cover
Contact Name
Rini Liana Dewi
Contact Email
jimpsi.fk@usk.ac.id
Phone
+6282370331165
Journal Mail Official
jimpsi.fk@usk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Syiah Kuala Psychology Journal
ISSN : 3030976X     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24815/skpj
Core Subject :
Syiah Kuala Psychology Journal (SKPJ) is an online academic journal and interested in empirical studies in psychological area.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Tingkat Work-Life Balance Pada Polisi Satreskrim Polresta Banda Aceh Marlia; Nucke Yulandari
Syiah Kuala Psychology Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Prodi Psikologi, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v4i1.957

Abstract

ABSTRAK Petugas kepolisian, khususnya yang bekerja di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), menghadapi tuntutan kerja yang penuh tekanan, jadwal yang padat, serta beban psikologis. Kondisi ini berpotensi memengaruhi keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi (work-life balance). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat work-life balance pada anggota Satreskrim Polresta Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan memilih 65 partisipan menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala work-life balance menggunakan dimensi Hayman (2005), diantaranya work interference with personal life (WIPL), personal life interference with work (PLIW), dan work/personal life enhancement (WPLE). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa 89,2% responden berada pada kategori work-life balance yang tinggi. Hasil analisis pada dimensi WIPL menunjukkan bahwa 87,7% responden berada pada kategori tinggi dan 12,3% pada kategori rendah. Temuan serupa juga terlihat pada dimensi PLIW dengan distribusi yang sama, yang menandakan bahwa gangguan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan relatif rendah, baik dari arah pekerjaan ke kehidupan pribadi maupun sebaliknya. Dimensi WPLE, 83,1% responden termasuk kategori tinggi dan 16,9% kategori rendah, yang mencerminkan adanya pengaruh positif yang saling mendukung antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Temuan penelitian menemukan bahwa secara keseluruhan anggota Satreskrim Polresta Banda Aceh mempunyai tingkat work-life balance yang tinggi. Hasil ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi institusi kepolisian dalam mempertahankan serta mengembangkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan dan keseimbangan kehidupan kerja personel.
Hubungan Work-Life Balance Dan Organizational Citizenship Behavior Pada Dosen Universitas Syiah Kuala Aura Silvia; Eka Dian Aprilia; Risana Rachmatan; Irin Riamanda
Syiah Kuala Psychology Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Prodi Psikologi, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v4i1.972

Abstract

Dosen memiliki peran penting dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat sehingga peran OCB dibutuhkan untuk mendukung efektivitas organisasi. Work-life balance menjadi salah satu faktor pendukung munculnya OCB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-life balance dengan organizational citizenship behavior pada dosen Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik penentuan sampel dilakukan dengan proportionate stratified random sampling yang melibatkan 211 dosen yang memiliki jabatan fungsional. Data dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara work-life balance dengan organizational citizenship behavior, dengan nilai signifikansi p < 0,001 dan koefisien korelasi (r) = 0,339. Berdasarkan pedoman interpretasi koefisien korelasi, nilai r = 0,339 berada pada rentang 0,20 – 0.39 yang menunjukkan bahwasanya hubungan kedua variabel berada pada kategori lemah. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik work-life balance, maka organizational citizenship behavior semakin meningkat. Namun, hubungan antara kedua variabel ini tergolong lemah.
Hubungan Social Comparison Dengan Body Dissatisfaction Pada Mahasiswa Pengguna Media Sosial Instagram Gebrina Raihan; Zahrani; Wenny Aidina; Dahlia
Syiah Kuala Psychology Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Prodi Psikologi, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v4i1.978

Abstract

 Penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa terus mengalami peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu. Intensitas penggunaan yang tinggi tersebut berpotensi menimbulkan dampak psikologis, salah satunya adalah social comparison. Social comparison merupakan kecenderungan individu untuk membandingkan dirinya dengan orang lain sebagai bentuk evaluasi diri. Kecenderungan ini dapat memicu body dissatisfaction atau ketidakpuasan terhadap tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara social comparison dan body dissatisfaction pada mahasiswa pengguna media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 410 mahasiswa aktif jenjang S1 Universitas Syiah Kuala yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Body Shape Questionnaire-34 (BSQ-34) dengan reliabilitas α = 0,974 serta Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) dengan reliabilitas α = 0,766. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara social comparison dan body dissatisfaction dengan nilai koefisien korelasi r = 0,476 dan signifikansi p = 0,001 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kecenderungan individu dalam melakukan social comparison, semakin tinggi pula tingkat body dissatisfaction pada mahasiswa pengguna media sosial Instagram.
Pemberdayaan Psikologis Dan Ketangkasan Kerja Karyawan Manufaktur Ayu Melia Sekar Wangi; Dewi Soerna Anggraeni
Syiah Kuala Psychology Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Prodi Psikologi, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v4i1.984

Abstract

Industri manufaktur dunia di era 5.0 tidak lepas dari tantangan perubahan yang dinamis terkait pemanfaatan teknologi dan keinginan pasar. Kondisi ini menuntut karyawan untuk memiliki ketangkasan kerja dalam menghadapi hal tersebut sehingga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan dengan persaingan yang ada. Salah satu faktor yang mempengaruhi adanya ketangkasan karyawan tersebut ialah pemberdayaan psikologis. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara pemberdayaan psikologis dengan ketangkasan karyawan pada industri manufaktur di Bantul. Hipotesis yang diajukan yakni pemberdayaan psikologis memiliki hubungan positif dengan ketangkasan karyawan manufaktur. Subjek penelitian ini sebanyak 65 karyawan manufaktur CV. X di Bantul dengan teknik sampling total. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari Psychological Empowerment Scale dan Workforce Agility Scale. Analisis yang digunakan adalah uji korelasi Pearson dan menunjukkan bahwa pemberdayaan psikologis berhubungan positif dengan ketangkasan kerja pada karyawan manufaktur (r = .80 dengan p < .01). Oleh karena itu hipotesis penelitian ini diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan berhubungan pada ketangkasan karyawan manufaktur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi perusahaan atau peneliti selanjutnya terkait karyawan di era industri yang menghadapi tantangan yang beragam.
Pengalaman Dan Peran Anggota Keluarga Dalam Perawatan Nifas Bagi Ibu Di Aceh Maya Khairani; Nida Ul Hasanat; Muhana Sofiati Utami
Syiah Kuala Psychology Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Prodi Psikologi, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v4i1.1117

Abstract

Masa nifas merupakan periode penting yang ditandai dengan perubahan fisiologis dan psikologis pada ibu serta risiko berbagai komplikasi kesehatan. Dalam konteks budaya Aceh, perawatan ibu nifas tidak terlepas dari praktik tradisional dan peran keluarga sebagai sumber dukungan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dan peran keluarga dalam merawat ibu selama masa nifas di Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sebanyak 56 partisipan terlibat dalam penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan mengacu pada pendekatan Braun and Clarke. Analisis menghasilkan enam tema utama, yaitu: (1) struktur keluarga dan pola tinggal membentuk perawatan masa nifas, (2) praktik budaya dan pantangan mewarnai perawatan nifas, (3) peran keluarga dalam perawatan bersifat multidimensional, (4) ibu mengalami perubahan fisik dan emosional selama masa nifas, (5) motivasi keluarga dalam memberikan dukungan berakar pada nilai sosial dan emosional, serta (6) kebutuhan ibu melampaui aspek fisik. Keluarga memiliki peran sentral dalam perawatan ibu masa nifas di Aceh, yang dipengaruhi oleh dinamika keluarga dan konteks budaya. Oleh karena itu, intervensi kesehatan maternal perlu mengintegrasikan pendekatan berbasis keluarga dan sensitif terhadap budaya untuk mendukung pemulihan ibu secara optimal.
Psychological Capital Sebagai Perisai Psikologis Terhadap Stres Kerja Pegawai Akademik Di Perguruan Tinggi X Banda Aceh Fitri Ananda Sari; Irin Riamanda; Eka Dian Aprilia; Nucke Yulandari
Syiah Kuala Psychology Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Prodi Psikologi, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v4i1.1272

Abstract

Tenaga Kependidikan atau Tendik bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Banyaknya beban kerja yang dilakukan menyebabkan stres kerja. Namun tingginya psychological capital dalam diri dapat menangani stres kerja yang dirasakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan stres kerja pada tenaga kependidikan akademik. Sebanyak 140 pegawai dari 12 fakultas dan 1 biro Universitas Syiah Kuala dipilih dengan teknik accidental sampling mengisi instrumen penelitian berupa skala Health and Safety Executive Work Related Stress Scale in Indonesia (HESWRSS) dan Psychological Capital Questionnaire 24 (PCQ-24). Analisa data dilakukan menggunakan Pearson Correlation dan menunjukkan korelasi antara psychological capital dengan dimensi support managerial (r=0.220, p=0.009), dimensi support colleague ( r=-0.574, p=<0.001), dimensi relationship ( r=-0.264, p=0.002), dimensi role (r=0.585, p=<0.001) dan dimensi change (r=-0.505, p=<0.001). Namun, tidak terdapat korelaso antara psychological capital dengan dimensi demands (r=0.055, p=0.521) dan dimensi control (r=0.047, p=0.579). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan psychological capital, khususnya melalui dukungan manajerial dan kejelasan peran, berperan dalam membantu mengelola stres kerja pada tenaga kependidikan akademik, meskipun terdapat faktor lain yang turut memengaruhi hubungan tersebut.
Hubungan Antara Kebersyukuran Dengan Kecemasan Akan Kematian Pada Penderita Jantung Koroner Di Banda Aceh Muthiatun Nisa; Kartika Sari; Zaujatul Amna
Syiah Kuala Psychology Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Prodi Psikologi, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v4i1.1443

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit tidak menular yang disebabkan oleh penyumbatan pada arteri koroner yang pada umumnya dialami oleh individu usia dewasa. Kondisi kronis pada penderita seringkali menimbulkan kelelahan fisik dan juga tekanan psikologis, terutama karena munculnya kecemasan terhadap kematian yang dapat memperburuk keadaan penderitanya. Dalam situasi ini, kebersyukuran menjadi salah satu komponen yang diyakini dapat membantu menghadirkan emosi positif yang berperan dalam meredakan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebersyukuran dan kecemasan akan kematian pada penderita jantung koroner di Banda Aceh. Penelitian dilakukan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan melibatkan 89 pasien jantung koroner berusia 45-60 tahun yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Gratitude Questionnaire-6 dan Death Anxiety Scale (DAS) adalah dua instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data penelitian. Hasil analisis data menunjukkan nilai korelasi (r)=0,123 dengan nilai signifikansi (p)= 0,125, hasil tersebut dapat diartikan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebersyukuran dan kecemasan akan kematian pada penderita jantung koroner. Temuan yang tidak signifikan tersebut mengindikasikan bahwa rasa syukur bukan faktor utama yang menentukan tingkat kecemasan eksistensial pada pasien jantung koroner di Banda Aceh. Meski demikian, kecemasan yang tetap muncul menegaskan pentingnya menyediakan intervensi psikologis yang tepat bagi pasien dengan kondisi kronis.
Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Hardiness pada Santri Penghafal Al-Qur'an di Aceh Besar Haura Shafiyyah Bin Yasir; Mirza Mirza; Zahrani Zahrani; Putri Puspita Sari
Syiah Kuala Psychology Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Prodi Psikologi, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v4i1.3045

Abstract

Menghafal Al-Qur’an merupakan aktivitas yang menuntut ketekunan, kesabaran, motivasi, serta daya tahan yang tinggi, terutama bagi santri yang menjalani peran ganda, satu sisi sebagai pelajar di sekolah formal dan di sisi lain menjadi santri di pesantren. Mereka tidak hanya diwajibkan mengikuti kegiatan akademik dan non-akademik, tetapi juga dituntut untuk menambah dan mengulang hafalan Al-Qur’an setiap hari guna mencapai target yang telah ditetapkan. Kondisi ini menuntut adanya ketangguhan (hardiness) dalam diri santri untuk menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial, yang mencakup dukungan dari orang tua, guru, teman sekelas, teman dekat, dan orang-orang di lingkungan sekolah dengan hardiness pada santri penghafal Al-Qur’an di Aceh Besar. Responden penelitian terdiri atas 230 santri yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling dan proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa skala Children and Adolescent Social Support (CASSS) dan Dispositional Resilience Scale (DRS-15). Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Pearson Product Moment Correlation, hasilnya menunjukkan nilai koefisien korelasi r=0.329 (p<0.05) untuk dimensi orang tua, dimensi guru r=0.121 (p>0.05), dimensi teman kelas r=0.277 (p<0.05), teman dekat r=0.213 (p<0.05) dan orang-orang di sekolah saya r=0.333 (p<0.05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara dukungan sosial dari keempat dimensi—yaitu dukungan dari orang tua, teman sekelas, teman dekat, dan orang-orang di lingkungan sekolah dengan hardiness santri. Sebaliknya, dukungan social guru tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan hardiness santri. Semakin tinggi dukungan sosial yang diterima, semakin tinggi pula tingkat hardiness santri.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2026 2026