cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS VALUE CHAIN KOMODITAS IKAN TERI (Stolephorus sp.) YANG BERPANGKALAN DI TPI TASIK AGUNG, REMBANG JAWA TENGAH Khairushubhi, Adib; Wijayanto, Dian; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.995 KB)

Abstract

Komoditas ikan Teri adalah salah satu komoditas utama yang memiliki nilai jual yang tinggi, dalam distribusi komoditas Teri di Kabupaten Rembang terdapat banyak komponen yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran distribusi, marjin pemasaran, dan keuntungan dari para pelaku usaha ikan Teri dengan metode analisis rantai nilai. Metode yang digunakan adalah deskriptif bersifat studi kasus. Metode penentuan sampel responden menggunakan metode kombinasi Accidental sampling  dan Sesus. Hasil penelitian yang didapat bahwa terdapat tiga jenis saluran distribusi pemsaran ikan Teri (Stolephorus sp.) yaitu saluran pemasaran 1 terdiri dari: nelayan, pedagang besar, industri pengolahan ikan, pedagang eceran ikan olahan, dan konsumen ikan olahan. Saluran pemasaran 2, yaitu: nelayan, bakul, pedagang eceran ikan segar, dan konsumen ikan segar, dan saluran pemasaran 3 yaitu nelayan, pedagang eceran, dan konsumen.. Marjin pemasaran komoditas ikan Teri di TPI Tasik Agung Rembang, pada saluran pemasaran 1 adalah 71%. Margin pemasaran pada saluran pemasaran 2 adalah 78%, dan Margin pemasaran pada saluran pemasaran 3 adalah 52%. Analisis rantai nilai menunjukkan bahwa populasi yang menikmati keuntungan terbesar adalah nelayan juragan yaitu sebesar 38,75% dan terkecil adalah nelayan ABK yaitu sebesar 12,18%. Pelaku usaha yang menikmati keuntungan per individu terbesar adalah bakul sebesar 2.10% dan terkecil nelayan ABK sebesar 0,03%
ANALISIS TINGKAT KEUNTUNGAN NELAYAN GILLNET ¾ INCHI (JARING WADER) DAN NELAYAN GILLNET 3 INCHI (JARING ARANG) DI PERAIRAN RAWAPENING DESA BEJALEN KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN SEMARANG Wijayanti, Angga; -, Ismail; Fitri, Aristi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.292 KB)

Abstract

Profit is the quarrel of total revenue and total cost in the production process. In the Bejalen village there are 2 kinds gill nets are gill nets ¾ inch (net Wader) and a 3-inch gill nets (net arang).Differences of mesh size affect The catch, more high of cath can afford income higher. The purposes of this study were to identify differences kind of catch, profit difference between Wader nets and arang nets, analyze the income of fisherman compared to UMK Semarang district, identifying the technical and financial aspects at Wader nets and arang net .Descriptive method based on case studies used in this study. The sampling method used census. The method of analysis used were financial analysis and feasible study analysis. The results showed a net profit of Wader Rp2.298.345,10, arang nets profit Rp3.510.373,43, wader net income was Rp5.233.129,41, arang nets was Rp6,722,368.421. feasible study analysis showed R/C 1,8 wader net,PP one years NPV Rp804.732,5128, B/C 1.05, IRR of 19,21 . While R/C for arang net 2,2, PP seven month, NPV Rp7.026.351,44, B/C 1,52, IRR 29,00. Conclusion effort arang nets composition of catches more varied and have greater profits. Fisherman’s income were still under the UMK of Semarang district. From the financial analysis for both of fishing commerce were feasible to run.
PENGARUH PERBEDAAN UMPAN DAN WAKTU PENGOPERASIAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus) DENGAN ALAT TANGKAP PANCING RENTENGAN (RAWAI) DI RAWA JOMBOR KABUPATEN KLATEN Falah, Safrizal Nur; Asriyanto, -; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.753 KB)

Abstract

Perairan Rawa Jombor merupakan salah satu perairan di wilayah Klaten yang memiliki potensi perikanan mencapai 23,2 ton/tahun. Ikan gabus (Ophiocephalus striatus) adalah salah satu jenis ikan ekonomis penting dan menjadi target tangkapan utama. Penggunaan pancing rentengan tidak terlepas dari dari atraktan (umpan) yang efektif agar mendapatkan hasil tangkapan yang banyak dan waktu penangkapan yang sesuai bagi ikan sasaran. Penelitian dilakukan dengan menggunakan alat tangkap pancing rentengan (rawai) dengan perlakuan umpan dan waktu penangkapan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis umpan  yaitu umpan anakan katak/precil dan jangkrik, perbadaan waktu penangkapan (siang dan malam), serta mengetahui ada tidaknya interaksi anatara jenis umpan dengan waktu penangkapan terhadap hasil tangkapan ikan gabus (Ophiocephalus striatus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental.Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan jenis umpan yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan, dimana nilai sig untuk umpan anakan katak (0,073) dan umpan jangkrik (0,086) > 0,05. Sedangkan waktu penangkapan siang maupun malam juga tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan dengan nilai sig (0,549) dan (0,687) > 0,05. Selain itu tidak ada interaksi antara jenis umpan dengan waktu penangkpan dibuktikan dengan nilai sig 0,81 > 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan Penggunaan jenis umpan yang berbeda (anakan katak dan jangkrik) dan Perbedaan waktu operasi penangkapan yang berbeda (siang dan malam) secara statistik tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah hasil tangkapan ikan gabus (Ophiocephalus striatus). Jombor swamp waters is one of the waters in Klaten region which has the potential of fishery reaches 23.2 tons/year. Snakehead (Ophiocephalus striatus) is one of the economically important species of fish and became the main target species. The use of longline cannot be separated from baits that is effective to get a lot of catches and fishing time is appropriate for the fish target. This study was conducted by using “rentengan” fishing gear (longline) with bait and different catching time. The purpose of this study was to determine the effect of different types of bait there arepuppies frogs and crickets, the different catching time (day and night), and to determine whether there is interaction between the types of bait and catching time to snakehead catching result (Ophiocephalus striatus). The method used in this study is the experimental method. The result showed that the use of different types of bait did not significantly affect the catch, which is significant value of puppies frogs (0.073) and crickets (0.092) > 0.05. while the different catching time, day or night, also had no effect on the catch with significant value (0.549) and (0.341) > 0.05. Moreover there is no interaction between the type of bait with the catching time proven by the significant value 0.81 > 0.05.  From these results can be concluded that the use of different types of bait (puppies frogs and crickets) and different catching time (day and night) was not statistically significant effect on the amount of snakehead catching result (Ophiocephalus striatus).
ANALISIS DAYA SAING DAN SALURAN PEMASARAN IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER SP.) DI KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH Pangastuti, Wahyu Novia; Mudzakir, Abdul Kohar; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.078 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan komparatif dan kompetitif makarel dan menganalisis margin dan efisiensi rantai pemasaran ikan kembunng (Rasrelliger sp). Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi sedangkan metode yang digunakan untuk menganalisis daya saing menggunakan Matriks Analisis Kebijakan, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran. Jumlah responden yang diperoleh di TPI Morodemak terdiri dari 39 nelayan mini purse seine, sedangkan responden di TPI Wedung terdri dari 7 nelayan cantrang. Penentuan jumlah responden jumlah kapal dilakukan dengan cara snowball sampling. Jumlah responden pada pedagang di TPI Morodemak terdiri dari 9 pedagang, 11 pedagang menengah, dan 12 pedagang kecil. Sedangkan jumlah pedagang di TPI Wedung terdiri dari 2 pedagang besar, 3 pedagang sedang dan 3 pedagang kecil. Penentuan responden pada pedagang ini dilakukan dengan stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing keunggulan kompetitif ikan kembung (Rastrelliger sp) yang terlihat dari nilai DRC di TPI Morodemak dan TPI Wedung adalah 0,30 dan 0,13 sedangkan untuk nilai komparatif nilai PCR TPI Morodemak dan TPI Wedung adalah 0, 65 dan 0,44. Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa nilai margin tertinggi adalah pedagang besar yaitu Rp. 8.000, sedangkan nilai margin terkecil adalah pedagang kecil yaitu Rp.3.000.
ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN KAPASITAS OPERASIONAL PELABUHAN PERIKANAN PANTAI ERETAN WETAN KABUPATEN INDRAMAYU Putri, Rasti Eka; Rosyid, Abdul; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.214 KB)

Abstract

The development pattern of Eretan Wetan Coastal Fishery Port needs to be adjust to the development of fishery activities. The aims of this research are to analyze operational level PPP Eretan Wetan and analyze the level of utilization of basic and functional facilities. As soon as formulating to strategies building the operational capacity of PPP Eretan Wetan. The used method is by using the descriptive survey method with case study. Data are collected through observation, interviews, documentation and collected data from PPP Eretan Wetan. Data collection process is limited only in the periode of 2007 – 2011. SWOT analysis is used to determine the operational capacity. From the research result, it can be found that the level operational and utilization rate of facilities in PPP Eretan Wetan not all used optimally, can be seen from the use of the pier, which is 12,5% and 27% auction house. Strategy to increase the operational capacity of P PP Eretan Wetan is: continue the development of PPP aggressively, quickly add basic amenities, functional and support that has not been met, groove cruise facilities should frequently in dredging due to silting, providing docking facilities and ice plants; addition of fleet fishing vessels, so that fish production can be optimized, increasing the quality of human resources through training and empowerment of fishermen and baskets, Developing cooperation with the fish processing industry; additional support facilities and improved quality of fish marketing facilities to support the marketing of fish, and increase the number of environmentally friendly fishing gear that accordance with the target economically important fisheries.
TINGKAT PEMANFAATAN DAN OPTIMALISASI FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SADENG GUNUNGKIDUL DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP Riandani, Putri Ayu; Bambang, Azis Nur; Ismail, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.051 KB)

Abstract

Kegiatan perikanan tangkap di Kabupaten Gunungkidul dimulai sejak tahun 1980-an dan mulai berkembang pada tahun 2000 didominasi oleh nelayan dari Cilacap dan Jawa Timur. Sadeng merupakan salah satu sentra perikanan tangkap di Kabupaten Gunungkidul dan merupakan salah satu Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki potensi sumberdaya perikanan yang besar. Namun potensi perikanan yang besar belum didukung oleh fasilitas pelabuhan yang optimal serta pengelolaan yang maksimal, kondisi fasilitas di PPP Sadeng beberapa diantaranya lumpuh ataupun tidak difungsikan seperti lumpuhnya pabrik es, peran koperasi, serta showchase ikan yang tidak difungsikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas di PPP Sadeng, menganalisa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas dasar dan fungsional, serta melakukan analisis strategi pengembangan PPP Sadeng dalam menunjang perikanan tangkap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 di PPP Sadeng. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus, analisis tingkat pemanfaatan  digunakan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan fasilitas dan analisis SWOT digunakan untuk strategi pengembangan PPP Sadeng. Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas dasar dan fungsional yang terdapat di Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng memiliki tingkat pemanfaatan panjang dermaga 93%, kolam pelabuhan > 5 GT (luas kolam 52 %, kedalaman kolam 76%, dan dibutuhkan kolam putar 40 m), kolam pelabuhan < 5 GT (luas kolam 62 %, kedalaman kolam 51 %, dan dibutuhan kolam putar 22 m), alur pelayaran dengan kedalaman 85 % dan lebar alur 50 %, serta tingkat pemanfaatan TPI 72%. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas dasar dan fungsional keseluruhan masih memadai untuk saat ini, namun memerlukan penambahan kapasitas beberapa fasilitas untuk 5 tahun mendatang. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil penerapan strategi S-O (Strength-opportunity) yang artinya Strategi dalam penerapannya digunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang dengan kebijakan yang bersifat agresif. Fisheries activities in Gunungkidul began in the 1980s and began to develop in 2000 was dominated by fishermen from Cilacap and East Java.Sadeng is one of the centers of fisheries in Gunungkidul and is one of the Special Region of Yogyakarta, which has great potential fishery resources. However, the potential for great fishing port facilities have not been supported by optimal and maximum manageability, condition of facilities in PPP Sadeng some are paralyzed or not functioned as the collapse of the ice factory, the role of cooperatives, as well as fish showchase are not enabled. The reserch objective  to determine the condition of the facilities analyze of level utilization and optimalitation analysis of PPP Sadeng development strategy in supporting fisheries. This study was conducted in January 2015 in PPP Sadeng. This study was conducted on  January 2015 in PPP Sadeng. The method used in this study was descriptive method  with case study, utilization level analysis were used to know utilization rate of facilities and SWOT analysis were used to development strategy of PPP Sadeng. The research results show that the existing facilities at the Port of Fisheries Sadeng with a utilization rate of wharf at 93%, the pool area > 5 GT (wide pool at 52%, depth of the pool  at 76%, lap pool and needed 40 m), the pool area < 5 GT (wide pool at  62%, depth of the pool at 51%, and needed 22 m to lap pool), rate of  deep water ways utilization at 85% and rate of  widht water ways utilization at 50%, and utilization rate of TPI at 72%. These results can be concluded that the level of utilization and the need of basic and functional still sufficient for now, but some facilities require additional capacity for the next five years. SWOT analysis results showed the application of SO strategy (Strength-opportunity) which means that strategy in practice were used force to take advantage of an opportunity to be aggressive policy.
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN CUMI-CUMI (Loligo sp) DI PERAIRAN KOTA TEGAL Etika, Yuliana Prima; Triarso, Imam; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.17 KB)

Abstract

Kota Tegal memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi dengan di dukung oleh wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Salah satu potensi perikanan yang ada di Kota Tegal yaitu sumberdaya Cumi-cumi. Namun produksi Cumi-cumi di Kota Tegal telah mengalami penurunan sejak tahun 2012-2014. Sedangkan nelayan cenderung melakukan penangkapan sebanyak-banyaknya. Perlu adanya analisis Bioekonomi Cumi-cumi di perairan Kota Tegal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek Bioekonomi Cumi-cumi (MSY, MEY, dan OAE) dengan menggunakan model Gordon Schaefer dan Fox dan untuk menganalisis tingkat pemanfaatan Cumi-cumi di Kota Tegal. Hasil penelitan menunjukkan bahwa Analisis Bioekonomi Gordon Schaefer menghasilkan nilai CMSY sebesar 771.725,433,78 kg/tahun, EMSY sebesar 47.145 unit kapal/tahun. Kondisi MEY diperoleh pada saat nilai CMEY sebesar 771.724.297,07 kg/tahun dan nilai EMEY sebesar 47.088 unit kapal/tahun. Kondisi OAE diperoleh pada saat nilai COAE sebesar 3.741.869,72 kg/tahun dan nilai EOAE sebesar 94.175 unit kapal/tahun. Sedangkan analisis Bioekonomi Fox menghasilkan nilai EMSY sebesar 29.666 unit kapal/tahun dengan CMSY sebesar 306.158.885,53 kg/tahun. Kondisi MEY diperoleh pada saat nilai CMEY sebesar 306.156.612,20 kg/tahun dan nilai EMEY sebesar 29.552 unit kapal/tahun. Kondisi OAE diperoleh pada saat nilai COAE sebesar 7.732.018,41 kg/tahun dan nilai EOAE sebesar 194.599 unit kapal/tahun. Sumberdaya Cumi-cumi di perairan Kota Tegal telah mengalami overfishing sejak tahun 2013 dengan tingkat pemanfaatan 190% menurut model Gordon Schaefer dan 303% menurut model Fox
ANALISIS LINGKAR TUBUH DAN CARA TERTANGKAP IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson) DENGAN ALAT TANGKAP JARING (GILL NET) DENGAN MESH SIZE 4 INCHI DAN HANGING RATIO 0.56 Hantardi, Zulie; Asriyanto, Asriyanto; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.956 KB)

Abstract

Gill net merupakan jaring berbentuk empat persegi panjang yang mempunyai mata jaring yang sama ukurannya pada seluruh jaring. Pada bagian bawah jaring dipasang pemberat, dan pada bagian atas jaring dipasang pelampung. Tertangkapnya ikan-ikan dengan gill net adalah dengan cara bahwa ikan-ikan tersebut terjerat (gilled) pada mata jaring maupun terbelit-belit (entangled) pada tubuh jaring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara tertangkap ikan dan distribusi mormometri panjang, berar dan lingkar tubuh ikan tenggiri (Scomberomurus commerson) di jaring gill net dan mengetahui hubungan antar morfometri ikan tenggiri (Scomberomurus commerson) yang tertangkap di jaring gill net. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif adalah metode yang menggambarkan suatu keadaan yang ditinjau dari studi pustaka. Untuk hasil Ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) yang diperoleh selama penelitian mempunyai ukuran panjang 35,45 – 59,78 cm, lingkar badan 16,35 – 26,45 cm, dan berat 550,56 – 1525,82 gram. Ikan tenggiri dengan lingkar badan 16,35 – 24,50 cm tertangkap dengan cara wedged dimana ikan tertangkap pada mata jaring mengelilingi badan sejauh sirip punggung, sedangkan ikan tenggiri dengan lingkar badan 25,30 – 26,45 cm tertangkap dengan cara gilled dimana ikan tertangkap pada posisi mata jaring mengelilingi ikan tepat di belakang tutup insang.
ANALISIS KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP DI KABUPATEN DEMAK Abdulaziz, Muhammad Humam; Bambang, Azis Nur; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.397 KB)

Abstract

Sodo (push net) merupakan alat penangkap ikan yang terdapat di Desa Bedono, Kabupaten Demak selain trammel net. Perlu adanya pengelolaan sumberdaya ikan yang baik dari kedua alat tangkap tersebut dalam jangka waktu yang panjang untuk menghindari dari kerusakan sumberdaya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis statusalat tangkap sodo dan trammel net berdasarkan Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan melakukan wawancara terhadap responden dan metode pengambilan reponden adalah sensus sebanyak 15 responden nelayan sodo dan 15 respondennelayan trammel net.Skor keramahan lingkungan alat tangkap berdasarkan CCRF terbagi dalam 4 kategori yaitu: 1 – 9 sangat tidak ramah lingkungan, 10 – 18 tidak ramah lingkungan, 19 – 27 ramah lingkungan, 28 – 36 sangat ramah lingkungan.Alat tangkap sodo memperoleh skor 22,6 tergolong alat tangkap ramah lingkungan dan alat tangkap trammel net dengan skor 30,2tergolong alat tangkap yang sangat ramah lingkungan.
PERBEDAAN UMPAN DAN KEDALAMAN PERAIRAN PADA BUBU LIPAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN BETAHWALANG, DEMAK Adlina, Nadia; Fitri, Aristi Dian Purnama; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.927 KB)

Abstract

Operasi penangkapan rajungan pada umumnya menggunakan bubu lipat. Bubu lipat merupakan alat penangkap ikan yang dipasang secara tetap (pasif) di dalam air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan jenis umpan (ikan buntal asin, ikan petek asin, ikan buntal segar, dan ikan petek segar) dan perbedaan kedalaman (20 dan 30 meter) terhadap jumlah dan berat tangkapan rajungan di perairan Betahwalang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental fishing dengan 2 variabel yaitu perbedaan umpan dan kedalaman dengan 8 perlakuan. Analisis data menggunakan uji normalitas One-Sample Kolmogorov Smirnov, uji ANOVA RAL faktorial, dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis umpan tidak ada pengaruh terhadap jumlah tangkapan dan ada pengaruh terhadap berat tangkapan, yang terbaik adalah umpan buntal asin dan petek asin. Perbedaan kedalaman tidak ada pengaruh terhadap jumlah tangkapan dan ada pengaruh terhadap berat tangkapan, penangkapan di kedalaman 30 meter menghasilkan berat tangkapan lebih besar dibandingkan kedalaman 20 meter. Tidak ada pengaruh interaksi antara jenis umpan dan perbedaan kedalaman terhadap jumlah dan berat tangkapan rajungan. Pot is commonly used for catching swimming crab. Pot is a fishing gear which equipment permanently installed (passive) in the water. The purpose of this study was to determine the differences between the types of bait (salted tetraodontidae, salted leiognatus, fresh tetraodontidae, and fresh leiognatus) and the depth (20 and 30 meters depth) towards the catch and weight of crabs in Betahwalang waters. The research methods used is this study was the experimental fishing with 2 variable which are the type of bait and depth with 8 treatment. The data analysis used were the normality test One-Sample Kolmogorov Smirnov, RAL factorial ANOVA test and Duncan test. The results of this research showed that the different type of bait had not influence for the number of catches and there is an influence for the weight of swimming crab, salted tetraodontidae and salted leiognatus are the best for catching swimming crab, the difference depth had not influence on the number of catches and there is an influence for the weight of swimming crab, catching in 30 meters depth gets the largest swimming crab than 20 meters; there was no interaction between different type of bait and depth for the number and the weight of swimming crab.