cover
Contact Name
Adang Cahya
Contact Email
adangcahya21@gmail.com
Phone
+6285722623536
Journal Mail Official
lppm@ikopin.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Koperasi Indonesia Gedung Graha Bustanil Arifin Lt.1 Kampus Ikopin Kawasan Pendidikan Tinggi Jatinangor, Sumedang, Indonesia
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
ISSN : 27223485     EISSN : 27763803     DOI : https://doi.org/10.32670
Core Subject :
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas E-ISSN: 2776-3803 dan P-ISSN: 2722-3485 adalah jurnal ilmiah pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Koperasi Indonesia, yang diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari dan Agustus. Tujuan Jurnal E-Coops Day adalah mendesiminasikan langkah-langkah kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk Pelatihan, Sosialisasi dan Bimbingan Teknis.
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
Pelatihan Perencanaan Program Kerja dan Perencanaan Kebutuhan Dana Koperasi Kelurahan Merah Putih Wilayah Jakarta Barat Rosti Setiawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.307

Abstract

Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) didesain sebagai motor penggerak ekonomi lokal berbasis gotong royong dan sistem ekonomi Pancasila. Untuk Pembentukan dan Penguatan Usaha Dalam Kesuksesan dan Keberlanjutan, maka KKMP perlu membuat Perencanaan Program Kerja, Perencanaan Kebutuhan Dana serta mencari sumber pendanaan KKMP. Program Kerja KKMP disusun untuk memastikan seluruh kegiatan koperasi sejalan dengan visi, misi dan prinsip koperasi dengan tujuan memberikan arah strategis tahunan agar usaha dan layanan yang dijalankan mendukung kesejahteraan anggota dan masyarakat. Pemahaman dan keterampilan Pengurus KKMP yang berjumlah 30 orang dari wilayah Jakarta Barat dapat membuat program kerja KKMP secara obyektif dan realistis dan dapat dapat merencanakan pengelolaan keuangan yang terencana dan terstruktur, sehingga dapat menjalankan kegiatan usaha secara lancar, memenuhi kewajiban kepada anggota serta mendukung program pengembangan usaha. Serta mampu membuat perencanaan kebutuhan dana dengan melakukan identifikasi kebutuhan dana berdasarkan rencana kerja dan usaha, melakukan estimasi jumlah kebutuhan dana per pos kegiatan, Dapat menentukan sumber pendanaan dari internal dan eksternal dan menyusun rencana pendanaan koperasi yang realistis dan terukur, dan pada akhirnya dapat dihasilkan draft program kerja dan rencana kebutuhan dana nyata dari masing-masing KKMP sebagai output praktis dari pelatihan ini.
Penguatan Tata Kelola dan Literasi Perkoperasian Melalui Program Praktik Lapang Pada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cisempur, Kabupaten Sumedang Farida Farida
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.308

Abstract

Praktik Lapang yang dilaksanakan di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat bertujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai implementasi program Koperasi Desa Merah Putih serta mendukung penguatan tata kelola koperasi sebagai penggerak ekonomi desa. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pengembangan usaha koperasi, rendahnya literasi masyarakat terhadap program koperasi, serta keterbatasan sumber daya yang dimiliki koperasi. Metode yang digunakan meliputi pembekalan, observasi, praktik langsung, penyuluhan, pendampingan, analisis dokumen, dan evaluasi. Hasil Praktik Lapang menunjukkan bahwa KDMP Cisempur telah memiliki legalitas, struktur organisasi, dan unit usaha simpan pinjam sebagai dasar operasional koperasi. Namun, koperasi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, sarana pendukung, koordinasi antarbidang, serta rendahnya literasi masyarakat terhadap program koperasi. Selain itu, kondisi keuangan koperasi masih berada pada tahap awal pengembangan sehingga belum menghasilkan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang positif. Secara keseluruhan, kegiatan Praktik Lapang memberikan pemahaman mengenai kondisi riil pengelolaan koperasi serta menghasilkan rekomendasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat tata kelola organisasi, dan mendukung pengembangan usaha koperasi secara berkelanjutan. Kata Kunci: Koperasi Desa Merah Putih, praktik lapang, tata kelola, literasi The Field Practice conducted at Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cisempur, Jatinangor District, Sumedang Regency, West Java, aimed to understand the implementation of the Koperasi Desa Merah Putih program and to support the strengthening of cooperative governance as a driver of the village economy. This activity was motivated by the limited development of cooperative business activities, the low level of public literacy of cooperative programs, and the limited resources available to the cooperative. The methods employed included preparatory training, observation, direct practice, extension activities, mentoring, document analysis, and evaluation. The results of the Field Practice indicate that KDMP Cisempur has established legal status, an organizational structure, and a savings and loan unit as the operational foundation of the cooperative. However, the cooperative continues to face several challenges, including limited capital, inadequate supporting facilities, weak interdepartmental coordination, and low public understanding of cooperative programs. In addition, the cooperative’s financial condition remains at an early stage of development and has not yet generated a positive surplus of operating results (Sisa Hasil Usaha/SHU). Overall, the Field Practice provided an understanding of the actual conditions of cooperative management and produced recommendations to increase community participation, strengthen organizational governance, and support the sustainable development of cooperative business activities. Keywords: Koperasi Desa Merah Putih, field practice, governance, literacy
Pemahaman Balanced Scorecard (BSC) UKMK di Desa Cipancar, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut Jawa Barat Deddy Rusyandi; Hamidah Hamidah
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.309

Abstract

Desa Cipancar, memiliki potensi ekonomi lokal yang cukup besar dan beragam. Secara geografis, desa ini berada pada wilayah yang mendukung aktivitas pertanian, perkebunan, dan peternakan. Mata pencaharian masyarakat didominasi oleh sektor ekonomi produktif, antara lain perkebunan kopi rakyat, pertanian sayuran dan buah-buahan, peternakan ayam, kambing, dan sapi, serta industri kreatif rumah tangga seperti produksi hiasan melati pernikahan artifisial. Pada umumnya pelaku UMKM di Desa Cipancar belum menerapkan pengelolaan usaha yang terstruktur dan berbasis sistem. Perencanaan usaha, pengorganisasian kegiatan produksi, pencatatan keuangan, dan pengambilan keputusan masih dilakukan secara sederhana dan informal. Dalam mengukur kinerja usahanya para pelaku masih mengacu pada perspektif finansial yang prosesnya pun masih sederhana, dimana mengukur melalui perspeltif finansial saja hanya bersifat jangka pendek. Oleh karena itu diperlukan suatu program pengabdian kepada masyarakat yang terencana dan terintegrasi untuk meningkatkan manajemen bisnis berbasis teknologi serta merevitalisasi produk unggulan desa melalui digitalisasi. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai tambah produk, efisiensi usaha, dan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Cipancar. Salah satu program pengabdian kepada masyarakat yang perlu dilakukan adalah pemahaman tentang balance scorecard untuk mendorong UMKM sustain (berkelanjutan).
Peningkatan Kompetensi Pengawas Internal Koperasi Syariah Mitra PIP EmpoweR Melalui Standarisasi Pelaporan Hasil Pengawasan Iwan Mulyana
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.310

Abstract

Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) memiliki peran penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penerapan prinsip-prinsip syariah. Namun, perkembangan koperasi syariah perlu didukung oleh tata kelola yang baik, salah satunya melalui penguatan fungsi pengawasan internal. Dalam praktiknya, masih ditemukan permasalahan berupa belum adanya standar pelaporan hasil pengawasan yang seragam, perbedaan kompetensi pengawas dalam menyusun laporan, serta belum optimalnya pemanfaatan laporan pengawasan sebagai instrumen pengambilan keputusan manajerial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengawas internal koperasi syariah dalam melaksanakan pengawasan, menyusun laporan hasil pengawasan yang sistematis dan akuntabel, serta menerapkan standar minimal pelaporan pengawasan internal. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11–13 Februari 2026 di Hotel Alam Sutera, Kota Tangerang, Provinsi Banten, melalui kerja sama antara PIP Empower Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Universitas Koperasi Indonesia. Peserta kegiatan terdiri atas 60 pengawas Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah yang merupakan Lembaga Penyalur Pembiayaan Mitra PIP Empower dari berbagai wilayah Indonesia. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, studi kasus, simulasi, dan praktik penyusunan laporan hasil pengawasan internal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai fungsi pengawasan internal, teknik identifikasi temuan pengawasan, penyusunan rekomendasi perbaikan, serta penerapan format standar laporan hasil pengawasan. Luaran utama kegiatan berupa tersusunnya format standar minimal laporan hasil pengawasan internal yang dapat digunakan secara seragam oleh koperasi syariah mitra PIP Empower. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat sistem pengendalian internal, meningkatkan akuntabilitas kelembagaan, serta mendukung penerapan tata kelola koperasi syariah yang lebih baik dan berkelanjutan. Kata Kunci: Kompetensi Pengawas, Koperasi Syariah, Tata Kelola Koperasi, Pengawasan Internal, PIP Empower.
Pendampingan Pembuatan Akta Koperasi Konsumen Multi Pihak Budi Berkah Mandiri Sebagai Upaya Penguatan Legalitas Kelembagaan Koperasi Fitriana Dewi Sumaryana; Ginan Wibawa; Gania Fasya
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.352

Abstract

Koperasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu prasyarat penting agar koperasi dapat menjalankan fungsinya secara optimal adalah adanya legalitas kelembagaan yang kuat, yang ditandai dengan kepemilikan akta koperasi. Namun, pada praktiknya masih banyak koperasi di tingkat masyarakat yang menjalankan aktivitas usaha tanpa didukung legalitas formal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada Koperasi Konsumen Multi Pihak Budi Berkah Mandiri dalam proses pembuatan akta koperasi sebagai dasar hukum pendirian dan penguatan kelembagaan. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi permasalahan, sosialisasi hukum perkoperasian, pendampingan penyusunan dokumen, serta fasilitasi proses pembuatan akta koperasi melalui notaris. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pengurus koperasi terhadap aspek hukum koperasi serta tersusunnya dokumen pendirian koperasi yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pendampingan ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat tata kelola dan keberlanjutan koperasi di masyarakat.
Membangun Koperasi Cerdas: Digitalisasi Manajemen Kelembagaan Koperasi Bagi Mitra Penyalur Pembiayaan PIP EmpoweR Nanik Risnawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.361

Abstract

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM) yang menjadi mitrapenyalur pembiayaan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) EmpoweR memikul tanggung jawab yangbesar, karena dana yang dikelolanya bersumber dari anggaran negara dan harusdipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel. Namun pada kenyataannya, sebagianbesar KSP dan LKM masih menjalankan administrasi keanggotaan, simpanan, dan pinjamansecara manual, sehingga rawan terhadap data ganda, keterlambatan pelaporan, dan lemahnyapengawasan internal. Kondisi ini berpotensi menurunkan kepercayaan PIP EmpoweR sebagaipenyalur dana bergulir maupun anggota koperasi itu sendiri. Menyikapi kondisi tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM)Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN University) bekerjasama dengan PIP EmpoweRmenyelenggarakan pelatihan dan pembelajaran dengan tema “Digitalisasi Tata Kelola LKBBdalam Mewujudkan Efektivitas Pengambilan Keputusan yang Cepat dan Tepat Bagi MitraPenyalur Pembiayaan PIP EmpoweR” dengan materi “Digitalisasi Manajemen KelembagaanKoperasi : Data Base, Profil Anggota dan Potensi Layanan Usaha Koperasi bagi Anggota;” yangditujukan bagi pengurus dan pengelola KSP dan LKM Mitra Penyalur Pembiayaan PIP EmpoweR.Pelatihan dan pembelajaran ini bertujuan membekali peserta dengan pemahaman mengenaiurgensi database anggota, konsep manajemen keanggotaan berbasis data, serta pemanfaatankecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui teknik prompting untuk mendukungpengambilan keputusan koperasi yang lebih cepat, akurat, dan berbasis data. Pelatihan dan Pembelajaran ini dilaksanakan dengan pendekatan pendidikan orang dewasa,dipadukan dengan pemaparan materi, studi kasus, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatanmenunjukkan bahwa peserta semakin memahami pentingnya membangun database anggota yangterintegrasi, mampu mengidentifikasi struktur data koperasi (data anggota, simpanan, pinjaman,dan transaksi), serta memiliki gambaran awal mengenai pemanfaatan AI dalam menyusunrekomendasi layanan bagi anggota. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong KSP dan LKMsebagai Mitra Penyalur Pembiayaan PIP EmpoweR untuk semakin akuntabel, efisien, dan berdayasaing di era digital, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar koperasi berupa demokrasi, partisipasi,dan kekeluargaan.
Model Pendampingan Penyusunan Proposal Pembiayaan LPDB pada KDMP Margamulya Kec. Pasirjambu Kab. Bandung Jawa Barat Agus Nugraha
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.362

Abstract

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan program strategis pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan koperasi yang produktif, profesional, dan berkelanjutan. Namun, sebagian besar KDMP masih menghadapi keterbatasan dalam menyusun proposal usaha yang memenuhi persyaratan pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), sehingga potensi usaha desa belum dapat dikembangkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan Business Proposal Canvas (BPC-KDMP) sebagai model pendampingan penyusunan proposal pembiayaan yang sistematis dan sesuai dengan kebutuhan LPDB. Mitra kegiatan adalah Koperasi Desa Merah Putih Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tujuh tahapan, yaitu assessment, business potential mapping, penyusunan Business Proposal Canvas, penyusunan proposal, review, business pitching, dan finalisasi proposal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa BPC-KDMP mampu membantu pengurus mengidentifikasi potensi usaha, menyusun analisis bisnis dan kelayakan finansial, serta menghasilkan proposal pembiayaan yang lebih sistematis dan sesuai dengan persyaratan LPDB. Selain menghasilkan proposal pembiayaan, kegiatan ini juga mengembangkan Business Proposal Readiness Index (BPRI) sebagai instrumen untuk mengukur tingkat kesiapan proposal. Kedua inovasi tersebut berpotensi menjadi model pendampingan yang dapat direplikasi pada Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah.
Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence Bagi Tutor Pendidikan Kesetaraan Paket C di Kabupaten Bandung Asep Saepudin; Iip Saripah; Viena Rusmiati; Purnomo Purnomo
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.364

Abstract

Pelatihan pemanfaatan artificial intelligence bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Tutor menguasai berbagai tools Artficial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan pelatihan (TNA), pelatihan ini difokuskan pada menguasaan generator konten pembelajaran, pengolah media visual, maupun sistem pendukung pembelajaran berbasis AI. Pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi kelompok, dan simulasi untuk meningkatkan keterampilan praktis penguasaan AI bagi peserta. Pelaksanaan pelatihan secara keseluruhan berjalan dengan lancar dan diikuti oleh 21 peserta. Evaluasi pelatihan dilakukan melalui dua metode utama, yaitu pre-test dan post-test serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil evaluasi mencerminkan efektivitas materi pelatihan dalam meningkatkan pemahaman peserta. Selain tes, kuesioner kepuasan peserta juga digunakan untuk mengukur persepsi mereka terhadap materi, narasumber, dan fasilitas. Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi peserta dalam pengausaan artificial intelligence atau kecerdasan buatan dan memberikan dampak positif yang dapat diimplementasikan langsung oleh peserta pelatihan.
Pendampingan Sertifikasi Halal Gratis Bagi Usaha Mikro dan Kecil di Desa Ganeas Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang Nanang Sobarna
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.371

Abstract

Sertifikasi halal merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan daya saing usaha mikro dan kecil (UMK), sekaligus sebagai bentuk kepatuhan terhadap kebijakan Jaminan Produk Halal di Indonesia. Menjelang pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya pemahaman mengenai regulasi halal, keterbatasan pengetahuan tentang prosedur pengajuan sertifikasi, serta kurangnya pendampingan dalam melengkapi dokumen persyaratan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan pelaku usaha dalam mengajukan Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) melalui pendampingan yang dilaksanakan di Desa Ganeas, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, survei awal, sosialisasi kebijakan Jaminan Produk Halal, pendampingan teknis penyusunan dokumen, simulasi proses sertifikasi halal, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, dan kuesioner kepuasan peserta. Kegiatan diikuti oleh 45 pelaku usaha mikro dan kecil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 58,7 pada pre-test menjadi 86,9 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 48,04%. Selain itu, sebanyak 90% peserta berhasil melengkapi dokumen persyaratan, seluruh peserta berhasil membuat akun pada sistem SIHALAL, dan sebagian besar produk telah diajukan melalui skema Sertifikasi Halal Gratis. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan mencapai rata-rata 92%, yang menunjukkan bahwa program pendampingan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi peserta. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan mampu meningkatkan literasi halal, memperkuat kesiapan administrasi pelaku usaha, serta mendukung percepatan implementasi kebijakan Jaminan Produk Halal di tingkat desa.
Peningkatan Kompetensi Guru SMA Nugraha Dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan di Era Digital Sir Kalifatullah Ermaya
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.373

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan yang signifikan terhadap berbagai aspek pendidikan, termasuk perubahan karakteristik peserta didik, model pembelajaran, serta kompetensi yang harus dimiliki oleh guru. Kondisi tersebut menuntut guru untuk tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara efektif dan bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SMA Nugraha, Bandung ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital melalui pelatihan literasi digital, literasi AI, serta pemanfaatan berbagai platform pendukung pembelajaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan, praktik langsung, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi pelatihan meliputi perkembangan transformasi digital, tantangan pendidikan, perubahan peran guru, kompetensi guru di era AI, etika penggunaan AI, serta praktik penggunaan ChatGPT, Canva, dan Kahoot dalam pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perubahan paradigma pendidikan digital dan mampu mengimplementasikan berbagai aplikasi berbasis AI untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan efisien. Selain meningkatkan literasi teknologi, kegiatan ini juga mendorong guru untuk memanfaatkan AI secara etis, kritis, dan bertanggung jawab sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.