cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP JARING INSANG PERMUKAAN ( SURFACE GILL NET) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) BANYUTOWO KABUPATEN PATI Zain, Habieb Noor; Triarso, Imam; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.002 KB)

Abstract

Kabupaten Pati merupakan salah satu daerah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, yang strategis di bidang perikanan. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui tingkat pendapatan usaha alat tangkap Gillnet, mengidentifikasi aspek-aspek ekonomi dan menganalisis aspek finansial usaha alat tangkap Gillnet di PPI Banyutowo Pati. penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2015 di PPI Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Propinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan penentuan jumlah sampel ini menggunakan rumus pengambilan sampel menurut Suparmoko dengan jumlah responden 12 orang. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis finansial dan kelayakan usaha yaitu NPV, IRR, B/C ratio, dan Payback Periode (PP). Dari analisis finansial yang dikaji untuk usaha perikanan tangkap jaring insang (Gillnet) di PPI Banyutowo diperoleh hasil sebagai berikut NPV dengan nilai Rp.11.553.698,-, IRR 30% dengan nilai B/C 1,10 dan nilai PP 6,15. Dari penelitian ini kesimpulan yang diperoleh adalah  usaha perikanan tangkap jaring insang Permukaan (Surface Gillnet) di PPI Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, dikatakan layak dan menguntungkan. Pati Regency is one of regencies in Central Java province, a strategic area in the field of fisheries. Purpose of this study are to determine the income level of the Gillnet fishing  bussiness, identified echonomy aspect and analysis financial aspect Gillnet fishing bussiness in PPI Banyutowo Pati. This research was conducted on February and March 2015 in PPI Banyutowo Dukuhseti District of Pati regency, Central Java Province. The method used in this research is descriptive, and the sampling method used is purposive sampling method and determining the amount of this sample using the formula Suparmoko sampling according to the number of respondents 12 people. The analytical method used is the method of financial analysis and feasibility namely NPV, IRR, B/C ratio, and Payback Period (PP). The results of the financial analysis for the studied fishery business gill net (gillnet) in PPI Banyutowo Dukuhseti District of Pati regency, Central Java Province as follows NPV of Rp. 11.553.698,-,IRR value 30%, B/C value 1,10 and PP 6,15 The Conclusions of this study were obtained from business fishery capture  Surface gill nets in PPI Banyutowo Dukuhseti District of Pati regency, said to be viable and profitable.
ANALISIS POTENSI TANGKAP SUMBERDAYA RAJUNGAN (BLUE SWIMMING CRAB) DI PERAIRAN DEMAK Badiuzzaman, -; Wijayanto, Dian; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.888 KB)

Abstract

Pengelolaan perikanan merupakan hal yang berperan penting dalam kelestarian sumberdaya perikanan. Potensi tangkap didefinisikan sebagai besaran nilai yang dapat diupayakan dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan tangkap. Sumberdaya Rajungan sebagai salah satu komoditas penting perikanan tangkap banyak dieksploitasi berlebih, salah satunya di Perairan Demak. Desa Betahwalang Kabupaten Demak, Jawa Tengah menjadi salah satu pusat pendaratan perikanan Rajungan dari berbagai wilayah, termasuk dari perairan Jepara, Semarang dan Kendal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi biomassa, kepadatan stok, MSY dan rekomendasi kebijakan pengelolaan perikanan Rajungan di Perairan Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode swept area. Hasil penelitian diketahui Rajungan ditangkap menggunakan alat tangkap arad. Berdasarkan hasil perumusan diperoleh estimasi biomassa sumberdaya Rajungan di perairan Demak dengan luasan 189,46 km2 adalah sebesar 9,64 ton. Kepadatan stok Rajungan pada lokasi sampling adalah 0,0418 ton/km2. Maximum Sustainable Yield (MSY) sumberdaya Rajungan sebesar 8,47 kg per tahun. Hasil tersebut menunjukan potensi sumberdaya Rajungan yang semakin kritis karena nilai Produksi pertahun melebihi nilai MSY. Untuk itulah perlu adanya pengelolaan yang berkelanjutan berupa pembatasan penggunaan alat tangkap, pembatasan ukuran rajungan yang ditangkap, kontrol terhadap musim penangkapan, kontrol terhadap daerah penangkapan, pengaturan terhadap penggunaan alat tangkap, perbaikan sumberdaya Rajungan, penentuan jenis dan kondisi Rajungan tertangkap dan penyadaran terhadap masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian Rajungan. Fisheries management is an important role in maintaining of fisheries resources sustainability. Potential stock is defined as a value of stock that could be explored by fishing operation. Blue swimming crab resources have been exploiting excessively, Betahwalang can be an example of the matter. Betahwalang waters located in Demak , Central Java. The village became one of the center of the crab fishery landings of various regions include Betahwalang, Jepara, Semarang and Kendal waters. The purpose of this study is to estimate the biomass, stock density, MSY and recommendation crab fishery management policy in Demak waters. The method which used in this research descriptive method. To obtain sample, we used the swept area method. Results of a study using a small crab catches gear Arad. Based on the results obtained biomass estimates formulation crab resources in the waters area of 189.46 km2 was 9,64 tons. Then, the crab stocks are 0.0418 ton/km 2 in the sampling location density. The Maximum Sustainable Yield (MSY) of crab resource is 8.47 per year. These results show the potential of the crab resource is increasingly critical. That is why the need for sustainable management in the form of restrictions on the use of fishing gear, restrictions on the size of the crab is caught, the control of the fishing season, control of fishing areas, regulation of the use of fishing gear, crab resource improvement, determination of the type and condition of crab caught and awareness of the public about the importance of preserving the crab.
Analisis Faktor Produksi Perikanan Bubu (Trap) Terhadap Hasil Tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) di Desa Pacar, Kabupaten Rembang-Jawa Tengah. Febriansyah, Baruna Wahyu; Triarso, Imam; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.113 KB)

Abstract

Desa Pacar Kabupaten Rembang merupakan salah satu penghasil Rajungan (Portunus pelagicus) dengan menggunakan alat tangkap Bubu (Trap) yang dominan digunakan. Permintaan akan rajungan di pasar lokal maupun luar sangat tinggi sehingga banyak nelayan yang mengoperasikan Bubu (Trap) untuk menangkap rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor produksi yang mempengaruhi hasil tangkapan nelayan Bubu (Trap) Rajungan dan menganalisis faktor produksi yang paling berpengaruh dan seberapa besar pengaruh faktor produksi terhadap hasil tangkapan Rajungan di Desa Pacar Kabupaten Rembang Jawa Tengah . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus bersifat deskriptif dan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis yang digunakan berupa uji asumsi klasik dan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang berperan nyata pada unit penangkapan Bubu (Trap) di Desa Pacar Kabupaten Rembang terdapat tiga faktor dari lima variabel, diantaranya, jumlah alat tangkap (X1), jumlah bahan bakar minyak (X2) dan lama perendaman (X3). Hubungan antara faktor-faktor produksi dengan produksi unit penangkapan Bubu (Trap) di Desa Pacar Kabupaten Rembang Jawa Tengah dapat direpresentasikan dalam model fungsi Cobb-Douglas, yaitu sebagai berikut: Ln Y = 0,498 + 0,000 ln X1 + 0,047 ln X2 + 0,017 ln X3
PENGARUH PERBEDAAN UMPAN DAN MATA PANCING TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN LAYUR (Trichiurus sp) DI PALABUHANRATU, JAWA BARAT Muktiono, Galih Suryo; Boesono, Herry; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.665 KB)

Abstract

The activity of hairtail fish catching is usually used handline. It’s because hairtail fish which caught by fishhook still in good and fresh condition, therefore it has high sale value. The purpose of the research was to analyzed the hairtail fish catching by the used of bait and the different size of fish hook then begin to analyzed the interaction between the used of fish hook barb and kinds of bait hairtail fish catching. The research was used experimental fishing methods which have 2 variabel which are bait and the size of fish hook barb with 4 treatmens (bait of tembang, bait of hairtail,the hook with number 8, the hook with number 10). Each experiment must be done with 10 time repeated. Data analysis is using normality test experiment and ANOVA test with SPSS 17.0. The result of test was showed the differences of tembang bait and hairtail bait influence to the amount of hairtail fish catching. The result of bait hairtail number 8 was 43 pieces, tembang bait number 8 is 24 pieces and tembang bait number 10 was 19 pieces. The ANOVA test was showed that the used of fishhook tools with hairtail bait combination and the size of fishhook number 8 is a better ones.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PASIR KABUPATEN KEBUMEN DITINJAU DARI SUMBERDAYA PERIKANAN Sari, Putri Kurnia; Rosyid, Abdul; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.997 KB)

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pasir Kebumen mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi Pelabuhan Perikanan dilihat dari potensi sumberdaya perikanan yang besar. Dengan kondisi sumberdaya perikanan tersebut, untuk meningkatkan peran Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pasir terhadap pengelolaan sumberdaya perikanan yang ada saat ini, maka perlu adanya penelitian untuk mengkaji strategi pengembangan PPI Pasir.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sumberdaya perikanan di PPI Pasir, menganalisa ketersediaan dan tingkat pemanfaatan fasilitas di PPI Pasir, dan menganalisa strategi pengembangan PPI Pasir ditinjau dari sumberdaya perikanannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif serta menggunakan analisis data yaitu analisis tingkat pemanfaatan fasilitas dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sumberdaya perikanan di PPI Pasir masih sangat tinggi. Sumberdaya perikanan di PPI Pasir diantaranya adalah potensi hasil tangkapan ikan, luas lahan PPI Pasir, jumlah alat tangkap, jumlah armada penangkap ikan, dan jumlah nelayan aktif. Fasilitas di PPI Pasir masih sangat kurang, karena belum terdapat fasilitas pokok seperti dermaga, breakwater dan alur pelayaran yang merupakan fasilitas utama untuk memperlancar kegiatan penangkapan ikan. Berdasarkan perhitungan tingkat pemanfaatan fasilitas, gedung TPI mempunyai tingkat optimalisasi sebesar 66%, luas lahan parkir sebesar 37 %, dan kolam pelabuhan sebesar 6 %. Perhitungan analisis SWOT diperoleh hasil -0,14 ; 0,89 sehingga penerapannya menggunakan kuadran III atau strategi W-O (Weakness-Opportunity). Pasir Fish Landing Base Kebumen has a potential to be developed into fishing port seen by the huge potential of fisheries resources. By that condition of fishery resources, to increase  the role of Pasir Fish Landing Base by fishery resources existing, it is necessary to research the development strategy to assessing Pasir Fish Landing Base.The purpose of this research is to determine the condition of fishery resources at Pasir Fish Landing Base, to analysis the availability and facility utilization rate, and to analysis development strategy seen from Pasir Fish Landing Base fishery resources. The method which used in this research is descriptive survey and analysis data such as the utilization rate analysis, and SWOT analysis. The result of research showed that the condition of fishery resources in Pasir Fish Landing Base is still very high. Fishery resources in Pasir Fish Landing Base include the potential fish catches, land area, the amount of fishing gear, fishing fleet, and the amount of active fisherman. The facility at Pasir Fish Landing Base still very lacking, because there hasn’t been basic facilities such as a piers, breakwater, and navigation channel which is the main facility for fishing activities. Based on calculating of the level of utilization facility, TPI building has an optimization levels was 66%, extensive parking area was 37%, and port pool was 6%. The SWOT analysis calculation result obtained by -0,14 ; 0,89 so the implementation is using quadrant III or Weakness-Opportunity strategy.
Strategi Pengembangan Kelembagaan Pemasaran Ikan Komoditas Utama Di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Morodemak, Kabupaten Demak Manik, Dessyanti; Bambang, Azis Nur; Mudzakir, Abdul Kohar
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.099 KB)

Abstract

Kelembagaan pemasaran ikan sangat penting dalam kegiatan pemasaran dan kelembagaan pemasaran berfungsi dalam mendukung keberhasilan nelayan dalam mengoptimalkan kegiatan pemasaran. Kurang berfungsinya kelembagaan pemasaran menyebabkan pemasaran tidak efisien, seperti biaya pemasaran tinggi dan distribusi marjin tidak merata. Untuk itu diperlukan adanya strategi pengembangan kelembagaan pemasaran agar secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rantai pemasaran kelembagaanikan komoditas utama, menganalisis margin pemasaran yang diterima oleh masing-masing pelaku pemasaran dan menganalisis strategi pengembangan kelembagaan pemasaran ikan di PPP Morodemak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Penentuan responden dengan dua cara yaitu melakukan wawancara terhadap beberapa key person berjumlah 6 responden dalam penentuan strategi pada Analisis SWOT serta Analisis Marjin Pemasaran menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu nelayan 12 orang, bakul besar 10 orang dan bakul kecil 10 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran yang berada di PPP Morodemak terdapat 6 saluran. Marjin pemasaran yang diperoleh oleh pedagang pengumpul besar lebih besar dibandingkan pedagang pengumpul kecil serta memiliki keuntungan yang maksimal dan strategi pengembangan yang menjadi prioritas utama dalam pemasaran ikan Kembung dan ikan Tongkol di PPP Morodemak yaitu didapatkan hasil S-O (Strength -Opportunity) dengan total skor 1,0 yaitu memperluas distribusi pemasaran ikan sesuai dengan tingginya permintaan.
ANALISIS STRATEGI PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS PENANGKAPAN DI PERAIRAN RAWAPENING Mandika, Sandra; Wibowo, Bambang Argo; Pramonowibowo, Pramonowibowo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.059 KB)

Abstract

Rawapening merupakan rawa di Kabupaten Semarang yang mengandung sumberdaya ikan yang cukup besar potensinya 245.1 ton. pada tahun 2011. Jumlah nelayan yang menggantungkan hidupnya pada sumberdaya danau 1.589 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman alat tangkap yang ada di Rawapening, mengkaji pembagian zona daerah penangkapan di Rawapening, mengkaji pendapatan nelayan di Rawapening dan menganalisis strategi pemanfaatan sumber daya perikanan dari aspek teknis penangkapan ikan di Rawapening. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif studi kasus. Analisa data yang digunakan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragam alat tangkap di Rawapening adalah Branjang (lift net), Jaring, Bubu/Icir, dan Pancing, Sodo tarik, Jala, Seser. Zona Perikanan tangkap terdiri dari 3 (tiga) sub zona : Sub Zona Penangkapan Ikan dengan alat branjang, Sub Zona Penangkapan Ikan dengan alat sodo tarik dan Sub Zona Penangkapan Ikan dengan alat penangkap selain branjang dan sodo tarik. Pendapatan masyarakat nelayan sekitar Rawapening masih berada pada Garis Kemiskinan Non-makanan, seperti dijelaskan pada pembahasan pendapatan nelayan. Alternatif rangking strategi yang menjadi rangking 1 (satu) dalam upaya pemanfaatan sumber daya Rawapening adalah strategi SO1, mengoptimalkan pelaksanaan PERDA Kab. Semarang dalam mengatur pengelolaan sumberdaya, dengan menggunakan alat tangkap yang beragam.
ANALISIS PERBEDAAN JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA PANCING GURITA (JIGGER) DI PERAIRAN KARIMUNJAWA, JAWA TENGAH Nurdiansyah, Luthfian; Pramonowibowo, -; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.393 KB)

Abstract

Kawasan Kepulauan Karimunjawa merupakan salah satu taman nasional laut yang ada di Indonesia. Letak geografis kepulauan Karimunjawa 5°40’39" – 5°55’00″ LS dan 110°31’15″ BT. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis perbedaan hasil tangkapan pada pancing gurita dengan menggunakan umpan tiruan A (Umpan nelayan) dan  umpan tiruan B (Umpan menyerupai kepiting). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental fishing. Hasil yang didapatkan yaitu menunjukan bahwa dalam 9 hari operasi penangkapan, Pancing dengan umpan nelayan/kontrol menghasilkan tangkapan gurita 17 ekor sedangkan umpan kepiting tiruan 23 ekor. Hasil dari analisa didapatkan bahwa penggunaan pancing gurita ada perbedaan nyata terhadap hasil tangkapan. Berdasarkan analisis efektifitas diperoleh hasil tangkapan umpan tiruan B lebih efektif untuk menangkap gurita, dimana nilai efektifitasnya 57,5% dan 42,5% untuk umpan tiruan A. The territory of karimunjawa islands is either  of Indonesia national park. It’s located 5°40’39” - 5°55’00” LS and 110°31’15 BT. The aim of this research are to know and analyze different octopus fishing using artificial octopus jigs lures as type A lures (fisherman bait) and Crab jig lures or type B lures (lures seems crabs). The research has done at October 2014. This research use experimental method. The result shown in 9 days, type A lures gets 17 octopus while type B lures gets 23 octopus. According to analyze of effectivity  the catch results artificial lures B is more effective for catching octopus with effectivity value is 57,5% and 42,5% for the artificial lures A.
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP CANTRANG DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN BULU KABUPATEN TUBAN Aji, Ismail Nugroho; Wibowo, Bambang Argo; Asriyanto, Asriyanto
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 4: Oktober, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.36 KB)

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan Bulu terletak di Desa Bulumeduro Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban pada posisi koordinat 06°45’11’’ LS dan 111°32’52’’ BT. Potensi perikanan pada tahun 2012 sebesar 4.731 ton. Cantrang merupakan alat tangkap yang dioperasikan di dasar perairan dengan target catch ikan demersal yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Secara garis besar, konstruksi alat tangkap cantrang yang digunakan di wilayah Bulu terdiri dari sayap, badan jaring dan kantong. Pengoperasian cantrang dibantu dengan mesin gardan untuk menarik tali selambar pada saat towing, roller serta penggunaan katrol pada saat pengangkatan jaring kedalam kapal. Tujuan dari penelitian adalah Menganalisis faktor faktor produksi yang berpengaruh langsung terhadap hasil tangkapan pada alat tangkap cantrang di wilayah Bulu. Untuk itu, penelitian ini sangat penting untuk mengetahui kombinasi faktor produksi dapat dijadikan acuan dalam melakukan operasi penangkapan, sehingga akan tercipta efisiensi penangkapan. Metode penelitian adalah Studi kasus dengan analisis deskriptif dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda dan uji T untuk menentukan keterkaitan setiap variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian didapat model regresi dengan persamaan Y: 612.719 + 9.625 X1+ 0.365 X2 – 7.110 X3 - 4.325 X4 + 4.293 X5 + 4.806 X6 + 5.437 X7 serta hasil uji t menerangkan bahwa panjang jaring, panjang tali selambar, jumlah BBM, jumlah setting dan lama towing berpengaruh terhadap hasil tangkapan alat tangkap cantrang di wilayah Bulu. Sedangkan untuk variabel ukuran kapal dan jumlah ABK secara nyata tidak berpengaruh.
PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA NELAYAN MELALUI KELOMPOK USAHA BERSAMA WANITA NELAYAN DI KELURAHAN BANTEN KABUPATEN SERANG Nilamsari, Rachmaniar Meidina; Wibowo, Bambang Argo; Dewi, Dian Ayunita NN
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.01 KB)

Abstract

Kelompok Usaha Bersama merupakan wadah untuk memberdayakan wanita-wanita nelayan agar dapat melakukan kegiatan ekonomi. Wanita nelayan yang melakukan kegiatan ekonomi memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan wanita nelayan, dan menganalisis kontribusi usaha wanita nelayan terhadap peningkatan ekonomi keluarga nelayan. Penelitian ini dilakukan dari Bulan Mei-Juni 2015 di Kelurahan Banten, Kabupaten Serang, Provinsi Jawa Barat. Materi yang digunakan adalah 30 orang wanita nelayan yang terlibat dalam kegiatan kelompok Usaha Bersama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Metode Analisis data menggunakan analisis kontribusi wanita nelayan, uji korelasi, uji regresi dan linier berganda.  Hasil penelitian yang didapat berdasarkan uji regresi linier berganda variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan wanita nelayan adalah tingkat pendidikan. Nilai signifikannya sebesar 0,014. Variabel tingkat pendidikan < 0,05 artinya pendapatan nelayan mempengaruhi pendapatan wanita nelayan. Kontribusi tertinggi wanita nelayan KUB adalah 75,66% terhadap pendapatan keluarga, kontribusi terendah pendapatan wanita nelayan KUB sebesar 29,03%, dan kontribusi rata-rata wanita nelayan KUB sebesar Rp. 3.718.467 (51,41%). Business Group is a forum to empower women so that fishermen’s wives can carry out economic activities. Fishermen’s wives who join economic activities give contribution to family income. The aim of this research was to identify and analyze factors that affect the income of fishermen’s wives in Banten, and analyze the contribution of fishermen’s wives effort to increase fishermen income. This research was conducted in May-June 2015 in the Banten village, Serang, west Java. The materials were 18 fishermen’s wives who join business group. Descriptive study case was used in this research. The method of election of the respondents used purposive sampling. The collection of data used were observation, interview, documentation and literature. The analysis method used correlation test and multiple linear regression test. The results of the research showed that the fishermen’s wives based on the multiple linear regression, variable that significantly affect fishermen’s wives was level of education, with the significant value was 0,014. Level of education < 0,05 it means time to work affected the income of fishersmen’s wives. The highest contribution of fishersmen’s wives to family income was 75,66%, the lowest contribution of fishermen’s wives income was 29,03%, and the average contribution of women fishermen’s was Rp. 3.718.467 (51,41%).Â