cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA IKAN LAYANG (Decapterus spp) YANG TERTANGKAP DENGAN ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TASIKAGUNG REMBANG JAWA TENGAH Nababan, Rosalinda; Wibowo, Bambang Argo; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.994 KB)

Abstract

Ikan Layang (Decapterus spp) merupakan sumberdaya ikan dominan yang didaratkan di TPI 1 Tasikagung Rembang dengan jumlah produksi sebesar 7.862.480/tahun senilai Rp. 54.617.390.000/tahun. Sedangkan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan Layang (Decapterus spp) adalah Mini Purse Seine. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah produksi dan distribusi pemasaran ikan Layang (Decapterus spp), serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga ikan Layang (Decapterus spp) di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung Rembang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif.  Pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 sampel. Analisis data yang digunakan adalah regresi dan korelasi dengan program SPSS 16. Hasil dari penelitian ini menunjukkan persamaan regresi ikan Layang (Decapterus spp) berukuran besar adalah Y= 2173,946+0,005X1+208,524X2+ 787,050X3+37,100X4+383,508, sedangkan persamaan regresi ikan Layang (Decapterus spp) berukuran kecil adalahY= 1111,333-0,006X1+249, 418X2+416,271X3+94,613X4+585,114. Berdasarkan persamaan regresi tersebut menunjukkan bahwa faktor yang mempunyai hubungan berbanding lurus dengan harga ikan Layang (Decapterus spp) berukuran besar adalah jumlah produksi, bakul, kualitas, dan ukuran berat ikan. Faktor mempunyai hubungan berbanding lurus dengan harga ikan Layang (Decapterus spp) berukuran kecil adalah bakul, kualitas, dan ukuran berat ikan. Jumlah produksi mempunyai hubungan berbanding terbalik dengan harga ikan Layang (Decapterus spp) berukuran kecil. The round scad (Decapterus spp) is the dominant resource that is disembarked at TPI 1 Tasikagung Rembang which has reach 7.862.480 kgs/year or equals to Rp. 54.617.390.000/year. The fishing gear that is used to catch round scad (Decapterus spp) is mini purse seine. The purpose of this study was to know the production scale and the market distribution of the round scad (Decapterus spp) and to analyze the factors that influence the price of round scad (Decapterus spp) at Tasikagung Fishing Port, RembangThe method used during the study was descriptive method that was based on case study. Sample collection was done using purposive sampling method with the number of sample is 35 samples. The data analysis was done using regression and correlation that was performed using SPSS 16.The result has shown that the regression equation for round scad (Decapterus spp) which has big size is Y= 2173,946 + 0,005X1+ 208,524X2+ 787,050X3 + 37,100X4+383,508 while the equation for small round scad (Decapterus spp) is Y=1111,333 - 0,006X1+ 249, 418 X2+ 416,271X3 + 94,6I3X4+585,114. Based on the regression equation is indicated that factors influencing has links is directly proportional to the price of big round scad are production factor, the number of sellers, quality, and the weight. factors influencing has links is directly proportional to the price of small round scad are, the number of sellers, quality, and the weight, but The production of has links inversely proportional to the price of small round scad.
ANALISIS KINERJA PANGKALAN PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN (PSDKP) DI POS PELAYANAN PSDKP PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN, JAKARTA Irliyani, Irliyani; Wibowo, Bambang Argo; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.442 KB)

Abstract

Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan merupakan salah satu organisasi publik yang menyediakan pelayanan jasa, yang menyediakan pelayanan jasa untuk pengurus surat kapal, seperti penerbitan Surat Laik Operasi (SLO), penerbitan Surat Keterangan Aktivasi Transmitter (SKAT) penerbitan Surat Keterangan Distribusi Ikan (SKDI), dan penerbitan Lembar Verifikasi Hasil Pendaratan Ikan (LVHPI). Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Maret-April 2017 yang bertempat di Pangkalan PSDKP Jakarta, dan bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan Pangkalan PSDKP Jakarta dengan Analisis Servqual dan Diagram Kartesius. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sementara metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan adalah 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan secara keseluruhan sebesar 92,53 % yang merupakan hasil perbandingan antara skor harapan dan pesepsi, yang digunakan untuk menentukan prioritas yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Analisis skor Servqual dapat dilihat bahwa skor harapan pengguna jasa Pangkalan PSDKP Jakarta sebesar 1671, sedangkan persepsi sebesar 1545, sehingga skor Servqual yang didapat adalah -126, skor ini menunjukkan kinerja Pangkalan PSDKP Jakarta sangat baik. Analisis Diagram Kartesius menunjukkan bahwa dimensi kehandalan berada pada kuadran A, yang berarti menjadi prioritas utama peningkatan kinerja Pangkalan PSDKP Jakarta seperti persyaratan penerbitan surat-surat yang terlalu banyak, kemudian dimensi empati, daya tanggap, dan wujud berada pada kuadran B yang berarti mempertahankan prestasi seperti ketepatan waktu, identitas petugas, serta kemampuan pegawai dalam melayani, dan untuk dimensi keyakinan berada pada kuadran C yang berarti merupakan prioritas rendah seperti biaya untuk penerbitan surat yang tidak terlalu dipentingkan oleh pengguna jasa.
IMPLEMENTASI REGULASI NASIONAL TERKAIT KESELAMATAN KAPAL PENANGKAP IKAN DI PPN PEKALONGAN Huda, Muhammad; Boesono, Herry; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.991 KB)

Abstract

The purpose of this study was to obtain an overview of national regulations relating fishing vessel safety, obtain an overview of the implementation of regulations relating fishing vessel safety in the Pekalongan Archipelago Fishing Port and analyze alternative solutions in order to achieve optimization of the application of national regulations relating fishing vessel safety. The method used in this research is descriptive method that is featured a case study with Likert Scale and Analysis Hierarchy Process (AHP)done to be data analyze. The results showed that only the Minister of Communications Decree No.KM 46 Year 1996 regarding Seaworthiness Certification of Fishing Vessels that discussed the safety of fishing vessels. Implementation of regulations related to safety of fishing vessels in the Pekalongan Archipelago Fishing Port within 5 (five) years ranged between 69.31% - 73.08%, it indicates that the rate of application of relevant regulations on the safety of fishing vessels belonging to the Pekalongan Archipelago Fishing Port in both categories based on predefined criteria weighting. Which occupies the first priority action to achieve the optimization of the application of relevant regulations on fishing vessel safety in the Pekalongan Archipelago Fishing Port compliance requirements with the characteristics and conditions of fishing vessels and manning with the priority vector value 0.55. The second priority isthe rules firmness relating safety of fishing vessel from the state with the priority vector value 0.29 and the third priority is the seriousness to the implementation by relevant parties such as the Unit Operator Port (Harbourmaster and Marine Inspector) with the priority vector value 0.16.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ALAT TANGKAP BUBU (BAMBU, KAWAT, LIPAT) SERTA PENGARUH UMPAN PADA PENANGKAPAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) DI PERAIRAN RAWA PENING Putri, Laras Puspa Anggraini; Pramonowibowo, -; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.55 KB)

Abstract

Perairan Rawa Pening memiliki salah satu spesies introduksi bernilai ekonomis tinggi yaitu lobster air tawar jenis Red claw (Cherax quadricarinatus). Produksi udang air tawar yang didalamnya termasuk jenis lobster air tawar di perairan Rawa Pening mencapai 95.200 kg pada tahun 2012. Nelayan setempat biasa menangkap lobster air tawar dengan menggunakan alat tangkap perangkap yaitu bubu yang terbuat dari bambu dan kawat. Diperlukan teknologi penangkapan ikan yang lebih mengarah pada penggunaan teknologi penangkapan ikan yang efektif dan efisien, yaitu lewat uji coba alat tangkap baru menggunakan bubu lipat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian umpan dan jenis bubu yang terdiri dari bubu bambu, bubu kawat, dan bubu introduksi yang dibawa oleh peneliti yaitu bubu lipat terhadap hasil tangkapan lobster air tawar (Cherax quadricarinatus), serta menentukan alat tangkap paling efektif dalam menangkap lobster air tawar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini berupa 3 jenis bubu, yaitu bubu bambu memiliki panjang 80 cm dan diameter mulut bubu 20 cm, menggunakan bambu sebagai bahan pembuatanya; bubu kawat memiliki panjang 80 cm dan diameter mulut bubu 14 cm; serta bubu lipat memiliki panjang 45 cm, lebar 31 cm, dan tinggi 17 cm. Umpan yang digunakan pada bubu lipat ini yaitu keong mas, serta tanpa umpan sebagai kontrol. Penelitian ini dilakukan pada perairan Rawa Pening, Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - April 2014. Analisis data yang dilakukan adalah analisis One Way Anova dengan bantuan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan pemberian umpan tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan. Jenis alat tangkap bubu yang berbeda tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan. Efektivitas penangkapan tertinggi didapatkan pada alat tangkap bubu lipat. Fresh water lobster or crayfish (Cherax quadricarinatus) has one of introduction species in Rawa Pening, it has high economical value. In 2012 the productions of crayfish (Cherax quadricarinatus) up to 95.200 kg. Bamboo and wire traps mostly use for catch crayfish by local fisherman. To maximized the catch new technology will introduce, in this case folding traps will be used. The aim of this research is to now catchability of folding traps for catch crayfish (Cherax quadricarinatus), weather baited or not baited folding traps, and determine the most effective fishing gear in capturing crayfish. This research used experimental methods. In this research three kind of traps which made of bamboo, wire, and introduction folding trap were used and specification are the bamboo trap’s length was 80 cm with 20 cm of mouth diameters and made by bamboo; wire trap with 80 cm length and 14 cm mouth diameters; and also folding trap with 45 cm length 31 cm width, 17 cm height. Snail is used as a bait in this research of the fishing gear and unbaited for the control. This research was conducted in Rawa Pening Waters, Asinan Village, Bawen District, Semarang Regency, Central Java Province. The research held on March to April 2014. One Way Anova analysis is used to analyze the data within the help of SPSS 16 program. Is the result baited traps has no significantly different with unbaited traps. Also the different of trap designs has no significantly different too for catching crayfish (Cherax quadricarinatus). But folding trap has the best catchability for crayfish (Cherax quadricarinatus). 
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN ARAD DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) TAMBAK LOROK SEMARANG Rengganis, Aninda; Mudzakir, Abdul Kohar; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.951 KB)

Abstract

Tambak Lorok merupakan kampung nelayan terbesar di Kota Semarang, dengan didominasi alat tangkap arad yang memiliki produktivitas tinggi, tetapi nelayannya hidup dalam kondisi miskin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesejahteraan nelayan arad berdasarkan indikator kesejahteraan gabungan BPS, dan mengetahui kondisi sosial ekonomi nelayan arad. Analisis tingkat kesejahteraan dengan menggunakan indikator kesejahteraan gabungan BPS (tahun 2013 dan 2015) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah nelayan arad. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 83 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung di lapangan. Teknik analisis data menggunakan Indikator Kesejahteraan Gabungan serta NTN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan nelayan arad dengan indikator gabungan BPS skor di atas 29 atau sejahtera tinggi sebanyak 69,87%, sedangkan skor 27-38 yang artinya sejahtera sedang terdapat sebanyak 30,12%. Sedangkan hasil analisis tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan NTN >1, menunjukkan dalam kriteria sejahtera tinggi sebanyak 48,19%, sedangkan untuk NTN =1 sejahtera sedang sebanyak 18,07% dan NTN < 1 yang artinya sejahtera rendah sebanyak 33,74%. Kondisi sosial masyarakat nelayan, kepala keluarga rata-rata berada pada umur produktif dan pendidikan kepala keluarga rendah. Jumlah anggota keluarga mayoritas 4 sampai 5 orang. Sebanyak 55,42% terdapat anggota keluarga yang bekerja, sehingga nelayan dapat terbantu dalam meningkatkan kesejahteraan. Berdasarkan indikator BPS dan NTN, nelayan arad hidup sejahtera.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA ASPEK FINANSIAL PENANGKAPAN MINI PURSE SEINE DENGAN UKURAN JARING YANG BERBEDA DI PPI UJUNGBATU KABUPATEN JEPARA S.Pi., Pujianto; Boesono, Herry; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.05 KB)

Abstract

Mini purse seine is a productive fishing gear in catching pelagic fishes. Potencial resources utilization could be increased by adding the size length and width of the nets. Therefore it needed to be analyzed the feasibility rate of those mini purse seines. The purposes of this research were to analyze study feasibility aspect (PP, R/C ratio, NPV, and IRR) of mini purse seine with nets different size in PPI Ujungbatu Jepara Regency and to analyze nets different size impact against NPV, R/C ratio and IRR of mini purse seines in PPI Ujungbatu Jepara Regency. The method used in this research was descriptive method by case study and data was collected through direct observation, interviewed, and literature study. The results of feasibility aspect obtained that marine fisheries business using mini purse seine with length 450 m (width 90 m) the average values of PP, R/C ratio, NPV, and IRR were 2,22 years, 1,17, Rp.454.423.108,64, and 38,56%. Mean while in marine fishing business using mini purse seine with length of the nets 360 m (width 75 m) The analysis results of feasibility aspect obtained that the average values of PP, R/C ratio, NPV, and IRR were 2,25 years, 1,16, Rp.394.713.135,15, and 38,33%. From those analysis concluded that fishing business using mini purse seine with different size of nets in PPI Ujungbatu Jepara Regency are feasible.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PRODUKSI UNIT PENANGKAPAN JARING CUMI (CAST NET) DI PPN KEJAWANAN CIREBON, JAWA BARAT Anggraeni, Lia; Ismail, -; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.638 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan yang berada di Kota Cirebon, Jawa Barat merupakan pelabuhan yang memproduksi cumi-cumi dengan skala besar yaitu mencapai 2.300 ton pada tahun 2013. Produksi cumi-cumi mengalami peningkatan selama kurun waktu 5 tahun, volume produksi yang cukup besar 681 ton pada tahun 2010 dan meningkat drastis menjadi 2.000 ton pada tahun 2011. Dengan volume produksi yang terus meningkat menyebabkan alat tangkap jaring cumi (cast net) di PPN Kejawanan Cirebon menjadi unit penangkapan dominan dan menjadi andalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor produksi yang berperan  penting dan mengestimasi hubungan antara produksi dengan faktor produks di PPN Kejawanan Kota Cirebon, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus bersifat deskriptif dan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis yang digunakan berupa uji asumsi klasik, koefisien determinasi (R2), uji F, uji t-student, dan fungsi produksi Cobb-Douglas. Faktor-faktor yang berperan nyata pada unit penangkapan jaring cumi di PPN Kejawanan terdapat enam faktor dari delapan variabel, diantaranyaPanjang API (X1), jumlah BBM (X3), lama trip (X4), jumlah watt lampu (X6), jumlah ABK (X7), PK mesin kapal (X8).Hubungan antara faktor-faktor produksi dengan produksi unit penangkapan jaring cumi di PPN Kejawanan Cirebon dapat direpresentasikan dalam model fungsi Cobb-Douglas, yaitu sebagai berikut: ln Y = 94,815 + 2,017 X1 – 1,383 X2 + 1,487 X3 – 7,545 X4+ 2,761 X5 + 1,766 X6. Dari persamaan model regresi berganda Cobb-Douglas yang diperoleh tidak semua variabel bebas berpengaruh dalam meningkatkan hasil produksi cumi-cumi, akan tetapi terdapat dua variabel yang dapat menurunkan hasil produksi unit penangkapan jaring cumi di PPN Kejawanan Cirebon, yaitu variabel jumlah BBM dan jumlah watt lampu. Kejawanan National Fishing Port which  is located in the city of Cirebon, West Java is the port which produces squid with large scale reaching 2,300 tons in 2013. Production of squid increased during the period of 5 years, a large enough volume of production 681 tons in 2010 and increased dramatically to 2,000 tons in 2011. With the increasing production volumes caused the net squid fishing gear (cast net) in Kejawanan National Fishing Port Cirebon become the dominant fishing gear and become a mainstay. This research is purpose to assess the performance of technical squid nets and factors of production, estimates the relationship between production by a factor of production, as well as business profit analysis unit, determines the net catching squid (Cast net) in Kejawanan National Fishing Port Cirebon, West Java. The method used in this research is descriptive case studies and purposive sampling method. The analytical method used in the form of classic assumption test, the coefficient of determination (R2), F test, Student's t-test, the Cobb-Douglas production function and profit analysis effort. there are six factors of eight variables, including length of API (X1), the amount of fuel (X3), a long trip (X4), the amount of wattage lamp (X6), number ABK (X7), ship engines (X8).The relationship between the factors of production with the production of unit catching squid nets in Kejawanan National Fishing Port, Cirebon can be represented in the model of the Cobb-Douglas function, as follows: ln Y = 94,815 + 2,017 ln X1 – 1,383 ln X2 + 1,487 ln X3 – 7,545 ln X4+ 2,761 ln X5 + 1,766 ln X6. From equation regression models obtained Cobb-Douglas is not all independent variables influence in increasing the production of squid, but there are two variables which can reduce production unit net catching squid in Kejawanan National Fishing Port, the variable amount of fuel and the amount of wattage lamp.
ANALISIS DISTRIBUSI DAN MARGIN PEMASARAN HASIL TANGKAPAN CUMI-CUMI (Loligo sp) Di KABUPATEN KENDAL, JAWA TENGAH Septiani, Dwi; Triarso, Imam; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.261 KB)

Abstract

Kabupaten Kendal mempunyai sub sektor perikanan laut yang pada tahun 2014 menghasilkan 2.055.180 kg ikan. Kabupaten Kendal memiliki lima Tempat pelelangan Ikan (TPI). Hasil perikanan di Kabupaten Kendal selain menjadi konsumsi masyarakat lokal juga dikirim keluar daerah. Cumi-cumi merupakan salah satu hasil perikanan yang memiliki produksi tinggi. Kegiatan pemasaran Cumi-cumi di Kabupaten Kendal melalui dua perantara yaitu dilelang di TPI dan dijual ke tengkulak. Nelayan yang memiliki ikatan hutang dengan tengkulak harus menjual hasil tangkapan ke tengkulak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis distribusi pemasaran, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran hasil tangkapan Cumi-cumi (Loligo sp) di Kabupaten Kendal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling dan mengunakan metode snowball sampling. Analisis data yang dilakukan yaitu aspek teknis, aspek ekonomi dan aspek pemasaran. Berdasarkan hasil penelitian diketahui di Kabupaten Kendal ada empat distribusi pemasaran. Nelayan menjual hasil tangkapannya melaui TPI maupun tengkulak, kemudian pedagang pengumpul dan pedagang pengecer membeli Cumi-cumi (Loligo sp) melalui TPI maupun tengkulak. Distribusi pemasaran yang paling efisien yaitu distribusi pemasaran 2 yaitu nelayan → tengkulak → pedagang pengecer → konsumen, di saluran distribusi 2 yang paling efisien ditingkat pedagang pengecer dengan nilai efisiensi terkecil yaitu 0,02. Selain itu pada distribusi pemasaran 2 ditingkat pedagang pengecer memiliki nilai margin pemasaran terkecil Rp. 4.764 dan fisherman’s share terbesar yaitu 85,49%.
ANALISIS PENDAPATAN, BIAYA DAN KEUNTUNGAN BOTTOM GILL NET DENGAN ATRAKTOR UMPAN DAN ATRAKTOR UMPAN DI PERAIRAN JEPARA JAWA TENGAH Nurdyane, Novalida; Purnama Fitri, Aristi Dian; NND, Dian Ayunita
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 4: Oktober, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.961 KB)

Abstract

Alat tangkap yang umumnya digunakan nelayan di Jepara merupakan jaring insang dasar (bottom gill net) yang terbuat dari nilon monofilament dan tanpa menggunakan umpan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat produksi serta menganalisis pendapatan, biaya dan keuntungan gill net dengan atraktor umpan (ikan asin, ikan petek dan pelet) dan tanpa umpan di Perairan Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif bersifat experimental fishing. Metode pengambilan sampel yang digunakan metode purposive sampling dengan sampel yang telah ditentukan yaitu 1 kapal nelayan gill net dengan 3 ABK. Metode analisis yang digunakan adalah uji F (Anova) SPSS 16. Hasil penelitian diperoleh bahwa usaha penangkapan gill net dengan atraktor umpan ikan asin memberikan hasil penerimaan terbesar dibandingkan perlakuan lainnya. Penerimaan jaring umpan ikan asin terbesar pada ulangan ke 6 sebesar Rp. 1.045.000, keuntungan Rp. 961.200. Analisis Uji F menunjukkan perbedaan perlakuan jaring gill net dengan pemasangan umpan dan tanpa umpan tidak berpengaruh nyata terhadap berat hasil tangkapan, pendapatan dan keuntungan..
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL PELABUHAN PERIKANAN PANTAI WONOKERTO KABUPATEN PEKALONGAN Sundari, Ratri; Rosyid, Abdul; Dewi, Dian Ayunita NN
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.71 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Wonokerto Kabupaten Pekalongan merupakan Unit Pelaksana Teknis dibawah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. PPP Wonokerto awalnya merupakan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang diresmikan pada tahun 1986, kemudian mulai operasional menjadi Pelabuhan Perikanan Pantai pada tahun 2010. Pemanfaatan fasilitas yang ada di pelabuhan bukan hanya oleh masyarakat Wonokerto saja, tetapi juga oleh masyarakat dari daerah lain. Hal ini disebabkan  banyak kapal-kapal pendatang ikut bersandar dan melelangkan hasil tangkapannya di PPP Wonokerto. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasilitas dasar dan fungsional, kemudian meramalkan jumlah produksi, kunjungan dan keberangkatan kapal serta menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas dasar dan fungsional di PPP Wonokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dengan pengambilan sampel kuota sampling, menggunakan analisa tingkat pemanfaatan dan analisa forecasting. Hasil penelitian diperoleh dari analisis forecasting jumlah kunjungan dan keberangkatan perahu <7GT mengalami penurunan sebesar 6-8% dan kapal <10GT mengalami kenaikan sebesar 6-8% sedangkan jumlah produksi naik 0,3% setiap tahunnya. Hasil perhitungan tingkat pemanfaatan area pelabuhan 29,1%, alur pelayaran 83%, dermaga 76,4% dan TPI 85,7%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pemanfaatan fasilitas dasar dan fungsional secara keseluruhan termanfaatkan secara optimal. Wonokerto coastal fishing port Pekalongan is a technical unit under the department of marine and fisheries Central Java. Wonokerto coastal fishing port initially a fish landing base which established in 1986, then started becoming operational coastal fishing port in 2010. Utilization of existing facilities not only used by Wonokerto objectives fishers, but also fishers from other regions. This research was conducted in April 2015. This research identified basic and functional facilities, predicted fishery production and boat frequency and analyzing the utilization rate of basic and functional facilities in Wonokerto coastal fishing port. The method in this study was descriptive analytic used quota sampling. Used analysis of the level of utilization and forecasting analysis. Results from analysis forecasting of boat arrival frequency and departure boat of <7 GT decline 6-8% and <10 GT raise 6-8% and of fishery production increase 0,3% every year. Results calculation port area utilization 29,1%, the fairway utilization 83%, pier utilization 76,4% and 85,7% for utilization of TPI. From these results can be concluded that the utilization rate of basic and functional facilities were utilized optimally.

Page 11 of 41 | Total Record : 404