cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 597 Documents
Peran Screen Time, Perilaku Sedentari terhadap Kontrol Glikemik pada Pasien Dewasa dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Dhia Hafidh; Tsania Nurul Izzah; Salsabila Bil Izzati; Firdaus Maulida
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku sedentari dan paparan screen time yang tinggi semakin umum pada pasien dewasa dengan diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dan diduga berkontribusi terhadap buruknya kontrol glikemik. Tinjauan ini bertujuan menyintesis bukti ilmiah mengenai hubungan screen time dan perilaku sedentari dengan parameter glikemik pada pasien DMT2. Systematic literature review dilakukan mengikuti pedoman PRISMA melalui pencarian di PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Studi yang diinklusi melibatkan pasien dewasa DMT2 dan menilai screen time atau perilaku sedentari terhadap luaran glikemik. Seleksi menghasilkan tujuh studi (2021–2025) dengan desain randomized controlled trial, intervensi non-acak, kohort, dan potong lintang. Risiko bias dinilai menggunakan RoB 2, ROBINS-I, dan JBI menunjukkan kualitas metodologis bervariasi dengan dominasi risiko sedang. Hasil menunjukkan screen time berkorelasi positif dengan HbA1c (ρ = 0,178; p = 0,002). Intervensi yang menurunkan waktu duduk melaporkan penurunan HbA1c sebesar 0,51% (p < 0,05), sedangkan interupsi duduk tiap 60 menit menurunkan glukosa postprandial (17,0 vs 21,4 mmol.h.L⁻¹; p < 0,05) dan waktu hiperglikemia (1,5 vs 2,2 jam; p = 0,001). Pembatasan screen time dan pengurangan perilaku sedentari berpotensi memperbaiki kontrol glikemik pada pasien DMT2.
Pendekatan Bedah pada Pleuritis Tuberkulosis Kronik dengan Schwarte: Laporan Kasus Torakotomi dan Dekortikasi Miranda Azahra; Hitaputra Agung Wardhana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, termasuk manifestasi ekstra-paru seperti pleuritis tuberkulosis. Pleuritis TB umumnya ditandai dengan efusi pleura dan dapat berkembang menjadi komplikasi kronik berupa penebalan pleura fibrotik atau pembentukan jaringan fibrosa padat (schwarte) apabila tidak tertangani secara optimal, yang selanjutnya dapat menyebabkan paru terperangkap (trapped lung) dan gangguan fungsi paru. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan tatalaksana pleuritis tuberkulosis dengan komplikasi schwarte yang tidak responsif terhadap terapi konservatif. Dilaporkan seorang perempuan berusia 42 tahun dengan keluhan nyeri dada pleuritik kanan, sesak napas, dan batuk kering. Pemeriksaan radiologis menunjukkan penebalan pleura, fibrosis, serta gambaran paru terperangkap. Pasien telah mendapatkan terapi obat antituberkulosis standar dan kortikosteroid tanpa perbaikan klinis bermakna, sehingga dilakukan tindakan torakotomi dan dekortikasi. Pada pembedahan ditemukan jaringan fibrotik luas pada pleura viseralis, dan hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan jaringan fibrosa dengan infiltrasi limfosit ringan tanpa tanda keganasan. Pascaoperasi, pasien menunjukkan perbaikan klinis signifikan berupa berkurangnya nyeri dada, tidak lagi mengalami sesak napas maupun batuk, serta kualitas tidur yang lebih baik. Kasus ini menegaskan bahwa pada pleuritis tuberkulosis kronik dengan pembentukan schwarte, intervensi bedah berperan penting dalam memulihkan fungsi paru dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Observasi Febris H-5 EC dengue Fever pada Bayi Usia 8 Bulan Alifio Rizqia Putra Sanno; Eva Musdalifah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue fever (DF) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk sebagai vektor, terutama di daerah tropis dan subtropis. World Health Organization (WHO) memperkirakan lebih dari 2,5 miliar penduduk dunia berisiko terinfeksi dengue, dengan sekitar 100 juta kasus demam dengue dan 500 ribu kasus Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) dilaporkan setiap tahun. Sekitar 90% penderita DHF adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun. DHF dibedakan dari DF berdasarkan adanya peningkatan permeabilitas vaskular yang ditandai dengan kebocoran plasma, meskipun pada beberapa kasus DF dapat terjadi perdarahan berat tanpa memenuhi kriteria DHF menurut WHO. Di Indonesia, penyakit dengue telah menyebar di seluruh provinsi, baik di perkotaan maupun pedesaan, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk dan mobilitas tinggi. Dilaporkan satu kasus seorang bayi perempuan usia 8 bulan yang datang ke IGD RSUD Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo dengan keluhan demam sejak lima hari sebelum masuk rumah sakit, disertai lemas, mual, dan muntah. Diagnosis awal pasien adalah febris hari ke-5 dengan kecurigaan DF dd DHF. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil IgG negatif dan IgM positif. Setelah empat hari perawatan, kondisi pasien membaik dan diperbolehkan pulang dengan diagnosis observasi febris hari ke-8 DHF dengan warning sign. Pasien mendapat terapi cairan, antiemetik, antipiretik, serta pemantauan ketat selama perawatan.
Hematuria Kronik sebagai Manifestasi Karsinoma Buli: Laporan Kasus Elya Sabrina Hanin; Riza Mazidu Sholihin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karsinoma buli merupakan keganasan saluran kemih yang berasal dari sel urothelial dan merupakan salah satu keganasan urogenital tersering dengan angka kejadian yang terus meningkat. Manifestasi klinis yang paling sering ditemukan adalah hematuria, yang sering kali menjadi keluhan awal pasien. Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan gambaran klinis, proses diagnosis, dan penatalaksanaan karsinoma buli pada seorang pasien perempuan. Seorang perempuan berusia 58 tahun datang dengan keluhan buang air kecil berdarah yang dirasakan hilang timbul sejak kurang lebih 2,5 tahun dan memberat dalam satu tahun terakhir. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva anemis dan teraba massa suprapubik. Pemeriksaan penunjang laboratorium didapatkan anemia, sedangkan ultrasonografi menunjukkan adanya massa solid pada dinding posterior kandung kemih. Pemeriksaan histopatologi mengonfirmasi diagnosis infiltrating urothelial carcinoma (pT1). Pasien ditatalaksana dengan Transurethral Resection of Bladder Tumor (TURBT) sebagai terapi sekaligus konfirmasi diagnosis. Pasca tindakan, kondisi klinis pasien menunjukkan perbaikan. TURBT merupakan prosedur standar pada karsinoma buli non-muscle invasive dan berperan penting dalam penegakan diagnosis serta tatalaksana awal.
Abses Hepar dengan Temuan Ultrasonografi: Laporan Kasus Anisa Azahra Ayu Mustika; Mohamad Ananto Cahyoajibroto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abses hepar merupakan infeksi parenkim hati yang disebabkan oleh bakteri atau parasit dengan manifestasi klinis yang sering tidak spesifik. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan gambaran klinis, temuan penunjang, dan tatalaksana pada pasien dengan abses hepar. Metode: Dilaporkan seorang laki-laki usia 36 tahun yang datang dengan keluhan nyeri perut kuadran kanan atas, demam hilang timbul, mual, ikterus, dan urin berwarna gelap. Evaluasi dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, serta ultrasonografi abdomen. Hasil: Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis dan anemia ringan, sedangkan ultrasonografi abdomen menunjukkan abses hepar segmen VI disertai polip kandung empedu, asites, dan efusi pleura bilateral. Pasien didiagnosis abses hepar dan diberikan terapi medikamentosa berupa ceftriaxone dan metronidazole disertai terapi suportif. Kondisi klinis pasien berangsur membaik hingga stabil dan diperbolehkan pulang. Kesimpulan: Diagnosis abses hepar dapat ditegakkan melalui kombinasi temuan klinis dan pencitraan, serta pemberian terapi antibiotik yang adekuat memberikan respons klinis yang baik dan prognosis yang menguntungkan. Laporan kasus ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan klinisi terhadap abses hepar dengan gejala tidak spesifik serta perlunya tatalaksana yang cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi.
Psoriasis Palmoplantar Kronik pada Perempuan Usia 23 Tahun: Laporan Kasus Mieke Rahma Widyani; Aris Cahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: psoriasis merupakan penyakit inflamasi kulit kronik berbasis genetik yang ditandai oleh gangguan proliferasi dan diferensiasi epidermis serta bersifat residif. Manifestasi klinis berupa plak eritematosa bersisik dapat mengenai telapak tangan dan kaki, sehingga berdampak pada kualitas hidup pasien. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran klinis, penatalaksanaan, dan respons terapi pada psoriasis palmoplantar. Laporan kasus: dilaporkan perempuan usia 23 tahun dengan keluhan kuku menebal serta kulit telapak kaki kering, bersisik, dan gatal sejak lima tahun. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak eritematosa dengan skuama tebal pada telapak kaki dan skuama tipis pada tangan. Terapi yang diberikan meliputi metotreksat, loratadin, metilprednisolon, zinc, serta desoksimetason topikal. Evaluasi menunjukkan perbaikan gejala meskipun belum optimal. Kesimpulan: diperlukan diagnosis dini dan terapi komprehensif untuk mengendalikan penyakit dan mencegah morbiditas.
Pria 42 Tahun dengan Sinusitis Maksillaris Sinistra Et Causa Odontogenik Tevy Helgavania Moktika Roandda; M. Dhiyaulhaq; Shelly Qonita Tiffany
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinusitis maksilaris odontogenik merupakan peradangan sinus akibat infeksi gigi, terutama pada molar atas yang dekat dengan dasar sinus. Seorang pria 42 tahun datang dengan keluhan nyeri hidung kiri, sekret purulen berbau, pusing, dan riwayat gigi berlubang. Pemeriksaan rinoskopi menemukan sekret unilateral, dan foto X-ray Waters menunjukkan perselubungan sinus maksilaris kiri. Pasien didiagnosis Sinusitis Maksilaris Sinistra et causa Odontogenik dan ditatalaksana dengan antibiotik, dekongestan nasal, analgesik, serta irigasi saline. Penanganan sumber infeksi gigi merupakan kunci keberhasilan terapi dan pencegahan kekambuhan.
Kompleksitas Penatalaksanaan Hepatitis B Kronik dengan Diabetes Melitus dan Varises Esofagus: Laporan Kasus Arnesta Prima Yustisio; Dian Prasetyawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepatitis B kronik merupakan penyebab utama sirosis hati dan komplikasi hipertensi portal, termasuk varises esofagus. Keberadaan diabetes melitus sebagai komorbid diketahui dapat mempercepat progresivitas penyakit hati melalui mekanisme resistensi insulin, inflamasi kronik, dan stres oksidatif. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan perjalanan klinis dan tantangan penatalaksanaan pasien dengan hepatitis B kronik yang disertai diabetes melitus dan varises esofagus. Seorang pasien dewasa datang dengan manifestasi klinis penyakit hati kronik dan tanda hipertensi portal. Pemeriksaan penunjang menunjukkan infeksi hepatitis B kronik, gangguan kontrol glikemik, serta komplikasi sirosis berupa varises esofagus. Penatalaksanaan dilakukan secara komprehensif meliputi terapi antivirus, pengendalian diabetes melitus, pencegahan komplikasi varises esofagus, serta pemantauan fungsi hati secara berkala. Kasus ini menegaskan bahwa diabetes melitus berperan sebagai faktor perburukan pada hepatitis B kronik dan dapat memengaruhi derajat keparahan sirosis serta risiko komplikasi. Pendekatan multidisiplin dan individualisasi terapi sangat diperlukan untuk memperbaiki luaran klinis dan kualitas hidup pasien dengan hepatitis B kronik disertai komorbid metabolik.
Kejang Umum Tonik-Klonik pada Anak dengan Meningoensefalitis Bakterial Yulia Intan Kania; Siti Ariffatus
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningoencephalitis adalah kondisi neurologis yang mengandung kedua gejala meningitis dan encephalitis - inflamasi pada bagian meningen (lapisan dari CNS) dan infalmasi dari jaringan otak sendiri. Demam, nyeri kepala, meningismus, perubahan status mental,defisit neurologis dan atau kejang adalah gejala meningoensefalitis. Kami melaporkan presentasi klinis dan penatalaksanaan sebuah kasus anak dengan penyakit meningoencephalitis. Seorang anak laki-laki umur 13 tahun dengan keluhan utama kejang disertai penurunan kesadaran dengan kaku kedua tangan maupun kaki. Keluhan tambahan berupa awalnya demam,batuk dan pilek terlebih dahulu bentuk nya seperti lendir di alami sudah 3 hari SMRS. Pasien lalu dibawa ke RSUD Dr. Sayidiman Magetan dengan keluhan kejang sebanyak 2x dengan durasi ± 5 menit dengan disertai penurunan kesadaran, saat kejang terjadi, mata pasien melotot ke atas, kaku kedua tangan maupun kaki. Batuk (+), pilek (+), muntah (-), diare (-), trauma kepala (-), kesadaran sopor. Pasien memiliki riwayat gigi berlubang dan tonsilitis sejak lama. Pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), reflex babinski (+/+), Penatalaksanaan Anak dengan meningorncephalitis menggunakan terapi antibiotic. Beberapa kelainan neurologis dapat terjadi pada pasien Meningoencephalitis.
Eksisi Tumor Lidah Ec Pyogenic Granuloma dengan Ulkus Dorsum Pedis Sinistra Lutfi Saifuddin Anhar; Hitaputra Agung Wardhana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pyogenic granuloma merupakan lesi jinak vaskular yang sering muncul sebagai respons terhadap trauma lokal, iritasi kronis, atau perubahan hormonal. Lesi ini ditandai dengan pertumbuhan cepat, warna merah keunguan, serta kecenderungan mudah berdarah, sehingga sering menimbulkan kecurigaan terhadap keganasan dan memerlukan pendekatan diagnostik yang tepat. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan gambaran klinis, proses penegakan diagnosis, tatalaksana, serta luaran klinis pada pasien dengan pyogenic granuloma. Pasien datang dengan keluhan benjolan yang cepat membesar dan mudah berdarah. Penegakan diagnosis dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, serta konfirmasi pemeriksaan histopatologis. Tatalaksana berupa eksisi bedah lengkap pada lesi disertai eliminasi faktor pencetus yang diduga berperan dalam terjadinya kelainan. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan proliferasi kapiler dengan stroma edematous dan infiltrasi sel radang tanpa adanya tanda keganasan, yang konsisten dengan diagnosis pyogenic granuloma. Pasca tindakan, pasien menunjukkan penyembuhan luka yang baik tanpa komplikasi maupun tanda kekambuhan selama masa observasi. Kasus ini menegaskan pentingnya identifikasi dini dan pendekatan diagnostik yang tepat untuk membedakan pyogenic granuloma dari lesi neoplastik lainnya. Penatalaksanaan yang adekuat melalui eksisi bedah memberikan hasil klinis yang optimal serta menurunkan risiko kekambuhan.