cover
Contact Name
Muhamad Zaenal Muttaqin
Contact Email
mz.muttaqin@uinssc.com
Phone
+6282210831252
Journal Mail Official
diyaalafkar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Cirebon, West Java 45132, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Diya al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis
ISSN : 23030453     EISSN : 24429872     DOI : https://doi.org/10.24235/diyaafkar.v13i2
Core Subject :
Diya al-Afkar is a scholarly journal focusing on the study of the Qur’an and Hadith. This journal publishes scholarly articles in the form of studies on the sciences of the Qur’an and Hadith, interpretations and understandings of the Qur’an and Hadith, research findings-including both literature reviews and field research-related to the Qur’an or Hadith, and/or book reviews. The journal is published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
INFILTRASI DALAM TAFSIR SHI’AH: Analisis Penafsiran Q.S. al-Nisā’ Ayat 24 dalam Tafsir Majma’ Al-Bayān Fī Tafsīr al-Qur’ān Sifa Mufidatul Akbar AS; Muflikhatul Khoiroh
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v12i1.17259

Abstract

The interpretation of the Qur'an is inseparable from the influence of existing ideological schools or schools. It is not uncommon for interpretations influenced by certain schools of thought to contradict opinions in general, so that the verses they interpret appear to support and do not appear to be contrary or contradictory to their madhhab and beliefs. One of the schools known in Islam is Shi'ah. One of the famous works of interpretation in this sect is Majma' Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur'an. This study aims to analyze the infiltration that exists in the Majma' Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur'an tafsir with a focus on the interpretation of Q.S. Al-Nisa' Verse 24. This research uses descriptive-analytical method with bibliography research approach. The primary data source used in this research is the interpretation of Majma' Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur'an by al-Tabarsi, while secondary data sources in this research are books, articles, and writings related to Shi'ah tafsir, tafsir al-Qur'an, and other things that support research. By using Abd al-Wahhab Fayed's al-dakhil theory, the results of research on the interpretation of Q.S. Al-Nisa' Verse 24 in al-Tabarsi’s tafsir has indications of infiltration of both the meaning of the language and the hadith used in the interpretation of the verse.  Penafsiran terhadap al-Qur’an tidak terlepas dari pengaruh aliran atau mazhab ideologi yang ada. Tidak jarang penafsiran yang dipengaruhi oleh mazhab tertentu bertentangan dengan pendapat pada umumnya, sehingga ayat yang ditafsirkannya tampak mendukung dan tidak tampak berlawanan atau bertentangan dengan madzhab serta kepercayaannya. Salah satu aliran yang dikenal dalam Islam adalah Shi’ah. Salah satu karya tafsir yang terkenal dalam aliran ini ialah tafsir Majma’ Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis infiltrasi yang ada dalam tafsir Majma’ Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur’an dengan fokus pada penafsiran QS. Al-Nisa’ Ayat 24. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kepustakaan (bibliography research). Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah tafsir Majma’ Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur’an karya al-Tabarsi, adapun sumber data sekunder dalam penelitian ini berupa buku, artikel, dan tulisan yang berkenaan dengan tafsir Shi’ah, tafsir al-Qur’an, serta hal lain yang mendukung penelitian. Dengan menggunakan teori al-dakhil milik Abd al-Wahhab Fayed,  hasil penelitian atas penafsiran QS. Al-Nisa’ Ayat 24 dalam tafsir milik al-Tabarsi ini menunjukkan adanya indikasi infiltrasi baik dari pemaknaan bahasa maupun hadis yang digunakan dalam penafsiran ayat tersebut.  
EPISTEMOLOGI AYAT MUTASHĀBIHĀT: Analisis Kaidah Nafiy pada Surah Āli ‘Imrān Ayat 7 Dita Erlin Enjelina; Moh. Akib Muslim
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v12i1.17538

Abstract

This study aims to analyze the mutashābihāt verse in surah Āli ‘Imrān verse 7 through the perspective of Nafiy (negation) rules in order to understand its epistemological implications. Mutashābihāt verses, which contain implied meanings and multi-interpretations, often result in challenges to the interpretation of the holy verses of the Qur'ān. In Surah Āli ‘Imrān verse 7, Allah Swt. confirms the existence of clear verses (muḥkamāt) and vague verses (mutashābihāt), and states that Allah is the only one who knows the true meaning of the mutashābihāt verses. Using the rule of Nafiy, this study seeks to describe how the rejection or negation of certain meanings helps in understanding and interpreting mutashābihāt verses. This approach also examines how the method affects the formation of knowledge and understanding in the context of Islamic scholarship. The analysis shows that the Nafiy rule plays a significant role in maintaining the integrity and consistency of interpretation, as well as in guiding Muslims towards a deeper and more accurate understanding of divine revelation. The author hopes that this research can make a meaningful contribution to the study of Qur'anic interpretation and Islamic epistemology.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ayat mutashābihāt melalui perspektif kaidah Nafiy (negasi) yang tercamtum dalam Q.S Āli ‘Imrān ayat 7 guna memahami implikasi epistemologisnya. Ayat mutashābihāt, yang mengandung makna tersirat dan multiinterpretasi, sering kali mengakibatkan tantangan terhadap penafsiran ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dalam Q.S Āli ‘Imrān ayat 7, Allah SWT menegaskan adanya ayat-ayat yang jelas (muḥkamāt) dan ayat-ayat yang samar (mutashābihāt), serta menyatakan bahwa hanya Allah satu-satunya yang memahami makna yang sebenarnya dari ayat-ayat mutashābihāt tersebut. Dengan menggunakan kaidah Nafiy, penelitian ini berusaha menguraikan bagaimana penolakan atau negasi terhadap makna-makna tertentu membantu dalam memahami dan menafsirkan ayat-ayat mutashābihāt. Pendekatan ini juga mengkaji bagaimana metode tersebut mempengaruhi pembentukan pengetahuan dan pemahaman dalam konteks keilmuan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa kaidah Nafiy berperan signifikan dalam menjaga integritas dan konsistensi penafsiran, serta dalam membimbing umat Muslim menuju pemahaman yang lebih mendalam dan akurat terhadap wahyu Ilahi..
STUDI LITERATUR TENTANG ILM AL-TAFSĪR KARYA ‘AFIFUDDIN DIMYATI DAN OBJEKTIVITAS EKSPLANASI ARGUMEN TAFSIR SAINS Adjie Wahyu Kembara
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v12i1.18050

Abstract

‘Ilm al-Tafsīr: Uṣūluhu wa Manāhijuhu by ‘Afīfuddīn is a book that compiles various topics in the discipline of tafsir (Quranic exegesis), one of which is the methodologies of tafsir. Regarding the topic of tafsir methodologies, an interesting fact is found in ‘Afīfuddīn's exposition of the model of scientific interpretation. ‘Afīfuddīn appears objective when presenting arguments from both pro and contra groups of scientific interpretation, and he even constructs a reconciliation argument between the two opposing groups. Based on this fact, the question arises: how does ‘Afīfuddīn explain the arguments put forward by both groups and his efforts at reconciliation in ‘Ilm al-Tafsīr? This question is important because in his tafsir book, Hidāyah al-Qur’ān, ‘Afīfuddīn seems to adhere to the model of interpreting the Qur'an with the Qur'an. Using a literary study and interpretive analysis approach, this study indicates that ‘Afīfuddīn's explanation of the pro and contra arguments of scientific interpretation is objective and tolerant but still adheres to the basic principles of interpretation. ‘Afīfuddīn's efforts in reconciling various arguments of scientific interpretation imply his wise and objective attitude as an intellectual. ‘Ilm al-Tafsīr: Usūluhu wa Manāhijuhu karya ‘Afifuddin merupakan kitab yang menghimpun topik-topik kajian dalam disiplin ilmu tafsir, salah satunya adalah manāhij al-tafsir. Mengenai topik kajian manhaj tafsir ini ditemukan fakta menarik dalam pemaparan ‘Afifuddin terhadap model penafsiran sains. ‘Afifuddin terlihat objektif saat memaparkan argumentasi dari kelompok pro maupun kontra tafsir sains, bahkan ia juga mengkonstruk argumen rekonsiliasi antara kedua kelompok yang berseberangan. Atas dasar fakta ini, timbul pertanyaan, bagaimana eksplanasi ‘Afifuddin terhadap argumen yang diusung oleh kedua kelompok serta upaya rekonsiliasinya dalam ‘Ilm al-Tafsīr? Pertanyaan ini menjadi penting karena ‘Afifuddin dalam kitab tafsirnya Hidāyah al-Qur’ān terlihat setia pada model penafsiran al-Qur’ān bi al-Qur’ān. Dengan pendekatan studi literatur dan analisis interpretasi, kajian ini mengindikasikan bahwa eksplanasi ‘Afifuddin terhadap pro-kontra argumen tafsir sains bersifat objektif dan toleran namun tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar penafsiran. Upaya ‘Afifuddin dalam merekonsiliasi berbagai argumen tafsir sains menyiratkan sikapnya yang bijak dan objektif sebagai seorang intelektual. 
RIWAYAT ISRĀ’ILIYYĀT DALAM KISAH HĀRŪT DAN MĀRŪT: Telaah Kitab Mawārid al-Bayān fī ‘Ulūm al-Qur’ān Safira Azzalia
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v12i1.18053

Abstract

In the midst of the wealth of Quranic studies, the book Mawarid al-Bayan fi ‘Ulum al-Qur’an by Muhammad ‘Afifuddin Dimyati provides inspiration in the study of Quranic sciences. Through this work, ‘Afifuddin discusses al-dakhil fi al-tafsir. This study aims to understand the complexities and variations in the interpretation of the story of Harut and Marut. The research employs a comparative method, comparing various relevant Israiliyat narratives related to the story of Harut and Marut. The primary focus is that Mawarid al-Bayan serves as a primary source in this analysis. Data collected includes historical documents, tafsir notes, and related academic literature. Based on Mawarid al-Bayan, variations in the interpretation of Harut and Marut are found. ‘Afifuddin reviews the correct interpretations from various perspectives through Israiliyat narratives about two angels who were tested by Allah by being given desires that they ultimately failed to control, leading them to commit significant sins. This research demonstrates the importance of conducting analytical studies on Israiliyat narratives to ascertain their accuracy or validity. The findings can serve as a reference for academics and the general public in understanding the complexities of history and Quranic interpretation. This journal seeks to provide a comprehensive overview of how Mawarid al-Bayan discusses the story of Harut and Marut through the lens of Israiliyat narratives while emphasizing the importance of scientific critique in understanding these historical documents.  Di tengah khazanah studi al-Qur’an, kehadiran kitab Mawarid al-Bayan fi ‘Ulum al-Qur’an karya Muhammad ‘Afifuddin Dimyati memberikan inspiasi dalam kajian ‘ulum al-Qur’an. Melalui karyanya tersebut, ‘Afifuddin memaparkan dalam salah satu pembahasannya tentang al-dakhil fi al-tafsir. Studi ini bertujuan untuk memahami kompleksitas dan variasi dalam penafsiran kisah Harut dan Marut. Penelitian menggunakan metode komparatif, membandingkan berbagai riwayat israiliyyat yang relevan dengan kisah Harut dan Marut. Fokus utamanya adalah kitab Mawarid al-Bayan merupakan sumber primer dalam telaah ini. Data dikumpulkan meliputi dokumen historis, catatan tafsir, dan literatur akademis terkait. Berdasarkan kitab Mawarid al-Bayan ditemukan variasi interpretasi tentang Harut dan Marut. ‘Afifuddin mengulas penafsiran yang benar dari berbagai interpretasi melalui riwayat-riwayat israiliyyat mengenai dua malaikat yang diuji oleh Allah dengan memberikan nafsu kepada mereka yang kemudian gagal dalam mengontrol nafsunya dan melakukan dosa-dosa yang besar. Penelitian ini menunjukkan pentingnya melakukan telaah analitis tentang riwayat israiliyyat untuk memastikan kesalahannya atau kebenarannya. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi akademisi dan masyarakat umum dalam memahami kompleksitas sejarah dan interpretasi al-Qur’an. Jurnal ini berusaha memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana kitab Mawarid al-Bayan membahas kisah Harut dan Marut melalui lensa riwayat israiliyyat serta menekankan pentingnya kritik ilmiah dalam memahami dokumen-dokumen historis tersebut. 
HADIS TENTANG PENCIPTAAN PEREMPUAN (TINJAUAN HADIS TAḤLĪLĪ) Nurkholidah Nurkholidah; Tami Dewi Puspa Rahayu
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 11 No. 02 (2023): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v11i02.18173

Abstract

This study is a contextual understanding of the hadith of the creation of women from ribs leading to the understanding that women are under the domination of men. This position causes women's movement and rights to be narrow and limited. This study aims to determine the understanding of the hadith with the questions: 1). What is the quality of the hadith of women created from men's ribs? 2). How should we understand the hadith of women created from men's ribs? This study is a descriptive literature study. This study found that the hadith of women created from men's ribs is a valid hadith both in terms of sanad and matan. The correct understanding of the hadith of women created from men's ribs is a contextual approach to language. The figurative meaning "like a rib" is a metaphor for someone who is stiff and stubborn, who if forced will break, but if left alone will be hard like bone. So it is not a matter of the factual creation of women from men's ribs. But rather a metaphorical allusion about the character of women/wives and their relationships with men/husbands in household life, often stiff, impatient, and easily angered. The hadith says that women were created from crooked ribs. If a man wants to straighten them, they will break.Penelitian ini adalah Pemahaman secara kontekstual terhadap hadis penciptaan perempuan dari tulang rusuk mengarah pada pemahaman bahwa perempuan berada di bawah dominasi lelaki. Posisi ini menyebabkan gerak dan hak-hak perempuan menjadi sempit dan terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman hadis tersebut dengan pertanyaan:1).Bagaimana kualitas hadis wanita tercipta dari tulang rusuk laki-laki? 2). Bagaimana sebaiknya memahami hadis wanita tercipta dari tulang rusuk laki-laki?. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka yang bersifat deskriftif. Penelitian ini menemukan bahwa hadis wanita tercipta dari tulang rusuk laki-laki merupakan hadis shahih baik secara sanad maupun matan. Pemahaman yang tepat terhadap hadist wanita tercipta dari tulang rusuk laki-laki adalah kontekstual pendektan bahasa Makna kiasan seperti tulang rusuk‖ adalah kiasan tentang seseorang yang kaku dan keras kepala,yang jika dipaksakan akan patah,tetapi jika dibiarkan akan keras seperti tulang. Jadi bukan soal penciptaan yang faktual perempuan dari tulang rusuk laki-laki. Melainkan kiasan metaforis tentang karakter perempuan/ istri dan relasinya lelaki /suami dalam kehidupan rumah tangga,seringkali kaku,tidak sabar,dan mudah marah. sabda hadis tersebut wanita tercipta dari tulang rusuk yang bengkok jika lelaki ingin meluruskan nya maka patah. 
PENGEMBANGAN APLIKASI CMS BERBASIS MOBILE SEBAGAI KEUNGGULAN DISTINGSI PROGRAM STUDI ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR Muhammad Maimun; Nurul Bahiyah; Iid Muhyidin; M. Fathur Ramadhan S.; Saluky Saluky
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v12i1.18464

Abstract

The ability of a study program to develop its uniqueness is a significant advantage. This uniqueness is a distinctive characteristic that sets it apart from study programs at other universities or campuses. In this context, the Al-Qur’an and Tafsir Studies Program at UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon has a unique focus on information and computer technology. To realize this distinctiveness, this research aims to develop an Android-based CMS application. The application is designed to host the works of the academic community within the study program, including both scientific and non-scientific works. The data collection methods used include direct observation and literature review. The method used to develop the application is the SDLC (System Development Life Cycle) method, which involves stages such as Analysis, Design, Implementation, Testing, Deployment, and Maintenance. The software utilized includes PHP and MySQL. The research resulted in the creation of the "Kalamuna" application, a content management system application used to convert scientific papers or final projects into a format that can be accessed online. This application facilitates users, especially lecturers and final-year students, in disseminating their ideas and makes it easier to search for literature as research references. Kemampuan program studi dalam mengembangkan kekhasannya merupakan suatu keunggulan. Kekhasan tersebut merupkan ciri khusus yang membedakan dengan program studi di universitas atau kampus lainnya. Dalam hal ini, Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki kekhasan yaitu teknologi informasi dan komputer. Dalam rangka mewujudkan kekhasan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangan aplikasi cms berbasis android. Aplikasi tersebut dibangun untuk memuat karya-karya sivitas akademika program studi, baik karya ilmiah maupun karya non ilmiah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi langsung dan metode literatur. Metode yang digunakan dalam membangun aplikasi adalah metode SDLC. SDLC (System Devolepment Life Cycle) Tahapan-tahapan yang dilakukan adalah Analisis, Desain, implementasi, pengujian dan penerapan serta pemeliharaan. Software yang digunakan yaitu PHP dan MySql. Hasil penelitian berupa aplikasi Kalamuna, aplikasi ini merupakan aplikasi content manajemen sistem yang digunakan untuk mengkonversi karya ilmiah atau tugas akhir yang dapat diakses secara daring. Aplikasi ini memudahkan pengguna khususnya dosen dan mahasiswa semester akhir dalam menyebarkan gagasan hasil karya dan memudahkan untuk melakukan pencarian literatur sebagai bahan referensi penelitian.  
HUTANG PIUTANG DALAM PENAFSIRAN ABŪ ḤAYYĀN: Studi Terhadap Ayat-Ayat Hukum dengan Analisis Qirā`āt Shādhdhah Romlah Widayati; Saepullah Saepullah
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 11 No. 02 (2023): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v11i02.18482

Abstract

This study aims to analyse the Quranic text related to debt and credit in Islam, namely Surah Al-Baqarah verse 280. Debt and credit, according to Abū Ḥayyan, through the approach of various qirā`at, offers a detailed linguistic analysis that underlines the differences in interpretation and application in Islamic law. This research uses the descriptive-analytic method. The primary data source is Abū Ḥayyan's tafsir, which discusses the variations of qira'āt in verses related to debt and credit. Secondary data sources include Tafsir literature, journal articles, books, and previous studies. The results show that scholars' opinions regarding the interpretation and application of the law of debt and credit vary; some fuqaha emphasise the obligation to provide leeway, while others see it as a sunnah recommendation. This study concludes that the variation of qirā`āt in Surah al-Baqarah verse 280 adds depth and richness to the meaning of the verse, as well as provides flexibility in applying the law of debt and credit in Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis teks Quran terkait dengan utang piutang dalam Islam, yaitu Surah Al-Baqarah ayat 280. Utang piutang menurut Abū Ḥayyan melalui pendekatan berbagai qirā`at, menawarkan analisis linguistik terperinci yang menggarisbawahi perbedaan interpretasi dan penerapan dalam hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik. Sumber data primer yaitu tafsir Abū Ḥayyan yang membahas variasi qirā'at pada ayat-ayat terkait utang piutang. Sumber data sekunder mencakup literatur tafsir, artikel jurnal, buku, dan studi sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan pendapat ulama mengenai interpretasi dan aplikasi hukum hutang piutang bervariasi, sebagian fuqaha menekankan kewajiban memberikan kelonggaran sementara yang lain melihatnya sebagai anjuran sunnah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi qirā`āt dalam Surat Al-Baqarah ayat 280 menambah kedalaman dan kekayaan makna ayat, serta memberikan fleksibilitas dalam penerapan hukum hutang piutang dalam Islam. 
SOLUSI PREVENTIF HADIS TERHADAP FENOMENA PERUNDUNGAN Nur Hamidah Pulungan; Muhammad Irsan Barus; Zulhija Yanti Nasution
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 11 No. 02 (2023): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v11i02.18541

Abstract

Bullying has become a significant social problem due to frequent misunderstandings and has negative impacts on both the perpetrators and the victims in the form of intimidation, verbal/physical abuse or discriminatory actions. This research aims to explore the preventive solutions offered by hadith in addressing bullying. The major research includes the classification of relevant hadith literature using the HadistSoft digital application, while the minor research involves the analysis of ḥadīth that provides preventive solutions to bullying. The research locus is the general public. The purpose of this study is to identify and articulate the teachings of hadith that can be applied as preventive measures against bullying. This research adopts a qualitative approach using descriptive-analytical methods in a library research type. The results show that hadith offers various preventive solutions that can be applied to reduce and prevent bullying, such as emphasizing spiritual advice, fostering cooperation to eliminate conflicts, and removing the inferiority complex of bullying victims. These solutions are expected to be integrated into educational programs and school policies to create a safer and more harmonious environment.Perundungan telah menjadi masalah sosial yang memiliki dampak negatif bagi pelaku dan korban dalam bentuk intimidasi, pelecehan verbal/fisik ataupun tindakan diskriminatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ajaran-ajaran hadis yang dapat diterapkan sebagai langkah preventif terhadap perundungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis menawarkan berbagai solusi preventif yang dapat diterapkan untuk mengurangi dan mencegah perundungan, seperti penekanan pada pemberian nasihat spiritual, menjalin kerjasama untuk menghilangkan konflik dan menghilangkan sikap inferior bagi korban perundungan. Solusi ini diharapkan dapat diintegrasikan dalam program pendidikan dan kebijakan sekolah untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan harmonis. 
SAINS GEOGRAFI DALAM AL-QUR’AN: Mengungkap Isyarat Ilmiah dalam Ayat-Ayat Kawniyah Lukmanul Hakim; Nurmaya Fitri; Nurdina Islami; Fitriani Wulandari
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v12i2.18721

Abstract

This article examines the science of geography in the Qur’an, including an understanding of the Kawniyah verses which are in line with the discussion of the science of geography. This article aims to expand insight into how the text of the Qur’an can be integrated into geographical studies by revealing the scientific signal contained in the verses of the Qur’an and the role of science in responding to this phenomenon. This research uses a qualitative approach with a focus on library research. The data obtained comes from books, journal articles and various literature related to the topic discussed. The method used in this research is descriptive analysis. The results of the analysis show that there are at least two geographical studies, namely physical geography and social (human) geography. Physical geography cues can be found in Kawniyah verses, such as Q.S. Nūḥ [71]: 19-20 about the shape of the earth in the form of an expanse and Q.S. Al-Naml [27]: 88 explains the phenomenon of walking mountains supported by the theory of plate tectonics. Furthermore, signs of social geography are found in Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 96 regarding the first house, namely the Kaaba in Mecca, and reveals scientific facts that geographically the Kaaba reflects a building with a trapezoidal construction that never changes. Tulisan ini mengkaji tentang sains geografi dalam Al-Qur’an meliputi pemahaman terkait ayat-ayat Kawniyah yang selaras dengan pembahasan ilmu geografi. Artikel ini bertujuan untuk memperluas wawasan mengenai bagaimana teks Al-Qur’an dapat diintegrasikan dalam kajian geografi dengan mengungkap isyarat-isyarat ilmiah yang termuat dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan peran sains dalam merespon fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada penelitian kepustakaan. Data yang diperoleh berasal dari buku-buku, artikel jurnal dan berbagai literatur yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kajian geografi setidaknya ada dua, yaitu geografi fisik dan geografi sosial (manusia). Isyarat geografi fisik dapat ditemukan dalam ayat-ayat Kawniyah, seperti Q.S. Nūḥ [71]: 19-20 tentang bentuk bumi yang berupa hamparan dan Q.S. Al-Naml [27]: 88 menjelaskan tentang fenomena gunung berjalan dengan didukung oleh teori lempeng tektonik. Selanjutnya, isyarat geografi sosial terdapat dalam Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 96 mengenai rumah pertama yakni Ka’bah yang berada di Makkah serta mengungkap fakta-fakta ilmiah bahwa secara geografi Ka’bah mencerminkan bangunan dengan kontruksi trapesium yang tidak pernah berubah.
RELASI AGAMA-BUDAYA DALAM TRADISI MASYARAKAT OSING: Studi Ritual Mocoan Lontar Hadis Dagang Ahmad Suhendra
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v12i2.18732

Abstract

The purpose of this article is to conduct an analysis regarding the Mocoan Lontar Ḥadīth Trade tradition in Kemiren Village, Glagah, Banyuwangi, East Java. Many Osing people, who are the original Banyuwangi tribe, also live in the village. Apart from that, this article also aims to find out the construction of religious and cultural relations with the existence of trade Ḥadīth mocoan lontar in Osing society. Therefore, in this case the focus of this research was formulated on how does trading Ḥadīth affect the daily lives of the Osing people? How do the Osing people position trade Ḥadīth in relation to religion? To answer these questions, research data was collected by conducting an interview with one of the local traditional leaders. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research show that there is the reading or mocoan of Lontar Trade Ḥadīth as a form of preserving local traditions. The mocoan tradition is not only limited to culture, but there are religious aspects and philosophical values contained in the reading of the Mocoan Lontar Trade Ḥadīth for the Osing people.Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisa terkait tradisi mocoan Lontar Hadis Dagang yang ada di Desa Kemiren, Glagah, Banyuwangi Jawa Timur. Masyarakat Osing yang menjadi suku asli Banyuwangi juga banyak tinggal di desa tersebut. Selain itu, artikel ini juga bertujuan untuk untuk mengetahui konstruksi relasi agama dan budaya dengan adanya mocoan lontar hadis dagang dalam masyarakat Osing. Sebab itu, dalam hal ini dirumuskan focus penelitian ini pada bagaimana lontar hadis dagang bagi keseharian masyarakat Osing? Bagaimana masyarakat Osing memposisikan hadis dagang dalam hubungannya dengan agama? Karena penelitian ini lapangan (field research) maka untuk menjawab pertanyaan tersebut dilakukan pengambilan data penelitian dengan melakukan interview (wawancara) dengan salah satu tokoh adat setempat. Adapun teknik analisis data digunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pembacaan atau mocoan Lontar Hadis Dagang sebagai bentuk pelestarian tradisi local. Tradisi mocoan itu tidak hanya sebatas budaya semata, melainkan ada aspek religious dan nilai filosofis yang terkandung di dalam pembacaan mocoan Lontar Hadis Dagang bagi masyarakat Osing.