cover
Contact Name
Indra Rio Saputro
Contact Email
indra.rio@unsoed.ac.id
Phone
+6282187028772
Journal Mail Official
fitrodarwis@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kampus Lemonade Desa Daruba Kec. Morotai Selatan Kab. Pulau Morotai, Maluku Utara
Location
Kab. pulau morotai,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Silitek
ISSN : 28085825     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.51135/bn7cvw06
Core Subject :
Jurnal Teknik SILITEK adalah jurnal teknik dan rekayasa yang merupakan wadah publikasi artikel ilmiah dalam rangka menyebarluaskan hasil riset dan kajian analisis yang berkaitan dengan keteknikan. Jurnal Teknik SILITEK diterbitkan 4 kali dalam setahun yakni di bulan Januari, April, Juni dan bulan Oktober. Cakupan dari ruang lingkup Jurnal Teknik SILITEK meliputi : 1. Teknik Sipil 2. Teknik Informatika 3. Teknik Lingkungan 4. Teknik Industri 5. Ilmu Teknik lainnya, serta 6. Sains lainnya
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
PENGUJIAN BOD DAN COD SEBAGAI PARAMETER PENCEMAR PADA AIR LIMBAH DI LABOLATORIUM X M. Ridwan; Nindy Callista Elvania
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/3vbjkp74

Abstract

Air limbah yang dihasilkan dari aktivitas industri berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Salah satu parameter penting dalam menilai kualitas air limbah adalah Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang menunjukkan tingkat pencemaran bahan organik. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kadar BOD dan COD pada air limbah serta mengevaluasi efektivitas proses pengolahan limbah dalam menurunkan kandungan pencemar agar sesuai dengan baku mutu yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel pada inlet dan outlet, kemudian dilakukan pengujian laboratorium terhadap parameter BOD dan COD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar BOD dan COD setelah proses pengolahan, di mana nilai pada outlet cenderung lebih rendah dibandingkan inlet dan sebagian besar telah memenuhi baku mutu yang berlaku. Dengan demikian, proses pengolahan limbah menunjukkan efektivitas yang cukup baik dalam menurunkan beban pencemar, meskipun masih diperlukan upaya optimalisasi untuk meningkatkan kinerja pengolahan.
EVALUASI TEMPAT PENYIMPANAN SEMENTARA LIMBAH BAHAN BERACUN DAN BERBAHAYA (B3) DI LABORATORIUM JASA UJI SESUAI DENGAN REGULASI YANG BERLAKU Wulan Audy Artha Tan; Restu Hikmah Ayu Murti
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/4cy9h764

Abstract

Laboratorium jasa uji menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dalam berbagai bentuk yang memerlukan pengelolaan sesuai regulasi agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap keselamatan kerja dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 di laboratorium jasa uji PT X terhadap regulasi yang berlaku serta menyusun rekomendasi perbaikan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan observasi lapangan menggunakan lembar checklist. Data primer diperoleh dari observasi langsung, sedangkan data sekunder bersumber dari regulasi perundang-undangan terkait. Evaluasi dilakukan menggunakan metode skoring Guttman dengan membandingkan kondisi aktual terhadap standar regulasi untuk memperoleh persentase kesesuaian. Dari 24 kriteria penilaian, sebanyak 20 kriteria terpenuhi dengan persentase kesesuaian 83%, termasuk kategori baik sekali. Aspek yang belum memenuhi regulasi meliputi pelabelan kemasan limbah, jarak antar blok penyimpanan, pencatatan logbook harian, dan akurasi penimbangan limbah sebelum pengangkutan.
PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK DI LINGKUNGAN PT X Bayu Prastiyo; Oktavianus Cahya Anggara
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/z7z48y35

Abstract

Meningkatnya aktivitas industri minyak dan gas bumi (migas) tidak hanya berdampak pada produksi energi, tetapi juga meningkatkan timbulnya sampah domestik dari kegiatan pendukung operasional seperti perkantoran, fasilitas umum, dan aktivitas tenaga kerja yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, sumber, dan proses pengelolaan sampah domestik di PT. * Sebagai upaya mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan studi dokumentasi selama kegiatan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi pengelolaan sampah domestik di lingkungan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah domestik yang dihasilkan terdiri atas sampah organik, residu, kaca, kardus/kertas, botol plastik atau rosok, dan kayu yang berasal dari area GPF, IF, dan offsite . Pengelolaan sampah dilakukan melalui pemilahan berdasarkan kode warna tempat sampah, kemudian diangkut oleh pihak ketiga, yaitu BSM-KH, untuk diolah lebih lanjut. Sampah organik dimanfaatkan menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) menjadi maggot, pakan ternak, dan kompos, sedangkan sampah residu diolah menggunakan metode fast pyrolysis menjadi bahan bakar alternatif, gas, dan abu pembakaran, sementara sampah lainnya dikelola melalui proses recovery.
PEMANFAATAN AIR PENGOLAHAN IPAL PABRIK GULA DI JAWA TIMUR SEBAGAI PENYIRAMAN PADA PERTANIAN Rhisa Aulia Dewi; Andri Husain Murdianto; Praditya Sigir Ardisty Sitogasa
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/msxh7s64

Abstract

Pabrik gula merupakan salah satu industri penghasil gula kristal putih yang beroperasi secara musiman. Proses produksi gula menghasilkan berbagai jenis limbah meliputi limbah padat, limbah cair, dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Penelitian ini bertujuan untuk menyusun neraca massa proses produksi gula, mengidentifikasi jenis dan karakteristik limbah yang dihasilkan, menganalisis kualitas effluent instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan kondensor, serta merekomendasikan reuse effluent IPAL sebagai air irigasi lahan pertanian. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan, pengukuran langsung, dan analisis laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah padat berupa bagasse, blotong, dan abu telah termanfaatkan seluruhnya. Analisis kualitas effluent IPAL menunjukkan bahwa seluruh parameter (BOD = 6 mg/L, COD = 12 mg/L, TSS = 2 mg/L, Minyak & Lemak = 0,39 mg/L, Sulfida = 0,0165 mg/L, pH = 7,01) memenuhi baku mutu pembuangan. Perbandingan dengan baku mutu air kelas IV berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 menunjukkan bahwa effluent IPAL memenuhi sebagian besar parameter irigasi, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan kembali sebagai air irigasi pertanian.
ANALISIS KARAKTERISTIK EMISI SISTEM PEMBAKARAN TUNNEL KILN MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR MINYAK HSD PADA INDUSTRI BATA TAHAN API Michael Satwika Priyahita; Rizka Novembrianto
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/em9tc958

Abstract

Proses pembakaran minyak High Speed Diesel (HSD) pada unit tunnel kiln di industri refractory berpotensi menghasilkan gas buang berupa partikulat, nitrogen oksida (NOx), sulfur dioksida (SO₂), dan senyawa pencemar lain yang berdampak pada kualitas udara ambien sekitarnya. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis konsentrasi parameter emisi cerobong; (2) menyusun inventarisasi beban emisi partikulat, NOx, dan SO₂; (3) mengevaluasi kualitas udara ambien sekitar fasilitas; serta (4) mengkaji hubungan beban emisi dengan kondisi kualitas udara ambien.Penelitian menerapkan metode stack sampling isokinetik parsial sesuai KEP. 205/BAPEDAL/07/1996 pada cerobong tunnel kiln (diameter 0,7 m, tinggi 22 m). Data bersumber dari Sertifikat Hasil Uji laboratorium terakreditasi KAN. Beban emisi dihitung dari konsentrasi terkoreksi kadar O₂ referensi 6% dan laju alir volumetrik cerobong hasil pengukuran lapangan, dengan periode operasional 4.416 jam per 6 bulan.Seluruh 15 parameter emisi cerobong memenuhi baku mutu KepmenLH No. KEP-13/MENLH/3/1995: partikulat terkoreksi 89,2 mg/m³ (BM 350 mg/m³), NOx 312 mg/m³ (BM 1.000 mg/m³), dan SO₂ 62,4 mg/m³ (BM 800 mg/m³). Beban emisi 6 bulan: NOx 13,724 ton, partikulat 3,936 ton, SO₂ 2,751 ton. Seluruh parameter udara ambien upwind memenuhi PP No. 22 Tahun 2021. Sistem pembakaran tunnel kiln berbahan bakar HSD beroperasi dalam kondisi terkendali dengan seluruh parameter emisi memenuhi regulasi yang berlaku.
STUDI POTENSI PENERAPAN SISTEM RAINWATER HARVESTING DENGAN RANGKAIAN FILTRASI MENGGUNAKAN MEDIA PASIR SILIKA DAN KARBON AKTIF DI SEKTOR INDUSTRI Salmaa Arifiah; Wahyu Ugroseno
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/ebgbab13

Abstract

Perkembangan sektor industri berdampak pada tingginya penggunaan sumber daya air, sehingga berisiko menurunkan cadangan air tanah. Sebagai upaya konservasi sumber daya air, kajian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penerapan sistem rainwater harvesting yang dikombinasikan dengan rangkaian filtrasi pada sektor industri. Analisis dilakukan dengan menghitung potensi volume limpasan berdasarkan data curah hujan periode 2015-2024, dilanjutkan dengan modifikasi desain rangkaian sistem filtrasi menggunakan tabung Fiberglass Reinforced Plastic (FRP). Hasil analisis hidrologi pada area tangkapan dengan luas ±100 m2 menghasilkan debit air hujan mencapai 23,64 m3/jam dengan volume yang tertangkap sebesar 22,36 m3 per hari. Rangkaian sistem filtrasi dengan media pasir silika dan karbon aktif dinilai mampu mengolah air hujan yang awalnya bersifat sedikit basa dengan pH 8,34 menjadi air bersih yang memenuhi standar kebutuhan, serta terbukti secara efektif menurunkan tingkat kekeruhan hingga lebih dari 90%. Hal ini menunjukkan bahwa sistem rainwater harvesting sangat berpotensi dan layak untuk diterapkan sebagai alternatif utama dalam memenuhi kebutuhan air secara berkelanjutan.
ANALISIS EFEKTIVITAS IPAL DOMESTIK DALAM MENURUNKAN PARAMETER PENCEMAR DI PT. X KABUPATEN BANGKALAN Kartika Ramaniya Putri Mawardi; Cindy Aisyah Hakim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/a18ymq28

Abstract

Industri reparasi kapal merupakan salah satu sektor yang berkontribusi terhadap beban pencemaran air di wilayah pesisir Kabupaten Bangkalan, terutama dari aktivitas domestik karyawan di lokasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik di salah satu perusahaan reparasi kapal dengan meninjau persentase efisiensi removal parameter pencemar. Metode analisis dilakukan dengan membandingkan konsentrasi outlet terhadap inlet IPAL menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil uji kualitas pada titik inlet dan outlet IPAL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi removal pada parameter BOD mencapai 56,8%, sedangkan pada parameter COD mencapai 36,75%. Berdasarkan analisis tersebut, sistem pengolahan air limbah domestik pada PT. X belum mampu bekerja secara optimal dalam menurunkan parameter pencemar. Direkomendasikan penambahan unit grease trap dan anaerob biofilter pada sistem IPAL karena dapat meningkatkan efektivitas penyisihan parameter BOD dan COD sehingga kualitas effluent yang dihasilkan lebih aman sebelum dibuang ke badan air penerima.
PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN AIR LIMBAH DOMESTIK PT. X SEBAGAI AIR PENYIRAMAN RUANG TERBUKA HIJAU DAN AREA NON-RUANG TERBUKA HIJAU Dwi Putri Rahmawati; Cindy Aisyah Hakim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/szk0d147

Abstract

Kegiatan operasional PT. X sebagai industri manufaktur wadah dan tangki logam menghasilkan air limbah domestik dari aktivitas sanitasi karyawan, tempat ibadah, pencucian, serta pembersihan area kerja. Apabila tidak dikelola secara optimal, limbah ini berpotensi besar mencemari lingkungan dan menurunkan kualitas badan air penerima. Studi ini dilakukan guna mengevaluasi tingkat efektivitas serta efisiensi sistem pengolahan limbah cair domestik di PT. X untuk didaur ulang menjadi air penyiraman Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non-Hijau (RTNH). Strategi rekayasa lingkungan ini bertujuan untuk menekan konsumsi air bersih secara signifikan sekaligus mengurangi beban pembuangan zat pencemar ke ekosistem sekitar. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah metode kuantitatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui survei lapangan, pengamatan kondisi eksisting, serta pengujian sampel limbah di laboratorium. Sementara itu, data sekunder mencakup catatan volume penggunaan air bersih, total pegawai, dan diagram neraca air perusahaan. Analisis dilakukan terhadap fluktuasi kebutuhan air, debit limbah, karakteristik parameter pencemar, performa teknis Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) biofilter aerob, hingga efisiensi pemanfaatan air hasil daur ulang. Hasil studi menunjukkan bahwa unit IPAL biofilter aerob berkapasitas 15 m³ mampu mereduksi kadar polutan hingga memenuhi standar baku mutu air penyiraman. Pemanfaatan air hasil olahan untuk area RTH dan RTNH ini berhasil mencapai efisiensi penggunaan air sebesar 96,11%, dengan penerapan dosis siram sebesar 5,62 L/m² dengan luas lahan pemanfatan sebesar 1.791 m² .
EVALUASI KEPATUHAN DAN KESIAPAN TEKNIS FASILITAS PENYIMPANAN LIMBAH B3 BERDASARKAN PERMEN LHK NO. 6 TAHUN 2021 SERTA ISO 14001:2015 DI PT. X Kukuh Irfan Ma'ruf; Cindy Aisyah Hakim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/dy9tbt14

Abstract

Galangan kapal bukan industri biasa; mereka beroperasi tepat di batas antara aktivitas manufaktur berat dan ekosistem laut yang rentan. Limbah B3 dari proses grit blasting, pengecatan lambung, dan perawatan mesin kapal tidak bisa diperlakukan seperti limbah industri darat pada umumnya; di lokasi pesisir, jarak antara titik penyimpanan dan badan air bisa sangat pendek, dan hal tersebut mengubah setiap ketidaksesuaian teknis menjadi risiko lingkungan yang nyata. Penelitian ini mengaudit tingkat kepatuhan dan kesiapan teknis fasilitas penyimpanan sementara limbah B3 di PT. X terhadap Permen LHK No. 6 Tahun 2021 dan ISO 14001:2015, dengan matriks ketaatan berbasis Skala Guttman yang mencakup 18 parameter sebagai instrumen ukur. Skor yang diperoleh adalah 61,11% (kategori "Baik" secara formal), tetapi di balik angka itu terdapat persoalan yang jauh lebih serius: kegagalan terkonsentrasi pada parameter fisik yang paling berdampak, yakni penempatan wadah Intermediate Bulk Container (IBC) di area terbuka tanpa peneduh dan lantai penyimpanan berupa tanah dengan permeabilitas tinggi yang langsung membuka jalur infiltrasi limbah cair menuju akuifer pesisir. Yang membuat temuan ini lebih tajam, sistem administrasi perusahaan di sisi lain justru mencatat kepatuhan sempurna. Penelitian ini menetapkan tiga langkah koreksi yang bersifat mandatori: betonisasi lantai impermeable, pembangunan bund wall sebagai sistem penahanan sekunder, dan pemasangan atap pelindung permanen guna memutus jalur degradasi wadah akibat paparan lingkungan pesisir.
INVENTARISASI EMISI GAS RUMAH KACA SCOPE 1 DAN STRATEGI REDUKSI BERBASIS CARBON INSETTING MELALUI REKAYASA KOMPOSTER AEROBIK PADA SEKTOR INDUSTRI Elysa Fi'latuzzahra; Wahyu Ugroseno
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/5qr6zv85

Abstract

Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari sektor industri menjadi sorotan utama dalam agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon. Sebagai entitas padat energi, fasilitas industri memiliki tanggung jawab untuk mengelola jejak karbonnya secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi emisi GRK Scope 1 pada fasilitas industri berskala menengah di Indonesia, sekaligus merancang strategi reduksi emisi berbasis carbon insetting melalui rekayasa komposter aerobik. Metodologi inventarisasi mengacu pada pedoman IPCC (2006) dan KLH (2012) untuk mengevaluasi pembakaran stasioner (genset Biosolar B35) dan pembakaran bergerak (kendaraan operasional internal), dengan mengeksklusi emisi fugitif. Hasil perhitungan menunjukkan total baseline emisi GRK Scope 1 sebesar 0,63 ton CO2e, yang bersumber dari pembakaran stasioner sebesar 0,42 ton CO2e dan pembakaran bergerak sebesar 0,21 ton CO2e. Implementasi strategi carbon insetting melalui optimalisasi komposter aerobik diproyeksikan mampu men sekuestrasi karbon ke dalam tanah sebesar 0,25 ton CO2e. Meskipun sekuestrasi ini tidak mengeliminasi sumber emisi Scope 1 secara langsung, inisiatif ini mendemonstrasikan aksi mitigasi komplementer yang aplikatif dan mendukung sirkularitas bagi industri menengah.