cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
Analisis Total Bakteri Pseudomonas sp pada Sampel Air Karamba Jaring Apung Nglonder Perairan Rawa Pening, Kabupaten Semarang Yurnaningsih, Dianti Eka; Widyorini, Niniek; Sabdaningsih, Aninditia
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.28440

Abstract

Rawa Pening merupakan danau di Jawa Tengah yang memiliki peran penting bagi kelangsungan hidup masyarakat sekitar. Permasalahan utama yang terjadi di Rawa Pening hingga saat ini adalah adanya fenomena eutrofikasi akibat banyaknya masukan bahan organik dari berbagai sumber, salah satunya dari kegiatan budidaya ikan di karamba jaring apung (KJA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan bakteri denitrifikasi, salah satunya yaitu kelompok Pseudomonas sp menggunakan media selektif Glutamate Starch Phenol (GSP) dan mengetahui parameter fisika-kimia perairan di kawasan KJA Rawa Pening. Penelitian ini berlangsung pada bulan Januari - Mei 2020, diawali dengan pengambilan sampel dan pengukuran parameter fisika dan kimia pada tanggal 23 Januari 2020. Perhitungan total bakteri dilakukan dengan metode Total Plate Count (TPC) dengan hasil berkisar antara 4,0 ×  cfu/mL hingga 3,8 ×  cfu/mL. Jumlah kelimpahan tertinggi berada di titik 2, yaitu titik yang berada di tengah-tengah kawasan karamba jaring apung (KJA). Hal ini berbanding lurus dengan hasil perhitungan nitrat dimana semakin tinggi kandungan nitrat maka kelimpahan bakteri juga semakin tinggi. Kandungan nitrat menunjukkan angka yang melebihi 0,2 mg/L, yaitu 1,17 – 1,60 mg/L sehingga berpotensi meningkatkan eutrofikasi. Hasil pengukuran parameter fisika-kimia pada perairan KJA Nglonder apabila dibandingkan dengan standar baku mutu PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalia menunjukkan bahwa variabel temperatur, kecerahan, kedalaman, pH, dan nitrat masih sesuai sedangkan nilai  DO berada di bawah standar baku mutu. 
Beberapa Aspek Biologi Ikan Red Devil (Amphilophus labiatus) di Waduk Jatibarang, Semarang Sakti, Akbar Parasukma; Solichin, Anhar; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.31709

Abstract

Ikan red devil (Amphilophus labiatus) merupakan salah satu ikan yang terdapat di Waduk Jatibarang. Pengkajian aspek biologi ikan ini masih belum dilakukan di Waduk Jatibarang. Pengelolaan terhadap ikan red devil (Amphilophus labiatus) di Waduk Jatibarang penting untuk dilakukan. Penelitian bertujuan mengetahui beberapa aspek biologi melalui struktur ukuran, hubungan panjang berat, faktor kondisi, panjang pertama kali ikan tertangkap, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, dan indeks kematangan gonad. Penelitian dilaksanakan di Waduk Jatibarang pada tanggal Juli sampaiOktober. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Berdasarkan penelitian didapatkan 33 ekor ikan red devil. Panjang ikan berkisar antara 9,2-21,7 cm dan beratnya berkisar antara 14-191 gram. Ukuran pertama kali tertangkap red devil (Amphilophus labiatus) berada pada ukuran 12,6 cm. Hasil hubungan panjang berat diperoleh persamaan W = 0,017657527cm3,070673869. Ukuran ikan yang tertangkap termasuk layak tangkap. Nilai faktor kondisi sebesar 2,565. Rasio kelamin ikan red devil (Amphilophus labiatus) jantan dan betina 1 : 0,57. Tingkat kematangan gonad hasil didominasi oleh TKG I (belum matang). Nilai IKG dibawah 20%. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan isometrik, bentuk tubuh agak pipih, rasio kelamin tidak seimbang. Tingkat kematangan gonad didominasi belum matang gonad dengan nilai indeks kematangan gonad menunjukkan ikan red devil dapat memijah lebih dari satu kali setiap tahun.
Kelimpahan dan Distribusi Larva Ikan Di Perairan Mangkang Wetan Semarang Bachtiar, Rizal; Ghofar, Abdul; Taufani, Wiwiet Teguh
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.29348

Abstract

Pantai Mangkang Wetan merupakan salah satu pantai dengan vegetasi mangrove di Kota Semarang. Kawasan mangrove merupakan daerah asuhan bagi larva ikan yang mampu menyediakan suplai makanan dan perlindungan bagi larva ikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan, pola distribusi, dan komposisi larva ikan di kawasan Pantai Mangkang Wetan. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari hingga Maret  di Pantai Mangkang Wetan Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah survei, dan metode untuk pengambilan sampel adalah metode random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu pola distribusi (Indeks Morisita (Iδ)), Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Keseragaman (e), dan Indeks Dominasi (D). Hasil penelitian larva ikan yang yang berhasil teridentifikasi sebanyak 83 individu yang terdiri dari 3 famili: Chanidae (63 individu), Mugilidae (16 individu), dan Ambassidae (4 individu). Kelimpahan larva ikan tertinggi terdapat pada stasiun 1 titik 2 dengan kelimpahan 15 ind/m3, sedangkan yang terendah stasiun 2 titik 3 dengan kelimpahan 2 ind/m3. Larva ikan famili Chanidae dan Ambassidae menyebar secara mengelompok, sedangkan larva ikan famili Mugilidae menyebar secara acak. Larva ikan yang medominasi adalah larva ikan famili Chanidae. 
Aspek Reproduksi Ikan Sembilang (Plotosus canius) Betina yang Didaratkan di Pengepul Wilayah Tambak Lorok Semarang Ziana, Silvia Mei; Solichin, Anhar; Taufani, Wiwiet Teguh
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.28391

Abstract

Ikan Sembilang merupakan ikan ekonomis penting yang banyak ditangkap oleh nelayan di Tambak Lorok Semarang. Informasi mengenai ikan Sembilang masih sedikit sehingga diperlukan adanya penelitian lebih lanjut mengenai aspek reproduksi untuk mempertahankan kelimpahan stoknya di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek reproduksi ikan Sembilang betina diantaranya meliputi struktur ukuran, nisbah kelamin, TKG, IKG, ukuran pertama kali matang gonad (Lm), fekunditas, dan diameter telur. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan pengambilan sampel acak. Penelitian ini dilaksanakan pada November – Desember 2019 dengan selang waktu pengambilan 1 minggu sekali di Pasar Ikan Hasil Laut Tambak Lorok Semarang, sehingga terhitung ada 8 kali pengambilan sampel dengan perolehan jumlah 32 ekor Sembilang. Pada penelitian ini hanya ikan betina yang diamati aspek reproduksinya. Panjang total ikan sampel yang diukur berkisar antara 47,5 – 82,3 cm. Nisbah kelamin menunjukkan perbandingan 1 : 7. Tingkat kematangan gonad menurut Cassie didominasi oleh tingkat III dan IV. Hasil IKG memberikan informasi matang gonad pada ikan Sembilang sebesar 89,28%. Nilai Lm sebesar 64,101 cm. Fekunditas diperoleh berkisar antara 1062 – 2863 butir/individu. Hasil pengukuran diameter telur menghasilkan ukuran sebesar 0,21 – 0,70 cm. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, menunjukkan ikan Sembilang betina mengalami recruitment overfishing dimana ukuran rata-rata ikan yang tertangkap lebih kecil daripada ukuran pertama kali matang gonad yaitu sebesar 64,101 cm.
Distribusi Spasial Dan Status Perlindungan Ikan Hiu Yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap Ashari, Asqita Rakhma; Hartoko, Agus; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.31886

Abstract

Perairan Cilacap merupakan perairan yang mengarah ke Samudera Hindia dan memiliki akses perikanan yang cukup besar. Potensi perikanannya antara lain ikan hiu dan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap menjadi salah satu dari sembilan sentra pendaratan hiu di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan model spasial ikan hiu berdasarkan suhu permukaan laut, mengetahui spesies yang tertangkap dan status perlindungannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis melalui Empirical Cumulative Distribution Function (ECDF) dan regresi polinomial. Data yang digunakan adalah data produksi perikanan PPS Cilacap tahun 2019-2020, data suhu permukaan laut CMEMS. Pada musim barat 2019, Cucut Slendang tersebar pada suhu 22,2 – 25,7 oC. Cucut Lanjaman pada suhu 22,2 – 26,2 oC. Pada musim timur 2019, Cucut Slendang pada suhu 23,3 – 28,5 oC, Cucut Lanjaman pada suhu 23,4 oC – 28,5 oC. Pada musim barat 2020, Cucut Slendang pada suhu 23,4 – 26,0 oC, Cucut Pahitan pada suhu 22,9 – 26,1 oC. Pada musim timur 2020, Cucut Slendang pada suhu 23,2 – 27,3 oC, Cucut Cakilan pada suhu 23,2 – 26,8 oC. Spesies ikan hiu yang tertangkap yaitu Cucut Slendang (Prionace glauca), Cucut Pahitan (Alopias superciliosis), Cucut Lanjaman (Carcharhinus falciformis), Cucut Cakilan (Isurus oxyrinchus), Cucut Tikusan (Alopias pelagicus), Cucut Cakilan Air (Isurus paucus), Cucut Pasiran (Carcharhius plumbeus), Cucut Martil (Sphyrna lewini), Cucut Brevipina (Carcharhinus brevipina) dan Cucut Buas (Galeocerdo cuvier). Status perlindungan diketahui berdasarkan Peraturan Pemerintah, CITES dan Red List IUCN.
Analisis Tingkat Kerusakan Mangrove Sebelum dan Sesudah Tsunami Di Pulau Sangiang Berdasarkan NDVI Nugroho, Tiyo Meizi; Hartoko, Agus; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.30111

Abstract

Pulau Sangiang merupakan salah satu pulau yang terletak strategis di Selat Sunda yang sering dikenal dengan julukan Seven Wonders of Banten karena memiliki potensi sebagai tempat wisata dan secara ekonomi dan nilai tanah yang sangat tinggi. Keanekaragaman hayati di sekitar Pulau Sangiang sangat melimpah. Tahun 2018 silam Selat Sunda di terjang tsunami setinggi 15 meter yang disebabkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau yang melululantahkan pesisir Banten dan Lampung, termasuk Pulau Sangiang yang merupakan daerah yang terdampak oleh gelombang tsunami. Tsunami tersebut membawa dampak pada ekosistem pesisir yang ada di Pulau Sangiang salah satunya ekosistem mangrove.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kerusakan mangrove di Pulau Sangiang sebelum dan sesudah gelombang tsunami tahun 2018 dan mengetahui faktor kerusakan mangrove di Pulau Sangiang menggunakan data citra satelit Sentinel 2A. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli  dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisa citra satelit dengan transformasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Metode pengambilan data lapangan dilakukan melalui pengamatan secara langsung dengan menentukan stasiun menyesuaikan dengan kondisi lokasi. Hasil penelitian dengan metode citra satelit Sentinel 2A menunjukan terjadi penambahan luasan mangrove setelah terjadi Tsunami sebesar 3,08 Ha, berdasarkan nilai indeks NDVI mangrove berkisar antara 0.07 sampai 0.75 pada tahun 2017 dan pada tahun 2020 memiliki nilai berkisar antara 0.08 sampai 0.71, sehingga diperoleh nilai tertinggi kerusakan setelah tsunami sebesar 0,610 yang termasuk kedalam kategori baik dan nilai terendah sebesar 0,466 yang termasuk kedalam kategori kerusakan sedang dan terjadi perubahan garis pantai sebesar 19 km setelah tsunami. 
Hubungan Kelimpahan Bakteri Vibrio sp dengan Bahan Organik Pada Ekosistem Mangrove di Desa Tapak Tugurejo, Semarang Rakhim, Lutfi Nur; Widyorini, Niniek; Ayuningrum, Diah
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.28807

Abstract

Kawasan Tugu merupakan salah satu kawasan pesisir yang mempunyai potensi produktivitas primer yang tinggi. Proses dekomposisi yang terjadi menyebabkan tingginya bahan organik yang dapat dimanfaatkan oleh organisme di dalamnya. Salah satu organisme yang mampu merombak unsur hara menjadi bahan organik adalah bakteri, tetapi keberadaan bakteri tidak selalu menguntungkan karena terdapat jenis bakteri yang menyebabkan penyakit bagi biota salah satunya Vibrio sp. Tingginya kandungan bahan organik dapat meningkatkan perkembangan bakteri termasuk bakteri patogen, selain itu masukan dari tambak di sekitar ekosistem mangrove dapat membawa bakteri yang berbahaya bagi biota perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dari bakteri Vibrio sp. dan hubungannya dengan bahan organik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2020 di desa Tapak, Tugurejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel air dilakukan pada tiga stasiun yang telah ditentukan di sepanjang sungai sampai muara. Hasil penelitian menunjukkan rata rata total bakteri Vibrio sp. pada stasiun 1 yaitu 0 Cfu/ml, stasiun 2 yaitu 2,9 × 103 Cfu/ml sedangkan stasiun 3 yaitu 1,0 × 102 Cfu/ml. serta kandungan bahan organik berturut turut pada ketiga stasiun yaitu 70,196 mg/l; 76,393 mg/l dan 73,312 mg/l. Berdasarakan analisis statistik diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara total bakteri Vibrio sp. dengan bahan organik dengan uji regresi linier sederhana yang menunjukkan nilai R2 melebihi 60%. Hal ini dapat terjadi karena masukan air dari masing masing stasiun yang berbeda dan adanya faktor lingkungan lain.
Analisis Kelayakan Finansial dan Strategi Pengembangan Pembibitan Mangrove Di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu Semarang Tahrin, Maria; Sabdaningsih, Aninditia; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.38092

Abstract

Mangunharjo merupakan salah satu Kecamatan Tugu yang berlokasi di Semarang Jawa Tengah. Wilayah Mangunharjo pernah mengalami rob akibat alih guna lahan mangrove menjadi tambak. Hal ini mendorong warga sekitar untuk menanam mangrove kembali serta melakukan pembibitan yang dapat dijual kembali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan teknik pembibitan mangrove, tingkat kelayakan finansial usaha pembibitan mangrove dan mengetahui strategi pengembangan usaha pembibitan mangrove di Mangunharjo, Kecamatan Tugu Semarang Jawa Tengah. Metode dari pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Hasil yang diperoleh yaitu teknik pembibitan dilakukan secara tradisional. Usaha pembibitan di Mangunharjo berdasarkan hasil analisis R/C ratio  dianggap layak dengan nilai lebih dari 1 yaitu 1,077  dan melalui pendekatan Break Even Point (BEP) mendapatkan hasil untuk BEP biaya produksi jika penjualan  mencapai 1.257 bibit dan penjualan bibit dikatakan impas jika memperoleh pendapatan sebesar Rp1.508.823,53. Berdasarkan analisis (SWOT), strengths (kekuatan),weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), threats (ancaman) usaha pembibitan ini berada pada kuadran III. Hal tersebut menunjukkan bahwa peluang usaha pembibitan sangat besar, namun masih menghadapi kendala secara internal. Maka diperlukan peningkatkan promosi, sistem pengadministrasian yang baik, dan partisipasi dari masyarakat.
Hubungan Tekstur Sedimen dengan Kelimpahan Makrozoobenthos dan Bahan Organik di Muara Sungai Tambak Bulusan Demak Hikmah, Nur Hikmah; Purnomo, Pujiono Wahyu; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.31179

Abstract

Sungai Tambak bulusan termasuk di pesisir Demak. Potensi desa ini selain adanya tambak juga pantai. Khusus untuk wisata, desa ini memiliki brand "Istambul" atau Istana Tambak bulusan sebagai daya tarik wisatanya. Selain untuk wisata Muara sungai ini sering dijadikan jalur transportasi sehingga kondisi ini akan berdampak terhadap kualitas perairan yang dapat mengakibatkan terjadi pencemaran dan mempengaruhi makrozoobenthos. Tujuan penelitian adalah mengetahui tekstur sedimen, bahan organik dan kelimpahan hewan makrozoobenthos di muara sungai Bulusan Demak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember menggunakan pendekatan deskriptif, dan Teknik sampling purposive sampling method, total pada  6 stasiun. Hasil uji tekstur sedimen yang diperoleh yaitu fraksi sand berkisar  antara -2,9 – 21,24 %, fraksi silt berkisar antara 43,096 – 52,136 % dan fraksi clay berkisar antara 36,0244– 58,406 %. Pada bahan organik rata rata dapat dikategori sedang kecuali pada stasiun 2 titik dua yaitu sebesar 17,06% dan pada stasiun 5 titik kesatu yaitu sebesar 31,27 % (kategori tinggi). Jenis Makrozoobenthos yang didapatkan selama penelitian terdiri dari dua filum yaitu Molusca dan Annelida. Filum Molusca terdiri dari dua kelas yaitu Kelas Gastropoda dan Bivalvia. Sementara itu filum Annelida ditemukan Kelas Polychaeta.
Pengaruh Asidifikasi Terhadap Densitas Zooxanthellae dan Kelulushidupan Karang Acropora sp. dalam Skala Laboratorium Hidayah, Nur; Purnomo, Pujiono Wahyu; Ayuningrum, Diah
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.29292

Abstract

Asidifikasi atau pengasaman laut merupakan peristiwa menurunnya pH air laut disebabkan karena penyerapan karbondioksida ke atmosfer. Ketika karbondioksida di atmosfer meningkat, lautan akan menyerapnya dan mengubah menjadi asam karbon. pH air laut yang menurun akan mempengaruhi kelangsungan hidup karang dan dapat menyebabkan kematian hewan karang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pH terhadap densitas zooxanthellae serta hubungannya dengan fotosintesis dan respirasi. Penelitian dilaksanakan pada November-Desember 2019 di Laboratorium Pengembangan Wilayah Pantai Universitas Diponegoro Jepara. Penelitian menggunakan metode eksperimental. Spesimen karang yang digunakan adalah Acropora sp. yang diambil dari perairan Pulau Panjang Jepara. Perlakuan pH pada penelitian ini adalah dengan konsentrasi pH 5; pH 7 dan pH 9 pada media akuarium pemeliharaan. Pengamatan dilakukan pada interval waktu ke 0, 4, 8 dan 12 hari. Parameter utama dalam penelitian ini adalah densitas zooxanthellae, fotosintesis, respirasi dan kualitas air pendukung. Hasil penelitian menunjukkan densitas zooxanthellae mengalami penurunan pada pH 5 sebanyak 272.972 sel/cm, pada pH 7 sebanyak 252.426 sel/cm dan pada pH 9 sebanyak 258.347 sel/cm. Penurunan densitas zooxanthellae tertinggi pada pH 5 atau asam dan terendah pada pH 7 atau netral. Nilai fotosintesis dan respirasi densitas zooxanthellae terhadap pH 5, pH 7 dan pH 9 adalah 7,89 x 10-4 ????????????/L/jam dan 1,02 x 10-14 ????????????/L/jam.