cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
HUBUNGAN ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA BIDANG PENGECORAN LOGAM DI PT. APIE INDO KARUNIA SIDOARJO DWI CAHYA, WASHINGTON; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBerkembangnya Hasil Produksi serta majunya Pemasukan Perusahaan bisa dipengaruhi dari bagimana karyawan mampu membuat produk secara banyak dan kontinu serta kemampuan produktivitas karyawan yang dimilikinya. Adapun cara yang bisa dilaksanakan sebuah perusahaan dengan tujuan meningkatkan produktivitas karyawan yaitu dengan melaksanakan program K3 Karyawan. Penelitian ini dilakukan tujuannya untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan K3 dan hubungan APD terhadap produktivitas kerja karyawan pada bagian pengecoran logam di PT. Apie Indo Karunia Sidoarjo. Populasi yang diteliti adalah karyawan pada bagian pengecoran logam dengan jumlah 6 orang karyawan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang menerapkan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Produktivitas karyawan dibidang pengecoran logam diuji di PT. Apie Indo Karunia Sidoarjo. Hal yang memengaruhi penggunaan APD dan pelaksanaan program K3 diukur menggunakan rumus uji validitas. Untuk mendapatkan bagaimana hubungannya, maka hasil dimasukkan ke rumus deskriptif kuantitatif untuk mendapatkan analisa yang lebih akurat menggunakan rumus r product moment kemudian dihitung menggunakan t hitung. Hasil analisis deskriptif menunjukan adanya hubungan rendah antara penggunaan APD terhadap Produktivitas Karyawan sesuai dengan korelasi r product momen yaitu 0,88 yang kemudian dianalisa menggunakan tabel analisis product termasuk dalam kategori Sangat Kuat. Dari tabulasi data yang telah diperoleh dengan menggunakan uji t menghasilkan koefisien korelasi lebih besar dari t tabel yaitu 3,099 ? 2,132. Kata Kunci : Alat Pelindung Diri , Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Produktivitas Kerja. AbstractThe Development of Production Results and the advancement of Company Revenue can be influenced by how employees are able to make a lot of products and continously as well as the productivity capabilities of its employees. The way a company can be implemented with the aim of increasing employee productivity is by implementing the Occupational Safety and Health program for Development. The purpose of this research is to find the implementation of K3 and the relationship of PPE to employee work productivity in the metal casting section at PT. Apie Indo Karunia Sidoarjo. The population studied was worker in the metal casting section with a total of 6 development. This research is a quantitative descriptive study that applies the method of observation, interview and documentation. Worker productivity in metal casting is tested at PT. Apie Indo Karunia Sidoarjo. Things that affect the use of PPE and the implementation of the K3 program can be measured using the validity test formula. To get the correlation between the two, than each result is entered into a quantitative descriptive formula to get a more accurate analysis using the r product moment formula and then calculated using t arithmetic. Descriptive analysis results show a low relationship between the use of PPE to worker Productivity in accordance with the correlation of produk r moment which is 0.88 which is then analyzed using the product analysis table included in the category of Very Strong. From the tabulation of data that has been obtained using the t test produces a correlation coefficient that is greater than t table that is 3,099 ? 2,132.Keywords: Personal Protective Equipment, Occupational Safety and Health , Work productivity.
HUBUNGAN ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA BIDANG PENGECORAN LOGAM DI PT. APIE INDO KARUNIA SIDOARJO DWI CAHYA, WASHINGTON; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBerkembangnya Hasil Produksi serta majunya Pemasukan Perusahaan bisa dipengaruhi dari bagimana karyawan mampu membuat produk secara banyak dan kontinu serta kemampuan produktivitas karyawan yang dimilikinya. Adapun cara yang bisa dilaksanakan sebuah perusahaan dengan tujuan meningkatkan produktivitas karyawan yaitu dengan melaksanakan program K3 Karyawan. Penelitian ini dilakukan tujuannya untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan K3 dan hubungan APD terhadap produktivitas kerja karyawan pada bagian pengecoran logam di PT. Apie Indo Karunia Sidoarjo. Populasi yang diteliti adalah karyawan pada bagian pengecoran logam dengan jumlah 6 orang karyawan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang menerapkan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Produktivitas karyawan dibidang pengecoran logam diuji di PT. Apie Indo Karunia Sidoarjo. Hal yang memengaruhi penggunaan APD dan pelaksanaan program K3 diukur menggunakan rumus uji validitas. Untuk mendapatkan bagaimana hubungannya, maka hasil dimasukkan ke rumus deskriptif kuantitatif untuk mendapatkan analisa yang lebih akurat menggunakan rumus r product moment kemudian dihitung menggunakan t hitung. Hasil analisis deskriptif menunjukan adanya hubungan rendah antara penggunaan APD terhadap Produktivitas Karyawan sesuai dengan korelasi r product momen yaitu 0,88 yang kemudian dianalisa menggunakan tabel analisis product termasuk dalam kategori Sangat Kuat. Dari tabulasi data yang telah diperoleh dengan menggunakan uji t menghasilkan koefisien korelasi lebih besar dari t tabel yaitu 3,099 ? 2,132. Kata Kunci : Alat Pelindung Diri , Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Produktivitas Kerja. AbstractThe Development of Production Results and the advancement of Company Revenue can be influenced by how employees are able to make a lot of products and continously as well as the productivity capabilities of its employees. The way a company can be implemented with the aim of increasing employee productivity is by implementing the Occupational Safety and Health program for Development. The purpose of this research is to find the implementation of K3 and the relationship of PPE to employee work productivity in the metal casting section at PT. Apie Indo Karunia Sidoarjo. The population studied was worker in the metal casting section with a total of 6 development. This research is a quantitative descriptive study that applies the method of observation, interview and documentation. Worker productivity in metal casting is tested at PT. Apie Indo Karunia Sidoarjo. Things that affect the use of PPE and the implementation of the K3 program can be measured using the validity test formula. To get the correlation between the two, than each result is entered into a quantitative descriptive formula to get a more accurate analysis using the r product moment formula and then calculated using t arithmetic. Descriptive analysis results show a low relationship between the use of PPE to worker Productivity in accordance with the correlation of produk r moment which is 0.88 which is then analyzed using the product analysis table included in the category of Very Strong. From the tabulation of data that has been obtained using the t test produces a correlation coefficient that is greater than t table that is 3,099 ? 2,132.Keywords: Personal Protective Equipment, Occupational Safety and Health , Work productivity.
ANALISA KELAYAKAN TEKNIS DAN UJI KINERJA MESIN PENGUPAS EMPON-EMPON HASIL PKMT UNESA TAHUN 2019 CATRI MUTIA, ARIFANI; , SOERYANTO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu UKM yang memproduksi jamu di Indonesia dan terletak di Surabaya adalah UKM Jamu Bu Puji yang sudah berdiri sejak tahun 2010. Proses produksi jamu bu puji ini dimulai dari persiapan dan pengupasan bahan baku, lalu pencucian, pengolahan menjadi jamu, dan pengemasan dengan waktu yang diperlukan kurang lebih 6 jam setiap harinya. Pertama, bahan baku jamu seperti kunyit dan kunir di kupas yang membutuhkan waktu 2.5 jam untuk mengupas 5kg bahan baku karena masih menggunakan cara konvensional dengan pisau serta bentuknya yang tidak beraturan. Karena proses pengupasan empon-empon bahan baku jamu di UKM Jamu Bu Puji masih secara manual dan cukup memakan waktu yang lama. Maka tim PKM-T UNESA pada tahun 2019 telah merancang bangun mesin pengupas empon-empon.Mesin pengupas empon-empon yang telah dibuat perlu dilakukan analisa kelayakan teknis dan uji kinerja supaya diketahui tentang kelayakan secara teknis dan performa optimal Mesin pengupas empon-empon yang telah dirancang bangun.Analisa kelayakan teknis mesin yang dilakukan pada penelitian ini meliputi : Kapasitas teoritis, kebutuhan daya penggerak, analisis unit transmisi, dan analisis poros. Uji Kinerja mesin meliputi : kapasitas aktual, efisiensi mesin, dan kebutuhan daya aktualHasil dari penelitian yaitu menunjukan bahwa mesin pengupas empon-empon secara teknis telah memenuhi perhitungan teoritis mesin, dan memiliki performa kinerja yang baik yakni dapat melakukan proses pengupasan 2x lebih baik produktivitasnya dibanding dengan manual, memiliki kebutuhan daya yang sesuai dengan daya rumahan milik UKM. Kata kunci: mesin pengupas, empon-empon, analisa kelayakan teknis, uji kinerja. Abstract One of the SMEs that produce jamu in Indonesia and is located in Surabaya is the Jamu Bu Puji SME which has been established since 2010. The process of producing this herbal medicine starts from the preparation and stripping of raw materials, then washing, processing into jamu, and packaging with time. it takes approximately 6 hours every day. First, the raw materials of herbal medicine such as turmeric and turmeric are peeled which takes 2.5 hours to peel 5kg of raw materials because they still use conventional methods with a knife and irregular shape. Because the process of stripping the empon-empon of raw materials for herbal medicine in UKM Jamu Bu Puji is still manually and it takes a long time. So the UNESA PKM-T team in 2019 had designed the empon-empon peeling machine.The empon-empon peeling machine that has been made needs to be analyzed by technical feasibility and performance testing so that it is known about the technical feasibility and optimal performance of the empon-empon peeling machine that has been designed and built.The technical feasibility analysis of the machine carried out in this study includes: Theoretical capacity, drive power requirements, transmission unit analysis, and shaft analysis. Engine performance tests include: actual capacity, engine efficiency, and actual power requirements.The results of the study are showing that the empon-empon peeling machine technically meets the theoretical calculations of the engine, and has good performance that is able to do the stripping process 2x better productivity than the manual, has the power requirements in accordance with the home-owned power of SMEs.Keyword : peeling machines, herbal ingredients, technical feasibility analysis, performance testing.
STUDI EKSPERIMEN KEKUATAN IMPACT DAN BENDING BAJA KARBON PEGAS DAUN AISI 1095 PADA MOBIL KIJANG KAPSUL 7K-EFI TAHUN 2000 DENGAN PERLAKUAN PANAS TEMPERING BAGUS PERMANA, AFIF; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Industri Otomotif pada zaman sekarang lebih cenderung mengutamakan kenyamanan dan keamanan saat berkendara di jalan. Untuk terwujudnya hal tersebut sangat dibutuhkan sistem suspensi yang sangat baik untuk kendaraan tersebut. Sistem suspensi berfungsi untuk meredam getaran dan meredam guncangan yang diterima kendaraan saat di jalan. Mengetahui pengaruh proses laku panas tempering terhadap baja pegas pada uji impact. Dan Mengetahui pengaruh proses laku panas tempering terhadap baja pegas pada uji bending.Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan suhu tempering 420?C, 540?C, dan 660?C. Benda kerja yang digunakan pada proses tempering adalah baja pegas baru mobil kijang kapsul AISI 1095. Sesudah proses pemanasan dilakukan tahap selanjutnya, benda kerja akan dilakukan pengujian kekuatan impact, dan bending. Standarisasi pengujian Impactnya adalah ASTM A370. Dan Standarisasi pengujian Bendingnya adalah ASTM E23-02Pada hasil pengujian impact baja pegas daun baru kekuatan impact maksimal, beban maksimal, dan sudut semua spesimen yang mendapat perlakuan panas tempering menunjukan adanya penurunan, seperti yang terjadi pada kekuatan impact maksimal variasi temperatur tempering 420?C yaitu sebesar 0,00359 Mpa menurun sebesar 55,71%, variasi temperatur 540?C yaitu sebesar 0,00159 Mpa menurun sebesar 20,12%, kemudian pada variasi 660°C yaitu sebesar 0,00127 Mpa menurun sebesar 81,62% dari kekuatan impact maksimal raw material sebesar 0,00691 Mpa. Pada hasil pengujian bending, baja pegas yang di beri perlakuan, nilai bending pada material menunjukan penurunan, pada variasi temperatur tempering 420?C yaitu sebesar 1057,50 Mpa menurun sebesar 4,79%, lalu variasi temperatur 540?C yaitu sebesar 1006,88 Mpa menurun sebesar 13,4%, kemudian variasi temperature 660°C yaitu sebesar 871,88 Mpa atau menurun sebesar 28,24% dari kekerasan raw material sebesar 1215,00 Mpa.
PENGARUH MEDIA PENDINGIN DAN KECEPATAN PUTAR SPINDLE TERHADAP HASIL KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA PADA PROSES FINISHING MENGGUNAKAN MESIN BUBUT CNC PU MASHUDI, AMIR; AINI SUSANTI, NUR
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi komputer mengalami kemajuan yang pesat seperti pengaplikasian pada mesin perkakas (mesin frais, bubut, gerinda, las, dan lain-lain). Perpaduan hasil teknologi komputer dengan mekanik ini telah menghasilkan mesin perkakas yang dinamakan Computer Numeric Controlled (CNC). Namun, terdapat kendala dalam proses pendinginan benda kerja yang disebabkan keausan alat potong, kecepatan potong, jalan pemakanan, dan kedalaman pemotongan. Penelitian dilakukan untuk menguji pembubutan dengan bahan baja S45C dengan memberi variasi media pendingin coolant dromus, udara bertekanan, dan tanpa pelakuan (tanpa coolant) dan kecepatan putaran spindle 1400 rpm, 1650 rpm, 1950 rpm. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen. Penelitian dilaksanakan bulan Februari-Maret 2020 di PT Tjokro Putra Perkasa Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu jenis variasi pendingin dan kecepatan putar spindle (variabel bebas), tingkat kekerasan permukaan baja S45C pada proses bubut CNC (variabel terikat), dan seluruh faktor yang mempengaruhi tingkat kekasaran permukaan pembubutan CNC selain variasi pendingin dan kecepatan spindle (variabel kontrol). Hasil penelitian adalah (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara variasi media pendingin dan kecepatan putar spindel terhadap hasil kekasaran permukaan benda kerja S45C pada proses finishing menggunakan mesin bubut CNC PU; (2) variasi media pendingin berpengaruh terhadap nilai kekasaran permukaan; (3) variasi yang paling rendah nilai kekasarannya yaitu media pendingin coolant dengan kecepatan putar spindel 1950 rpm menghasilkan nilai kekasaran 2,771 µm, dan variasi yang paling tinggi nilai kekasarannya yaitu variasi media pendingin udara bertekanan dengan kecepatan putar spindel 1400 rpm menghasilkan nilai kekasaran 3,313 µm. Kata Kunci: kecepatan putar, pendingin, CNC, baja S45C.
PENGARUH MEDIA PENDINGIN DAN KECEPATAN PUTAR SPINDLE TERHADAP HASIL KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA PADA PROSES FINISHING MENGGUNAKAN MESIN BUBUT CNC PU MASHUDI, AMIR; AINI SUSANTI, NUR
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi komputer mengalami kemajuan yang pesat seperti pengaplikasian pada mesin perkakas (mesin frais, bubut, gerinda, las, dan lain-lain). Perpaduan hasil teknologi komputer dengan mekanik ini telah menghasilkan mesin perkakas yang dinamakan Computer Numeric Controlled (CNC). Namun, terdapat kendala dalam proses pendinginan benda kerja yang disebabkan keausan alat potong, kecepatan potong, jalan pemakanan, dan kedalaman pemotongan. Penelitian dilakukan untuk menguji pembubutan dengan bahan baja S45C dengan memberi variasi media pendingin coolant dromus, udara bertekanan, dan tanpa pelakuan (tanpa coolant) dan kecepatan putaran spindle 1400 rpm, 1650 rpm, 1950 rpm. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen. Penelitian dilaksanakan bulan Februari-Maret 2020 di PT Tjokro Putra Perkasa Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu jenis variasi pendingin dan kecepatan putar spindle (variabel bebas), tingkat kekerasan permukaan baja S45C pada proses bubut CNC (variabel terikat), dan seluruh faktor yang mempengaruhi tingkat kekasaran permukaan pembubutan CNC selain variasi pendingin dan kecepatan spindle (variabel kontrol). Hasil penelitian adalah (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara variasi media pendingin dan kecepatan putar spindel terhadap hasil kekasaran permukaan benda kerja S45C pada proses finishing menggunakan mesin bubut CNC PU; (2) variasi media pendingin berpengaruh terhadap nilai kekasaran permukaan; (3) variasi yang paling rendah nilai kekasarannya yaitu media pendingin coolant dengan kecepatan putar spindel 1950 rpm menghasilkan nilai kekasaran 2,771 µm, dan variasi yang paling tinggi nilai kekasarannya yaitu variasi media pendingin udara bertekanan dengan kecepatan putar spindel 1400 rpm menghasilkan nilai kekasaran 3,313 µm. Kata Kunci: kecepatan putar, pendingin, CNC, baja S45C.
PENGARUH PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA MEKANIK DI BENGKEL HONDA MITRA GRESIK GALANG KUSUMA, BIMA; MADE MULIATNA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja adalah faktor yang sangat penting untuk mengurangi terjadinya kecelakaan kerja yang dapat mempengaruhi kualitas dan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kulaitas dan produktivitas kerja mekanik. Subyek penelitian yaitu mekanik di bengkel Honda Mitra Gresik. Metode penelitian menggunakan jenis Penelitian diskriptif kuantitatif dengan metode Cross sectional Study. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik observasi, angket, dan dokumentasi. Angket digunakan untuk mendapatkan informasi atau pendapat dari mekanik mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang ada. Hasil penelitian pada instrumen angket dan data pengamatan menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap produktivitas kerja mekanik di bengkel Honda Mitra Gresik dengan nilai rxy sebesar 0,645 dan nilai uji t sebesar 2,389 serta koefisien determinasi (rxy²) sebesar 0,416 atau 41,6 %.Kata Kunci: Keselamatan Kerja, Kesehatan Kerja, Produktivitas Kerja, Mekanik
PENGEMBANGAN MODUL CNC MACH3 TURN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS XII JURUSAN TEKNIK PEMESINAN SMK KRIAN 1 SIDOARJO ARDIANSAH, SLAMET; SUWITO, DJOKO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran CNC (Computer numerically controlled) di SMK Krian 1 Sidoarjo dirasa kurang efektif, karena kurangnya sarana prasarana untuk praktikum mesin CNC. Oleh karena itu perlu adanya sarana untuk menciptakan pembelajaran yang efektif. Pada saat ini masih belum ada modul untuk media pembelajaran CNC menggunakan aplikasi Mach3 Turn di SMK Krian 1 Sidoarjo. Maka dari itu perlu dikembangkan modul untuk membantu proses belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah Berhasil mengembangkan modul CNC mach3 turn yang telah teruji kelayakannya, Mengetahui tingkat kelayakan modul CNC mach3 turn, Mengetahui motivasi belajar siswa setelah mendapatkan pembelajaran CNC mach3 turn, Mengetahui hasil belajar siswa setelah mendapatkan pembelajaran CNC mach3 turn. Hasil penelitian didapatkan modul yang telah dikembangkan dengan tingkat kelayakan dari validasi materi memperoleh kriteria layak, validasi bahasa memperoleh kriteria sangat layak, validasi desain modul memperoleh kriteria layak. Rata-rata dari hasil pengamatan melalui angket motivasi belajar siswa memperoleh kriteria baik dengan perolehan nilai sebesar 75%. Nilai ketuntasan untuk hasil belajar siswa telah mengalami peningkatan dari uji coba tahap pertama (Pre-test) dengan uji coba tahap kedua(Post-test) yaitu sebesar 47%.
PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CRITICAL THINGKING DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF SISWA KELAS X TKR 1 DISMKN 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG KURNIANTO, BAGUS; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian PTK, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Critical Thingking siswa agar menjadi aktif dalam pembelajaran, dan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa agar niai siswa menjadi meningkat atau memenuhi nilai kriteria KKM. Metode penelitian ini adalah penelitian berbasis PTK. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes, dokumentasi dan observasi. Subjek penelitian adalah siswa SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan mata pelajaran Teknologi Dasar Otomotif kelas X TKR1 dengan jumlah 36 siswa. Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan lembar angket (RPP, butir soal). Hasil dari penelitian ini Siswa kelas X TKR 1 SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, pada siklus I mencapai 92,46% dan siklus II mencapai 92,04% dengan penerapan pembelajaran berbasis masalah pada materi rangkaian kelistrikan sederhana. Peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM pada ranah kognitif siklus I sebesar 27,7 % kemudian pada siklus II menjadi 77%, adanya peningkatan persentase hasil belajar ranah kognitif pada siklus I ke siklus II sebesar 49,3%. Kemudian pada hasil belajar ranah afektif yang awalnya pada siklus I sebesar 50% termasuk dalam kategori rendah kemudian pada siklus II adanya peningkatan yang mencapai kategori tinggi (66,67%) berjumlah 4 kelompok sedangkan yang 2 kelompok mencapai kategori sedang (33.33%). Pada ranah psikomotorik siklus I mencapai 94,47 dan siklus II mencapai 92,55% termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning, Critical Thingking, Hasil Belajar.
PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CRITICAL THINGKING DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF SISWA KELAS X TKR 1 DISMKN 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG KURNIANTO, BAGUS; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian PTK, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Critical Thingking siswa agar menjadi aktif dalam pembelajaran, dan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa agar niai siswa menjadi meningkat atau memenuhi nilai kriteria KKM. Metode penelitian ini adalah penelitian berbasis PTK. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes, dokumentasi dan observasi. Subjek penelitian adalah siswa SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan mata pelajaran Teknologi Dasar Otomotif kelas X TKR1 dengan jumlah 36 siswa. Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan lembar angket (RPP, butir soal). Hasil dari penelitian ini Siswa kelas X TKR 1 SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, pada siklus I mencapai 92,46% dan siklus II mencapai 92,04% dengan penerapan pembelajaran berbasis masalah pada materi rangkaian kelistrikan sederhana. Peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM pada ranah kognitif siklus I sebesar 27,7 % kemudian pada siklus II menjadi 77%, adanya peningkatan persentase hasil belajar ranah kognitif pada siklus I ke siklus II sebesar 49,3%. Kemudian pada hasil belajar ranah afektif yang awalnya pada siklus I sebesar 50% termasuk dalam kategori rendah kemudian pada siklus II adanya peningkatan yang mencapai kategori tinggi (66,67%) berjumlah 4 kelompok sedangkan yang 2 kelompok mencapai kategori sedang (33.33%). Pada ranah psikomotorik siklus I mencapai 94,47 dan siklus II mencapai 92,55% termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning, Critical Thingking, Hasil Belajar.