cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
PENGEMBANGAN RANCANGAN DESAIN MESIN PENCAMPUR RAGI KEDELAI DENGAN METODE QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT) USTMAN, MUHAMMAD; SUWITO, DJOKO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kedelai memengang peranan yang vital dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, dalam satu tahun Indonesia membutuhkan sekitar 2,5 juta ton kedelai. Dari total kebutuhan kedelai di Indonesia, sebanyak 62% - 70% digunakan sebagai bahan baku tempe. Para pengusaha tempe selama ini menggunakan mesin pencampur ragi kedelai yang ada dipasaran, namun masih ada beberapa kekruangan maka dari itu. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui seberapa besar pengembangan mesin pencampur ragi kedelai dilakukan. Dalam proses pengambilan data digunakan metode kuisioner untuk mengetahui keinginan konsumen dan tentunya selaras dengan tujuan penelitian. Hasil dari penelitian dengan metode QFD ini didapatkan desain mesin pencampur ragi kedelai pada konsep D dengan (20 point), dari konsep C yang mendapat (16 Point). Adapaun beberapa pengembangan dalam mesin pencampur ragi yakni dengan pisau pengaduk berbentuk reborn screw, sesuai dengan keinginan pengusaha yakni mesin pencampur harus dapat mencampur ragi dengan kedelai tanpa merusak tekstur kedelainya. Serta sistem knockdown atau komponen lepas pasang, ditambah dengan menggunakan motor penggerak dengan daya listrik yang rendah yakni motor listrik berkapasitas 370 Watt, dilengkapi timer otomatis, Gear Box rasio 1:4, stainless stell 304 foodgrade, penambahan roda pada kaki untuk memudahkan pada saat penggunaan atau penyimapanan mesin serta komponen knockdown atau bongkar pasang agar mudah dalam perawatan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PEKERJAAN DASAR TEKNIK MESIN KELAS X TEKNIK PEMESINAN SMK NEGERI 3 BUDURAN SIDOARJO MARGARETHA, TIARA; SUWITO, DJOKO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Mesin. Selain itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas siswa dan respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Mesin. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, rancangan desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design karena dalam desain ini untuk kelas eksperimental dan kelas kontrol telah ditentukan. Hasil belajar siswa pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray memiliki kemampuan positif sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Mesin dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Aktivitas siswa pada pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray memiliki hasil yang baik dan dapat dikategorikan siswa aktif dalam pembelajaran. Respon siswa pada pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray memiliki respon yang sangat baik. Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Two Stay Two Stray, Aktivitas, Respon, dan Hasil Belajar.
ANALISIS IMPELLER PADA POMPA SENTRIFUGAL MENGGUNAKAN PROGRAM PREVENTIVE MAINTENANCE YANG TERENCANA DI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) PT.SIER Rozi Ainurrochim, Miftachur; YASA UTAMA, FIRMAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pompa Sentrifugal pada perusahaan ini berfungsi untuk menyalurkan limbah pabrik ke instalasi pengolahan air limbah agar kadar limbah berkurang. Salah satu komponen pompa sentrifugal pada instalasi pengolahan air limbah yang harus diperhatikan adalah impeller. Perawatannya selama ini menggunakan corrective maintenance yaitu ketika mesin mati atau alat mengalami kerusakan baru dilakukan perbaikan. Belum tersedianya penjadwalan preventive maintenance menyebabkan tidak diketahuinya faktor kerusakan yang terjadi pada impeller saat beroperasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara mengidentifikasi faktor penyebab kerusakan impeller agar dapat meningkatkan performa pompa sentrifugal dan menentukan penjadwalan ­preventive maintenance. Metode pengujian ini menggunakan penelitian terapan(applied research). Hasil penelitian ini adalah identifikasi kerusakan pada pompa didapatkan nilai debitnya yaitu 5154 m3 dan didapat dayanya yaitu 10,83 kW. Dalam kondisi ini kemungkinan besar impeller mengalami penyumbatan sehingga pompa bekerja sangat keras dan losses daya yang besar tetapi fluida yang dipindahkan sedikit dan ini mengakibatkan hasil produksi tidak maksimum. Dan ini perlu segera untuk ditangani agar tidak menyebabkan pompa terbakar. Pemeliharaan preventive maintenance pada komponen impeller dilakukan dengan cara : Dua pompa digunakan secara bersamaan mengunakan sistem paralel dengan estimasi waktu kerja 16 jam dengan tujuan agar lifetime akan semakin lama dan juga mengurangi biaya downtime yang besar. Kata kunci: Impeller, Reliability, Preventive Maintenance
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING BY DOING TIPE DORA (DOING, OBSERVATION, REFLECTION, APLICATION) PADA MATERI ALAT UKUR MEKANIK PRESISI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PERMESINAN DI SMK NEGERI 1 SARIREJO AWALUDDIN, MUHAMAD; , SOERYANTO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Learning by Doing merupakan suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan dan keterampilan siswa untuk mencari dan mengetahui secara sistematis, kritis dan logis, analitis, dan mereka dapat merumuskan penemuan dan pengalamaya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, respon siswa dalam menggunakan model pembelajaran learning by doing dan peningkatan hasil belajar siswa pada materi alat ukur mekanik presisi pada kelas X program keahlian teknik permesinan di SMK Negeri 1 Sarirejo. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-experimen design yang membandingkan antara hasil Pre-Test dan Posttest dengan menggunakan model pembelajaran Learning by doing. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X program keahlian teknik permesinan di SMK Negeri 1 Sarirejo tahun ajaran 2018/2019 dengan sampel berjumlah 19 siswa. Data penelitian ini adalah beberapa hasil Pre-test dan Post-test hasil belajar siswa, lembar keterlaksaan pembelajaran Learning by Doing dan angket respon siswa. Sampel berdistribusi normal. data perhitungan hasil belajar siswa yang diajarkan setelah menggunakan model pembelejaran Learning by Doing sangat berpengaruh terhadap hasil belajar dengan ketercapaian presentase 21,05 % menjadi 84,2% dari presentase tersebut dapat dilihat bawha peningkatan hasil belajar sangat signifikan karena mencapai 63,15%. Hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Learning by Doing lebih baik dan mengalami peningkatan. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajran Lerarning by Doing pada materi alat ukur mekanik presisi terlaksana dengan sangat baik dengan presentase rata-rata 90,58% dari hasil observasi pengamat terhadap peneliti. Penerapan model pembelajaran Learning by Doing mendapatkan respon yang sangat baik dan kuat dari siswa dengan hasil presentase mencapai 86% dengan kategori sangat baik.Kata kunci: Model Pembelajaran Learning by Doing, Alat Ukur, Hasil Belajar Siswa
PENENTUAN PENJADWALAN PREVENTIVE MAINTENANCE PADA KOMPONEN MESIN CALLENDER DI PT. KARET NGAGEL SURABAYA WIRA JATIM IKHBARUL HAQ, MUHAMMAD; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan karet. Dengan berkembangnya bisnis properti dan meningkatnya pemakaian karet siap pakai saat ini, melihat kondisi yang telah dijelaskan. Oleh karena itu perlu diberlakukan proses pemeliharaan yang terencana pada setiap mesin produksi. Selama ini perusahaan hanya menggunakan sistem break down maintenaince yaitu ketika mesin mati atau alat mengalami kerusakan baru dilakukan perbaikan. Untuk memberikan solusi terbaik, kami sebagai penulis mengambil langkah untuk melakukan penelitian dengan menggunakan metode preventive maintenance yang bertujuan untuk meminimalisir kerusakan fatal pada komponen mesin. Kerusakan komponen Carbon Brush pada mesin Callender dalam rentan waktu Januari 2017 sampai dengan Desember 2017 tercatat kerusakan sebanyak 18 kali, pada mesin Callender terdapat 18 komponen Carbon Brush. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan preventive maintenance dengan menggunakan metode Age Replacement. Penentuan penjadwalan interval waktu penggantian Spring Carbon Brush sebagai bentuk mengoptimalkan biaya down time dengan menggunakan metode Age Replacement di PT. Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim diperoleh interval waktu penggantian yang paling optimal adalah 18 hari dan terjadi 16 kali perbaikan komponen dalam 1 tahun kedepan Penghematan biaya down time sebesar Rp.1.710.000,- atau 37.25% dibandingkan dengan sebelum menggunakan penjadwalan dengan metode Age Replacement. Kata kunci: Preventive Maintenance, down time, Spring Carbon Brush, Age Replacement.
STUDY IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RESIKO DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRA (TASK RISK ASSESSMENT) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN REPARASI AIR CONDITIONER MOBIL DI BENGKEL HYUNDAI WIYUNG SURABAYA SOBAH, FAJRUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi bahaya terdapat hampir disetiap tempat tak terkecuali pada pekerjaan reparasi Air Conditioner mobil, potensi bahaya tersebut tidak di kendalikan dengan tepat akan dapat menyebabkan terjadinya kerugian, kerusakan, cidera. Pada penelitian ini penulis melakukan identifikasi bahaya dan penilaian resiko terhadap pencegahan kecelakaan kerja dengan tujuan mengetahui bahaya, penilaian, dan pengendalian risiko. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif, yang berangkat dari data lapangan dan menggunakan teori yang suda ada sebagai pendukung, dengan menggunakan metode Task Risk Assessment (TRA). Bertujuan mengidentifikasi, penilaian, dan pengendalian resiko bahaya. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan terdapat 10 bahaya pekerjaan yaitu Kebocoran Refrigerant, Refrigerant berlebihan, Uap air dalam siklus refrigerasi, Refrigeran kurang, Refrigeran tidak bersirkulasi, Udara dalam siklus refrigerasi, Penyumbatan filter drayer, Tidak ada kompresi pada komporesor, Expansion valve tidak bekerja, Kondensor kotor. Dengan penilaian resiko tertinggi dari 3 pekerjaan yaitu Kebocoran refrigerant dengan peringkat risiko Very High 4,61 %, Refrigerant berlebihan dengan peringkat resiko High 3,75%, Uap air dalam refrigerant dengan peringkat resiko High 3,61 %. Sehingga upaya pengendalian reparasi Air Conditione pada pekerjaan Kebocoran Refrigerant dengan eliminasi dan ADP, Refrigerant berlebihan dengan pendekatan manusia dan ADP, Uap air dalam siklus refrigerasi dengan eliminasi dan ADP, Refrigeran kurang dengan pendekatan manusia dan ADP, Refrigeran tidak bersirkulasi pendekatan manusia dan ADP, Udara dalam siklus refrigerant pengendalian eliminasi dan ADP, Penyumbatan filter drayer pengendalian subtitusi dan ADP, Tidak ada kompresi pada komporesor dengan subtitusi dan ADP, Expansion valve tidak bekerja dengan pendekatan manusia dan ADP, Kondensor kotor pendekatan manusia dan ADP. Kata Kunci : Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko, Upaya Pencegahan, Task Risk Assessment.
ANALISA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MESIN LASER L20 DAN L49 DENGAN MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) ADIYANTORO, ARI; WULANDARI, DIAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ANALISA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MESIN LASER TYPE L20 DAN L49 DENGAN MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) Nama : Ari Adiyantoro NIM : 15050524030 Program Studi : S1 Pendidikan Teknik Mesin Jurusan/Fakultas : Teknik Mesin/Teknik Dosen Pembimbing : Diah Wulandari, S.T., M.T. Produktivitas merupakan salah satu yang menjadi kunci agar suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lainnya. PT, Dempo Laser Metalindo Surabaya mengoperasikan 2 mesin Laser yaitu Mesin Laser Type L20 dan Mesin Laser Trumpf Type L49. Pengukuran produktivitas terhadap kedua Mesin Laser hanya dilakukan secara sederhana, beberapa input tidak disertakan dalam perhitungan. Kedua mesin Laser tersebut memerlukan banyak input yaitu : jam operasi, energy, material yang akan di potong, dan tenaga kerja untuk memproduksi suatu output. Pengukuran efektivitas dan efisiensi pada kedua mesin laser tersebut digunakan untuk mengevaluasi dalam mengelola factor-faktor produksinya sehingga dapat meningkatkan produktivitasnya. Peningkatan produktivitas dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA) merupakan suatu metodologi yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi dari suatu unit pengambilan keputusan (unit kerja) yang bertanggung jawab menggunakan sejumlah input untuk memperoleh suatu Output yang ditargetkan. Hasil penelitian ini maka hasil yang diproleh tingkat produktivitas tertinggi adalah pada mesin laser type L49 dengan produktivitas 95,4 %, sedangkan terendah pada mesin laser type L20 dengan produktivitas 76,8 % yang dikelola menggunakan bantuan program computer dengan pendekatan frontier non-parametrik menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Penelitian ini menggunakan software DEAP (dengan Microsoft excel) untuk pengolahan/perhitungan datanya. Kata kunci : Produktivitas, Mesin Laser, Metode DEA
PENGARUH PROTEKSI KATODIK ARUS TERPASANG (ICCP) SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN LAJU KOROSI PADA SEA CHEST KAPAL WICAKSONO, ADITYA; HERU SUTJAHJO, DWI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi karena pada saat beroprasi kapal juga memerlukan suplay air laut yang digunakan antara lain untuk sistem pendingin kapal, memasak dan mencuci, serta digunakan sebagai penyeimbang kapal (ballast), maka dari itu penggunaan kotak laut (sea chest) sangat diperlukan. Untuk menyaring benda-benda dan kotoran yang akan masuk ke dalam sistem kapal. Karena penempatan kotak laut (sea chest) berada dibawah permukaan air laut yang berdampak terjadinya korosi. Korosi adalah serangan yang bersifat merusak pada suatu logam oleh reaksi kimia atau elektrokimia dengan lingkungannya, namun korosi dapat dikendalikan atau di perlambat lajunya. Dalam penelitian ini menggunakan proteksi katodik arus terpasang sebagai upaya pengendalian laju korosi pada sea chest kapal. Yang bertujuan untuk mengetahui korosi terkecil agar jangka pemakaian kapal bisa lebih lama. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif yang disajikan dalam bentuk table serta grafik dan deskriptif kualitatif yang akan menampilkan foto mikro spesimen uji sebelum dan sesudah pengujian. Ada 3 metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pertama hanya ada katoda (baja galvanis). Metode yang kedua ada katoda (baja galvanis) dan anoda (alumunium 5083). Metode ketiga ada katoda (baja galvanis), anoda (alumunium 5083), dan di beri arus listrik DC dengan variasi tegangan 3v, 6v, dan 9v. Ketiga metode menggunakan air laut yang sama, yaitu Lamongan dan Sidoarjo serta lama perendaman 12 jam. Standar pengujian yang dipakai adalah ASTM G31-72 untuk penelitian berskala laboratorium dan ASTM D1293 ? 95 untuk pengukuran pH air laut. Kemudian dicari kehilangan berat (weight loss) terkecil yang menunjukkan metode terbaik.Berdasarkan data yang diperoleh laju korosi tertinggi terjadi pada proteksi anoda korban, dengan laju korosi di air laut Lamongan 0,5778 mmpy dan di air laut Sidoarjo 0,4287 mmpy. Laju korosi terendah menggunakan proteksi ICCP 9V, di air laut Lamongan 0,1942 mmpy dan di air laut Sidoarjo 0,1340 mmpy. Jadi bisa disimpulkan bahwa metode pengendalian Impressed Current Cathodic Protection (ICCP) lebih baik dari pada proteksi anoda korban. Penelitian ini juga menunjukkan pengaruh tegangan listrik ICCP terhadap laju korosi, semakin besar tegangan listrik yang di alirkan maka laju korosi semakin rendah. Hasil penelitian menunjukkan hasil terbaik dari ketiga metode adalah dengan metode yang ketiga dengan laju korosi terkecil sebesar 0,1340 mm/tahun di air laut Sidoarjo dengan tegangan listrik 9V. Kata Kunci : Sea Chest, Proteksi Katodik, Korosi, Air Laut, Baja Galvanis, Aluminium 5083.
ANALISA LAJU KOROSI BAJA KARBON RENDAH DENGAN VARIASI KECEPATAN ALIRAN DAN SALINITAS AIR LAUT PADA PEMODELAN SIRIP KEMUDI KAPAL ANGGARA, BISMA; HERU SUTJAHJO, DWI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTransportasi laut menjadi sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Terjadinya kecelakaan pada transportasi laut dapat diakibatkan oleh timbulnya penurunan pada kekuatan dan usia kapal. Dampak peristiwa tersebut salah satunya diakibatkan oleh korosi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga media pengkorosi yaitu air laut Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan sesuai dengan ASTM G31-72. Obyek penelitian menggunakan lembaran plat baja karbon rendah (mild steel) yang diuji pada tiga variasi kecepatan aliran dan tiga media air laut. Dengan variasi kecepatan aliran yaitu 1,28 knot, 1,74 knot, 2,31 knot yang akan direndam selama 96 jam. Selisih dari berat awal dan akhir dari hasil pengujian kemudian dihitung dengan metode kehilangan berat (weigh lost) untuk mengetahui laju korosi spesimen, selanjutnya akan dilihat pula struktur mikro dari permukaan spesimen untuk mengetahui perbedaannya secara visual. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah semakin tinggi salinitas air laut dan kecepatan aliran maka semakin besar laju korosi yang terjadi pada baja karbon rendah. Laju korosi tertinggi terjadi pada media pengkorosi air laut Gresik dengan salinitas 20? dan kecepatan aliran 2,31 knot sebesar 2,7472mmpy. Sedangkan laju korosi terendah terjadi pada air laut Sidoarjo yang kadar salinitasnya 15? dan kecepatan aliran 1,28 knot mengalami laju korosi 0,9115mmpy yang mana merupakan kondisi optimum untuk kekuatan usia transportasi laut.Kata Kunci: Laju korosi, Mild Steel, Air Laut, Kecepatan Aliran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ACCELERATED INSTRUCTION (TAI) MENGGUNAKAN AUTODESK INVENTOR PROFESSIONAL 2014 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK PGRI 1 SIDOARJO BAGUS CAHYONO, PRIYO; , DEWANTO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksprimen yang bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI menggunakan autodesk Inventor terhadap keterampilan kolaborasi siswa; 2) mendeskripsikan efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI menggunakan autodesk Inventor; 3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran TAI. Metode penelitian ini adalah penelitian Quasi eksperimental design dengan jenis penelitian Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TPM 1 dengan 43 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 45 siswa X TPM 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, angket, dan tes. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi, lembar angket, soal tes. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif dengan persentase yang dilakukan dengan menghitung skor kemampuan kolaborasi dan efektifitas penerapan model pembelajaran, menyajikan data, dan menarik kesimpulan hasil belajar gambar teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) kemampuan kolaborasi siswa pada mata pelajaran gambar teknik mesin dengan menerapkan model pembelajaran TAI menggunakan Autodesk Inventor sangat kuat; 2) penerapan model pembelajaran TAI menggunakan Autodesk Inventor pada mata pelajaran gambar teknik mesin berjalan sangat efektif; 3) hasil belajar siswa pada mata pelajaran gambar teknik mesin dengan menerapkan model pembelajaran TAI menggunakan Autodesk Inventor meningkat.Kata Kunci: TAI, Kemampuan Kolaborasi, Efektivitas Pembelajaran, Hasil Belajar Siswa.