cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DI DESA SARAWANDORI, KOSIWO KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN, PROVINSI PAPUA Karubaba, Obaja; Purwanti, Frida; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.456 KB)

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat pesisir di desa Sarawandori dapat membantu meningkatkan pendapatan nelayan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat pesisir di desa Sarawandori Kosiwo Kabupaten Kepulauan Yapen Papua. Metode penelitian bersifat deskriptif  dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposive berdasarkan pertimbangan jenis kegiatan. Data dikumpulkan dengan cara observasi lapangan, wawancara terhadap 50 masyarakat nelayan dari 18 KK yang menerima bantuan dan mengikuti program pemberdayaan masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5 kegiatan program pemberdayaan masyarakat pesisir di desa Sarawandori yaitu: Pengembangan kapasitas aparat kampung, Pelatihan budidaya rumput laut dan ikan (Keramba), Metode Penangkapan ikan, Pemasaran hasil perikanan, Metode bantuan sarana budidaya ikan yang sudah berjalan dari tahun 2007 sampai sekarang. Pelaksanaan program yang prioritas di desa Sarawandori yaitu pemanfaatan sumber laut untuk meningkatkan kehidupan masyarakat nelayan. Prosedur atau mekanisme penyaluran bantuan berjalan sesuai dengan ketentuan. Community Empowerment Program at the coastal village of Sarawandori can help to increase the income of fishermen. The purpose of this study were to identify and to evaluate the implementation of the program in the coastal village of Sarawandori Kosiwo Yapen Islands District of Papua. The research method is descriptive in which sampling was done purposively based on the consideration of the type of activity. Data were collected by field observations, interviews to the 50 fishers communities from 18 family leaders who receive aid and get the empowerment program. The research showed that there are 5 activities of the program in the Sarawandori villages namely: Capacity building of the officials village, training on culture of seaweed and fish (Cage), Fishing Methods, Fishery marketing and aids for aquaculture facilities. The program has been running from 2007 to the present. Implementation of the priority programs at Sarawandori village is marine resources utilization to improve the life of fishers communities. Procedure and mechanism of aid delivery is running well in accordance to the regulation.
DAMPAK EKONOMI KEBIJAKAN PEMBATASAN UKURAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) 10 cm DI BETAHWALANG, DEMAK Fitriani, Laily; Ghofar, Abdul; Wijayanto, Dian
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 3, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.703 KB)

Abstract

ABSTRAKSubsektor perikanan dapat berperan dalam pertumbuhan perekonomian bangsa Indonesia karena potensi sumberdaya ikan yang besar dalam jumlah dan keragamannya. Selain itu, sumberdaya ikan termasuk sumberdaya yang dapat diperbaharui dengan pengelolaan yang bijaksana, sehingga dapat terus dinikmati manfaatnya. Rajungan adalah salah satu jenis sumberdaya ikan yang potensial untuk dikembangkan. Selain harganya yang relatif tinggi, semua yang terkandung dalam tubuh rajungan juga dapat dikonsumsi. Oleh sebab itu, penangkapan rajungan oleh para nelayan dengan berbagai ukuran marak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekonomi terhadap pembatasan ukuran rajungan (Portunus pelagicus) yang tertangkap dengan ukuran 10 cm di Desa Betahwalang, Demak. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2014 – Juni 2014 Di Betahwalang, Demak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, kuisioner dan wawancara langsung dengan nelayan. Responden dalam wawancara sebanyak 40 orang dengan hasil tangkapan yang berbeda-beda setiap trip-nya. Data yang diperoleh dari hasil wawancara kemudian diolah menggunakan statistikparametrik dengan membedakan dua variabel yaitu berat tangkapan (g) dan penerimaan (Rp) dengan regulasi dan tanpa regulasi. Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa kebijakan pembatasan ukuran rajungan yang tertangkap  tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil tangkapan nelayan, sehingga kebijakan tersebut dapat diterapkan. Kata Kunci : kebijakan, ukuran rajungan, regulasi ABSTRACT Fisheries sector can contribute for  economy growth of Indonesia because Indonesia have a high  fish resources, both in  the amount and diversity.Fish resources are  renewable resource and need to be managed wise for continue benefits. Blue swimming crab (Portunus pelagicus) is one of potential fisheries resources.  The blue swimming crab price is relatively high and all part of blue swimming crab crab body also can be consumed. Therefore, blue wimming crabs capture by the fishermen with various size is overexploited.This research purpose was to analys the scenario impact  of  restriction size blue swimming crab application (minimum size of 10 cm) in Betah Walang village, Demak. Research was be done at May 2014 to June 2014. Data collecting methods used observation methods, questionnaire and interview with fisherman. This reserach used 40 people as respondent. Then, data obtained was be analys use parametric statistic, both weight catch (g) and revenue  (Rp) with regulation and without regulation. This research proved if there were not significance difference as the impact of minimum size regulation application. Key words: policy, size of blue swimming crab, regulation
KANDUNGAN BAHAN ORGANIK SEDIMEN DAN KADAR H2S AIR DI DALAM DAN DI LUAR TEGAKAN MANGROVE DESA BEDONO, KABUPATEN DEMAK Sa’diyah, Halimatus; Afiati, Norma; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.476 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i1.22527

Abstract

Kawasan mangrove dapat memproduksi bahan organik dari proses dekomposisi serasah yang jatuh yang menjadi penyuplai nuterien ke lingkungannya. Proses tersebut menggunakan oksigen terlarut yang apabila oksigen terlarut habis maka proses tersebut beralih ke proses dekomposisi secara anaerob yang menyebabkan terbentuknya senyawa H2S. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan bahan organik sedimen dan kadar H2S air di dalam dan di luar kawasan mangrove serta untuk mengetahui hubungan kandungan kadar H2S air dengan bahan organik sedimen dan oksigen terlarut di kawasan mangrove desa Bedono. Metode penelitian adalah metode survey. Penelitian ini dilakasanakn pada bulan Mei- Juni 2017 di lokasi yang mewakili kawasan mangrove dan lingkungan sekitarnya. Data yang diukur adalah suhu air, kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, oksigen terlarut, pH, bahan organik sedimen dan H2S air yang dilaksanakan empat kali dengan selang pengukuran dua minggu. Hasil yang didapat yaitu suhu air 28-31oC, kecerahan 14,5-68 cm, kedalaman 33-165 cm, kecepatan arus 0-0,1 m/s, oksigen terlarut , pH 5-6, bahan organik sedimen 7,73-20,27%, H2S air 0,003-0,037 mg/l. Kandungan bahan organik sedimen dan kadar H2S air tertinggi di dalam kawasan mangrove dengan rata-rata 16,36% dan 0,031 mg/l, dan terendah di luar kawasan mangrove dengan rata-rata 9,78% dan 0,01 mg/l. Kadar H2S tinggi di dalam kawasan mangrove dan lebih rendah di luar kawasan mangrove. Kadar H2S air dengan bahan organik sedimen dan oksigen terlarut berhubungan linier dengan persamaan H2S= 0,027 + 0,001BOS- 0,006 DO (r= 0,7246, BOS= Bahan Organik Sedimen, DO= Dissolved Oxygen). Mangroves produce organic matter from the decomposition of falling leaves, twigs etc, which supply nutrient to the environment. The process uses dissolved oxygen; when dissolved oxygen exhausted, it switches into anaerobic decomposition which causes the formation of H2S compounds. This study aims to knowing differences in sediment organic materials and H2S within and adjacent of mangrove areas and to determine the relation of H2S with sediment organic materials and dissolved oxygen in the mangrove areas of Bedono. Survey method is refered, and the study was conducted in May - June 2017 on locations representing mangrove areas and the surrounding environment. The data measured are water temperature, brightness, depth, current speed, dissolved oxygen, pH, sediment organic materials and H2S in the water. Sampling was conducted four times every fortnight. The result of the water temperature is  28-31 ° C, brightness 14.5 to 68 cm, 33-165 cm depth, current speed 0-0.1 m/s, dissolved oxygen 2-5,2 mg/l, pH 5-6, sediment organic material 7,73 to 20.27%, H2S 0.003 to 0.037 mg/l. Sediment organic materials and H2S were highest within the mangrove area, with an average 16.36% and 0.031 mg/l, and the lowest outside of mangrove area with an average 9.78% and 0.01 mg/l. H2S higher in the inside of  the mangrove areas compared to the outside of it. The relation of H2S with sediment organic materials and dissolved oxygen is linearly related according to the equation H2S= 0.027+ 0.001SOM- 0.006DO (r= 0.7246, SOM= Sediment Organic Materials, DO= Dissolved Oxygen).
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA MANGROVE DI PULAU KEMUJAN, KARIMUNJAWA Simanjuntak, Susi Watina; Suryanto, Agung; Wijayanto, Dian
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.081 KB)

Abstract

Pulau Kemujan memiliki ekosistem mangrove yang relatif bagus sehingga dikembangkan menjadi objek wisata. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan wisata mangrove serta mengembangkan strategi pengembangan wisata mangrove di Pulau Kemujan. Penelitian dilakukan bulan Mei – Juni 2014 di zona pemanfaatan wisata mangrove (tracking mangrove), Pulau Kemujan, Karimunjawa. Metode yang dilakukan adalah observasi dan survey lapangan dengan menyebar kuisioner dan wawancara kepada 100 responden yang terdiri dari wisatawan dan key person (dinas BTNJK, Kecamatan, Kelurahan). Data kuisioner diolah dengan menggunakan analisis SWOT, analisis Tingkat Manfaat dan Kondisi Sekarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi pengembangan wisata mangrove di Pulau Kemujan adalah SDA (kondisi ekologi hutan mangrove), SDM (tenaga kerja, kualitas SDM dalam menangani wisatawan, pengetahuan mengenai pariwisata konservasi), dan infrastruktur pariwisata mangrove (fasilitas tracking mangrove), sedangkan faktor eksternal yaitu wisatawan, regulasi hukum, infrastruktur pendukung, sosial-budaya, kuliner, objek wisata lain yang berhubungan dengan objek wisata mangrove, keamanan lokasi wisata mangrove, dan kemajuan teknologi. Strategi pengembangan wisata mangrove yang diprioritaskan di kawasan wisata mangrove (tracking mangrove) adalah pengembangan promosi wisata mangrove, pengembangan bandar udara dan souvenir khas daerah, pengembangan paket wisata mangrove dan non-mangrove, pengembangan infrastruktur energi, pengembanagan kuliner, pengembangan sumberdaya manusia, peningkatan infrastruktur penunjang (kesehatan, transportasi, komunikasi), pengembangan pariwisata konservasi mangrove, mitigasi, dan juga pengembangan perbankan. Kemujan island has relatively good mangrove ecosystem for ecotourism development. The purpose of this study is to identify the internal and external factors that influence the development of tourism and to develop strategies for mangrove tourism management in Kemujan Island. This study was conducted from May to June 2014 in mangrove tourism zone (tracking mangrove), Kemujan island. The methods of this study are observations and survey with questionnaires and interviews spread to 100 respondents consists of tourists and key persons (Goverment: BTNKJ Karimunjawa national park office, District, Sub-District). Questionnaire data were processed using SWOT analysis, analysis of benefits level and present condition. The results showed that the internal factors that influence the development of mangrove tourism on the island Kemujan are Natural Resources (ecological conditions of the mangrove), Human Resources (employee, quality of human resources to deal with tourists and knowledge about conservation tourism), and mangrove tourism infrastructure (tracking mangrove facility), while external factors are tourists, regulation and law, infrastructure support, socio-cultural, culinary, other attraction related mangrove tourism, mangrove site security and technological advances. Development strategy for mangrove tourism be priority of promotion in tracking mangrove is promotion mangrove tourism development, airport development, special souvenirs, mangrove and non-mangrove tour packages development, energy infrastructure development, culinary attraction, human resources development, improvement infrastructure support (health, transport, communication), mangrove conservation tourism development, mitigation development, as well as banking system development.
HUBUNGAN KANDUNGAN NITRAT DENGAN DENSITAS ZOOXANTHELLAE PADA BEBERAPA JENIS KARANG DI REEF FLAT PULAU PARI KEPULAUAN SERIBU JAKARTA Khuzma, Nur Latifah; Suryanto, Agung; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.18 KB)

Abstract

ABSTRAKPulau Pari merupakan salah satu pulau yang berada di tengah-tengah gugusan. Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas tinggi. Nitrat merupakan  nutrien sebagai salah satu faktor penentu terpeliharanya produktivitas perairan, maka penelitian ini akan mempelajari dukungan nitrat di dalam polip karang dan pengaruhnya terhadap keberadaan  zooxanthellae. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberagaman jenis karang, faktor lingkungan  yang  mempengaruhi  karang, kandungan nitrat dan densitas zooxanthellae pada beberapa jenis karang di reef  flat Pulau Pari Kepulauan Seribu Jakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2016 dengan metode deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh  jenis karang  yang dominan adalah  Acropora sp., Porites sp., dan Montipora sp., dengan penutupan karang hidup di stasiun I (dermaga) 36,4% kategori sedang, stasiun II (pemukiman penduduk) 22,4% kategori buruk dan stasiun III (jauh dari aktivitas penduduk) 67,2% kategori baik. Koefisien determinasi R2 antara nitrat dengan densitas  zooxanthellae pada masing-masing jenis karang dominan memiliki nilai R² yang  berbeda yaitu karang Acropora palifera diperoleh R²= 0.787 dapat diartikan bahwa variabel bebas X memiliki pengaruh kontribusi sebesar 78,7% terhadap variabel Y 21,3%, pada jenis karang Acropora divaricata diperoleh R²= 0.989 memiliki pengaruh kontribusi sebesar  98,9% terhadap variabel Y 1,1% dan jenis karang Porites cylindrica R²= 0.955 memiliki pengaruh kontribusi sebesar 95,5% terhadap variabel Y 4,5% lainnya dipegaruhi faktor lain diluar variabel X dari hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai R² diatas 0,5 yang berarti semakin erat hubungan antara variabel X dan Y. Semakin tinggi kandungan nitrat di dalam polip karang, maka semakin tinggi pula densitas zooxanthellae yang dikandungnya. Kata kunci: Beberapa Jenis Karang; Nitrat; Densitas Zooxanthellae; Pulau Pari ABSTRACT Pari Island is one island in the middle of the Thousand Islands cluster. Nitrate is a nutrient as a determining factor for the preservation of marine productivity, nutrients becomes an important factor. The problem is, whether the support is derived from the availability of nitrate in the water or in the coral polyps. Related to the above, this research will study the nitrate support in coral polyps and their effects on the presence of zooxanthellae. The purpose of this study is to determine the diversity of coral species, environmental factors affecting the coral, nitrate content and the density of  zooxanthellae in some types of coral on the Pari Island Reef Flat in Thousand Islands Jakarta. This study was conducted in March to April 2016, with descriptive method. The results obtained are the the dominant coral species Acropora sp., Porites sp., and Montipora sp., With live coral cover in the station I (pier) of 36,4% medium category, station II (residential) of  22.4% poor category and station III (away from the population activity) of 67,2% good category.The coefficient of R2 determination between nitrate with a density of  zooxanthellae in each the dominant coral species have different values R² is Acropora palifera obtained R²= 0.787 means that the independent variable X has the effect of a contribution of 78,7% to 21,3% Y variables, the coral species Acropora divaricata obtained R²= 0.989 has the effect of a contribution for 98,9% to 1,1% Y variables and coral species Porites cylindrica R²= 0.955 has the effect of a contribution of  95,5% to other variable Y 4,5% influenced other than the variable X of the results showed that the value of R² above 0,5 which means that the closer the relationship between the variables X and Y. the higher the nitrate content in coral polyps, the higher the density of zooxanthellae contains. Keywords: Types of Corals; Nitrate; Zooxanthellae Density; Pari Island
ANALISA SEBARAN SPASIAL IKAN CUCUT (Ordo Rajiformes) BERDASARKAN VARIASI KEDALAMAN DI PERAIRAN LAUT JAWA Fakhrurrizal, Richan; Hutabarat, Sahala; Hartoko, Agus
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.537 KB)

Abstract

Ikan cucut atau hiu termasuk dalam kategori ikan-ikan bertulang rawan (elasmobranchii). Cucut merupakan ikan demersal sehingga perlu diketahui kedalaman suatu perairan untuk mengetahui habitatnya. Kedalaman tersebut dapat diketahui dengan menggunakan penginderaan jauh. Penginderaan jauh merupakan suatu cara pengamatan objek tanpa menyentuh objek secara langsung. Tujuan penelitian adalah mengetahui perkembangan hasil tangkapan cucut, sebaran kedalaman di laut Jawa, dan hubungan antara sebaran kedalaman dengan hasil tangkapan cucut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Pertimbangan pengambilan data didasarkan pada hasil wawancara dengan nelayan setempat dan ketersediaan data produksi hasil tangkapan cucut yang dilengkapi titik koordinat lokasi penangkapan dari PPN Kejawanan pada tahun 2011 – 2012 adalah yang paling memadai, serta dilakukan pula analisa kedalaman yang berasal dari data batimetri laut Jawa. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi antara kedalaman dengan hasil tangkapan cucut untuk mengetahui hubungan sebaran spasial ikan cucut dengan variasi kedalaman, didukung dengan studi pustaka tentang habitat ikan cucut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil tangkapan Cucut Junjunan (Rhynchobatus djiddensis) tertinggi didapatkan pada musim barat tahun 2011 dengan total hasil tangkapan 7440 kg, sedangkan tangkapan Cucut Depo (Rhinobatos schegelii) tertinggi didapatkan pada musim timur tahun 2011 dengan total hasil tangkapan 7383 kg. Variasi kedalaman di laut Jawa yang menunjukkan daerah penangkapan cucut pada musim timur berkisar antara 11 – 167 m, dengan kedalaman rata-rata 80 m pada daerah penangkapan cucut Depo. Kedalaman pada musim barat berkisar antara 14 – 134 m, dengan kedalaman rata-rata 50 m pada daerah penangkapan cucut Junjunan. Secara umum nilai koefisien korelasi (r) setiap jenis cucut yang didapat pada musim timur maupun musim barat adalah ≤ 0,5. Hal ini menunjukkan bahwa hubungannya rendah (tidak erat) yang berarti terdapat sedikit pengaruh kedalaman terhadap hasil tangkapan cucut di laut Jawa.
KESESUAIAN PERAIRAN DAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN TANJUNG GELAM UNTUK WISATA REKREASI PANTAI DI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Dewi, Kartika Puspita; Anggoro, Sutrisno; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.657 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22570

Abstract

Pantai Tanjung Gelam adalah salah satu objek wisata yang berada dibagian barat pulau Karimunjawa. Pantai ini termasuk kedalam kawasan Taman Nasional Karimunjawa, dan merupakan salah satu zona yang termasuk kedalam zona pemanfataan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi wisata Pantai Tanjung Gelam, menganalisis indeks kesesuaian wisata pantai dan menganalisis daya dukung lingkungan Pantai Tanjung Gelam Pulau Karimunjawa, ditinjau dari aspek biogeofisik dan tata ruang. Penelitian dilakukan pada bulan April 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode studi kasus dengan kajian adalah potensi wisata pantai, indeks kesesuaian wisata, daya dukung lingkungan dan teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan tiga titik sampling berdasarkan lokasi kegiatan wisata dengan pertimbangan kemudahan dalam menjangkau lokasi titik sampling serta efisiensi waktu dalam melakukan penelitian. Penentuan persepsi daya tarik Pantai Tanjung Gelam menggunakan metode accidental sampling dengan membagikan 33 kuisioner kepada responden pengunjung. Potensi yang dimiliki Pantai Tanjung Gelam yaitu ekosistem terumbu karang dan karakteristik budaya lokal. Indeks kesesuaian wisata pantai Tanjung Gelam dari ke tiga stasiun memiliki kriteria S1 yaitu sangat sesuai untuk kegiatan wisata. Daya dukung kawasan di perairan pantai Tanjung Gelam dihitung berdasarkan indeks kesesuaian wisata kawasan dengan daya tampung 81 orang untuk bananaboat, daya tampung 135 orang untuk berenang dan daya tampung 17 orang untuk snorkling. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Pantai Tanjung Gelam merupakan pantai yang sesuai untuk kegiatan wisata seperti rekreasi pantai, bananaboat dan snorkling dengan daya tampung sebanyak 233 orang/hari dalam kawasan tersebut.   Tanjung Gelam Beach is one of the tourist attraction located in the western part of Karimunjawa island. This beach is included into the area of Karimunjawa National Park, and is one of the zones belonging to the zone of tourism utilization. The study aims to assess the potential for coastal tourism Tanjung Gelam Beach, analyze the suitability index of coastal tourism and analyze the environmental carrying capacity of Tanjung Gelam beach, Karimunjawa Island, in terms of biogeophysical and spatial aspects. This research was conducted in April 2018. The methods used in the research method of case studies with the study is the potential for coastal tourism, tourism, power suitability index support environment and purposive sampling technique was used to determine the three sampling points based on location tourism activities with consideration of ease in reaching out to the location of the sampling point and time efficiency in doing research. Determination of the perception of attractiveness of Tanjung Gelam method using accidental sampling with a respondent distributed a questionnaire to 33 respondents. The potential of Tanjung Gelam Beach is the coral reef ecosystem and the characteristics of local culture. Tanjung Gelam beach tourism suitability index of the three stations have S1 criteria that is suitable for tourism activities. The carrying capacity of the area in Tanjung Gelam coastal waters is calculated based on regional tourism suitability index with a capacity of 81 people for bananaboat, 135 people for swimming and 17 people for snorkeling capacity. Based on the research result, it is concluded that Tanjung Gelam Beach is a suitable beach for tourism activities such as beach recreation, bananaboat and snorkling with a capacity of 233 people / day in the area. 
STATUS PENCEMARAN SUNGAI PLUMBON DITINJAU DARI ASPEK TOTAL PADATAN TERSUSPENSI DAN STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS Khaeksi, Indraswari Putri; Haeruddin, -; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.583 KB)

Abstract

Sungai Plumbon merupakan salah satu sungai di kota Semarang, yang terletak di Mangunharjo, Mangkang, Semarang. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui konsentrasi Total Padatan Tersuspensi, struktur komunitas makrozoobentos, hubungan antara TSS dan makrozoobentos dan mengetahui status pencemaran sungai Plumbon Semarang. Metode sampling yang digunakan yaitu metode sistematic sampling. Zat Padatan Tersuspensi (Total Suspended Solid) adalah semua zat padat atau partikel-partikel seperti pasir, lumpur dan tanah liat yang tersuspensi didalam air dan dapat berupa komponen hidup. Konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) yang diperoleh pada 3 kali sampling adalah pada sampling I diperoleh rata - rata sebesar 257,78 mg/l ±136,84, pada sampling II diperoleh rata - rata sebesar 200 mg/l ± 118,51 dan pada sampling III diperoleh rata - rata sebesar 400 mg/l ±146,67. Ditinjau dari kurva ABC maka sungai Plumbon masuk ke dalam kategori sungai yang tercemar sedang hingga berat. Uji korelasi yang dilakukan antara TSS dengan Kelimpahan Individu menghasilkan korelasi negatif kuat, begitu pula pada uji korelasi TSS dengan keanekaragaman makrozoobentos yang menghasilkan korelasi negatif kuat. Plumbon river is located in Mangunharjo, Mangkang, Semarang. This research was conducted to study the concentration of Total Suspended Solid, macrozoobenthos community structure, the relationship between TSS and macrozoobenthos and the status of Plumbon river pollution. Sampling method used is systematic sampling method. Total Suspended Solid is all solids or other particles like sand, mud, and clay that are suspended in the water and can be biotic components. Average of Total Suspended Solid (TSS) concentration obtained from every station with 3 times sampling are: station I is 257,78 mg/l ±136,84, station II is 200 mg/l ± 118,51, and station III is 400 mg/l ±146,67. Based on ABC curve, Plumbon river is categorized as moderately to heavily polluted river. Correlation test conducted between TSS and individual abundance shows a strong and negative correlation, similarly with the correlation test between TSS and macrozoobenthos diversity that shows a strong and negative correlation.           
HUBUNGAN KONSENTRASI MINYAK DAN FENOL DENGAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI SUNGAI ASEM BINATUR, KOTA PEKALONGAN Mochammad Ardiansyah; Agung Suryanto; Haeruddin Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 1 (2017): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.605 KB) | DOI: 10.14710/marj.v6i1.19816

Abstract

ABSTRAKSungai Asem Binatur terletak di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Sungai ini selain menerima limbah domestik juga menjadi objek buangan limbah batik oleh para pelaku industri batik di daerahnya. Kandungan minyak dan fenol yang terdapat pada pembuatan batik ini mengalir menuju ke perairan sungai. Kandungan ini akan berdampak terhadap kelimpahan fitoplankton sebagai indikator kualitas perairan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2016 di Sungai Asem Binatur yang bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minyak dan fenol, mengetahui kelimpahan dan struktur komunitas fitoplankton dan mengetahui hubungan antara minyak dan fenol dengan kelimpahan fitoplankton. Metode yang digunakan adalah metode survey. Teknik pengambilan sampel air di bagian tengah sungai selanjutnya dianalisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi minyak di lokasi penelitian berkisar antara 1,2 – 10,4 mg/l, sedangkan konsentrasi fenol berkisar antara 0,0005 – 1,167 mg/l. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 609 – 1649 ind/l, indeks keanekaragaman (H’) dengan nilai 1,894 – 2,484, indeks dominasi (d) diperoleh nilai 0,125 – 0,224, dan indeks keseragaman (e) dengan nilai 0,717 – 0,846. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara minyak dengan kelimpahan fitoplankton pada taraf kepercayaan 95% dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,585 menunjukkan korelasi cukup. Sedangkan, terdapat hubungan yang signifikan antara fenol dengan kelimpahan fitoplankton dengan nilai korelasi (r) sebesar 0,861 menunjukkan korelasi kuat. Regresi linier berganda digunakan untuk membuktikan hubungan nyata antara minyak dan fenol dengan kelimpahan fitoplankton. Terdapat hubungan nyata dengan kelimpahan fitoplankton hanya pada konsentrasi fenol pada taraf kepercayaan 95% dengan nilai sig = 0,022, sedangkan konsentrasi minyak tidak terdapat hasil yang nyata sehingga dapat diabaikan dengan nilai sig = 0,809. Kata Kunci : Minyak; Fenol; Kelimpahan Fitoplankton; Limbah Batik; Sungai Asem Binatur. ABSTRACTAsem Binatur River is located in Pekalongan City, Central Java. Beside as an effluent of domestic waste, this river also an object to dump batik waste by batik industries nearby. Oil and phenol substance in these batik making flows into the river. These substance are going to cause an effect for the abundance of phytoplankton which is a water quality indicator. This research was done on July – August 2016 in Asem Binatur River and aimed to know oil and phenol substance, the abundance and phytoplankton community structure, also correlation of oil and phenol with the abundance of phytoplankton. Survey methode was used. Water sample which taken in the middle part of the river was analyzed. The result shown that oil concentration in the research location was around 1,2 – 10,4 mg/l, meanwhile phenol concentration was around 0,0005 – 1,167 mg/l. The abundance of phytoplankton was around 609 – 1649 ind/l, diversity index (H’) with 1,894 – 2,484 value, domination index value was 0,125 – 0,224, and uniformity index (e) with 0,717 – 0,846 value. There is no significant relation between oil and the abundance of phytoplankton at 95% trust level with correlation value (r) 0,585 which is an enough correlation. Meanwhile, there is a significant correlation between phenol and the abundance of phytoplankton with correlation value (r) 0,861 which is a strong correlation.  Double linier regretion was used to prove real correlation between phenol and oil with the abundance of phytoplankton. There is a real correlation with the abundance of phytoplankton but only in phenol concentration at 95% trust level with sig value = 0,022 while oil concentration did not have real result and could be ignored with sig value = 0,809.  Keywords: Oil; Phenol; The Abundance of Phytoplankton; Batik Waste; Asem Binatur River.                                                                                                                            
PENGELOLAAN TAMBAK DAN MANGROVE DI AREA PERTAMBAKAN DI DESA MOROREJO, KECAMATAN KALIWUNGU, KABUPATEN KENDAL Kridalaksana, Aprilian; Subiyanto, -; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.22 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara luas tambak dengan jumlah mangrove pada area pertambakan, pengaruh luas tambak dan jumlah mangrove terhadap tingkat produksi tambak tradisional bandeng pada luasan tambak yang berbeda, pengaruh tingkat produksi terhadap tingkat pendapatan petani tambak, dan menentukan strategi pengelolaan yang tepat pada area pertambakan di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dimana data dikumpulkan dari hasil observasi di lapangan dan wawancara menggunakan kuesioner terhadap 36 responden.Analisis data mengggunakan metode regresi dan korelasi Excel serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan luas tambak memiliki hubungan yang siginifikan dengan jumlah mangrove yang mengindikasikan bahwa semakin luas tambak, jumlah mangrove akan semakin banyak karena besarnya pengaruh mangrove terhadap tambak, perbandingan luas tambak dan jumlah mangrove memiliki hubungan dengan tingkat produksi yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi perbandingan luas tambak dan jumlah mangrove, maka tingkat produksi tambak akan semakin besar, maka semakin besar pula tingkat pendapatan petani tambak, serta strategi pengelolaan yang didapat adalah meningkatkan jumlah mangrove di tambak guna meningkatkan produksi dan pendapatan, memperkuat pematang dengan menanam mangrove dengan perbandingan yang sama dengan luas tambak guna menahan rob dan abrasi, petani tambak harus membuat kesepakatan dalam mengelola mangrove agar mangrove di area tambak tetap lestari, dan meningkatkan pengetahuan petani tambak mengenai tambak dan pengaruh mangrove terhadap produksi. The purpose of this research done to know correlation betweenfishpondarea and amount of mangrove, influence of fishpond areasand amount of mangrove in the fishpond areastoproduction levels milkfish on traditional fishpond at different fishpond areas, influence production level to income level of fishfarmers, and determine the appropriate management strategy at fishpondarea in Mororejo Village, Kaliwungu Sub-District, District of Kendal.The methods used in this research was descriptive method where data collected from observation in field and interview using quesioner to 36 respondents . Data analysis used regression and correlation methods and SWOT analysis.The results showed that fishpondareas had significant correlation to amount of mangrove that indicated greater fishpond areas, amount of mangrove are be more because of the big influence of the mangrove toward the fishpond, comparison fishpond areas and amount of mangrove had connections to production level that indicated the higher fishpond areas and amount of the mangrove, production levels of fishpondwould be greater, production levels had significant correlation to income level which indicated that the greater fishpond production level, income level of fishfarmers would be higher, and management strategy was improved amount of mangrove in fishpond area to increase production and income, strengthened embankment by planting mangrove same comparison to fishpond areas to arrest fishpond from high spring tide and abration, fishfarmers should make agreement in management to keep mangrove on fishpond areas, and improved fishfarmers knowledge about fishpond and influence of mangrove toward production