cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS DISTRIBUSI PEMASARAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI DESA SUKOHARJO, KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH Sari, Melinda Puspa; Bambang, Azis Nur; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.207 KB)

Abstract

Desa Sukoharjo adalah salah satu daerah produsen rajungan. Pemasaran hasil tangkapan rajungan di Desa Sukoharjo tidak melalui TPI. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji saluran pemasaran, marjin pemasaran, dan efisiensi pemasaran rajungan di Desa Sukoharjo, Kabupaten Rembang. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni 2015 di Desa Sukoharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif studi kasus. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sampel secara acak. Metode pengumpulan data menggunakan jenis data data primer dan data sekunder. Metode pengambilan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dokumentasi. Metode analisis data meliputi aspek teknis, dan aspek pemasaran yang dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah alat tangkap rajungan adalah Set Bottom Gillnet (pejer). Tipe distribusi pemasaran dalam penelitian ini adalah distribusi tidak langsung. Marjin pemasaran rajungan pada nelayanRp. 39.293, pada Tengkulak Rp. 30.000 dan bakul sebesar Rp. 40.000. Efisiensi pemasaran pada nelayan sebesar 0,514664, pada tengkulak 0,052374, dan bakul  0,061991. The village of Sukoharjo is a manufacturer of small crab attaching. The marketing of catches  small crab attaching in the village of Sukoharjo not through FAP.  The purpose of this research was to study the  marketing channels,  marketing  margins, and the efficiency of  marketing  small crab attaching  in the village of  Sukoharjo  Regency of Rembang.  This research was carried out from June 2015 in the village of Sukoharjo, Rembang, Central Java. The methods used in this research is descriptive case studies.Sampling method using the method of random samples. Method of  data collectionusing this type of  data  primary data and  secondary  data. Data capture method used is the  observation,  interviewing,  documentation, methods of data analysis  covering the technical aspects,  and  the  marketing  aspect  analyzed  descriptive  method. The results  of  this  research  is  the capture tool  is a small crab attaching  Bottom  Set Gillnet (pejer).  The type of distribution marketing  in this research is the indirect distribution. Small crab attaching marketing margins at nelayan Rp. 39293, on the middleman 30000  IDR and  the basket of  40000 IDR. The efficiency of marketing on the fishermen of  0.514664, on 0.052374, the middleman and the basket 0.061991.
ANALISIS CPUE, MSY, DAN USAHA PENANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp.) DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Febriani, Putri Rizki; Mudzakir, Abdul Kohar; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.317 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui CPUE lobster yang ada di Kabupaten Gunungkidul, mengetahui besarnya potensi lestari lobster di Kabupaten Gunungkidul, dan menganalisis kelayakan ekonomi usaha penangkapan lobster di Kabupaten Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Data yang diambil berupa data primer, meliputi konstruksi dan cara pengoperasian jaring lobster dan krendet, daerah penangkpaan lobster, serta besarnya biaya, modal, dan harga lobster, juga data sekunder, meliputi data produksi dan jumlah upaya penangkapan lobster tahun 2007-2013, serta peta lokasi Kabupaten Gunungkidul. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode propotional sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 nelayan. Analisis Catch Per Unit Effort (CPUE) dilakukan sebagai indikasi kelimpahan stok. Analisis MSY dilakukan untuk mengetahui besarnya potensi lobster di Kabupaten Gunungkidul. Analisis ekonomis digunakan untuk mengetahui besarnya investasi, biaya, pendapatan, dan keuntungan, serta kelayakan usaha penangkapan lobster di Kabupaten Gunungkidul dilakukan analisis dengan menggunakan discounted criterion dengan pendekatan finansial yang meliputi NPV, B/C Ratio, IRR, dan PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata CPUEstd lobster selama periode 2007-2013 adalah 3,38 kg/trip. Nilai MSY lobster tahun 2007-2013 adalah 70851 kg, dengan fMSY 26618 trip. Berdasarkan analisis CPUE dan MSY menunjukkan penangkapan lobster di Kabupaten Gunungkidul telah mencapai overfishing. Analisis kelayakan ekonomi usaha penangkapan lobster rata-rata per tahun diperoleh investasi sebesar Rp 37.495.800,00; biaya sebesar Rp 73.284.667,00; pendapatan sebesar Rp 93.440.000,00; keuntungan sebesar Rp 20.155.333,00; NPV sebesar Rp 265.052.914,00; B/C Ratio sebesar 1,41; IRR sebesar 71%; Payback Period (PP) sebesar 3,2 tahun atau sekitar 3 tahun 2 bulan 12 hari. Berdasarkan analisis kelayakan ekonomi usaha penangkapan lobster di Kabupaten Gunungkidul dapat dikatakan layak secara ekonomi. The purpose of this research to determine CPUE of lobster, to determine Maximum Sustainable Yield of lobster and  analysis economic feasibility fishing lobster in Gunungkidul Regency. The research used descriptive method. Data collected basic data include gear construction and fishing method bottom gillnet and krendet, fishing ground lobster, and cost, invest, and lobster price, also second data include production data and amount of effort lobster from 2007 to 2013, also map of Gunungkidul Regency. This research used descriptive method, sampling respondent amount 25 fishermen with proportional sampling. Data was collected through direct observation and interviews with lobster fishermen in Gunungkidul Regency. Analysis of CPUE as an indication of stock abundance. Analysis of MSY to determine the potential of the lobster. Economic analysis used to determine about investment, cost, income, profit and also feasibility fishing catch lobster using discounted criterion on financial namely NPV, B/C Ratio, IRR, and PP. The result from this research is the average CPUEstd of lobster periode 2007-2013 about 3.38 kg/trip. MSY of lobster periode 2007-2013 is 70851 kg, with the fMSY 26618 effort. Based on the analysis of CPUE and MSY show catching lobsters in Gunungkidul has reached overfishing. Analysis feasibility fishing catch lobster in a year with an investment Rp 37.495.800,00; cost Rp 73.284.667,00; revenue Rp 93.440.000,00,00; profit Rp 20.155.333,00; NPV is about Rp 265.052.914,00; B/C Ratio about 1.41; IRR about 71%; Payback Period (PP) about 3.2 a year approximately in 3 years 2 months 12 days. Based on the analysis economics feasibility of lobster in Gunungkidul regency can be feasible (feasible) forwarded.
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN PATI Tryasmara, Haryas Sangkali; Wijayanto, Dian; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.389 KB)

Abstract

Kabupaten Pati merupakan salah satu kabupaten di provinsi jawa tengah secara geografis terletak di 6°44’56,80” LS 111°02’06,96” BT dengan luas wilayah keseluruhan 1.419,07 km2. Komoditas unggulan perikanan tangkap di Provinsi Jawa Tengah antara lain ikan layang, ikan lemuru, dan ikan manyung. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah menganalisis komoditas unggulan pada sektor perikanan tangkap yang ada di Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu pengamatan langsung ke lapangan melalui survei dan wawancara kepada pihak terkait untuk memperoleh data primer. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data primer dan data sekunder. Pengumpulkan data primer dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi pustaka. Nilai Location Quotient (LQ) ikan layang (Decapterus sp) sebesar 4,075, Differential Shift (Dj) sebesar 85585,602, dan tingkat Spesialisasi (SI) 0%. Nilai Location Quotient (LQ) ikan lemuru sebesar 1,624, Differential Shift (Dj) sebesar 21784,266, dan tingkat Spesialisasi (SI) 414,838%. Nilai Location Quotient (LQ) ikan layang manyung sebesar 5,669, Differential Shift (Dj) sebesar 15506,287, dan tingkat Spesialisasi (SI) 75,902%.
FLUKTUASI HARGA DAN ALUR DISTRIBUSI IKAN LAYANG (Decapterus spp) DARI HASIL TANGKAPAN MINI PURSE SEINE YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEKALONGAN Nugroho, Bramasto Ari; Boesono, Herry; Bambang, Azis Nur
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.952 KB)

Abstract

Fishery resources is a biological resources which have potency and enable to famous be received as wide and deeply. In effort to keeping fishery resources to be advance we need the widely knowledge about it. Therefore, in the present time we should be save the sea resourcesin a particular fishery resources for our generation in the future life. In this final project the research was taken in the Harbour of Pekalongan Nusantara Fishery Office. And TPI Pekalongan Nusantara Fishery Harbour Which have high level in operational and total fishery production income is so high enough and can hold many fishery ship. TPI PPN in Pekalongan is also as a corporation in fish marketing or distributing and the fuction to fish auction after the gain of fish cost. This research aims were to know the factors that affect the price of mackeel, to know the channel distribution, and analyze factor that had influence to the price fluctuation of mackerel fish. This research used a descriptive explorative data method using with quesionnaire to fisherman, fish sellers, and employers in Pekalongan Nusantara Fishery Port. The Primer Data got from an interview to the respondent directly, and Secondary Data got from Nusantara Fishery Port Office Pekalongan and the acknowlege that got from the instation which have connected with the object for research. Analysis data method with Double Linier regretion analysis with production function from Cobb doudlas and Double with helping program corelation analization with SPSS 17. This research can be factor that significantly attected in cost fluctuation was total production, if total mackerel fish production so much the cost of it is cheap and stable, if macarel fish production just a little so it would be expensive and not stable. The distribution channel in Pekalongan Nusantara Fishery Port is a distribution channel with direct and indirect.
PENGARUH PERBEDAAN UMPAN DAN WAKTU PENANGKAPAN BUBU LIPAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus) DI RAWA JOMBOR, KLATEN Putra, Bangga Beny; Pramonowibowo, -; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.471 KB)

Abstract

Rawa Jombor merupakan waduk buatan yang difungsikan sebagai pemasok air untuk pengairan, perikanan dan daerah wisata. Jumlah luas waduk adalah 180 hektar. Salah satu ikan hasil tangkapan yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah ikan gabus, dimana ikan gabus ini cukup banyak ditangkap di perairan Rawa Jombor dengan hasil tangkapan sekitar 500 kg/th. Penelitian dilakukan dengan menggunakan alat tangkap bubu lipat dengan perlakuan umpan dan waktu penangkapan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis umpan  yaitu umpan anakan katak/precil dan tanpa umpan, perbedaan waktu penangkapan (siang dan malam), serta mengetahui ada tidaknya interaksi anatara jenis umpan dengan waktu penangkapan terhadap hasil tangkapan ikan gabus (Ophiocephalus striatus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental dan menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan nilai Fhitung untuk perbedaan waktu penangkapan sebesar 2,149 dan nilai Ftabel 1,59. Sehingga Fhitung > Ftabel , maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian perbedaan waktu penangkapan yang berbeda memberikan rata- rata jumlah tangkapan ikan gabus (Ophiocephalus striatus ) yang tidak sama. Hasil uji F (ANOVA) perbedaan umpan pada bubu lipat menghasilkan nilai F hitung sebesar 0,774 dan nilai Ftabel 1,59. Sehingga Fhitung < Ftabel , maka H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian perbedaan waktu penangkapan yang berbeda memberikan rata – rata jumlah tangkapan ikan gabus (Ophiocephalus striatus ) yang sama. Rawa Jombor belong to one of  artificial basin with the functions to supply water for irrigation, fisheries and tourist place. Wide of areas basin about 180 ha. The most common fish catching with high economical in Rawa Jombor is Snakehead (Ophiocephalus striatus) with amounts 500 kg/year. This researched used traps/pots as gears with treatments different baits and used variation of times catching. This researched aim to analysis the influenced from difference baits was between frog's juvenile and without baits (no baits), and used variation times (day or night), also to analysis interactions both of differenced of baits and used variation of times toward fish catching snakehead. Experiment method in this researched used SPSS 16. The result of the research showed that Fcount value for variation of time operation among 2,149 and Ftable 1,59. Fcount > Ftable, it means that H0 rejected and H1 accepted. Based on the test result, variations of time operated gave different total catch average. F anova test result Fcount value of different baits among 0,744 and Ftable 1,59. Fcount < Ftable, it means that H1 rejected and H0 accepted. Based on the test result, different baits gave the same total catch average.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PERIKANAN TANGKAP BAGAN PERAHU DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) KARANGANTU SERANG BANTEN Alam, Amrullah Gusti; Sardiyatmo, Sardiyatmo; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.622 KB)

Abstract

Alat tangkap bagan perahu merupakan salah satu jenis alat tangkap yang memiliki target tangkapan ikan-ikan dengan nilai ekonomis tinggi. Tercatat dalam laporan tahunan statistik Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu tahun 2015 alat tangkap bagan perahu memproduksi jenis ikan teri (Stolephorus sp) sebanyak 115.425 Kg, dari total produksi ikan teri (Stolephorus sp) di PPN (Pelabuhan Perikanan Nusantara) Karangantu sebanyak 553.578 kg, maka alat tangkap bagan perahu memproduksi 20,8% dari total produksi ikan teri (Stolephorus sp) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek finansial serta kelayakan usaha dari alat tangkap bagan perahu, dan mengetahui aspek pemasaran dari ikan hasil tangkapan bagan perahu di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu. Bagan perahu pada penelitian ini dibagi menjadi 2 tipe, yaitu bagan perahu A (lunas < 20 m) dan bagan perahu B (lunas > 20 m). Metode penelitian aspek finansial yang  digunakan adalah NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate Return), dan PP (payback period). Hasil dari penelitian ini adalah nilai NPV Rp 3.581.027.36 untuk bagan perahu A dan Rp 54.381.146.50 untuk bagan perahu B, IRR 11% untuk bagan perahu A dan 18% untuk bagan perahu B, dan PP 4,28 untuk bagan perahu A dan 3,83 untuk bagan perahu B, saluran pemasaran dari hasil tangkapan bagan perahu di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu bersifat satu tingkat.
PERBEDAAN UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN UDANG GALAH (MACROBRACRIUM IDEA) ALAT TANGKAP BUBU BAMBU (ICIR) DI PERAIRAN RAWAPENING Purwanto, Akir Ari; Purnama Fitri, Aristi Dian; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.614 KB)

Abstract

Bubu yaitu alat penangkapan seperti perangkap, yang merupakan jebakan bagi ikan maupun hasil tangkapan lainnya. Alat tangkap bubu dikenal umum dikalangan nelayan, yang dioperasikan secara pasif. Penggunaan umpan yang efektif akan dapat memberikan hasil tangkapan yang baik. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perbedaan jenis umpan (ikan asin, kepala ikan segar dan umpan bekatul (Kontrol)) terhadap jumlah, berat hasil tangkapan udang galah (Macrobracrium idea). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental fishing) yaitu observasi dibawah kondisi buatan dan diatur oleh peneliti, dengan 1 variabel yaitu jenis umpan dengan 2 perlakuan dan 1 perlakuan sebagai kontrol. Masing-masing dilakukan dengan 9 kali ulangan. Analisis data menggunakan uji Kenormalan data dan uji ANOVA dengan SPSS 17.0. Hasil penelitian ini dapat menunjukan bahwa umpan dari ikan asin sebanyak 1226 ekor (39%) lebih banyak mendapatkan hasil tangkapan udang galah (Macrobrachium idae) dari pada umpan bekatul (kontrol) sebanyak 1002 ekor (32%) dan umpan kepala ikan segar sebanyak 935 ekor (29%) yang mendapatkan hasil tangkapan udang galah (Macrobrachium idae) lebih sedikit. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa, menggunakan umpan ikan asin alat tangkap bubu bambu baik digunakan.
STRATEGI PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KENDARI, KOTA KENDARI, SULAWESI TENGGARA Anggoro, Dhimaz Seta; Ismail, -; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.223 KB)

Abstract

Pengembangan pelabuhan adalah hasil komitmen bersama dari berbagai pihak untuk menjadikan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari sebagai Pusat Pertumbuhan dan Pengembangan Ekonomi Terpadu pada Tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fasilitas dasar, fasilitas fungsional, dan fasilitas penunjang, menganalisis tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas dasar, fungsional serta melakukan menyusun strategi pengembangan PPS Kendari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2015 di PPS Kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan sampel Purposive Sampling serta menggunakan analisa data yaitu tingkat pemanfaatan fasilitas dengan metode pemanfaatan, tingkat kebutuhan dengan metode analisa estimasi dan menentukan strategi kebijakan pengembangan dengan analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh menunjukkan bahwa fasilitas-fasilitas yang ada di PPS Kendari kondisi fisiknya masih baik dan lengkap sesuai dengan PERMEN NO 08/2012, dengan tingkat pemanfaatan alur pelayaran 76%, luas kolam pelabuhan 60,11%, dan dermaga 64%. Estimasi jumlah produksi ikan dan jumlah kapal meningkat dalam lima tahun mendatang dan mampu menjadi acuan untuk PPS Kendari menambah kualitas pelayanan. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil penerapan strategi S-O (Strength-opportunity) yang artinya strategi dalam penerapannya menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan suatu peluang. Port development is the result of a joint commitment from stakeholders to make Kendari Ocean Fishing Port as a Center of Integrated Economic Growth and Development in 2015. This study aimed to analyze the condition of basic facilities, functional facilities and supporting facilities, to analyze the level of utilization and the need for basic facilities, functional and perform development strategy in PPS Kendari. This study was conducted in June 2015 in PPS Kendari. The methodology of this research is descriptive method with purposive sampling and using data analysis level of utilization of the facility with method of utilization, needs level of analysis estimation method and determine the policy strategy with the development of SWOT analysis. The results obtained show that the facilities that exist in the PPS Kendari still good physical condition and well maintained as well as the Ministry Regulation NO 08/2012, with a utilization rate of 76% shipping lanes, ports pond area 60.11%, and dock 64%. Estimation the number of fish production and number of ship is increase in the next five years, and able to be a reference for PPS Kendari to improve service. SWOT analysis results showed the application of S-O strategy (Strength-opportunity) which means that the strategy in its application to use force to take advantage of an opportunity.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAMPERAN, KABUPATEN PACITAN, JAWA TIMUR Noverianto, Ade Sony; Ismail, -; Bambang, Azis Nur
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.711 KB)

Abstract

Kabupaten Pacitan memiliki wilayah laut sekitar 7.636 km2, dengan panjang pantai 70,709 km. Wilayah perairan laut termasuk wilayah perairan samudera Hindia, memiliki potensi sumberdaya ikan yang mencapai 34.483 ton/tahun. Potensi sumberdaya ikan terdiri atas berbagai jenis ikan pelagis besar, seperti Tuna dan Cakalang, pelagis kecil, demersal dan udang. Namun potensi perikanan yang besar belum didukung oleh fasilitas pelabuhan yang optimal serta pengelolaan yang maksimal. Kondisi fasilitas di PPP Tamperan beberapa diantaranya lumpuh atau tidak difungsikan seperti lumpuhnya cold storage, belum adanya pabrik es, serta lahan yang cukup besar yang belum termanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fasilitas di PPP Tamperan, menganalisa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas dasar dan fungsional, serta melakukan analisis strategi pengembangan PPP Tamperan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 di PPP Tamperan.  Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat survei, analisis tingkat pemanfaatan  digunakan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan fasilitas dan analisis SWOT digunakan untuk strategi pengembangan PPP Tamperan. Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas dasar dan fungsional yang terdapat di Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan memiliki tingkat pemanfaatan luas kolam pelabuhan 79,87%, alur pelayaran 70%, panjang dermaga 78%, serta tingkat pemanfaatan TPI 0%. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas dasar dan fungsional keseluruhan masih belum optimal untuk saat ini sehingga memerlukan penambahan kapasitas beberapa fasilitas untuk 13 tahun mendatang. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil penerapan strategi S-O (Strength-opportunity) yang artinya Strategi dalam penerapannya digunakan Kekuatan untuk memanfaatkan peluang dengan kebijakan yang bersifat agresif. Pacitan Regency has a sea area of approximately 7636 km2, with a length of 70.709 km beach. The sea area including the territorial waters of the Indian Ocean, has the potential of fish resources, which reached 34 483 tonnes / year. The potential of fish resources consist of various types of large pelagic fish, such as tuna and Cakalang, small pelagic, demersal and shrimp. However, the potential for great fishing port facilities have not been supported by optimal and maximum manageability. Tamperan PPP facility conditions in some of them crippled or not functioned as paralysis of cold storage, the lack of ice plants, as well as land sizeable untapped. This study aims to determine the condition of the facilities on PPP Tamperan, analyzing the level of utilization and the need for basic and functional facilities, as well as analyzing the development strategy of PPP Tamperan. The research was conducted in August 2015 in PPP Tamperan. The method used is descriptive method is a case study, the analysis of the utilization rate is used to determine the level of utilization of the facilities and SWOT analysis used for PPP development strategy Tamperan. The result showed that basic and functional facility located in Port Fisheries Tamperan Beach has an extensive utilization rate of 79.87% ports, shipping lanes of 70%, 78% long pier, as well as the utilization rate of TPI 0%. The results can be concluded that the rate of utilization and the need for basic facilities and functional whole is still not optimal for the moment so some facilities require additional capacity for the next 13 years. SWOT analysis results showed the application of S-O strategy (Strength-opportunity), which means in practice is used Strengths strategy to take advantage of opportunities with a policy that is aggressive.
ANALISIS KEBUTUHAN PERBEKALAN KAPAL PENANGKAP IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TASIKAGUNG, REMBANG Fitriyashari, Amalia; Rosyid, Abdul; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.399 KB)

Abstract

Perbekalan dari suatu kapal penangkap ikan adalah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh nelayan untuk melancarkan kegiatan operasionalnya seperti kebutuhan BBM, es, air bersih, kebutuhan beras, minyak pelumas dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini membahas dua komponen perbekalan yang disediakan oleh Pelabuhan Perikanan yaitu kebutuhan solar dan es pada kapal Mini Purse seine dan kapal Cantrang yang berukuran 10-30 GT. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan dan menganalisis kebutuhan perbekalan pada kapal penangkap ikan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Rembang selama lima tahun (2014-2018) yang akan datang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013–Januari 2014 di PPP Tasikagung, Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode analisis Time Series dan Diskriptif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Hasil Perkiraan kebutuhan solar pada Kapal Mini Purse seine pada tahun 2014-2018 tertinggi pada tahun 2016 dengan jumah kebutuhan solar yaitu 9.934.058 liter, pada tahun 2017 sebanyak 8.801.138 liter dan mengalami penurunan 28,5% pada tahun 2018. Perkiraan kebutuhan es pada  Kapal Mini Purse seine, tahun 2014-2018 tertinggi pada tahun 2016 yaitu 50.457,20 ton, pada tahun 2014 kebutuhan es yaitu 47.428,96 ton mengalami penurunan 24,1% pada tahun 2015, pada tahun 2017 sejumlah 44.702,85 ton, mengalami penurunan 28,5% pada tahun 2018. Perkiraan kebutuhan solar pada Kapal Cantrang, pada tahun 2014-2018 tertinggi pada tahun 2017 sebanyak 14.802.667 liter. Pada tahun 2015 sebanyak 11.851.000 liter, mengalami penurunan 41,8% pada tahun 2016, dan pada tahun 2018 sebanyak 14.114.333 liter. Perkiraan kebutuhan es pada Kapal Cantrang tahun 2014-2018 tertinggi pada tahun 2017 yaitu 84.586,67 ton es, pada tahun 2015 yaitu 67.720 ton es mengalami penurunan 41,8% pada  tahun 2016, serta pada tahun 2018 dengan total kebutuhan es yaitu 80.653,33 ton es. Supply of a fishing vessel is a necessity that must be fulfilled by fishermen to expedite its operational activities, as the needs arefuels, ice, fresh water, rice, lubricating oil,etc. This research analysed the two components of the supplies provided by the fishing port werefuel and ice for Mini Purse seine and Danish seinevessel (10-30 GT). This research objectives were to estimate and analyse the supply needs of the fishing vessel at Tasikagung fishing port, Rembang for the next five years (2014-2018). This research conducted in December 2013-January 2014 at Tasikagung fishing port, Rembang. Methods used in this research were oftime series analysis and descriptive. Sampling method used purposive sampling. The estimating results of Mini Purse seine vessels fuels on year 2014-2018 highest in 2016 is 9,934,058 liter, in 2017 is 8,801,138 liter and decreased 28.5% in 2018. The needs estimated of  Mini Purse seine vessels ice ,on years 2014-2018 highest in 2016 is 50,457.20 metric ton, in 2014 is 47,428.96 metric ton decreased 24.1% in 2015, in 2017 is 44,702.85 metric ton decreased 28.5% in 2018. The needs estimated of Cantrang vessels fuels, in 2014-2018, highest in 2017 is 14,802,667 liter, in 2015 is 11,851,000 liter decreased 41.8% in 2016, and in 2018 is 14,114,333 liter. The needs estimated of Cantrang vessels ice, in 2014-2018 highest in 2017 is 84,586.67 metric ton, in 2015 is 67,720 metric ton decreased 41.8% in 2016, and in 2018 is. 80,653.33 metric ton.