cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS PANJANG JARING DAN UKURAN KAPAL TERHADAP HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MAYANGAN, KOTA PROBOLINGGO, JAWA TIMUR Zakaria, Rizal; Fitri, Aristi Dian Purnama; Pramitrasari, Sulistyani Dyah
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.747 KB)

Abstract

Purse seine pada dasarnya merupakan kelompok alat penangkapan ikan berupa jaring berbentuk kantong empat persegi panjang yang salah satu bagiannya berfungsi sebagai kantong yang pengoperasiannya melingkari gerombolan ikan pelagis. Tujuan penelitian ini adalah bertujuan untuk menganalisis pengaruh panjang jaring dan ukuran kapal terhadap hasil tangkapan dan produktivitasnya. Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu purse seine panjang 400 m dengan ukuran kapal 26 GT dan purse seine panjang 450 m dengan ukuran kapal 30 GT. Metode penelitian menggunkan metode deskriptif dengan analisis data yang digunakan adalah uji t-Two Sample Assuming. Hasil penelitian menunjukan panjang jaring dan ukuran kapal akan mempengaruhi hasil tangkapan, terlihat dari taraf signifikan pada purse seine panjang 400 m dengan ukuran kapal 26 GT sebesar 2,00>0,05 dan pada taraf signifikan purse seine panjang 450 m dengan ukuran kapal 30 GT sebesar 0,129. Uji t- Two Sample Assuming menunjukan panjang purse seine 450 m dan ukuran kapal 30 GT lebih banyak mendapatkan hasil tangkapan dan komposisi hasil tangkapan lebih banyak jenisnya. Nilai produktivitas yang didapat untuk kapal 26 GT sebesar 0,14 dan kapal 30 GT sebesar 0,17.
ANALISIS USAHA ALAT TANGKAP CANTRANG (BOAT SEINE) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TAWANG KABUPATEN KENDAL Wardhani, Ratih; -, Ismail; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.489 KB)

Abstract

Information of fishermen income level are very needed to reach the welfare population especially fishermen. Fisheries effort that will be run by businessman has to produce a suistainable profit. Therefore, it needs to be evaluated by effort analysis. The purpose of this study was to analyze the feasibility of Denish seine’s fishermen in Tawang’s coastal fishing port, Kendal region. This research was conducted on Mei 2012 in Tawang’s coastal fishing port. The methodology that used in this research is descriptive method by observation survey. It was conducted to obtain the facts, both about the social, economic, political of population or region. The determination of the samples for this research based on Arikunto (2002) is equal 42 samples.This effort analyse used discounted criterion method. From this method, we got NPV Ratio valueable mean Rp13.504.227,58 (NPV is positive), B/C Ratio valueable mean 1,02 (B/C > 1) and IRR valueable mean 23,74 %, it means Denish seine’s effort in Tawang’s coastal fishing port is feasible to continue.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP MINI PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TASIK AGUNG KABUPATEN REMBANG Nugraha, Adi; Wibowo, Bambang Argo; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.073 KB)

Abstract

Kabupaten Rembang merupakan  kabupaten yang terletak di Utara Provinsi Jawa Tengah yang memiliki jumlah produksi perikanan tangkap terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini mengambil usaha penangkapan mini purse seine, penelitian  dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2014 di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasik Agung Rembang. Metode penelitian adalah deskriptif, dan cara pengambilan sampel yang digunakan adalah metode snowball sampling. Karena jumlah  nelayan beserta besarnya kapal yang digunakan yang telah tercatat di PPP Tasik Agung kuran sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya, dengan jumlah  responden sebanyak  60 yang dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas ukuran 11-20 GT dan 21-30 GT masing-masing 30. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisi finansial dan kelayakan usaha yaitu NPV, IRR, B/C ratio, dan Payback Periode (PP). Hasil analisi finansial yang dikaji untuk usaha perikanan tangkap mini purse seine di PPP Tasik Agung Kabupaten rembang pada kelas kapal 11-20 GT dan 21-30 GT secara berurutan adalah sebagai berikut, NPV dengan nilai Rp. 1.241.769.514,- dan Rp. 1.365.636.044,-, IRR dengan nilai 33% dan 28%, PP adalah 3,46 tahun dan 2,13 tahun, dan B/C ratio adalah 1,24 dan 1,28. Dari penelitian ini kesimpulan yang diperoleh adalah  usaha perikanan tangkap mini purse seine­ di PPP Tasik Agung Rembang dikatakan layak dan menguntungkan. Rembang regency is one of regencies located in the North Coast Area of Central Java Province which produces the largest fishing catch in Central Java Province. The object of this researh is mini purse seine. The research was conducted on January until march 2014 in Tasik Agung Fishing Port in Rembang Regency. The method used in this research is description method, use snowball sampling to finding sample. Because the number of fisherman and the magnitude of the ship which is used that has been recorded in the Tasik Agung Fishing Port according to the actual circumstances, with the number of respondents as many as 60 are divided into two classes, namely class size 11-20 and 21-30 GT GT 30 respectively. The data were analyzed using NPV, IRR, B/C ratio, and Payback Periode (PP). The results of the financial analysis that examined the fishing business with mini purse seine in Tasik Agung Fishing Port on class 11-20 GT and 21-30 GT sequentially is, the NPV value of Rp. 1.241.769.514,-and Rp. 1.365.636.044,-, IRR value of 33% and 28%, PP is 3.46 years old and 2.13 of the year, and the B/C ratio was 1.24 and 1.28. from this research, it can be concluded that the  fishing businness with mini purse seine in Tasik Agung Fishing Port Rembang is feasible and can be continued. 
TINGKAT KONDISI DAN POTENSI PELABUHAN PERIKANAN DI KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT Indrayani, Lisa; Wibowo, Bambang Argo; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.383 KB)

Abstract

Kabupaten Sukabumi memiliki pantai sepanjang 177 Km yang melintasi 9 kecamatan dan 51 desa dengan kewenangan daerah sejauh 4 mil laut. Kegiatan perikanan tangkap kabupaten Sukabumi berpusat di Palabuhanratu dengan potensi lestarinya mencapai 14.592 ton/tahun . Potensi sumberdaya ikan terdiri atas berbagai jenis ikan pelagis besar, seperti Tuna dan Cakalang, pelagis kecil, dan demersal potensi perikanan yang besar belum didukung oleh fasilitas pelabuhan yang optimal serta pengelolaan yang maksimal. Kondisi fasilitas di keempat PPI Kabupaten Sukabumi (PPI Cisolok, PPI Cibangban, PPI Mina Jaya dan PPI Ujung Genteng) beberapa diantaranya kurang perawatan atau tidak difungsikan bahkan tidak tersedia, serta lahan yang sudah maksimal untuk melakukan pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan potensi pelabuhan perikanan Kabupaten Sukabumi dan permasalahan di keempat PPI, serta menganalisa pengembangan PPI di Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2017 di empat PPI Kabupaten Sukabumi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi survei, analisis SWOT digunakan untuk strategi pengembangan PPI Kabupaten Sukabumi. Hasil penelitian diperoleh bahwa kondisi fasilitas keseluruhan di PPI Kabupaten Sukabumi belum maksimal untuk saat ini sehingga memerlukan penambahan beberapa fasilitas untuk 5 tahun mendatang. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil penerapan strategi W-O (Weakness-opportunity) yang artinya Strategi dalam penerapannya digunakan meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang. Prioritas yang dihasilkan oleh matriks QSPM adalah prioritas yang paling besar yaitu telah didapatkan urutan prioritas strategi yaitu prioritas strategi I (WO) 2,89-2,62, strategi II (WT) 2,89-2,00, strategi III (SO) 1,72-2,62 dan strategi IV (ST) 1,72-2,00 dengan begitu hasil dari matriks QSPM terpilih strategi dengan bobot tertinggi adalah WO (Weakness-Opportunity) (2,89-2,62), masing-masing strategi dapat dikombinasikan.
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS USAHA PERIKANAN TANGKAP DRIFT GILL NET DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP Hastuti, Indri; Bambang, Azis Nur; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.585 KB)

Abstract

The purpose of this study was to identify and analyze factors that influence the technical and economical aspects of drift gill net operation at Cilacap Fishing Port. The study was conducted in October-November 2012, at Cilacap Fishing Port. The material used in this study is a business operation unit of drift gill nets that are still actively operating with this type of material monofilament and multifilament fishing gear, with a number of their ships - each 10 vessels <30 GT. The method used in this research is descriptive method using a case study approach. The results of this research showed that the technical aspects between multifilament and monofilament drift gill net have differences in terms of net material and operation, namely for drift gill net monofilament made of chord (winding yarn) and operated by swept away by a circular position while the drift gill net multifilament nylon twisted 12-13 strings millennium, and operation of drift gill net multifilament is simply washed away by the stretched position, and the average gain drift gill net multifilament higher than monofilament drift gill net. The analysis shows the feasibility of drift gill net multifilament and monofilament drift gill net worth to be continued visits from the NPV 563,712,463 with 112,415,740; B / C ratio of 1,7 with 1,1; IRR of 74% to 19%, and PP 2 years 18 days with 2 years 6 month.
ANALISIS HUBUNGAN PRODUKSI DAN HARGA CUMI-CUMI (Loligo sp.) DENGAN ALAT TANGKAP BOUKE AMI DI PPN KEJAWANAN, CIREBON Sari, Vivera Avrodita Chandra; Bambang, Azis Nur; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.322 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan (PPNK) terletak di Kota Cirebon, kegiatan pelelangan ikan di PPNK sendiri sudah tidak ada lagi. Distribusi hasil perikanan dilakukan langsung dari nelayan ke perusahaan yang ada di Kejawanan. Salah satu produk perikanan yang ada adalah cumi-cumi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2014 sampai Januari 2015 di PPNK, Cirebon. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi distribusi pemasaran cumi-cumi (Loligo sp.) dan menganalisis hubungan jumlah produksi cumi-cumi dengan harga cumi-cumi (Loligo sp.). Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah eksportir PT (Perseroan Terbatas) Horizon. Metode analisis yang digunakan adalah analisis linier dan non linier dengan asumsi uji normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi pemasaran cumi-cumi (Loligo sp.) berasal dari nelayan ke PT (Perseroan Terbatas) Horizon dimana harga cumi-cumi telah ditetapkan oleh PT (Perseroan Terbatas) Horizon kemudian cumi-cumi (Loligo sp.) di proses untuk dikemas dalam bentuk beku setiap 10Kg dan diekspor ke berbagai  negara seperti Jepang dan Cina melalui Jakarta. Hubungan jumlah produksi (X) dan harga (Y) cumi-cumi (Loligo sp.) pada model linier Y = 24.343,026 + 0.009 X, sedangkan pada model non linier adalah LnY = 3.216 + 0.601 LnX. Hasil analisis korealsi hubungan antara jumlah produksi dan harga cumi-cumi (Loligo sp.) termasuk hubungan yang  sangat lemah dengan nilai R= 0,13 dan 0,81. Kejawanan national fishing port (PPNK) is located in the town of Cirebon, the activity of fish auction in PPNK is not available. Distribution of fisheries products is directly from fishermen to the companies in Kejawanan. One of fisheries products there is squid. The research was conducted from December 2014 to January 2015 in PPNK, Cirebon. The objective of the research is to identify the marketing distribution of squid (Loligo sp.)and to analyze the relationship between the amount of production at a price of squid (Loligo sp.). Case study method was used in this research. Respondent in this research is fish exporter Horizon Ltd. The analytical method was used is linear and non-linear with the assumtion of normality test. The results showed that marketing distribution of squid (Loligo sp.) is from fishermen to Horizon Ltd that the price is fixed by Horizon Ltd after that squid (Loligo sp.) were in the process to be packed in every 10Kg and exported to various countries such as Japan and China through Jakarta. Relations of price (Y) and production quantity (X) of squid (Loligo sp.) on the linear model Y = 24.343,026 + 0.009 X,while the non-linear models are LnY = 3.216 + 0.601 LnX. The results of correlation analysis between the production and the price of squid is a very weak correlation with the value of R= 0,13 and 0,81.
ANALISIS ASPEK TEKNIS DAN KELAYAKAN USAHA PERIKANAN PURSE SEINE DI TPI PELABUHAN, KOTA TEGAL Sitorus, Hanny Farida; Bambang, Azis Nur; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.733 KB)

Abstract

Ada dua jenis penanganan hasil tangkapan purse seine di TPI Pelabuhan kota Tegal ada yang menggunakan freezer atau menggunakan garam dan es, yang menyebabkan perbedaan harga jual ikan, hal ini menunjukkan bahwa tingkat kelayakan purse seine freezer dan purse seine garam dan es berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek teknis purse seine (konstruksi, teknik pengoperasian, daerah dan musim pengoperasian, ukuran kapal dan mesin) dan kelayakan purse seine freezer dan purse seine garam di TPI Pelabuhan Tegal. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif, pengambilan sampel dengan purposive sampling. Analisis data terdiri dari aspek teknis, analisis statistik (uji normalitas dan uji t) dan analisis finansial. Hasil penelitian aspek teknis purse seine terdiri dari tali pelampung, tali pemberat, tali ris, tali kerut, serampat, badan jaring, kantong, pelampung, pemberat, cincin, tahapan pengoperasian meliputi persiapan, fishing ground, setting dan hauling, daerah pengoperasian purse seine yaitu Laut Jawa, perairan Sulawesi, perairan Kalimantan, dan Laut Natuna, musim puncak agustus - desember, kapal purse seine memiliki ukuran antara 50 - 90 GT. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai produksi dan produksi freezer dan garam dan es tidak sama. Hasil analisis finansial menunjukkan usaha perikanan purse seine freezer dan purse seine garam layak untuk dijalankan. Tingkat kelayakan purse seine freezer lebih tinggi daripada purse seine garam dan es.
FAKTOR DETERMINAN HARGA IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argentus) DARI HASIL TANGKAPAN CANTRANG DI TPI ASEMDOYONG KABUPATEN PEMALANG JAWA TENGAH Nadyasari, Ardhana; Bambang, Azis Nur; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.029 KB)

Abstract

Ikan Bawal Putih (Pampus argentus) merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Pemalang. Produksi ikan Bawal Putih (Pampus argentus) terbanyak di Kabupaten Pemalang didaratkan di TPI Asemdoyong dan TPI Tanjungsari. Total produksi ikan Bawal Putih (Pampus argentus) yang didaratkan di TPI Asemdoyong selama tahun 2010 – 2013 adalah 456.329 kg dengan rata-rata produksi per tahun 152.109 kg. Ikan Bawal Putih (Pampus argentus) yang dilelang di TPI Asemdoyong memiliki harga yang tinggi tetapi cenderung tidak stabil. Faktor determinan harga yang akan diteliti untuk penelitian antara lain jumlah produksi, jumlah bakul, mutu ikan dan berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produksi ikan Bawal Putih (Pampus argentus) dari hasil tangkapan cantrang, menganalisis besar pengaruh faktor determinan yang terdiri dari jumlah produksi (X1), jumlah bakul (X2), mutu ikan (X3), dan berat ikan (X4) terhadap pembentukan harga ikan Bawal Putih (Pampus argentus) dan Menganalisis faktor manakah yang paling menentukan harga ikan Bawal Putih (Pampus argentus) yang terbentuk di TPI Asemdoyong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan produksi ikan Bawal Putih (Pampus argentus) di TPI Asemdoyong dari hasil tangkapan cantrang tahun 2010 - 2012 mengalami peningkatan yaitu 64.091 kg (2010); 87.229 kg (2011); dan 114.200 kg (2012). Dari hasil analisa data terdapat pengaruh yang simultan antara jumlah produksi (X1), jumlah bakul (X2), mutu ikan (X3), dan berat ikan (X4) terhadap pembentukan harga ikan Bawal Putih (Pampus argentus) ukuran besar sebesar 80,3%; ukuran sedang 88,1%, dan ukuran kecil 82,6%. Faktor yang paling signifikan mempengaruhi pembentukan harga ikan Bawal Putih (Pampus argentus) ukuran besar dan kecil adalah jumlah produksi (X1), sedangkan faktor yang mempengaruhi harga ikan Bawal Putih ukuran sedang adalah jumlah produksi (X1) dan mutu ikan (X3).
ANALISIS RANTAI NILAI KOMODITAS IKAN TERI (Stolephorus sp.) DI PPP MORODEMAK, KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH Miftahurrahmi, Miftahurrahmi; Mudzakir, Abdul Kohar; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.225 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, marjin pemasaran, fisherman’s share, dan keuntungan masing-masing pelaku usaha (nelayan, pedagang teri segar, pengolah teri kering rebus, pengolah teri kering tawar, pengolah teri kering asin, pedagang teri kering tawar, dan pedagang teri kering asin). Penelitian menggunakan metode deskriptif. Metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling dan sensus. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis rantai nilai, pendapatan, keuntungan, analisis saluran distribusi, analisis marjin pemasaran, dan analisis fisherman’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat saluran pemasaran komoditas ikan teri. Marjin pemasaran  saluran pertama adalah 84%, saluran kedua 88%, saluran ketiga 87%, dan saluran keempat 93%. Analisis fisherman;s share saluran pertama adalah 16%, saluran kedua adalah 12%, saluran ketiga 13%, dan saluran keempat 7%. Nilai tambah saluran pertama adalah Rp 10.083,-, saluran kedua adalah Rp 23.847,-, saluran ketiga Rp 77.300,-, dan saluran keempat Rp 50.620,-. Analisis nilai tambah menunjukkan bahwa populasi yang menikmati keuntungan terbesar adalah pengolah teri kering rebus yaitu sebesar 74,78% dan terkecil adalah pedagang teri segar yaitu sebesar 13,76%. Pelaku usaha yang menikmati keuntungan per individu terbesar adalah pengolah teri kering rebus sebesar 18,70% dan terkecil nelayan ABK sebesar 0,03%.
ANALISIS POTENSI DAN TINGKAT PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN KABUPATEN KENDAL Sandria, Ferry; Fitri, Aristi Dian Purnama; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.114 KB)

Abstract

Perairan Kabupaten Kendal merupakan salah satu wilayah penyebaran ikan demersal yang cukup potensial di perairan utara Jawa Tengah. Upaya pemanfaatan yang terus meningkat akan mengancam kelestarian sumberdaya, jika tidak diupayakan langkah pengendalian. Informasi potensi dan tingkat pemanfaatannya perlu diketahui terkait dengan aspek pengendalian. Tujuan  penelitian adalah menganalisis estimasi stok, (CPUE) Catch per Unit Effort, Potensi Lestari / (MSY) Maximum Sustainable Yield ikan demersal untuk mengetahui status tingkat pemanfaatan, status kondisi daerah penangkapan ikan, serta upaya pemanfaatan sumberdaya ikan demersal yang optimum. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah survei eksploratif, metode pengambilan sampel secara purposive sampling, sebanyak 4 sampel. Metode analisis data yang digunakan adalah metode swept area dan metode surplus produksi model Schaefer. Hasil penelitian diperoleh stok density  sebesar 0,325 ton/km2 di perairan Kabupaten Kendal, sedangkan penangkapan optimum sumberdaya ikan demersal (CMSY) sebesar 1.514 ton/tahun dan upaya optimumnya effort optimum (EMSY) sebesar 2.423  trip/tahun. Tingkat pemanfaatan rata-rata sumberdaya ikan demersal selama 5 tahun terakhir telah melebihi 100% yaitu sebesar 113%. Hal ini  menunjukkan kapasitas tangkapan berlebih dari ketentuan CCRF, dengan kata lain sudah terjadi overfishing. Kendal Regency is one of distribution area of potential demersal fish in the North Central Java. The resources utilization rate was no control in, it’s will be threated with the increasing of fishing effort on this recources. Potential information and utilization rate should be known about controlling aspect. Research aims were to analyze stock potency, Catch per Unit Effort (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY) demersal fish, utilization rate, condition of fishing ground and optimum effort of demersal fish. Research conducted in august-september 2012 at Kendal Regency. Research method used explorative survey, sampling method was purposive sampling with 4 samples. Data analyze method used swept area and production surplus method – Schaefer Model. Result research, the stock density was 0,325 ton/km2 in Kendal Regency Seawaters while catch optimum (CMSY)  of demersal water resource was 1.514 ton/year and the optimum effort (EMSY) was 2.423 trip/year. The demercal fish resource utilization rate during the last 5 years was more than 100% which count 113% it shown was catching capacity that exceeded agreed in the CCRF, its mean was overfishing.