cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP PANCING ULUR (HAND LINE) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) JAYANTI KABUPATEN CIANJUR Budiman, Rostana; Wijayanto, Dian; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.252 KB)

Abstract

Usaha penangkapan ikan merupakan kegiatan ekonomi yang dipengaruhi oleh faktor produksi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Faktor produksi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah modal dan biaya pengeluaran. Pancing ulur adalah alat tangkap yang memberikan kontribusi cukup besar dalam perekonomian perikanan di PPI Jayanti. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui tingkat pendapatan usaha alat tangkap pancing ulur, menghitung modal investasi, biaya pengeluaran dan keuntungan, menganalisis aspek finansial usaha alat tangkap pancing ulur di PPI Jayanti, dan membandingkan tingkat keuntungan nelayan pancing ulur dengan UMR yang berlaku di Kabupaten Cianjur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013 di PPI Jayanti Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan metode pengambilan sampel snowball sampling. Metodel analisis data menggunakan analisis kelayakan usaha dengan menggunakan beberapa indikator diantaranya NPV, B/C Ratio, IRR, dan payback period. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan usaha penangkapan menggunakan pancing ulur sebesar Rp 42.789.598,33 per tahun dan menunjukkan bahwa usaha alat tangkap tersebut layak untuk dijalankan, karena nilai NPV usaha tersebut bernilai positif dengan didapatkan nilai NPV Rp 14.441.280,91 - Rp 32.602.847,23 (rata-rata Rp. 22.825.280,86); IRR 35,42% - 64,83% (rata-rata 48,23%); payback period 3,40– 6,18 tahun (rata-rata 4,61 tahun); dan B/C Ratio 1,14– 1,29 (rata-rata 1,19). Commercial fishing is an economical activity that is influenced by several factors of production in order a profit. In this study, the factors of production are the capital and expenses. Hand line is a fishing gear used in commercial fishing and it gives a considerable contribution in the fisheries economy in Jayanti Fish Landing Place. This study aims to determine the level of revenue, to calculate the income, to calculate the expense, and to analyze the financial aspects of commercial fishing in Jayanti Fish Landing Place, and to compare between the fisherman’s profit with minimal wage of Cianjur Regency. This study was conducted in December 2013 in the Jayanti Fish Landing Place in Cianjur Regency, West Java. Researchers used descriptive qualitative and quantitative method to analyze a data snowball sampling and used to gather a data from respondents. In data analysis, researchers used some indicators, including NPV, B/C Ratio, IRR, and payback periods. The result of this study showed the average income of hand line commercial fishing was IDR 42,789,598.33/ year and showed that commercial fishing by hand line fishing gear were feasible because the NPV was positive, it was IDR 14,441,280.91 - IDR 32,602,847.23 (the average:IDR 22,825,280.86); IRR 35.42% - 64.83% (the average: 48.23%); payback periods 3.40 – 6.18 years (the average: 4.61 years); and B/C Ratio 1.14 – 1.29 (the average: 1.19).
TINGKAT PEMANFAATAN FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BELAWAN DALAM MENUNJANG KEGIATAN PENANGKAPAN IKAN Siahaan, Fransius Try Syahputra; Mudzakir, Abdul Kohar; Dewi, Dian Ayunita NN
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 2: April, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.137 KB)

Abstract

PPS (Pelabuhan Perikanan Samudera) Belawan yang berada di Kota Medan merupakan perikanan tangkap di Sumatera Utara yang merupakan peran penting untuk menunjang aktivitas perikanan tangkap dan pengolah, maupun pemasaran ikan di daerah tersebut. Untuk menunjang aktivitas di atas, maka PPS Belawan telah dilengkapi oleh fasilitas dasar, fungsional dan penunjang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fasilitas pokok dan fasilitas fungsional PPS Belawan, menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas pokok dan fasilitas fungsional di PPS Belawan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2015 di PPS Belawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel Purposive Sampling yaitu 10 pegawai, 10 nelayan dan 5 pemilik kapal. Analisis data yang digunakan antara lain yaitu analisa tingkat pemanfaatan fasilitas, uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian diperoleh tingkat pemanfaatan yaitu fasilitas dasar & fungsional untuk lahan pelabuhan yaitu 68%, alur pelayaran 84%, dermaga 91%, apms dan spdn 49 % dan pabrik es 49% Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pemanfaatan lahan pelabuhan sudah termasuk kategori maksimal.  PPS (Ocean fishing port) of Belawan in Medan which is located is the fisheries catch in North Sumatra is a vital role to support the activities of fisheries catch and processing, as well as the marketing of fish in the area. To support the activities above, the PPS Belawan has been equipped by the Basic, functional and facilities support. This research objective were to identified basic and functional facilities, analyzing the utilization rate of basic facilities in Belawan  oceanic  fishing port, and functional facilities in Belawan  oceanic  fishing port. This research held on July 2015. The method used in this research was descriptive methods which sampling method with purposive sampling. Data analysis used the rate of utilization analysis, analysis, validity and reliability test. The research results obtained utilization rate of basic facilities namely functional wetlands Harbor & i.e. 68%, Groove cruise, Pier 84% 91%, 49% and the company's spdn and ice factory 49% From the results it can be concluded that the degree of land use of the harbor already includes the maximum category.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN BUBU HASIL TANGKAPANRAJUNGAN DI DESA BETAHWALANG KECAMATAN BONANG KABUPATEN DEMAK Sri Lestari; Abdul Kohar Mudzakir; Herry Boesono
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.075 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2013-Januari 2014 dengan tujuan menganalisa tingkat kesejahteraan pedagang pengepul dan nelayan bubu hasil tangkapan rajungan. Data yang dikumpulkan meliputi data teknis penangkapan (kontruksi kapal, klasifikasi alat tangkap, cara operasi dan daerah penangkapan), Indikator kemiskinan gabungan dari lembaga Balai Pusat Statstik(BPS), dan BKKBN(Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) yaitu karakteristik keluarga, pemenuhan  pangan, perumahan, analisis kesejahteraan obyektif (berkaitan pendapatan) dan subyektif (tingkat kepuasan dari responden) serta Indikator Nilai Tukar Nelayan (NTN) meliputi analisa pendapatan perikanan dan non-perikanan dan pengeluaran perikanan dan konsumsi rumah tangga. Didapatkan kriteria kemiskinan berdasarkan indikator gabungan pada keluarga nelayan, kategori sedang 80 orang (100%) sedangkankan kategori pedagang pengepul seluruhnya kategori tidak miskin ada 10 orang (100%). Hasil NTN nelayan sebesar 1.4 (NTN>1) dan NTN pedagang pengepul dikategorikan menjadi dua yaitu pedagang pengepul skala kecil (pendapatan per bulan<2.5 Milyar) dan menengah (pendapatan per bulan 2.5-50 Milyar) nilai NTN pedagang kecil 18 dan pedagang pengepul skala menengah 116 (NTN>>1).Artinya tingkat pemenuhan nelayan jauh dari  pedagang pengepul skala kecil dan menengah sehingga berpengaruh pada kesejahteraan keluarga pedagang pengepul dan nelayan. The study was conducted in December 2013-January 2014 with the aim to analysis welfare level both of the seller and fisher used traps catching swimming crab. Data collected include raw material (vessel construction, gear classification, method and fishing ground), data analysis social and economic as basic composition poverty indicators from StatisticsAgency (BPS), The National Population and Family Planning (BKKBN) and Term of trade fisher such as characteristicfamily, food, healthy and housing, analysis objective welfare related income and outcome and welfare subjective related level satisfaction respondent,  also analysis fisheries income and non-fisheries income and expenditure fisheries and consumption. The result is criteria poverty level fisher and the seller based on combination 18 indicators, Level fisher showsthrough  in mediocre level  with  numbers80 people (100%),  beside that level all the seller is welfare level 10 people (100%). NTN fisher 1,4 (NTN>1) and NTN the seller depend on income per month (< 2.5 Million IDR) the seller small scale about 18 (NTN>>1) and the seller mediocre level (between 2.5 Million-50 Million IDR) about 116 (NTN>>1) that means  level fisher welfare is far away than the seller to cover their daily needed.
PENGARUH KEDALAMAN DAN PENGGUNAAN TUTUPAN GONI TERHADAP HASIL TANGKAPAN BUBU BUTON DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Sejati, Lucky Pratitis; Boesono, Herry; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.597 KB)

Abstract

Potensi kawasan terumbu karang yang luas di Indonesia merupakan habitat yang baik bagi ikan-ikan karang, begitu juga di pulau karimunjawa. penduduk karimunjawa sebagian besar berprofesi sebagai nelayan bubu. Penelitian dilakukan di Perairan Karimunjawa, dengan  tujuan untuk mencari alternatif pengganti terumbu karang sebagai tutupan dalam pengoperasian alat tangkap bubu karang, yaitu menggunakan media tutupan bahan alami goni, serta mengetahui tingkat efektifitas kedalaman yang cocok untuk melakukan proses  penagkapan. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret dengan Metode yang digunakan adalah experimental fishing, yaitu mengoperasikan bubu karang dengan jenis bahan tutupan goni dan perbedaan kedalaman. Penelitian dilakukan selama 8 trip penangkapan, dengan mengoperasikan 20 bubu, 10 bubu dengan tuutpan goni dan 10 bubu dengan  tutupan  rafia sebagai kontrol, pengoperasian bubu karang pada kedalaman 5 meter dan 15 meter. Hasil tangkapan uatama pada bubu rafia sebanyak 172 ekor dengan berat 11.310 g sedangkan hasil tangkapan bubu goni sebanyak 232 ekor dengan berat 15.930 g. Hasil tangkapan sampingan didominasi oleh famili Lutjanidae sebanyak 119 ekor dengan berat 7.800 g. Hasil tangkapan yang didapat oleh bubu goni tidak berbeda nyata dengan bubu rafia sebagai kontrol yang biasa digunakan  nelayan lokal karimunjawa, sehingga bisa diterapkan dalam pengoperasian bubu karang di Perairan Karimunjawa
PERBEDAAN BENTUK KRENDET DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN LOBSTER (PANULIRUS SP.) DI PERAIRAN CILACAP Mubin, Akhmad Fadhlul; Boesono, Herry; Sardiyatmo, Dr.
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.099 KB)

Abstract

Lobster (Panulirus sp.) is one of the export commodities from fisheries which gives a quite high contribution of fisheries world, and has an important economic value. This high economic value are encouraging fisherman to catch lobster continuously. One of the fishing gear that can be operated is krendet. Krendet is a fishing gear that operated passively by the use of bait as atracted lobster. The purpose of this research are to understand and analyze the effect of different form of krendet, length of immersion differences and also the interaction between forms and length immersion towards the catches of lobster in cilacap water boundaries. The materials used were boat as transportation, krendet, and GPS to determain position. The method used in the research is experimental fishing method with 16 repetitions and 4 times treatments. The analyze of the data was used in this research normality test and ANOVA test with SPSS 17.0. The result showed the used of krendet forms and the length of immersion differences affected to the catches where the square shape and 12 hours of immersion are giving more catches. There is no interaction effect between krendet forms and length of immersion towards the catches of lobster.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN FASILITAS DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PELABUHAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) KEJAWANAN, CIREBON, JAWA BARAT Ramadhani, Annisa Rizki; Ismail, -; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PPN Kejawanan di Cirebon dilengkapi dengan fasilitas pokok, fungsional dan penunjang. Fasilitas yang dimiliki oleh PPN Kejawanan sudah lengkap akan tetapi tidak terlihat bekerja secara maksimal. Pembuatan strategi pengembangan PPN Kejawanan memerlukan analisis SWOT, untuk merumuskan strategi pengembangan PPN Kejawanan kedepan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi fisik fasilitas pelabuhan di PPN Kejawanan, meliputi fasilitas pokok, fungsional dan penunjang, menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas pelabuhan di PPN Kejawanan saat ini dan untuk 5 tahun ke depan dan menyusun strategi pengembangan PPN Kejawanan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara, sedangkan pengambilan data sekunder dilakukan dengan mengambil data dan informasi dari instansi-instansi yang mendukung penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kondisi fisik fasilitas pokok, fungsional dan penunjang PPN Kejawanan, Cirebon dalam keadaan baik. Tingkat pemanfaatan fasilitas pokok seperti kedalaman alur pelayaran sebesar 92%, kedalaman kolam pelabuhan sebesar 97%, kapasitas kolam pelabuhan sebesar 98%, kapasitas dermaga dengan posisi tambat tegak lurus sebesar 70% dan lahan pelabuhan sebesar 76%. Fasilitas fungsional seperti instalasi BBM sebesar 42%, docking kapal sebesar 13%, TPI dan pabrik es tidak dimanfaatkan. Estimasi dalam jangka waktu 5 tahun ke depan, jumlah produksi ikan, jumlah kapal, jumlah alat tangkap, jumlah perbekalan BBM dan air bersih meningkat antara 10-14%. Hasil analisis SWOT untuk menunjukkan strategi pengembangan PPN Kejawanan, Cirebon menunjukkan bahwa strategi yang harus dilakukan oleh PPN Kejawanan adalah strategi S-O (Strenght-Opportunity).  PPN Kejawanan in Cirebon equipped with main, functional and support facilities. PPN Kejawanan’s facilities is complete but not working optimall. SWOT analysis is required to formulate a strategy of port development. The purpose of this research, to know the physical condition of the port facilities in PPN Kejawanan, main, functional and support facilities. Analyze the level of utilization of port facilities in PPN Kejawanan for now and  the next 5 years and to compose the strategy of PPN Kejawanan development. This research was implemented on January 2015. This research  used is descriptive method with approach of case study. Data collection which was performed through direct observation, interviews and secondary data collectionat the agencies that related to research. The results showed that the physical condition of port facilities mostly good. The utilization rate of basic facilities such as the depth of navigation channel 92%, the depth of the pool harbor 97%, the capacity of harbor 98%, the capacity of the pier with mooring position perpendicular 70% and the land of port 76%. Functional facilities such as the installation of BBM 42%, docking 13%, TPI and ice plants are not utilized. The estimates for total production of fish, total of boats, total of fishing gear, total supplies of fuel and water increased 10-14%. The result of SWOT analysis  indicate that the strategy should be used to PPN Kejawanan is S-O strategy (Strength-Opportunity).
ANALISIS KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN DAN KEUNTUNGAN USAHA PENANGKAPAN PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PEKALONGAN, JAWA TENGAH Angriani, Farah Diba; Boesono, Herry; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.934 KB)

Abstract

Alat tangkap purse seine adalah alat tangkap yang menghasilkan produksi paling besar diantara alat tangkap lainnya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. Hasil tangkapan alat tangkap purse seine didominasi oleh ikan pelagis kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan purse seine; menganalisis keuntungan; dan menganalisis aspek finansial. Metode penelitian menggunakan metode survei. Pengambilan sampel menggunakan multistage sampling. Purse seine dibagi 2 strata yaitu kapal purse seine ukuran 60-90 GT dan ukuran >90 GT. Analisis dilakukan pada komposisi hasil tangkapan dan finansial kapal purse seine. Analisis finansial usaha menghitung PP,NPV,R/C ratio,dan IRR. Hasilnya menunjukkan hasil tangkapan kapal purse seine ukuran 60-90 GT maupun >90 GT didominasi ikan Layang (Decapterus sp). Rata-rata keuntungan per tahun yang didapatkan oleh kapal purse seine ukuran 60-90 GT adalah Rp. 410.718.500,- sedangkan pada kapal purse seine ukuran >90 GT adalah Rp. 534.058.873,-. Hasil analisis PP dari kapal purse seine ukuran 60-90 GT dan kapal purse seine ukuran >90 GT masing-masing yaitu 3,38 dan 2,39. NPV kapal purse seine ukuran 60-90 GT dan ukuran >90 GT masing-masing yaitu Rp. 1.832.448.823,- dan Rp. 980.692.500,-. R/C ratio kapal purse seine ukuran 60-90 GT adalah 1,72 sedangkan kapal purse seine ukuran >90 GT adalah 2,39. IRR kapal purse seine ukuran 60-90 GT dan ukuran >90 GT yaitu 35% dan 22%.
PERBEDAAN WARNA UMPAN TIRUAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) PADA ALAT TANGKAP PANCING TONDA DI PERAIRAN KARIMUNJAWA JEPARA Niam, Ahmad; Purnama Fitri, Aristi Dian; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.326 KB)

Abstract

Kepulauan Karimunjawa terletak di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Daerah ini sangat berbeda dengan daerah lainnya, Kepulauan Karimunjawa dipisahkan oleh Laut Jawa dari Pulau Jawa dan merupakan suatu kelompok pulau-pulau kecil yang berjumlah 27 pulau. Walaupun merupakan pulau-pulau kecil yang terpisah oleh lautan, Karimunjawa mempunyai potensi perikanan yang besar, hal ini terlihat dari produksi perikanan tahun 2005 sebesar 92.022 kg dimana produksi ini masih berada dibawah nilai potensi lestari Karimunjawa, yaitu sebesar 167.734,45 kg. Berhasilnya suatu usaha penangkapan ikan tergantung pada pengetahuan yang cukup mengenai tingkah laku ikan yang merupakan dasar dari metode penangkapan ikan, juga merupakan kunci bagi perbaikan metode penangkapan ikan yang telah diketahui serta penemuan metode yang baru. Berdasarkan hal tersebut, persoalan umpan dan reaksi ikan terhadap rangsangan buatan, secara alamiah perlu diteliti untuk dapat memperbaiki serta mengubah alat maupun metode, sehingga dapat meningkatkan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan warna umpan tiruan yang paling efektif untuk menangkap ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dengan menggunakan alat tangkap pancing tonda (troll line) di Perairan Karimunjawa Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental fishing, yang dilaksanakan pada bulan November 2012 di Perairan Karimunjawa Jepara. Warna umpan tiruan yang diujicobakan adalah warna merah, hijau dan biru serta warna putih sebagai kontrol dari ketiga warna umpan tersebut. Hasil tangkapan rata-rata per trip untuk umpan tiruan warna putih yaitu 35 ekor, umpan tiruan warna merah yaitu 75 ekor, umpan tiruan warna hijau yaitu 65 ekor dan umpan tiruan warna biru yaitu 45 ekor. Pengaruh warna umpan tiruan pada alat tangkap pancing tonda (troll line) pada penelitian ini yaitu berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan ikan Tongkol (Euthynnus affinis), karena dari jumlah total maupun jumlah berat, umpan tiruan warna merah mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak dibandingkan dengan ketiga warna umpan tiruan lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan umpan tiruan warna merah berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dan mendapatkan hasil tangkapan terbanyak.
PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN (ECOPORT) DI PELABUHAN NUSANTARA PEKALONGAN Wahyuni, Sri; Triarso, Imam; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.25 KB)

Abstract

Kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)  Pekalongan mengalami permasalahan lingkungan hidup. Hal ini mengakibatkan rendahnya kebersihan, keindahan, kenyaman, dan sanitasi di PPN Pekalongan. Maka dari itu harus menerapkan konsep ecoport, supaya menjadi pelabuahan perikanan yang bersih, nyaman, dan tidak ada pencemaran lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas di PPN Pekalongan, Menganalisis kesesuaian kondisi PPN Pekalongan sebagai pelabuhan ecoport  sesuai dengan standar ecoport, dan Merumuskan  strategi pengembangan PPN Pekalongan menuju pelabuhan ecoport. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan metode pengumpulan data secara purposive sampling  analisis data dengan analisis ecoport dan  road map.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kondisi fasilitas yang ada di PPN Pekalongan memiliki tingkat kelengkapan fasilitas yang baik. Kondisi Fasilitas yang belum tersedia  berkaitan dengan standar ecoport adalah IPAL yang perlu dioptimalkan, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan studi AMDAL terbaru. PPN Pekalongan belum termasuk kategori pelabuhan ecoport, karena hanya mendapatkan skor sebesar 1,79 yang memiliki arti perlu adanya peningkatan untuk menuju ecoport. Strategi pengelolaan pelabuhan perikanan menuju pelabuhan ecoport adalah dengan menyusun analisis peta jalan dengan pembangunan dalam dua periode, pada jangka pendek (1-5Tahun) dapat melakukan normalisasi fasilitas IPAL, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan optimalisasi penggunaan TPI Higienis serta penambahan ruang terbuka hijau. Pada jangka menengah (5-10Tahun) perlu dilakukan pembuatan kolam penampungan sampah dan sedimen
ANALISIS HASIL TANGKAPAN UDANG TIGER (Penaeus semisulcatus) PADA ALAT TANGKAP PUKAT UDANG (Double Rig Shrimp Net) BERDASARKAN PERBEDAAN WAKTU DI PERAIRAN ARAFURA Prasetiyo, Agung; Boesono, Herry; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.408 KB)

Abstract

Udang merupakan komoditas unggulan hasil perikanan untuk ekspor di Indonesia. Di perairan Indonesia terdapat lebih dari 83 jenis udang Penaeid. Udang Tiger (Penaeus Semisulcatus) salah satu komoditi udang yang ada di perairan Arafura. Alat tangkap yang digunakan saat penelitian adalah alat tangkap pukat udang (double rig shrimp net), cara pengoperasian alat tangkap menggunakan dua jaring pada sisi kanan dan kiri kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil tangkapan udang Tiger (Penaeus Semisulcatus) pada siang dan malam hari, selain itu juga bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan udang pada alat tangkap pukat udang (double rig shrimp net). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian adalah metode survei lapangan dengan mengikuti langsung kegiatan operasi penangkapan alat tangkap pukat udang kapal KM. Kurnia no 5. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 29 Juni – 22 juli 2013 dengan jumlah 84 hauling. Hasil yang didapatkan yaitu udang Tiger (Penaeus semisulcatus) 84% (1911 kg), udang Ende (Metapenaeus sp.) 7% (156 kg), udang Banana (Penaeus merguensis) 3% (62 kg), udang Sakura (Metapenaeus ensis) 2% (52 kg), udang Yellow (Latisucatus sp.)2% (48 kg), dan udang Kiji (Metapenaeus ebaracensis) 2% (50 kg). Hasil udang Tiger (Penaeus Semisulcatus) pada siang hari sebanyak 960 kg sedangkan malam hari sebanyak 951 kg. Berdasarkan analisa Uji T-test dihasilkan bahwa perbedaan waktu siang dan malam hari tidak mempunyai perbedaan nyata dengan nilai signifikansi 0,913 (>α=0,05). Shrimp is an excellent commodity for export of fishery products in Indonesia. In the waters of Indonesia, there are more than 83 types of penaeid shrimp. Tiger shrimp (Penaeus Semisulcatus) one commodity shrimp in the waters of the Arafura. Fishing gear used when research is shrimp net fishing gear (double rig shrimp net), how the operation of fishing gear used two nets on the right side and left the ship. This study aimed to determine differences in the catch Tiger shrimp (Penaeus Semisulcatus) on the day and night, but it also aims to determine the composition of the catch of shrimp in shrimp net gear (double rig shrimp net). The method used in this research is descriptive. The method used in this research is a method of data collection by field survey operations immediately following the fishing of shrimp net vessels KM. Kurnia no 5. This study was conducted from June 29 - July 22, 2013, with the number 84 hauling. The results obtained are Tiger Shrimp 84% (1911 kg), Ende shrimp (Metapenaeus sp.) 7% (156 kg), Banana shrimp (Penaeus merguensis) 3% (62 kg), Sakura shrimp (Metapenaeus ensis) 2% (52 kg), Yellow shrimp (Latisucatus sp.) 2% (48 kg), and Kiji shrimp (Metapenaeus ebaracensis) 2% (50 kg). Results Tiger Shrimp (Penaeus Semisulcatus) during the day as much as 960 kg, while the evening as much as 951 kg. Based on the analysis of T-test Test result that the difference between day and night has no real difference with a significance value of 0.913 (> α = 0.05).