cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
Aspek Ergonomi pada aktivitas penangkapan ikan kapal mini purse seine di PPP Klidang Lor,Kabupaten Batang Mas'ud, Yusuf Arif; Setyanto, Indradi; Prihantoko, Kukuh Eko
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 4: Oktober, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal, Alat tangkap, dan Nelayan adalah beberapa faktor pendukung berhasilnya suatu aktivitas operasi penangkapan ikan. Aktivitas penangkapan ikan memiliki tingkat resiko tinggi, karena bisa menimbulkan bahaya serta mengancam nyawa nelayan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek ergonomi pada aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap mini purse seine yang terdiri dari aktivitas kerja nelayan dan tingkat resiko kerja. Penelitian ini dilakukan terhadap nelayan mini purse seine yang berpangkalan di PPP Klidang lor, Kabupaten Batang dengan jumlah sample 3 kapal mini purse seine. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif karena medeskirpsikan aktivitas kerja nelayan saat diatas kapal dan analisa data menggunakan analisa JSA (Job Safety Analysis) untuk menganalisis keselamatan kerja dan REBA (Rapid Entire body Assesment) untuk menganalisis postur tubuh saat aktivitas kerja.Hasil penelitian menunujukan bahwa akticitas kerja pada pengoprasian kapal mini purse seine terdiri dari 3 tahapan yaitu persiapan, setting, hauling. Hasil analisis JSA diketahui sebanyak 9 aktivitas kerja, 4 potensi bahaya, 4 resiko dan 2 pengendaliannya. Hasil analisis REBA, diketahui sebanyak 73% aktivitas tergolong resiko tingkat rendah karena berdasarkan hasil penelitian dilapangan menunjukkan bahwa aktivitas nelayan mini purse seine di PPP Klidang Lor sudah meminimalisir resiko pada setiap aktivitas kerja yang dilakukannya, sedangkan 7% tergolong resiko tinggi dan 15% tergolong resiko tingkat sedang. Penanganan potensi bahaya pada bagian tubuh nelayan yang mengalami keluhan saat melakukan aktivitas kerja operasi penangkapan ikan diatas kapal mini purse seine adalah dengan menggunakan alat pelindung diri yaitu menggunakan sarung tangan, sepatu boot dan pelampung sebelum memulai aktivitas penangkapan ikan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN IKAN AIR TAWAR DI KABUPATEN SUKOHARJO, JAWA TENGAH Windiyarti, Putri; Triarso, Imam; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 1: Januari, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan merupakan jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli seseorang pada tingkat harga dan waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat permintaan ikan air tawar yang diduga dipengaruhi oleh variabel harga ikan air tawar, harga daging ayam broiler, harga telur ras, jumlah anggota keluarga dan pendapatan terhadap penentuan konsumsi ikan air tawar serta mengukur besarnya elastisitas permintaan ikan air tawar di Kabupaten Sukoharjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode cluster random sampling, dengan jumlah sampel yang diambil yaitu 180 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Analisis data dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan Lele merupakan ikan yang sering dikonsumsi masyarakat di Kabupaten Sukoharjo dengan jumlah permintaan 4,1-5 Kg/Bulan. Secara simultan semua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap permintaan ikan air tawar di Kabupaten Sukoharjo. Secara parsial jumlah anggota keluarga berpengaruh signifikan terhadap permintaan ikan Nila dan Lele serta jumlah anggota keluarga dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap permintaan ikan Patin di Kabupaten Sukoharjo dan elastisitas permintaan ikan Nila dan Patin bersifat inelastis, sedangkan elastisitas permintaan ikan Lele bersifat elastis. Hasil analisis elastisitas silang daging ayam broiler dan harga telur ras termasuk barang substitusi terhadap permintaan ikan Nila dan Patin termasuk barang komplementer terhadap permintaan ikan Patin. Hasil elastisitas pendapatan menunjukkan ikan Nila, Lele dan Patin merupakan barang kebutuhan pokok (barang normal).
ANALISIS HUBUNGAN KONSENTRASI KLOROFIL-A DAN SUHU PERMUKAAN LAUT TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (STOLEPHORUS SP.) MENGGUNAKAN CITRA SATELIT AQUA MODIS DI PERAIRAN KABUPATEN BATANG Puspita Sari, Rizky Aulia; Jayanto, Bogi Budi; Setyawan, Hendrik Anggi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 3: Agustus, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan di Kabupaten Batang termasuk dalam wilayah pengelolaan perikanan 712 yang memiliki potensi perikanan yang melimpah. Salah satu alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di Kabupaten Batang yaitu jenis mini purse seine dengan hasil tangkapan Ikan Teri (Stolephorus sp.). Masalah yang dihadapi nelayan dalam upaya optimalisasi hasil tangkapan ikan yaitu sangat terbatasnya informasi yang berkaitan dengan daerah penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran klorofil-a dan suhu permukaan laut di Perairan Kabupaten Batang, menganalisis hubungannya dengan hasil tangkapan ikan Teri (Stolephorus sp.), serta menganalisis daerah potensi penangkapan ikan Teri. Metode dalam penelitian ini adalah melakukan verifikasi untuk mengetahui nilai error dari data citra sehingga dapat diperoleh tingkat keakuratannya. Hasil dari verifikasi, kemudian dihubungkan dengan data hasil tangkapan ikan Teri di lapangan yang bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara klorofil-a dan SPL dengan hasil tangkapan ikan Teri. Kisaran suhu yang didapat saat penelitian untuk habitat ikan Teri yaitu 29,28-30,95oC, sedangkan untuk konsentrasi klorofil-a yaitu 0,49-0,89 mg/m3. SPL dan klorofil-a berkorelasi positif dengan hasil tangkapan ikan Teri. Koefisien korelasi antara SPL dan klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan teri termasuk dalam tingkatan sangat kuat yaitu 0.840. Nelayan mini purse seine biasanya melaut di luar dari jalur IA hingga 12 mil yang memiliki kedalaman lebih dari 20 meter.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP PURSE SEINE DI TPI KRANJI LAMONGAN JAWA TIMUR Sanyio, Hotman; Wibowo, Bambang Argo; Setyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 1: Januari, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat di TPI Kranji Kecamatan Paciran Lamongan tergolong bermata pencaharian sebagai nelayan yang menangkap ikan dikarenakan letak lokasi dari desa tersebut berdekatan dengan perairan lepas. Alat tangkap yang biasa digunakan oleh nelayan di wilayah TPI Kranji yaitu purse seine dan gillnet saja. Penelitian ini dilaksanakan pada 1 Maret sampai dengan 29 Maret 2018 di TPI Kranji Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek teknis dan aspek finansial alat tangkap Purse Seine di TPI Kranji Lamongan Jawa Timur. Salah satu jaring purse seine yang dioperasikan nelayan di perairan sekitar Lamongan dan Gresik khususnya yang berada di wilayah Kranji Paciran Lamongan memiliki mesh size yang berukuran 3 inchi dan hanya dioperasikan pada saat musimnya. Kapal Purse Seine berukuran 18 – 24 GT dan ukuran jaring 700 m dan badan jaring 300 m. Metode penelitian dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan seluruh kapal purse Seine yang didaratkan di TPI Kranji yang berjumlah 33 sampel. Metode anaslisis data yang digunakan untuk mengetahui nilaiNPV (Net Present Value),IRR(Internal Rate of Return),Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) dan Payback Period(PP). Dari analisis finansial diperoleh nilai rata-rata NPV Rp 352.795.7525,00 , Nilai rata – rata IRR 89 %, Nilai rata – rata PP 2,36 dan nilai rata – rata B/C Ratio 3,0.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN GILL NET DI KECAMATAN TAYU, KABUPATEN PATI Mudzakir, Abdul Kohar; Setyawan, Hendrik Anggi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 2: April, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha perikanan gill net di Kecamatan Tayu merupakan usaha penangkapan yang menguntungkan dan menjadi sumbangan terbesar di produksi ikan di Tayu, hal ini mengindikasikan bahwa nelayan dalam taraf yang sejahtera. Alat tangkap gill net merupakan salah satu alat tangkap yang ramah lingkungan yang digunakan oleh nelayan di Kecamatan Tayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan nelayan gill net menggunakan indikator BPS dan NTN di Kecamatan Tayu dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan nelayan gill net di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Teknik pengumpulan data dilkukan dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis jalur. Analisis jalur adalah teknik menganalisis hubungan sebab akibat yang terjadi pada regresi berganda jika variabel bebasnya mempengaruhi variabel tergantung tidak hanya secara langsung tetapi juga secara tidak langsung. Tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan indikator BPS terdapat 15 responden termasuk kriteria nilai tinggi dan 35 responden kriteria sedang. Berdasarkan perhitungan NTN dengan nilai NTN > 1, seluruh responden nelayan berada pada tingkat kesejahteraan yang relatif baik, artinya indeks yang diterima lebih besar dari pada indeks yang harus dibayarkan (surplus). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan nelayan berpengaruh signifikan adalah hasil tangkapan dengan nilai koefisien 0,641, dan konsumsi bahan bakar dengan nilai koefisien 0,337 namun variabel biaya operasional dan jarak tempuh tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, variabel pendapatan mempunyai koefisien 0,765 dan pengeluaran rumah tangga sebesar -0,293 terhadap Nilai Tukar Nelayan. Berdasarkan uji analisis jalur, dapat diambil kesimpulan bahwa H0 ditolak, karena terdapat variabel-variabel yang mempengaruhi variabel pendapatan dan variabel NTN.
ANALISIS KESES UAIAN TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) BERDASARKAN KEPMEN - KP/NOMOR 52 A/ 2013 DI KABUPATEN DEMAK Fitrianing, Michelia; Bambang, Aziz Nur; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 1: Januari, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Demak terletak di bagian utara Provinsi Jawa Tengah dan berbatasan langsung dengan Kota Semarang sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian di Jawa Tengah sehingga sangat p otensial sebagai zona penyangga ekonomi. Pengembangan perikanan dapat berjalan dengan baik jika Tempat Pelelangan Ikan (TPI) memiliki fasilitas dan sistem kerja sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian TPI di Kabupaten Demak, yaitu TPI Morodemak dan TPI Wedung berdasarkan Keputusan Men teri Kelautan dan Perikanan Nomor 52A 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan untuk menganalisis kesesuaian TPI adalah analisis menggunakan skala Likert dengan memberikan skor setelah mengamati kondisi fisik TPI kemudian membandingkannya dengan Keputusan Menteri Nomor 52A/2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa fasilitas dan infrastruktur TPI di Kabupaten Demak khususnya di TPI Wedung dan TPI Morodemak belum sesuai dengan peraturan KEPMEN Nomor52 A 2013 tentang Persyaratan Jaminan Kualitas dan Keamanan Produk Perikanan dalam Proses Produksi, Manajemen dan Distribusi.
ANALISIS KINERJA KOPERASI UNIT DESA MINA RAHAYU DI KRAGAN, KABUPATEN REMBANG Soryaningsih, Fajar; Wijayanto, Dian; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 1: Januari, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi Unit Desa Mina Rahayu bergerak di bidang perikanan yang secara bersama - sama mengelola perikanan untuk mensejahterakan nelayan. Unit usaha yang dikelola oleh Koperasi Unit Desa Mina Rahayu adalah penyewaan basket, pelayanan pembayaran telepon, pelayanan pembayaran listrik dan SPDN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja KUD Mina Rahayu, serta untuk mengetahui tingkat pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif pada usaha KUD Mina Rahayu. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Metode dalam pengambilan sampel anggota KUD Mina Rahayu menggunakan metode quota sampling dan pengambilan sampel karyawan KUD Mina Rahayu menggunakan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis Balanced Scorecard dan analisis Boston Consulting Group (BCG). Hasil kriteria Balanced Scorecard pada empat perspektif yaitu perspektif finansial yaitu kurang baik, perspektif pelanggan yaitu baik, perspektif proses bisnis internal yaitu baik, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yaitu baik. Hasil pemetaan Boston Consulting Group (BCG), unit usaha penyewaan basket termasuk ke dalam kuadran “cash cow”. Unit usaha pelayanan pembayaran telepon termasuk ke dalam kuadran “cash cow”. Unit usaha pelayanan pembayaran listrik termasuk ke dalam kuadran “question mark”. Unit usaha SPDN termasuk ke dalam kuadran “question mark”.
PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN SUKABUMI Rahayu, Wiwi; Bambang, Aziz Nur; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 1: Januari, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sukabumi memiliki produksi perikanan tangkap tinggi pada 2017 sebesar 7.236,69 ton. Tujuan penelitian ini menentukan komoditas unggulan dan potensial serta menyusun strategi pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Sukabumi. Metode yang digunakan deskriptif dengan metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisis Location Quotient (LQ) , analisis Shift Share (SS) dan analisis Spesialisasi menentukan komoditas unggulan dan potensial sedangkan analisis SWOT menentukan strategi pengembangan. Hasil yang diperoleh dari analisis LQ, analisis SS dan analisis Spesialisasi komoditas unggulan perikanan tangkap Kabupaten Sukabumi yakni Ikan Layur (Trichiurus lepterus) sedangkan komoditas potensialnya Tongkol Abu (Thunnus tonggol), Tuna Mata Besar (Thunus obesus), Kerapu (Epinephelus spp), Tuna Albakor (Thunus alalunga, Tuna Madidihang (Thunus albacares), Tongkol Komo (Euthynus affinis), Kuwe (Caranx spp), Cakalang (Katsuwonus pelamis), Teri (Solephorus spp), Tongkol Lisong (Auxis rochei rochei), Layang (Detapterus pusailus) dan Pedang-pedang (Xiphias gladiu). Hasil strategi mengembangan analisis SWOT yakni Mengadakan pelatihan dalam menggunakan alat tangkap dan alat bantu penangkapan modern, Penambahan perusahaan pengolah produk komoditas unggulan, Peningkatan jumlah armada penangkapan dengan ukuran >30 GT, Pengembangan fasilitas PPN Palabuhanratu dan Pemenuhan fasilitas pokok dan fungsional untuk TPI penghasil utama komoditas unggulan perikanan tangkap Kabupaten Sukabumi.
DAMPAK EKONOMI KEBERADAAN PELABUHAN PERIKANAN TERHADAP KELAYAKAN USAHA DI SEKITAR PPN PEKALONGAN, JAWA TENGAH Vira Andira, Nabila Caesandra; Triarso, Imam; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 4: Oktober, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan merupakan suatu pelabuhan perikanan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar PPN Pekalongan. PPN Pekalongan temasuk dalam pelabuhan tipe B. Oleh karena itu, PPN Pekalongan mempunyai peranan penting dan stragtegis dalam membangun perekonomian nasional. Usaha yang ada disekitar PPN Pekalongan antara lain seperti usaha perikanan purse seine, perikanan mini purse seine, perikanan gill net, perikanan payang, perikanan bubu, usaha suplai air bersih, usaha warung makan, usaha warung kelontong, usaha es batu, usaha sewa basket, usaha ikan asin, usaha perbengkelan, dan usaha penyaluran BBM solar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari tahun 2020. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi ketersediaan fasilitas pelabuhan yang terdapat di PPN Pekalongan dan menganalisis kelayakan usaha yang berkembang di sekitar PPN Pekalongan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif fasilitas pelabuhan, tingkat pemanfaatan fasilitas dan analisis Gross B/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan Pelabuhan Perikanan Nusantara PPN Pekalongan dapat digolongkan sebagai pelabuhan yang baik dan sesuai dengan kriteria Pelabuhan Perikanan Nusantara sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor PER.08/MEN/2012. Usaha – usaha di sekitar PPN Pekalongan dinilai layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan dengan rata – rata nilai Gross B/C Ratio > 1. Pemanfaatan dermaga kapal >30 GT 75,44 % dan kapal < 30 GT 144,47 %, kedalaman alur pelayaran 111,92%, yang berarti sudah melampaui optimal. Pemanfaatan kolam pelabuhan yaitu 93 % dan pendayagunaan TPI 34,92 % hal ini berarti pemanfaatan belum mencapai optimal sehingga memungkinkan untuk bertambahnya usaha perikanan tangkap.
STRATEGI PENGEMBANGAN PPP (PELABUHAN PERIKANAN PANTAI) TEGALSARI KOTA TEGAL Agustina, Susan; Bambang, Aziz Nur; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 1: Januari, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PPP Tegalsari memiliki peran penting terhadap peningkatan produksi perikanan sehingga harus ditunjang dengan peningkatan fasilitas dan pemberian pelayanan yang baik bagi pengguna jasanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas, tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap fasilitas serta pelayanan, dan strategi pengembangan PPP Tegalsari. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari 2017 di PPP Tegalsari Kota Tegal. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pemanfaatan luas kolam pelabuhan 95,3 %, kedalaman kolam pelabuhan 40,3%, panjang dermaga 95% dan gedung pelelangan 47 %. Nilai-nilai tersebut bahwa tingkat pendayagunaan untuk kolam pelabuhan dan panjang dermaga sudah optimal. Kedalaman kolam pelabuhan dan gedung pelelangan belum optimal karena nilainya kurang dari 100 %. Hasil analisis tingkat kepuasan menunjukan bahwa pengguna jasa merasa puas terhadap kinerja pelayanan oleh pihak PPP Tegalsari, hal ini ditunjukan dengan nilai IPA dengan rata-rata nilai 3,28. Strategi yang bisa digunakan untuk pengembangan PPP Tegalsari yaitu (1) meningkatkan daya guna fasilitas yang sudah ada, seperti kolam pelabuhan, panjang dermaga dan jetty sehingga nantinya tingkat pemanfaatannya bisa optimal (100%), (2) memberikan penyuluhan dan pembinaan serta menambah personil keamanan, (3) penambahan jumlah alat tangkap yang ramah lingkungan, (4) melakukan pembangunan PPP secara agresif.