cover
Contact Name
Adang Cahya
Contact Email
adangcahya21@gmail.com
Phone
+6285722623536
Journal Mail Official
lppm@ikopin.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Koperasi Indonesia Gedung Graha Bustanil Arifin Lt.1 Kampus Ikopin Kawasan Pendidikan Tinggi Jatinangor, Sumedang, Indonesia
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
ISSN : 27223485     EISSN : 27763803     DOI : https://doi.org/10.32670
Core Subject :
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas E-ISSN: 2776-3803 dan P-ISSN: 2722-3485 adalah jurnal ilmiah pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Koperasi Indonesia, yang diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari dan Agustus. Tujuan Jurnal E-Coops Day adalah mendesiminasikan langkah-langkah kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk Pelatihan, Sosialisasi dan Bimbingan Teknis.
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
Pendidikan Perkoperasian Prinsip dan Akad serta Produk Koperasi Syariah untuk Pengelola dan Anggota Koperasi Syariah Al-Muhajir di Kota Bandung Nanang Sobarna
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 1 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Koperasi Syariah tidak terlepas dari proses pendidikan perkoperasian sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman pengelola agar dapat mengelola koperasi syariah yang betul-betul mengarah pada tujuan umum dibentuknya koperasi, yaitu mewujudkan kesejahteraan bagi anggota dan masyarakat serta dapat menjalankan operasional koperasi syariah sesuai dengan prinsip syariah. Tujuan dilaksanakan pendidikan koperasi syariah ini untuk memahamkan para pengelola agar dapat menjalankan operasional koperasi syariah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan meningkatkan partisipasi anggota dalam memanfaatkan produk Koperasi Syariah. Metode yang dilakukan dalam pendidikan koperasi ini adalah metode ceramah, dibantu dengan menampilkan visual materi yang disampaikan agar memberikan pemahaman yang jelas dan utuh tentang prinsip, akad dan produk koperasi syariah. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi seputar penerapan prinsip, akad dan produk koperasi syariah serta permasalahan dan solusi yang dapat dilaksanakan dalam rangka memecahkan masalah yang timbul. Melalui pelaksanaan pendidikan perkoperasian ini, pengelola dan anggota Koperasi Syariah Al-Muhajir telah mampu memahami prinsip apa saja yang harus dibangun dalam menjalankan koperasi syariah. Serta pengelola dan anggota Koperasi Syariah Al-Muhajir juga sudah mampu memahami akad dan produk Koperasi Syariah seperti akad dan produk Simpanan Wadhi’ah, Simpanan Mudharabah, pembiayaan usaha, pembiayaan pembelian barang dan akad sewa.
Pendidikan dan Pelatihan Tata Kelola Koperasi Modern di Tasikmalaya Wahyudin Wahyudin
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 1 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang menghambat koperasi maju dan berkembang adalah masalah sumber daya manusia (SDM). Dari pengurus koperasi yang sudah sepuh, pengetahuan perkoperasian yang masih kurang dan pengembangan usaha yang salah menjadikan koperasi tidak berkembang malah menuju kemunduran dan kegagalan. Sampai saat ini permasalahan koperasi salah satunya masih yang itu-itu juga yaitu permasalahan sumber daya manusia selain koperasi tersebut belum sepenuhnya menjalankan prinsip-prinsip koperasi secara utuh dan benar. Banyak koperasi menjalankan usahanya sama seperti perusahaan umum, mencari laba yang tinggi, menawarkan bunga pinjaman yang tinggi dan tidak adanya perbedaan penerapan antar anggota koperasi dengan non anggota. Sehingga manfaat beranggota koperasi menjadi tidak terasakan oleh anggota. Pendidikan perkoperasian penting selain bagi pengurus juga bagi anggota koperasi. Hal ini penting untuk menumbuhkan kecintaan pada koperasi sebagai badan usaha milik anggota dan kemauan untuk melakukan transaksi di koperasi dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhannya. Tanpa adanya pengetahuan berkoperasi bagi anggota maka anggota akan menganggap sama saja antara bertransaksi di koperasi dengan di luar koperasi. Padahal maju mundurnya koperasi sangat tergantung pada partisipasi anggota berkoperasi. Pemupukan modal koperasi akan lebih baik dan akan mempunyai keuangan yang sehat bila lebih banyak bersumber dari anggota koperasi. Bagi pengurus pengembangan usaha penting untuk memajukan dan mengembangkan koperasi. Tetapi tentunya pengembangan usaha ini harus layak dan sesuai dengan kebutuhan anggota. Sehingga sangat penting dan diperlukan pendidikan dan pelatihan bagi pengurus dan anggota koperasi untuk menuju menjadi koperasi modern.
Pelatihan Manajemen Koperasi dan Kelembagaan Koperasi bagi Pengawas Koperasi di Kota Cimahi Propinsi Jawa Barat Lely Savitri Dewi
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 1 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kompetensi pengurus khususnya para pengawas koperasi dalam penerapan fungsi manajemen dan perkoperasian, Dinas Koperasi Kota Cimahi secara konsisten melaksanakan berbagai bimbingan teknis dan pelatihan. salah satu bentuk kerja sama tersebut yaitu dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IKOPIN University melalui aktivitas bimbingan teknis perkoperasian pada tanggal 17 dan 18 November tahun 2022 lalu. Salah satu materi yang diberikan adalah penerapan implementasi prinsip-prinsip manajemen koperasi dan kelembagaan koperasi, khususnya aspek pengawasan Adapun tujuan dari materi ini adalah agar para peserta yaitu pengawas koperasi dapat mendalami dan mengimplementasikan prinsip manajemen yang meliputi perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengawasan khususnya di koperasi.
Peningkatan Kapasitas Manajerial SDM Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Bandung Nurhayat Indra
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 1 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui pelatihan Peningkatan Kapasitas Manajerial SDM Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Bandung, khususnya dalam materi penyusunan rencana strategis KJK/KJKS sebagai salah satu unit kompetensi manajer KJK/KJKS bertujuan untuk meningkatkan kompetensi baik pengetahuan, sikap, dan keterampilan manajer koperasi sesuai dengan standar SKKNI-BNSP, yang nantinya akan siap mengikuti uji kompetensi. Metode pelatihan dilakukan dengan metode bimbingan teknis berbasis Modul dan Kertas Kerja dengan kode unit kompetensi KJK.SP01.006.01- Menyusun Perencanaan Strategis. Hasil evaluasi pelatihan dari capaian pembelajaran dalam peningkatan kompetensi peserta masih belum optimal.
Pembinaan Anggota dan Karyawan KUD Minarasa Batukaras: Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan dan Pemahaman Berkoperasi Anggota Sir Kalifatullah Ermaya; Husnah Nur Laela Ermaya
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 1 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jumlah koperasi yang ada di Indonesia terus meningkat secara pesat, namun masih banyak anggota dan karyawan koperasi yang tidak paham dengan prinsip koperasi sehingga banyak juga koperasi yang tidak aktif. Salah satu koperasi yang ada di Pangandaran adalah KUD Minarasa, Batukaras. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat memberikan pembinaan berupa pemberian materi mengenai motivasi agar anggota bisa berpartisipasi lebih baik lagi dan karyawan lebih giat bekerja untuk meningkatkan kinerjanya. Beberapa teori motivasi yang diberikan di dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah: Teori Motivasi Hirarki Kebutuhan, Teori Dua Faktor, Teori X dan Y. Walaupun ada banyak teori motivasi di dalam ilmu manajemen, namun di dalam praktiknya pemberian motivasi terhadap anggota dan karyawan bisa dilakukan dengan menggunakan metode yang disesuaikan. Pembinaan anggota dan karyawan ini diharapkan dapat memberikan masukan yang baik kepada anggota, karyawan dan seluruh jajaran pengurus.
Pelatihan Perkoperasian bagi Anggota Koperasi Pegawai Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta: Urgensi Komunikasi dalam Pengembangan Koperasi Ami Purnamawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 1 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi merupakan wadah yang memiliki prinsip dari anggota, untuk anggota dan oleh anggota. Pada pernyataan tersebut tersirat jelas bagaimana partisipasi aktif anggota menjadi kekuatan dalam keberhasilan segala aspek koperasi. Aspek inti koperasi adalah aspek sumber daya manusia, aspek usaha, dan aspek permodalan koperasi. Dalam menjalankan seluruh aktivitasnya koperasi mensyaratkan sinergitas anggota, pengurus dan pengawas koperasi. Koperasi Pegawai Pemerintah Daerah (KPPD) DKI Jakarta yang jumlah anggotanya 10.214 orang secara rutin menyelenggarakan kegiatan pendidikan anggota sebagai implementasi dari nilai koperasi. Upaya untuk peningkatan pemahaman anggota tentang perkoperasian berkaitan dengan Pengembangan Bisnis Koperasi dilaksanakan pada tanggal 26-28 Agustus 2022, di Hotel Royal Safari Garden-Bogor. Salah satu topik yang menjadi pembahasan adalah Urgensi Komunikasi Dalam Pengembangan Koperasi. Pelatihan dilakukan dengan teknik presentasi, diskusi kelompok dan games. Teknik-teknik ini dilakukan sesuai dengan tujuan pelatihan untuk memberikan informasi sebagai upaya meningkatkan pemahaman anggota, mendorong anggota agar aktif memberikan tanggapan pada suatu pertanyaan dan terlibat aktif dalam sesi pelatihan. Metode tersebut dipilih dengan berdasar pada kondisi peserta pelatihan yang berasal dari dinas pemerintah yang berbeda dan belum saling mengenal. Pada saat kegiatan pemberian materi, para peserta berinteraksi dalam mengerjakan games dan diskusi kelompok. Peserta aktif dipilih oleh pemateri untuk disampaikan kepada panitia pelatihan yang akan mempertimbangkannya untuk mendapat reward pada saat upacara penutupan.
Bimbingan Teknis Penanganan Kasus Hukum Koperasi: Pentingnya Sertifikasi Kompetensi Pengurus dan Pengawas Koperasi dalam Mengelola Kegiatan Usaha Koperasi Melalui Uji Kelayakan dan Kepatutan Lembaga Sertifikasi Rosti Setiawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 1 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan dengan materi Pentingnya Sertifikasi Kompetensi Pengurus dan Pengawas Koperasi dalam Mengelola Kegiatan Usaha yang Dilakukan oleh Koperasi Melalui Uji Kelayakan dan Kepatutan dari Lembaga Sertifikasi yang Membidangi Koperasi dilaksanakan agar para peserta dapat lebih memahami tentang pentingnya Pengurus dan Pengawas memiliki sertifikasi kompetensi. Dengan demikian mereka memahami bukan sekedar menjadi Pengurus dan Pengawas Koperasi saja, tetapi mereka perlu mengikuti uji kompetensi yang bersertifikasi agar dalam menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan mengikuti aturan yang berlaku serta diakui kompetensinya. Output kegiatan ini adalah agar 30 Pengurus dan Pengawas KSP dan USP Koperasi se Provinsi Jawa Barat yang mengikuti bimtek ini dapat menjalankan tugasnya secara hati-hati dan bertanggung jawab terhadap para anggota Koperasi sebagai penyimpan dan peminjam dana. Outcome kegiatan ini adalah agar para Pengurus dan Pengawas Koperasi khususnya Koperasi yang bergerak dalam kegiatan simpan pinjam (KSP/USP Koperasi) se-Jawa Barat memiliki kompetensi yang sudah tersertifikasi. Untuk mencapai tujuan dari kegiatan pelatihan ini dilakukan melalui penjelasan tentang materi pentingnya sertifikasi, tugas dan kewajiban sebagai Pengurus dan Pengawas dilanjutkan contoh pemecahan kasus yang relevan, sehingga mengundang diskusi untuk dapat menghasilkan solusi dari berbagai permasalahan yang ada pada Pengurus dan Pengawas dalam melaksanakan tugasnya.
Pelatihan Manajemen Risiko pada Kegiatan Usaha Koperasi di Kawasan Perdesaan di Kabupaten Bandung Barat Inne Risnaningsih
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 1 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengukur potensi risiko pada koperasi di kawasan perdesaan, terutama kegiatan usaha dengan tipikal masalah petani produsen dan usaha mikro, kecil atau industri pengolahan dalam mencari potensi risiko dan solusinya diselenggarakan Pelatihan Manajemen Risiko. Manajemen risiko meliputi langkah-langkah manajemen risiko yaitu pengidentifikasian (diagnose) risiko, pengukuran risiko (mengukur, menganalisis, dan mengevaluasi), dan pengendalian risiko. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menjelaskan tentang manajemen risiko dan solusi pada tipikal masalah pertanian dan tipikal masalah industri pengolahan dengan menggunakan metode pendekatan ceramah, diskusi dalam saresehan. Untuk kedua tipe ada persamaan dalam tipe risiko yaitu risiko perdagangan dan solusinya adalah Hedging (pola perlindungan risiko). koperasi adalah. Hedger yang ideal apabila anggotanya adalah petani baik sebagai produsen maupun konsumen.
Sosialisasi Perkoperasian bagi Notaris Pembuat Akta Koperasi Provinsi Jawa Barat dalam Peningkatan Pemahaman Tentang Perkoperasian Yuanita Indriani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 1 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi sebagai salah satu pelaku ekonomi di Indonesia dituntut untuk mampu bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya. Oleh karena itu, sebagai badan usaha, koperasi perlu mendapatkan kepastian dan kedudukan hukum yang setara dengan pelaku ekonomi lainnya. Dalam hal ini pendirian dan pembuatan akta koperasi dilakukan oleh Notaris, sebagaimana pendirian badan hukum lainnya. Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 98 Tahun 2004, menegaskan bahwa Notaris adalah pejabat yang memiliki kewenangan untuk membuat akta pendirian dan akta lain yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan organisasi dan usaha koperasi. Untuk meningkatkan efektivitas peningkatan daya saing koperasi melalui ketersediaan ‘legal standing’ koperasi yang sama dengan pelaku usaha lainnya, maka Notaris pembuat akta koperasi perlu memahami karakteristik organisasi koperasi sebagai sebuah sistem sosio ekonomi dan juga sekaligus dituntut untuk menjadi gerakan ekonomi masyarakat. Pemahaman terhadap karakteristik organisasi koperasi dijadikan dasar atau pijakan para notaris untuk membuat akta pendirian koperasi, karena bagaimana pun, saat pembuatan akta pendirian koperasi atau akta lain yang terkait dengan perkoperasian, pembuat akta harus memiliki pemahaman yang baik tentang koperasi, karena akta yang dibuat akan memiliki kekuatan hukum dan harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Untuk itu, dilaksanakan program sosialisasi perkoperasian bagi Notaris Pembuat Akta Koperasi.
Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan bagi Pengurus Koperasi di Jawa Barat Rime Elya Dasuki
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 1 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi sebagai badan usaha perlu memberikan informasi kondisi keuangan yang dapat mengungkapkan informasi keuangan kepada seluruh stakeholders, yaitu dengan menyusun laporan keuangan sesuai dengan Standar yang dapat diterima oleh semua pihak, atau masyarakat umum. Laporan keuangan Koperasi mengungkapkan kondisi mengenai keuangan koperasi, tetapi untuk mengukur apakah kondisi keuangan koperasi baik atau tidak, harus dilakukan pengukuran (analisis) atas laporan keuangan tersebut. Dengan melakukan analisis atas laporan keuangan, koperasi dapat melakukan tindakan (action) yang tepat untuk mengantisipasi alternatif solusi permasalahan keuangan yang harus dilakukan oleh koperasi secara tepat sasaran. Bimbingan teknis penyusunan laporan keuangan dan analisa laporan keuangan diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Provinsi Jawa Barat dengan peserta sejumlah 30 orang perwakilan koperasi di Jawa Barat pada 27 juli 2022. Tujuan dari kegiatan bimbingan teknis ini adalah tercapainya hasil yang diharapkan yakni meningkatnya kompetensi sumber daya pengelola koperasi dalam menyusun laporan keuangan.

Page 1 of 15 | Total Record : 148