cover
Contact Name
Adang Cahya
Contact Email
adangcahya21@gmail.com
Phone
+6285722623536
Journal Mail Official
lppm@ikopin.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Koperasi Indonesia Gedung Graha Bustanil Arifin Lt.1 Kampus Ikopin Kawasan Pendidikan Tinggi Jatinangor, Sumedang, Indonesia
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
ISSN : 27223485     EISSN : 27763803     DOI : https://doi.org/10.32670
Core Subject :
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas E-ISSN: 2776-3803 dan P-ISSN: 2722-3485 adalah jurnal ilmiah pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Koperasi Indonesia, yang diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari dan Agustus. Tujuan Jurnal E-Coops Day adalah mendesiminasikan langkah-langkah kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk Pelatihan, Sosialisasi dan Bimbingan Teknis.
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
Pelatihan Pengembangan Unit Usaha Koperasi Pegawai Negeri Angkasa RRI: Strategi dan Tantangan Nanik Risnawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi Pegawai Negeri Angkasa RRI, merupakan koperasi karyawan yang beranggotakan para pegawai Radio Republik Indonesia di Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat ini koperasi tersebut hanya memiliki satu unit usaha yaitu unit simpan pinjam. Sebagai bentuk upaya untuk terus berusaha meningkatkan kesejahteraan anggotanya, maka Para pengurus Koperasi Pegawai Negeri Angkasa RRI bermaksud untuk melakukan pengembangan usaha dengan cara menyediakan layanan baik bagi anggota maupun non anggota. Oleh karenanya dilakukanlah pelatihan bagi para pengurus, pengawas dan anggota serta melibatkan para mahasiswa Universitas Koperasi Indonesia (Ikopin University) yang sedang melaksanakan Praktik Lapang. Dalam kesempatan tersebut para peserta pelatihan tampak antusias mengikuti jalannya pelatihan, dan disampaikan bahwa untuk melakukan pengembangan usaha terdapat beberapa pilihan strategi yang dapat digunakan oleh Koperasi Pegawai Negeri Angkasa RRI. Di antaranya strategi diferensiasi, strategi harga lebih murah dari pesaing, strategi fokus, strategi diversifikasi dan strategi integrasi. Dalam merancang pengembangan usaha, usaha yang baru harus tetap diprioritaskan bagi para anggota. Namun demikian tetap diperbolehkan melayani non anggota sejauh para anggota sudah bisa dilayani dengan baik dan merasa puas. Adapun Langkah-langkah yang perlu dipersiapkan dalam merencanakan pengembangan usaha, adalah evaluasi situasi usaha koperasi saat ini bisa menggunakan analisis SWOT, Menetapkan Tujuan Pengembangan Usaha, Identifikasi Peluang Dan Tantangan, Kenali Pesaing Dan Pasar Target, Pengembangan Rencana Bisnis, Pembiayaan Dan Anggaran, Pengenalan Resiko, Tim Pengembangan, Jadwal Implementasi, Evaluasi Dan Pengukuran Kinerja, Komunikasi Dan Keterlibatan Stakeholders, Pemantauan Dan Penyesuaian. Menerapkan langkah-langkah ini secara cermat akan membantu koperasi pegawai negeri Angkasa RRI dalam merencanakan pengembangan usaha dengan lebih efektif dan meningkatkan peluang keberhasilan dalam mencapai tujuan bisnisnya.
Peningkatan Pemahaman Kesiapan Berwirausaha bagi Pegawai Pada Masa Purna Tugas (Program Perkuatan Kewirausahaan bagi ASN DKI Jaya Anggota KPPD Akan Memasuki Masa Purna Tugas) Yuanita Indriani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purna tugas adalah masa yang akan dialami oleh seluruh pegawai yang telah mencapai usia pensiun, kondisi ini sering kali menjadi topik pembicaraan yang hangat di kalangan pegawai, terutama pegawai yang segera akan memasuki masa purna tugas. Sering kali orang berpendapat bahwa memasuki masa purna tugas adalah masa istirahat dan tidak produktif, sehingga menimbulkan rasa ragu dan cemas. Gambaran benak pegawai terhadap masa purnabakti adalah masa di mana tidak ada kesibukan bahkan tidak ada aktivitas, padahal secara fisik dan mental pegawai merasa bahwa dirinya masih memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan produktif. Koperasi Pegawai Provinsi DKI Jakarta Raya (KPPD) merupakan koperasi fungsional yang anggotanya pegawai yang bekerja di lingkungan Pemerintahan Provinsi DKI Jaya. Sebagai koperasi fungsional, KPPD memiliki karakteristik keanggotaan yang berbeda jika dibandingkan dengan anggota koperasi lainnya, dalam hal ini anggota KPPD memiliki usia kerja yang dibatasi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, sehingga KPPD menganggap perlu dan penting untuk membekali anggota yang akan memasuki masa purna tugas. Upaya untuk membekali anggota yang akan memasuki masa purna tugas dilakukan oleh KPPD melalui pelatihan kewirausahaan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan anggota untuk memasuki masa purna tugas. Kesiapan anggota untuk mengisi masa purna tugas, ditunjukkan oleh bagaimana rencana dan langkah konkrit anggota untuk mengisi masa purna tugas, melalui kegiatan pelatihan. Pelatihan kewirausahaan diharapkan akan dapat memberikan pandangan dan menggugah anggota agar memiliki rencana konkrit dalam mengisi masa purna tugas, dalam upaya mengurangi kekhawatiran dan kecemasan anggota dalam mengisi masa purna tugas dengan nyaman.
Membangun Kemandirian Perempuan Melalui Keterampilan Kewirausahaan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga (Implementasi Project Based Learning di Desa Legok Kidul Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang) Asep Saepudin; Eri Susanto; Dedah Ningrum; Diah Retno Anggraini; Ani Rindiani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah sosial yang diartikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental, maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Kemiskinan ini tidak terjadi begitu saja. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kemiskinan, di antaranya yaitu: (a) faktor individual, (b) faktor Sosial, dan (c) faktor kultural. Dampak dari kemiskinan ini sangat jelas dirasakan oleh banyak pihak, termasuk kaum perempuan yang sudah menikah, keadaan mereka sangat bermacam-macam ada perempuan yang diceraikan oleh suaminya, atau bahkan ditinggal meninggal oleh suaminya, atau mereka memiliki suami tapi suami mereka tidak menafkahi mereka dan keluarga, sehingga mereka memilih untuk berjuang sendiri dalam menafkahi diri sendiri dan keluarga. Permasalahan ini harus segera diatasi, bagaimana mempersiapkan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, melalui berbagai upaya pemberdayaan dalam rangka mempersiapkan mereka menjadi sosok perempuan mandiri yang menjalankan peran ganda. Berdasarkan fenomena tersebut, diperlukan solusi edukasi di antaranya melalui program pelatihan dalam bentuk Project Based Learning (PBL) untuk membangun kemandirian perempuan melalui keterampilan kewirausahaan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Legok Kidul Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang. Program pelatihan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, koordinasi kegiatan, pengembangan disain program, aksi program dan pelaporan sertapublikasi.
Fungsi Komunikasi Edukasi Manajemen Pariwisata Regional-Internasional Dengan Learning by Doing bagi Anggota Bhakti Wanita Ikopin (BWI) Ami Purnamawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu fungsi komunikasi instrumental adalah to educate yaitu memberikan edukasi atau pengajaran. Artinya pesan dan metode yang disampaikan bertujuan untuk membuat para penerima pesan menjadi memahami dan bahkan dapat mempraktikkannya. Dalam kegiatan ini, yang menjadi penerima pesan adalah anggota Bhakti Wanita Ikopin (BWI), dengan pesan tentang komunikasi manajemen pariwisata regional – internasional dan negara tujuannya Singapura dan Malaysia. Pemilihan jenis pariwisata regional-internasional diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih luas, peningkatan wawasan tentang negara-negara tersebut, destinasi wisata, sistem transportasi, sistem komunikasi, kuliner, budaya, dokumentasi perjalanan dan lain sebagainya. Tujuan kegiatan adalah agar para anggota BWI dapat memahami pengelolaan pariwisata (tourism management) secara mandiri karena tidak memanfaatkan agen perjalanan yang sudah pasti berbeda karakteristiknya. Materi disampaikan dengan menggunakan metode learning by doing atau experiential learning yang dimulai dengan kegiatan perencanaan dalam waktu dua minggu, perjalanan wisata selama satu minggu dan evaluasi kegiatan. Pada saat pelaksanaan, peserta pariwisata mandiri mendapatkan pengalaman secara nyata tentang pengelolaan pariwisata yang sudah direncanakan dan menikmati seluruh perjalanan ke tempat wisata.
Pelatihan Kepemimpinan Dalam Mitigasi Bencana Untuk Pemuda Marbot Masjid di Jawa Barat Melalui Kegiatan IDA Camp Wawan Lulus Setiawan
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan mitigasi bencana bagi masyarakat Indonesia adalah sebuah keharusan karena Indonesia berada dalam wilayah yang rawan bencana. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan kesiagaan masyarakat dalam mengantisipasi, menghadapi dan menyelesaikan dampak bencana. Dalam ketiga tahapan kegiatan terkait bencana tersebut peran kepemimpinan merupakan hal yang penting, karena dalam situasi bencana masyarakat berada dalam situasi kritis dan cenderung panik. Para pemuda khususnya marbot merupakan komunitas yang potensial digerakkan untuk berperan sebagai pemimpin dalam situasi bencana.
Coding for Kids sebagai Proses Pengenalan Pemrograman Komputer bagi Siswa Sekolah Al Masduqi Boarding School (AMBS) - Garut Agus Nugraha
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar mengajar (PBM) siswa di Al Masduqi Boarding School (AMBS) - Garudiselenggarakan secara intra kurikuler dan ekstra kurikuler. Kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) salahsatunya adalah Coding for Kids (Ekskul Koding) yang mana untuk penyelenggaran kegiatan ini dikelola oleh pihak sekolah yang melibatkan sebuah tim yang berkompeten dalam bidang pemrograman komputer. Sebagai sebuah PBM, pelaksanaan ekskul koding ini harus mempertimbangkan dan mengimplementasikan fungsi-fungsi pendidikan dasar dan menengah. Tim merencanakannya dengan penyusunan Term of Reference (ToR) yang memuat latar belakang, maksud dan tujuan, metode pendidikan dan tim serta instruktur yang terlibat dan rangkaiankegiatannya secara menyeluruh. Pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2023/2024, sebanyak delapan orang siswa mengikuti kegiatan ini yang dipandu oleh satu hingga dua orang instruktur dengan frekuensi pertemuan satu kali seminggu selama rata-rata 90 menit. Selama kegiatan, siswa dimonitor dan dievaluasi oleh Tim yang terdiri dari Wakil Direktur I Bidang Kurikulum, KoordinatoEkstra Kurikuler dan Instruktur.
Pendampingan Pengembangan Karakter Individu Sebagai Penggiat Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Pada Kalangan Masyarakat di Kabupaten Bogor Husnah Nur Laela Ermaya; Sir Kalifatullah Ermaya
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peredaran obat-obatan terlarang terus bertambah setiap tahunnya. Volume peredaran narkoba berbanding lurus dengan jumlah penggunanya. Kabupaten Bogor memiliki jumlah kasus narkoba terbanyak kedua se-Jawa Barat (Jabar). Sebanyak 170 kasus narkoba telah ditangani kepolisian pada tahun 2022. Satuan Narkoba Polres Bogor sepanjang tahun berupaya menekan jumlah pengguna dan pengedar narkoba dengan melakukan upaya preventif melalui kerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada seluruh Peserta yang hadir mengenai dampak dari penggunaan obat-obatan terlarang serta bagaimana cara menanggulanginya. Selain itu juga membentuk karakter individu bagi setiap penggiat P4GN di Kabupaten Bogor.
Menggali Potensi Tanaman Herbal Sebagai Alternatif Pengobatan Hipertensi Siti Nur'aeni; Sri Wulan Megawati; Willfridus Demetrius Siga; Silpi Pebriawati; Widya Nurasih; Acep Agung Nugraha
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengobatan herbal untuk penyakit hipertensi di Posyandu Anggrek 4 Desa Sukamandi yang dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2023. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pencegahan terkait hipertensi yang meningkat di daerah pedesaan. Peserta PKM ini adalah masyarakat Dusun 4 Desa Sukamandi yang berjumlah 30 orang. Kegiatan ini dilakukan secara Luring dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan demonstrasi oleh mahasiswa terkait cara pembuatan minuman herbal alternatif untuk pencegahan hipertensi. Tanaman herbal yang digunakan sebagai alternatif pengobatan hipertensi yaitu daun pandan dan seledri. Untuk pengolahan tanaman dilakukan dengan cara merebus tanaman dengan waktu berkisar 3-5 menit. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan terjadinya penyakit hipertensi di masyarakat, Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan dengan rata-rata skornya sebesar 42,00. Saran untuk kegiatan ini adalah keterlibatan mitra lain sebagai pendukung masih perlu ditingkatkan. Selain itu, waktu pelaksanaan kegiatan perlu ditambah agar tujuan kegiatan dapat tercapai sepenuhnya.