cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU DAN UMPAN PENANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp) DENGAN ALAT TANGKAP KRENDET (Trap Net) DI PERAIRAN WATUKARUNG KABUPATEN PACITAN Bakhtiar, Ervan; Boesono, Herry; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.352 KB)

Abstract

Lobster (Panulirus sp) adalah salah satu komoditi perairan karang yang mempunyai nilai jual tinggi yakni mencapai Rp 320.000,-/ kg, yang sampai saat ini produksinya masih dihasilkan dari penangkapan. Krendet adalah jenis alat tangkap yang bersifat pasif, dipasang pada dasar perairan seputar terumbu karang, dengan pengoperasian yang baik dan benar penangkapan lobster atau ikan dengan krendet ini tidak akan merusak karang.Pemilihan umpan umumnya mendasarkan pada harga murah dan mudah untuk mendapatkan. Penggunaan umpan pada pengoperasian suatu alat tangkap berfungsi untuk mengundang atau merangsang ikan sehingga sistem pengoperasian yang dilakukan akan lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan waktu dan pengaruh umpan terhadap hasil tangkapan Lobster (Panulirus sp) di perairan Watukarung.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2013. Materi yang digunakan adalah umpan kulit sapi, umpan krunken (Chiton sp), alat tangkap Krendet (Trap Net) dan Perahu Jukung. Metode yang digunakan adalah metode experimental fishing yaitu dengan melakukan kegiatan operasi penangkapan secara langsung di lapangan. Analisis data diolah menggunakan SPSS 21 dengan uji t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu terbaik dalam penangkapan lobster adalah malam hari dimana waktu penangkapan malam hari mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak dibandingkan siang hari. Hasil analisis  perbedaan jenis umpan menunjukkan bahwa umpan kulit sapi tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan (P > 0,05) dimana umpan krunken (Chiton sp) memberikan hasil tangkapan lebih banyak daripada jenis umpan kulit sapi. Lobster (Panulirus sp) is one of fisheries commodities with high value reach Rp 320.000,-/ kg, these yield producted by catch. Krendet is passive fishing gear set around the chorals, with the right operation, catch lobsters or fishes by krendet would not destruct the choral.Selection of bait generally base on cheap price and easy to get. The usage of bait for the operation of a fishing gear as a firncfion of to invite or stimulate of fish so that conducted operation system will be more than effective. The objective of this study was to find out the effect of the differences time and the effect bait on the products of Lobster (Panulirus sp) in Watukarung waters.This research had been done on November to December 2013 in Watukarung water, Pacitan. The material that been used are cowhide bait, Krunken (Chiton sp) bait, Krendet (Trap Net) fishing gear and  jukung boat. The method used is an experimental fishing method is to conduct fishing operations directly in the field. Analysis of the data was processed using SPSS 21 with t test.The results showed that evening is the best time to catch, which the time of arrest in the evening get more catches than during the day. The results of the analysis in differences type of bait showed that cowhide bait had no effect on the catches (P > 0,05) in which the Krunken (Chiton sp) bait gave more catches than  cowhide bait.
ANALISIS EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN PANDEGA PADA ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE DI PPP TASIKAGUNG REMBANG Mutmainnah, Mutmainnah; Mudzakir, Abdul Kohar; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1458.106 KB)

Abstract

Nelayan pandega merupakan nelayan buruh/ABK pada usaha penangkapan ikan dan memperoleh upah dari bagi hasil pada setiap trip penangkapan. Upah yang diterima lebih rendah dibanding dengan juragan, nahkoda dan juru mesin. Pendapatan yang diperoleh tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, namun dengan terbatasnya pendapatan, maka pemenuhan kebutuhan pangan dan non pangan dalam rumah tangganya pun akan mengalami kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik nelayan pandega, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dan pengeluaran rumah tangga nelayan pandega Mini purse seine di PPP Tasik Agung. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2017. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus.Jumlah sampel 84 orang nelayan pandega.Teknik pengambilan sampel menggunakan metode incidental sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, studi pustaka, dokumentasi dan observasi. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan software SPSS 20. Hasil penelitian yaitu usia nelayan pandega mini purse seine di PPP Tasikagung berada pada usia produktif, pendidikan terakhir nelayan pandega mayoritas pada tingkat SD. Pengalaman melaut nelayan pandega selama 21-30 tahun dan jumlah tanggungan keluarga yaitu 2–3 orang. Faktor yang mempengaruhi pendapatan rumah tangga nelayan pandega yaitu jumlah ABK, jumlah trip, jumlah hasil tangkapan, dan GT kapal  dengan R square 84%. Secara parsial, faktor yang mempengaruhi yaitu jumlah ABK, jumlah trip, jumlah hasil tangkapan dan GT kapal. Faktor yang mempengaruhi pengeluaran rumah tangga nelayan pandega yaitu pendapatan rumah tangga, jumlah tanggungan keluarga dan pendidikan nelayan dengan R square 71%. Secara parsial, faktor yang mempengaruhi yaitu pendapatan rumah tangga, jumlah tanggungan keluarga dan pendidikan nelayan.
PENGARUH PERBEDAAN PENGGUNAAN UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN CAKALANG (KASTSUWONUS PELAMIS) PADA ALAT TANGKAP HUHATE DI PERAIRAN TERNATE MALUKU UTARA Susanto, Eko; Boesono, Herry; Fitri, Aristi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.472 KB)

Abstract

The mainly target of the operational of pole and line is skipjack tuna. Pole and line is a type of fishing gear that consist of pole, line and hook. The purpose of this research were to analyze the effect of artificial bait’s colours against total catch, to analyze the effect of type of live bait against total catch, and to analyze the interaction between the colours of artificial bait and live bait against total catch. The research was done in March-April 2012 in PPI Dufa-dufa Ternate. The research was used experimental fishing methods which have two variables they are: the color of artificial bait and live bait with 4 types of treatment. Normality test and ANOVA test by SPSS 16.0 was employed to analyze data.. The results of this research showed that the difference colours of artificial bait and live bait was effected the total catch of skipjack tuna it was seen from the total catch of anchovy artificial red bait as much as 544, and the total catch of anchovy artificial green bait fish as much as 329, the total catch of scad mackerel artificial red bait as much as 425 and the total catch of scad mackerel artificial green bait as much as 272. ANOVA test results showed that using pole and line with anchovy live bait and artificial red bait is better to be used.
PENGARUH KEDALAMAN DAN SUHU MENGGUNAKAN FISH FINDER TERHADAP HASIL TANGKAPAN ARAD (SMALL BOTTOM TRAWL) DI PERAIRAN REMBANG Ayowa, Yonathan Triyoga; Bambang, Aziz Nur; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.834 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kedalaman dan suhu yang diukur menggunakan fish finder terhadap hasil tangkapan arad serta kajian teknisnya di perairan Rembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2013. Materi yang digunakan penelitian ini adalah kedalaman, suhu, fish finder dan hasil tangkapan di perairan Rembang. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian juga uji regresi digunakan untuk analisis data di penelitian ini.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kedalaman dan suhu tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan arad dan kajian teknis yaitu estimasi bukaan otterboard didalam perairan adalah 7,5m dan 5,08m. The objective of this research are to know the effect of depth and temperature were measured using a fish finder to catch arad and technical studies in the waters of Rembang. This research held in August-September 2013. Material used in this research is depth, temperature, fish finder and arad catching in the waters of Rembang. The research carried out by descriptive method. Primary and secondary data was used in this research also regression testing was used for data analysis on this research. The research showed that the depth and temperature does not affect the arad catching and technical studies that estimate otterboard openings in the waters is 7,5m and 5,08m.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MORODEMAK, KABUPATEN DEMAK Saputri, Deby Weviditya; Bambang, Azis Nur; Pramitrasari, Sulistyani Dyah
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.674 KB)

Abstract

Pelabuhan perikanan sebagai pusat kegiatan perikanan dituntut untuk memberikan kualitas pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat perikanan, terutama nelayan sebagai pengguna fasilitas-fasilitas yang ada di pelabuhan menginginkan pelayanan yang optimal dari pengelolaan pelabuhan, sehingga setiap pelabuhan perikanan dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan efisien. Pelayanan yang diberikan pelabuhan perikanan antara lain berupa jasa-jasa mulai ikan didaratkan sampai ikan didistribusikan. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang yang ada di Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak, menganalisis tingkat kualitas pelayanan Fasilitas Pokok, Fungsional, dan Penunjang, serta mengetahui peningkatan kinerja di PPP Morodemak. Kualitas pelayanan pelabuhan di analisis berdasarkan nilai Customer Satisfaction Indeks (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tingkat kualitas pelayanan di Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak berdasarkan perhitungan CSI untuk masing-masing atribut pelayanan untuk Fasilitas Pokok sebesar 65,2% dengan kriteria kepuasan nelayan  dari 0,51 – 0,65 yang  berarti cukup puas, Fasilitas Fungsional sebesar 70,6% dengan kriteria kepuasan nelayan dari 0,66 – 0,88 yang berarti puas, dan Fasilitas Penunjang sebesar 66% dengan kriteria kepuasan nelayan dari 0,51 – 0,65 yang berarti cukup puas. Hasil analisis IPA Fasilitas Pokok dan Penunjang mendominasi pada kuadran IV (berlebihan) dan Fasilitas Fungsional mendominasi pada kuadran I (prioritas utama). Penilaian pelayanan ketiga fasilitas tersebut nelayan merasa puas dengan pelayanan dari pihak pengelolaan pelabuhan di PPP Morodemak.
PERBEDAAN TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN DAN TINGKAT KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP PAYANG DAN CANTRANG DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TAWANG KABUPATEN KENDAL Lestariono, Teguh; Rosyid, Abdul; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.983 KB)

Abstract

Kabupaten Kendal memiliki Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang yang terletak di Desa Gempolsari kecamatan Rowosari. PPP Tawang tersebut membawahi 4 TPI, yaitu TPI Tawang, TPI Sendang Sikucing, TPI Tanggul Malang dan TPI Bandengan. TPI Tawang merupakan TPI terbesar yang ada di kabupaten Kendal dengan jumlah produksi pada tahun 2011 sebesar 1.530,8 ton. Alat tangkap payang dan cantrang berjumlah hampir sama. Jumlah alat tangkap payang pada tahun 2011 tercatat adalah 49 unit dan alat tangkap cantrang sebanyak 42 unit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pendapatan nelayan serta menganalisis tingkat kelayakan usaha alat tangkap payang dan cantrang, yang dilaksanakan pada bulan september–oktober 2012 di Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode snowball sampling dengan menentukan satu atau dua orang sebagai sampel dan selanjutnya menunjukkan orang lain yang bisa dijadikan sampel. Analisis data menggunakan uji parsial t (t test) dengan SPSS 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan per ABK nelayan dengan alat tangkap cantrang lebih besar dari pendapatan ABK nelayan dengan alat tangkap payang yaitu pendapatan per ABK nelayan dengan alat tangkap cantrang sebesar Rp 51.072 /trip dan payang sebesar Rp 34.922 /trip dan menunjukan bahwa kedua usaha alat tangkap tersebut layak untuk dijalankan, karena nilai NPV kedua usaha tersebut bernilai positif dengan didapatkan NPV untuk jaring payang sebesar Rp 1.009.616.526 dan untuk NPV jaring cantrang sebesar Rp 856.936.337. Didapatkan juga nilai IRR untuk jaring payang sebesar 494% dan IRR untuk jaring cantrang sebesar 390%. Hal ini membuktikan bahwa kedua usaha penangkapan masih menghasilkan keuntungan dan layak untuk dijalankan.
ANALISIS PERBEDAAN KECEPATAN PERAHU DENGAN PENAMBAHAN MESIN INBOARD DAN MESIN OUTBOARD PADA PERAHU SOPEK DI PERAIRAN TAMBAK LOROK SEMARANG Rosyida, Irma Nur; Pramonowibowo, -; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.251 KB)

Abstract

Kecepatan merupakan jarak yang ditempuh dalam kurun waktu tertentu, begitu juga dengan kecepatan perahu. Beberapa perahu terdapat tiga mesin yaitu satu mesin utama (mesin inboard) dan dua mesin tambahan (mesin inboard dan mesin outboard). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecepatan perahu pada penambahan mesin inboard dan mesin outboard berdasarkan pengukuran rpm, kecepatan angin dan konsumsi bahan bakar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dan metode deskriptif. Metode eksperimental yang dilakukan yaitu uji coba perbedaan kecepatan perahu berdasarkan penambahan mesin inboard maupun outboard guna memperoleh data primer, sedangkan metode deskriptif yang digunakan yaitu mendeskripsikan hasil uji coba. Analisis data diolah menggunakan Ms. Excel dengan uji Z dan regresi. Hasil analisa data menunjukkan bahwa penambahan mesin inboard dan mesin outboard berpengaruh terhadap kecepatan perahu. Hubungan dan pengaruh rpm terhadap kecepatan perahu yaitu saat putaran rpm rendah, transmisi rendah, momen torsinya tinggi sehingga tenaganya lebih kuat karena tidak mengusahakan gigi transisi, suara mesin kasar dan laju perahu lambat. Saat gas besar pada posisi gigi tinggi, putaran lebih tinggi tetapi momen torsinya rendah sehingga laju perahu cepat dan suara mesin lebih lembut. Hasil kecepatan pada penambahan mesin inboard sebesar 11,84 knot, pada penambahan mesin outboard sebesar 12,49 knot dan penambahan mesin outboard sekaligus inboard yang paling cepat yaitu 12,75 knot. Prosentase efisiensi konsumsi bahan bakar terhadap waktu tempuh 30 menit yang paling efisien sebesar 79,30% pada penambahan mesin inboard. Hal ini berarti bahwa pada penambahan mesin inboard paling hemat dibandingkan dengan penambahan mesin outboard dan penambahan mesin outboard sekaligus inboard. The speed is distance in a certain period of time, as well as the speed of boat. There are three engines on several boat, the one engine is main engine (inboard engines) and the two engines are the additional engine (inboard engine and outboard engine). This study aims to determine the differences in the speed of the boat on the addition of inboard engine and outboard engine based on the measurement of rpm, wind speed and fuel consumption. This study method used is experimental method and descriptive method. Experimental method were conducted to test the differences in the speed of the based on the addition of the engine inboard and engine outboard to get the primary data, while descriptive methods used describing the test results. Analysis of the data is processed using Ms. Excel with the test Z and regression. The results of the data analysis showed that the addition of inboard engine and outboard engine affected the speed of the boat. Relation and influence of the rpm of the boat's speed during low rpm rotation, low transmission, high moment torsi so the energy is stronger because it does not animate the transition gear, rough engine noise and the rate of the slow boat. When the gas on high gear position higher rounds but moments torsi low so the pace fast boat and engine noise is softer. The result from additional comparison inboard engine was 11,84 knot. And the additional comparison outboard engines result was 12,49 knot. While the additional adding of outboard engine as well as inboard creates the fastest speeds, the speed reached 12,75 knots. The percentages of the fuel efficiency from 30 minutes travel are the most efficient by 79,30%, on the addition of inboard engines. That means that the addition of inboard engines is the most economical compare with the addition of outboard engines and additions as well combination inboard outboard engine.
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL PERBANDINGAN ALAT TANGKAP BAGAN TANCAP DENGAN BAGAN APUNG DI PPP MUNCAR BANYUWANGI JAWA TIMUR Syahputra,, Rakhmanda Dimas; Bambang, Azis Nur; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.41 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisaaspek teknis yang meliputi alat tangkap, metode pengoperasian, daerah penangkapan dan hasil tangkapan (catch/trip), untuk menganalisa aspek finansial alat tangkap bagan tancap dan bagan apung di PPP Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengambilan data yang digunakan yaitu metode observasi langsung, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis R/C ratio Net Present Value, Payback Period dan Internal Rate of Return. Berdasarkan hasil penelitian, tiap bagan apung dioperasikan oleh 2 sampai 3 orang nelayan dan bagan tancap di operasikan oleh 1 sampai 2 orang nelayan. Adapun tahapan dalam pengoperasian bagan apung dan bagan tancap yaitul: persiapan menuju fishing ground, perendaman jaring (immersing), pengangkatan jaring (hauling) dan penyortiran ikan. Hasil tangkapan yang didapatkan bagan apung yaitu Ikan Lemuru (Sardinella longiceps), Ikan Layur (Trichiurus lepturus) dan Cumi-cumi (Loligo sp.). Dengan hasil tangkapan yang paling dominan adalah Ikan Lemuru (Sardinella longiceps). Hasil tangkapan yang didapatkan bagan tancap berupa ikan Belanak (Mugil dossumieri), ikan Julung-julung (Hemirhamphusvar), Cumi-cumi (Loligo sp), Rajungan (Portunus pelagicus), ikan Kerapu (Epinephelus pachycentru), Udang Putih (Fenneropenaeus merguiensis) dan Sotong (Sephia sp). Hasil dari analisis R/C Ratio pada Bagan Tancap dan Bagan Apung 1.07 dan 1.05. NPV Bagan Tancap dan Bagan Apung adalah Rp.14,831,451.56 485 dan Rp.18,956,542.70. Payback period Bagan Tancap dan Bagan Apung adalah 3.72 dan 3.40. IRR Bagan Tancap dan Bagan Apung adalah 27% dan 30%. Maka, kedua unit usaha perikanan dikatakan layak dan dapat dilanjutkan.
PENGARUH UMPAN DAN LAMA PERENDAMAN ALAT TANGKAP JEBAK (BUBU LIPAT) TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI DESA SEMAT, JEPARA Perdana, Mohammad Taubatullah Isyak; Boesono, Herry; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.489 KB)

Abstract

Usaha penangkapan rajungan di Desa Semat Kabupaten Jepara dengan menggunakan alat tangkap bubu lipat sudah dilakukan oleh nelayan setempat yang tergabung dalam kelompok nelayan “RIZQI LUMINTU” dengan operasi penangkapan di perairan pantai 1-3 mil dari bibir pantai. Umpan yang sering dipakai oleh nelayan setempat adalah umpan ikan rucah yang diasinkan. Dilihat dari segi teknis, apakah dengan menggunakan umpan lain seperti nonkarkas (sisa-sisa bagian ayam) berpengaruh relatif besar atau tidak terhadap hasil tangkapan rajungan karena apabila berpengaruh akan menjadi umpan alternatif jika tidak ada ikan-ikan murah atau tidak musim. Untuk itu penyusun melakukan penelitian menggunakan umpan selain ikan rucah yaitu dengan umpan usus ayam dengan lama perendaman berbeda yaitu 9 jam, 12 jam dan 15 jam. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental fishing yaitu dengan mengoperasikan bubu lipat sebanyak 300 unit terbagi 3 lajur yang masing-masing 100 unit dengan umpan usus ayam 50 unit disetiap lajurnya dengan sistem selang-seling dan melakukan perendaman yang berbeda dengan lama perendaman 12 jam sebagai kontrol serta 6 kali pengulangan pada tiap variabel. Analisa data menggunakan regresi dan korelasi dengan menggunakan MS.Excel. Hasil analisis data diperoleh Nilai Significance F = 0,004 (9 jam); 0,0009 (12 jam) dan 0,01 (15 jam) untuk hubungan lama perendaman dengan umpan nonkarkas rajungan yang tertangkap, hasil tersebut menunjukkan H0 ditolak (<0,05) sehingga terdapat interaksi antara kedua variabel dan 0,001 (9 jam); 0,001 (12 jam) dan 0,01 (15 jam) untuk hubungan antara lama perendaman dengan jumlah hasil tangkapan, hasil tersebut menunjukkan H0 ditolak (<0,05) sehingga terdapat interaksi antara kedua variabel tersebut. Swimming Crab fishing effort in Semat Village Jepara district using a collapsible trap fishing gear has been carried out by local fishermen who are members of a group of fishermen "RIZQI LUMINTU" with fishing operations in coastal waters 1-3 miles off shore. Bait is often used by local fishermen bait trash fish is marinated. Viewed from a technical standpoint, whether by using other baits such as noncarcass (remnants of chicken parts) are relatively large effect or not to catch crabs for feed when the effect would be an alternative if no fish are low or no season. To the author conducts research using trash fish bait in addition to that with the chicken gut bait with different soaking time is 9 hours, 12 hours and 15 hours. The method used is an experimental fishing is to operate the traps as much as 300 units divided into three rows, each 100 units to feed chicken intestine 50 units each row system with alternating and perform immersion different soaking time 12 hours as control and 6 repetitions on each variable. Data were analyzed using regression and correlation using Ms.Excel. Results of analysis of data obtained Significance F value = 0,004 (9 hour); 0,0009 (12 hour) and 0,01 (15 hour) for prolonged submersion relationship with noncarcass swimming crab bait caught, these results indicate H0 (<0.05), so there is interaction between the two variables and 0,001 (9 hour); 0,001 (12 hour) and 0,01 (15 hour) for the relationship between the long soaking the number of catches, these results indicate H0 (< 0.05) so that there is interaction between the two variables.
ANALISIS PERBEDAAN JENIS UMPAN DAN LAMA PERENDAMAN PADA ALAT TANGKAP BUBU LIPAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata) DI PERAIRAN RAWAPENING Aldita, Intan; Fitri, Aristi Dian Purnama; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.864 KB)

Abstract

Perairan Rawapening memiliki salah satu spesies introduksi bernilai ekonomis tinggi yaitu ikan betutu (Oxyeleotris marmorata). Produksi Ikan betutu di perairan Rawapening dapat mencapai 6.200 kg/th.Nelayan setempat biasa menangkap ikan betutu menggunakan jaring (gill net), bubu kawat, dan bagan (branjang). Diperlukan teknologi penangkapan ikan yang lebih mengarah pada penggunaan teknologi penangkapan ikan yang efektif dan efisien, ramah lingkungan, dan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, yaitu lewat uji coba alat tangkap baru menggunakan bubu lipat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh perbedaan jenis umpan dan lama perendaman alat tangkap bubu lipat terhadap hasil tangkapan ikan betutu (Oxyeleotris marmorata), serta mengetahui ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut. Metode eksperimental digunakan dalam penelitian ini. Bubu lipat memiliki panjang 45 cm, lebar 31 cm, dan tinggi 17 cm. Umpan yang digunakan pada bubu lipat ini yaitu keong mas dan ikan rucah, serta tanpa umpan sebagai kontrol. Lama perendaman bubu lipat dibagi menjadi dua yaitu 18 jam dan 24 jam. Penelitian ini dilakukan pada perairan Rawapening, Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2014. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan jenis umpan yang berbeda tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan (Sign=0,224), (Sign=0,744). Lama perendaman yang berbeda pada bubu lipat tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan (Sign=0,939), (Sign=0,637). Tidak terdapat interaksi antara penggunaan perbedaan umpan serta lama perendaman bubu lipat. Rawapening waters has freshwater fish, Oxyeleotris marmorata is one of the introduced  species that have high economic value. The production of Oxyeleotris marmorata in Rawapening waters can reach 6.200 Kg/Th. Local fisherman usually catch this fish using gill net, wire trap, and fishing platform . It is necessary to improve catching technology lead to the use of technology fishing that is effective and efficient, environmentally friendly, and produce a high quality product with a new kind of fishing gear trial,using traps. The purpose of the study is to analyze between the use of different bait and duration of soaking time towards Oxyeleotris marmorata catches,and to know whether or not there is an interaction between these factors. Experimental method used  in this study. This traps has 45 cm in length, 31 cm in width, and 17 cm in height. Bait which is used in those gears are apple snail, trash fish ,and without bait as a control. The duration of soaking time of traps divided into two namely 18 hours and 24 hours.  This study was conducted in Rawapening Waterbound, Asinan Village, Bawen District, Semarang Regency, Central Java Province. This sudy was conducted on February-March 2014. The result shown that the use of different bait is not effected on catches (Sign=0,224), (Sign=0,744). Using two duration of soaking time in traps also didn’t have an effect on catches (Sign=0,939), (Sign=0,637). There is no interaction between types of bait and the duration of soaking time.