cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Sebuah Laporan Kasus : Seorang Anak 12 Tahun dengan Webbed Penis Zahra Hafizha Fitria Anam; Hitaputra Agung Wardhana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Webbed penis merupakan abnormalitas pada jaringan atau lapisan kulit yang menghubungkan skrotum dengan ventral preputium dan memberikan kesan hilangnya sudut penoskrotal. Laporan kasus : seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar keluarganya datang dengan keluhan ingin sunat. Keluhan lain yang disampaikan berupa bentuk penis pasien yang lebih kecil dari usia teman sebayanya. Pada saat pemeriksaan didapatkan hasil berupa penis yang terlihat kecil dan tertutup preputium. Saat perabaan didapatkan ukuran penis normal, testis sejumlah dua buah, dan terdapat adanya jaringan kulit preputium yang terhubung dengan skrotum. Rencana terapi yang dilakukan berupa pro operasi rekontruksi penis. Operasi dilakukan dengan prinsip membuat kembali sudut penoskrotal. Setelah selesai operasi, pasien juga diberikan antibiotik dan analgesik. Kemudian pasien dipulangkan dan diminta kontrol satu minggu kemudian. Kesimpulan : webbed penis jarang menimbulkan keluhan namun memberikan kesan penampilan yang kurang sehingga tindakan rekontruksi penis direkomendasikan untuk dilakukan. Operasi rekontruksi penis memiliki banyak pilihan metode namun memiliki prinsip yang sama,yakni dengan membuat sudut penoskrotal.
Cerebral Palsy dengan Syok Septik dan Gizi Buruk: Laporan Kasus Qonita Rahmadiena; Siti Ariffatus Saroh
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerebral Palsy merupakan gangguan perkembangan neuromotor yang sering terjadi pada anak. Anak dengan cerebral palsy tidak hanya mengalami gangguan fungsi motorik, namun sebagian besar juga mengalami masalah medis yang sangat luas yang meliputi masalah sensorik, perilaku, kognitif, bahasa, epilepsi dan masalah muskuloskeletal sekunder. Angka kejadian cerebral palsy diperkirakan dapat mencapai 10 per 1000 kelahiran hidup di negara berpendapatan menengah ke bawah. Selain gangguan perkembangan, anak dengan cerebral palsy juga dapat mengalami gangguan pertumbuhan bahkan gizi buruk karena intake makanan dan minuman yang kurang akibat teradinya gangguan oromotor. Anak dengan cerebral palsy juga rentan mengalami infeksi karena berbagai factor risikonya. Penulisan ilmiah ini bertujuan melaporkan sebuah kasus tentang seorang anak laki-laki berusia 3 tahun yang datang diantar keluarga ke IGD RSUD dr. Sayidiman Magetan dengan keluhan penurunan kesadaran, BAB cair 2x, demam tinggi, sulit makan, serta batuk-pilek dan riwayat epilepsi sejak usia 6 bulan. Sebelumnya, pasien sudah berobat di bidan, diberikan paracetamol. Pasien dilakukan pemeriksaan fisik lengkap, pemeriksaan penunjang, dan didiagnosis sebagai cerebral palsy dan gizi buruk fase stabilisasi dengan komplikasi syok septik, dan diberikan penatalaksanan secara komprehensif di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD dr. Sayidiman Magetan. Simpulan: perlu dilakukan pemeriksaan dan tatalaksana secara komprehensif pada anak CP dengan komplikasi.
Ensefalopati Hipoksik Iskemik pada Neonatus Laki-Laki: Sebuah Laporan Kasus Yusnia Fatrotun Nisak; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ensefalopati Hipoksik Iskemik (EHI) merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian bayi baru lahir di dunia dengan etiologi asfiksia pada saat intrauterin maupun postnatal. Faktor risikonya, meliputi faktor risiko medis dan sosial ekonomi. Manifestasi klinis antara lain nilai APGAR rendah saat persalinan, kejang, asidosis metabolik darah umbilikal, serta adanya defisit neurologis jangka panjang. Seorang bayi laki-laki datang dengan keluhan keluhan kejang dan sianosis. Pasien lahir pada usia kehamilan 40 minggu, berat badan lahir 3.000 gram, panjang badan 48 cm, lingkar kepala 34 cm, dan APGAR Score 4-5-6. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum bayi tampak lemah, suhu 38oc, denyut jantung 160x/menit, RR 70x/menit, SpO2 92%. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, bayi didiagnosis dengan neonatus ensefalopati hipoksik iskemik, neonatus aterm, neonatus BBLC, neonatus lahir spontan, dan neonatus sesuai masa kehamilan. Prinsip tatalaksana bayi baru lahir dengan EHI, yaitu dengan mengidentifikasi sedini mungkin, terapi suportif intensif, dan intervensi dalam menghentikan proses cedera otak. Prognosis HIE diperkirakan dari kesembuhan total sampai kematian yang berhubungan dengan derajat keparahan cedera, onset cedera, dan tatalaksana.
Neonatus dengan Makrosomia dan Hipoglikemia: Laporan Kasus Rizky Febri Lestari; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makrosomia adalah istilah untuk neonatus dengan berat badan lebih dari 4000gr atau berat bayi lahir dalam persentil 90 terhadap usia kehamilan. Faktor risiko yang mempengaruhi bayi terlahir besar salah satunya adalah diabetes melitus gestasional dan obesitas pada ibu. Hipoglikemia adalah kadar gula plasma kurang dari 2,6 mmol/L. Komplikasi bagi bayi dengan hipoglikemia persisten memiliki tingkat morbidtas dan mortalitas yang lebih tinggi secara signifikan 25% - 5% memiliki kelainan perkembangan. Seorang bayi laki- laki berusia 1 hari datang dengan keadaan hipoglikemia karna makrosomia. Pasien lahir dengan sectio caesaria karena bayi lahir besar dengan usia kehamilan 38 minggu tanggal 7 april 2022 dan Appearance, Pulse, Grimace, Activity, Respiratory (APGAR score)7-8. Berat badan bayi 5260 gram dengan panjang badan 50 cm. Pasien merupakan anak pertama pada kehamilan pertama. Pada pemeriksaan fisik, keadaan umum pasien lemah. Nadi/RR/Suhu/SPO2: 150 x/menit reguler, 45x/menit reguler, 36°C, 92%. Pasien didiagnosis dengan makrosomia dengan hipoglikemia. Tatalaksana bayi dengan obeservasi di perawatan intensif untuk evaluasi hipoglikemia,hyperbilirubinemia dan kelainan elektrolit. Komplikasi janin makrosomia berupa dystocia bahu, distress janin, ketidakseimbangan metabolic dan electrolit, dan hyperbilirubinemia. Ibu dengan diabetes melitus gestasional salah satu faktor risiko pertumbuhan abnormal bayi dengan berbagai komplikasi.
Hernia Reza Ika Meliani; Mada Sukma Dytho
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Data WHO tahun 2016 menunjukkan prevalensi hernia mencapai 350/1000 penduduk, Riset Kesehatan Daerah tahun 2017 menuturkan bahwa hernia merupakan penyakit urutan kedua setelah batu saluran kemih dengan kasus sebanyak 2.245. Hernia merupakan masalah kesehatan yang tidak bisa lepas sosial, banyak orang dengan hernia pergi kedukun untuk mencari pengobatan sebelum mereka pergi ke dokter, hal ini dikarenakan sebagaian besar masyarakat merasa malu karena memuluku hernia. Metode: desain literatur review dengan beberapa database yang dicari menggunakan katakunci “hernia”. Hasil: Hernia adalah penonjolan abnormal isi suatu rongga melalui defek atau bagian yang lemah dari dinding yang bersangkutan.Penegakan diagnosis hernia berdasarkan anamnesis yang sangat mengarah adalah adanya benjolan yang muncul yang awalnya bersifat dapat keluar masuk, pemeriksaan fisik dengan palpasi dan beberapa Teknik pemeriksaan sederhana, serta pemeriksaan dengan pencitraan sangat menunjang diagnosis hernia. Tatalaksana bergantung dari keparahan penyakit dapat dilakukan dengan konservatif atau operasi. Simpulan: Komplikasi dari hernia paling berat adalah adanya nekrosis pada jaringan yang mengalami herniasi. Pendekatan diagnosis dapat dilakukan secara dini memberikan hasil dan prognosis yang lebih baik pada pasien hernia.
Retensi Urin Alysia Ridharaudha Zahrania; Riza Mazidu Sholihin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retensi urin merupakan kegawatan urologi yang sering ditemukan, dimana terjadi ketidakmampuan pada seseorang untuk mengeluarkan urin yang terkumpul didalam buli-buli hingga kapasitas maksimal buli-buli terlampaui. Retensi urin memberikan gejala gangguan berkemih, termasuk diantaranya terdapat rasa tidak puas atau kesulitan dalam berkemih; pancaran kencing lemah, lambat, dan terputus-putus; dan keinginan untuk mengejan atau memberikan tekanan pada suprapubik saat berkemih.Pada pasien dengan keluhan saluran kemih bagian bawah, lakukan anamnesis danpemeriksaan fisik yang lengkap meliputi palpasi dan perkusi, pemeriksaan ronggapelvis, pemeriksaan neurologik, pemeriksaan urinalisis dan kultur urin, pengukuran volume residu urin, foto polos abdomen, uretrografi, ultrasonografi serta pemeriksaan fungsi berkemih dengan menggunakan uroflowmetry sangat dibutuhkan. Penanganan retensi urin yaitu dengan mengevakuasi urin dari kandung kemih dengan cara kateterisasi, punksi suprapubik, atau sistostomi buli-buli baik dengan menggunakan trokar maupun terbuka bila fasillitas tersedia.
Pengaruh Derajat Nyeri terhadap Gangguan Fungsi Kognitif pada Pasien Osteoarthritis Genu Kronik di RSUD Dr.Sayidiman Magetan Titian Rakhma; Hafinsa Noviayu Kovana; Indah Dwi Widyasari; Firdha Fasa Sabilla; Elisna Dwi Anggreni
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoarthritis merupakan kelainan sendi yang bersifat kronis yang disebabkan oleh ketidakstabilan proses degradasi dan sintesis kondrosit kartilago sendi, matriks ekstraseluler, dan tulang subkondral. Nyeri merupakan salah satu manifestasi klinis yang dirasakan oleh pasien dengan osteoarthritis. Nyeri yang dirasakan 3-6 bulan, dapat mempengaruhi sistem saraf terutama kognisi yaitu pemrosesan, pengambilan informasi, penyimpanan serta akuisisi. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh derajat nyeri terhadap fungsi kognitif pada pasien osteoarthritis genu kronik di RSUD dr. Sayidiman Magetan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan dilakukan pada bulan Januari 2022 di RSUD dr. Sayidiman Magetan. Besar sampel penelitian adalah 50 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling, dan sudah termasuk penambahan 10% untuk menghindari adanya drop out. Pengambilan data tingkat derajat nyeri menggunakan VAS (Visual Analogue Scale). Pengambilan data mengenai gangguan fungsi kognitif menggunakan kuesioner MOCA-InA. Analisis data dilakuakan dengan uji regresi linear dan hasil signifikan sebesar 0,05 bahwa terdapat pengaru yang signifikan antara pengaruh derajad nyeri terhadap gangguan fungsi kognitif.
Perempuan 20 Tahun dengan Gangguan Mental Organik E.C Epilepsi: Laporan Kasus Deny Puji Krestianto; Adriesti Herdaetha
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan mental organic adalah gangguan mental diotak secara langsung atau tidak langsung yang dipengaruhi oleh gangguan langsung di otak atau gangguan sistemik. Epilepsy adalah kelainan pada otak yang ditandai oleh bangkitan kejang epilepsy. Bangkitan epileptik yaitu munculnya tanda atau gejala tertentu yang bersifat sementara akibat aktivitas neuronal abnormal dan berlebihan di otak. Pasien dengan epilepsy memiliki peluang lebih besar menjadi psikotik sekitar enam sampai dua belas kali. Gejala epilepsy meliputi gejala praiktal, iktal dan interictal. Gejala psikotik pada epilepsy yang paling khas adalah halusinasi dan waham paranoid. Nn. M perempuan 20 tahun dengan riwayat epilepsy dengan diagnosis psikiatrik, gangguan mental organic akibat kerusakan kerusakan otak atau akibat penyakit lain atau fisik. (F06.8). pengobatan farmakologi pada pasien ini yaitu quetiapine 200 mg 1 kali sehari, divalproex 2 kali 250 mg, fenitoin 200mg 1kali sehari. Tryhexylpenidil 2mg 2kali sehari. Psikoedukasi kepada keluarga pasien bertujuan untuk mengenali dan mencegah kekambuhan dari penyakit pasien.
Seorang Anak Laki-Laki 13 Tahun dengan Gagal Ginjal Akut Et Causa Glomerulonefritis Akut Paska Streptokokus Septiana Maulidya Fajrin; Kautsar Prastudia Eko Binuko
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal akut didefinisikan sebagai penurunan fungsi ginjal dalam waktu singkat. Gagal ginjal akut pada anak-anak mempunyai manifestasi klinis yang beragam mulai peningkatan serum kreatinin, penurunan urine output, hingga gagal ginjal anuria. Penyebab tersering gagal ginjal akut pada anak-anak adalah glomerulonefritis akut paska streptokokus (GNAPS), suatu penyakit peradangan non-supuratif pada glomerulus yang didahului oleh infeksi bakteri streptokokus beta hemolitikus grup A strain nefrogenik. Pada kasus ini dilaporkan seorang anak laki-laki berusia 13 tahun datang dengan keluhan sesak nafas dan bengkak pada kedua kaki selama 3 hari. Pasien mengalami demam naik turun sejak 2 hari sebelumnya, mual disertai muntah, batuk berdahak, dan nyeri ulu hati. Pasien merupakan santri pondok pesantren dan memiliki riwayat scabies yang dinyatakan sembuh 6 minggu sebelum keluhan sesak muncul. Pasien mengalami oliguria dan pemeriksaan penunjang menunjukkan efusi pleura kanan, proteinuria, hematuria, dan peningkatan kadar serum kreatinin. Diagnosis gagal ginjal akut et causa GNAPS ditegakkan. Terapi diberikan baik medikamentosa dan suportif. Respon pasien membaik seiring berjalannya waktu. Pada hari rawat ketujuh, pasien mengalami kejang dan perubahan status mental. Terapi tambahan untuk kejang diberikan dan monitoring dilakukan secara ketat. Pada hari ke-14 pasien menunjukkan perbaikan klinis. Diagnosis dan tatalaksana GNAPS secara dini dapat membantu mencegah terjadinya gagal ginjal akut.
Efektifitas Psikoterapi dan Antipsikotik pada Pasien Skizofrenia Tak Terinci dengan Gangguan Kepribadian Paranoid Lidya Goprani Umar; Ulal Azka Alfiyatur Rohmaniyah; Andri Nurdiyana Sari
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik dengan onset lebih dari satu bulan dengan distorsi proses pikiran, persepsi, daya nilai dan realita. Patofisiologi skizofrenia belum sepenuhnya dipahami dan bersifat multidimensional. Studi ini dilakukan pada pria usia 39 tahun yang dibawa ke IGD oleh keluarganya dengan setelah mengamuk tanpa alasan yang jelas. Pasien tersebut didiagnosis skizofrenia tak terinci dengan episode remisi tidak sempurna dan gangguan kepribadian paranoid dan dirawat di bangsal kesehatan jiwa sejak 14 hingga 23 Juli 2022. Keadaan pasien membaik setelah diberikan farmakoterapi injeksi antipsikotik kerja cepat pada hari pertama, antipsikotik peroral, dan antikolinergik peroral serta psikoterapi berupa terapi dialog pada hari berikutnya hingga dinyatakan pulang. Pasien telah rutin menjalani perawatan kesehatan jiwa sejak tahun 2007 dengan keluhan serupa dan sebelumnya telah menjalani rawat inap sebanyak 3 kali pada bulan April, Mei dan Juni di tahun 2022. Episode psikotik primer terjadi saat pasien berusia 21 tahun, disertai dengan perubahan perilaku serta hendaya fungsional yang berat. Hasil aloanamnesis dengan saudara pasien menunjukkan stressor psikososial berupa kegagalan untuk melanjutkan pendidikan akibat permintaan orang tua untuk bekerja. Studi ini menunjukkan bahwa maladaptasi mekanisme pembelaan diri pada stresor psikososial menjadi salah satu predisposisi gangguan psikotik. Oleh karena itu, kombinasi antara terapi antipsikotik dan psikoterapi mampu memperbaiki gejala residual dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Page 7 of 54 | Total Record : 532