cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN UNTUK CUMI-CUMI (Loligo sp) YANG TERTANGKAP DENGAN CANTRANG DI TPI TANJUNGSARI KABUPATEN REMBANG Prakasa, Godi; Boesono, Herry; NND, Dian Ayunita
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.261 KB)

Abstract

Cumi-cumi (Loligo sp) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai komoditas komersial. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis aspek bioekonomi cumi-cumi di perairan Rembang menggunakan perhitungan bioekonomi model Gordon-Schaefer dan Copes, serta menganalisis tingkat pemanfaatan sumberdaya cumi-cumi di perairan Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kasus dengan analisa deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode multi stages sampling. Metode analisis data dengan melakukan perhitungan Catch per Unit Effort dari alat tangkap yang digunakan. Kemudian dihitung nilai MSY, MEY, OA, SO dan nilai tingkat pemanfaatan sumberdaya perikanan tangkap pada tiap tahunnya. Hasil analisis dari penelitian diperoleh nilai rata-rata Catch per Unit Effort (CPUE) pada tahun 2008-2012 di perairan Kabupaten Rembang adalah 4,57 kg/trip alat tangkap. Produksi optimal (Copt) pada MSY model Gordon-Schaefer sebesar 156.511 kg/tahun dengan effort optimum (Eopt) 15.915 trip/tahun. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 1.956.977.994,-. Produksi optimal (Copt) pada MEY model Gordon-Schaefer sebesar 155.428 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 14.591 trip/tahun. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 1.973.232.611,-. Produksi optimal (Copt) pada SO model Copes sebesar 155.428 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 14.591 trip/tahun. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 1.973.232.611,-. Produksi optimal (Copt) pada OAE model Copes sebesar 47.758  kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 29.182 trip/tahun. Pada kondisi ini nelayan tidak memperoleh keuntungan. Tingkat pemanfaatan sumberdaya cumi-cumi di perairan Rembang pada tahun 2008-2012 memiliki rata-rata nilai sebesar 63%. Squid (Loligo sp) is one kinds of fishery resources which has the potency to be used as a commercial commodity. The purposes of this research were to analyse bioeconomic aspects of squid in Rembang seawaters with the measured models of bioeconomy Gordon-Schaefer and Copes, to analyse equilibrium of squid resources utilization in Rembang seawaters. The method used in this research is the case study method with a descriptive analysis. The sampling method used in this research was multi stages sampling method. The method of data analysis in this research was measured the Catch per Unit Effort of fishing gear it used cantrang within the first 5 years (2008-2012). And also measure, equilibrium of MSY, MEY, OA , SO and the value of fisheries resource utilization rate every year. The results of the average value of Catch per Unit Effort (CPUE) from 2008-2012 at Rembang seawaters was 4.57 kg/unit effort. Optimum production (Copt) of MSY Gordon-Schaefer bioeconomic models was 156.511 kg/year with optimum effort (Eopt) 15.915 trips/year. The profits earned was Rp 1.956.977.994,-. The MEY of squid production was 155.428 kg / year and optimum effort (Eopt) was 14.591 trips/year. The profits earned was Rp 1.973.232.611,-. Optimum production (Copt) of SO Copes bioeconomic models was 155.428 kg/year with optimum effort (Eopt) 14.591 trips/year. The profits earned was Rp 1.973.232.611,-. While limitation for squid production in Open Access condition was 47.758 kg/year and the effort maximum 29.182 trips/year. In this condition do not benefit the fisherman. The average value of squid resources utilization at Rembang seawaters from 2008 until 2012 was of 63%.
KESESUAIAN TEKNIS RASIO GAYA APUNG (BUOYANCE FORCE) DAN GAYA TENGGELAM (SINKING FORCE) PADA PURSE SEINE TIPE WARING DI TPI SENDANG SIKUCING, KABUPATEN KENDAL Setyasmoko, Tunjung Budi; Fitri, Aristi Dian Purnama; Gautama, Syahasta Dwinanta
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.127 KB)

Abstract

Pukat cincin tipe waring ada 2 jenis yaitu webing PA (Polyamide) dengan sebutan lokal “sibolga”, sedangkan webing PE (Polyethylen) atau sebutan lokalnya “waring”. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui, dan Menganalisis karakteristik bentuk dan konstruksi Purse Seine dengan webing PE “waring” dan webing PA “sibolga” di kabupaten kendal. Menganalisis kesesuaian teknis rasio gaya apung (buoyance force) dan gaya tenggelam (sinking force) pukat cincin (Purse Seine) tipe waring di kabupaten kendal. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2014, dengan mengambil lokasi di TPI Sendang Sekucing, Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripsi survei dengan simple random sampling. Metode pengumpulan data dengan cara Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis karakteristik bentuk, menganalisis karakteristik konstruksi, menghitung berat komponen, menghitung gaya apung (buoyance force) dan gaya tenggelam (sinking force). Gaya apung Purse Seine yang ideal adalah sama dengan 1,5 – 2 kali jumlah gaya tenggelamnya. Gaya tenggelam terbesar dihasilkan oleh pemberat timah pada webing PE, pada webing dari PA yang terberat adalah bahan webing itu sendiri. Rasio gaya apung dan gaya tenggelam 24 unit yang mengguanakan webing PE dan 11 unit yang menggunakan webing PA, 1 unit yang memiliki rasio sesuai dengan prado, webing dari bahan PE meiliki rasio kurang dari 1,5. Webing dengan PA memiliki rasio lebih dari 2,0. Purse Seine waring type there are 2 types of waring PA (Polyamide) with local designation "sibolga", while webing PE (Polyethylen) or local designation "waring". buoyancy Purse Seine ideal is equal to 1.5 to 2 times the amount of force the sinking. This study aims to identify and analyze the characteristics of the shape and construction of the Purse Seine small pelagic with webing PE "waring" and webing PA "Bolga" in the district kendal and analyze the suitability of the technical ratio of buoyancy (buoyance force) and style sink (sinking force) Purse Seine (Purse Seine) type waring in kendal district. This study will be conducted in July-October 2014 took place in Spring PPI Sekucing, Kendal. The method used is a survey with a description of the method of simple random sampling. Methods of data collection by observation, interviews, and documentation. Methods of data analysis using Analyzing characteristics, Analyzing the characteristics of construction, heavy components Counting, Counting buoyancy (buoyance force) and the sink (sinking force). The method used is the description of the survey method with simple random sampling. Methods of data collection by observation, interview, and documentation. Methods of data analysis using the analysis of the characteristics of shape, to analyze the characteristics of construction, Calculating the weight of components, Calculating buoyancy (buoyance force) and style sink (sinking force). The buoyance force is generated by buoys, rope - rigging, srampat, and webbing PE (Polyethylen). The sink style produced by lead weights on webing PE and PA webing of the toughest is webing material itself. Ratio of buoyancy and style sank 24 units mengguanakan webing PE and 11 units that use webing PA, 1 unit has a ratio according to Prado, webing of PE materials meiliki ratio less than 1.5. Webing with PA have a ratio of more than 2.0.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP DOGOL DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) UJUNG BATU JEPARA Antika, Melina; Mudzakir, Abdul Kohar; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.333 KB)

Abstract

Kelayakan usaha dalam hal ini dimaksudkan sebagai perkiraan tentang laba/rugi yang terkait dengan pengoperasian usaha. Usaha penangkapan Dogol yang dilakukan harus menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis usaha. Penelitian ini bertujuan mengetahui aspek teknis jaring dogol, mengetahui aspek ekonomi usaha nelayan penangkapan jaring dogol, menganalisis aspek kelayakan usaha alat tangkap dogol. Dogol merupakan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan dimersal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus, studi ini untuk menganalisis tingkat kelayakan usaha dan pendapatan nelayan dogol. Metode pengambilan sampel yang digunakan metode sensus dengan jumlah 15 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis finansial dan kelayakan usaha yaitu NPV, IRR, B/C ratio, dan PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dogol membutuhkan nilai rata-rata modal Rp 76.766.667, nilai rata-rata biaya total Rp 198.230.507, nilai rata-rata penerimaan Rp 226.238.400, dan nilai rata-rata keuntungan Rp 28.007.893. Berdasarkan hasil perhitungan analisis kelayakan usaha pada penangkapan dogol diperoleh nilai rata-rata NPV yaitu sebesar Rp 74.590.529 - Rp 123.765.164, nilai rata-rata IRR yaitu sebesar 30% - 50%, nilai rata-rata B/C Ratio yaitu sebesar 1,090 - 1,098, Payback Periode 2 tahun. Feasibility in this case is intended as an estimate of profit / loss associated with the operation of  business . Dogol fishing effort should result in a sustainable advantage . Therefore, it need to analyze the business . This study aims to find out the technical aspects of dogol nets , knowing the economic aspects of fishermen to catch dogol nets , analyze the feasibility aspect dogol fishing gear . Dogol is fishing gear used to catch fish pelagis . The method used in this research is descriptive method that is a case study , this study is to analyze the feasibility of the business and the income of dogol  fishermen  . The sampling method used census method with 15 respondents . The analytical method used is the financial and feasibility analysis NPV , IRR , B / C ratio , and PP . The results showed that dogol requires capital value is Rp 76,766,667 , the value of the total cost of the average is Rp 198 230 507 , the average  revenue value is Rp 226,238,400 , and the average gain value is Rp 28,007,893 . Based on calculations from feasibility analysis to the arrest dogol the average values obtained NPV is equal to Rp 74,590,529 to Rp 123,765,164 , the average value of IRR is equal to 30 % - 50 % , the average value of B / C ratio is equal to 1.090 to 1.098 , 2 -year payback period .
Analisis Pengaruh Media Perendaman Benang Pa Multifilamen D21 Terhadap Kekuatan Putus (Breaking Strength) Dan Kemuluran (Elongation) Dengan Metode SNI ISO 1805:2010 Sari, Velysiana Ayunda Puspita; Boesono, Herry; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.595 KB)

Abstract

Bahan dasar alat tangkap terbagi menjadi dua jenis bahan yaitu secara alami (natural fibre) dan buatan (synthetic fiber). Bahan alami terbuat dari serat-serat tumbuhan (cotton, manila,hemp) sedangkan bahan sintesis diproduksi melalui mesin dimana serat tersebut diperoleh dari proses kimia daya tahan, bahan sintesis lebih unggul dibanding dengan bahan alami karena tidak mengalami pembusukan. Salah satu contoh dari bahan sintesis ini adalah polyamide atau yang lebih dikenal dengan nama dagang nilon. Tingkat kekuatan benang (breaking strength) dan kemuluran (elongation) merupakan bagian penting yang perlu diperhatikan karena jika nilai kekuatan benang ini tinggi dan kemuluran yang rendah maka akan menciptakan suatu tingkat efektifitas bahan sehingga membuat nelayan tidak perlu banyak mengeluarkan biaya untuk perawatan alat tangkap. Benang  polyamide merupakan salah satu jenis benang yang umumnya digunakan untuk mengukur ketahanan suatu serat sintesis. Semakin cepat penurunan kekuatan putus, maka akan meningkatkan biaya untuk perbaikan dan pembelian sehingga sangat terkait dengan kelanjutan usaha. Benang polyamide multifilament D21 dipilih karena sebagian besar digunakan untuk bahan alat tangkap gill net dengan target tangkapan ikan tengiri (Scomberomorus commerson). Daerah yang banyak menangkap ikan tengiri (Scomberomorus commerson) adalah sekitar pantura. Hal tersebut perlu dilakukan suatu penelitian terkait dengan pengaruh perendaman terhadap kekuatan putus dan kemuluran dari benang multifilamen D21.Disisi lain, Indonesia memiliki beberapa produsen alat penangkapan ikan yang tersebar di beberapa daerah baik di jawa maupun luar jawa. Namun seiring dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia belum memiliki standar alat tangkap yang digunakan yang dalam hal ini terkait dengan kekuatan putus (breaking strength) dan kemuluran (elongation) sehingga memberi dampak pada ketidak ramah lingkungan alat tangkap seperti tidak sesuai ukuran benang ataupun mesh size pada alat tangkap sehingga akan berdampak pada hasil tangkapan yang tidak selektif.
TINGKAT PEMANFAATAN FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN TANJUNGSARI KABUPATEN PEMALANG Ardandi, Savino Nisen; Boesono, Herry; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.521 KB)

Abstract

Fishing port is an important aspect in the development of fisheries. Fishing port is the place that made up the land and surrounding waters with certain limits as the governmental activities and the activities of the fishing business systems that are used as berths and loading and unloading of fish. The purpose of this study was to analyze the level of utilization of basic and functional facilities that exist in the Tanjungsari Fishing port. The method used in collecting data of this study is descriptive method and case studies. Descriptive method is a method of data collection surveys and direct observation in the field and do pangumpulan data by focusing on an intensive and detailed case. Based on the results obtained a conclusion that is basic and functional condition of the facility at Fish Landing Base Tanjungsari Pemalang in less optimal conditions. The utilization rate of basic facilities and functional Tanjungsari Fishing port as follows: The Land Use by 87%; cruise line by 89%; the dock by 90% and 83% of the auction building. Strategy to increase the utilization of basic facilities and is a functional Tanjungsari Fishing port opitimal use of basic facilities, functional and support in order to increase fish production; Provide counseling and socialization on a regular basis to business Tanjungsari fishery in relation to the increase in fish production; Improve fishing technology such as the use of GPS and Fishfinder to increase the catch.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN DAN KEBUTUHAN FASILITAS FUNGSIONAL DAN FASILITAS PENUNJANG DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TASIKAGUNG REMBANG Prasojo, Prastyo; Rosyid, Abdul; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.793 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung merupakan pelabuhan yang sedang dalam tahap pengembangan dimana sebelumnya pelabuhan ini adalah pangkalan pendaratan ikan. Mengingat fungsinya yang sangat strategis sebagai pusat kegiatan dan perekonomian masyarakat sekitar, sehingga perlu adanya pengkajian pengembangan fasilitas yang berkelanjutan sehingga Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung dapat melayani kegiatan di pelabuhan secara maksimal.  Penelitian bertujuan untuk mengkaji kondisi fasilitas-fasilitas, menganalisa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Rembang untuk diterapkan dalam pengembangan PPP Tasikagung dengan kondisi saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif survey serta menggunakan analisa data yaitu analisa tingkat pemanfaatan fasilitas dan analisis tingkat kebutuhan. Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas - fasilitas yang ada di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung masih dalam kondisi kurang, namun tingkat pemanfaatan fasilitas – fasilitas baik meskipun masih terdapat fasilitas – fasilitas yang belum tersedia.Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Optimalisasi fasilitas fungsional dan penunjang keseluruhan belum termanfaatkan secara optimal. Hasil dari prediksi kebutuhan solar di PPP Tasikagung periode 2014 – 2018 mengalami kenaikan sebanyak 71% dari kebutuhan 5 tahun sebelumnya, maka perlu ditambahkan/disediakan solar sebanyak 68.296.554 liter untuk 5 tahun kedepan, sedangkan untuk kebutuhan es mengalami kenaikan sebanyak 75% dari kebutuhan 5 tahun sebelumnya, maka perlu disediakan/ditambahkan es sebanyak 390.083,92 ton untuk 5 tahun kedepan. Coastal Fishing Port Tasikagung was in development project where in previously as Fish Landing Base. For those considering this function which most strategic as center activities and economy forthe fisheries society, so that It very needed for development sustainability facilities to made Tasikagung Coastal Fishing Port provided maximum services. This research aimed to get more investigated condition of port facilities recently, analysis utilization and necessities rate inTasikagung Coastal Fishing Port in applied to development Tasikagung Port recently. Method used descriptive survey and also analysis data used Analysis Utilization Facility and Necessities Rate. The end of research showed condition of facilities in Tasikagung Port in minus level (low), and Utilization Rate in Good level although many facilities not available. The conclusion was about Optimization Functional and Supporting Facility untapped optimally yet. Prediction for solar consume Tasikagung Port 2014-2018 period increasing about 71% from necessities in 5 years before, so that It very needed extra solar approximately 68.296.554 litters in 5 years latters and Ice needed increasing about 75% from 5 years before, so that it was very needed an extra ice approximately 390.083,92 ton for 5 years latters.
ANALISIS UMPAN DAN WAKTU PENANGKAPAN BOTTOM GILL NET TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus sp.) DI PERAIRAN BEDONO, KABUPATEN DEMAK Nurcahyati, Nurcahyati; Fitri, Aristi Dian Purnama; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.625 KB)

Abstract

Rajungan umumnya dapat ditangkap dengan menggunakan alat tangkap bottom gill net. Penggunaan umpan pada alat tangkap bottom gill net bertujuan agar lebih efektif dalam metode penangkapan, selain itu diperlukan juga informasi terkait dengan waktu perendaman umpan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan menganalisis perbedaan umpan petek asin dan petek essens, mengetahui dan menganalisis perbedaan waktu penangkapan serta hubungan kedua faktor tersebut terhadap hasil tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus). Metode yang digunakan adalah eksperimental fishing berupa 8 kali setting pada waktu crepuscular (16.00-20.00 WIB) dan nocturnal (21.00-03.00 WIB) dengan mengunakan analisis data (uji normalitas, homogenitas, dan annova). Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penggunaan umpan ikan petek asin dan petek essens pada bottom gill net tidak berpengaruh nyata atau sama terhadap hasil tangkapan  (p > 0,05), namun dari segi lebar karapas petek essens mendapatkan hasil tangkapan dengan lebar karapas yang telah disesuaikan dengan PERMEN KP No. 1 tahun 2015. Perbedaan waktu penangkapan crepuscular dan nocturnal tidak berpengaruh nyata atau sama terhadap hasil tangkapan  (p > 0,05), namun dari segi lebar karapas waktu penangkapan crepuscular mendapatkan hasil tangkapan dengan lebar karapas yang telah disesuaikan dengan PERMEN KP No. 1 tahun 2015. Disamping itu Tidak ada interaksi antara waktu penagkapan dengan umpan yang berbeda terhadap hasil tangkpan Rajungan (p > 0,05).
PERBANDINGAN KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN DAN CARA IKAN TERTANGKAP PADA GILL NET STANDAR DAN GILL NET UMUM UNTUK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI PERAIRAN RAWAPENING Aditama, Tommy; Pramonowibowo, Pramonowibowo; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Rawapening dengan luas 2.770 hektar terletak di Kabupaten Semarang seiring berjalanya waktu mengalami penurunan dengan semakin tingginya eksploitasi sumberdaya perikanan. Di tahun 2011 produksi danau Rawapening hanya 2440 ton yang seharusnya masih bisa ditingkatkan. Selama ini penangkapan ikan Nila di perairan Rawapening menggunakan alat tangkap gill net yang spesifikasinya tidak terukur khusus untuk ikan Nila. Jaring insang yang dipakai di Rawapening saat ini dinilai memiliki selektivitas rendah terutama mengacu pada ukuran ikan. Banyak ikan-ikan yang masih undersize ikut tertangkap dengan alat tangkap tersebut. Selain itu jaring insang tersebut juga menghasilkan mutu ikan yang kurang baik, karena ikan-ikan yang tertangkap pada gill net tersebut tertangkap dengan cara entangled (terpuntal). Sehingga ikan mengalami rigor mortis lebih cepat dan akibatnya ikan akan menghasilkan mutu daging yang kurang baik. Untuk itu, penelitian mengenai gill net standar sangat diperlukan demi terciptanya optimalisasi dalam kegiatan penangkapan ikan di Rawapening. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif dengan membandingkan berat dan kuantitas ikan tertangkap pada kedua gill net, dan mengamati secara langsung cara ikan tertangkap. Hasil penelitian berupa spesifikasi alat tangkap gill net standar untuk ikan Nila di perairan lentik (tertutup) yaitu panjang 1000 mata jaring, lebar 25 mata jaring, mesh size 3 inchi, E = 0,5, pelampung menggunakan rubber sponge, dan pemberat menggunakan timah dengan berat masing-masing 5 gram. Dalam segi kuantitas dan cara ikan tertangkap gill net standar memiliki kemampuan lebih baik daripada gill net umum, sedangkan dalam segi berat ikan tertangkap, gill net umum mendapatkan hasil sedikit lebih baik daripada gill net standar.
ANALISIS PERBEDAAN LAMA PERENDAMAN DAN WAKTU PENANGKAPAN PADA JARING KONCONG (Encircling Gillnet) TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.) DI DESA PULOLAMPES, BREBES Mardiansyah, -; Asriyanto, -; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.871 KB)

Abstract

Potensi sumberdaya ikan kembung yang ada di perairan Brebes perlu dilakukan upaya-upaya pemanfaatan, baik dengan cara meningkatkan usaha atau cara-cara yang sudah ada atau dengan cara mencari alternatif baru yang nantinya meningkatkan hasil tangkapan seperti yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh perbedaan lama perendaman pada alat tangkap jaring koncong terhadap hasil tangkapan ikan kembung, mengetahui dan menganalisis pengaruh perbedaan waktu penangkapan pada alat tangkap jaring koncong terhadap hasil tangkapan ikan kembung, dan mengetahui ada tidaknya interaksi antara perbedaan lama perendaman dengan perbedaan waktu penangkapan pada alat tangkap jaring koncong terhadap hasil tangkapan ikan kembung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental fishing dengan 2 variabel yaitu lama perendaman dan waktu penangkapan dengan 6 perlakuan. Analisis data menggunakan uji normalitas One-Sample Kolmogorov Smirnov, uji ANOVA RAL faktorial, dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lama perendaman ada pengaruh terhadap jumlah tangkapan dan berat tangkapan ikan kembung yaitu yang terbaik adalah lama perendaman 3 jam; perbedaan waktu penangkapan ada pengaruh terhadap jumlah tangkapan dan berat tangkapan ikan kembung yaitu yang terbaik adalah waktu penangkapan pagi; dan tidak ada pengaruh interaksi antara perbedaan lama perendaman waktu penangkapan terhadap jumlah dan berat tangkapan ikan kembung. Mackerel resource potential in Brebes waters efforts need some efforts to use it, either by increasing the effort or means of an existing a new way of alternatives that will improve the catch as expected. The purpose of this study was to determine and analyze the effect of different soaking time on fishing gear for koncong net to catch mackerel, knowing and analyze the effect of different fishing time on fishing gear for jaring koncong to catch mackerel, and determine whether an interaction between difference soaking time and fishing time on koncong net to catch mackerel. The research method was the experimental fishing with 2 variables which are the type of soaking time and fishing time with 6 treatments. The data analysis used were the normality test One-Sample Kolmogorov Smirnov, RAL factorial ANOVA test and Duncan test. The results showed that the differences soaking time has an effect on the total catch and catch weight of mackerel, and the best is 3 hours soaking time; differences fishing time has an effect on the total catch and catch weight of mackerel, and the best is morning fishing time; and there was no interaction effect between difference soaking time and fishing time for the number and the weight of mackerel catch.
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN PUKAT CINCIN (PURSE SEINE) DAN PANCING TONDA (TROLL LINE) DI PPP TAMPERAN PACITAN, JAWA TIMUR Purwasih, Juwita Dwi; Wibowo, Bambang Argo; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.415 KB)

Abstract

Alat tangkap pukat cincin dan pancing tonda di PPP Tamperan mempunyai target penangkapan yang sama yaitu ikan pelagis besar seperti Cakalang, Tuna dan Tongkol. Produksi yang diperoleh dari kedua alat tangkap ini sangat mempengaruhi pendapatan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek teknis dari masing-masing usaha penangkapan pukat cincin (purse seine) dan pancing tonda (troll line) di PPP Tamperan dan menganalisis perbandingan pendapatan nelayan buruh dari masing-masing unit penangkapan pukat cincin (purse seine) dan pancing tonda (troll line) di PPP Tamperan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus di PPP Tamperan, Pacitan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey yang bersifat deskriptif. Penentuan jumlah sampel menggunakan proportional stratified random sampling. Jumlah sampel yang diambil yaitu masing-masing 3 orang untuk Kapten, Wakil Kapten, KKM, Juru Masak dan 10 orang ABK biasa pada purse seine, sedangkan pada pancing tonda masing-masing 6 orang untuk Kpaten, KKM, Juru Masak dan 10 orang untuk ABK. Metode analisis data yang digunakan adalah uji Independent samples T-test. Hasil penelitian menunjukkan daerah penangkapan purse seine sejauh 30 mil, sedangkan  pancing tonda sejauh 60 mil dari fishing base. Jumlah trip purse seine selama 7 hari dan pancing tonda selama 10 hari. Hasil tangkapan yang diperoleh adalah ikan pelagis besar seperti Cakalang, Tuna, Tongkol, Marlin dan Albakor. Pendapatan kotor usaha penangkapan purse seine Rp. 75.787.400,- dan pancing tonda Rp. 31.766.500,-. Pendapatan bersih nelayan ABK purse seine Rp. 23.390.800, dan pancing tonda Rp. 13.940.500,-.Uji Independent samples t-test  didapatkan sig sebesar 0,00<0,05 yang artinya H0 ditolak atau pendapatan nelayan buruh dari kedua usaha penangkapan tersebut berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan jumlah nelayan ABKpurse seine lebih banyak dan jumlah produksi produksinya juga lebih besar. Purse seine and troll line in PPP Tamperan have the same fish targets that giant pelagic as like as Cakalang, Tuna and Tuna. Production obtained from these two fishing gear greatly affect the income of fishermen. This study aimed to describe the technical aspects of each fishing effort Purse Seine and Troll Line in PPP Tamperan and comparison analysis income purse seine and troll line fishermen from each unit catching Purse Seine and Troll Line in PPP Tamperan. This study was held on August in PPP Tamperan, Pacitan. The method used is descriptive survey. Determination of the number of samples using proportional stratified random sampling. The number of samples were taken respectively 3 persons for the captain, vice captain, chief engineer, Cook and 10 persons regular crew on purse seine, while trolling each 6 persons to Captain, KKM, Cook and 10 persons to ABK. Data analysis methods used is Independent samples t-test. The results showed purse seine fishing area 30 miles by trolling as far as 60 miles from the fishing base. Number of purse seine trip for 7 days and trolling for 10 days. The catch is obtained is giant pelagic fish such as Cakalang, Tuna, Tuna, Marlin and Albakor. Gross revenue purse seine fishing effort Rp. 75.787.400,- and trolling Rp. 31.766.500,-. Net income of USD purse seine fishing crew. 23.3908 million, and trolling Rp. 13.9405 million, -Independent samples t-test result obtained sig 0,00<0,05 it means that H0 is rejectedor from purse seine and troll line fishermen have different revenue. This difference is caused by differences in the number of purse seine fishing crews more and the amount of production is also greater production.

Page 10 of 41 | Total Record : 404