cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS HUBUNGAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A TERHADAP HASIL TANGKAPAN TERI (Stolephorus spp) MENGGUNAKAN PURSE SEINEWARING DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG, KABUPATEN KENDAL Hafiz, Muhammad Fadilah; Triarso, Imam; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1250.987 KB)

Abstract

Salah satu faktor keberhasilan operasi penangkapan ikan di laut adalah diketahuinya Daerah Penangkapan Ikan (DPI). Penentuan DPI yang dilakukan oleh nelayan Purse Seine Waring di PPP Tawang selama ini masih menggunakan cara-cara tradisional, sehingga memakan waktu yang lama menyebabkan biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak. Salah satu alternatif dalam penentuan DPI di laut adalah dengan menggunakan penginderaan jarak jauh berdasarkan faktor oseanografi SPL dan klorofil-a. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran spasial dan temporal antara Suhu Permukaan Laut (SPL) dan klorofil-a dan menganalisis dengan hasil tangkapan ikan Teri (Stolephorus spp) menggunakan alat tangkap Purse Seine Waring di PPP Tawang Kab. Kendal. Data SPL dan klorofil-a diperoleh secara insitu pada enam stasiun dan data citra satelit Aqua MODIS periode bulan Juni 2015 – 2017, sedangkan data hasil tangkapan ikan Teri (Stolephorus spp) pada periode bulan Juni 2015 – 2017 yang diperoleh dari data sekunder PPP Tawang. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai SPL tertinggi pada Minggu ke-I tahun 2016 yaitu sebesar 31,40°C dan nilai konsentrasi klorofil-a tertinggi pada Minggu ke-III tahun 2017 yaitu sebesar 1,82 mg/m³. Analisis data menunjukkan terdapat hubungan yang nyata antara SPL dan klorofil-a terhadap hasil tangkapan dengan nilai korelasi sebesar (r = 0,816), sedangkan nilai koefisien detereminasi sebesar (r2 = 0,665) menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara SPL dan klotofil-a dengan hasil tangkapan Teri (Stolephorus spp).
PENGARUH PENGGUNAAN PERBEDAAN KONSTRUKSI MATA PANCING DAN JENIS UMPAN PADA PANCING ULUR TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI KAWASAN ZONA PEMANFAATAN PERIKANAN TRADISIONAL TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Adityarini, Saraswati; -, Asriyanto; Wibowo, Pramono
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.228 KB)

Abstract

The purpose of this research is to determine the effect of the use of construction of the originally hook with the hook kirbed 30o angle, and the influence of different types of bait is natural bait of meat squid (Loligo sp.) with artificial bait, as well as for determining whether or not the effect of interaction between the form of construction the hook and type of the bait on the catch of hand line in the Traditional Fisheries Utilization Zone of Karimunjawa National Park. The research was conducted in May-April 2012 at the Traditional Fisheries Utilization Zone of Karimunjawa National Park. The material used in this study were the hook used to use squid bait, the hook used to use artificial bait, hook angle of 30 ⁰ with experimental fishing methods. Six times the number of repeat tests. Methods of data analysis begins by looking for the hook rate, the data was processed using a statistical test with SPSS 17 software at 95% level tests with tests of normality, homogeneity test, and two way ANOVA test. The results showed that different types of bait is not so affect the catch, the hook construction differences affect the catch Hand line and interaction between the bait the hook with the use of different constructs had no effect on the catch Hand line. Species of fish caught by fishing gear hand line overall during the study based on the percentage of the amount (kg), namely: Badong, pompano slim, large splotch trevally, pompano gargahing, but there were also fish the sergeant fish Badong fish were the most species of fish caught during the research that is equal to 64% of the 54 tail of the total catch.
ANALISIS PERBEDAAN KEDALAMAN DAN SUBSTRAT DASAR TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Swimming Crab) DENGAN ARAD RAJUNGAN DI PERAIRAN WEDUNG, DEMAK Wulandari, Wahyu Rizki; Boesono, Herry; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.97 KB)

Abstract

Desa Wedung yang terletak di Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah penghasil perikanan rajungan yang cukup potensial. Nelayan arad desa Wedung menentukan daerah penangkapan ikan hanya menggunakan insting dan informasi nelayan lain, sehingga tidak efektif karena hasil tangkapan belum tentu sesuai. Karena itu penangkapan akan lebih efektif jika daerah penangkapan ikan dapat diketahui terlebih dahulu melalui pengkajian karakteristik dan distribusi rajungan pada kedalaman yang berbeda sehingga rajungan yang tertangkap sudah layak konsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hasil tangkapan dan daerah penangkapan rajungan pada kedalaman berbeda serta variabel yang mempengaruhi hasil tangkapan rajungan. Metode yang digunakan adalah metode observasi langsung dengan penentuan sampling stratified random sampling. Terdapat 6 kisaran kedalaman yaitu kedalaman A (3-4,2 m), B (4,3-6,3 m), C (6,4-8,5 m), D (8,6-10 m), E (10,1-12,5 m), dan F (12,6-13,6) dengan jenis hasil tangkapan rajungan Portunus pelagicus dan Charybdis feriatus. Hasil penelitian menunjukkan kedalaman berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan rajungan, semakin dalam perairan ukuran tubuh hasil tangkapan rajungan semakin besar namun jumlah yang didapat semakin sedikit dan begitu pula sebaliknya. Hasil tangkapan rajungan dengan ukuran rajungan muda lebih dominan pada kedalaman D (8,6-10 m), karena ukurannya yang sudah memenuhi ukuran telah matang gonad sehingga penangkapan efektif dilakukan pada kedalaman D. Berdasarkan analisis statistik uji t, faktor oseanografi terhadap hasil tangkapan yang berpengaruh adalah salinitas dimana nilai signifikansinya 0,027 lebih kecil dari alfa (0,05). Hasil uji laboratorium substrat dasar perairan di setiap kedalaman memiliki klasifikasi jenis substrat yang sama yaitu berupa “heavy clay” atau disebut dengan liat/lumpur.  Wedung Village located in Demak Regency is one of the regions that potential enough to produce small crab fishery. mini trawl fishermen in Wedung determine the fishing area just by using their instinct and other fishermen’s information, so it is not effective because the catch is not necessarily appropriate. Therefore, the catch would be more effective if the fishing area can be known in advance by reviewing the differences in depths so that the crab caught has already suitable for consumption. The purpose of this study is to analyze the catch and crab fishing area at different depths and the variables that affect the catch of crab at different depths. The method used in this study is the direct observation method using stratified random sampling method in determining sampling. There are 6 depth ranges, detph A (3-4,2 m), B (4,3-6,3 m), C (6,4-8,5 m), D (8,6-10 m), E (10,1-12,5 m), and F (12,6-13,6) with the type of crab catches Portunus pelagicus and Charybdis feriatus. The result showed significant effect on the depth of the catch crab,  the deeper the waters the larger crab body size caught but with less the quantities obtained and vice versa. The catch crab with young-crab size is more dominant at depth D (8,6-10 m), due to its size which already meet ripe gonads size that the effectively catching carried out at depth D. Based on statistical analysis t test, the oceanographic factor that influences the catch is salinity where the significance value is 0.027 smaller than alpha (0.05). The result of laboratory tests from basic substrate on each depth have the same classification of the type of substrate in the form of “heavy clay” or called with clay/mud.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM PENENTUAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI PERAIRAN SADENG, YOGYAKARTA Maulana, Alvin; Triarso, Imam; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.397 KB)

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem berbasis pemetaan dan geografis dengan bantuan komputer yang menganalisis faktor-faktor oseanografi. Kabupaten Gunungkidul merupakan daerah yang memiliki potensi perikanan tangkap yang perlu dikembangkan. Ikan cakalang merupakan salah satu hasil perikanan yang cukup banyak di Kabupaten Gunungkidul. Penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dapat dilakukan dengan mengetahui aspek-aspek wilayah lautan baik aspek fisik maupun aspek non fisik. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk menganalisis penentuan daerah penangkapan ikan, dan menganalisis hubungan antara hasil tangkapan dengan faktor oseanografi di perairan Gunungkidul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, didapat 17 titik sampel, data sampling dikumpulkan berdasarkan nelayan waktu beroperasi dilaut. Metode Analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, uji Heteroskedastisitas, uji normalitas, regresi linier, uji F dan uji T. Parameter oseanografis suhu permukaan laut, konsentrasi Klorofil-a, kedalaman, dan kecepatan arus memberi pengaruh nyata secara bersamaan terhadap variasi hasil tangkapan ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis)  di perairan Sadeng, sedangkan Faktor oseonografi yang  menunjukkan pengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan ikan Cakalang adalah khlorofil-a dan Kecepatan arus. DPI Cakalang dapat dipaparkan menggunakan data Citra Satelit Aqua Modis untung mengetahui persebaran ikan tersebut.
Strategi Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Untuk Menunjang Kegiatan Perikanan Tangkap. Zasti, Raisyanfa; Rosyid, Abdul; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungailiat Fishery Port type B was the center of fishing activities in Bangka Belitung. This was supported by the location of its strategic location that has the potential to own a good fhishery resources.the era of decentralization was entered by indonesia,each district was required to be able to support their own region to optimize the full potential of the area both real and non real sector. Therefore, in the fisheries sector,was founded Sungailiat Fishery Port Type B.The study aims to identification urgency the condition of facilities, to analyzed develovment of optimization facilities, and analyzed appropriate strategies to be applied in the development of PPNS with current condition. The method was used in this study was descriptive sampling and purposive sampling analysis of the utilization rate of facilities and SWOT analysis were used in this study. The result was obtained that the existing facilities at the Sungailiat Fishery Port type B was still good condition and still proper to used, with the cruise line utilization rate 116%, 140% harbor pool, pier 92%,5 0% TPI. From these result could be concluded than the optimization of basic facilities and fully functional facilities have not been utilized optimally. While the result was obtained from the application of SWOT analysis S-O strategy (Strength-Opportunity) which means that the strategy in its application to use force to take advantage of an opportunity.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS UMPAN DAN LAMA PERENDAMAN BUBU TERHADAP HASIL TANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp.) DI PERAIRAN ARGOPENI KABUPATEN KEBUMEN Rahman, Fahrur; Asriyanto, -; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.836 KB)

Abstract

Lobster (Panulirus sp.) termasuk komoditas ekspor penting. Jumlah produksi tahun 2014 di Kabupaten Kebumen sebanyak 8.571 kg (Rp 3.397.000.000.00). Alat tangkap yang digunakan adalah jaring insang dan krendet. Penelitian dilaksanakan Januari 2015 di perairan Argopeni Kabupaten Kebumen dengan tujuan menganalisis pengaruh perbedaan umpan dan lama perendaman terhadap jumlah dan berat hasil tangkapan Lobster (Panulirus sp.) serta pengaruh kedua faktor tersebut terhadap hasil tangkapan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental fishing dan metode deskriptif studi kasus. Metode systematic simple random digunakan untuk penentuan lokasi penelitian. Analisis data menggunakan SPSS 14 dan uji t-Test. Hasil penelitian menunjukkan lama perendaman 12 jam terhadap umpan krungken dan kulit sapi, nilai signifikan jumlah dan berat hasil tangkapan adalah 0,191 > α (0,05) dan 0,599 > α (0,05) Ho ditolak. Lama perendaman 18 jam terhadap umpan krungken dan kulit sapi, nilai signifikan jumlah dan berat hasil tangkapan adalah 0,792 > α (0,05) dan  0,834 > α (0,05) Ho ditolak. Lama perendaman antara 12 jam dan 18 jam menggunakan umpan krungken, nilai signifikan jumlah dan berat hasil tangkapan adalah 0,177 > α (0,05) Ho ditolak dan 0,049 < α (0,05) Ho diterima. Penggunaan umpan kulit sapi, nilai signifikan jumlah dan berat hasil tangkapan adalah 0,747 > α (0,05) dan 0,117 > α (0,05) Ho ditolak. Ho diterima menunjukkan kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, sedangkan Ho ditolak menunjukkan kedua kelompok memiliki rata-rata yang berbeda. Kesimpulannya adalah jenis umpan dan lama perendaman berpengaruh terhadap jumlah dan berat hasil tangkapan. Jenis umpan yang baik digunakan adalah krungken. Lama perendaman alat tangkap yang baik adalah 12 jam. Tidak terdapat interaksi antar jenis umpan dan perbedaan lama perendaman  terhadap hasil tangkapan Lobster (Panulirus sp.). Lobster (Panulirus sp.) including an important export commodity. Total production in 2014 in Kebumen much as 8,571 kg of Rp 3.397.000.000.00. Fishing gear used is a gill net and krendet.The experiment was conducted in January 2015 in the waters Argopeni Kebumen with the purpose to determine the effect of different feed and soaking on the number and weight of the catch lobster (Panulirus sp.) and  as well as the influence of these two factors on the catch. The method used is an experimental method of fishing and descriptive case study method. And the simple random method is used to study the location decision. Analysis of the data used is SPSS 14 and test t - Test.The results show for soaking 12 hours to feed and cowhide krungken significant amount of catches value and weight is 0.191 > α (0.05) and 0.599 > α (0.05) so that Ho rejected. For 18 hours soaking time to feed and cowhide krungken significant amount of catches value and weight is 0.792 > α (0.05) and 0.834 > α (0.05) so that Ho is rejected. Treatment soaking time between 12 hours and 18 hours using a significant amount of value krungken bait catches and weight is 0.177 > α (0.05) so Ho is rejected and 0.049 < α (0.05) Ho is accepted . To use bait cowhide significant number of catches value and weight is 0.747 > α (0.05) and 0.117 > α (0.05) so that Ho is rejected. Ho received showed both groups had the same average, while Ho is rejected showed both groups have different average.The conclusion is the kind of feedback effect on the number and weight of the catch, the type of bait to use is the old bait and soaking time krungken effect on the amount of heavy draft haul, long time immersion gear well done is 12 hours. There is no interaction between the type of bait and soaking time difference to catch lobster (Panulirus sp.).
ANALISIS INVENTARISASI ALAT TANGKAP BERDASARKAN KATEGORI STATUS PENANGKAPAN IKAN YANG BERTANGGUNGJAWAB DI PPS NIZAM ZACHMAN DKI JAKARTA Andini, Anisa ASti; Bambang, Azis Nur; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.305 KB)

Abstract

Demi mewujudkan konsep pembangunan perikanan yang lestari, maka kontribusi ilmu pengetahuan sangat diperlukan baik pengkajian ilmiah dan pengendalian pemanfaatanya. Salah satu faktor penting dalam pemanfaatan sumberdaya ikan adalah Alat Penangkapan Ikan, Penilaian status teknologi penangkapan ikan merupakan salah satu langkah awal dalam merancang strategi pengelolaan perikanan disuatu tempat, termaksud Pelabuhan Perikanan yang merupakan fishing base dari kegiatan perikanan Tangkap. Penilaian tentang tingkat tanggung jawab suatu alat penangkapan ikan dilakukan dengan menerapkan analisis multi-kriteria yang menggunakan 9 kriteria unit penangkapan ikan yang bertanggungjawab. Tujuan dilakukannya Penelitian ini untuk menentukan status Alat Tangkap berdasarkan Kategori status alat tangkap bertanggungjawab, Menentukan strategi perbaikan perikanan tangkap, dan Menentukan unit-unit penangkapan yang sesuai dengan Code of Conduct Responsible Fisheries (CCRF) di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukan status baik dalam hal tanggungjawab terhadap lingkungan, tetapi bernilai cukup untuk tingkat pemahaman konservasi dan effisiensi. unit penangkapan ikan aktif terbaik di laut adalah Pancing cumi dan Purse seine, sedangkan unit penangkapan ikan pasif terbaik di laut adalah long line dan Unit penangkapan ikan yang paling sesuai dengan status code of conduct for responsible fisheries adalah alat tangkap long line, hal ini dilihat dari segi biologi yang memperhatikan tingkat efisiensi dan konservasi. Penyuluhan tentang penangkapan ikan yang baik masih perlu di terapkan, terutama masalah discards dan kriteria ikan yang layak tangkap yang perlu diperkenalkan di kalangan nelayan untuk mendukung kelangsungan hidup ikan sehingga perikanan tangkap dapat berkelanjutan.
Analisis Indeks Pembangunan Manusia Nelayan Payang di Kenagarian Ampang Pulai Kecamatan Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Dwi Farma Susilo; Ismail Ismail; Aristi Dian Purnama Fitri
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 4: Oktober, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.929 KB)

Abstract

Kabupaten Pesisir Selatan merupakan salah satu wilayah perairan Indonesia yang menjadi basis kegiatan perikanan tangkap para nelayan. Kabupaten Pesisir Selatan memiliki angka IPM sebesar 71,77 pada tahun 2011. Hal ini mencerminkan masih rendahnya kualitas manusia di Kabupaten Indramayu. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kesejahteraan nelayan Juragan dan nelayan ABK Payang Ampang Pulai Kabupaten Pesisir Selatan dengan pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan mengetahui perbedaan tingkat kesejahteraan dilihat dari segi pendapatan Juragan dan nelayan ABK Payang di Nagari Ampang Pulai Kabupaten Pesisir. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat survei, data yang diambil meliputi indikator kesejahteraan yaitu mengukur angka harapan hidup (e0); mengukur lamanya rata-rata penduduk bersekolah (MYS) dan angka melek huruf (Lit); serta mempertimbangkan kemampuan ekonomi nelayan Payang yang tercermin dari nilai purchasing power parity index (PPP).Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang nyata (P<0,05) antara tingkat kesejahteraan nelayan Juragan dengan nelayan ABK Payang di Nagari Ampang Pulai Kecamatan Tarusan Kabupaten Pesisir. Indeks harapan hidup nelayan Juragan dan nelayan ABK 71.6; Indeks pendidikan nelayan juragan dan ABK berturut-turut sebesar 88,6 dan 68,9; Indeks pendapatan nelayan Juragan 98.27dan 56,80 untuk nelayan ABK; dan IPM untuk nelayan pemilik sebesar 86.15 (masuk dalam kategori tinggi), sedangkan IPM nelayan buruh hanya sebesar 65,76 (masuk dalam kategori menengah atas).
ANALISIS HASIL TANGKAPAN PURSE SEINE “WARING” UNTUK PELESTARIAN SUMBERDAYA IKAN TERI (Stolephorus devisi) DI PERAIRAN WONOKERTO, KABUPATEN PEKALONGAN Aditya, Henita; Asriyanto, -; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.31 KB)

Abstract

Purse seine “waring” adalah alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan pelagis kecil yang dioperasikan secara melingkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan ikan teri (Stolephorus sp.), mengetahui proporsi ikan Teri (Stolephorus devisi) matang gonad yang tertangkap dan menganalisis hubungan panjang total dengan lingkar tubuh ikan Teri. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu dengan menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah metode yang menggambarkan suatu keadaan yang ditinjau dari studi pustaka. Data primer yang yang digunakan yaitu jenis ikan Teri distribusi panjang total per spesies dan lingkar tubuh ikan Teri. Untuk hasil tangkapan ikan Teri pada genus Stolephorus yang diperoleh selama penelitian terdiri dari 3 spesies yaitu Stolephorus devisi, Stolephorus insularis dan Stolephorus indicus. Jumlah ukuran ikan Teri (Stolephorus devisi) yang layak tangkap sebesar 39% dan yang belum layak tangkap sebesar 61%. Purse seine “waring” bersifat tidak selektif terhadap ukuran hasil tangkapan ikan Teri. Purse seine “waring” is fishing gear which used for catching small pelagic with circular operated. The purpose of this research, to analyze catch composition of Anchovies (Stolephorus spp.), to know the proportion caught maturity of Anchovies (Stolephorus devisi), and to analyze the relationship of total length with circle body Anchovies. This research used by descriptive method. Descriptive method is a method that describes a condition in terms of literature. The primary data used species of Anchovies in distribution total length every species and circle body Anchovies. Catch Anchovies for genus Stolephorus consists of 3 species: Stolephorus devisi, Stolephorus insularis and Stolephorus indicus. The feasibility total length Anchovies (Stolephorus devisi) 39% and un feasibility 61%. Purse seine “waring” not selectively against the size of the catch Anchovies.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Swimming crab) DENGAN BUBU LIPAT BERDASARKAN FAKTOR HIDRO-OSEANOGRAFI DI PERAIRAN BETAHWALANG DEMAK Jabarti, Ahmad Aqsya; Pramonowibowo, -; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.625 KB)

Abstract

Desa Betahwalang adalah salah satu desa di Kabupaten Demak yang merupakan suatu desa penghasil rajungan (swimming crab). Peningkatan teknologi maupun pengetahuan daerah penangkapan rajungan penting dilakukan sebagai faktor keberhasilan dalam memaksimalkan operasi penangkapan rajungan.Tujuannya adalah untuk menganalisa daerah penangkapan dan keadaan oseanografi dari daerah penangkapan rajungan di perairan Betahwalang Demak dengan menggunakan metode deskriptif dan metode purposive sampling. Hasil penelitian berupa gambaran keadaan oseanografi dan peta daerah penangkapan rajungan yang menunjukan persebaran daerah operasi penangkapan rajungan menggunakan bubu lipat di perairan Betahwalang. Persebaran daerah penangkapan rajungan menggunakan bubu tersebar dari kedalaman 17,9-31,2 m dengan subtrat perairan berupa lumpur liat. Kedalaman 15,1-20 m memiliki suhu 27-310C dengan salinitas 29-31 ppt. Kedalaman 20,1-25 m suhu perairan 27-300C dengan salinitas 29-32 ppt. Kedalaman 25,1-30 m suhu perairan 280C-300C dengan salinitas berkisar 30-31 ppt. Kedalaman 30,1-35 m suhu perairan 28-290C dan salinitas 30-31 ppt. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah penangkapan rajungan yang potensial pada kedalaman 25,1-35 m dengan salinitas berkisar 30-31 ppt dan hasil tangkapan terbanyak pada titik koordinat lintang 06°41'18.81" bujur 110°27'53.06" dengan berat 3.080 gram.  Betahwalang village in Demak Regency is one of Rajungan ( swimming crab ) producers in Demak that has economical selling value and of export fishery commodity. The improvement of technology and knowledge about fishing ground in catching rajungan is greatly needed.The aim of this research was to analyze the fishing ground and oceanography of rajungan fishing ground in Betahlawang waters Demak Central Java using descriptive method. The results of this research were the oceanography description and rajungan fishing ground map that showed the spreading area of rajungan capture operation using folded trap in Betahlawang waters. It was spread from 17.9 m to 31.2 m in depth with water sediment of clay. The depth of 15.1 m to 20 m had average temperature of 270C to 310C with salinity of about 29 ppt to 31 ppt. The depth of 20.1 m to 25 m had average temperature of 270C to 300C with salinity of about 29 ppt to 32 ppt. The depth of 25.1 m to 30 m had average temperature of 280C to 300C with salinity of about 30 ppt to 31 ppt. The depth of 30.1 m to 35 m had average temperature of 280C to 290C with salinity of about 30 ppt to 31 ppt. The result of this research showed that the potential fishing ground was in the depth of 25.1- 35 m with salinity of 30- 31 ppt. The results showed that the potential crab fishing area at depths ranging from 25.1 to 35 m with a salinity of 30-31 ppt and most of the catch at point 06 ° latitude 41'18 .81 "longitude 110 ° 27'53 .06" with a weight of 3,080 grams.