cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
OPTIMALISASI PEMANFAATAN PERALATAN BENGKEL PEMESINAN JURUSAN TEKNIK PEMESINAN (TPM) DI SMKN 1 SARIREJO LAMONGAN syahrul qodri, muhammad; DWI KURNIAWAN, WAHYU
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK OPTIMALISASI PEMANFAATAN PERALATAN BENGKEL PEMESINAN JURUSAN TEKNIK PEMESINAN (TPM) DI SMKN 1 SARIREJO LAMONGAN Nama : Muhammad Syahrul Qodri NIM : 15050524070 Program Studi : S1 Pendidikan Teknik Mesin Jurusan/Fakultas : Teknik Mesin/Fakultas Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Dosen Pembimbing : Wahyu Dwi Kurniawan, S.Pd., M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kondisi bengkel, tingkat pemanfaatan peralatan dan rancangan optimalisasi pemanfaatan peralatan mesin di bengkel pemesinan untuk menunjang pembelajaran di SMKN 1 Sarirejo Lamongan. Hal ini didasarkan pada hasil observasi penulis di SMKN 1 Sarirejo Lamongan bahwa masih cukup banyak siswa yang belum mempunyai kompetensi yang memadai khususnya pada keahlian pemesinan yang dikarenakan oleh terbatasnya jumlah mesin dan sistem penjadwalan pelajaran kurang maksimal, sehingga siswa harus antri menunggu siswa lainnya selesai menggunakan suatu mesin. Hal ini menyebabkan pembelajaran praktik menjadi tidak kondusif sehingga kompetensi yang dimiliki siswa menjadi tidak merata. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Validitas instrumen penelitian diperoleh dari expert judgment, reliabilitas angket dihitung dengan rumus Alpha Cronbach. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Responden siswa adalah kelas X dan XI berjumlah 39 yang diambil secara acak. Jumlah responden siswa ditentukan dengan tabel Morgan pada tingkat kesalahan 5% sebanyak 35 siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) secara keseluruhan kondisi bengkel pemesinan SMKN 1 Sarirejo Lamongan (71,12%) termasuk dalam kategori layak meskipun masih terdapat satu area dari lima area dalam kategori kurang layak yaitu area Gedung Bengkel Pemesinan (27,83%). (2) tingkat pemanfaatan peralatan termasuk dalam kategori cukup optimal (42,9%). (3) rancangan optimalisasi pemanfaatan pemanfaatan waktu peralatan bengkel pemesinan dilakukan dengan menggunakan sistem Rolling dimana mata pelajaran mesin perkakas (mesin bubut, mesin frais, mesin gerinda, mesin bor, mesin las) digabung menjadi satu kesatuan dengan nama teknik pemesinan. Dalam pelaksanaannya siswa dibagi menjadi 4 kelompok dengan mengerjakan jobsheet yang berbeda dan menggunakan mesin yang berbeda dalam satu waktu. Pada pertemuan berikutnya tiap kelompok akan berpindah ke mesin yang lain, begitu seterusnya sampai semua jobsheet selesai dikerjakan siswa sehingga tidak perlu antri dalam dalam penggunaan mesin dan kompetensi siswa menjadi leih merata. Kata Kunci: Bengkel Pemesinan, Optimalisasi Peralatan, Pemanfaatan Waktu. ABSTRACT OPTIMIZING THE USE OF MACHINING WORKSHOP EQUIPMENT MACHINING ENGINEERING DEPARTEMEN (TPM) AT SMKN 1 SARIREJO LAMONGAN Name : Muhammad Syahrul Qodri ID Number : 15050524070 Study Program : Bachelor of Education Mechanical Engineering Department/Faculty : Mechanical Engineering/Faculty of Engineering Institute : Surabaya State University Supervisor : Wahyu Dwi Kurniawan, S.Pd., M.Pd. This observation goalsett is to analyze the condition of the machine workshop, the level of equipment utilization and the design of optimizing the use of machine tools in the machining workshop to support learning process at SMK 1 Sarirejo Lamongan. This study based on the results of the researcher?s observation at SMKN 1 Sarirejo Lamongan. There are still quite a lot of students who do not have sufficient competence, especially in machining expertise due to the limited number of machines and less than optimal scheduling system, thus students must queue up to wait for other students to finish using machine. This condition makes learning practice not conducive so that the competencies of students are uneven. This type of research uses descriptive qualitative research. with data collection method using interviews, questionnaires, observation and documentation. The validity of the research instrument was obtained from experts judgment, the reliability of the questionnaire was calculated by using the Cronbach Alpha formula. This research data analysis used descriptive statistical analysis techniques. Student respondents grades X and XI totaling 39 taken randomly. The number of student respondents was determined by Morgans table at a 5% error rate of 35 students. The results of this study observation indicated that : (1) Overall condition of the machining workshop of SMKN 1 Sarirejo Lamongan (71.12%) is included in the feasible category although there is still one area of ??the five areas in the category of inadequate namely the machining workshop Building area (27.83 %). (2) The level of equipment utilization is included in the quite optimal category (42.9%). (3) The design of optimizing the utilization of machining workshop equipment time utilization is carried out using a Rolling system where subjects of machine tools (lathes, milling machines, grinding machines, drilling machines, welding machines) are combined into one unit under the name of machining techniques. In practice students are divided into 4 groups by working on different job sheets and using different machines at one time. In the next meeting, each group will move to another machine, and so on until all the worksheets are finished by students so that there is no need to queue up in the use of machines and student competencies become more equal. Keywords: Machining Workshop, Equipment Optimization, Time Utilization.
ANALISA LAJU KOROSI DENGAN VARIASI WAKTU, KECEPATAN DAN SALINITAS AIR LAUT PADA LUNAS BILGA (BILGE KEEL) KAPAL FRIANSYAH, RIAN; HERU SUTJAHJO, DWI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia adalah negara maritim maka dari itu transportasi laut seperti kapal diperlukan dan harus diimbangi juga oleh kondisi dari kapal tersebut. Lunas bilga merupakan salah satu yang mendapat perhatian lebih karena berfungsi sebagai penyeimbang dari olakan ombak pada saat kapal melaju maka dari itu perlu dilakukannya penelitian untuk mengalisa laju korosi pada spesimen aluminium 5083. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif dengan waktu perendaman, media air laut dan kecepatan kapal saat melaju. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju korosi yang terjadi pada lunas bilga dan mengetahui kondisi optimum yang terjadi. Spesimen berupa alumunium 5083 berbentuk plat kemudian diberi perlakuan perendaman dengan media air laut Sidoarjo, Gresik dan Lamongan dengan masing-masing diberi kecepatan 2,3 knot dan 2,9 knot selama 24, 48 dan 168 jam. Hasil penelitian ini diperoleh laju korosi terbesar pada aluminum 5083 terjadi pada media air laut Gresik yang memiliki nilai salinitas awal 25 ? dan salinitas akhir 33 ? . Laju korosi yang terjadi adalah sebesar 1,2310 mmpy pada kecepatan 2,9 knot dan waktu perendaman selama 24 jam serta kehilangan berat yang terjadi sebesar 0,0286 gram. Sementara laju korosi terendah terjadi pada media air laut Sidoarjo yang memiliki nilai salinitas awal 15 ? dan salinitas akhir 22 ? dimana laju korosi yang terjadi sebesar 0,4368 mmpy pada kecepatan 2,3 knot dan waktu perendaman 168 jam serta kehilangan berat yang terjadi sebesar 0,0710 gram. Sehingga diperoleh kondisi optimum yang diambil dari hasil laju korosi optimum. Laju korosi terbaik merupakan laju korosi dengan hasil terkecil yaitu terjadi pada spesimen yang direndam di media air laut Sidoarjo. Maka lunas bilga kapal akan lebih lama usia pemakaiannya jika digunakan pada air laut Sidoarjo dibandingkan dengan air laut Lamongan dan Gresik. Kata Kunci: Lunas bilga, laju korosi, Aluminium 5083, waktu, kecepatan, salinitas air laut
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PENGELASAN SMAW 1F-4F UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK TEKNIK PAL SURABAYA ZAIMUDDIN, AHMAD; , YUNUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran teknik pengelasan SMAW posisi 1F-4F yang memenuhi kriteria layak yang divalidasi oleh ahli materi, ahli media, ahli bahasa sebelum diujicoba lapangan, untuk meningkatkan hasil belajar dan respon siswa pada kegiatan pembelajaran teknik pengelasan kelas XI di SMK Teknik PAL Surabaya. Prosedur penelitian pengembangan ini menggunakan pengembangan 4D model dengan tahapan sebagai berikut : Define (Perencanaan), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), Disseminate (Penyebarluasan) dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari satu kelas yaitu kelas XI TL A dengan jumlah 36 siswa. Proses pengumpulan data menggunakan metode tes, yaitu pengumpulan data menggunakan tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) setelah diberi perlakuan (media pembelajaran), angket kelayakan media pembelajaran dan angket respon siswa. Uji validitas instrument dilakukan dengan menggunakan pendapat validator ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Teknik analisis data hasil belajar menggunakan analisis N-Gain Score dan data respon siswa dengan analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. (1) Media pembelajaran memperoleh nilai 92% dari validator ahli materi, 87% dari validator ahli media, 79% dari validator ahli bahasa dengan rata-rata 85% termasuk dalam kategori sangat layak sehingga media pembelajaran layak digunakan dalam proses pembelajaran. (2) Perhitungan N-Gain Score dari hasil pretest dan posttest memperoleh nilai 0,613 yang berarti terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada kategori peningkatan sedang. (3) Respon siswa masuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 77%. Kata Kunci : Pengembangan, Media Pembelajaran, Hasil Belajar, Respon Siswa
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN TEKNIK LAS DASAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN EFEKTIFITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MULOK TEKNIK PENGELASAN DI SMKN 1 GEMPOL Verdian Pratama, Lawdy; , YUNUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan merupakan pengembangan multimedia pembelajaran yang bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran pengelasan dasar yang memenuhi kriteria layak sehingga dapat meningkatkan minat dan efektifitas belajar siswa kelas X Teknik Permesinan di SMKN 1 Gempol. Prosedur pengembangan multimedia ini menggunakan metode Luther Sutopo dengan tahapan : (1) Concept, (2) Design, (3) Material Colecting, (4) Assembly, (5) Testing, (6) Distribution. Pengumpulan data kelayakan multimedia pembelajaran menggunakan angket sedangkan pengumpulan data minat dan efektifitas belajar menggunakan pretest dan posttest. Pengembangan multimedia melibatkan ahli materi, ahli media, ahli bahasa, guru mata pelajaran, dan siswa untuk mendapatkan penilaian media pembelajaran. Hasil validasi ahli materi yang diperoleh sebesar 88%, validasi ahli media sebesar 89%, dan validasi ahli bahasa sebesar 86% berarti media layak untuk diuji cobakan. Uji coba kelompok kecil mendapatkan skor sebesar 89%, dan uji coba kelompok besar sebesar 88%. Hasil perhitungan N-Gain pretest postes diperoleh nilai 0,585 yang menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa pada kategori peningkatan sedang. Minat siswa terhadap multimedia pembelajaran sebesar 87% masuk kategori minat tinggi, dan efektifitas belajar siswa dengan multimedia pembelajaran sebesar 89% masuk dalam kategori efektif. Kata Kunci : Multimedia Pembelajaran, Pengelasan dasar, Minat Belajar, Efektifitas Belajar.
KEMAMPUAN MUFFLER TIPE BAFFLE DAN LOUVRE TERHADAP REDUKSI KEBISINGAN PADA MESIN TOYOTA KIJANG TIPE 5K ANGGRAINI, BAGUS; , WARJU
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan merupakan suara atau bunyi yang mengganggu. Tingkat kebisingan kendaraan yang terlalu tinggi akan mengurangi tingkat kenyamanan berkendara bagi pengemudi dan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan muffler tipe baffle dan louvre terhadap reduksi kebisingan pada mesin Toyota Kijang tipe 5K. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen (experimental research). Variabel independen adalah knalpot standar mesin Toyota Kijang 5K dan knalpot modifikasi yang didesain ulang bentuk muffler-nya menggunakan tipe baffle dan louvre. Variabel dependen adalah tingkat kebisingan, tekanan balik (back pressure), dan temperatur gas buang. Variabel kontrol adalah putaran mesin yaitu 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, 3500 rpm, 4000 rpm, 4500 rpm, dan 5000 rpm, temperatur oli mesin ? 60ºC, temperatur ruang uji 20-30ºC, kelembapan udara ruang uji 60-70%RH, bahan bakar yang digunakan pertalite, dan kecepatan angin < 9 m/s. Bahan penelitian yang digunakan adalah plat galvanis dan pertalite. Objek penelitian adalah mesin Toyota Kijang tipe 5K. Standar pengujian tingkat kebisingan berdasarkan standar ISO/FDIS 5130:2006(E). Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan muffler tipe baffle dapat mereduksi kebisingan sebesar 0,75%. Penggunaan muffler tipe louvre juga dapat mereduksi kebisingan sebesar 1,56%. Muffler eksperimen yang terbaik untuk mereduksi kebisingan didapat pada muffler tipe louvre, karena memiliki tekanan balik (back pressure) yang lebih besar sehingga kebisingan yang dihasilkan menjadi lebih rendah. Kata Kunci: Muffler, baffle, louvre, kebisingan, konsumsi bahan bakar, emisi gas buang.
EFEKTIVITAS MUFFLER TIPE RESONANT, THREE PASS TUBE DAN OFF-SET TUBE TERHADAP REDUKSI KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MESIN BENSIN MULTI SILINDER ADI TRISNA, RIO; , WARJU
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan bakar merupakan kebutuhan utama pada mesin agar mesin bisa bekerja. Tingkat konsumsi bahan bakar pada suatu kendaraan pada era ini sangat diperhatikan karena harga bahan bakar sendiri cenderung naik. Dengan konsumsi bahan bakar yang hemat diharapkan mesin tetap memiliki peforma yang tinggi dan emisi gas buang yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan muffler tipe resonant, three pass tube dan off-set tube terhadap reduksi konsumsi bahan bakar pada mesin Toyota Kijang tipe 5K. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen (experimental research). Variabel independen adalah knalpot standar mesin Toyota Kijang 5K dan knalpot modifikasi yang didesain ulang bentuk muffler-nya menggunakan muffler tipe resonant, three pass tube dan off-set tube. Variabel dependen adalah konsumsi bahan bakar, tekanan balik (back pressure), dan temperatur gas buang. Variabel kontrol adalah putaran mesin yaitu 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, 3500 rpm, 4000 rpm, 4500 rpm, dan 5000 rpm, temperatur oli mesin ? 60 ºC, temperatur ruang uji 20-30ºC, kelembapan udara ruang uji 60-70%RH, bahan bakar yang digunakan pertalite, dan kecepatan angin < 9 m/s. Bahan penelitian yang digunakan adalah plat galvanis dan bahan bakar pertalite. Objek penelitian adalah mesin Toyota Kijang tipe 5K. Standar pengujian konsumsi bahan bakar berdasarkan standar SNI 7554:2010. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan muffler tipe resonant, three pass tube dan off-set tube dapat mereduksi konsumsi bahan bakar sebesar 8,29 %, 15,06 % dan 13.71 %. Muffler eksperimen yang terbaik untuk mereduksi konsumsi bahan bakar didapat pada muffler tipe three pass tube, karena memiliki tekanan balik (back pressure) yang lebih besar sehingga konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan mesin menjadi lebih rendah karena pada saat overlapping katup, udara dan bahan bakar yang baru masuk ke ruang bakar tertahan oleh gas buang. Kata Kunci: Muffler, resonant, three pass tube, off-set tube, konsumsi bahan bakar. Abstract Fuel is the main requirement for the engine so the engine can work. The level of fuel consumption in a vehicle in this era is highly considered because the price of fuel itself tends to rise. With low fuel consumption, it is expected that the engine will continue to have high performance and low exhaust emissions. This study aims to determine and describe the ability of resonant type mufflers, three pass tubes and off-set tubes to reduce fuel consumption on Toyota Kijang type 5K engines. This type of research is experimental research. The independent variable is the standard Toyota Kijang 5K engine exhaust and modified muffler that was redesigned using a muffler type resonant type muffler, three pass tube and off-set tube. The dependent variable is fuel consumption, back pressure, and exhaust gas temperature. The control variables are engine speed which are 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, 3500 rpm, 4000 rpm, 4500 rpm, and 5000 rpm, engine oil temperature ? 60 ºC, test chamber temperature 20-30ºC, humidity test chamber 60-70% RH, the fuel used is pertalite, and wind speed <9 m / s. The research material used was galvanized plate and pertalite fuel. The object of research is the Toyota Kijang type 5K engine. Fuel consumption testing standards are based on SNI 7554: 2010 standards. Data analysis techniques using quantitative descriptive methods. The test results show that the use of resonant type mufflers, three pass tubes and off-set tubes can reduce fuel consumption by 8,29%, 15,06% and 13.71%. The best experimental muffler to reduce fuel consumption is obtained on the muffler type three pass tube, because it has a back pressure that is greater so that the fuel consumption needed by the engine is lower because at the time of overlapping air valves, and new fuel into the combustion chamber held by exhaust gas. Keywords: Muffler, resonant, three pass tube, off-set tube, fuel consumption.
PENGEMBANGAN MODUL TEKNOLOGI PENGECATAN DAN PERBAIKAN BODY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI PENGECATAN MAHASISWA D3 JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA RATRIKA RINA OKTAVIANI, DEVA; YASA UTAMA, FIRMAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Selama ini pembelajaran mata kuliah Teknologi Pengecatan masih menggunakan teknologi pengecatan yang terbatas di Laboratorium Pengecatan Teknik Mesin Unesa. Guna mendukung pembelajarannya dilakukan studi ekskursi di bengkel pengecatan diluar kampus dengan penerapan teknologi berbeda-beda, namun penerapan teknologi tersebut belum dapat dilakukan di kampus karena kendala keterbatasan fasilitas yang ada di Laboratorium Pengecatan. Hal ini menyebabkan mahasiswa masih merasa sedikit kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan berdasarkan teori dan aplikasi teknologi pengecatan. Dampaknya mempengaruhi tingkat keberhasilan nilai hasil belajar mahasiswa yang belum maksimal. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul serta mencari tingkat validitasnya, mengetahui respon mahasiswa terhadap modul, dan hasil belajar mahasiswa setelah penggunaan modul. Jenis penelitian ini merupakan research and development (RND) dengan model pengembangan 4-D dari Thiagarajan (1974). Model 4-D adalah model pengembangan media pembelajaran yang terdiri dari empat tahapan yaitu: pendefinisian (Define), perancangan (Design), pengembangan (Develop), dan penyebaran (Disseminate). Namun karena keterbatasan waktu penelitian sehingga belum melakukan tahap penyebaran (Disseminate) di luar kampus. Instrumen penelitian dengan menggunakan validitas modul dan angket respon mahasiswa. Analisis data dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Tingkat validitas modul mempunyai hasil presentase kelayakan modul rata-rata 84,48% dengan kategori sangat layak. Respon mahasiswa setelah menggunakan modul teknologi pengecatan diperoleh sampel yang representatif didapatkan rata-rata penilaian modul sebesar 87,71% sehingga dikategorikan sangat baik. Hasil belajar mahasiswa semakin meningkat dan lebih optimal setelah menggunakan modul tersebut. Serta hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah teknologi pengecatan setelah mengikuti pembelajaran menggunakan modul Teknologi Pengecatan terjadi peningkatan rata-rata 25.25% pada tiap mahasiswa. Kata kunci: Modul teknologi pengecatan dan perbaikan body, kontekstual, pengembangan 4-D. Abstract While learning the Painting Technology course, it still uses limited examination technology at the Unesa Mechanical Engineering Painting Laboratory. In order to support the learning, an excursion studio is done in an off-campus painting workshop with different technology applications, but the application of this technology cannot be done on campus because it facilitates the facilities in the Painting Laboratory. This causes students still having a little difficulty in the material presented based on the theory and application of painting technology. The impact is very useful. Student learning value is not optimal. Therefore the purpose of this study is to develop the module and find out the level of validity, find students responses to the module, and student learning outcomes after using the module. This type of research is a research and development (RND) with a 4-D development model from Thiagarajan (1974). The 4-D model is a learning media development model that consists of four stages: defining, designing, developing, and disseminating. However, due to limited research time, it has not yet carried out the Disseminate stage outside campus. The research instrument uses the module validity and student response questionnaire. Data analysis using quantitative descriptive. Module validity level has a module percentage worthiness of an average of 84.48% with a very decent category. Student responses after using the painting technology module obtained a representative sample obtained an average assessment module by 87.71% so it is categorized very well. Student learning outcomes are increasing and more optimal after using the module. As well as student learning outcomes in painting technology courses after participating in learning using the Painting Technology module there was an increase of 25.25% on each student. Keywords: Body painting and repair technology module, contextual, 4-D development.
PENGARUH PENGGUNAAN HEATER PADA KNALPOT YAMAHA NEW VIXION LIGHTNING TERHADAP PERFORMA MESIN SYIFA NUGRAHA, ATA; , WARJU
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Populasi kendaraan bermotor yang terus meningkat dapat mengakibatkan peningkatan kadar emisi gas buang. Penyumbang emisi gas buang terbesar berasal dari knalpot kendaraan bermotor. Saat ini dunia otomotif (khususnya sepeda motor) berkembang sangat pesat. Sebagai alat transportasi tentunya sepeda motor juga membutuhkan performa mesin yang optimal. Banyak cara yang ditempuh oleh konsumen untuk menghasilkan sepeda motor dengan performa yang tinggi. Modifikasi yang sering dilakukan adalah dengan cara penggantian parts racing pada sepeda motor untuk mecapai performa yang diinginkan. Ada berbagai macam cara melakukan modifikasi pada mesin yang bertujuan untuk meningkatkan performa mesin sepeda motor. Salah satunya dengan modifikasi, heater pada muffler sepeda motor Yamaha New Vixion Lightning. Metode penelitian ini bersifat eksperimental deskriptif kuantitatif dengan standar pengujian performa mesin berdasarkan SAE J1349. Instrumen penelitian adalah tachometer, chassis dynamometer, thermocouple, thermo control, 4-in-1 multifunction environment meter, stopwatch, dan fuel meter. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dimana penelitian ini menggambarkan fenomena, baik yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan heater pada knalpot sepeda motor Yamaha New Vixion Lightning dapat meningkatkan performa mesin. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya performa mesin pada sepeda motor Yamaha New Vixion Lightning. Dengan menggunakan knalpot eksperimen 1 heater dapat mereduksi konsumsi bahan bakar rata-rata sebesar 28,19%, meningkatkan torsi rata-rata sebesar 6,53%, dan meningkatkan daya rata-rata sebesar 3,85%. Sedangkan dengan menggunakan knalpot eksperimen 2 heater dapat mereduksi konsumsi bahan bakar rata-rata sebesar 42,91%, meningkatkan torsi rata-rata sebesar 10,13%, dan meningkatkan daya rata-rata sebesar 10,23%. Kata kunci: Heater, knalpot, torsi, daya, konsumsi bahan bakar Abstract An increasing population of motor vehicles can result in increased levels of exhaust emissions. The biggest contributor to exhaust emissions comes from motor vehicle exhaust. Currently the automotive world (especially motorcycles) is developing very rapidly, as a means of transportation of course motorcycles also need optimal engine performance. Many ways traveled by consumers to produce motorbikes with high performance. Modifications are often done is to replace racing parts on a motorcycle to achieve the desired performance. There are various ways to make modifications to the engine that aims to improve the performance of motorcycle engines, one of them is by modifying mufflers on Yamaha New Vixion Lightning motorcycles. This research method is quantitative descriptive experimental with exhaust gas emission testing standards based on SAE J1349. The research instruments were tachometer, chassis dynamometer, thermocouple, thermo control, 4-in-1 multifunction environment meter, and fuel meter. Data analysis uses quantitative descriptive methods where this research describes phenomena, both natural and human engineering. The test results show that the use of a heater on a Yamaha New Vixion Lightning motorcycle exhaust can improve engine performance. This is indicated by the increase in engine performance on Yamaha New Vixion Lightning motorcycles. By using experimental exhaust 1 heater, it can reduce the average fuel consumption by 28.19%, increase the average torque by 6.53%, and increase the average power by 3.85%. Whereas by using the experimental exhaust 2 heater, it can reduce the average fuel consumption by 42.91%, increase the average torque by 10.13%, and increase the average power by 10.23% Keyword: Heater, muffler, torque, power, fuel consumption
ANALISA PENGUKURAN PRODUKTIVITAS MESIN CNC MILLING ENGAN MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS DI PT. PAL INDONESIA ANUGRAH GUSTI, LIVEONE; AINI SUSANTI, NUR
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. PAL Indonesia adalah perusahaan industri galangan kapal di kota Surabaya. Sebagai satu perusahaan besar, pengembangan produktivitas mesin diperlukan untuk menjaga efektivitas dan efisiensi produk, ini dimaksudkan agar perusahaan dapat terus bersaing dengan perusahaan galangan kapal lainnya. Di Divisi GE (Rekayasa Umum), Mesin Penggilingan CNC FF dan Mesin Penggilingan MNC CNC. Evaluasi bahan yang diperlukan untuk mengelola, faktor-faktor produksi untuk meningkatkan produktivitas kerja adalah pengukuran efektivitas dan efisiensi dua mesin. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah bantuan program komputer, pendekatan perbatasan non-parametrik menggunakan Data Envelopment. Metode Analisis (DEA) dan menggunakan perangkat lunak DEAP (dengan Microsoft Excel) untuk memproses data. Penelitian ini menemukan penyebab rendahnya produktivitas dan efisiensi mesin Milling CNC FF dan mesin Milling CNC MNC. Kesimpulan dari penelitian ini adalah produktivitas Penggilingan FF-CNC memiliki nilai produktivitas yang lebih tinggi daripada Mesin Penggilingan MNC-CNC. hasil Mesin Penggilingan FF-CNC yang dilakukan pada bulan Juni-Agustus memiliki hasil berturut-turut yaitu 97,14% pada bulan Juni, 95,08% pada bulan Juli dan 99,77% pada bulan Agustus. nilai produktivitas dalam Mesin Penggilingan MNC-CNC memperoleh jumlah berturut-turut 95,42% pada bulan Juni, 93,71% pada bulan Juli, dan 96,57% pada bulan Agustus.Kata kunci: Produktivitas, Efisiensi, Efektivitas, Metode DEA.
PENGARUH PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN OPERATOR MESIN DALAM DI PT DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA (PERSERO) WAHYU ROCHMATULLAH, WIRATAMA; MADE MULIATNA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lingkungan kerja pada bagian mesin dalam di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (persero). Sudah menerapkan keselamatan serta kesehatan kepada para pekerjanya hal tersebut bertujuan untuk meningkatan disiplin kerja yang dapat mempengaruhi produktifitas karyawan. Namun pada perjalanannya, masih banyak pekerja yang kurang memiliki kesadaran untuk melaksanakan kesehatan dan keselamatan kerja yang sesuai standart perusahaan seperti, kurangya kesadaran dalam penggunan APD (Alat Pelindung Diri) dan belum melakukan Standart operational Prodsedur kerja secara aman sehingga berisiko terhadap suatu kecelakaan kerja yang nantinya akan mengganggu kinerja karyawan tersebut yang berdampak terhadap pemenuhan target yang telah ditetapkan perusahaan tersebut. Untuk itu penelitian ini di laksanakan dengan tujuan mencari tahu ada atau tidaknya pengaruh pelaksanaan (K3) kesehatan dan keselamatan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan bagian operator mesin dalam di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (persero). metode penelitian yang digunakan ialah penelitian Deskriptif kuantitatif dan pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi, angket dan dokumentasi. Dengan objek penlitian pada karyawan sebanyak 10 orang karyawan. Hasil penelitian pada intrumen angket dan data pengamatan menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap produktifitas kerja karyawan bagian operator mesin dalam di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (persero)?. Dengan nilai r hitung 0,641 dan uji t hitung diperoleh 2,359. koefisien determinasi diperoleh 0,410. Selanjutnya pada tabel Pengamatan didapat nilai r hitung 0,643. hasil uji t hitung diperoleh 2,377. koefisien determinasi diperoleh 0,413.Kata Kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Produktifitas, Operator Mesin , Uji T.AbstractThe work environment on the inside machine at PT. Doc and Shipping Surabaya (Persero). Already applying safety and health to its workers it aims to improve work discipline that can affect employee productivity. But on the way, there are still many workers who do not have the awareness to carry out occupational health and safety in accordance with company standards, such as lack of awareness in the use of PPE (Personal Protective Equipment) and have not carried out operational Standards for safe work procedures so that there is a risk of a work accident that will later will disrupt the employees performance which has an impact on meeting the targets set by the company. For this reason, this research was carried out with the aim of finding out whether or not the effect of the implementation of (K3) occupational health and safety on the work productivity of employees in the machine operator section at PT. Doc and Shipping (Persero). The research method used is quantitative descriptive research and data collection used is, observation, questionnaire and documentation. With the object of research on employees as many as 10 employees. The results of the research on questionnaire instruments and observational data conclude that there is a significant influence between occupational safety and health (K3) on the work productivity of employees of the machine operator section at PT. Surabaya Docs and Shipping (Persero) ". With the value of r count 0.641 and t test obtained 2,359. The coefficient of determination is 0.410. Furthermore, in the Observation table the r count value is 0.643. And the t test was obtained 2,377. The coefficient of determination obtained 0.413. Keywords: Occupational Safety and Health (K3), Productivity, Machine Operators, T Test