cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Perempuan Usia 35 Tahun dengan Skizofrenia Paranoid Izzah Tsaqoofah Jati; Reza Khairunnisa; Idoviari Putriyantiwi; Eurolia Naba Mutiarasari; Adriesthi Herdaetha
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia paranoid dapat ditegakkan berdasarkan kriteria diagnosis PPDGJ III yaitu dengan memenuhi kriteria skizofrenia ditambah dengan gejala-gejala paranoid. Kasus ini, pasien perempuan 35 tahun, diantar suaminya dengan keluhan marah-marah dan tidak bisa tidur. Pasien sering marah-marah karena sering mendengar bisikan yang menjelek-jelekkan pasien dan menyuruh pasien. Pasien berkata bahwa suaminya kesal padanya dan berselingkuh dengan perempuan lain. Status Psikiatri didapatkan perilaku psikomotor normoaktif, dalam pembicaraan pasien dapat menjawab pertanyaan pemeriksa cukup baik, volume cukup, intonasi cukup, serta artikulasi kurang jelas. Mood hipertimia, afek meningkat, keserasian serasi, empati tidak dapat dirabarasakan, halusinasi auditori tipe commenting dan commanding, ilusi olfaktori, depersonalisasi dan derealisasi, bentuk pikir nonrealistik, waham rujukan, waham curgia, waham kecemburuan, arus pikir sirkumstansial, orientasi, daya ingat baik, kemampuan abstrak terganggu, visuospasial baik, daya konsentrasi baik, dapat mengendalikan impuls, daya nilai terganggu, tilikan derajat 1, taraf kepercayaan dapat dipercaya. Diagnosis disesuaikan dengan PPDGJ III dan ditegakkan skizofrenia paranoid. Rencana terapi berupa chlorpromazine 3x25 mg PO ditambah dengan psikoedukasi, intervensi keluarga, CBT, dan rehabilitasi.
Seorang Laki-Laki Usia 57 Tahun dengan Efusi Pleura Sinistra disertai Bronkopneumonia Laisa Khotik; M Musdalifah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor penyakit paru dan pernafasan terus meningkat dan mempunyai aspek kesehatan masyarakat yang luas. Laporan kasus ini akan membahas seorang laki laki 57 tahun dengan penyakit paru efusi pleura dan bronkopneumonia. Pasien Bp. T usia 57 tahun datang ke poli paru RSUD Karanganyar pada tanggal 04 september 2023 dengan keluhan kontrol rutin disertai sesak, pusing, dan berjalan ngos-ngosan. Hasil pemeriksaan cairan pleura teridentifikasi menunjukkan sel-sel radang tersebar yang berupa limfosit dan leukosit PMN dan pada pemeriksaan foto thorax terdapat kesan cor tidak membesar, gambaran bronkopneumonia, efusi pleura kanan kiri. Pasien dirawat inap di RSUD Karanganyar untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Apendisitis Kronis dan Hernia Inguinalis Lateralis Reponibel Dextra dengan Simpel Apendektomi dan Hernia Repair: Laporan Kasus Lian Adhalia; Budi Yuwono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks vermiformis yang terjadi karena obstruksi lumen yang disebabkan oleh hiperplasi folikel limfoid, fekalit, parasit dan tumor. Kasus ini menjelaskan seorang pasien laki-laki 49 tahun dengan nyeri perut kanan bawah dan area bawah pusar yang dirasakan semakin memberat saat aktivitas dan diperingan dengan posisi tungkai atas ditekuk. Pasien juga mengeluhkan adanya mual dan muntah. Pasien juga mengeluhkan adanya benjolan di lipatan paha kanan yang muncul saat pasien melakukan aktivitas berat dan seringkali benjolan berpindah di skrotum. Benjolan bisa menghilang jika pasien memasukkannya kembali dengan jari. Benjolan muncul sejak 10 tahun SMRS, pasien tidak merasakan adanya nyeri. Pada pemeriksaan lokalis didapatkan tampak benjolan berbentuk memanjang di regio inguinalis dextra, warna sama dengan kulit sekitar, saat pasien batuk dan mengejan benjolan tampak berpindah ke skrotum dan pada Palpasi terdapat benjolan yang bisa di reposisi. Pada pemeriksaan penunjang USG didapatkan kesan apendisitis kronis. Pasien ini didiagnosis Apendisitis Kronis Dan Hernia Inguinalis Lateralis Dextra Reponibel dan dilakukan tindakan Apendektomi Dan Hernia Repair.
Laki-Laki 44 Tahun dengan Vulnus Perforatum Regio Antebrakial Dekstra et Causa Korpal Kayu Maharotullaili Nur Azizah; Arif Budi Satria
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vulnus atau luka merupakan cedera yang merusak kulit atau jaringan tubuh berupa goresan, gesekan, dan tusukan. Penyebab kejadian vulnus antara lain trauma tumpul, trauma tajam, paparan suhu, paparan listrik, sambaran petir, paparan zat asam atau basa, elektromagnetik, dan invasi binatang seperti ular, anjing, kalajengking, tawon, dan lebah. Luka yang tergolong ringan seperti sayatan dan goresan biasanya tidak memerlukan penanganan medis. Sedangkan luka yang memungkinkan terjadinya infeksi perlu untuk ditangani segera agar tidak terjadi komplikasi. Pada kasus ini dilaporkan adanya pasien Tn. A dengan keluhan nyeri pada lengan tangan kanan karena adanya luka tembus oleh kayu yang tertancap. Pasien kemudian diprogramkan untuk operasi eksplorasi, repair musculus, dan repair vulnus.
Seorang Perempuan Berusia 35 Tahun dengan Dermatitis Numularis: Laporan Kasus Martdwitanti Ajeng Kumalaningtyas; Retna Ika Suryaningrum
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis numularis adalah dermatitis yang bentuknya menyerupai uang logam dan biasanya menyerang daerah ekstremitas. Penyebabnya tidak diketahui. Staphylococcus dan micrococcus diduga ikut berperan, mengingat jumlah koloninya meningkat walaupun tanda klinis infeksi tidak tampak. Mungkin juga terjadi melalui mekanisme hipersensitivitas. Pasien seorang Wanita usia 35 tahun datang ke Poli Klinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo dengan keluhan gatal pada punggung kaki kanan. Keluhan muncul sejak 2 minggu yang lalu. Awal muncul plenting–plenting berisi cairan dan pecah kemudian disusul bagian kulit mengalami kemerahan. Pada pemeriksaan fisik status dermatologik makula eritematosa berbatas tegas ukuran numular dengan permukaan berupa squama tebal berwarna putih dan krusta berwarna kecoklatan. Pasien didiagnosis menderita dermatitis numularis. Tatalaksana pada pasien ini berupa nonmedikamentosa dan medikamentosa berupa sistemik dan topikal. Pada pasien ini diberikan obat Cefat 500mg dua kali sehari, exaflam dua kali sehari, Genolon cream dioleskan tiga kali sehari pada lesi, dan obat racikan berisi sanexon 1 tab, cetirizine ½ tab diberikan 2 kali sehari pada 3 hari pertama, 1 kali sehari untuk 3 hari selanjutnya.
Seorang Laki-Laki Usia 35 Tahun dengan Morbus Hansen dan Reaksi Eritema Nodosum Leprosum (ENL) Maulina Yulianti; Milany Harirahmawati; Narendra Putra Adi Pamungkas; Lorenza Eka Damayanti; Hengki Setyawan; Aisyawa Sabrina Aliyah Sanyoto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Morbus Hansen atau Kusta adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae. Kuman M. Leprae masuk ke dalam tubuh seseorang dapat timbul gejala klinis sesuai dengan kerentanan pasien. Reaksi kusta merupakan penyebab signifikan morbiditas pada populasi penderita kusta. Eritema Nodosum Leprosum (ENL) merupakan komplikasi imunologi yang menyerang sekitar 50% pasien kusta lepromatosa (LL) dan 10% kusta borderline lepromatous (BL). Studi Kasus : Seorang laki-laki usia 35 tahun mengeluhkan gatal pada area UKK. Pasien pertama kali datang ke Poliklinik Kulit RSUD Karanganyar terdiagnosis Morbus Hansen dengan keluhan pertama muncul papul eritema kecoklatan diseluruh wajah dan tubuh. Hasil pemeriksaan fisik semua normal kecuali status dermatologis pasien terdapat macula eritema kecoklatan multiple pada wajah dan tubuh serta nodul eritema multiple di punggung dengan lesi >5 pada seluruh permukaan wajah, leher, dada, punggung, tangan dan kaki. Hasil pemeriksaan saraf tidak terdapat anestesia dan pemeriksaan laboratorium Hansen BTA Kulit dinyatakan positif. Pasien terdiagnosa Morbus Hansen dengan reaksi Eritema Nodosum Leprosum (ENL). Kesimpulan : Diagnosa pasien yaitu Morbus Hansen tipe multibasilar (MB) dengan reaksi Eritema Nodosum Leprosum (ENL).
Seorang Anak Perempuan Usia 11 Tahun dengan Dengue Shock Syndrome Melita Febry Vianti; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue Shock Syndrome (DSS) merupakan keadaan darurat medik dengan angka kematian cukup tinggi, DSS berawal dari Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kemudian mengalami syok. DBD adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dengue, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4 dan disebarkan melalui nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Pada suhu yang panas dengan kelembaban yang tinggi, nyamuk tersebut akan tetap bertahan hidup untuk jangka waktu lama. Dilaporkan salah satu kasus DSS pada seorang anak Perempuan berusia sebelas tahun di RSUD DR. Harjono. Diagnosis dari DSS ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan suhu 37,1°C, denyut nadi 135 kali/menit, frekuensi napas 24 kali/menit, tekanan darah 80/50 mmHg, serta SpO2 99% dengan NC 3 lpm. Dilakukan pemeriksaan darah rutin pada pasien setiap hari. Pasien dirawat di ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Pasien diberikan terapi cairan berupa infus Ringer Laktat dan dilakukan monitoring cairan serta pemberian obat-obatan simptomatik.
Seorang Anak Laki-Laki 7 Tahun dengan Keluhan Sulit Buang Air Kecil Mellisa Kusuma; Riza Mazidu Sholihin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retensi urin pada anak adalah entitas yang langka dengan hanya sedikit literatur tentang etiologinya. Balanoposthitis adalah peradangan yang mempengaruhi glans penis dan preputium. Prevalensi pada laki-laki dari segala usia adalah antara 12% sampai 20%. Balanoposthitis menimbulkan manifestasi nyeri dan iritasi pada preputium dan glans penis, tenderness, edema, gatal, area kulit mengkilap, kotoran berbau busuk (smegma) di bawah preputium, nyeri saat buang air kecil atau ejakulasi, perubahan warna (merah, ungu atau sedikit lebih gelap dari warna kulit biasanya) yang mungkin terlihat seperti ruam, luka atau lesi di kepala penis. Pada kasus ini, anak laki-laki berumur 7 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan sulit buang air kecil disertai nyeri saat hendak berkemih, nyeri hilang timbul. Pasien belum pernah mengalami keluhan serupa. Pasien belum pernah disunat. Pemeriksaan fisik pada genetalia eksterna didapatkan edema, eritem, nyeri tekan. Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, keluhan pasien ini mengarah kepada balanoposthitis. Penatalaksanaan kasus ini diberikan medikamentosa.
Seorang Laki-Laki 44 Tahun dengan Othematoma (Hematoma Aurikula): Laporan Kasus Mila Cahya Utami; Serafika Permoni Putri Manyakori; Muhammad Izaz Imtiyaz Yumna
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hematoma aurikula merupakan keadaan terkumpulnya darah pada ruang antara perikondrium dan kartilago telinga. Hematoma aurikula umumnya terjadi akibat trauma tumpul yang berhubungan dengan olahraga kontak, kecelakaan, atau kekerasan. Pasien dengan hematoma aurikula biasanya datang ke fasilitas kesehatan dengan gejala pembengkakan pada telinga yang terkadang bisa disertai nyeri berdenyut ringan sampai sedang. Dalam kasus ini dilaporkan pasien datang ke Poli THT RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo dengan keluhan terdapat pembesaran pada daun telinga sebelah kiri sejak 3 minggu. Pasien mengaku jika pada daun telinga kiri tersebut terasa nyeri, panas dan mengganjal. Pasien dilakukan pemeriksaan THT-KL, didapatkan bentuk aurikula sinistra yang abnormal dan didapatkan adanya edema. Temuan pemeriksaan fisik pada hematoma aurikular meliputi: ketidakteraturan kontur telinga, pembengkakan dan area berfluktuasi di atas bagian tulang rawan telinga. Hematoma umumnya ditemukan antara heliks dan antiheliks, dapat menyebar pada fossa antiheliks. Penatalaksanaan hematoma aurikula meliputi insisi drainage dengan tekan bebat dengan teknik bolster. Hematoma aurikula dapat sembuh dengan baik dan jarang menimbulkan gejala sisa apabila terapi dilakukan adekuat dan segera.
Laporan Kasus: Gambaran CT Scan pada Laki-Laki Usia 30 Tahun Post KLL dengan Epidural Hemoragik Muhammad Iqbal Ilyasa; Citra Dewi Savitri; Lissiani Candra
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epidural hemoragik (EDH) adalah perdarahan yang terjadi pada ruang epidural, biasanya terjadi pada fossa kranii media karena adanya laserasi arteri meningea media, walaupun bisa juga terjadi pada fossa anterior ataupun posterior. Laki-laki usia 30 tahun ditemukan polisi tergeletak dijalan dan tanpa ada yang mengetahui kronologi kejadian. Pasien sulit diajak komunikasi dan tampak bingung. GCS E3V4M6 somnolen, pasien tampak lemah, suhu 36°C, tekanan darah 115/92 mmHg, HR 63x/menit, saturasi oksigen 98%, dan RR 20x/menit. Pemeriksaan CT Scan Kepala didapatkan gambaran tampak lesi hiperdens 73 HU bentuk lentikuler diregio frontal dekstra, kesimpulan Epidural hemoragik volume 1.5 cc regio frontal dekstra. Pasien selanjutnya diputuskan untuk dirawat dan observasi dengan terapi Infus NaCl 0,9% 16 tpm, injeksi ceftriakson 3x1g, dan infus paracetamol 2 x 1000mg.