cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Distosia Bahu Evi Miarnasari; Arief Prijatna
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distosia bahu adalah suatu kondisi kegawatdaruratan obstetri pada persalinan pervaginam dimana bahu janin gagal lahir secara spontan setelah lahirnya kepala janin. Distosia bahu merupakan kegawatdaruratan obstetri yang jarang, tetapi berbahaya bagi ibu dan janin. Bahu depan bayi terperangkap di tulang pubis ibu. Persalinan kepala biasanya diikuti dengan kelahiran bahu dalam 24 detik, jika persalinan bahu lebih dari 60 detik dianggap distosia bahu. Angka kejadian distosia bahu juga bervariasi berdasarkan berat badan bayi yang dilahirkan, dimana 0,6-1,4% terjadi pada bayi dengan berat badan 2500-4000 gram, dan meningkat menjadi 5-9% pada bayi dengan berat badan 4000-4500 gram dari ibu tanpa diabetes. Komplikasi distosia bahu pada janin antara lain cedera pleksus brakialis, fraktur humerus dan klavikula, asfiksia, ensefalopati bahkan kematian perinatal. Sedangkan komplikasi yang dapat terjadi pada ibu adalah atonia uteri, laserasi, dan perdarahan. Distosia bahu masih menjadi tantangan bagi paramedis karena tidak dapat diprediksi, sehingga penolong persalinan harus benar-benar memahami prinsip-prinsip manajemen. Manajemen penanganan distosia bahu disebut ALARMER. Interval waktu antara kelahiran kepala dan kelahiran tubuh sangat penting untuk kelangsungan hidup.
Eritroderma pada Laki-Laki Usia 77 Tahun: Laporan Kasus Fairuz Ulfah; Eddy Tjiahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eritroderma adalah kelainan kulit yang ditandai dengan kemerahan dan sisik yang bersifat generalisata, yang mencakup 90-100% permukaan tubuh dan berlangsung dalam beberapa hari sampai beberapa minggu. Apabila eritemanya mencakup 50 sampai <90% disebut dengan pre eritroderma. Faktor risiko dari eritroderma adalah perluasan dari penyakit kulit yang terjadi sebelumnya, seperti psoriasis, dermatitis atopik, penyakit sistemik atau keganasan (cuttaneous T-cell lymphoma), reaksi obat, dan pada beberapa kasus tidak ada etiologi yang spesifik, disebut dengan eritroderma idiopatik. Dalam kasus ini dilaporkan seorang laki-laki di poliklinik kulit dan kelamin Rumah Sakit Daerah Sayidiman Magetan, usia 77 tahun mengeluhkan gatal dan panas yang terus menerus di seluruh tubuh sejak 2 bulan yang lalu, gatal dan panas, memberat saat terpapar udara panas dan berkeringat, keluhan disertai pengelupasan kulit yang semakin lama semakin meluas dan kedua kaki pasien bengkak. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan faktor risiko yang berpengaruh pada kasus ini antara lain pasien sebelumnya mengalami sakit kulit berupa psoriasis. Dari pemeriksaan status dermatologis didapatkan ujud kelainan kulit berupa makula hiperpigmentasi eritematosa batas tidak jelas dengan deskuamasi berwarna putih tertutup skuama tipis. Diagnosis pada kasus ini adalah eritroderma. Maka dari kasus klinis yang kami temukan, kami tertarik untuk membahas kasus ini beserta kriteria diagnosis dan tatalaksananya.
Penyakit Jantung Reumatik pada Anak Gusti Reka Kusuma; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung reumatik merupakan kelainan katup jantung yang menetap akibat demam reumatik sebelumnya. Demam reumatik disebabkan oleh infeksi streptococcus kelompok A sebelumnya. Penyakit jantung reumatik dapat menimbulkan stenosis atau insufisiensi atau keduanya. Terkenanya katup dan endocardium adalah manifestasi paling penting dari demam reumatik. Prevalensi PJR di Indonesia 0.3-0.8% dengan rentan usia 5-15 tahu. Kriteria diagnostik PJRditujukan untuk pasien yang datang pertama kali dengan mitral stenosis murni atau kombinasi stenosis mitral dan insufiensi mitral dan/atau penyakit katup aorta. Kami melaporkan Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dengan keluhan Nyeri dada sejak sore sebelum masuk rumah sakit. keluhan dirasakan hilang timbul dan terjadi selama 3 kali dengan durasi nyeri sekitar 5 menit. Pasien sempat demam sebelum nyeri dada dan beberapa kali mengeluhkan kaki nya nyeri namun tidak ada luka ataupun kemerahan. Keluhan lain seperti sesak (-) batuk pilek (-), Mual (-), Muntah (-) nyeri perut (-), kejang (-) BAB dan BAK dalam batas normal. Pasien baru pertama ini mengalami nyeri dada seperti yang di rasakan, tidak ada riwayat sakit sebelum masuk rumah sakit. Penatalaksanaan PJR terdiri dari tirah baring, pemusnahan streptococcus beta hemolyticus kelompok A, dan mensupresi inflamasi dari respon autoimun.
HIV dalam Kehamilan: Laporan Kasus Henandwita Fadilla Pravitasari; Edy Susanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS adalah penyakit menular disebabkan oleh human immunodeficiency virus. Ketika dua orang melakukan hubungan seksual, cairan meningkatkan risiko penularan HIV dari satu orang ke orang lain. Cairan tersebut meliputi cairan vagina, darah, air, dan cairan pra-ejakulasi. Kasus laporan seorang ibu hamil 37-38 minggu HIV-positif. Pasien mendapatkani terapi ARV sejak diketahui bahwa mengidap HIV pada minggu ke delapan kehamilannya. Suami pasien telah memakai ARV selama dua tahun terakhir untuk mengatasi infeksi HIV-nya. Pasien menjalani operasi caesar untuk menurunkan kemungkinan peningkatan penularan vertikal dari ibu ke anak. Zidovudine, obat ARV diberikan kepada bayi baru lahir mulai 12 jam setelah melahirkan dan dilanjutkan selama enam minggu. Mereka terus menggunakan profilaksis kotrimoksazol sampai diagnosis HIV dapat disingkirkan atau pada usia 12 bulan. Bayi dapat dites HIV oleh PRC saat lahir, satu bulan, tiga sampai empat bulan, dan 18 bulan. Penting untuk memperhatikan efek positif jangka pendek, jangka panjang serta efek negatif lainnya, yang dapat mengganggu perkembangan neonatus.
Penyakit Jantung Bawaan Sianotik pada Anak Laki-Laki Berusia 4 Tahun: Laporan Kasus Jimly Asshiddiqie; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan bentuk kelainan jantung yang sudah didapatkan sejak bayi baru lahir. Relatif tingginya angka kejadian PJB menyebabkan kelainan ini merupakan kelainan bawaan tersering di antara kelainan-kelainan bawaan jenis lain. Kami melaporkan presentasi klinis dan penatalaksanaan sebuah kasus anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB) di rumah sakit Dr. Harjono S. Ponorogo. Seorang anak laki-laki umur 4 tahun dengan keluhan utama lemas dibawa ibunya ke IGD RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo. Keluhan tambahan berupa kebiruan pada wajah terutama disekitar bibir dan di ujung jari tangan dan kaki. Keluhan tersebut diketahui sejak pasien baru lahir. Pasien terlihat lemas, kurang aktif, dan dadanya berdebar-debar. Kesan berat badan Pasienmenurun. Pemeriksaan tanda vital yaitu denyut nadi 121x/menit, frekuensi napas 54x/menit, suhu tubuh 36,2C, dan saturasi oksigen 53%, murmur (+).Status generalis: wajah terutama disekitar bibir sianosis; leher, pulmo, abdomen dalam batas normal; ekstremitas akral hangat, clubbing finger. Status lokalis cor: inspeksi iktus cordis tidak terlihat, palpasi iktus cordis teraba tapi tidak kuat angkat, perkusi sulit dievaluasi, auskultasi suara jantung I dan II reguler cepat. Penatalaksanaan anak PJB harus dilakukan secara menyeluruh. Beberapa penyulit dapat terjadi pada pasien PJB sianotik yang akan menetukan prognosis.
Anak Perempuan Berusia 2 Tahun dengan Otitis Media Akut Stadium Hiperemis Kolif Bagas Pranata; Dony Hartanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otitis media akut adalah infeksi telinga tengah yang merupakan penyakit multifaktorial seperti infeksi, alergi, dan lingkungan, yang sering diawali dengan infeksi saluran nafas atas sehingga menyebabkan gangguan fungsi tuba Eustacius. Otitis media akut sering disebebkan oleh infeksi bakteri. Otitis media dapat mengenai pada semua usia, paling sering pada usia antara 6 bulan hingga 24 bulan. Dengan demikian anak yang menderita infeksi saluran pernafasan atas perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui adakah keterlibatan otitis media. Laporan kasus ini melaporkan seorang anak perempuan berusia 2 tahun yang dibawa ke poli THT-KL RSUD Ir Soekarno Sukoharjo dengan keluhan nyeri pada kedua telinga sejak satu hari yang lalu sehingga menyebabkan penderita rewel dan tidak bisa tidur, terdapat Riwayat hidung tersumbat, pilek, dan demam sejak satu minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik di temukan hiperemis pada membrane timpani, dan cone of light menghilang. Tatalaksana pada pasien diberikan antibiotik dan analgetik yang di berikan selama 3 hari, dan di observasi kembali untuk melihat perkembangannya.
Seorang Laki-Laki 64 Tahun dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Makiyatul Madania; Novita Eva Sawitri
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik adalah penyakit paru yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara paru dan dapat berasal dari paparan zat berbahaya dan penyebab umum kematian di seluruh dunia untuk menghindari tingginya morbiditas dan mortalitas yang terkait dengan kondisi ini, harus didiagnosis dan diobati segera. Hal ini terkait dengan perubahan struktural paru-paru akibat peradangan kronis dari paparan yang terlalu lama terhadap partikel atau gas berbahaya yang paling umum asap rokok. Peradangan kronis menyebabkan penyempitan saluran napas. Penyakit ini seringmuncul dengan gejala batuk, dispnea, dan produksi sputum. Dilaporkan kasus seorang laki-laki berusia 64 tahun datang ke Poli Paru RSUP Surakarta dengan keluhan sesak nafas. Pasien juga mengeluhkan batuk berdahak berwarna putih.. Pasien bekerja sebagai kuli bangunan, Pasien mempunyai riwayat merokok selama 30 tahun. Pemeriksaan fisik auskultasi didapatkan ronkhi dan wheezing diseluruh lapang paru. Pemeriksaan penunjang rontgen thorak didapatkan adanya kesan bronchopneumonia dengan corakan vaskular kasar, infiltrat di kedua basal, dan diafragma sinus normal. Penanganan pasien ini bertujuan untuk menangani klinis dan menghindari agar tidak menimbulkan komplikasi yanglebih berat.
Bayi Berat Lahir Cukup dengan Asfiksia Sedang Ocktavia Shinta Puspitosari; Kautsar Prastudia Eko Binuko
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia neonatal merupakan kegagalan bernafas secara spontan dan segera pada saat lahir atau beberapa saat setelah lahir yang akan ditandai dengan hipoksemia, hiperkarbia serta asidosis. Asfiksia neonatus adalah salah satu penyebab dari kematian bayi baru lahir sehingga dapat menyebabkan kecacatan dan perlambatan pertumbuhan serta perkembangan pada bayi. Laporan dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2017 kelahiran prematur, komplikasi yang berhubungan dengan intrapartum (asfiksiaL lahir), infeksi serta cacat pada waktu lahir menyebabkan sebagian besar kematian neonatus pada 24 jam pertama. Faktor risiko dari asfiksia dapat disebabkan oleh factor ibu, faktor janin dan faktor plasenta termasuk didalamnya riwayat kehamilan, proses persalinan, dan janin. Laporan kasus seorang bayi perempuan baru lahir dari ibu 32 tahun G2P1A0 dengan usia kehamilan 37 minggu lahir dengan proses spontan di klinik bersalin. Saat lahir, skor apgar pada menit ke 1 dan 5 didapatkan skor apgar 5-6. Berat bayi lahir adalah 2500 gram dengan panjang 49 cm. Bayi di diagnosis dengan neonatus asfiksia sedang, neonatus aterm, neonates berat lahir cukup. Pada pasien ini di rujuk ke rumah sakit dan ditatalaksana dengan infus dextrose, injeksi antibiotic, injeksi Neo-K, injeksi dexametahasone, dan dipasang oksigen dengan CPAP. Bayi asfiksia neonatorum mempunyai masalah-masalah setelah lahir. Penanganan yang adekuat dapat mencegah kematian pada bayi asfiksia sedang.
Herpes Zoster pada Pasien dengan Karsinoma Mammae Sherin Jeanica Tresya; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Herpes Zoster merupakan penyakit yang ditandai oleh adanya vesikel berkelompok dengan dasar eritem yang terlokalisir pada dermatomal yang dipersarafi oleh satu ganglion sensorik dan nyeri radikular unilateral. Herpes zoster paling sering terjadi pada pasien lanjut usia dan kelompok pasien dengan kondiri immunocompromised. Insidensi penyakit herpes zoster meningkat seiring bertambahnya usia, dengan insiden berkisar antara 1,2 – 3,4 per 1000 orang per tahun pada dewasa muda dan 3,9 –11,8 per 1000 orang per tahun pada pasien usia lanjut (> 65 tahun). Herpes zoster merupakan penyebab morbiditas yang cukup besar pada orang tua. Rasa sakit oleh herpes zoster dapat menyebabkan gangguan tidur, penurunan berat badan hingga penurunan kualitas hidup pasien. Selain itu, penyakit ini dapat berakibat fatal terutama pada pasien dengan immunocompromised. Ulasan ini melaporkan seorang wanita berusia 57 tahun yang memiliki kondisi immunocompromised datang dengan keluhan nyeri pada punggung kirinya yang disertai dengan plenting berair dengan dasar kemerahan yang sudah berlangsung selama 3 hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya patch eritema dengan vesikel bula multiple berkonfluen yang terlokalisir pada punggung kirinya setinggi dermatome T6-T11.
Pitiriasis Versikolor Suriyani Januwarsih; Fathiyyatu Assa&#039;diy Firda; Nabilla Munanda Putri; Aris Cahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pityriasis versikolor merupakan penyakit infeksi kulit kronis oleh jamur lipofilik genus Malassezia spp. yang berubah bentuk menjadi bentuk miselia karena adanya faktor predisposisi yaitu faktor eksogen dan endogen. Daerah tropis banyak dijumpai pitiriasis versikolor karena kelembaban lingkungan dan tingginya suhu. Pitiriasis versikolor lebih banyak dijumpai pada kelompok dewasa muda baik laki-laki maupun perempuan. Manifestasi klinis yang khas berupa bercak diskret dengan perubahan warna dapat hipopigmentasi, hiperpigmentasi atau eritematosa yang tertutup skuama halus terutama pada bagian atas dan ekstremitas proksimal. Pada anamnesis biasanya dapat menimbulkan rasa gatal terutama saat berkeringat tetapi dapat juga timbul tanpa rasa gatal. Pada pemeriksaan fisik ditemukan finger nail sign atau coup d’ongle of Besnier yang merupakan tanda khas dari pityriasis versikolor. Pemeriksaan penunjang dilakukan dengan lampu wood, pemeriksaan langsung dari bahan kerokan kulit dengan mikroskop dan larutan KOH 20% dengan gambaran khas seperti spaghetti and meat balls. Tatalaksana pada pityriasis versikolor dapat dilakukan dengan medikamentosa dan non medikamentosa. Pityriasis versikolor mempunyai prognosis baik tetapi rekurensi dapat terjadi.

Page 6 of 54 | Total Record : 532