. Perlombaan tidak pernah dilibatkan, misalnya pada saat perayaan17 Agustus, lansia jarang diberi kesempatan untuk ambil bagian padakegiatan olahraga. Olahraga therapeutik merupakan model olahraga per-Pemberdayaan Lansia dengan Aktivitas Rekreasi Therapuetik mainan yang dapat diperuntukkan pada lansia, karena olahraga ini mempunyaisifat menggcmbirakan sekaligus bermanfaat untuk melatih fisik danmeningkatkan kesehatan. Kunci: Aktivitas therapuetik, Lansia.
PENGARUH MASASE DENGAN TERAPI PANAS TERHADAP PEMULIHAN GANGGUAN NYERI OTOT TRAPEZIUS PADA PEMAIN RUGBY Gilang Fachri Maulana; Ali Satia Graha
MEDIKORA Vol 18, No 1 (2019): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.352 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v18i1.29190

Abstract

Olahraga rugby merupakan olahraga intensitas tinggi yang ditandai dengan adanya aktivitas lari dengan kecepatan tinggi, sprint, dan hantaman-hantaman antar pemain. Gangguan nyeri otot trapezius sering terjadi pada pemain rugby. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh masase dengan terapi panas terhadap pemulihan gangguan nyeri otot trapezius pada pemain rugby. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain rugby Universitas Negeri Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga didapatkan sampel sebanyak 10 orang. Data yang dikumpulkan adalah derajat nyeri otot trapezius sebelum dan sesudah perlakuan sebanyak 6 sesi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji hipotesis dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh masase dengan terapi panas terhadap pemulihan gangguan nyeri otot trapezius. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan nilai nyeri pada sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan (posttest) pada setiap sesi. Walaupun demikian, persepsi nyeri mengalami kenaikan kembali pada setiap sesi sebelum diberikan perlakuan. THE EFFECT OF MASSAGE WITH HEAT THERAPY ON THE RECOVERY OF TRAPEZIUS MUSCLE PAIN DISORDERS IN RUGBY PLAYERSAbstractRugby is a high-intensity sport characterized by high-speed running, sprinting, and collision between players. Trapezius muscle pain disorders often occur in rugby players. The purpose of this study was to determine the effect of massage with heat therapy on the recovery of trapezius muscle pain disorders in rugby players. This research is a pre-experimental research with one group pretest-posttest design. The population in this study is the rugby player of Yogyakarta State University. The sampling technique uses purposive sampling with inclusion and exclusion criteria so that a sample of 10 people is obtained. Data collected was the degree of trapezius muscle pain before and after treatment for 6 sessions. Data analysis techniques used descriptive analysis and hypothesis testing with the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that there was an effect of massage with heat therapy on the recovery of trapezius muscle pain disorders. This study shows that there is a decrease in the value of pain before and after the treatment (posttest) at each session. However, the perception of pain has increased again in each session before being given treatment.
OLAHRAGA DI BULAN RAMADHAN Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol. V,No. 1, April 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1589.151 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4693

Abstract

-
Pengaruh latihan sirkuit dengan interval istirahat tetap dan menurun terhadap komposisi tubuh pemain bola voli putri Fatkurahman Arjuna
MEDIKORA Vol 19, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.41 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v19i1.30975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menguji ada tidaknya perbedaan pengaruh jenis latihan sirkuit dengan interval istirahat tetap dan menurun terhadap komposisi tubuh pemain bola voli putri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan Metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Analisis data menggunakan analisis kuantitatif kelompok perlakuan menggunakan jenis latihan sirkuit dengan interval istirahat tetap dan menurun terhadap IMT (indeks masa tubuh dan lemak tubuh). Subjek dalam penelitian ini pemain bola voli baja 78 yang berjumlah 36 orang. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa perlakuan latihan sirkuit interval dengan istirahat tetap dan kontrol sama-sama tidak menunjukkan peningkatan yang berarti antara pretest dan posttest sedangkan pada pengukuran IMT perlakuan latihan sirkuit dengan interval menurun menunjukkan peningkatan yang berarti. Effect of circuit training with fixed and decreased resting interval on body composition of female volleyball playersAbstractThis study aims to examine and test whether there are differences in the effect of circuit training types with fixed and decreased resting interval on the body composition of female volleyball players. This research is a quantitative research with quasi-experimental method. The data analysis used quantitative analysis of the treatment group using a type of circuit training with fixed and decreased rest intervals for BMI (body mass index and body fat). Subjects in this study were “baja 78” volleyball players totaling 36 people. The measurement results showed that the treatment of interval training circuits with constant rest and control equally did not show a significant increase between pretest and posttest whereas the measurement of BMI treatment circuit training with a decreased interval showed a significant increase.
LATIHAN FISIK DAN KEKEBALAN TUBUH Hari Yuliarto
MEDIKORA Vol. IV,No. 1, April 2008
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3201.081 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4711

Abstract

-
EVALUASI EFEK ERGOGENIK GINSENG Rachmah Laksmi Ambardini
MEDIKORA Vol. I, No. 1, April 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1496.276 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4732

Abstract

Ginseng merupakan tanaman obat yang sudah lama digunakan dan  dipercaya mempunyai efek adaptogen dan ergogenik. Suplemen ginseng banyak  dikonsumsi olahragawan dengan tujuan utama meningkatkan kinerja fisik.   Salah  satu spesies yang paling sering digunakan adalah Panax ginseng  C.A.Meyer atau  ginseng Korea. Komponen zat aktif Pginseng adalah  ginsenoside. Berbagai  penelitian menunjukkan bahwa Pginseng mampu  meningkatkan kinerja fisik,  meningkatkan fungsi psikologis, fungsi imun, dan  anti diabetik.  Penelitian tentang efek ergogenik ginseng memberikan hasil yang bervariasi.  Banyak penelitian bermakna jika dilakukan dengan menggunakan ekstrak  ginseng  standar, durasi penelitian lebih dari 8 minggu, dosis lebih dari 1 g akar  kering  atau ekuivalen, dan jumlah subjek yang lebih besar. Secara umum  ginseng aman  digunakan. Penelitian mendatang tentang efek ergogenik  ginseng harus  memperhatikan kualitas ekstrak, respons dosis, durasi  penelitian, dan desain  penelitian yang tepat.Kata kunci: ginseng, efek ergogenik
ANALISIS PROGRAM KEBUGARAN JASMANI PADA PUSAT-PUSAT KEBUGARAN JASMANI DI YOGYAKARTA Suharjana Suharjana
MEDIKORA Vol. XI No. 1 Oktober 2013
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.256 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.2813

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui cara evaluasi kebugaran dan kesehatan awal bagi setiap member yang akan berlatih di pusat kebugaran, (2) untuk mengetahui program latihan yang akan digunakan untuk mencapai tujuan peserta fitness, (3) untuk mengetahui cara pemantauan program latihan yang telah disusun oleh instruktur. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalahmember pria atau wanita di fitness center yang ada di Yogyakarta, yang meliputifitness yang berlokasi di Hotel, ataupun di GOR. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah member pria atau wanita di fitness center di Yogyakarta yang berjumlah 30 orang dari 5 fitness center. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitin ini adalah insidental sampling. Instrumen dalam penelitian adalah berupa panduan wawancara. Teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung kepadamember. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif kuantitatif dan selanjutnya dilakukan pemaknaan sebagai pembahasan atas permasalahan yang diajukan dengan mengacu pada kaidah-kaidah keilmuan dan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta latihan di fitnescentre adalah para mahasiswa, dengan tujuan untuk membentuk tubuh agar tampil atletis. Program latihan dan proses latihan dibuat dan diawasi oleh instruktur, namun secara umum hasil latihan tidak dilakukan pengukuran sebagai bahan evaluasi, dan evaluasi hanya dilakukan secara kualitatifKata Kunci: member fitness centre, evaluasi kesehatan

Page 9 of 32 | Total Record : 314