cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 597 Documents
Seorang Wanita 39 Tahun dengan Lichen Simplex Chronicus Auliya, Falah; Dimawan, Rully Setia Agus
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lichen Simplex Chronicus (LSC) merupakan kelainan kulit kronis yang ditandai oleh pruritus persisten, likenifikasi, hiperpigmentasi, dan skuama akibat siklus gatal-garuk yang berulang. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan gambaran klinis, faktor predisposisi, serta penatalaksanaan LSC. Dilaporkan seorang perempuan berusia 39 tahun yang datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Harjono S Ponorogo dengan keluhan gatal pada punggung kaki kanan dan kiri, lebih berat pada kaki kanan, yang telah berlangsung sekitar satu tahun. Keluhan memberat dalam beberapa bulan terakhir dan disertai penebalan kulit serta perubahan warna kulit. Faktor predisposisi pada pasien meliputi stres psikososial akibat perceraian dan Diabetes Mellitus tipe II yang tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik dermatologis menunjukkan makula hiperpigmentasi berbatas tidak tegas berbentuk plakat, disertai skuama tipis, ekskoriasi, dan krusta pada regio dorsum pedis dextra et sinistra. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Penatalaksanaan meliputi terapi medikamentosa berupa Desoximetasone salep 0,25% dan Loratadine oral 10 mg sekali sehari, serta terapi non-medikamentosa berupa edukasi pasien, pencegahan garukan, perawatan kulit, dan pengendalian stres. Pendekatan komprehensif ini diharapkan dapat mengurangi kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Leptospirosis Berat dengan Ikterus, Trombositopenia, dan Gagal Ginjal Akut pada Buruh Tani: Laporan Kasus Ardhana, Regita Putri; Mertha, I Wayan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Leptospira spp. dan berhubungan erat dengan paparan lingkungan basah dan terkontaminasi, terutama pada pekerja pertanian. Leptospirosis berat dapat menyebabkan keterlibatan multisistem, termasuk gangguan hepatik, ginjal, dan hematologis. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan manifestasi klinis, temuan laboratorium, tatalaksana, dan luaran leptospirosis berat pada buruh tani dengan faktor risiko lingkungan yang signifikan. Metode: Laporan kasus ini disusun sesuai dengan pedoman CARE (CAse REport Guidelines). Dilaporkan seorang wanita berusia 53 tahun yang datang ke instalasi gawat darurat dengan keluhan demam akut disertai nyeri otot, nyeri kepala, mual, dan muntah. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang laboratorium selama perawatan di rumah sakit. Hasil: Pemeriksaan fisik menunjukkan ikterus generalisata dan hepatomegali. Pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia, leukositosis, trombositopenia berat, serta peningkatan ureum dan kreatinin dengan estimasi laju filtrasi glomerulus sekitar 32 mL/menit/1,73 m². Pemeriksaan serologi IgM Leptospira positif pada hari masuk rumah sakit. Pasien mendapatkan terapi cairan, antibiotik, dan terapi suportif dengan perbaikan klinis. Kesimpulan: Leptospirosis berat perlu dipertimbangkan pada pasien dengan demam akut dan riwayat paparan lingkungan berisiko. Pengenalan dini dan tatalaksana yang tepat berperan penting dalam mencegah komplikasi dan memperbaiki luaran klinis.
Pendekatan Komprehensif pada Anemia Et Causa Penyakit Ginjal Kronik Stadium V: Sebuah Laporan Kasus Ramona Agustina Pramuja; Dian Prasetyawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) stadium lanjut sering disertai komplikasi anemia dan hipertensi yang memperburuk kualitas hidup serta meningkatkan risiko morbiditas. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan manifestasi klinis, penatalaksanaan, dan respons terapi pada pasien anemia et causa PGK stadium V yang menjalani hemodialisis rutin. Kasus ini melaporkan seorang perempuan 65 tahun dengan keluhan lemas, sesak, mual, pucat, dan edema tungkai, serta riwayat hemodialisis dua kali seminggu dan hipertensi. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva anemis, peningkatan JVP, ronki halus minimal, dan edema pitting bilateral. Laboratorium awal menunjukkan anemia berat (Hb 5,55 g/dL), ureum dan kreatinin meningkat, serta laju filtrasi glomerulus sangat rendah. Pasien mendapat transfusi PRC, terapi medikamentosa, pengaturan diet, serta hemodialisis. Evaluasi pascaterapi menunjukkan peningkatan hemoglobin, penurunan ureum dan kreatinin, serta perbaikan tekanan darah, meskipun muncul hipokalemia pascadialisis. Kasus ini menegaskan pentingnya tatalaksana komprehensif meliputi koreksi anemia, kontrol tekanan darah, manajemen cairan, dan kepatuhan hemodialisis rutin untuk memperbaiki kondisi klinis serta mencegah komplikasi pada pasien PGK stadium akhir.
Seorang Anak Perempuan Usia 4 Tahun dengan Henoch Schönlein Purpura Sari, Nur Amalia; Jaenudin, Eko
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henoch-Schönlein Purpura (HSP) atau IgA vasculitis merupakan bentuk vaskulitis sistemik paling sering pada anak, terutama usia 3-10 tahun, dengan insidensi 10-20 per 100.000 anak per tahun. Penyakit ini disebabkan oleh deposisi kompleks imun IgA pada pembuluh darah kecil sehingga memunculkan gejala khas seperti purpura palpabel, nyeri perut, dan artralgia. Sebagian besar kasus bersifat self-limiting, namun keterlibatan ginjal dapat menimbulkan komplikasi serius apabila diagnosis dan tata laksana terlambat. Anak perempuan usia 4 tahun datang dengan purpura menyeluruh sejak hari ke 3 demam disertai nyeri perut dan penurunan nafsu makan. Pasien memiliki riwayat ISPA 5 hari sebelum timbul ruam. Pemeriksaan menunjukkan purpura palpabel non trombositopenik pada seluruh tubuh tanpa kelainan neurologis. Laboratorium dasar menunjukkan leukosit dan trombosit normal; pemeriksaan IgA serum dan urinalisis tidak dilakukan. Berdasarkan klinis, ditegakkan diagnosis HSP dan diberikan terapi suportif. Pasien menunjukkan perbaikan bertahap dan dipulangkan dalam kondisi stabil. Diagnosis dini dan tata laksana suportif yang tepat berperan penting dalam mencegah komplikasi HSP. Riwayat infeksi saluran pernapasan atas sebagai pencetus harus dikenali untuk membantu identifikasi awal penyakit ini.
Laporan Kasus: Kholesistitis Kronis Eksaserbasi Akut Ec Kholelitiasis pada Laki-Laki Usia 71 Tahun Nirmala, Intania Ratna; Widayat, Catur
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kholelitiasis (batu empedu) adalah kristal yang dapat ditemukan di dalam kandung empedu, saluran empedu, atau keduanya. Kholelitiasis merupakan penyakit yang umum terjadi pada populasi dengan prevalensi 5%-22%, khususnya pada populasi wanita paruh baya. Gejala tipikal berupa kolik bilier dirasakan sebagai nyeri abdomen kuadran kanan atas, berlangsung lebih dari 30 menit, menjalar ke punggung, dan sering disertai mual dan muntah. Laporan kasus yang dibahas melibatkan laki-laki usia 71 tahun datang ke IGD RSUD dr. Sayidiman Magetan dengan keluhan nyeri perut kanan atas sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. BAB dan kentut terakhir 3 jam SMRS. Selain itu pasien mengeluh perut terasa penuh, ampeg, dan mual muntah. Pasien mengatakan keluhan nyeri perut sudah pernah dirasakan sekitar 3 tahun yang lalu tapi hilang timbul. Keluhan tidak disertai diare, demam, nyeri dada. Pasien mengatakan BAK bisa seperti biasa. Pemeriksaan status lokalis didapatkan nyeri tekan kuadran kanan atas dan epigastrium. Pemeriksaan penunjang berupa ultrasonografi abdomen ditemukan adanya batu kantong empedu berukuran 0.76 cm. Pasien didiagnosis kholelitiasis. Tatalaksana pembedahan dilakukan pada pasien. Kholesistektomi dilakukan untuk mengangkat kantong empedu yang memiliki batu, edema, dan peradangan akut.
Gambaran Klinis Demam Scarlet pada Anak Usia 7 Tahun: Laporan Kasus Devi, Ninda Callista; Kusumaningrum, Arie Hapsari Indah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scarlet fever merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan Streptococcus pyogenes penghasil toksin eritrogenik. Metode: Pendekatan deskriptif berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium, serta ditunjang tinjauan pustaka terkait. Ringkasan hasil: Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun datang ke RS PKU Muhammadiyah Surakarta pada 9 Juni 2025 dengan keluhan demam tiga hari disertai nyeri menelan, lidah berbintik-bintik dan kulit muncul ruam kemerahan yang terasa kasar. Keadaan umum pasien tampak lemas, kesadaran compos mentis, pada pemeriksaan fisisk di dapatkan sandpaper-like appearance, strawberry tongue, serta pembesaran kelenjar getah bening servikal. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis dengan dominasi neutrofil dan peningkatan laju endap darah. Berdasarkan temuan klinis dan penunjang, pasien ditegakkan diagnosis scarlet fever dan diberikan terapi penisilin V 3 x 250 mg dan parasetamol 4 x 250 mg, dengan perbaikan klinis yang baik. Simpulan: Scarlet fever dapat ditegakkan melalui kombinasi manifestasi klinis khas dan pemeriksaan laboratorium pendukung. Pemberian antibiotik yang adekuat dan dini memberikan prognosis yang baik serta mencegah komplikasi.
Ulkus Kulit Kepala Kronis Bertransformasi menjadi Karsinoma Sel Skuamosa: Laporan Kasus Langka Darmawan, Alvien; Widayat, Catur
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus Marjolin merupakan transformasi keganasan yang berkembang dari luka kronis dengan periode laten panjang dan paling sering bertransformasi menjadi karsinoma sel skuamosa (KSS). Tujuan laporan kasus ini adalah menyoroti karakteristik periode laten klasik ulkus Marjolin serta menegaskan pentingnya konfirmasi histopatologi dan penentuan margin bedah yang adekuat dalam tatalaksana definitif. Metode laporan kasus ini meliputi evaluasi klinis menyeluruh, penilaian kelenjar getah bening regional, tindakan pembedahan, pemeriksaan histopatologi, serta observasi pascaoperasi. Hasil menunjukkan seorang perempuan berusia 45 tahun datang dengan keluhan benjolan dan nyeri pada kulit kepala disertai perdarahan, cairan bernanah, bau tidak sedap, dan demam, dengan riwayat trauma kepala akibat pecahan kaca 42 tahun sebelumnya yang menyebabkan luka kronis tidak sembuh. Pemeriksaan klinis mengarah pada kecurigaan ulkus Marjolin tanpa pembesaran kelenjar getah bening regional. Pasien menjalani eksisi luas dengan margin 2,5 cm sesuai rekomendasi untuk KSS berisiko tinggi, diikuti rekonstruksi menggunakan full-thickness skin graft, dan pemeriksaan histopatologi menegakkan diagnosis KSS dengan tepi serta dasar reseksi bebas tumor. Simpulan laporan kasus ini menunjukkan bahwa periode laten yang panjang merupakan karakteristik klasik ulkus Marjolin, dan eksisi luas berbasis konfirmasi histopatologi memberikan hasil klinis yang baik, dengan perlunya pemantauan jangka panjang untuk mendeteksi rekurensi.