cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Tatalaksana Emfisema Subkutis pada Pneumothorax: Review Literatur Fitri Pranita Milyarona; Saut Idoan Sijabat
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emfisema subkutis merupakan suatu kondisi dimana terdapat udara bebas pada jaringan subkutis. Emfisema subkutis adalah komplikasi yang sering dan sering sembuh spontan dari tindakan thorakostomi atau tindakan kardiothoraks lainnya. Pada kondisi yang jarang, emfisema subkutis yang parah dan luas ditandai dengan adanya krepitasi, disfagia, disfonia, penutupan palpebra atau terkait dengan pneumoperitoneum, dan kegagalan pernapasan. Emfisema subkutis sering terjadi bersamaan denganpneumothoraks. Biasanya kondisi tersebut tidak signifikan secara klinis, tetapi dalam beberapa kasus dapat mengancam gangguan napas pasien. Tidak ada uji coba terkontrol dan tidak ada pedoman manajemen, selain itu penyebabnya harus diidentifikasi dan diobati sedapat mungkin. Tujuan artikel ini adalah untuk meninjau pendekatan yang dijelaskan untuk emfisema subkutis pada pneumothoraks dan memberikan referensi kepada dokter. Pengobatan dapat diarahkan terutama untuk mengobati pneumothoraks yang mendasari dan/atau emfisema subkutis. Penatalaksanaan pneumothoraks yang mendasari meliputi tatalaksana konservatif; penggunaan negative suction; dan manajemen definitif bedah. Penatalaksanaan emfisema subkutis dapat mencakup teknik dekompresi seperti: insisi blow hole atau angio-kateter subkutis atau drainase.
Seorang Laki-Laki 43 Tahun dengan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) Dwi Puji Rahayu; Aris Cahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stevens Johnson Syndrome (SJS) dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) merupakannreaksi hipersentivitas berat yanggdisebabkan olehhinfeksi, seperti virus Herpesssimplex atau Mycoplasma, vaksinasi, penyakitssistemik, agen-agen tertentu, makananndan obat-obatan. Insidensi SJS diperkirakan 2-3% per jutaapopulasi per tahun di Amerika Serikat danndi negara-negaraaEropa, sedangkan di Indonesia kasus SJS terjadissekitar 12 kasus per tahun. Patofisiologiidari SJS sendiri masih belum diketahui, namun penyebabbutama SJS adalah alergi obat. Paracetamolmmerupakan salah satu obat yang paling sering digunakanndan relatif aman, namunddapat menyebabkan efek sampinggberupa reaksi hipersensitivitaskkutan. Laporan kasus ini membahas tentang SJS yang timbul pada laki-laki berusia 43 tahun akibat mengkonsumsi paracetamol. Pada pasien timbul plak eritematosa, erosi, purpura, krusta, batas ireguler, multipel, pada mukosa bibir, regio frontaslis, regio fascialais, regio auris regio coli, regio thorax, regio abdomen, regio genitalia, ekstremitas superior dan ekstremitas inferior. Pasien dalam kasus ini diberikan terapi kortikosteroiddtopikal dan sistemik sertaaantibiotik sistemikk. Setelah diberikan terapi tersebut, kondisi pasien perlahan membaik.
Transeksi Spinal Komplet Mada Sukma Dytho; Valda Yulia Annisa'; Rusnaindah Ifta Firdausi; Ahmad Muzayyin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kejadian trauma sumsum tulang belakang lengkap memiliki angka insidensi lebih tinggi pada laki-laki, dengan kejadian terbanyak pada usia 15-29 tahun dan diatas >50 tahun dengan angka kejadian diestimasikan 10,4-84 kasus per 1 juta penduduk pertahun. Trauma medula spinalis lengkap dapat memakan biaya 1,1 hingga 4,6 juta dolar per pasien selama masa hidupnya. Metode: Penulisan artikel dengan desain Literature Review sehingga memerlukan beberapa sumber database dan penggunaan kata kunci yang berkaitan yang nantinya akan ditelaah dan dirangkum. Hasil: medula spinalis merupakan struktur tubuler pada kolumna vertebralis yang merupakan kepanjangan dari batang otak dan berjalan hingga daerah lumbar. Transeksi spinal komplet merupakan hilangnya kemampuan mengirim impuls sensorik dan motorik secara lengkap dan permanen atau temporer melalui tingkatan sumsum tulang belakang yang terpengaruh karena kerusakan secara traumatis maupun non-traumatis. Pemeriksaan fisik neurologis sensorik maupun motorik berguna untuk menentukan tingkatan lesi. Tatalaksana pada kasus ini yang dimulai dari stabilisasi pasien hingga pemberian steroid berguna bagi pasien. Simpulan:transeksi spinal komplet memerlukan anamnesis dan pemeriksaan fisik maupun penunjang guna menentukan diagnosis serta tingkat keparahan, penanganan segera diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi serta meningkatkan prognosis dari pasien.
Seorang Perempuan 80 Tahun dengan Cervical Root Syndrome Rizkiantika Zatri Sawitri; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cervical Root Syndrome adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh iritasi atau penekanan akar saraf servikal oleh penonjolan diskus invertebralis, gejalanya adalah nyeri leher yang menyebar ke bahu, lengan atas atau lengan bawah, parasthesia, dan kelemahan atau spasme otot. Nyeri radikuler serviks ditandai dengan nyeri leher menjalar ke sisi posterior lengan bawah, bahu dan kadang-kadang bisa mencapai ke tangan. Kondisi terbanyak pada kasus ini disebabkan oleh proses degeneratif dan herniasi dari diskus intervertebralis. Seorang wanita berusia 80 tahun mengeluhkan kesemutan pada lengan atas sampai tangan kanan yang dirasakan sejak 1 bulan yang lalu bersifat hilang timbul. Pasien dahulu bekerja sebagai penjual di pasar, namun sudah berhenti sejak 6 tahun yang lalu. Selama berjualan di pasar pasien sering mengangkat barang-barang yang berat. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan Tes Spurling dan tes distraksi kepala (+). Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaaan fisik ditegakkan diagnosis dalam kasus ini yaitu cervical root syndrome. Pasien mendapatkan tatalaksana medikamentosa yaitu gabapentin 2x300mg, mecobalamin 2x500mg, meloxicam 2x7,5mg dan tatalaksana non medikamentosa yaitu SWD (Short Wave Diatermy), terapi ultrasound, dan terapi latihan. Kami tertarik membahas kasus ini karena laporan kasus tentang penegakan diagnosis cervical root syndrome di Indonesia belum banyak dibahas.
Seorang Perempuan 51 Tahun dengan Carpal Tunnel Syndrome: Laporan Kasus Wisnu Firmanurochim; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome.(CTS) ialah sesuatu sindrom yang mencuat dampak tertekannya nervus medianus dalam carpal tunnel (terowongan karpal) dipergelangan tangan. Pada biasanya CTS terjadidengan cara kronis sebab faktor mekanik serta faktor vaskuler. Untuk faktor mekanik ialah berbentukgerakan yang berulang, sebaliknya aspek vaskuler berbentuk titik tekanan berat yang kuat, lama, serta berkali- kali. Pada permasalahan ini kami melaporkan penderita wanita berumur 51 tahun tiba dengan keluhan ibu jemari, jemari telunjuk serta jemari tengah tangan kanan terasa kebas semenjak 2 bulan yang lalu. Rasa kebas dirasa hilang timbul serta dialami paling utama pada malam hari serta menurun apabila digerak- gerakkan. Kebas pada tangan dialami pada jemari tangan kanan saja. Dari pemeriksaan fisikdiperoleh kesadaran komposmentis, nadi 80x/menit.ireguler, laju respirasi 20x/menit serta temperatur 36,7C. Pada status generalis dalam batasan wajar, pada status lokalis diperoleh Gerakan abnormal pada ekstremitas superior+/-, ekstremitas inferior+/-, tonus otot thenar melemah+/-, phallen test+/-, tinnel test+/-. Pengobatan yang diserahkan penderita ini berupa Myores 2x1 tab, Tineuron 3x150mg, Lapibal 2x500mg serta penderita pula direncanakan melaksanakan latihan pelemasan atau relaksasi ± 5 hari sesudah onset keluhan.
Laki-Laki 70 Tahun Dengan Ca Paru dan Pneumonia Dextra: Laporan Kasus Fena Auliany; Mila Cahya Utami; Mellisa Kusuma; K Krisbiyanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kanker paru (ca paru) menyebabkan kematian sekitar 26-29% di seluruh dunia. Manifestasi klinis ca paru berdasarkan organ yang terkena. Pneumonia merupakan salah satu komplikasi ca paru. Studi Kasus: seorang laki-laki berumur 70 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan penyerta berupa batuk berdahak warna putih dan kaki yang tidak bisa digerakan. Pada pemeriksaan inspeksi didapatkan pergerakan nafas dada kanan tertinggal. Pemeriksaan palpasi didapatkan fremitus raba dada kanan yang meningkat. Pemeriksaan perkusi didapatkan suara redup pada hemithoraks kanan. Hasil pemeriksaan auskultasi didapatkan suara dasar vesikular menurun diparu kanan, fremitus vokal dada kanan meningkat dan didapatkan suara ronkhi dibasal paru kanan. Hasil pemeriksaan foto thorax AP tampak perselubungan dan massa dihemithoraks dextra, CT-Scan menunjukan adanya massa solid dengan ukuran 5×6×6 cm dibagian paru dextra dan pada pemeriksaan darah lengkap menunjukan lekositosis. Kesimpulan: Pasien didiagnosis Ca paru dan pneumonia dextra. Penatalaksanaan utama pasien diberikan terapi paliatif untuk memaksimalkan kualitas hidupdan antibiotik levofloxacin 500 mg untuk mengatasi infeksi.
Seorang Wanita 73 Tahun dengan Stroke Iskemik Melati Febriyanti; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah penyakit pada otak berupa gangguan fungsi saraf lokal atau global, yang muncul mendadak, progresif, dan cepat. Gangguan saraf tersebut menimbulkan gejala seperti kelumpuhan wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas (pelo), perubahan kesadaran, dan gangguan penglihatan. Stroke melibatkan onset mendadak defisit neurologis fokal yang berlangsung setidaknya 24 jam dan diduga berasal dari pembuluh darah. Stroke terdiri dari dua jenis utama yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah arteri ke otak tersumbat.Seorang wanita berusia 73 tahun mengeluhkan berbicara pelo. Awalnya pasien merasakan pusing berputar lalu secara tiba-tiba bicara menjadi pelo. Pasien juga mengeluhkan tangan dan kaki kanan menjadi berat dan terasa tebal. Hasil pemeriksaan neurologis didapatkan hasil peningkatan refleks triceps dan refleks biseps serta Siriraj Score -2.7 (non haemorrhagic). Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik ditegakkan diagnosis dalam kasus ini yaitu stroke iskemik. Pasien mendapatkan tatalaksana medikamentosa yaitu Clopidogrel 1x75mg dan tatalaksana non medikamentosa yaitu fisioterapi. Kami tertarik membahas kasus ini karena stroke sendiri merupakan penyebab kematian kedua tertinggi di seluruh dunia dan penyakit yang rentang sekali terjadi pada lanjut usia.
Torsio Testis: Sebuah Laporan Kasus Sri Harnani Rafidah Estri; Bintoro Hartanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Torsio Testis merupakan suatu kondisi vaskuler akut dimana chorda spermatica terpelintir pada porosnya dan menghambat aliran darah menuju testis. Kondisi ini dapat terjadi dalam segala usia, namun seringkali terjadi segera setelah lahir atau antara usia 12-18 tahun. Insidensi terjadi pada 1:4000 pria berusia kurang dari 25 tahun. Manifestasi klinis meliputi nyeri skrotum mendadak, seringkali unilateral dengan posisi testis horizontal dan terletak lebih tinggi daripada testis yang normal. Sistem Penilaian TWIST dan USG Doppler dapat dilakukan untuk membantu diagnosis. Torsio testis memerlukan reposisi segera dalam waktu kurang dari 6 jam setelah onset. Baku emas diagnosis dan penatalaksanaan dari kondisi ini adalah eksplorasi bedah. Ada dua macam prosedur bedah yang dapat dilakukan; orkidopeksi dan orkidektomi. Komplikasi yang dapat timbul meliputi pengangkatan testis, infeksi, infertilitas, dan hilang atau berkurangnya fungsi eksokrin dan endokrin pada pria. Kami melaporkan kasus seorang anak laki-laki dengan torsio testis akut yang muncul secara spontan. Keluhan utama berupa nyeri mendadak dan bengkak pada skrotum kiri dengan refleks kremaster negatif. Diagnosis ditegakkan berdasarkan skor TWIST dan eksplorasi bedah yang dilakukan 10 jam setelah onset.
Batu Buli-Buli pada Anak Afiq Zakie Ilhami; Riza Mazidu Solihin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu buli-buli masih sering dialami anak-anak di daerah miskin atau pedesaan. Etiologi pembentukan batu pada populasi anak-anak sebagian besar tidak diketahui, yang paling umum adalah anomali kongenital, infeksi, dan faktor-faktor metabolic. Penyebab lain batu buli-buli pada anak adalah makanan rendah protein hewani. Malnutrisi dan ketidak seimbangan diet antara protein, vitamin, dan fosfat mendukung lithogenesis pada anak. Dehidrasi juga mendukung terbentuknya batu buli-buli pada anak. Gejala batu buli-buli pada anak-anak umumnya berupaurgensi, frekuensi berkemih meningkat, inkontinensia, disuria piuria, sulit berkemih, nyeri perutbagian bawah; demam. Untuk pemeriksaan penunjanglaboratorium darah, Foto polos abdomen danultrasonografi banyak digunakan sebagai pemeriksaan awal. Tatalksana medikamentosa ditujukan untuk batu yang berukuran < 5 mm, karena diharapkan batu dapat keluar spontan. Terapi yang diberikan bertujuan untuk mengurangi nyeri, memperlancar aliran urin dengan pemberian diuretikum dan minum banyak supaya dapat mendorong batu keluar dari saluran kemih. Operasiiterbuka adalah pilihan untuk batu buli-buli pada anak-anak karena batu biasanya berdiameter lebih dari 2,5 cm dan radiologis padat.
Asma Bronkial pada Anak Laki-Laki Usia 5 Tahun dengan Eosinofilia: Laporan Kasus Ayudya Pramesti; Kautsar Prastudia Eko Binuko
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma adalah penyakit pernapasan kronis yang paling umum di seluruh dunia. Asma mempengaruhi 8,3% anak-anak di Amerika Serikat. Asma ditandai dengan inflamasi yang menyebabkan bronkokonstriksi, edema, dan peningkatan produksi mukous di saluran pernapasan. Inflamasi pada asma berbeda dengan gangguan inflamasi jalan nafas lainnya, yaitu inflamasi disertai dengan infiltrasi eosinofil. Laporan kasus ini melaporkan pasien asma pada anak dengan eosinofilia. Pasien anak laki-laki, berusia 5 tahun datang dengan keluhan sesak sejak sehari sebelum masuk RS. Sesak disertai suara "ngik-ngik", didahului batuk berdahak berwarna putih. Batuk dan sesak memberat pada malam hari, berkurang setelah mengonsumsi obat dari dokter. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nafas cepat, pernapasan cuping hidung, allergic shinners, nasal crease, retraksi intercostal minimal. Auskultasi terdengar suara dasar vesikuler, didapatkan suara tambahan wheezing pada kedua lapang paru. Pemeriksaan penunjang laboratorium darah didapatkan peningkatan hitung jenis eosinofil 4,6%. Setelah diberikan inhalasi bronkodilator secara rutin, keluhan membaik dan pemeriksaan fisik normal. Remisi asma paling sering terjadi antara usia 14-21 tahun. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan hitung jenis eosinofil untuk membedakan asma dengan gangguan inflamasi jalan nafas lainnya.

Page 5 of 54 | Total Record : 532