cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.shulhany@gmail.com
Phone
+6285156620339
Journal Mail Official
p3m@poltekpel-banten.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Karang Serang Nomor 1, Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Kode Pos 15530.
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Journal Marine Services
ISSN : 31638643     EISSN : 3163866X     DOI : https://doi.org/10.62391/jms
Core Subject :
Journal Marine Services adalah jurnal dengan sistem double-blind peer-review yang berfokus pada pengabdian masyarakat bidang Nautika, Permesinan Kapal, Kelistrikan, Elektronika, Manajemen Transportasi Laut, Kepelabuhanan, Pencemaran Lingkungan Laut, Keselamatan Pelayaran, dan Pendidikan Maritim. Diterbitkan dua kali setahun pada bulan April dan Oktober oleh Politeknik Pelayaran Banten, sejak Oktober 2025. Jurnal ini diterbitkan secara cetak dan elektronik
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Gerakan generasi muda mendukung MARPOL 50 Tahun untuk pelestarian lingkungan laut Hendi Prasetyo; Rudi Harun Irwansyah; Akhmad Ndori; Dwi Antoro; Kusharyanto; Fauhidzi Zulistian; Asnawi; Ahmad Munawir; Pierre Marcello Lopulalan; Syairi Anwar
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.250

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat serta taruna terhadap perlindungan ekosistem laut, sejalan dengan peringatan 50 tahun konvensi MARPOL. Lingkungan laut saat ini menghadapi ancaman serius dari pencemaran sampah plastik dan limbah kapal yang berdampak pada kesehatan manusia serta ekonomi masyarakat pesisir. Masalah utama yang diidentifikasi adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai regulasi internasional pencegahan pencemaran (MARPOL) dan minimnya aksi nyata dalam pengelolaan sampah di area pantai. Metode yang digunakan meliputi seminar edukasi interaktif dengan paparan dari dosen ahli, diskusi kelompok, serta aksi bersih pantai yang melibatkan lebih dari 100 partisipan di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya transformasi signifikan pada kebersihan lingkungan pantai dan peningkatan pemahaman teoretis peserta mengenai kategori polusi laut. Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah setempat, dan generasi muda, program ini berhasil membangun fondasi bagi gerakan pelestarian laut yang berkelanjutan untuk menjaga warisan alam bagi generasi mendatang.   This community service activity aims to increase the awareness and commitment of the community and cadets towards the protection of marine ecosystems, coinciding with the 50th anniversary of the MARPOL convention. The marine environment currently faces serious threats from plastic waste and ship waste, which impact human health and the economy of coastal communities. The main problems identified are the community's lack of understanding regarding international regulations for the prevention of pollution (MARPOL) and the lack of concrete action in waste management in beach areas. The methods used included interactive educational seminars with presentations from expert lecturers, group discussions, and beach cleanup actions involving more than 100 participants on Lancang Island, Thousand Islands. The results of the activity showed a significant transformation in the cleanliness of the beach environment and an increase in participants' theoretical understanding of marine pollution categories. Through collaboration between academics, local governments, and the younger generation, this program has successfully built a foundation for a sustainable marine conservation movement to safeguard natural heritage for future generations.
Penyuluhan kebersihan terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan pada kawasan pesisir Kabupaten Tangerang Rahmat Santoso; Boedi Prihandono; Astri Kustina Dewi; Deny Adi Setyawan; Alvian Demaz Peramutya; Nurfadhlina; Ade Taopik Hidayatuloh; Rabbani Ischak; Weli Agus Setiawan
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.251

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, dalam mengelola sampah secara berkelanjutan di kawasan pesisir. Kawasan pesisir sering kali menjadi tempat pembuangan sampah yang tidak terkelola, sehingga mengancam ekosistem laut dan kesehatan masyarakat. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya pemahaman mengenai dampak sampah plastik serta keterbatasan sarana pembuangan sampah yang memadai. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup penyuluhan teori mengenai klasifikasi sampah dan daur ulang, diskusi interaktif, serta implementasi praktis berupa pembagian 25 drum sampah dan aksi pembersihan pantai bersama warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan warga mengenai pemilahan sampah organik dan non-organik serta terciptanya lingkungan pesisir yang lebih bersih. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa pesisir lainnya untuk mewujudkan lingkungan maritim yang asri dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan komunitas lokal.   This community service activity aims to increase the awareness and active participation of the people in Kohod Village, Pakuhaji District, Tangerang Regency, in managing waste sustainably in coastal areas. Coastal regions often become unmanaged waste disposal sites, threatening marine ecosystems and public health. The main issues identified include low understanding of the impact of plastic waste and the limited availability of adequate waste disposal facilities. The methods used in this activity include theoretical counseling on waste classification and recycling, interactive discussions, and practical implementation through the distribution of 25 trash drums and a joint beach cleanup with residents. The results show a significant increase in residents' knowledge regarding organic and non-organic waste sorting and the creation of a cleaner coastal environment. This success is expected to serve as a model for other coastal villages to achieve a beautiful and sustainable maritime environment through collaboration between academics, village governments, and local communities.

Page 2 of 2 | Total Record : 12