cover
Contact Name
Abdan Rosadi Nasution
Contact Email
mandailingpublishernusantara@gmail.com
Phone
+6282260474566
Journal Mail Official
admin@mandailingpublisher.com
Editorial Address
Mompang Julu, Kec. Panyabungan Utara, Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kab. mandailing natal,
Sumatera utara
INDONESIA
Mandailing Journal of Education and Sciences
ISSN : -     EISSN : 31248861     DOI : https://doi.org/10.66698/mjoes
Core Subject :
Mandailing Journal of Education and Sciences (MJOES) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitian, kajian konseptual, pengembangan, serta inovasi dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah akademik yang kredibel dalam menyebarluaskan pengetahuan, temuan-temuan mutakhir, serta pengembangan teori dan praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan dan kemajuan sains. Nama “Mandailing” dipilih sebagai representasi identitas kultural dan semangat pengembangan pendidikan serta ilmu pengetahuan yang berakar pada nilai-nilai lokal dan relevansi global. Mandailing Journal of Education and Sciences (MJOES) menerapkan proses peer-review yang objektif, transparan dengan melibatkan reviewer yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang keilmuannya. Pengelolaan jurnal ini berlandaskan pada prinsip etika publikasi ilmiah yang mengacu pada pedoman Committee on Publication Ethics (COPE).
Arjuna Subject : -
Articles 31 Documents
KAJIAN PSIKOLOGI DAN PERSPEKTIF ISLAM DALAM MEMAAFKAN UNTUK MERAIH KETENANGAN JIWA PADA GEN Z Aura Mutiara Ramadhani; Cinta Hemalika Queena Aurellia; Endang Switri; Imelia Imelia; Nadhifa Dinda Wideary; Uswattun Nafiza Izhara
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.12

Abstract

Perkembangan teknologi digital saat ini membawa perubahan yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental Generasi Z yang lahir antara  tahun 1997 hingga 2012. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep memaafkan dan ketenangan jiwa dalam perspektif psikologi positif dan Islam sebagai upaya menjaga kesehatan mental Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai jurnal dan buku yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa memaafkan efektif dalam mengurangi emosi negatif, seperti amarah, kecewa dan sakit hati, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis, kesehatan fisik, dan kualitas hubungan interpersonal. Dalam psikologi positif, memaafkan merupakan kekuatan karakter yang berkontribusi terhadap peningkatan emosi positif, kepuasan hidup, dan kesejahteraan individu. Sementara itu, konsep ketenangan jiwa dalam Islam yang diwujudkan melalui zikir, doa, tawakkal, sabar, dan ridha memiliki keselarasan dengan konsep psikologi modern seperti mindfulness, acceptance, positive reframing, dan social well-being. Integrasi antara memaafkan dan ketenangan jiwa dapat membantu Generasi Z mengembangkan ketahanan psikologis, keseimbangan emosional, serta kesehatan mental yang lebih baik. Dengan demikian, penguatan nilai-nilai Islam dan pendekatan psikologi positif dapat menjadi landasan yang efektif dalam membangun kesehatan mental Generasi Z yang tangguh secara emosional, psikologis, dan spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang modern.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI MODERN DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nursarah Puan Delisa; Anisah Muthia Saputri; Aqilah Siti Zhafirah; Nazwa Octaviana; Keisha Kallista Dzakiyah; Alfiyyah Zhafirah; Endang Switri
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.14

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor yang penting dalam menentukan tingkat keberhasilan dari proses akademik mahasiswa. Dalam perspektif psikologi, motivasi dipahami sebagai dorongan internal maupun eksternal yang memengaruhi perilaku individu dalam mencapai tujuan tertentu. Sedangkan dalam perspektif Islam, motivasi belajar dipandang sebagai niat atau dasar seseorang untuk mendapatkan pengetahuan yang didasari dengan tujuan mendapatkan pahala ataupun hal-hal lain yang bersifat spiritual. Pembahasan difokuskan pada mahasiswa sebagai subjek kajian karena karakteristik pembelajaran di perguruan tinggi memiliki tuntutan akademik dan kemandirian yang lebih kompleks dibandingkan jenjang pendidikan sebelumnya. Artikel bertujuan untuk mengkaji motivasi belajar dengan melihat faktor eksternal dan internal seperti efikasi diri, tujuan akademik, dan dukungan keluarga, serta kesamaan dari perspektif psikologi modern dan juga bukti nyata yang terdapat pada dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadist. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan narative literature review. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa motivasi belajar, baik intrinsik maupun ekstrinsik, sangat dipengaruhi oleh pemenuhan kebutuhan dasar hingga pencapaian aktualisasi diri.
KAJIAN PUSTAKA TENTANG PENGARUH METODE STORYTELLING BERBASIS KISAH QUR'ANI TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL Endang Switri; Zaskia Nailah Elfadillah Dharmawan; Tanisha Azzahra W; Madila Ariva Septrya; Balqis Intan Mutmainah; Siti Nabila; Keyla Nafri Gumay
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.17

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan salah satu aspek penting dalam proses perkembangan individu, terutama pada remaja. Kecerdasan emosional juga berperan dalam kemampuan mengelola emosi, membangun hubungan relasional, dan pengambilan keputusan secara bijak. Namun, sering ditemukannya permasalahan yang diakibatkan rendahnya kecerdasan emosional. Salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional adalah dengan menggunakan metode storytelling berbasis kisah Qur’ani yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode storytelling berbasis kisah Qur’ani terhadap kecerdasan emosional. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah 6 literatur berupa jurnal ilmiah, buku,  dan hasil penelitian terdahulu. Hasil dari kajian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa storytelling kisah Qur’ani memiliki potensi positif dalam membantu perkembangan kecerdasan emosional. Kisah Qur’ani juga membuat pembelajaran terasa lebih menarik, bermakna, dan mudah dipahami. Namun, ada beberapa penelitian menunjukkan bahwa metode storytelling kisah Qur’ani ini tidak selalu signifikan karena dipengaruhi berbagai faktor seperti durasi penerapan, jumlah sampel, lingkungan, dan metode penyampaian. Dengan begitu, storytelling berbasis kisah Qur’ani efektif dalam mendukung pendidikan karakter dan kecerdasan emosional jika diterapkan secara konsisten dan juga didukung oleh kebiasaan serta lingkungan yang mendukung.
INTEGRASI TEORI BEHAVIORISME DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK: KEDISIPLINAN DIRI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Azizah Azizah; Syifa Zhafira; Davina Salsabilah; Muhammad Rafaqi Alfath; Azka Alya Dzikra; Endang Switri
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.18

Abstract

Kedisiplinan dan karakter peserta didik memiliki permasalahan utama sejalan dengan pengaruh teknologi informasi perkembangan zaman serta kurang optimalnya penerapan pendidikan karakter dalam lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teori behaviorisme dalam pembentukan akhlakul karimah, khususnya kedisiplinan diri, dalam perspektif pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai literatur ilmiah dan sumber relevan terkait teori behaviorisme dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori behaviorisme memiliki keterkaitan yang kuat dengan konsep pembentukan akhlak dalam Islam karena sama-sama menekankan proses pembiasaan, keteladanan, stimulus-respons, serta penguatan perilaku melalui reward dan punishment. Implementasi pembiasaan ibadah, budaya disiplin, dan pengawasan yang konsisten terbukti mampu membantu peserta didik membangun sikap tanggung jawab, kepatuhan, dan pengendalian diri. Lebih dari itu, dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembentukan karakter disiplin. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa integrasi teori behaviorisme dalam pendidikan Islam dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk akhlakul karimah dan kedisiplinan diri peserta didik secara berkelanjutan.
STRATEGI ORANG TUA DALAM MENANAMKAN NILAI SPIRITUAL ANAK USIA DINI BERBASIS KETELADANAN Abbelia Fazle Rabbi Andira; Shakila Riona Putri; Chelsea Wulandari; Keisha Anindita Cahyani; Faiqah Syifa Syahirah; Endang Switri
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.20

Abstract

Di era arus informasi digital yang sangat cepat saat ini, mengakibatkan penanaman nilai spiritual pada anak-anak menjadi sangat sulit. Hal ini menyebabkan, waktu interaksi penting antara orang tua dan anak berkurang. Dengan menganalisis literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual peran orang tua dalam hal ini. Metode studi literatur sistematis (systematic literature review) digunakan untuk menganalisis artikel jurnal, buku, dan dokumen ilmiah yang mencakup literatur domestik dan internasional yang telah melalui peninjauan rekan dan memenuhi standar kelayakan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga dimensi utama yang membentuk peran orang tua dalam mengajarkan anak-anak nilai spiritual: (1) contoh dalam tindakan ibadah dan etika sehari-hari; (2) pembiasaan yang konsisten terhadap ritual keagamaan dalam keluarga; dan (3) komunikasi spiritual yang terbuka. Harmoni hubungan orang tua-anak, keselarasan nilai dalam keluarga dan lingkungan sosial, dan kemampuan orang tua untuk menyesuaikan diri dengan tantangan zaman modern adalah semua faktor yang mempengaruhi efektivitas penanaman nilai spiritual. Disimpulkan bahwa orang tua memiliki peran yang utama dalam membentuk spiritualitas anak, dan keberhasilannya sangat bergantung pada keteladanan yang konsisten dan komunikasi yang baik dalam keluarga.
PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA SEKOLAH BERBASIS PESANTREN (STUDI KASUS DI SMP ASSAIDIYYAH KEPANJEN) Leony Ayu Puteri Umbara; Eko Pujiati; Nukhan Wicaksono Pribadi; Khoirotul Bariyah
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.21

Abstract

Penerapan Profil Pelajar Pancasila menjadi bagian penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka untuk memperkuat karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Profil Pelajar Pancasila pada sekolah berbasis pesantren di SMP Assaidiyyah Kepanjen, meliputi bentuk implementasi, faktor pendukung, dan faktor penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan enam informan utama, yaitu satu wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dua guru pelaksana Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan tiga peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta angket kepada 120 siswa sebagai data pendukung untuk memperkuat temuan kualitatif. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Profil Pelajar Pancasila terintegrasi dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang diselaraskan dengan budaya pesantren. Sebanyak 56,7% siswa menyatakan pembelajaran Kurikulum Merdeka lebih sesuai dengan kebutuhan belajar mereka, 65,8% siswa menilai Profil Pelajar Pancasila penting diterapkan di sekolah, dan 64,2% siswa menyatakan kegiatan P5 memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Dimensi yang paling menonjol adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, gotong royong, dan bernalar kritis. Faktor pendukung implementasi meliputi dukungan stakeholder sekolah dan pendanaan BOS, sedangkan faktor penghambat berupa padatnya kegiatan kepesantrenan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan model implementasi Profil Pelajar Pancasila yang terintegrasi dengan budaya pesantren sebagai alternatif penguatan pendidikan karakter pada sekolah berbasis pesantren.
ANALISIS KARAKTER SOSIAL MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) UNIVERSITAS WISNUWARDHANA MALANG Maria Susanti Ina Deghu; Shofiatul Azmi; Indria Kristiawan; Dian Utami Ikhwaningrum
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.22

Abstract

Karakter sosial mahasiswa merupakan aspek penting dalam pembentukan tanggung jawab sosial dan watak kewarganegaraan di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakter sosial mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Wisnuwardhana Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Informan penelitian terdiri atas mahasiswa aktif PPKn yang memiliki variasi keterlibatan dalam kegiatan akademik, organisasi kemahasiswaan, dan aktivitas sosial kampus, serta didukung oleh informan dari unsur dosen dan pengurus organisasi kemahasiswaan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter sosial mahasiswa berkembang melalui interaksi akademik, kegiatan organisasi, dan budaya kampus yang mendukung terbentuknya sikap toleransi, tanggung jawab, kerja sama, komunikasi interpersonal, dan kepedulian sosial. Mahasiswa yang aktif dalam organisasi cenderung memiliki pengalaman sosial yang lebih beragam serta partisipasi yang lebih tinggi dalam kegiatan kolektif. Penelitian ini juga menemukan bahwa sebagian informan memandang intensitas penggunaan media sosial berkaitan dengan berkurangnya frekuensi interaksi sosial secara langsung. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan akademik dan nonakademik yang mendorong keterlibatan sosial mahasiswa secara berkelanjutan.
ANALISIS HUKUM DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK Emilda L. M. Gomes; Ni Wayan Suarniati; Agung Supriyanto; Tulus Wahyuono
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.23

Abstract

tetapi juga menimbulkan konsekuensi terhadap pemenuhan hak-hak anak dan proses pembentukan karakter mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya perceraian serta dampaknya terhadap pembentukan karakter anak di Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dalam perspektif hukum keluarga dan perlindungan anak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri atas empat orang tua yang mengalami perceraian dan empat anak dari keluarga bercerai yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian dipengaruhi oleh ketidakharmonisan rumah tangga, konflik berkepanjangan, rendahnya kualitas komunikasi, hilangnya rasa saling percaya, serta tindakan salah satu pasangan meninggalkan rumah. Dampak perceraian terhadap pembentukan karakter anak terlihat pada munculnya sikap tertutup, pendiam, kurang percaya diri, sensitif dalam pergaulan sosial, dan kesulitan dalam penyesuaian diri akibat berkurangnya keterlibatan kedua orang tua dalam pengasuhan. Di sisi lain, sebagian anak menunjukkan perkembangan karakter berupa kemandirian sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan kondisi keluarga. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter anak pascaperceraian dipengaruhi oleh kualitas pengasuhan, dukungan keluarga, dan lingkungan sosial yang diterima anak. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan ketahanan keluarga dan perlindungan hak anak sebagai bagian dari upaya mendukung implementasi Asta Cita ke-4 melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter serta Asta Cita ke-8 melalui penguatan harmoni sosial dan nilai-nilai keluarga dalam kehidupan masyarakat.
ANALISIS PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ANAK DALAM KASUS DUGAAN KEKERASAN DI TEMPAT PENITIPAN ANAK (TPA) YOGYAKARTA Konstantinus Dua Dhiu; Yuliana Ngewi; Maria Yuliana Wulu; Advensiana Nono; Aloysia Seke; Maria Saferia Ari; Maria Jeniari Wea; Florentina Meo; Oktavianey Wunga; Maria Edo Meo; Florantina Wonga Rua; Emirensiana Bhebhe
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.24

Abstract

Penelitian ini mengkaji perlindungan dan pemenuhan hak anak dalam kasus dugaan kekerasan di Tempat Penitipan Anak (TPA) atau daycare di Yogyakarta dengan mengambil kasus Daycare Little Aresha sebagai objek kajian. Penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengasuhan anak yang belum sepenuhnya diimbangi dengan pengawasan dan penerapan standar perlindungan anak yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk perlindungan hukum terhadap anak, tanggung jawab penyelenggara daycare, serta efektivitas pengawasan dan penegakan hukum dalam menjamin pemenuhan hak anak di lingkungan tempat penitipan anak. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang bersumber dari bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu, serta bahan hukum tersier berupa kamus hukum serta berbagai sumber pendukung lainnya. Kemudian, seluruh bahan hukum tersebut dianalisis menggunakan pendekatan  deskriptif kualitatif melalui identifikasi norma hukum, penelaahan fakta kasus, serta analisis keterkaitan antara ketentuan hukum dan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak dalam penyelenggaraan daycare, diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Namun, kasus yang dikaji menunjukkan adanya indikasi belum optimalnya pemenuhan hak anak yang ditandai oleh lemahnya pengawasan terhadap penyelenggaraan daycare, belum maksimalnya penerapan standar layanan pengasuhan, serta perlunya penguatan koordinasi pengawasan antara pemerintah, penyelenggara, dan masyarakat. Perlindungan dan pemenuhan hak anak di lingkungan daycare perlu dilakukan melalui pendekatan penal dan non-penal secara terpadu, baik melalui penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terjadi maupun melaui upaya pencegahan berupa penguatan pengawasan, peningkatan kompetensi pengasuh, dan pembinaan penyelenggara daycare.
PERAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn DALAM MEMBENTUK KESADARAN POLITIK SISWA: STUDI PUSTAKA Budi Azhari Muda Hasibuan; Suci Rahayu; Ipsa Sipahutar
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.26

Abstract

Perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial, telah membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial sebagai media pembelajaran dalam membentuk kesadaran politik siswa melalui pendekatan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki potensi besar sebagai sarana pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan partisipatif, sehingga mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap isu-isu politik serta nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan Pancasila. Melalui pemanfaatan konten digital seperti video, infografis, dan diskusi daring, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan politik, tetapi juga mengembangkan sikap kritis, toleransi, dan keterampilan partisipasi politik. Namun demikian, penggunaan media sosial juga menghadirkan tantangan berupa disinformasi, ujaran kebencian, serta rendahnya literasi digital yang dapat memengaruhi pola pikir siswa. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif guru dalam mengintegrasikan literasi digital dengan pembelajaran PPKn serta melakukan pendampingan yang tepat agar media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana edukasi politik. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi mitra strategis dalam membentuk generasi muda yang sadar politik, kritis, dan bertanggung jawab sebagai warga negara.

Page 2 of 4 | Total Record : 31