cover
Contact Name
Adang Cahya
Contact Email
adangcahya21@gmail.com
Phone
+6285722623536
Journal Mail Official
lppm@ikopin.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Koperasi Indonesia Gedung Graha Bustanil Arifin Lt.1 Kampus Ikopin Kawasan Pendidikan Tinggi Jatinangor, Sumedang, Indonesia
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
ISSN : 27223485     EISSN : 27763803     DOI : https://doi.org/10.32670
Core Subject :
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas E-ISSN: 2776-3803 dan P-ISSN: 2722-3485 adalah jurnal ilmiah pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Koperasi Indonesia, yang diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari dan Agustus. Tujuan Jurnal E-Coops Day adalah mendesiminasikan langkah-langkah kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk Pelatihan, Sosialisasi dan Bimbingan Teknis.
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
Pelaksanaan Ikopin Mengabdi di Desa Cinta Damai Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut Evan Firdaus
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.376

Abstract

The IKOPIN Mengabdi program is a community service activity conducted by IKOPIN University students in Cinta Damai Village, Sukaresmi District, Garut Regency, over five days from November 22–26, 2025. This program aimed to improve the quality of life of rural communities through social, economic, educational, and environmental empowerment as a solution to face the era of digitalization 5.0. The implementation method employed a participatory approach, including observation, planning, implementation, and program evaluation. The program was divided into four main areas: (1) Cooperative Sector, through KDKMP socialization, technical guidance on cooperative administration and financial management, and socialization of creative economy based on social media; (2) Community Sector, through Pos to Pos activities and renovation of kobong (madrasah learning space); (3) Environmental Sector, through the establishment of a waste bank, reforestation of 60 tree seedlings in landslide-prone areas, and distribution of seedlings to 7 surrounding villages; and (4) Education Sector, through the development of a Literacy Corner and education on literacy, bullying prevention, and digital entrepreneurship. The results showed increased community understanding of cooperatives, strengthened capacity of KDKMP management, the establishment of a circular economy-based waste management system, increased children's reading interest, and enhanced student awareness of bullying and digital business opportunities. This program provided significant positive impacts on strengthening the social, economic, educational, and environmental capacities of the village. For sustainability, further mentoring and active community participation in managing the program independently are required.
Transformasi Digital Koperasi Mahasiswa pada Ekosistem IU COOP melalui Integrasi Identitas Anggota, Transaksi, dan Dashboard Kinerja Mohammad Fahreza
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.378

Abstract

Digitalisasi koperasi mahasiswa perlu ditempatkan sebagai transformasi tata kelola dan pengalaman anggota, bukan sekadar pengadaan aplikasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menyusun fondasi transformasi digital koperasi mahasiswa dalam ekosistem Koperasi Konsumen Keluarga Besar Ikopin University (IU COOP). Kegiatan dilaksanakan di Universitas Koperasi Indonesia, Jatinangor, pada 4 April 2026 dengan melibatkan unsur pengurus, pengawas, pengelola unit, dan mahasiswa anggota. Pendekatan yang digunakan adalah partisipatoris berbasis kebutuhan dan siklus plan-do-check-act. Tahapan kegiatan mencakup diagnostik kematangan digital, pemetaan proses layanan, lokakarya desain bersama, penyusunan prototipe arsitektur data, serta perumusan indikator kinerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masalah utama bukan kekurangan kanal digital, melainkan fragmentasi data anggota, transaksi, persediaan, simpanan, pinjaman, dan laporan. Intervensi menghasilkan lima luaran: (1) rancangan single member ID, (2) alur transaksi POS dan QRIS, (3) integrasi data operasional dan akuntansi, (4) dashboard kinerja dan early warning, serta (5) SOP hak akses, rekonsiliasi, keamanan, dan pencadangan data. Program juga menghasilkan peta jalan implementasi bertahap selama 12 bulan yang memprioritaskan perapihan data dan disiplin penggunaan sebelum pengembangan fitur lanjutan. Digitalisasi dinilai berpotensi meningkatkan transparansi, kecepatan pelayanan, partisipasi transaksi anggota, dan fungsi koperasi sebagai living laboratory. Keberlanjutan program memerlukan penetapan penanggung jawab sistem, pelatihan operator, kebijakan perlindungan data, dan evaluasi KPI secara berkala.
Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian Bagi Pengawas Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kota Bandung Rima Elya Dasuki
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.379

Abstract

This article discusses the education and training program for cooperative supervisors of Kelurahan Merah Putih Cooperative (KKMP) in Bandung City, a collaboration between the Bandung City Government through the Cooperatives and SMEs Office and IKOPIN University. The background of this activity is the strategic role of cooperative supervision in maintaining business health, accountability, and sustainability amid the increasing number of cooperatives in Bandung City. The training aims to equip supervisors with knowledge, skills, and new insights in carrying out professional supervisory functions, identifying potential risks, preparing quality supervisory reports, and providing constructive recommendations for cooperative management. The method used is interactive and participatory learning, including case study analysis and practical simulations of financial report analysis. The training materials focus on understanding the five components of cooperative financial statements and Supervisor Statement.
Transformasi Digital Potensi Ekonomi Gerai Sembako: Kecerdasan Buatan sebagai Kerangka Bantu Berpikir dalam Pengambilan Keputusan Pengurus/Pengelola Koperasi Sugiyanto Ikhsan; Mohammad Fahreza; Udin Hidayat; Eka Setiajatnika; Berlinda Yuliana Bogar; Laely Purnamasari
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.381

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai bagian dari Program Pelatihan Digital 2026 yang digagas oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) bersama KOMUDITI, IKOPIN, PiBi, dan Bapli. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas para pengurus dan pengelola koperasi desa dalam mengoptimalkan pengelolaan gerai sembako sebagai unit usaha koperasi melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Selama ini, gerai sembako milik koperasi desa banyak menghadapi kendala akibat pengelolaan yang masih dilakukan secara manual, seperti pencatatan stok yang rawan keliru, selisih kas, data penjualan yang kurang akurat, hingga sulitnya menentukan keputusan pembelian dan membaca tren kebutuhan warga. Melalui Modul 3B, diperkenalkan sebuah sistem digitalisasi berbasis Platform KDKMP yang menyertakan fitur AI sebagai alat bantu berpikir bagi pengurus koperasi dalam mengambil keputusan strategis. Pelaksanaan kegiatan mengandalkan pendekatan pelatihan partisipatif, disertai demonstrasi sistem dan praktik langsung oleh peserta. Hasilnya, pemahaman peserta meningkat cukup baik dalam mengoperasikan sistem POS kasir, mengelola produk dan stok, mencatat transaksi penjualan maupun pembelian, serta membaca rekomendasi AI secara kritis. Adanya dashboard monitoring berjenjang — mulai dari tingkat desa, kecamatan, sampai pemerintah daerah — turut menghadirkan visibilitas data yang menyeluruh guna mendukung tata kelola koperasi yang lebih baik.
Penguatan Kesiapan Calon Manajer KDKMP Melalui Pelatihan Model Bisnis dan Manajemen Pemasaran Berkelanjutan di Rindam I/Bukit Barisan Ati Atul Quddus; Rini Nur' Azizah
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.387

Abstract

The Merah Putih Village/Sub-district Cooperative (KDKMP) places managerial readiness as the main prerequisite for business units to be managed professionally, oriented towards member needs, and sustainably. This community service activity aims to strengthen the capacity of prospective KDKMP managers in mapping business models, designing business mentoring and communication strategies, and developing marketing management for sustainable businesses. The activity was carried out on July 17, 18, and 20, 2026 at Rindam I/Bukit Barisan, North Sumatra, as part of a 15-day class briefing, targeting 80 prospective C3A (S02) class managers who are a combination of two platoons. The community service method uses a participatory approach based on andragogy through concept presentations, case study discussions, worksheet completion, group presentations, and facilitator feedback, with a focus on Module IV on business models, business mentoring, and communication strategies, and Module V on marketing management for sustainable businesses. Evaluation is carried out descriptively through session implementation, discussion participation, worksheet completion, and portfolio readiness of assignments as provisions for competency tests by KDKMP assessors. This activity resulted in an initial draft of a business model, a stakeholder map and communication strategy, and a marketing plan that can be tailored to the local potential of each placement area. Case-based learning and worksheets proved relevant for strengthening the cognitive, affective, and conative aspects of prospective managers, but their success in the field remains dependent on continued post-placement mentoring and structured business performance measurement.
Pelatihan Implementasi Manajemen Risiko Dalam Mendukung Tata Kelola Koperasi Dandan Irawan
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.388

Abstract

Manajemen risiko memegang peranan krusial dalam mendukung tata kelola koperasi yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Sebagai badan usaha yang mengemban misi ganda, yaitu menggerakkan roda ekonomi yang kompetitif sekaligus memberikan layanan sosial bagi kesejahteraan anggota koperasi, yang senantiasa dihadapkan pada berbagai bentuk risiko, mulai dari risiko pembiayaan, likuiditas, operasional, strategis, kepatuhan dan hukum, hingga risiko pasar. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif serta meningkatkan kapasitas Pengawas Koperasi melalui kegiatan pelatihan berkaitan dengan implementasi manajemen risiko dalam mendukung tata kelola koperasi. Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas Pengawas Koperasi Kecamatan Merah Putih (KKMP) di Kota Bandung, yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Kota Bandung secara interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para pengelola koperasi mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan terkait konsep dasar manajemen risiko, kesadaran risiko (risk awareness), serta pengenalan jenis-jenis risiko krusial yang dihadapi koperasi. Meskipun demikian, evaluasi pasca-pelatihan mengindikasikan bahwa aspek teknik identifikasi dan penilaian risiko secara mendalam masih memerlukan pendampingan lanjutan serta implementasi perangkat mitigasi yang aplikatif, seperti digitalisasi pencatatan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat guna memperkuat daya saing dan kepercayaan anggota koperasi.
Pelatihan dan Workshop Sistem Supervisi Berbasis Andragogi Bagi Pengawas Madrasah di Kabupaten Sumedang Ani Rindiani; Rina Rindanah; Asep Saepudin
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.389

Abstract

Supervisi hadir karena satu alasan untuk membimbing pertumbuhan kemampuan dan kecakapan profesional guru. Oleh karena itu, supervisi mempunyai kedudukan strategis dan penting dalam manajemen pendidikan. Kepala Madrasah sebagai orang dewasa memiliki kewajiban melaksanakan fungsinya sebagai manajer di lembaga pendidikan untuk meningkatkan proses pembelajaran melalui kegiatan supervisi kepada guru-guru yang juga orang dewasa. Untuk itu diperlukan kegiatan pelatihan dan workshop bagi para pengawas, kepala madrasah, dan guru madrasah di Kab. Sumedang demi terwujudnya proses pembelajaran yang andragogis. Maksud dan tujuan dilakukan pelatihan dan workshop bagi pengawas kepala madrasah dan guru adalah memberikan pembinaan untuk meningkatan kapasitas keilmuan dan kecakapan profesioanl sesuai tugasnya masing-masing. Metode pelatihan dilakukan melalui metode pembelajaran berbasis proyek (project based learning), dengan tahapan; (1) persiapan, (2) penentuan peserta, (3) metode penyampaian materi, dan (4) evaluasi. Tim pelaksana pelatihan dan workshop terdir atas seorang ketua dan dua orang anggota. Simpulan kegiatan, bahwa pelatihan dan workshop sistem supervisi berbasis andragogi di Kabupaten Sumedang telah berhasil memberikan pemahaman yang signifikan dalam meningkatkan kapasitas pengawas, kepala sekolah, dan guru dalam proses supervisi akademik yang efektif dan andargogis. Materi pelatihan dan workshop terdiri atas konsep andragogi dalam supervisi akademik, konsep administrasi supervisi akademik, dan konsep bimbingan konseling dalam proses supervisi akademik. Evaluasi hasil pelatihan mengukur kemampuan peserta melalui instrumen pretest dan posttest, yang hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Tindak lanjut sekaligus saran bagi pihak Kemenag adalah perlunya pelaksanaan pelatihan dan workshop supervisi akademik yang berkelanjutan. Selanjutnya untuk pihak pengawas dan kepala madrasah selayaknya menata ulang instrumen dan proses supervisi akadmik berdasarkan prinsip-prinsip andragogi.
Penguatan Pemahaman Kebijakan Akuntansi Koperasi Pasca Permenkop UKM Nomor 2 Tahun 2024 Di Kabupaten Sumedang Toufiq Agung Pratomo Sugito Putra
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.391

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman sumber daya manusia koperasi mengenai perubahan kebijakan akuntansi setelah terbitnya Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2024 serta berlakunya Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) pada 1 Januari 2025. Kegiatan dilaksanakan pada 23 April 2026 di Aula Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang dalam rangka Pendidikan Perkoperasian. Metode yang digunakan adalah pendidikan partisipatif-deskriptif melalui ceramah interaktif, ilustrasi format laporan, dan diskusi terpandu. Bahan pelatihan terdiri atas 46 slide yang dikelompokkan menjadi lima substansi: perubahan regulasi, arsitektur standar akuntansi, perbandingan SAK ETAP dengan SAK EP, komponen laporan keuangan KSP/USP dan KSPPS/USPPS, serta kewajiban pelaporan, audit, dan sanksi administratif. Hasil evaluasi kualitatif menunjukkan bahwa kegiatan memberikan peta konseptual yang lebih utuh mengenai pemilihan standar, bentuk laporan keuangan, kebijakan akuntansi signifikan, tenggat pelaporan, pelaporan elektronik, serta kesiapan audit. Peserta juga memperoleh ilustrasi hubungan antara laporan posisi keuangan, laporan perhitungan hasil usaha, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan, termasuk laporan tambahan bagi koperasi syariah. Namun, karena tidak tersedia pre-test, post-test, dan penugasan praktik yang terdokumentasi, peningkatan kompetensi belum dapat dinyatakan secara kuantitatif. Kegiatan perlu dilanjutkan melalui klinik akuntansi berbasis transaksi, templat pelaporan, dan pendampingan implementasi.
Peningkatan Efisiensi Praktik Koperasi KSU Tandangsari Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi Non-Development Dadan Hamdani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.393

Abstract

KSU Tandangsari di Kabupaten Sumedang merupakan koperasi berskala besar yang mengelola lima unit usaha strategis: susu segar, pakan ternak, jasa sapi perah, simpan pinjam, serta pelayanan kesehatan hewan dan inseminasi buatan. Dengan melayani 1.883 anggota dan didukung oleh 74 karyawan, koperasi ini menghadapi tantangan operasional yang kompleks. Meskipun telah memiliki Standard Operating Procedure (SOP) administrasi, koperasi masih terjebak dalam inefisiensi akibat ketergantungan pada pencatatan manual (paper-based) dan fenomena data silos yang menghambat integrasi informasi antar unit. Program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) ini bertujuan untuk mendongkrak efisiensi tata kelola informasi melalui pendekatan teknologi informasi non-development berbasis Sistem Informasi Manajemen (SIM). Metode pelaksanaan dilakukan secara linier-objektif melalui tiga tahapan utama: (1) Audit sistem berjalan (As-Is analysis) untuk memetakan alur sirkulasi data; (2) Perancangan solusi no-code melalui otomatisasi formula spreadsheet (VLOOKUP, INDEX-MATCH, SUMIFS) dan migrasi ke cloud storage terpusat; serta (3) Re-assembling dokumen SOP Digital Terpadu untuk keberlanjutan program.Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecepatan rekapitulasi data harian dan akurasi pelaporan omzet. Penggunaan Role-Based Access Control (RBAC) pada cloud repository berhasil memangkas birokrasi pemindahan data fisik dan meningkatkan keamanan informasi. Secara konseptual, keberhasilan ini membuktikan bahwa efektivitas sistem informasi tidak selalu ditentukan oleh pembangunan perangkat lunak kustom yang mahal, melainkan oleh keselarasan antara instrumen operasional dengan kapasitas literasi digital SDM. Program ini memberikan model keberlanjutan bagi koperasi lain dalam melakukan transformasi digital secara efisien dan mandiri.
Pelatihan Achievement Motivation & Leadership Bagi Pendamping Koperasi Desa Merah Putih Kabupaten Bandung Ami Purnamawati; Yuanita Indriani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.400

Abstract

Pendirian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berbasis Instruksi Presiden No 9 Tahun 2025 memunculkan program-program lainnya yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan operasional KDMP. Sebagai program baru, para pengurus KDMP masih memerlukan berbagai arahan yang bersifat kebijakan maupun keterampilan pengelolaan. Dalam upaya membantu para pengurus untuk menjalankan aktivitas koperasi, Kabupaten Bandung melakukan program pendampingan dengan melakukan perekrutan para pendamping melalui program seleksi secara khusus. Para pendamping yang berjumlah 31 orang diharapkan memiliki kemampuan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan perkoperasian dari berbagai aspek seperti Aspek Kelembagaan, Aspek Manajemen Dan Tata Kelola, Aspek Legalitas Dan Penerapan Regulasi, Aspek Usaha juga Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan. Dalam upaya mempersiapkan pengetahuan dan keterampilan pendamping yang disiapkan membantu pengurus dalam menjalankan operasional koperasi dan melakukan Rapat Anggota Tahunan maka para pendamping diberikan Bimbingan Teknis selama tiga hari dengan salah satu materi yang bersifat soft skill untuk motivasi dan kesiapan mental pendamping juga untuk pengembangan kognitif pendamping berupa Perkoperasian yang dibutuhkan. Motivasi menjadi landasan penting dalam melaksanakan aktivitas apapun terutama ketika memasuki dunia profesional dalam suatu organisasi. Motivasi dapat menggerakkan pendamping untuk terus mengasah keterampilan yang berkaitan dengan pengelolaan koperasi (management skill) yang harus didukung dengan kemampuan untuk memimpin, mengarahkan, mendampingi sumber daya manusia koperasi (leadership). Berdasarkan keragaman latar belakang bidang pendidikan para peserta, maka mereka harus terus didorong untuk mempelajari dan mempraktikkan perkoperasian.